Anda di halaman 1dari 6

Comparability, Competition, and Cost

Dennis R. Beresford Tugas saya disini adalah mengomentari pernyataan perbandingan pelaporan keuangan internasional pada era bisnis dan keuangan yang kian mengglobal. Saya simpulkan itu dalam satu kata: PERUBAHAN Pada tingkat Internasional The International Organization of Securities Commissions (IOSCO) telah aktif beberapa tahun terakhir dengan sebuah agenda mengcover setiap wilayah regulasi sekuritas juga meliputi akuntansi. Anggota IOSCO membantu penerapannya. Sampai sekarang struktur IASC telah gagal IASC pada pertukaran untuk penguatan potensi IOSCO, mencoba mengeliminasi sebagian besar alternatif akuntansi yang bebas untuk dipilih pada standar. Karena itu, rencana kerja termasuk proyek baru untuk mengisi beberapa gap pada batang tubuh standar. Harus juga diupayakan untuk mengembangkan sumber dana yang mendukung tingkat aktivitas yang lebih ambisius. Pada tingkat nasional dengan menyebut 3 negara Di Inggris, Accounting Standard Board yang baru dibentuk 1 Agustus 1990. dengan corak agak mendekati garis FASB termasuk sebuah badan pelaksana baru yang inovatif. Di Jepang menurut World Accounting Report, Menteri Keuangan berencana untuk membentuk sebuah badan untuk melakukan sebuah studi fundamental untuk sistem keuangan negeri dengan cara pandang liberalisasi dan internasionalisasi. Jepang pun baru saja memiliki sebuah mendirikan Corporation Finance Risearch Institute, sebuah organisasi swasta yang bertujuan untuk merangsang perbaikan dalam pelaporan keuangan Di AS, FASB secara substantif meningkatkan keterlibataninternasionalnya lebih dari 3 tahun lalu. Kami ingin menjadi pemimpin dalam internasonalisasi akuntansi Ditambahkan, SEC meneruskan inisiatifnya untuk meningkatkan daya saing AS pada pasar internasional. SEC melakukan percobaan dengan penetapan timbali balik (reciprocal arrangement) dengan Kanada dengan memastikan registrasi lintans batas dengan maksud setiap negara akan menerima persyaratan. SEC mengeluarkan Rule 144a yang membuka sebuah pasar dengan kemungkinan yang luas bagi penempatan swasta dengan persyaratan yang minimum. Yang lebih baru, SEC melakukan sebuah studi mengenai praktik akuntansi AS, terutama masalah cost dan kerumatannya. Studi ini telah ditangani sedikit lebih lebih informal dari kasus yang biasa dengan studi seperti tujuan yang dimungkinkan, kita menghadapi ketidakpastian substrantif dari tujuan studi tersebut. Namun, mendapat sambutan dari komunitas bisnis dan kekhawatiran pada quarter lain. Prof. Zeff, seorang anggota FASAC mengatakan ; temuan ini tepat ke hati dari proses penyusunan standar, dan arti dari full and fair disclosure pada Securities Acts. Zeff, memberi kesan SEC tampaknya berputar pada sumbunya
Meskipun keterbandingan akuntansi internasional tidak biasa didiskusikan dalam topik daya saing negara, terdapat hubungan yang dekat dan itulah topic artikel ini. KEBUTUHAN PADA KETERBANDINGAN Standar akuntansi internasional yang dapat diperbandingkan adalah kebutuhan banyak MNC sebagai sesuatu masalah dalam ekonomi dan efektvitas. Menurut persyaratan registrasi surat berharga nasional, pelatihan buruh luar negeri dan mengkonversikan metode akuntansi buku pembantu dari luar negeri pada perusahaan induk merupakan keruwetan bagi standar akuntansi yang berbeda. Belum lagi masalah eksternal lebih dari masalah internal, kebutuhan tersebut mendominasi perdebatan tentang keterbandingan akuntansi nasional. Pihak eksternal membutuhkan kepastian dalam proses keputusan. Kebanyakan pihak eksternal ternyata membutuhkan keterbandingan akuntansi internasional untuk membantu pengguna menilai kinerja perusahaan dalam skala global. Perbandingan indikator tradisional antar negara, seperti harga-earning ratio jadi tidak berarti dan yang lebih buruk-menyesatkan, jika landasan/dasar akuntansi tidak dapat diperbandingkan. Kebutuhan eksternal yang penting lainnya terhadap keterbandingan adalah perhatian pada keputusan finansial. Pasar modal dunia telah mengembangkan secara langsung bahwa perusahaan memiliki pilihan negara untuk

mendapatkan modal. Dilaporkan secara luas, banyak perusahaan dari LN enggan menawarkan sahamnya di pasar publik AS atau mendaftarkannya di pasar modal karena mereka tidak berkeinginan untuk mengikuti dengan sangat besar dan detail akuntansi AS dan persyaratan keterbukaan atau mengajukan jurisdiksi pada SEC. Ini meletakkan pasar modal dan industri surat berharga mereka pada daya saing yang tidak menguntungkan. Keterbandingan akuntansi internasional akan berkontribusi pada penyetaraan lapangan bermain seperti dalam beberapa keputusan. Satu hal yang seharusnya tidak dilupakan adalah perbedaan dalam hukum pajak. Regulasi bisnis, dan faktor-faktor lain yang akan memberi banyak tombak dan lubang Pertanyaan yang ingin saya gali adalah haruskah daya saing perusahaan-perusahaan AS menjadi faktor pada proses keputusan FASB dan bila demikian, bagaimana ? KOMPETISI DAN AKUNTANSI DALAM SEBUAH SETTING DOMESTIK Sebuah Studi Kasus awal; Akuntansi Minyak dan Gas Perhatian terhadap pengaruh pengungkapan keuangan pada kompetisi domestik mempunyai sebuah cerita panjang. Keharusan untuk full dan fair disclousure pada securities law 1933 dan 1934 disebabkan perhatian yang luas pada saat pengungkapan yang disyaratkan mempunyai sebuah dampak negatif yang besar pada daya saing perusahaan. Pada Securities Exchange Act of 1934 menghendaki SEC untuk mempertimbangkan beban dalam bersaing sebelum menyetujui regulasinya. Bagaimanapun, dalam menyepakati akuntansi minyak dan gas pada akhir 1970-an, SEC mengeluarkan sebuah statemen klasik yang akan saya kutip
Komisi berharap membuat jelaspandangan yang mencoba membantu perkembangan kebijakan ekonomi nasional partikular, misalnya dalam peningkatan produksi petrolium nasional adalah pertimbangan yang tidak tepat dalam memformulasikan standar pelaporan keuangan. Pelaporan keuangan semestinya menyelidiki untuk menyediakan bagi investor informasi yang bermanfat; relevan, reliable, comparable, dan tidak bias. Sebaliknya, proses alokasi modal harus berubah/menyimpang dan pada akhirnya kredibilitas informasi yang disediakan oleh LK akan terkalahkan.

Komisi mengatasi dengan statemen Komisi yakin selanjutnya alokasi modal pada pasar seharusnya akan didasarkan pada daya saing perusahaan dan bukan pada metode akuntansinya. Persepsi Netralitas Posisi SEC sebagaimana yang diartikulasikan pada kasus di atas telah menyerobot kedua statemen misi FASB dan dalam conceptual framework kita dengan persepsi netralitas. Pada gilirannya, presepsi netralitas diturunkan dari tujuan dasar/basic objectif dari pelaporan keuangan -untuk menyediakan keputusan- informasi yang bermanfaat bagi pembuat keputusan ekonomi. Informasi yang netral adalah informasi yang tidak bias; tidak dengan sengaja mengutamakan suatu bagian atas yang lain, tidak terwarnai untuk tujuan mempengaruhi perilaku dari arah manapun. Seperti laporan harga konsumen, GNP atau sensus, LK sangat berarti dalam menyajikan dengan seimbang/tidak berat sebelah semua pengguna yang membutuhkan berbagai informasi. Meskipun harus bersifat netral, LK dirancang untuk digunakan oleh pribadi pembuat keputusan yang tidak netral dan saling bersaaing dalam mengejar keuntungan pribadi. LK juga digunakan pengambil keputusan publik/pemerintah dengan konstituen yang juga tidak netral dan juga bersaing dalam mendapatkan bagian dari manfaat publik. Sebagai hasil dari manfaat tersebut informasi yang netral memiliki konsekuensi ekonomi dan sosial dimana menguntungkan sebagian dan tidak menguntungkan sebagian yang lain. Persepsi Biaya-Manfaat Persepsi netralitas sering mendapat keruwetan dengan bagian sentral dari proses FASB, yaitu persepsi costbenefit. FASB ditugaskan untuk bertanggung jawab untuk mengevaluasi biaya dan manfaat setiap standar yang diajukan dan hanya memutuskan standar jika dipandang menyediakan manfaat bersih. Netralitas dan biayamanfaat bukanlah konflik ketika diaplikasikan, namun terkadang yang satu terpikir menjadi yang lain. Mengapa sering dikatakan bahwa standar FASB tidak melalui pengujian cost-benefit? Jawabannya adalah berakar pada kenyataan bahwa analisa biaya-manfaat adalah proses yang membutuhkan judgment yang melibatkan ruang menguntungkan dan tidak menguntungkan. Analisa cost-benefit dapat dilakukan pada bentuk struktur yang tinggi sebagaimana pada Sekretaris Pertahanan Robert McNamara, perencanaan, pemograman sistem anggaran yang memberikan sebuah penampakan yang indah, namun masih menghasilkan suatu keputusan yang

membutuhkan judgmen. Ini bukan hanya karena orang yang berbeda akan meletakkan bobot yang berbeda dalam mengidentifikasi biaya dan manfaat. Hal ini juga disebabkan orang mengidentifikasi sebuah penyusunan yang berbeda dari biaya dan manfaat dengan memasukkan sesuatu yang oleh FASB diyakini sebagai sesuatu yang di luar batas pertimbangan cost-benefit karena tanggung jawabnya yang harus netral-misalnya dampak dalam standar dalam profitabilitas Pada pengertian yang paling luas, yang mendasari biaya dari standar akuntansi dari perspektif pelaporan entiti adalah kehilangan kendali terhadap informasi, yaitu kehilangan kemampuan untuk menentukan apakah, kapan dan bagaimana menyajikan informasi. Inilah kehilangan fleksibilkitas manajemen dan beberapa derajat, kehilangan keuntungan informasi orang dalam. Partner dari kehilangan pelaporan entiti adalah keuantungan-akses kepada informasi dengan kekuatan analisa yang membantu pembuatan keputusan investasi yang lebih baik. Karena di dasar perubahan akuntansi yang diajukan mengaktifkan sebuah daya juang-kekuatan informasi- analisa costbenefit pada lingkungan penyusunan standar yang banyak pertengkaran. Konsekwensi yang mengalir dari sebuah standar akuntansi dapat dibagi menjadi 4 kategori Pertama, pemenuhan costs bertambah pada pelaporan dan penggunaan entiti untuk sesuatu sebagai pembelajaran bagaimana mengaplikasikan sebuah standar baru dan memulai mengoperasikan sistem pemrosesan data Kedua, retur investasi yang lebih baik dan kerugian yang lebih kecil dari kredit buruk dan dan kesalahan bisnis bisa menambah pemakaian entiti karena keputusan kredit dan investasi yang lebih baik. Sebagaimana para ekonom menempatkan, informasi yang lebih baik mengurangi ketimpangan informasi antara pembeli dan penjual. Ketiga, variasi keuntungan dan tidak, akan menambah pelaporan entitu melalui dampak informasi yang dilaporkan akan memiliki sesuatu sebagai biaya entiti dan ketersediaan modal, penyelesaian gaji dan kompensasi eksekutif serta ketertarikan mengambil alih sasaran Keempat, keputusan alokasi pasar menjadi konsekuensi sekunder yang berdampak pada seluruh atau satu segmen dari populasi umum pada suatu cara. Misalnya, ketergantungan pada minyak LN dan gas seperti disebutkan di awal atau pembatasan jangkauan medis seperti yang dituntut untuk proyek kita sekarang dalam menghentikan manfaat peduli sehat Dari kemungkinan konsekuensi, FASB melihat yang esensial hanyalah pada pemenuhan costs dan efesiensi pasar modal (kategori 1 dan 2) pada penilaian biaya-manfaatnya. Secara umum kami tidak mempertimbangkan dampak potensial pada profitabilitas dan daya saing dari pelaporan entiti (kategori 3). Tentu, kami mempertimbangkan semua dampak bahwa standar akuntansi mempengaruhi semua entitas secara berimbang. Dengan demikian persepsi netralitas akan mencegah kita dari tindakan yang mengutamakan satu pesaing di atas yang lain atau di atas kepentingan publik. FASB juga tidak akan meletakkan secara tidak langsung konsekuensi ekonomi dan sosial (kategori 4) pada skala biaya-manfaat. Apakah semua konsekuensi bermanfaat atau mengganggu pada kepentingan publik adalah isu dalam kebijakan publik dan terdapat banyak alat dari kebijakan publik yang dapat digunakan untuk kesepakatan dengan mereka. FASB tidak berperan dalam pembuatan kebijakan publik. Tugasnya adalah menyusun standar yang menyediakan informasi netral yang berguna dalam pengambilan keputusan untuk pembuat kebijakan publik dan yang lain pada aktivitas yang sama. Dengan demikian, daya saing perusahaan dan industri pada perekonomian domestik bukanlah sebuah faktor dalam persamaan biaya-manfaat di FASB. Pengesampingan daya saing dari pertimbangan biaya-manfaat didasari pada kebutuhan terhadap laporan keuangan yang netral untuk meningkatkan efesiensi pasar modal dan kemanjuran kebijakan publik. SEC rupanya menyetujui dengan didasari oleh kasus minyak dan gas di atas dan kalimat berikut yang berasal dari pengakuan ketua SEC Richard C. Breeden kepada Senate Banking Committee 10 September 1990
Tujuan dari standar akuntansi adalah untuk menjamin bahwa informasi keuangan telah disajikan dengan cara yang memungkinkan para pengambil keputusan membuat kebijakan yang diinginkan. Perluasan standar akuntansi menumbangkan prestasi tujuan yang tidak relevan disajikan secara fair dan akurat, mereka gagal mencapai tujuan

Sekarang kita lihat skenario Internasional KOMPETISI DAN AKUNTANSI DALAM SEBUAH SETTING INTERNASIONAL

Majalah Forbes, dalam sebuah artikel mengenai sesuatu yang disebut berdaya cipta cara baru untuk menghindari beban goodwill, menunjuk akuntansi AS mengatakan; ditentukan kasus kombinasi bisnis pada lapangan yang sempit, akuntan telah membuat banyak kesulitan bagi bisnis AS untuk berkompetisi secara internasional, untuk apa keberadan mereka? Business Week di bawah headlinenya: SEC sedang bersantai, sehingga investor gugup merujuk pada akuntansi luar negeri dengan cara
Di bawah aturan penempatan swasta yang baru (rule, 144a) surat berharga meragukan praktik akuntansi akuntansi LN akan menjangkau AS. Tipe gaya masuk pintu belakang ke dalam pasar AS menjadi mengundang individu yang dapat membeli opini akuntansi dengan mudah di LN. (kata seorang investor)

Dua cuplikan berita kecil ini mengggambarkan dengan baik jarak pandang antara akuntansi AS dengan kompetisi internasional. Forbes protes karena aturan AS tidak berbakat dalam kepentingan kompetisi. Business Week protes karena mereka. Saya akan menanggapi dan mengajukan dua pertanyaan singkat Pertama, apakah ada perbedaan tentang setting internasional yang menyediakan sebuah alasan bagi FASB untuk menjadikan unsur kompetisi dalam keputusan penyusunan standar? Kedua, apa yang bisa diperbuat FASB menghadapi masalah kompetisi? Apa yang Berbeda dengan Kompetisi Internasional? Saya pikir logis memaksa bagi FASB netral menanggapi pesaing domestik. Walaupun tidak secara otomatis langsung logis dalam persaingan internasional. Sebagaiman persaingan domestik, persaingan internasional membantu perkembangan pasar bebas dan pasar bebas membantu perkembangan arus informasi yang bebas. Tetapi berdasarkan observasi pada beberapa bagian, pada hakikatnya tidak ada pasar global, yang ada adalah jaringan pasar nasional. Perbedaan kunci antara kompetisi nasional dan internasional adalah pada persaingan internasional tidak ada yurisdiksi regulasi yang eksklusif. Perubahan itulah implikasi dari standar akuntansi. Pada perekonomian domestik, standar akuntansi AS diaplikasikan pada semua entiti dan hal ini relatif mudah untuk membuat kompetisi yang netral. Ketika perusahaan AS bersaing dengan perusahaan LN, bagaimanapun secara domestik, netralitas pengukuran akuntansi AS dapat membuat perusahaan AS tampak lebih baik atau lebih buruk dari perusahaan asing yang menggunakan standar berbeda. Dengan demikian, beberapa standar AS yang berbeda dari standar yang dapat diaplikasikan pada pesaing asing adalah tidak netral. Pertanyaanya, apakah netralitas berhenti di perbatasan? Jika persepsi netralitas FASB tidak dapat diaplikasikan dalam hubungannya terhadap kompetisi internasional, apakah persamaan biaya-manfaat pada prawacana kompetisi internasional berdampak pada perusahaan AS? Untuk membantu menggali pertanyaan-pertanyaan tersebut, lihat buku akuntansi untuk goodwill. Sebagian meyakini bahwa akuntansi yang lebih liberal di Inggris memberikan keuntungan bagi Inggris. Mereka mendesak FASB menyetarakan lapangan bermain dengan mengkompromikan goodwill AS kepada akuntansi Inggris. Suara yang sederhana, namun menimbulkan pertanyaan Pertama, pusat keluhan hanya di Inggris dan AS. Bagaimana dengan Jepang dan negara lainnya? Jepang, misalnya, juga menerima perusahaan AS dan menerima amortisasi goodwill lebih dari 5 tahun Kedua, IASC mengusulkan amortisasi 5 tahun-20 paling banyak. Apakah perusahaan AS secara khusus tidak peduli dengan kompetisi global, merujuk IASC untuk AS selama 40 tahun Ketiga, pengurangan pajak dari goodwill juga bervariasi pada tiap negara. Apakah hal ini dapat dimengerti untuk menyerang akuntansi dan bukan pengaruh pajak? Apa yang Dapat Diperbuat dalam Persaingan? Ini adalah analisa yang ringkas, goresan di permukaan keruwetan isu yang mencoba memodifikasi akuntansi AS atas dasar kepentingan persaingan. Beberapa ide telah diambangkan tentang apa yang telah dilakukan FASB. Satu di antaranya akan direspon, sebagaimana halnya dengan masalah goodwill. Ide memodifikasi akuntansi AS tidak akan memberi keuntungan apapun, tetapi secara sederhana malah akan mengarah pada ketidakberuntungan. Masalah yang mungkin muncul dari pendekatan ini adalah sebagian besar negara akan mencari jalan untuk menghilangkan ketidakuntungan dari akuntansi. Ini akan jadi pemicu jalan ke arah standar yang sangat permisif- dengan kesamaan yang paling rendah. Ide kedua serupa dengan di atas tetapi didasari oleh masalah yang teridentifikasi secara khusus. FASB secara sistematis akan mereview standar yang ada untuk mencari mana yang tidak menguntungkan dalam persaingan bagi perusahaan AS. Ide ini juga dijalankan ke arah dasar masalah dan masalah selanjutnya, tidak

menguntungkannya dibandingkan pada apa? Banyak standar FASB mungkin berbeda dengan beberapa negara lain, dan mencoba memilah yang perlu disesuaikan yang akan menjadi kesulitan. Pendekatan ketiga, FASB akan bekerja dengan IASC yang lain untuk mengembangkan standar internasional pada titik dimana akan diterima untuk negara yang menggunakan pelaporan. Ini akan menjadi jalan keluar masalah keterbandingan dan persaingan bagi siapapun. FASB pada prinsipnya siap berkomitmen dengan pendekatan ini dan kami mempunyai banyak inisiatif pada cara ini. Bagaimanapun, nyatanya kekurangan pendekatan ini adalah; terlalu lambat. Terdapat kebutuhan untuk meneruskan perderbatan dalam isu ini, dan FASB akan berada paling depan dalam debat tersebut. Mari kita berbagi dalam permulaan pemikiran. Pertama, saya mengakui tanpa yurisdiksi ekskusif, netralitas tampak agak lebih bermasalah. Ini tidak harus mengikuti, bagaimanapun, standar akuntansi AS seharusnya akan ditentukan dengan mengutamakan perusahaan AS atau menghilangkan akuntansi yang dirasakan akan merugikan. Keuntungan atau tidak dalam daya saing tetap tidak milik persamaan biaya-manfaat dalam opini saya. Meskipuin jika kita ingin mengambil perkiraan yang menguntungakan daya saing, pekerjaan tersebut sebenarnya tidak mungkin. Dampak terhadap earning dari sebuah standar adalah yang terbaik sebuah indikator yang tidak jelas dari keunggulan daya saing. Dampak earning yang negatif adalah sering di-judgment secara positif oleh pasar, karena pasar melihat pada kualitas earnings. Seterusnya, kombinasi akuntansi dengan beberapa faktor penting seperti hukum pajak, perdagangan luar negeri, rintangan investasi, regulasi bisnis dan kebijakan moneter dan fiskal akan membangun sebuah paket faktor daya saing yang unik pada setiap negara. Mencari dampak salah satu faktor adalah pekerjaan yang sia-sia. Ketika komentar kecil saya tampak menekankan pada sisi negatif dari isu persaingan, terdapat beberapa pemikiran positif yang bisa kita lakukan, terdapat 2 jalan besar untuk bertindak, tindakan unilateral oleh FASB dan tindakan kerja sama bersama IASC dan penyusun standar negara lainnya. FASB akan menempuh kedua jalan ini. Sebagai tindakan unilateral, saya sudah siap mengecilkan hati mendesak untuk merancang sebuah standar salah satu dari memenangkan keunggulan daya saing atau mengurangi ketidakunggulan. Terdapat beberapa kemungkinan Sebagai sebuah keseluruhan masalah, saya FASB dan konstituen perlu menaikkan pertimbangan internasional menjadi lebih tinggi pada semua proyek dan kegiatan FASB. Kita siap mengambil sebuah langkah kecil yang spesifik. Dan berpikir ini adalah sebuah usaha jangka panjang. Kita sedang menjalani waktu dan membuat upaya bekerja secara rutin untuk proses mulai dari awal hingga akhir. FASB dapat memantau keluhan tentang standar yang spesifik dan menggunakannya sebagai petunjuk pada saat harus fokus pada usaha perusahaan. Keberatan juga dapat digunakan sebagai dasar untuk menilai kembali standar, apakah sesuai dengan pertimbangan mutakhir untuk mendapatkan pengukuran yang terbaik dari peristiwa ekonomi. Perbandingan dengan IASC dan standar negara lain akan menjadi hasil wawasan baru. FASB dapat dengan intensif dan mempertajam usahanya untuk membuat FASB Standards sesederhana dan biaya seefektif mungkin yang mungkin. Misalnya, baru saja kita mengirim sebuah kuisioner pada FASAC yang menanyakan pandangan mereka pada beberapa standar yang tidak berguna, rumit dan mahal. Saya ingatkan, pemikiran, tekanan dari semua sumber, pengguna, auditor, regulator, bahkan pembuat LK memiliki kebiasaan dalam menentukan arah dan standar yang lebih detail Sebagai usaha bersama kita siap meningkatkan hubungan dengan IASC, baik sebagai kelompok konsultatif maupun sebagai koneksi dalam pekerjaan yang spesifik. Kami melihat IASC sebagai titik vokal untuk internasionalisasi standar akuntansi, namun banyak tergantung pada telatnya pekerjaan untuk mengurangi alternatif akuntansi, usaha selanjutnya adalah mengisi kekosongan dalam penyusunan standar dan mendapat kesuksesan dalam pendanaan yang lebih rasional. Saya percaya, dibutuhkan konsultasi langsung yang lebih dan kerja sama antar semua penyusun standar nasional, bukan untuk memotong IASC tetapi sebagai tambahan kerja sama antar lembaga yang menentukan secara luas dengan standar IASC dengan tingkat penerimaan yang luas. Penyusun standar nasional, sebagian besar belum terwakili dalam IASC, mereka belum dapat dikatakan yang menentukan penyusunan domestik. Kepemimpinan internasional harus dibagi jika standar ingin dapat diterima dan kesetaraan adalah penting bila ingin terus mengembangkan kemampuan untuk mengukur aktivitas ekonomi. Salah satu upaya kerja sama adalah sebuah konferensi dalam conceptual framework Juni 1991 di Brussel. Saya pertama kali mengusulkan kepada IASC tahun 1988. Sebagian mendukung, terutama European Federation of

Accountants (FEE/EFA?). Mereka dan IASC mempersiapkan logistik dan sebagian besar KAP menjanjikan pendanaan. Sebagai tambahan pada konferensi, saya ingin menyampaikan, terdapoat banyak spesifik ide yang lain yang sudah kita pertimbangkan. Satu kemungkinan adanya proyek bersama, misalnya dalam akuntansi untuk penggabungan badan usaha dengan penyusun standar dari sebagian besar negara. Yang lainnya adalah proyek penelitian overall objectives of disclosures dalam LK, dengan ide menemukan apakah apakah semua pengungkapan spesifik dari standar yang ada bermanfaat. Ini hanya sebagai rangkulan dan contoh brainstorming dan saya berbesar hati jika anda semua memberikan pemikiran dalam proses ini. Saya pikir konfrensi di Brussels akan menjadi sebuah langkah menuju pengembangan tujuan pengukuran konseptual dan keterbandingan internasional. Bagi yang melihat akuntansi sebagai sebuah badan arbitrasi akan memandang proses internasionalisasi sebagai sebuah proses negosiasi atau dagang kuda. Jika saya mendapatkan pandangan tersebut, saya pesimis terhadap masa depan akuntansi internasional. Salah satu akan merosot menjadi badan yang tidak konsisten dan ompong secara umum atau kemungkinan macet. Standar akuntansi tidak diarahkan oleh tujuan pengukuran konseptual adalah seperti petuah agama yang tidak terbukti secara empiris dan kemudian diterima sebagai keyakinan. Orang tidak mudah menegosiasikan artikel keyakinannya, karenanya berkemungkinan tidak berjalan. Bagi yang memandang akuntansi sebagai sebuah proses pengukuran aktivitas ekonomi mempunyai sebuah ruang untuk sebuah derajat optimisme jika mereka cukup memiliki kesabaran. Transaksi dan kejadian ekonomi memiliki dampak yang universal. Secara fundamental sama di banyak negara, banyak bahasa, banyak satuan mata uang, semuanya dapat direduksi untuk mengukur arus kas masa lalu, saat ini dan masa depan. Akuntansi AS hari ini sama dengan di semua negara lain. Masih dapat dipertimbangkan pada tingkat singkat dari kesempurnaan pengukuran yang dapat dicapai. Tetapi jika ada kesepakatan internasional dalam tujuan pengukuran, ada kesempatan yang realistis bergerak menuju keterbandingan internasional dan dengan demikian juga akan menghilangkan setiap peluang akuntansi menyebabkan terjadinya ketidakseimbangan persaingan. Jika pengukuran yang lebih baik terhadap aktivitas ekonomi menjadi tujuan, tidak hanya keterbandingan dan keseimbangan persaingan yang akan dicapai, tetapi juga kualitas LK tingkat yang lebih tinggi