P. 1
USTEK Masterplan Persampahan Denpasar

USTEK Masterplan Persampahan Denpasar

4.0

|Views: 1,942|Likes:
Dipublikasikan oleh Achmad Ismid

More info:

Published by: Achmad Ismid on Jun 13, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/02/2014

pdf

text

original

Sections

  • 1.2. Uraian Pendahuluan
  • 1.3. Maksud dan Tujuan
  • 1.4. Sasaran
  • 1.5. Lokasi Kegiatan
  • 1.6. Lingkup Pekerjaan
  • 1.7.1. Apresiasi Lokasi Pekerjaan
  • 1.7.2. Inovasi
  • 2.1. Pendekatan Studi
  • 2.2. Konsep Pendekatan Pelaksanaan Pekerjaan
  • 2.3. Pendekatan Pola Pikir Pemecahan Masalah
  • 2.4.1. Persoalan Pengelolaan Persampahan
  • 2.4.2. Paradigma Baru Pemerintah Indonesia
  • 2.4.3. Paradigma Baru Pengelolaan Sampah
  • 2.4.4. Pendekatan Kebijakan
  • 2.4.5. Pendekatan Kelembagaan
  • 2.5. Pendekatan Teknis
  • 3.1.1. Kegiatan Operasional
  • 3.1.2. Pola Teknis Operasional
  • 3.1.3. Peralatan Operasional Persampahan
  • 3.2.1. Umum
  • 3.2.2. Pewadahan
  • 3.3.1. Umum
  • 3.3.2. Pembuangan Akhir
  • 4. Program Kerja
  • 5. Organisasi dan Personil
  • 6. Apabila ada yang peralatan yang harus dibeli dalam kegiatan ini, maka

USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR

Bagian

A

DATA PENGALAMAN PERUSAHAAN

A.1. 1.

Data Organisasi Perusahaan Umum CV. TRI MATRA DISAIN terbentuk dengan dilandasi sikap kerjasama dan keinginan mengembangkan diri bersama serta tanggungjawab profesi, dimana didalamnya tergabung beberapa sumber daya manusia dengan berbekal ilmu pengetahuan dan profesionalisme yang tinggi. CV. TRI mu MATRA DISAIN adalah badan usaha Jasa Konsultansi yang didirikan pada Tanggal 27 Januari 1992 di Denpasar - Bali dengan lingkup layanan Bidang Sipil, Arsitektur, Tata Lingkungan, Mekanikal dan Elektrik Elektrikal. Disisi lain, CV. TRI MATRA DISAIN didirikan dengan tujuan untuk memberikan jangkauan pelayanan yang lebih luas di bidang jasa konsultansi serta mengantisipasi perkembangan pembangunan yang ada. Perkembangan dunia usaha jasa konsultasi yang sejalan deng dengan laju pembangunan bangsa dituntut adanya sumber daya manusia yang handal dengan profesionalisme tinggi dalam usaha peningkatan kualitas pembangunan. Meningkatnya profesionalisme telah mampu mengikuti perkembangan pembangunan, hal ini menyebabkan semakin meningkatnya mutu layanan yang diberikan dibidang jasa konsultasi. Dalam meningkatkan mutu pelayanan CV. TRI MATRA DISAIN didukung oleh sumber daya manusia yang memiliki pengetahuan dan pengalaman dalam bidangnya masing masing. Serta dalam hal penanganan berbagai masing-masing. masalah pekerjaan, CV. TRI MATRA DISAIN ada dalam posisi untuk

CV. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas

1

USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR mendapatkan solusi teknik terbaik dan pendekatan ekonomis untuk masingmasing penyelesaian permasalahan. CV. TRI MATRA DISAIN adalah badan usaha Jasa Konsultansi yang didirikan pada tanggal 20 April 1984 di Denpasar - Bali dengan lingkup layanan Bidang Sipil, Arsitektur, Tata Lingkungan, dan Mekanikal dan Elektrikal. Konsultan ini didirikan dengan tujuan untuk berpartisipasi dan mendukung pelaksanaan pembangunan daerah dan nasional khususnya dalam memberikan pelayanan di bidang jasa konsultansi. 2. Data Administrasi Data – data administrasi yang akan kami presentasikan adalah bertujuan untuk memudah bagi pengguna jasa yang akan mempercayakan kepada kami untuk melaksanakan pekerjaan. Data Administrasi CV. TRI MATRA DISAIN adalah sebagai berikut : Nama Perusahaan Bentuk Badan Usaha Alamat Kantor Pusat Akte Pendirian Perusahaan : CV. TRI MATRA DISAIN : Perseroan Komanditer : Jalan Tunggul Ametung I/9 Denpasar Bali : No. 63 Tanggal 27 Januari 1992 Notaris Amir Sjarifudin, SH. Akte Perubahan : Nomor 39 Mei 2007 Notaris Ida Ayu Dwi Lestari, SH. NPWP Perusahaan Ijin Usaha Keanggotaan Profesi : No. 01.543.621.5-901.000 : IUJK No. 2203.1.91.92.01153 : INKINDO No. 5049/P/0057.BL (Anggota Penuh) Sertifikat Badan Usaha : No. A008-2-BL71-000007

CV. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas

2

USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR 3. Organisasi Perusahaan Untuk operasional perusahaan CV. TRI MATRA DISAIN dilakukan oleh beberapa pengurus perusahaan yang memiliki pengalaman manajemen dan pengalaman teknis yang di koordinir oleh seorang Direktur.

4.

Struktur Organisasi Perusahaan Struktur Organisasi Perusahaan CV. Tri Matra Disain seperti tergambar pada diagram berikut.

DIREKTUR

DIVISI
PERENCANAAN TEKNIK

DIVISI DIVISI
PENGAWASAN ADMINISTRASI TEKNIK

PROYEK

CV. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas

3

Dalam bidang pengembangan dan pengelolaan sumber daya air CV. TRI MATRA DISAIN telah melaksanakan kegiatan perencanaan dari Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten karangasem yaitu Perencanaan Embung Lean di Kecamatan Kubu Kabupaten Karangasem. Sistem Irigasi. survei sosial ekonomi pertanian. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas 4 . Pengalaman Perusahaan. rencana biaya konstruksi dan penyusunan O & P. untuk bidang Teknik Lingkungan seperti penyusunan AMDAL. jaringan irigasi. survei kelembagaan. Sarana dan Prasarana Penyediaan Air Baku.2. Dalam perkembangan dunia usaha khususnya dalam bidang jasa konsultansi bersama ini pula kami prsentasikan jenis pekerjaan sejenis yang pernah ditangani sesuai dengan Bidang dan Sub Bidang Layanan yang dimiliki meliputi Bidang Sipil Sub Bidang Prasarana Keairan seperti Perencanaan dan Pengawasan Embung. TRI MATRA DISAIN telah berpengalaman dalam perencanaan embung. sistem penyediaan air baku. Perencanaan pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi meliputi Perencanaan Rehabilitasi Jaringan Irigasi D. pengamanan pantai dan pengendalian banjir dan bangunan air lainnya. 1. Untuk perencanaan Embung untuk rencana penyediaan air baku. CV. dengan lingkup pekerjaan yaitu survei topografi. perencanaan pola tanam. Adapun lingkup kegiatan yang dilakukan meliputi survei inventarisasi kondisi eksisting jaringan.I Manduang di Kabupaten Klungkung. perencanaan detail embung dan bangunan penunjang. perencanaan detail bangunan dan jaringan irigasi dan penyusunan biaya konstruksi CV. Pengalaman dalam Jasa Inspeksi Teknis/Supervisi Bidang Sipil Keairan Bidang Sipil Sub Bidang Prasarana Keairan. bendung. investigasi geoteknik.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR A. UKL & UPL dan Perencanaan Kota dan Wilayah.

2. Ka • Desain Pengamanan Pantai di Nusa Penida • Survei Geolistrik untuk Pengembangan Air Tanah di Kabupaten Buleleng. Kabupaten Buleleng Provinsi Bali. Geoteknik Geohidrologi diantaranya : CV. TRI MATRA DISAIN juga telah berpengalaman dalam desain teknis dan jasa`survei sebagai berikut : 1. • Master Plan Utilitas Kawasan Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR Pengalaman pengamanan pernah Kelayakan Karangasem dibidang daerah perencanaan pantai yaitu yang Studi Pantai Pemerintah dilaksanakan Rehabilitasi dari Pengaman Pariwisata di Kabupaten Kabupaten Karangasem. Bulel • Master Plan Pengembangan Pelabuhan Benoa. Desain Teknis Pengembangan dan Pengelolaan Sumber Daya Air diantaranya : • Desain Sistem Penyediaan Air Bersih Telagawaja Di Kabupaten Karangasem. Dalam Bidang Sipil CV. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas 5 . 3. Jasa Survei dan Topografi. Desain Teknis Sarana Transportasi diantaranya : • Detail Desain Ruas dan Jalan Kawasan Pedesaan di Kabupaten Karangasem.

Interior dan Ekterior CV. Hotel. 2. • Desain Gedung Kantor PT. Landscape. baik Arsitektur Gedung. dan Gedung Kantor Pemerintah. • Desain Interior Villa Canggu – Bali. • Review Desain Arsitektur dan Supervisi Konstruksi Cafe dan Restoran The Wave Inna Kuta Beach Hotel Kuta – Bali. TRI MATRA DISAIN didukung oleh Arsitektur Tradisional Bali dan Arsitektur Modern dan telah menghasilkan beberapa desain Villa. Bidang Arsitektur Untuk Desain Teknik dan Supervisi Konstruksi Bidang Arsitektur.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR Survei Topografi Site untuk Pembangunan Sangrilla Hotel di Jimbaran – Bali. • Survei Geolistrik Untuk Pengembangan Air Tanah di Kawasan Wisata Batuampar Kabupaten Buleleng. diantaranya : Desain Villa The Bale di Jimbaran – Bali. • Survei Geoteknik untuk Perencanaan Pondasi Gedung dan Bangunan Lainnya.Bali di Instansi • CV. Swadarma Indotama Finance Denpasar . • Kumara Sakti Hotel di Ubud – Gianyar. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas 6 .

Beberapa pekerjaan yang telah dilaksanakan yaitu penysunan UKL & UPL Pembangunan Trash Rack di Tukad Mati dan UKL UPL Normalisasi Alur Tukad Teba. TRI MATRA DISAIN telah memiliki pengalaman dalam penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah dan Studi Penataan Kawasan. Bidang Tata Lingkungan. TRI MATRA DISAIN telah menyelesaikan beberapa paket pekerjaan. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas 7 .USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR 3. Kajian Lingkungan. TRI MATRA DISAIN dalam pelayanannya di bidang Tata Lingkungan telah berhasil menyelesaikan beberapa perencanaan seperti penyusunan UKL & UPL. Dalam bidang Perencanaan Kota dan Wilayah CV. CV. Disamping itu CV. Bersama ini kami lampirkan daftar pengalaman perusahaan untuk pekerjaan sejenis selama periode 10 ( Sepuluh ) tahun terakhir Khusus pengalaman dalam Bidang Tata Lingkungan CV. Dan pengalaman lainnya di bidang pengembangan dan pengelolaan sumber daya air yang telah banyak dilakukan dalam eksistinsinya di bidang jasa konsultan ditunjukkan pada bagian B mengenai uraian Pengalaman Perusahaan pada Data Teknis ini.

Bidang Tata Lingkungan Kab.00 479.PPK Pembinaan Penataan Bangunan Dan Lingkungan. Bebandem Kab.363. Satker Penataan Bangunan Dan Lingkungan Bali .PPK Pembinaan Penataan Bangunan Dan Lingkungan.Departemen Pekerjaan Umum Direktorat Jendral Cipta Karya .357. Bangli 1 Juli 2011 S/D 28 Oktober 2011 9.00 - 5 . 1 PENGGUNA JASA / SUMBER DANA 2 NAMA PAKET PEKERJAAN 3 LINGKUP LAYANAN 4 LOKASI 5 PERIODE 6 ORANG BULAN (MM) 7 NILAI KONTRAK (Rp. Satker Penataan Bangunan Dan Lingkungan Bali Pekerjaan Rencana Tindak Penataan Permukiman Tradisional/ Bersejarah Kabupaten Buleleng .) 8 MITRA KERJA 9 1 . Gianyar 2 Agust 2011 S/D 29 Des 2011 12.00 446. Karangasem 20 Juni 2011 S/D 1 Nop 2011 16.000.Bidang Tata Lingkungan Kab.000.00 335.Bidang Tata Lingkungan Kab.50 213.50 112.000.Pemerintah Provinsi Bali Dinas Pekerjaan Umum Perencanaan Pengamanan Mata Air Jehem Mata Air Tirta Bulan Dan Mata Air Tirta Rare di Kabupaten Bangli .000.745.000.745.Pemerinah Provinsi Bali Bidang Tata Ruang Dan Cipta Karya .Bidang Tata Lingkungan Kodya Denpasar 19 Agust 2011 S/D 16 Des 2011 15.546.00 - 4 . Karangasem .00 - 7 Penyusunan Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL) Kabupaten Gianyar .Bidang Tata Lingkungan Provinsi Bali 31 Mei 2011 S/D 27 Okt 2011 19.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR DATA PENGALAMAN PERUSAHAAN 10 (SEPULUH) TAHUN TERAKHIR BIDANG TATA LINGKUNGAN NO.00 96.PPK Pengembangan Kinerja Pengelolaan Air Minum Bali Kampanye Publik .00 - 3 .PPK Pembinaan Pelaksanaan Penataan Ruang Daerah II Fasilitasi Prakarsa Masyarakat Dan Peningkatan RTH Perkotaan .Pemerintah Provinsi Bali Dinas Pekerjaan Umum Perencanaan Teknik Sistem Penyediaan Air Minum Telaga Waja Di Kec.000.165.Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Bali Penyusunan RTR Kawasan DAS Tukad Petanu .00 96.Departemen Pekerjaan Umum Direktorat Jendral Cipta Karya .000.408.Bidang Tata Lingkungan Provinsi Bali 11 Agustus 2011 S/D 8 Nop 2011 5. Gianyar 31 Mei 2011 S/D 26 Nop 2011 30.00 - 2 .Departemen Pekerjaan Umum Direktorat Jendral Cipta Karya .Departemen Pekerjaan Umum Direktorat Jendral Cipta Karya .00 - 6 .00 - CV. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas 8 .Bidang Tata Lingkungan Kab.

Departemen Pekerjaan Umum Direktorat Sumber Daya Air .00 - 15 Studi Pengembangan Pemanfaatan Mata Air Pulesai di Kabupaten Jembrana .Departemen Pekerjaan Umum Direktorat Jendral Cipta Karya .Bidang Tata Lingkungan Kab.00 - 13 . Karangasem 23 Mei 2011 S/D 18 Nop 2011 14.Pejabat Pembuat Komitmen Perencanaan dan Program.Bidang Tata Lingkungan Kab.277.975.350.Bidang Tata Lingkungan Provinsi Bali 24 Mei 2011 S/D 20 Nop 2011 22.Bidang Tata Lingkungan Kab.Bidang Tata Lingkungan Kab.Departemen Pekerjaan Umum Direktorat Jendral Cipta Karya .00 - 10 Monitoring dan Evaluasi Garis Pantai dan Kinerja Bangunan Pengamanan Pantai di Kab. Gianyar dan Kab.00 - CV.000.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR 8 .Bidang Tata Lingkungan Kab.00 - 16 Perencanaan Teknis Manajemen Persampahan Kabupaten Karangasem . Karangasem 20 April 2011 S/D 25 Juli 2011 16. Buleleng 31 Mei 2011 S/D 27 Sept 2011 10. Jembrana 12 Mei 2011 S/D 8 Oktober 2011 20.PPK Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air . Satuan Kerja Balai Wilayah Sungai Bali-Penida .Bidang Tata Lingkungan Kab.00 - 12 .000. Pengembangan Permukiman. Buleleng 12 Mei 2011 S/D 18 Nop 2011 11.PPK Pembinaan Penataan Bangunan Dan Lingkungan. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas 9 .PPK Pembinaan Teknis. Klungkung 25 Mei 2011 S/D 20 Nop 2011 9.00 - 11 Evaluasi Pemanfaatan Pembangunan Prasarana PLP .665.00 167. . .50 184.00 - 9 Monitoring dan Evaluasi Tahunan Embung Seraya Timur dan Muntig di Kabupaten Karangasem . Klungkung .Departemen Pekerjaan Umum Dirjen SDA Balai Wilayah Sungai Bali-Penida .Departemen Pekerjaan Umum Direktorat Jendral Cipta Karya .00 236.2010 .975.000.000.PPK Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air .PPK Pengembangan Infrastruktur PLP Satker Pengembangan PLP Bali Penyusunan Rencana Tindak Penanganan Kawasan Permukiman Kumuh Perkotaan Kabupaten Tabanan.706.PPK Pengembangan Infrastruktur PLP Satker Pengembangan PLP Bali Penyusunan Data Base PLP 2004 .Departemen Pekerjaan Umum Direktorat Jendral Cipta Karya .00 167.Bidang Tata Lingkungan Kab.00 - 14 . Satker Penataan Bangunan Dan Lingkungan Bali .50 236.000.00 184.Departemen Pekerjaan Umum Direktorat Jendral Cipta Karya .PPK Pengembangan Kinerja Pengelolaan Air Minum Bali Konsultan Advisory Perencanaan Teknis dan RIS . Tabanan 12 Mei 2011 S/D 18 Nop 2011 12. Satker Pengembangan Kawasan Permukiman Bali.00 668.PPK Pengembangan Infrastruktur PLP Satker Pengembangan PLP Bali Pekerjaan Rencana Tindak Penataan RTH Kabupaten Buleleng .Departemen Pekerjaan Umum Direktorat Jendral Cipta Karya .00 372.665.989.Departemen Pekerjaan Umum Dirjen SDA Balai Wilayah Sungai Bali-Penida .000.222.000.000.00 236. Karangasem 25 Mei 2011 S/D 21 Okt 2011 10.Bidang Tata Lingkungan Kab.000.

000.435.00 22 Perencanaan Sistem Penyediaan Air Minum IKK Abang Kabupaten Karangasem .Bidang Tata Lingkungan Kota Denpasar 14 April 2011 S/D 19 Juni 2011 6.000.863.Pemerintah Kabupaten Badung Dinas Cipta Karya .50 171.Departemen Pekerjaan Umum Direktorat Jendral Cipta Karya .PPK Penataan Lingkungan Permukiman (PLP) Sakter Penataan Bangunan dan Lingkungan Bali Pemutakhiran/ Updating Data Sarana dan Prasarana Pendidikan .000.00 CV.000.Departemen Pekerjaan Umum Direktorat Jendral Cipta Karya .50 39.PPK Kegiatan Pemutakhiran/ Updating Data Sarana dan Prasarana Pendidikan . Bali Badan Lingkungan Hidup .PPK Pengembangan Infrastruktur PLP Satker Pengembangan PLP Bali UKL / UPL Normalisasi Alur Tukad Teba . Buleleng 5 Oktober 2010 s/d 3 Desember 2010 4.00 - 19 .Kementrian Pekerjaan Umum Dirjen Cipta Karya .000.00 21 . Bali Dinas Pekerjaan Umum .Pemerintah Prov.Bidang Inspeksi Teknis Kab.Bidang Tata Lingkungan Kab. Gianyar 19 April 2010 s/d 16 Agust 2010 13.00 86.967. Pemeriksaan Kualitas Lingkungan . selaku PA/Pengguna Barang Penyusunan Status Lingkungan Hidup Daerah Kabupaten Buleleng .900. Karangasem 16 Juni 2010 s/d 14 Oktober 2010 12.Pemerinah Kabupaten Buleleng Kantor Lingkungan Hidup .00 48.000.Pemerintah Kota Denpasar Badan Perencanaan Pembanguan Daerah .00 244.Kepala Bappeda Kota Denpasar.PPK Pengembangan Infrastruktur PLP Satker Pengembangan PLP Bali Perencanaan Teknis 3R Skala Kawasan di Sengkidu .000.00 166.Kepala Bidang Tata Ruang dan Cipta Karya selaku Kuasa PA / Pengguna Barang DPU. 2010 7.Pemerintah Prov.00 71. Bali26 April 2010 s/d 24 Juli 2010 9.00 23 Pemeriksaan Kualitas Lingkungan .Bidang Tata Lingkungan Kab. Bali .000.00 25 Rencana Tindak Penanganan Lingkungan Terbuka Hijau Kabupaten Gianyar . Prov.PPK / PA Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Buleleng .999.00 97.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR 17 .410.Bidang Tata Lingkungan Kabupaten Badung 19 Juli 2010 s/d 16 Sept 2010 3.00 74.Kepala Badan Lingkungan Hidup Kab. Karangasem 7 April 2011 S/D 15 Agustus 2011 8.000.Pemerintah Kabupaten Badung Badan Lingkungan Hidup .Bidang Tata Lingkungan Kota Denpasar 23 Agustus 2010 s/d 20 Nop. Badung 8 Juni 2010 s/d 4 Nopember 2010 14.483. Badung selaku Pejabat Pengguna Anggaran Kegiatan Pemantauan Kualitas Lingkungan dengan Pek.Bidang Tata Lingkungan Tersebar di Prov.Bidang Tata Lingkungan Kab.00 - 18 .Kegiatan Pengendalian Sampah .360.Bidang Tata Lingkungan Kab.00 24 Konsultasi Publik Pengelolaan Sampah .600. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas 10 .00 20 Penyesuaian Kajian Teknis dan Draft Raperda RDTR Kecamatan Denpasar Timur .

Bidang Inspeksi Teknis Bidang Inspeksi Teknis Kawasan Kuta Kab. Karangasem . Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas 11 .PPK Kegiatan Monitoring dan Evaluasi Pemanfaatan Ruang di Kabupaten Badung .00 30 Penyusunan Laporan Status Lingkungan Hidup Daerah .234.Pemerintah Prov. Tabanan 19 Oktober 2009 s/d 17 Desember 2009 9.Pemerintah Kab. Bali Dinas Pekerjaan Umum .00 32 Penyusunan Statistik Pertambangan Batuan di Kab.497.Bidang Inspeksi Teknis Kab. Bali .Bidang Inspeksi Teknis Kab.Departemen Pekerjaan Umum Dirjen Cipta Karya .000.500.000. Karangasem 08 September 2010 s/d 06 Desember 2010 10.00 97.00 28 Perencanaan Air Minum Desa Duda.Bidang Inspeksi Teknis Kab.Pemerintah Kab.000. Bali . Bali Dinas Pekerjaan Umum .Bidang Inspeksi Teknis Kab.00 29 Perencanaan Air Minum IKK Manggis di Kab.Kepala Bidang Pertambangan .000.000.40 87. Karangasem . Duda Timur dan Kec.Kepala Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Tabanan . Karangasem 11 Nop 2009 s/d 31 Desember 2009 15.PPK Perencanaan dan Program Pemantauan Kawasan Suci Kabupaten Badung .00 33 DED Sistem Drainase Kawasan Wisata Kuta .000.PPK Pengembangan Infrastruktur Metropolitan .927.Bidang Tata Lingkungan Kab.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR 26 .Pemerintah Kabupaten Badung Dinas Cipta Karya . Buleleng Kantor Lingkungan Hidup .Departemen Pekerjaan Umum Dirjen SDA Balai Wilayah Sungai Bali-Penida . Karangasem . Karangasem 9 Juli 2009 s/d 6 Oktober 2009 93.Kepala Bidang Tata Ruang dan Cipta Karya selaku Kuasa PA / Pengguna Barang DPU.PPK/Kepala Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Buleleng . Prov.Bidang Tata Lingkungan Kabupaten Badung 14 April 2010 s/d 12 Juli 2010 7.893. Badung 7 Juli 2009 s/d 6 Oktober 2009 14.Pemerintah Prov.Bidang Inspeksi Teknis Kab. Bali Dinas Pekerjaan Umum . Prov.000. Karangasem 1 Juni 2009 s/d 29 Okt 2009 17.000. Tabanan Kantor Lingkungan Hidup . Bali .90 291.Kepala Bidang Tata Ruang dan Cipta Karya selaku Kuasa PA / Pengguna Barang DPU.00 31 Penyusunan Status Lingkungan Hidup Daerah Kabupaten Buleleng .00 34 Penyusunan DPPLH Pembangunan Sistem Air Baku Telagawaja Di Kabupaten Karangasem .Kepala Bidang Tata Ruang dan Cipta Karya selaku Kuasa PA / Pengguna Barang DPU.50 74.00 CV.000.00 283. Karangasem 11 Nop 2009 s/d 31 Desember 2009 11.Bidang Inspeksi Teknis Kab.00 34.50 284.30 341.Pemerintah Prov.00 27 Penyusunan Rencana Rinci Tata Ruang Kawasan Besakih . Sidemen Kab.903. Bali Dinas Pekerjaan Umum .459.505.000.Pemerintah Prov. Buleleng 3 September 2009 s/d 1 Desember 2009 7. Prov.

Pemerintah Kab.000.00 40 Perencanaan Teknis Kegiatan Perbaikan Irigasi Subak di Kec.Kepala Bidang Sumber Daya Air selaku Kuasa PA /Kuasa Pengguna Barang DPU. Bali . Klungkung 11 Nopember 2008 s/d 10 Des 2008 10.Dep.420.806. Pekerjaan Umum .000.Direktorat PBL . Karangasem 12 Pebruari 2009 s/d 12 Maret 2009 5.000.00 30. Buleleng .Pemerintah Prov.Bidang Inspeksi Teknis Kab.00 44.Bidang Inspeksi Teknis Kab.Bidang Inspeksi Teknis Kab. Karangasem / Pengguna Anggaran Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Klungkung Penyusunan Desain Kawasan Sepanjang Tukad Badung Kota Denpasar .660. Karangasem 11 Pebruari 2009 s/d 11 April 2009 3.Bidang Inspeksi Teknis Kab. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas 12 .Bidang Inspeksi Teknis Kab.50 88.00 CV.Bidang Inspeksi Teknis di Kawasan Bali Utara 10 Nopember 2008 s/d 24 Des 2008 4.00 211. Klungkung 28 April 2009 s/d 27 Mei 2009 4.914.Bidang Inspeksi Teknis Kab.000.50 39.336.350.00 36 Review Desain Teknis Rehabilitasi Tanggul Pengaman Pantai Jungut Batu .00 34.00 120.00 43 .00 39 .000.000.00 29.Pemerintah Kab.Kepala Dinas Cipta Karya Kabupaten Badung .716.524.Pemerintah Prov.00 41 DED Perencanaan Jaringan Air Bersih / Air Minum di Kecamatan Selat dan Sidemen .Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kab.20 225. Karangasem Dinas Pekerjaan Umum .UPT Balai Pengelolaan Infrastruktur Kawasan Bali Utara Survey Kondisi Sungai-sungai Potensial di Kawasan Bali Utara .Departemen Pekerjaan Umum Dirjen Cipta Karya . Bali Dinas Pekerjaan Umum .00 42 DED Teknik Pembangunan Tanggul Pengaman Pantai Lembongan .USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR 35 .000.Bidang Tata Lingkungan Kota Denpasar dan Bidang Inspeksi Teknis 11 Mei 2009 s/d 7 Sept. Karangasem / Pengguna Anggaran .Bidang Inspeksi Teknis Kabupaten Badung 20 Februari 2009 s/d 21 Mei 2009 5. Prov.000.00 37 Perencanaan Penyediaan Air Baku Sanggalangit di Kab.395.Kepala Dinas Pekerjaan Umum Selaku Pejabat Pembuat Komitmen . Karangasem Dinas Pekerjaan Umum . Bali Dinas Pekerjaan Umum .000. Karangasem 2 April 2009 s/d 3 Juni 2009 13. 2009 13. Buleleng 24 April 2009 s/d 22 Juli 2009 6.PPK Pembinaan Teknis Bangunan Gedung (PTBG) Satker Penataan Bangunan dan Lingkungan Bali .Pemerintah Kabupaten Badung Dinas Cipta Karya .Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kab. Manggis dan Abang .00 38 Pembuatan Ded Sistem Distribusi Air Bersih Telaga Waja Penyusunan Database Kegiatan Keciptakaryaan .Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Klungkung .

000.PPK Perencanaan dan Program .50 19.582. Bangli 28 Agustus 2008 s/d 25 Nop.50 93.00 CV.00 173.Bidang Inspeksi Teknis Kab.000. 2008 12.420.00 47 Pembuatan DED Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) di Kab.Pemerintah Provinsi Bali Dinas Pekerjaan Umum . Badung .00 238.Kuasa Pengguna Anggaran/Pengguna Barang DPU. Pekerjaan Umum Dirjen SDA Balai Wilayah Sungai Bali-Penida .50 174.283.060.01.Pemerintah Prov.806.Departemen Pekerjaan Umum .50 93. Bali Badan Perenc.00 49 .Bidang Inspeksi Teknis Kab.Dep.90 95.000.Bidang Inspeksi Teknis 28 Agustus 2008 s/d 11 Nop.Bidang Inspeksi Teknis dan Inspeksi Teknis Prov.01.00 46. Provinsi Bali . Tabanan. Bangli . Bali Badan Lingkungan Hidup .00 46 Penyusunan Buku Konsep Taman Bali/ Bali Menuju pulau Taman .Pemerintah Prov.000.PPK Pengembangan Infrastruktur Persampahan dan Sanitasi SARBAGITA Penyusunan Neraca DSDP . Buleleng 24 Juni 2008 s/d 22 Okt.000.Pemerintah Prov. Kab.Dep.Kepala Bidang Pertambangan . Kab.(BLH) .Bidang Inspeksi Teknis Kawasan Kuta dan Bidang Inspeksi Teknis Kab. Kab.00 53 .227.Pemerintah Kab.16 di Kab. 2008 13. Badung 23 Mei 2008 s/d 19 Sept 2008 7. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas 13 . Pemb. Bali Dinas Pekerjaan Umum .050.000.Bidang Inspeksi Teknis Kab. Kab.00 52 Iventarisasi Kerusakan dan Bangunan Pengaman Pantai Serta Teknis Pengamanan Abrasi Pantai di Prov.797.00 51 Studi Evaluasi Sistem Penyedian Air Baku Mata Air Pejarakan di Kab.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR 44 . Karangasem 14 Mei 2008 s/d 24 Agustus 2008 8. Karangasem .Pemerintah Prov. Bali Dinas Pekerjaan Umum .Bidang Inspeksi Teknis Kab. Buleleng 4 Agustus 2008 s/d 2 Oktober 2008 125.Bidang Inspeksi Teknis dan Bidang Inspeksi Teknis 28 Agustus 2008 s/d 6 Okt 2009 3.718.00 48 Penyusunan Status Lingkungan Hidup Daerah Kabupaten Buleleng Outline Plan Drainase Kawasan Kuta .000. Bali DED Pilot Project Composting Bangli .PPK Perencanaan dan Program . Bali (tersebar) 16 Juni 2008 s/d 12 Nop 2008 20.Satker Pengembangan penyehatan Lingk Permukiman Bali .00 172. Bali Pemantuan pemanfaatan ruang kawasan strategis Kota Denpasar.15 & 03.000.Bidang Inspeksi Teknis Kab.Bidang Inspeksi Teknis Kawasan SARBAGITA 9 September 2008 s/d 7 Desember 2008 3. Pekerjaan Umum Dirjen SDA Balai Wilayah Sungai Bali-Penida . Buleleng 23 Juni 2008 s/d 21 Okt.865. 2008 14.00 50 Studi Identifikasi dan Detail Desain Pompa Hidrant di Kabupaten Buleleng . Tabanan.Dirjen Cipta Karya Satker Pengembangan Persampahandan Sanitasi Sarbagita .00 54 Monitoring Perkembangan DAS SUB SWS 03.Departemen Pekerjaan Umum Dirjen Cipta Karya .Departemen Pekerjaan Umum .000.000.Bidang Tata Lingkungan Denpasar. Badung 21 Juli 2008 s/d 22 Sept 2008 6.00 86. 2008 5.000. Buleleng Kantor Lingkungan Hidup . Buleleng .900.00 45 .

250. Karangasem 7 Nopember 2007 s/d 16 Des 2007 8.Bidang Inspeksi Teknis Kota Denpasar 7 April 2008 s/d 6 Mei 2008 7./Kota Prov. Bali .465.000.I.000.Kepala Satuan Kerja Sementara Proyek Penyediaan Air Baku Bali Pemuktahiran Sistem Informasi Tata Ruang di Kab.50 89.50 75.000. Perbaikan Lingkungan Permukiman di Kabupaten Karangasem FS.Pemerintah Kabupaten Klungkung Dinas Pekerjaan Umum .190.000.000.Bidang Inspeksi Teknis 9 Kab.Dirjen Cipta Karya Satker PengebanganPersampahan dan Sanitasi Sarbagita .50 59.50 59. Bali (Bapedalda) Prov. Karangasem 3 April 2008 s/d 25 Nop.Bidang Inspeksi Teknis Kab. Karangasem Dinas Pekerjaan Umum Kab.00 58 Penyusunan DED Infrastruktur Pulau Kecil dan Kawasan Perdesaan Tertinggal di Nusa Penida Kabupaten Klungkung .596.00 61 .Dinas Pekerjaan Umum Kab.Bidang Inspeksi Teknis Kab.Kepala Dinas Pekerjaan Umum / Pengguna Anggaran .Bidang Inspeksi Teknis Kab.000.00 62 .00 CV. 2007 6. Bali Kajian Penuruan Muka Air Danau Batur . Rehabilitasi Pantai Penunjang Pariwisata Perencanaan 1 Unit Embung Dusun Lean Desa Bunutan Kecamatan Abang Perencanaan Teknis Rehabilitasi Bendung dan Jaringan Irigasi DI.00 93.355.000.Bidang Inspeksi Teknis Kab. Pekerjaan Umum Dirjen Cipta Karya .714. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas 14 .50 84.00 63 .000. Klungkung 14 April 2008 s/d 12 Juli 2008 5. Bangli 30 April 2008 s/d 27 Agst 2008 91.321.00 65 Studi Identifikasi Pra Desain Embung Daerah Kritis Air Kabupaten Buleleng .762.Bidang Inspeksi Teknis Kab Gianyar 9 Mei 2008 s/d 6 Agustus 2008 9.000. Cai .457.582. Buleleng 18 Juni 2005 s/d 20 Oktober 2005 6.Dep. Badung 28 April 2008 s/d 28 Agust 2008 8.Bidang Inspeksi Teknis 7 Nopember 2007 s/d 17 Des.00 48.00 64 . Bali (Bapedalda) Prov.Pemerintah Prov.000. Bali Dinas Pekerjaan Umum Membuat Petunjuk O&P Untuk D.Pemerintah Kab. Bali Kab.00 60 Penyusunan Kajian Peraturan Gubenur Tentang Lokasi Pembuangan Limbah FS. Cengcengan Kab. Karangasem 27 Juli 2006 s/d 12 Oktober 2006 4.500.Pemerintah Prov.00 46. Pekerjaan Umum Dirjen Sumber Daya Air .Bidang Inspeksi Teknis Kab. Karangasem .00 47.00 56 . 2007 4. Badung . Gianyar .Satuan Kerja Pengembangan Kawasan Permukiman Bali/PPK Pengembangan Kawasan Permukiman Perdesaan.00 47. Karangasem 7 Nopember 2007 s/d 14 Des.00 59 Penyusunan UKL dan UPL Trashrack Tukad Loloan . 2008 9.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR 55 .Pemerintah Prov.411. Badung Badan Perencanaan Pembangunan Daerah .00 57 .Bidang Inspeksi Teknis Kab.Bidang Inspeksi Teknis Kab. Karangasem Dinas Pekerjaan Umum Kab.Dep. .

Tri Matra Disain untuk pekerjaan sejenis selama periode 10 ( Sepuluh ) tahun terakhir. Uraian Pengalaman Perusahaan Berdasarkan daftar pengalaman kerja pada Bab sebelumnya. 15 CV.3.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR A. maka kami lampirkan uraian pengalaman kerja dari CV. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas .

08/PIPLPM-TMD/11. PENGGUNA JASA 2. 1. 2.Teknik Lingkungan . 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Team Leader Ahli Penglolaan Sampah Ahli Struktur Bangunan Ahli Teknik Drainase Ahli Air Limbah-1.00 4. Ahli Air Limbah-2.00 4.18 tanggal 24 Mei 2011 : 24 Mei 2011 s/d 20 Nop 2011 : : : : Tenaga Ahli Asing : Tenaga Ahli Indonesia : . Tri Matra Disain 1.08.Teknik Lingkungan .Teknik Lingkungan . Gianyar dan Kab. NAMA PEKERJAAN 3. 3.00 4.00 16 CV.Teknik Sipil . KONTRAK 7 WAKTU PELAKSANAAN 8 NAMA PEMIMPIN KEMITRAAN (JIKA ADA ) ALAMAT NEGARA ASAL 9 JUMLAH TENAGA AHLI : PPK Pengembangan Infrastruktur PLP Metropolitan Satker Pengembangan PLP Bali : Evaluasi Pemanfaatan Pembangunan Prasarana PLP : Evaluasi Pemanfaatan Pembangunan Prasarana PLP : Kab.00 2.000 : KU.00 JUMLAH 22. Klungkung : Rp668.222. Ahli Mekanikal Elektrikal Ahli Kelembagaan Ahli Estimasi Biaya Posisi Keahlian . Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas .Teknik Elektro .Orang Bulan : 9 Orang Bulan Jumlah Tenaga Ahli 10 PERUSAHAAN MITRA KERJA Tenaga Ahli Asing Orang Bulan Tenaga Ahli Indonesia Orang Bulan No.Hukum .00 2.00 3.00 4.00 4.Teknik Sipil . LINGKUP PRODUK UTAMA 4 LOKASI PROYEK 5 NILAI KONTRAK 6 NO.Teknik Lingkungan . dst.Teknik Sipil Jumlah Orang Bulan 6.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR URAIAN PENGALAMAN KERJA SEJENIS 10 (SEPULUH) TAHUN TERAKHIR CV. - Nama Perusahaan - TENAGA AHLI TETAP YANG TERLIBAT : No.

Nama Perusahaan - TENAGA AHLI TETAP YANG TERLIBAT : No.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR URAIAN PENGALAMAN KERJA SEJENIS 10 (SEPULUH) TAHUN TERAKHIR CV.000 : KU.00 1. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas . LINGKUP PRODUK UTAMA 4 LOKASI PROYEK 5 NILAI KONTRAK 6 NO. KONTRAK 7 WAKTU PELAKSANAAN 8 NAMA PEMIMPIN KEMITRAAN (JIKA ADA ) ALAMAT NEGARA ASAL 9 JUMLAH TENAGA AHLI : PPK Pengembangan Infrastruktur PLP Metropolitan Satker Pengembangan PLP Bali : Penyusunan Data Base PLP 2004 . 2.2010 : Penyusunan Data Base PLP 2004 . PENGGUNA JASA 2. Buleleng : Rp167. 1.08/PIPLPM-TMD. 1 2 3 4 5 Team Leader Ahli Teknik Lingkungan Ahli Drainase Perkotaan Ahli Ekonomi Perkotaan/Wilayah Ahli Komputer Posisi .Orang Bulan : 5 Orang Bulan Jumlah Tenaga Ahli 10 PERUSAHAAN MITRA KERJA Tenaga Ahli Asing Orang Bulan Tenaga Ahli Indonesia Orang Bulan No.10 tanggal 12 Mei 2011 : 12 Mei 2011 s/d 18 Nopember 2011 : : : : Tenaga Ahli Asing : Tenaga Ahli Indonesia : .975.00 2.2010 : Kab.Teknik Lingkungan .11.08.00 11. NAMA PEKERJAAN 3.Ekonomi Pembangnan .Teknik Komputer JUMLAH Keahlian Jumlah Orang Bulan 6.00 1.00 17 CV. dst.Teknik Kimia .Teknik Sipil .00 1. Tri Matra Disain 1. 3.

3. dst. NAMA PEKERJAAN 3.Teknik Sipil .00 3. Karangasem : Rp372.Teknik Sipil / Pengairan/Penyehatan . 1 2 3 4 Team Leader Ahli Air Minum Ahli Kelembagaan Ahli Keuangan Posisi Keahlian . PENGGUNA JASA 2.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR URAIAN PENGALAMAN KERJA SEJENIS 10 (SEPULUH) TAHUN TERAKHIR CV.00 14.Hukum . - Nama Perusahaan - TENAGA AHLI TETAP YANG TERLIBAT : No.00 3. 1. Tri Matra Disain 1.00 4. LINGKUP PRODUK UTAMA 4 LOKASI PROYEK 5 NILAI KONTRAK 6 NO.Orang Bulan : 4 Orang Bulan Jumlah Tenaga Ahli 10 PERUSAHAAN MITRA KERJA Tenaga Ahli Asing Orang Bulan Tenaga Ahli Indonesia Orang Bulan No. KONTRAK 7 WAKTU PELAKSANAAN 8 NAMA PEMIMPIN KEMITRAAN (JIKA ADA ) ALAMAT NEGARA ASAL 9 JUMLAH TENAGA AHLI : PPK Pengembangan Kinerja Pengelolaan Air Minum Bali : Konsultan Advisory Perencanaan Teknis dan RIS : Konsultan Advisory Perencanaan Teknis dan RIS : Kab. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas .08/PKPAM-TMD/120 tanggal 23 Mei 2011 : 23 Mei 2011 s/d 18 Nopember 2011 : : : : Tenaga Ahli Asing : Tenaga Ahli Indonesia : .03. 2.Ekonomi JUMLAH Jumlah Orang Bulan 4.350.000 : KU.00 18 CV.

00 2.00 2. Tri Matra Disain 1. Nama Perusahaan - TENAGA AHLI TETAP YANG TERLIBAT : No. 1. PENGGUNA JASA 2. Denpasar : Rp74. LINGKUP PRODUK UTAMA 4 LOKASI PROYEK 5 NILAI KONTRAK 6 NO.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR URAIAN PENGALAMAN KERJA SEJENIS 10 (SEPULUH) TAHUN TERAKHIR CV. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas .000 : KU.360.Ekonomi Pembangunan .Teknik Sipil / Pengairan/Penyehatan .00 19 CV. 2. 3.00 6.Orang Bulan : 3 Orang Bulan Jumlah Tenaga Ahli 10 PERUSAHAAN MITRA KERJA Tenaga Ahli Asing Orang Bulan Tenaga Ahli Indonesia Orang Bulan No.08/PIPLPM-TMD/11.Teknik Kesehatan Masyarakat JUMLAH Jumlah Orang Bulan 2. NAMA PEKERJAAN 3.02 tanggal 14 April 2011 : 14 April 2011 s/d 19 Juni 2011 : : : : Tenaga Ahli Asing : Tenaga Ahli Indonesia : .08. KONTRAK 7 WAKTU PELAKSANAAN 8 NAMA PEMIMPIN KEMITRAAN (JIKA ADA ) ALAMAT NEGARA ASAL 9 JUMLAH TENAGA AHLI : PPK Pengembangan Infrastruktur PLP Metropolitan Satker Pengembangan PLP Bali : UKL / UPL Normalisasi Alur Tukad Teba : UKL / UPL Normalisasi Alur Tukad Teba : Kab. dst. 1 2 3 Team Leader Ahli Sosial Ekonomi dan Budaya Ahli Kesehatan Masyarakat Posisi Keahlian .

1 2 3 Team Leader Ahli Sosiologi/Kelembagaan Masyarakat Ahli Teknik Lingkungan Posisi Keahlian . - Nama Perusahaan - TENAGA AHLI TETAP YANG TERLIBAT : No.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR URAIAN PENGALAMAN KERJA SEJENIS 10 (SEPULUH) TAHUN TERAKHIR CV.435. 3. PENGGUNA JASA 2.000 : KU. 2.50 20 CV. dst.00 8.Orang Bulan : 3 Orang Bulan Jumlah Tenaga Ahli 10 PERUSAHAAN MITRA KERJA Tenaga Ahli Asing Orang Bulan Tenaga Ahli Indonesia Orang Bulan No. Karangasem : Rp171.Teknik Lingkungan JUMLAH Jumlah Orang Bulan 4. NAMA PEKERJAAN 3. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas . LINGKUP PRODUK UTAMA 4 LOKASI PROYEK 5 NILAI KONTRAK 6 NO.08.Kesehatan Masyarakat .05 tanggal 7 April 2011 : 7 April 2011 s/d 15 Agustus 2011 : : : : Tenaga Ahli Asing : Tenaga Ahli Indonesia : . KONTRAK 7 WAKTU PELAKSANAAN 8 NAMA PEMIMPIN KEMITRAAN (JIKA ADA ) ALAMAT NEGARA ASAL 9 JUMLAH TENAGA AHLI : PPK Pengembangan Infrastruktur PLP Satker Pengembangan PLP Bali : Perencanaan Teknis 3R Skala Kawasan : Perencanaan Teknis 3R Skala Kawasan : Kab.50 2.00 2.08/PIPLP-TMD/11.Teknik Sipil / Pengairan/Penyehatan . 1. Tri Matra Disain 1.

00 1. NAMA PEKERJAAN 3.50 4.50 21 CV.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR URAIAN PENGALAMAN KERJA SEJENIS 10 (SEPULUH) TAHUN TERAKHIR CV.00 1. KONTRAK 7 WAKTU PELAKSANAAN 8 NAMA PEMIMPIN KEMITRAAN (JIKA ADA ) ALAMAT NEGARA ASAL 9 JUMLAH TENAGA AHLI : Pemerinah Kabupaten Buleleng Kantor Lingkungan Hidup : Penyusunan Status Lingkungan Hidup Daerah Kabupaten Buleleng : Penyusunan Status Lingkungan Hidup Daerah : Kabupaten Buleleng : Rp39. 2.Ahli Biologi/Kimia . 1. 3.Orang Bulan : 4 Orang Bulan Jumlah Tenaga Ahli 5 Oktober 2010 S/D 3 Desember 2010 10 PERUSAHAAN MITRA KERJA Tenaga Ahli Asing Orang Bulan Tenaga Ahli Indonesia Orang Bulan No. Nama Perusahaan TENAGA AHLI TETAP YANG TERLIBAT : No.Teknik Biologi / Kimia . Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas . LINGKUP PRODUK UTAMA 4 LOKASI PROYEK 5 NILAI KONTRAK 6 NO. 1 2 3 Team Leader Ahli Kimia Ahli Lingkungan Posisi Keahlian .600.000 : 600/1645/KLH : : : : : Tenaga Ahli Asing : Tenaga Ahli Indonesia : . Tri Matra Disain 1.Teknik Lingkungan Jumlah Jumlah Orang Bulan 2. PENGGUNA JASA 2. dst.

dst.Teknik Lingkungan .Teknik Lingkungan .Orang Bulan : 3 Orang Bulan Jumlah Tenaga Ahli 8 Juni 2010 S/D 4 Nopember 2010 10 PERUSAHAAN MITRA KERJA Tenaga Ahli Asing Orang Bulan Tenaga Ahli Indonesia Orang Bulan No. 1 2 3 4 Ketua Tim Ahli Lingkungan Ahli Biologi Ahli Kimia Posisi Keahlian .00 22 CV. 2.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR URAIAN PENGALAMAN KERJA SEJENIS 10 (SEPULUH) TAHUN TERAKHIR CV.000 : 027/546/LH/2010 dan 096/TMD/KONT/VI/2010.900. tanggal 8 Juni 2010 : : : : : Tenaga Ahli Asing : Tenaga Ahli Indonesia : . PENGGUNA JASA 2.50 14. Nama Perusahaan TENAGA AHLI TETAP YANG TERLIBAT : No.00 2.00 4. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas .Ahli Kimia Jumlah Jumlah Orang Bulan 5. Tri Matra Disain 1. NAMA PEKERJAAN 3. KONTRAK 7 WAKTU PELAKSANAAN 8 NAMA PEMIMPIN KEMITRAAN (JIKA ADA ) ALAMAT NEGARA ASAL 9 JUMLAH TENAGA AHLI : Pemerintah Kabupaten Badung Badan Lingkungan Hidup : Pemeriksaan Kualitas Lingkungan : Pemeriksaan Kualitas Lingkungan : Kabupaten Badung : Rp97. 1. 3. LINGKUP PRODUK UTAMA 4 LOKASI PROYEK 5 NILAI KONTRAK 6 NO.50 2.Ahli Biologi .

Nama Perusahaan TENAGA AHLI TETAP YANG TERLIBAT : No.00 3.000 : 027/1010/Bid.Ahli Hukum . 3.00 9. Tri Matra Disain 1.50 2. 1.00 2. 1 2 3 Posisi Team Leader (Ahli Hukum Lingkungan) Ahli Ilmu Lingkungan Ahli Kelembagaan Keahlian .967. Ahli Lingkungan Ass. TMD/IV/2010.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR URAIAN PENGALAMAN KERJA SEJENIS 10 (SEPULUH) TAHUN TERAKHIR CV. Was/2010 dan 26/KONT-CV.Orang Bulan : 3 Orang Bulan Jumlah Tenaga Ahli 26 April 2010 S/D 24 Juli 2010 10 PERUSAHAAN MITRA KERJA Tenaga Ahli Asing Orang Bulan Tenaga Ahli Indonesia Orang Bulan No. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas .50 23 CV.Ahli Hukum / Teknik Lingkungan . LINGKUP PRODUK UTAMA 4 LOKASI PROYEK 5 NILAI KONTRAK 6 NO. NAMA PEKERJAAN 3. dst. Ahli Kelembagaan Jumlah Orang Bulan 3.00 3. PENGGUNA JASA 2.Ahli Hukum Jumlah 1 2 ASISTEN AHLI Ass. KONTRAK 7 WAKTU PELAKSANAAN 8 NAMA PEMIMPIN KEMITRAAN (JIKA ADA ) ALAMAT NEGARA ASAL 9 JUMLAH TENAGA AHLI : Pemerintah Prov. 2. Bali Badan Lingkungan Hidup : Konsultasi Publik RAPERDA Pengelolaan Sampah : : Tersebar di Provinsi Bali : Rp71. tanggal 26 April 2010 : : : : : Tenaga Ahli Asing : Tenaga Ahli Indonesia : .

50 9. PENGGUNA JASA 2.51 1. 1 2 3 4 5 6 Ketua Tim Ahli Lingkungan Ahli Hidrologi Ahli Biologi Ahli Sosial budaya Kedokteran Posisi Keahlian Teknik Lingkungan Teknik Lingkungan Teknik Sipil / Pengairan Teknik Lingkungan Ahli Sosial & Budaya Kedokteran Jumlah Jumlah Orang Bulan 2.50 1.50 1. 2.1/723/KLH dan 09/TMD-KONT/X/2009.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR URAIAN PENGALAMAN KERJA SEJENIS 10 (SEPULUH) TAHUN TERAKHIR CV. NAMA PEKERJAAN 3. KONTRAK 7 WAKTU PELAKSANAAN 8 NAMA PEMIMPIN KEMITRAAN (JIKA ADA ) ALAMAT NEGARA ASAL 9 JUMLAH TENAGA AHLI : Pemerintah Kab.50 1.51 24 CV. dst. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas . 3.497.Orang Bulan : 6 Orang Bulan Jumlah Tenaga Ahli 19 Oktober 2009 S/D 17 Desember 2009 10 PERUSAHAAN MITRA KERJA Tenaga Ahli Asing Orang Bulan Tenaga Ahli Indonesia Orang Bulan No. tanggal 19 Oktober 2009 : : : : : Tenaga Ahli Asing : Tenaga Ahli Indonesia : . Nama Perusahaan TENAGA AHLI TETAP YANG TERLIBAT : No.00 1. LINGKUP PRODUK UTAMA 4 LOKASI PROYEK 5 NILAI KONTRAK 6 NO.500 : 660. Tabanan Kantor Lingkungan Hidup : Penyusunan Laporan Status Lingkungan Hidup Daerah : Penyusunan Laporan Status Lingkungan Hidup Daerah : Kabupaten Tabanan : Rp74. 1. Tri Matra Disain 1.

0 2.Teknik Biologi / Kimia . dst.0 1.Orang Bulan : 4 Orang Bulan Jumlah Tenaga Ahli 3 September 2009 S/D 1 Desember 2009 10 PERUSAHAAN MITRA KERJA Tenaga Ahli Asing Orang Bulan Tenaga Ahli Indonesia Orang Bulan No. Buleleng Kantor Lingkungan Hidup : Penyusunan Status Lingkungan Hidup Daerah Kabupaten Buleleng : Penyusunan Status Lingkungan Hidup Daerah : Kabupaten B uleleng : Rp87.2 1. 3. 2.Ahli Biologi/Kimia . 1.000 : 600/1149/KLH/2009 dan 03/CV.Teknik Lingkungan Jumlah Jumlah Orang Bulan 3.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR URAIAN PENGALAMAN KERJA SEJENIS 10 (SEPULUH) TAHUN TERAKHIR CV. TMD/IX/2009.4 25 CV.Ahli Sosial / Antropologi . LINGKUP PRODUK UTAMA 4 LOKASI PROYEK 5 NILAI KONTRAK 6 NO. 1 2 3 4 Team Leader Ahli Kimia Ahli Sosial Budaya Ahli Lingkungan Posisi Keahlian . tanggal 3 September 2009 : : : : : Tenaga Ahli Asing : Tenaga Ahli Indonesia : . Nama Perusahaan TENAGA AHLI TETAP YANG TERLIBAT : No. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas . KONTRAK 7 WAKTU PELAKSANAAN 8 NAMA PEMIMPIN KEMITRAAN (JIKA ADA ) ALAMAT NEGARA ASAL 9 JUMLAH TENAGA AHLI : Pemerintah Kab. NAMA PEKERJAAN 3. PENGGUNA JASA 2.2 7.505. Tri Matra Disain 1.

Teknik Sipil / Pengairan . 3.000 : Ku. Ahl.00 2. PENGGUNA JASA 2.00 2.459. 1 2 3 4 5 6 Posisi Team Leader/Ahli Lingkungan Ahli Teknik Drainase Ahli Geodesi / Pemetaan Ahli Struktur Bangunan Ahli Mekanika Tanah / Geologi Teknik Ahli Estimasi Biaya Keahlian .00 2.09 : : : : : Tenaga Ahli Asing : Tenaga Ahli Indonesia : . Nama Perusahaan TENAGA AHLI TETAP YANG TERLIBAT : No.00 3.00 1. Aulity Test Ass. Ahli Muda Bor Master Jumlah Orang Bulan 3. NAMA PEKERJAAN 3.08/PPLP.I Muda Lab.00 26 CV.PPK Pengembangan Infrastruktur Metropolitan DED Sistem Drainase Kawasan Wisata Kuta DED Sistem Drainase Kawasan Wisata Kuta : Kawasan Kuta . 1. KONTRAK 7 WAKTU PELAKSANAAN 8 NAMA PEMIMPIN KEMITRAAN (JIKA ADA ) ALAMAT NEGARA ASAL 9 JUMLAH TENAGA AHLI : : : Departemen Pekerjaan Umum Dirjen Cipta Karya .08. M-TMD/08. 2.Teknik Sipil . Ahli Muda Pengukuran / Geodesi Ass.Teknik Geodesi .00 4x2 3.00 2. LINGKUP PRODUK UTAMA 4 LOKASI PROYEK 5 NILAI KONTRAK 6 NO.Orang Bulan : 6 Orang Bulan Jumlah Tenaga Ahli 7 Juli 2009 S/D 6 Oktober 2009 10 PERUSAHAAN MITRA KERJA Tenaga Ahli Asing Orang Bulan Tenaga Ahli Indonesia Orang Bulan No.Badung : Rp283. Ahli Muda Gambar Ass.Teknik Sipil Jumlah ASSISTEN AHLI 1 2 3 4 Ass.00 14.00 1.00 1. Tri Matra Disain 1.Teknik Sipil . dst.Teknik Sipil / Pengairan . Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas .USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR URAIAN PENGALAMAN KERJA SEJENIS 10 (SEPULUH) TAHUN TERAKHIR CV.

USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR URAIAN PENGALAMAN KERJA SEJENIS 10 (SEPULUH) TAHUN TERAKHIR CV.Orang Bulan : 5 Orang Bulan Jumlah Tenaga Ahli 10 PERUSAHAAN MITRA KERJA Tenaga Ahli Asing Orang Bulan Tenaga Ahli Indonesia Orang Bulan No.0 3. 1. PENGGUNA JASA 2.Ahli Sosiologi / Ekonomi Pertanian . Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas . 3.5 3.000 : HK. tanggal 1 Juni 2009. Tri Matra Disain 1.Teknik Sipil/Pengairan/Lingkungan .Ahli Biologi/Kimia Jumlah Jumlah Orang Bulan 5.PPK Perencanaan dan Program Penyusunan DPPLH Pembangunan Sistem Air Baku Telagawaja Di Kabupaten Karangasem : Penyusunan DPPLH Pembangunan Sistem Air Baku Telagawaja : Kabupaten Karangasem : Rp284.234.02.0 4.03/BWS-BP/PPR/09.0 2. 2. dst. KONTRAK 7 WAKTU PELAKSANAAN 8 NAMA PEMIMPIN KEMITRAAN (JIKA ADA ) ALAMAT NEGARA ASAL 9 JUMLAH TENAGA AHLI : : Departemen Pekerjaan Umum Dirjen SDA Balai Wilayah Sungai Bali-Penida . : 1 Juni 2009 S/D 29 Okt 2009 : : : : Tenaga Ahli Asing : Tenaga Ahli Indonesia : . LINGKUP PRODUK UTAMA 4 LOKASI PROYEK 5 NILAI KONTRAK 6 NO.0 17.5 27 CV.Teknik Sipil/Pengairan . Nama Perusahaan TENAGA AHLI TETAP YANG TERLIBAT : No. 1 2 3 4 5 Team Leader Ahli Sumber Dya Air Ahli Lingkungan Ahli Sosial Ekonomi dan Budaya Ahli Kimia Posisi Keahlian .Teknik Lingkungan . NAMA PEKERJAAN 3.

09 : : : : : Tenaga Ahli Asing : Tenaga Ahli Indonesia : .000 : KU.Ahli Hukum / Teknik Lingkungan .Teknik Lingkungan .M-TMD/10. Tri Matra Disain 1.30 1. PENGGUNA JASA 2.Orang Bulan : 3 Orang Bulan Jumlah Tenaga Ahli 28 Agustus 2008 S/D 6 Okt 2008 10 PERUSAHAAN MITRA KERJA Tenaga Ahli Asing Orang Bulan Tenaga Ahli Indonesia Orang Bulan No.30 3. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas . 1. NAMA PEKERJAAN 3.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR URAIAN PENGALAMAN KERJA SEJENIS 10 (SEPULUH) TAHUN TERAKHIR CV. dst. KONTRAK 7 WAKTU PELAKSANAAN 8 NAMA PEMIMPIN KEMITRAAN (JIKA ADA ) ALAMAT NEGARA ASAL 9 JUMLAH TENAGA AHLI : Departemen Pekerjaan Umum. 3. Nama Perusahaan TENAGA AHLI TETAP YANG TERLIBAT : No. 1 2 3 Posisi Team Leader (Ahli Hukum Lingkungan) Ahli Ilmu Lingkungan Ahli Kelembagaan Keahlian .Satker Pengembangan Penyehatan Lingk Permukiman Bali : DED Pilot Project Composting Bangli : DED Pilot Project Composting Bangli : Kabupaten Bangli : Rp95.865.90 28 CV.08.30 1. 2.08/PPLP. LINGKUP PRODUK UTAMA 4 LOKASI PROYEK 5 NILAI KONTRAK 6 NO.Ahli Hukum Jumlah Jumlah Orang Bulan 1.

2.PPK Pengembangan Infrastruktur Persampahan dan Sanitasi SARBAGITA : Penyusunan Neraca DSDP : Penyusunan Neraca DSDP : Kawasan SARBAGITA : Rp46. Tri Matra Disain 1. tanggal 9 September 2008 : : : : : Tenaga Ahli Asing : Tenaga Ahli Indonesia : . Ahli Akuntansi . dst. 1. 1 Posisi Team Leader / Ahli Akuntansi Keahlian . LINGKUP PRODUK UTAMA 4 LOKASI PROYEK 5 NILAI KONTRAK 6 NO.00 3. PENGGUNA JASA 2. Nama Perusahaan TENAGA AHLI TETAP YANG TERLIBAT : No.00 3.Ekonomi Akuntansi Jumlah Orang Bulan 3.Ekonomi Akuntansi Jumlah 1 ASSITEN AHLI Ass. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas . NAMA PEKERJAAN 3.08.420.09/PIPSS-TMD/27. 3.000 : KU.Orang Bulan : 2 Orang Bulan Jumlah Tenaga Ahli 9 September 2008 S/D 7 Desember 2008 10 PERUSAHAAN MITRA KERJA Tenaga Ahli Asing Orang Bulan Tenaga Ahli Indonesia Orang Bulan No.00 29 CV.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR URAIAN PENGALAMAN KERJA SEJENIS 10 (SEPULUH) TAHUN TERAKHIR CV.08. KONTRAK 7 WAKTU PELAKSANAAN 8 NAMA PEMIMPIN KEMITRAAN (JIKA ADA ) ALAMAT NEGARA ASAL 9 JUMLAH TENAGA AHLI : Departemen Pekerjaan Umum Dirjen Cipta Karya .

1 2 3 4 Posisi Team Leader/Ahli Lingkungan Ahli Teknik Sipil Struktur / Hidrologi Ahli Sosial Ahli Sungai . Tri Matra Disain 1.Teknik Kesehatan .75 Keahlian Jumlah Orang Bulan 1.00 1. LINGKUP PRODUK UTAMA 4 LOKASI PROYEK 5 NILAI KONTRAK 6 NO.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR URAIAN PENGALAMAN KERJA SEJENIS 10 (SEPULUH) TAHUN TERAKHIR CV.00 30 CV.Teknik Kesehatan 1. NAMA PEKERJAAN 3. Ahli Teknik Mikrobiologi . Tanggal 7 April 2008 : : : : : Tenaga Ahli Asing : Tenaga Ahli Indonesia : . Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas . Ahli Teknik Kimia Ass.Teknik Kelembagaan .Teknik Sipil/Pengairan .00 1.355.09/PIPSS-TMD/02/2008.00 4.Teknik M&E .000 : Ku. dst. 2.Teknik Sipil . Nama Perusahaan TENAGA AHLI TETAP YANG TERLIBAT : No.Satker PengebanganPersampahan dan Sanitasi Sarbagita : Penyusunan UKL dan UPL Trashrack Tukad Loloan : Penyusunan UKL dan UPL Trashrack Tukad Loloan : SARBAGITA : Rp47.00 1. 3.Orang Bulan : 4 Orang Bulan Jumlah Tenaga Ahli 7 April 2008 S/D 6 Mei 2008 10 PERUSAHAAN MITRA KERJA Tenaga Ahli Asing Orang Bulan Tenaga Ahli Indonesia Orang Bulan No.00 0.75 0. Ahli Teknik Mekanika dan Elektrikal Ass.08. PENGGUNA JASA 2. KONTRAK 7 WAKTU PELAKSANAAN 8 NAMA PEMIMPIN KEMITRAAN (JIKA ADA ) ALAMAT NEGARA ASAL 9 JUMLAH TENAGA AHLI : DPU-Dirjen Cipta Karya . 1.Teknik Sipil/Pengairan Jumlah ASSITEN AHLI 1 2 3 Ass.

Ahli Hukum . 2008 10 PERUSAHAAN MITRA KERJA Tenaga Ahli Asing Orang Bulan Tenaga Ahli Indonesia Orang Bulan No. NAMA PEKERJAAN 3.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR URAIAN PENGALAMAN KERJA SEJENIS 10 (SEPULUH) TAHUN TERAKHIR CV. Nama Perusahaan TENAGA AHLI TETAP YANG TERLIBAT : No.Orang Bulan : 3 Orang Bulan Jumlah Tenaga Ahli 3 April 2008 S/D 25 Nop.0 3. 3. KONTRAK 7 WAKTU PELAKSANAAN 8 NAMA PEMIMPIN KEMITRAAN (JIKA ADA ) ALAMAT NEGARA ASAL 9 JUMLAH TENAGA AHLI : Pemerintah Prov. 1 2 3 Posisi Team Leader (Ahli Lingkungan) Ass.Ahli Ekonomi Jumlah Jumlah Orang Bulan 3. dst.190. PENGGUNA JASA 2. Ahli Hukum Ass.Teknik Lingkungan .00 31 CV. Bali : Penyusunan Kajian Peraturan Gubenur Tentang Lokasi Pembuangan Limbah : Penyusunan Kajian Peraturan Gubenur Tentang Lokasi Pembuangan Limbah : Provinsi Bali : Rp48.(Bapedalda) Prov. Ahli Sosial Ekonomi Keahlian .0 3. Bali . LINGKUP PRODUK UTAMA 4 LOKASI PROYEK 5 NILAI KONTRAK 6 NO.000 : 027/179/Bid III/Bapedalda. 2. 1. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas . Tri Matra Disain 1.0 9. 3 April 2008 : : : : : Tenaga Ahli Asing : Tenaga Ahli Indonesia : .

797. 1 2 3 4 Posisi Ketua Team / Team Leader Ahli Drainase Perkotaan Ahli Sungai Ahli Estimasi Biaya Keahlian .08. Ahli Drainase Perkotaan Ass. NAMA PEKERJAAN 3. tanggal 21 Juli 2008 : : : : : Tenaga Ahli Asing : Tenaga Ahli Indonesia : .Orang Bulan : 4 Orang Bulan Jumlah Tenaga Ahli 21 Juli 2008 s/d 18 September 2008 (60 hari kalender) 10 PERUSAHAAN MITRA KERJA Tenaga Ahli Asing Orang Bulan Tenaga Ahli Indonesia Orang Bulan No.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR URAIAN PENGALAMAN KERJA SEJENIS 10 (SEPULUH) TAHUN TERAKHIR CV.50 1. Satker Pengembangan Infrastruktur Persampahan dan Sanitasi Sarbagita Outline Plan Drainase Kuta Outline Plan Drainase Kuta : Kawasan Kuta : Rp93. Tri Matra Disain 1.000.5 6.0 32 CV.Teknik Sipil / Pengairan Jumlah Orang Bulan 2. PENGGUNA JASA 2. Nama Perusahaan TENAGA AHLI TETAP YANG TERLIBAT : No.Teknik Sipil / Pengairan .Teknik Lingkungan . Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas . KONTRAK 7 WAKTU PELAKSANAAN 8 NAMA PEMIMPIN KEMITRAAN (JIKA ADA ) ALAMAT NEGARA ASAL 9 JUMLAH TENAGA AHLI : : : Departemen Pekerjaan Umum Dirjen Cipta Karya.5 1. Ahli Sungai .Teknik Sipil Jumlah 1 2 ASSISTEN AHLI Ass.Teknik Sipil / Pengairan . 3. 2. 1.22.08/PIPSS-TMD.0 1. LINGKUP PRODUK UTAMA 4 LOKASI PROYEK 5 NILAI KONTRAK 6 NO.Teknik Sipil / Pengairan . dst.08.0 1.00 : KU.5 1.

Tanggapan dan Saran Terhadap Kerangka Acuan Kerja Umum Konsultan telah mempelajari dengan seksama kerangka acuan kerja (KAK) yang tercantum dalam Dokumen Pemilihan Penyusunan Masterplan Persampahan Kota Denpasar yang dikeluarkan oleh BAPPEDA Kota Denpasar maka Kami sebagai penyedia jasa telah memahami dan benar benar mengerti. Untuk tuk mendapatkan hasil yang optimal diperlukan kejelasan / kesepahaman dari setiap aspek yang tertuang dalam KAK tersebut diantara 33 CV.1. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas .1. pihak Konsultan akan mengikuti semua ketentuan yang Konsultan tercantum dalam KAK dan syarat – syarat tersebut mulai dari tahapan mengikuti seleksi umum ini sampai dengan tahapan pelaksanaan pekerjaan apabila pihak kami mendapat kepercayaan untuk memenangkan seleksi ini. 1. benar-benar 2. Oleh karena itu.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR Bagian B PENDEKATAN DAN METODELOGI B. 2. Tanggapan Terhadap KAK Tanggapan Umum Secara garis besar Kerangka Acuan Kerja (KAK) untu pekerjaan untuk Penyusunan Masterplan Persampahan Kota Denpasar yang ada sudah memenuhi alur kerja yang sistematis dan pada hakikatnya merupakan patokan dasar dalam pelaksanaan pekerjaan yang di dalamnya telah dijelaskan secara dalamnya rinci.

USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR kedua belah pihak dalam hal ini pihak BAPPEDA Kota Denpasar dan Konsultan. dan setelah dipelajari dan diamati dengan sebaik . diperlukan beberapa tanggapan terhadap Kerangka Acuan Kerja. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas . Lingkup kegiatan seperti yang termuat di dalam kerangka acuan kerja yang harus dilaksanakan oleh konsultan mencakup beberapa bagian pekerjaan yang sudah dirinci tahapan pelaksanaannya. Disamping itu dengan maksud untuk dapat memberikan masukan atau pertimbangan bagi pihak panitia / direksi sehingga akan lebih menyempurnakan Kerangka Acuan Kerja yang ada. 34 CV. sehingga diharapkan tidak ada lagi pertanyaan – pertanyaan yang menyebabkan hambatan pada pelaksanaan pekerjaan. Dengan demikian keseluruhan lingkup pekerjaan yang masuk didalamnya bisa terlaksana sepenuhnya dengan baik. Dan konsultan cukup memahami apa yang disajikan dalam KAK. TANGGAPAN KHUSUS 1. Tanggapan Terhadap Latar Belakang Setelah konsultan mempelajari dengan seksama bagian pendahuluan dan latar belakang yang terdapat pada Kerangka Acuan Kerja (KAK) untuk pekerjaan Penyusunan Masterplan Persampahan Kota Denpasar pada prinsipnya kerangka acuan untuk pelaksanaan pekerjaan secara keseluruhan sudah jelas dan dapat memberikan gambaran mengenai bentuk pelaksanaan pekerjaan yang akan dilaksanakan. 2. dan sasaran dari pekerjaan yang diharapkan bisa tercapai dengan tepat waktu.baiknya maka konsultan berpendapat bahwa lingkup pekerjaan sudah sangat jelas dan mudah dipahami oleh Konsultan. Tanggapan Terhadap Kegiatan Yang Dilaksanakan dan Cara Pelaksanaan Kegiatan Konsultan menyadari bahwa keberhasilan pelaksanaan pekerjaan akan tercapai jika memahami dengan seksama terhadap apa yang dimaksud di dalam Kerangka Acuan Kerja. maupun penjelasan-penjelasan yang disampaikan dalam rapat penjelasan yang telah dilakukan. Hal yang perlu dipertanyakan hanya bersifat teknis pelaksanaan pekerjaan di lapangan.

4. Tanggapan Terhadap Tempat Pelaksanaan Kegiatan Konsultan menyadari pelaksanaan kegiatan Penyusunan Masterplan Persampahan Kota Denpasar ini akan dapat berjalan dengan baik pada tempat atau Kota Denpasar yang memenuhi persyaratan kriteria yang bisa difasilitasi. Tanggapan Terhadap Keluaran Secara jelas keluaran yang harus diperoleh adalah tersedianya dokumen Masterplan Persampahan Kota Denpasar yang harus diserahkan dalam akhir masa pelaksanaan pekerjaan dan sudah dapat mengadopsi semua kebutuhan dalam penyusunan laporan. Tanggapan Terhadap Personil Personil yang disyaratkan dalam Kerangka Acuan Kerja untuk pekerjaan Penyusunan Masterplan Persampahan Kota Denpasar dirasa sudah mencukupi dari segi kuantitas maupun kualitas apabila sesuai dengan kriteria yang sudah ditetapkan. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas . 5. tujuan dan sasaran dari pekerjaan sudah cukup jelas dan konsultan berkeyakinan dapat menyelesaikannya dengan sebaik . Tanggapan Terhadap Maksud dan Tujuan Dengan memperhatikan penjelasan mengenai maksud. tujuan dan sasaran pekerjaan di atas masih perlu diperjelas dengan kondisi eksisting persampahan Kota Denpasar.baiknya. Dengan adanya sumber daya yang memadai maka kegiatan akan dapat berjalan dengan baik. Terlepas dari hal ini konsultan berpendapat bahwa maksud. Jadi semua tenaga ahli yang disyaratkan dalam Kerangka Acuan Kerja ini telah sesuai dengan lingkup pekerjaan yang harus dilaksanakan seperti yang tercantum dalam Kerangka Acuan Kerja. sebab semua perencanaan dan kegiatan yang akan dilakukan selalu berdasarkan atas ketersediaan sumber daya yang terdapat dilokasi pekerjaan. Hal ini untuk memperjelas sasaran yang ingin dicapai untuk Penyusunan Masterplan Persampahan Kota Denpasar secara detail. 6. 35 CV.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR 3.

Konsultan sanggup menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan jangka waktu yang telah ditentukan tersebut dengan bantuan dari Direksi Pekerjaan dan Instansi terkait lainnya.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR 7. Jadwal Personil dan Jadwal Penggunaan Alat harus sangat hati-hati dan harus konsekuen dengan Jadwal masing-masing. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas . mencukupi untuk menyelesaikan pekerjaan Penyusunan Masterplan Persampahan Kota Denpasar dengan sebaik . 36 CV. Apabila ada kegiatan yang mundur maka semua kegiatan yang telah disusun tidak akan berjalan sesuai dengan kehendak. maka dalam penyusunan Bagan Alir dan Jadwal Pelaksanaan. agar tidak terdapat kegiatan yang mundur.baiknya. Untuk mengantisipasi padatnya kegiatan yang harus dilakukan oleh konsultan. Tanggapan Terhadap Jadwal Tahapan Pelaksanaan Kegiatan Konsultan berpendapat bahwa jangka waktu pelaksanaan pekerjaan yang disediakan selama 6 (enam) bulan atau 180 (seratus delapan puluh) hari kalender.

adanya tuntutan akan permukiman yang bersih dan sehat.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR B. air dan udara. Sampah menjadi masalah serius sehingga diperlukan penanganan secara seksama secara terintegrasi dengan inovasi-inovasi baru yang lebih memadai dalam perangkat sistem dan mekanisme operasional. Oleh karena itu untuk mengatasi masalah pencemaran tersebut diperlukan penanganan dan pengendalian terhadap sampah. baik untuk membuang atau membersihkannya memerlukan biaya yang cukup besar. Di pihak lain. pengendalian pengelolaan persampahan dapat berlangsung dengan baik. sebab apabila tidak dilakukan penan. Umum Uraian Pendahuluan Sampah pada dasarnya merupakan suatu bahan yang terbuang atau dibuang dari suatu sumber hasil aktivitas manusia maupun proses-proses alam yang tidak mempunyai nilai ekonomi. dan upaya pemenuhan target MDGs mengakibatkan kebutuhan akan pelayanan persampahan tetap harus diperhatikan Peningkatan pelayanan persampahan seringkali dilakukan tanpa suatu kebijakan dan perencanaan sebagai acuan yang jelas sehingga menyulitkan para pelaksana di lapangan. Oieh karena itu penanganan sampah di perkotaan relatif lebih dibanding sampah di desa-desa.2.ganan yang baik akan mengakibatkan terjadinya perubahan keseimbangan lingkungan yang merugikan atau tidak diharapkan sehingga dapat mencemari lingkungan. bahkan dapat mempunyai nilai yang negative karena dalam penanganannya. Uraian Pendekatan. Masalah yang sering muncul dalam penanganan sampah kota adalah masalah 37 CV. baik terhadap tanah. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas .2. Pertambahan penduduk yang semakin meningkat membawa konsekuensi logis meningkatnya jumlah sampah serta menurunnya kemampuan pengelolaan sampah. Sampah dan pengelolaannya kini menjadi masalah yang kian mendesak di kotakota di Indonesia. pengelolaan evaluasi persampahan dan sehingga kegiatan perencanaan. 1. Penanganan dan pengendalian akan menjadi semakin kompieks dan rumit dengan semakin kompleksnya jenis maupun kompisisi dari sampah sejalan dengan majunya kebudayaan. Metodelogi dan Program Kerja 1.

USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR

biaya operasional yang tinggi dan semakin sulitnya ruang yang pantas untuk pembuangan. Sebagai akibat biaya operasional yang tinggi, kebanyakan kota – kota di Indonesia hanya mampu mengumpulkan dan membuang sekitar 60% dari seluruh produksi sampahnya. Dari 60% ini, sebagian besar ditangani dan dibuang dengan cara yang tidak saniter, boros dan mencemari. Untuk mendapatkan tingkat efektifitas dan efisiensi yang tinggi dalam penanganan sampah di kota, maka dalam pengelolaannya harus cukup layak Untuk meningkatkan kondisi pengelolaan persampahan secara keseluruhan diperlukan suatu perencanaan yang memadai dalam bentuk masterplan persampahan. Masterplan persampahan ini diharapkan dapat digunakan sebagai acuan bagi para pelaku pembangunan bidang persampahan dalam meningkatkan manajemen pengelolaan sampah. 1.3. Maksud dan Tujuan a. Maksud Kegiatan Maksud dilaksanakan pekerjaan ini adalah sebagai panduan bagi Pemerintah Kota Denpasar dalam melakukan perencanaan, penataan, pengendalian dan pengawasan di bidang persampahan. b. Tujuan Kegiatan Tujuan dari kegiatan ini adalah : 1. Menyediakan perencanaan pengelolaan persampahan secara lebih memadai yang meliputi aspek teknis kelembagaan, pembiayaan, peraturan dan aspek peran serta masyarakat. 2. Menciptakan berkelanjutan. 3. Menyusun payung hukum pengelolaan persampahan. 1.4. Sasaran Sasaran dari pekerjaan ini adalah : 1. Terwujudnya sistem pengelolaan persampahan yang terpadu dan berkelanjutan. 2. Terwujudnya pelayanan maksimal dalam penanganan persampahan. 3. Terbentuknya payung hukum pengelolaan persampahan. system pengelolaan sampah terpadau dan

38
CV. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas

USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR

1.5.

Lokasi Kegiatan Lokasi pelaksanaan pekerjaan ini mencakup seluruh wilayah administrasi Kota Denpasar seluas 12.778 Ha.

1.6.

Lingkup Pekerjaan Untuk mencapai tujuan tersebut diatas, ruang lingkup pekerjaan yang harus dilakukan metiputi: 1. Persiapan - Melakukan studi literatur atau review studi yang relevan di Kota Denpasar - Membuat program kerja kegiatan secara keseluruhan - Menetapkan metode survey - Menyusun kuesioner untuk menjaring data - Menyusun jadual kerja dan kegiatan persiapan lain yang dibutuhkan 2. Pengumpulan Data Data Primer Melakukan survey lapangan tentang kondisi eksisting pengelolaan sampah berkaitan dengan daerah pelayanan, timbulan sampah, komposisi dan karakteristik sampah, kondisi pewadahan, pengumpulan, pemindahan. Pengangkutan dan pembuangan akhir, upaya 3 R baik yang dilakukan oleh masyarakat maupun pemerintah dan kemauan/kemampuan membayar retribusi serta pengumpulan data lain yang relevan. Data Sekunder Melakukan survey ke instansi terkait mengenai kondisi kelembagaan yang menanganani masalah persampahan (institusi, struktur organisasi, SDM dan tata laksana kerja organisasi), kondisi pembiayaan (investasi; operasi pemeliharaan dan retribusi) selama sedikitnya 3 (tiga) tahun terakhir, dukungan peraturan yang dimiliki oleh Kota Denpasar berkaitan dengan pengelolaan persampahan dan program penyuluhan yang ada, kondisi kota Denpasar (fisik kota, sosial ekonomi, pendapatan masyarakat, fasilitas kota, daerah kumuh), rencana pengembangan kota (tata

39
CV. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas

USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR

guna

lahan)

baik

untuk

kotaDenpasar

maupun

kota-kota

sekitarnya serta pengumpulan data lain yang relevan. 3. Kompilasi dan Pengolahan Data Mengelompokkan data kuantitatif dan kualitatif yang relevan dengan perencanaan persampahan sebagai bahan analisis 4. Pengkajian : Penyiapan standar Nasional yang dapat dipergunakan sebagai tujuan penyusunan Masterplan Persampahan Pengkajian kebersihan Pengkajian tertiadap sistem pengelolaan yang dilakukan saat ini 5. Analisis Melakukan analisis data yang dapat digunakan sebagai dasar untuk meningkatkan pola pelayanan persampahan. Metode analisis dapat dilakukan secara deskriptif, SWOT maupun metode lain 6. Penyusunan Perencanaan sampai tahun 2022 Perencanaan teknis dan manajemen persampahan meliputi: Proyeksi perkembangan penduduk Proyeksi volume sampah Pengembangan aspek institusi Pengembangan aspek teknis (kebutuhan prasarana dan sarana persampahan, pewadahan, pegumpulan, pemindahan, pengolahan / 3 R, pengangkutan dan pembuangan akhir). Selain itu juga diperlukan rencana kebutuhan dukungan Prasarana dan Sarana dalam rangka mendukung pengoperasian IPST Sarbagita yang merupakan TPA regional yang digunakan bersama oleh kota Denpasar, Gianyar, Tabanan dan Kab Badung, dan dilengkapi dengan peta dan gambar dengan skala sesuai ketentuan Pengembangan aspek pembiayaan (kebutuhan biaya investasi selama kurun waktu aspek perencanaan, pengaturan biaya operasi dan perda pemeliharaan per tahun serta perhitungan tarif retribusi) Pengembangan (penyempumaan termasuk untuk kerjasama regional dan usulan penerapannya) tata ruang kota yang mempengaruhi sistem

40
CV. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas

Kecamatan Denpasar Selatan terdiri dari 10 Desa. Penyusunan Laporan Kegiatan 1. pola pendidikan dan lain-lain) 7. 43 Desa / Kelurahan.31 1.42 24.99 Denpasar Selatan Denpasar Timur Denpasar Barat Denpasar Utara 22.18 persen dari luar wilayah Propinsi Bali.7. Luas ⁰ ⁰ wilayah Kota Denpasar sebesar 12.1. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas . 00-75 Dengan rincian pada Kecamatan Denpasar Selatan terletak pada ketinggian 00 ngan 00-12 meter dari permukaan laut.7. Apresiasi Lokasi Pekerjaan Denpasar secara administratif wilayah memiliki 4 kecama kecamatan. 115⁰ 10’ 23” . Topografi Denpasar Selatan terletak pada ketinggian 00 75 meter dari permukaan laut. Denpasar Timur 11 Desa / Kelurahan. dan Denpasar Utara 11 Desa / Kelurahan. Luas Wilayah Kota Denpasar per Kecamatan . 2010 No 1 Luas Wilayah (Km2) 49.99 1 Selatan 22. Kecamatan Luas Wilayah (Km2) 31. Menurut letak geografis Kota Denpasar berada antara 08⁰ 35’ 31”. Kecamatan Denpasar Barat terletak pada ketinggian 41 CV.1.778 Ha atau 2.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR - Pengembangan aspek peran serta masyarakat (usulan program penyuluhan.31 2 Denpasar Timur 24.06 3 Denpasar Barat 31. Denpasar Barat 11 Desa / Kelurahan. pilot project penanganan sampah berbasis masyarakat.06 2 3 Denpasar 49.115⁰ 16’ 27” Bujur Timur. Batas wilayah administratif Kota Denpasar adalah sebagai berikut : • • • • Sebelah Utara belah Sebelah Selatan Sebelah Barat Sebalah Timur : Berbatasan Kabupaten Badung : Berbatasan Kabupaten Gianyar : Berbatasan Kabupaten Klungkung : Berbatasan dengan Selat Lombok Tabel B. Kecamatan Denpasar Timur terletak pada ketinggian 00 0075 meter dari permukaan laut. Apresiasi dan Inovasi 1.08⁰ 44’ 49” Lintang Selatan.42 4 Denpasar Utara Sumber : Kota Denpasar dalam Angka.

8 16.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR 00-75 meter dari permukaan laut dan Kecamatan Denpasar Barat terletak pada ketinggian 00-75 meter dari permukaan laut. Curah Hujan yang cukup tinggi terjadi pada bulan Januari dan Februari. pencerminan penduduk kota Denpasar pada tahun 2009 berjumlah 649.8 12 Desember Sumber : Kota Denpasar dalam Angka.26%).2 3. Tabel B. Dari 4 kecamatan yang memiliki kepadatan penduduk terbanyak adalah kecamatan Denpasar Barat (7.7 87 23.8 42 100 197. Bulan Curah Hujan Normal Perbedaan 360 70.7 86.9 6 Juni 9. dan Kecamatan Denpasar Selatan (3.7 2 Februari 261.1 16 6.5 31.5 94. Curah Hujan Selama tahun 2009 curah Hujan yang terjadi berdasarkan pemantauan Balai Metereologi dan Geofisika Balai Besar Wilayah III Denpasar berada pada keadaan rata-rata.3 100 94.6 26.914 jiwa/Km2).778 jiwa/Km2).1.2 Persentase 19.3 297 50. Angka Perbandingan Keadaan Curah Hujan Dengan Angka Normal Setiap Bulan di Kota Denpasar (mm) 2009 Realisasi 430.909 jiwa.5 3 Maret 20.9 3.3 7 Juli 0 8 Agustus 83.3 4 April 63.7 224 35. kemudian Kecamatan Denpasar Timur (5. 2. 2010 No.3 11 Nopember 246.3 9 September 5.7 22 19. Sex 42 CV.762 jiwa yang terdiri dari penduduk laki-laki 329.447 jiwa/Km2).727 jiwa/Km2).7 252 9.4 86. Penduduk Berdasarkan hasil proyeksi sensus penduduk 2000. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas .7 9 9 28 -55.718 jiwa (50.3 10 Oktober 259. Jumlah penduduk tahun 2009 ini naik 3.2.74%) dan penduduk perempuan 320.3 5 Mei 2. Kependudukan 3.044 jiwa (49. kecamatan Denpasar Utara (4.5 1 Januari 393.5 300 93.32 % dibanding tahun 2008 yaitu sebesar 628.7 15.5 152 131.

Pada bidang pendidikan dapat kita lihat jumlah sekolah.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR ratio tertinggi dimiliki oleh Kecamatan Denpasar Barat sebesar 104. Denpasar Utara memiliki sex ratio sebesar 103. Tabel B.78 Sumber : Kota Denpasar dalam Angka. Sekolah Dasar. Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas di Kota Denpasar pada Tabel di bawah. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas .31 24.78 2007 127.78 2006 127.78 2008 127. sektor yang menyerap tenaga kerja cukup tinggi adalah sekotr jasa-jasa (27.92% tenaga kerja. Di Denpasar pertanian hanya mampu meyerap tenaga kerja sebesar 1.3. Ketenagakerjaan Struktur tenaga kerja di Kota Denpasar pada tahun 2009 masih sama dengan tahun 2008 dimana tenaga kerja masih terkonsentrasi pada tiga sektor. Distribusi tersebut mengalami peningkatan dibanding tahun 2008 yang hanya sebesar 39.66 persen. Jumlah Penduduk Kota Denpasar Kecamatan Luas Wilayah (Km2) 3 49. Jumlah ini kian menurun dibanding tahun 2008 (2.28%) dan Industri (11.57%). 2010 3. 43 CV. Sektro perdagangan. 3. Pendidikan Pembangunan bidang pendidikan menjadi prioritas dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).2.3.06 31.99 22.16 %. dan Denpasar Selatan 102.42 Penduduk Laki Perempuan 4 5 94155 92175 62136 60637 95709 91983 77718 75249 329718 319037 308664 295183 292087 320044 309872 299931 288417 282868 Jumlah/Total 6 186330 122773 187692 152967 649762 628909 608595 583600 574955 No 1 2 1 Denpasar Selatan 2 Denpasar Timur 3 Denpasar Barat 4 Denpasar Utara Jumlah Total 2009 127.29%).78 2005 127. Selain PHR. hotel dan restoran masih mendominasi penyerapan tenaga kerja di Denpasar dan mencapai 41. guru dan murid Taman Kanak-kanak.

399 orang. Protestan 30. Katholik 14. 2010 Jenis Sekolah 3.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR Tabel B. Tabel B. Agama Ketersediaan tempat peribadatan / bangunan suci seperti Pura. dan klinik merupakan upaya pelayanan kesehatan bagi bagi masyarakat. Pada tahun 2009 terjadi peningkatan sarana kesehatan 44 CV. Mesjid.649 orang .5 . 2010 4.4. Islam 143.676 orang. Ketersediaan prasaranaa peribadatan terdiri dari Pura Kahyangan Tiga 105 buah serta 3 buah Pura Sad Kahyangan. Kesehatan Penyediaan fasilitas kesehatan Rumah Sakit Umum (RSU) baik pemerintah maupun swasta. Kota Denpasar dengan pemeluk Agama Hindu 428. Mesjid dan Langgar 39 buah. Jumlah Fasilitas Pendidikan di Kota Denpasar Banyaknya Sekolah/Universitas Guru/Dosen Murid/Mahasiswa Taman Kanak-kanak 208 251 4143 Sekolah Dasr/MI 218 3922 84890 SLTP/MTs 58 2347 23248 SMU/K 59 2989 33985 Perguruan Tinggi 22 3242 25122 Sumber : Kota Denpasar dalam Angka. puskesmas.050 orang serta pemeluk agama Budha 12. serta 8 bangunan wihara.4. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas .017. Jumlah Penduduk Pemeluk Agama di Kota Denpasar Kecamatan No 1 1 2 3 4 2 Denpasar Selatan Denpasar Timur Denpasar Barat Denpasar Utara Jumlah Total Hindu 3 118173 90812 112249 113145 Islam 4 37387 29232 55093 35093 Katolik 5 3940 5100 3026 2009 14075 14050 14453 13895 13940 Protestan 6 6987 3168 5761 3948 19864 30017 19864 19048 26677 Budha 7 2951 1734 3257 2161 10103 12649 9465 9076 12182 Jumlah 8 169438 130046 179386 156356 635226 628791 608282 583335 504624 2009 434379 156805 2008 428676 143399 2007 422972 141528 2006 405600 135716 2005 319979 131846 Sumber : Kota Denpasar dalam Angka. Gereja dan Wihara merupakan hal penting dalam pembangunan keagamaan/ spritual masyarakat.

Selain RSU. Komposisi. 2010 Banyaknya Kasus 75854 36900 29696 19501 16980 15886 12031 11185 8846 8815 5.97 53. Rekapitulasi data volume timbulan sampah pemukiman dapat dilihat pada tabel dibawah ini.7. Diagnosa Penyakit 1 Infeksi akut lain pada saluran pernafasan atas 2 Penyakit lain pada pernafasaan atas 3 Penyakit pulpa dan jaringan periapikal 4 Penyakit kulit alergi 5 Penyakit kulit infeksi 6 penyakit tekanan darah tinggi 7 Penyakit sistem otot dan jaringan ikat 8 Penyakit rongga mulut 9 Penyakit tonsilitis 10 Diare (termasuk tersangka kolera) Sumber : Denpasar Dalam Angka. Tabel B. Menurut data hasil studi penanganan limbah padat (persampahan) Kota Denpasar tahun 2010 timbulan sampah dibedakan menjadi timbulan sampah organik dan anorganik. Sepuluh Kasus Penyakit Terbanyak di Kota Denpasar No. Gambaran Pengelolaan Persampahan Kota Denpasar a.95 112.6. Tabel B.33 85 137 45. dan Timbulan Sampah Sumber sampah kota Denpasar terdiri atas sampah pemukiman dan sampah non permukiman. Kantor Volem Timbulan Sampah (m3/hari) Organik Anorganik A B . Rekapitulasi Volume Sampah di Kota Denpasar Volime (m3/hari) 4021.34 45 CV. toko. Sumber. sekolah. Toko 2. Dari jumah tersebut 61.47% penyelenggaranya dari pihak swasta. dan fasilitas umum lainya. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas No uraian Sampah perumahan .07 1863. Volume.1 46.05 24. pasar.Persentase Sampah Non Perumahan 1.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR dari 106 pada tahun 2008 menjadi 109. pelayanan kesehatan juga dilaksanakan di puskesmas utama dan puskesmas pembantu.67 39. Yang tergolong sampah non pemukiman adalah sampah – sampah yang bersumber dari kantor.66 2157.Volume Sampah .

07 17.67 3 7 4 3 4 8 4.5 2530.33 28 24 23 15 17 25 22 Non Organik kertas lainya 15 5.2 44.33 53 18 42 72 58 48 48.Persentase Total Volume Sampah Persentase Total Hasil penelitian. Sekolah 4. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas .5 Plastik 33. Jalan/Taman 5.41 95.8. Kantor 3. Dilihat dari sampah organik dan anorganiknya terjadi pergesaran.Makan 6. Fasilitas Umum Total Sampah Non Perumahan b.5 2172. Hotel/Restoran/R.84 372.64 58. B. dimana pada masa sekarang ini jumlah sampah organik semaikn sedikit dan terjadi peningkatan pada sampah anorganik. Penyapuan di Kota denpasar dilakukan dengan sistem swakelola. Sekolah 4. Fasilitas Umum . Hal ini kemungkinan terjadi akibat adanya penggunaan sampah plastik dan kertas yang semakin banyak di kalangan masyarakat. Jalan/Taman 5.83 Sampah perumahan Sampah Non Perumahan 1.8 47. Toko 2.67 47 82 58 28 42 52 51.83 47. wilayah kerja dibagi menjadi 10 sektor yang meliputi seluruh kota denpasar. 2010 165 63 140 92 682 4703.07 69.5 Pewadahan sampah adalah aktifitas menampung sampah sementara yang dilakukan oleh penghasil sampah (sumber sampah)/petugas penyapu sampah dengan menggunakan tempat sampah yang besarnya disesuaikan dengan tingkat volume sampah yang dihasilkan.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR 3.33 16 51 31 10 21 19 24. Sistem Pewadahan total 53.16 309.07 m3 per harinya.73 48. Komposisi Sampah Kota Denpasar % terhadap Volume No A B uraian Organik 46. Hotel/Restoran/R. Tabel. Penyapuan diutamakan pada ruas jalan protokol dengan pertimbangan pada ruas yang dimaksud merupakan jalan utama dan padat 46 CV.3 45.24 52.36 81.Makan 6.27 51.59 Dari uraian diatas dapat dilihat volume sampah kota denpasar mencapai angka 4703.Volume Sampah .

00-15.30selesai c. Kodisi depo di Denpasar relative baik kecuali depo di Jl.00-12. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas .00-11.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR aktivitas terutama Kegiatan Jasa perniagaan.00 shift I : 05.00 shift II : 12. Cok Agung Tresna dan sidakarya diratakan (tidak ada bangunan) karena diganti dengan kontainer Dikaji secara sistem operasional maupun fisik kontruksi depo/kontainer sangat diperlukan karena lokasinya dekat dengan masyarakat (sumber sampah) baik untuk lokasi pemilihan (3R) dan pengolahan sampah. Kegiatan Operasional Kebersihan Kegiatan Penyapuan Jadwal Shift I : 06.00 shift II : 12.00-11.30 Shift IV : 15.00-17.00-17.9.00 Shift III : 13.00 Pengumpulan sampah Tugas Menyapu bdan jalan dan telanjakan rumah tangga yang dilayani Mengatur.30-10. dan mengawasi pembuangan sampah dilokasi kontainer dan transferdepo Menaikan dan mengangkut sampah rumah tangga di sepanjang jalan yang dilayani Pengangkuta Sampah ke TPA Shift I : 06.00 Shift II : 10. menjaga. Kegiataan operasional kebersihan DKP Kota Denpasar dibagi menjadi beberapa shift. Kondisi BIN/bak sampah yang ada lapangan sebagian besar (70%) rusak. yaitu sebagai berikut : Tabel B. baik dengan pengangkutan langsung maupun tidak langsung. Pengumpulan sampah Pengumpulan sampah adalah aktivitas penanganan yang tidak hanya mengumpulkan sampah dari wadah individu atau dari wadah komunal (bersama) melainkan mengangkutnya ke tempat terminal tertentu. Untuk depo yang dikelola masyarakat sebaiknya dibuat sedemikian rupa untuk keperlian 3R yang berguna untuk mendukung UU no 18 tahun 2008 (masyarakat wajib mengelola sampah dengan 3 R) Adapun masalah / kendala di depo selama ini adalah perilaku tidak disiplin masyarakat terhadap jadwal pembuangan menggunakan mobil (roda 4 atau 47 CV. Tahap pengumpulan tentunya sangat terkait dengan kondisi BIN/kontainer/depo/TPS yang tersebar di seluruh Kawasan Kota Denpasar.

756.300.250 Rp 651.000 1m 3 40 Ltr 1m 3 Sebagian besar Rusak 70%) rusak Sebagian besar Rusak 70%) rusak Sebagian besar Rusak 70%) rusak Sebagian besar Rusak 70%) rusak Sebagian besar Rusak 70%) rusak 48 CV.902.000 Rp Rp 25. Solusi dari permasalahan itu adalah ditetapkannya aturan mengenal waktu pembuangan sampah di depo/tps disertakan dengan sangsi tegas jika kedapatan ada warga yang melanggar ketentuaan tersebut. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas . Jumlah Sarana prasarana pewadahan Kota Denpasar yang dikelola DKP Denpasar adalah sebagai berikut : Tabel.10.659.700.894.592.000 69.000 Rp 1.250 Baik dan berfungsi 70 Ltr 1m 3 KAPASITAS NILAI KONDISI ALAT Rp 1. B.850. Jumlah Sarana Prasarana Pengumpulan dan Pewadahan sampah Kota Denpasar NO Alat Pewadahan VOL (unit) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Bin/Tong Sampah 70 ltr Bin/Tong Sampah 1 m3 Bin/Tong Sampah 1 m3 beroda Bin/Tong Sampah 40 ltr Bin/Tong Sampah pemilah Transfer depo /TPS Container Gerobak Sampah Motor Sampah 1885 270 40 50 20 17 52 635 2 6 2 Rp 771.010.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR roda 4) ke Depo/TPS yang menyebabkan penumpukan sampah di Depo/TPS sehingga menimbulkan bau tidak sedap di sekitarnya.050 Rp 139.

Jl. Jl.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR Gambar B. Sarana dan Prasarana Pewadahan Sampah Kota Denpasar Gambar B. Imam Bonjol. Jl. Diponegoro. Sumatera. Jl. Jl. Ratna. Hayam Wuruk dan Jl. Jl. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas . Jl. Gunung Agung. Sarana Pengumpulan Sampah Kota Denpasar d. Pengangkutan Sampah Pemindahan sampah adalah kegiatan sampah hasil pengumpulan ke dalam alat pengangkutan untuk dibawa ketempat pembuangan akhir. 49 CV. Yudistira. Arjuna. Nangka.2.Setia Budi. Pengangkutan sampah tentunya berhubungan dengan waktu pengangkutan serta kepadatan lalu lintas yang dilalui oleh truck pengangkut tersebut setelah dilakukan pengamatan langsung dilapangan maka diperoleh jalur-jalur yang mengalami rute angkut yang paling padat adalah JL.1. Jl.

2005 Baik Baik Baik 2 3 4 5 Arm Roll Truck Truck Biasa Kijang Station Kijang Pick UP 12 7 4 8 Gambar B. Hino. Pengolahan sampah 3R di Banjar Gelogor Carik. Jumlah Sarana pengangkutan di Kota Denpasar adalah sebagai berikut : Tabel B. Pengolahan sampah 3R di Kota Denpasar di beberapa lokasi yaitu sebagai berikut : 1.2010 KONDISI PRASARANA Baik Baik 1997 .1998 1992 . Sarana Pengangkutan Sampah Kota Denpasar e. Jumlah Sarana Prasaran Pengangkutan Sampah Kota Denpasar NO 1 ALAT PENGANGKUTAN Dump Truck Unit 60 Merek Toyota Daihatsu. Kijang station dan Kijang Pick UP. Isuzu. sehingga diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif untuk mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA sehingga umur layanan TPA dapat berfungsi lebih lama. Dengan falitas yang ada yaitu 1 unit mesin pencacah 50 CV.11.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR Jenis pengangkutan sampah di Kota Denpasar yaitu Dump truck.2005 1985 . Desa Pemogan dengan kegiatan pada TPST yaitu pemilahan barang lapak dan pengolahan sampah menjadi kompos. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas .3. Arm Roll Truk. Pengolahan Sampah 3R Pengolahan sampah dengan metode 3R juga telah dilaksanakan oleh DKP Kota Denpasar. dimana kegiatan pengolahan sampah 3R bertujuan untuk mengurangi volume sampah organik dan non organik yang masuk ke TPA Sarbagita. dan Mitsubsihi Isuzu dan Toyota Toyota Toyota Tahun Produksi 1998 .2003 1981 . Truk biasa.

2. 3. 1 unit mesin pencacah non organik. dibuat satu unit bangunan TPST dengan luas sekitar 1952. Pengolahan sampah 3R di Kelurahan Sanur Kaja. Kecamatan Denpasar Selatan dengan kegiatan pada TPST yaitu pemilahan barang lapak dan pengolahan sampah menjadi kompos. Pengolajan sampah 3R di Kelurahan Renon luas tanah yang disediakan sekitar 1710 m2. Sampah organik 7. Dengan falitas yang ada yaitu 1 unit mesin pencacah organik. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas = 1045 m2 Gudang Kompos Gudang Granular . sampah organik kompos 2.74 m2 yang terdiri : Ruang komposting/pengolahan (hanggar) Ruang kantor (include = kamar mandi dan teras) • • Lantai 1 Lantai 2 = 52 m2 = 53 m2 = 9 m2 = 9 m2 51 CV.4 m3/hr dan residu ke TPA 1. 1 unit Kontainer dan 6 unit gerobak sampah serta bangunan pelengkap untuk proses pemilahan sampah dan pengomposan.8 m3/hr. 1 unit ayakan.2 m3/hr. 3 unit permentasi dari bambu dan 1 unit truk kap 4 m3. 1 unit mesin pencacah non organik. Gambar B.4. Sampah yang diolah setiap harinya rata – rata 12 m3 yang terdiri dari sampah lapak 0.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR organik.6 m3/hr. Kecamatan Denpasar Selatan. fasiltas pengolahan sampah 3R di Kelurahan Sanur Kaja.

Badung.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR = 13. Kabupaten Badung. 52 CV. Lokasi TPA Sargabita ada di TPA Suwung. Berbagai macam cara telah diterapkan untuk mengatasinya. sehingga semakin kompleknya permasalahan sampah yang harus dihadapi. Kabupaten Gianyar. bahkan kecenderungannya semakin sulit dikendalikan. dan Kabupaten Tabanan. Permasalahan tersebut ditambah lagi dengan semakin sulitnya mencari lokasi untuk Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sampah.5 m2 Ruang Penjaga + teras + kamar mandi Dan sarana 3 R yang dapat diadakan: Gerobak Sampah Mesin pencacah Mesin Pengayak Mesin Granular Pompa air Timbangan : 1 Unit : 1 Unit : 1 Unit : 1 Unit : 1 Unit : 1 Unit f. Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Seiring dengan meningkatnya pertumbuhan penduduk dan perkembangan ekonomi dengan segala dinamikanya di Provinsi Bali. Tabanan) telah mengakibatkan terjadinya peningkatan timbulan sampah yang semakin cepat. Badung. Gianyar dan Tabanan) membuat kesepakatan untuk menerapkan sistem pengelolaan persampahan secara regional dan terpusat dengan aplikasi teknologi pengolahan sampah terpadu yang disebut dengan IPST (Instalasi Pengolahan Sampah Terpadu). Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas . 10 Ha digunakan untuk IPST yang dikelola PT. Noei dan 28 Ha digunakan sebagai TPA. TPA Sarbagita merupakan TPA Regional yang melayani Kota Denpasar. Kondisi tersebut secara otomatis telah membawa akumulasi permasalahan yang semakin kompleks. tetapi hasilnya belum memuaskan. Gianyar. Dari 38 Ha kawasan TPA. khususnya di wilayah SARBAGITA (Denpasar. Pemerintah Daerah di wilayah SARBAGITA (Denpasar.

Lokasi TPA Sarbagita dalam Peta Foto Udara Sampah di wilayah SARBAGITA berasal dari sampah domestik dan sampah nondomestik yang meliputi sampah pemukiman. Di Kabupaten Gianyar pengelolaan sampah dilakukan oleh KLH (Kantor Lingkungan Hidup) dan swakelola masyarakat. fasilitas umum. sapuan jalan dan pariwisata yang sebagian besar merupakan sampah organik. sampah yang dihasilkan pada umumnya masih dikelola secara on-site (setempat) yaitu dengan cara dibakar. ditimbun dan dibuang ke sungai-sungai. pertokoan. 53 CV. Kecamatan Denpasar Selatan. restoran. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas .USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR Lokasi TPA SARBAGITA TPA Sarbagita dengan luasan kurang lebih 38 Ha terletak di kampung Suwung Kangin . perkantoran.5. Sedangkan di Kabupaten Tabanan pengelolaan sampah dilakukan oleh DKP (Dinas Kebersihan dan pertamanan) dan swakelola masyarakat. Desa Suwung. Letak TPA Sarbagita dalam peta foto udara dapat ditunjukkan pada gambar sebagai berikut : Gambar 3. Di wilayah Kota Denpasar dan Kabupaten Badung pengelolaan sampah dilakukan oleh DKP (Dinas Kebersihan dan Pertamanan) dan swakelola masyarakat. Sedangkan wilayah lain yang belum mendapat penanganan. Kota Denpasar. hotel.

Land Fill. Meskipun di dalam lokasi juga terdapat kegiatan pengembangan kualitas TPA yang telah dikelola oleh PT Navigat Organik Energi Indonesia (NOEI) namun pada areal lahan lainnya kurang lebih 28 Ha masih memerlukan peningkatan kualitas.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR Kondisi Sarana dan Prasarana SARBAGITA merupakan pusat pengolahan sampah terpadu dengan konsep berbasis 3R (Reduce. Saat ini TPA Sarbagita beroperasi sebagian masih menggunakan sistem open dumping sehingga dikhawatirkan akan mengakibatkan pencemaran pada lingkungan terdekat. Reuse. Sistem pengolahan sampah di IPST adalah menggunakan Sistem GALFAD (Gassification. bekerjasama dengan pihak ketiga yang bertujuan mengelola sampah menjadi energi yang dapat dimanfaatkan yaitu energi listrik. Pusat pengelolaan sampah terpadu dilakukan di TPA Sampah Suwung. Sistem Open Dumping di TPA 54 CV. Tujuan strategis dari fasilitas yang ditawarkan adalah pemanfaatan potensi sampah sebagai sumber daya yang sudah tercemar (contaminated resource). Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas . Gambaran TPA Sarbagita dengan sistem open dumping dan kegiatan pemulung di TPA Sarbagita dapat ditunjukkan pada dokumentasi berikut : Gambar B. sehingga diperlukan peningkatan kualitas. Badung. Anaerob Diggestion). berbagai jenis sampah dapat dipakai pada berbagai jenis peralatan konversi energi sehingga dapat memaksimalkan efisiensi konversi sampah menjadi energi yang bernilai ekonomis. Untuk jangka panjang pengelolaan sampah di kota Denpasar akan dilakukan secara terpadu dengan bekerjasama dengan 3 kabupaten lain dengan nama SARBAGITA (Denpasar. Gianyar dan Tabanan).6. Recycling) di TPA. Hal ini berarti dengan menggunakan teknik pemisahan yang sesuai.

7.Lokasi lahan TPA yang jauh dari permukiman dan merupakan TPA terluas di Provinsi Bali . dan Tabanan mempunyai potensi dan permasalahan yang dapat dijadikan dasar dalam pembenahan kualitas sebagai sebuah TPA Regional.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR Gambar B. Kondisi TPA saat ini sudah dalam keadaan over load dan sistem pengoperasiannya masih mempergunakan open dumping. Sebelum ada penanganan dari Satker Pengembangan PLP Bali kondisi pencemaran sudah sangat mengkhawatirkan. Gianyar. Kondisi Peningkatan Kualitas dan Operasional TPA Sarbagita Proyeksi timbulan sampah saat ini pada TPA Sarbagita mencapai ± 3000 m3/hari. Badung. Potensi . Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas . Sampah dari kabupaten Tabanan sebanyak ± 50 m3/hari dimanfaatkan leh PT Noei dan sisanya masuk ke TPA.Status lahan merupakan milik Kanwil Kehutanan dengan adanya kerjasama untuk peminjaman lahan yang akan di pakai untuk pengelolaan sampah terpadu yang memungkinkan pengembangan TPA untuk kawasan SARBAGITA. disamping itu banyak pohon bakau yang terganggu pertumbuhannya bahkan sampai mati karena pencemaran leachate dan juga tertutupnya akar 55 CV. terlihat secara visual bahwa rawa disekitar TPA airnya tercemari leachate sehingga berbau dan berwarna hitam pekat. Kegiatan Pemulung Sampah di TPA TPA Sarbagita merupakan salah TPA Regional yang melayani wilayah-wilayah Denpasar.

Di IPL leachate mengalami tahapan2 seperti yang diharapkan sehingga nantinya sebagai hasil akhir untuk dilepas ke rawa sudah tidak membahayakan bagi lingkungan. Perkerjaan Capping dilakukan untuk menutup area yang sudah tidak dipakai lagi untuk menimbun sampah sehingga tidak menghasilkan leachate lagi. Pekerjaan yang dilaksanakan tahun 2009 berupa. Sehingga perlu diupayakan revitalisasi lanjutan yang. Pada tahun 2010 Satker Pengembangan PLP Bali merivitalisasi tahap II TPA sarbagita dengan skup pekerjaan antara lain melanjutkan lapisan protekse sepanjang 600 m.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR nafas oleh sampah yang meluber. 1 (satu) buah IPL. Tahun 2009 Satker Pengembangan PLP Bali menyusun DED untuk merivitalisasi TPA Sarbagita karena untuk mencari lokasi lain di daerah Sarbagita sudah tidak memungkinkan mengingat sangat mahalnya lahan di Kota Denpasar dan sekitarnya. mampu untuk mengantisipasi masalah saat ini. Tahun 2009 Satker Pengembangan PLP Bali juga melaksanakan fisik revitalisasi TPA Sarbagita tahap I dengan substansi pekerjaan utama adalah melokalisir dan mengarahkan leachate agar tidak lagi mencemari rawa dengan habitatnya dan membatasi TPA agar tidak makin meluas dengan mengorbankan lahan kehutanan. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas . Dengan sarana yang sudah terbangun melalui revitalisasi tahap I dan II sudah sangat mendukung untuk pengoperasian TPA Sarbagita menjadi sanitary 56 CV. IPL. pipa penangkap air tanah. Sehingga dengan volume sampah tiap hari yang demikian besar akan menimbulkan masalah besar nantinya mengingat saat inipun keadaanya sudah over load. Lapisan proteksi berguna untuk memproteksi leachate agar tidak masuk ke rawa dan selanjutnya dengan pipa penangkap air tanah leachate yang terlokalisir lapiosan preksi diarahkan ke IPL. pekerjaan tanggul yang bertujuan mencegah sampah tidak lagi sampai meluber ke rawa dan pekerjaan landscape. pemasangan lapisan Proteksi disepanjang garis perbatasan rawa dengan TPA yang ± terpasang sepanjang 800 m. Pipa penangkap air tanah. Permasalahan Permasalahan yang ada saat ini adalah sistem pengoperasian yang masih open dumping dan belum beroperasinya IPST secara maksimal. Pekerjaan Caping dan cover soil serta pekerjaan landscape. Pekerjaan sumur pantau. pekerjaan jalan operasional yang sekaligus sebagai pembatas rawa dan TPA.

dimana untuk kawasan IPST 10 Ha.061 m³/hari (95. Identifikasi permasalahan dengan beroperasinya TPA Regional Sarbagita adalah sebagai berikut : . .Proses komposting pada TPA belum berfungsi. dan sisanya sebesar 3104. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas . Salah satunya adalah penyediaan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sampah di Kota Denpasar.Sedang permasalahan yang juga terkait dengan TPA adalah sarana dan prasarana persampahan yang ada saat ini dirasakan masih jauh dari ideal dan begitu pula dengan sistem pengelolaan persampahan yang diterapkan masingmasing daerah/kota saat ini masih menemui banyak kendala.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR landfill yang akan sangat banyak mengirit lahan. Saat ini yang sangat diperlukan pembangunan Cell sampah yang dapat menampung sampah harian yang akan datang. dapat dilihat secara visual pada permukaan air laut di kawasan TPA berwarna hitam. . . .Belum beroperasi secara maksimalnya IPST sehingga timbulan sampah masuk langsung ke TPA.Pencemaran tanah dapat dilihat secara visual terdapat banyaknya genangan lindi dan kondisi TPA yang masih mempergunakan sistim open-dumping dimana sampah hanya dihamparkan saja sehingga juga menyebabkan terjadinya pencemaran udara.Luas lahan keseluruhan kawasan TPA yang tersedia 38 Ha.200 m³/hari dimanfaatkan IPST .4 m³/hari dimana timbulan sebesar 3. Sedangkan dari hasil proyeksi timbulan sampah untuk Kawasan SARBAGITA sampai dengan Tahun 2030 didapat timbulan sampah total yang masuk 6.Pencemaran air laut dari TPA berupa leachete dari timbulan sampah sudah sampai ke laut. yang mana TPA eksisting sangat tidak memenuhi syarat dari segi 57 CV. Sehingga TPA Sarbagita perlu dilakukan direvitalisasikan sehingga keberadaan sampah yang tidak terkelola saat ini akan dicarikan jalan keluar penanganannya. jadi ada timbulan sampah yang tidak dapat ditampung sebesar 279.340.4 m³/hari. .Lokasi TPA merupakan daerah kawasan rawa dan dekat hutan bakau sehingga rawan akan pencemaran laut.4 m³/hari harus masuk TPA. Tetapi hingga saat ini diketahui kapasitas TPA eksisting sebesar 6. . sedangkan 28 Ha untuk TPA.59 % dari kapasitas total).

makin besar timbulan sampahnya. Theisen and Vigil. timbulan sampah akan mencapai angka minimum pada musim panas. konsentrasi. Sampah adalah sisa kegiatan sehari-hari manusia dan/atau proses alam yang berbentuk padat (UU No 18. dan antara satu negara dengan negara lainnya. Sampah meliputi material yang heterogen yang merupakan hasil buangan dari komunitas masyarakat yang merupakan akumulasi dan pencampuran dari kegiatan pertanian.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR estetika. sehingga tidak layak untuk dilanjutkan. maupun teknis operasionalnya. sehingga diperlukan perbaikan desain dan rehabilitasi peningkatan kualitas lingkungan apabila TPA eksisting ini tetap akan dipertahankan. 1993) Sampah adalah limbah yang bersifat padat terdiri atas zat organik dan anorganik yang dianggap tidak berguna lagi dan harus dikelola agar tidak membahayakan lingkungan dan melindungi investasi pembangunan (SNI 19-2454-2002 ). Musim: dinegara barat.7. industri. 1. teknis desain. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas . dan/atau volumenya memerlukan pengelolaan khusus (UU No 18. Sampah spesifik adalah sampah yang karena sifat. 58 CV. antara satu daerah dengan daerah lainnya. Inovasi 1. Pengertian Sampah Beberapa pengertian sampah antara lain sebagai berikut : Sampah adalah bahan buangan padat atau semi padat yang dihasilkan dari aktivitas manusia atau hewan yang dibuang karena tidak diinginkan atau tidak digunakan kembali. dan juga sampah mineral (Tchobanoglous.2008). Variasi ini terutama disebabkan oleh perbedaan antara lain: Jumlah penduduk dan tingkat pertumbuhannya. Tingkat hidup: makin tingkat hidup masyarakat.2008). Menurut Damanhuri dan Padmi (2004) rata-rata timbulan sampah biasanya akan bervariasi dari hari ke hari.2.

Sampah seringkali tercampur dengan kotoran manusia. Sampah toksik ini dapat langsung mengenai manusia atau melalui rantai makanan. Kontak antara manusia dengan sampah dapat langsung maupun melalui vektor. Pengaruh sampah terhadap kesehatan dan lingkungan. kolera. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas . diantaranya: a. sampah pestisida. sampah dari laboratorium kimia bersifat toksik. diare dan disentri. dari penderita dan sebagainya yang sifatnya infektus. Sampah yang tidak dapat terurai seperti plastik dan karet dan sejenisnya secara mekanik mengganggu saluran air maupun badan air. Sampah mencemari tanah dan air.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR Cara hidup dan mobilitas penduduk. yang menyebabkan pendangkalan. debu hasil pembakaran alat pemanas akan bertambah pada musimdingin. saluran pematus maupun badan-badan air. disamping juga dimungkinkan melalui air yang terkontaminasi sampah infektus. Sampah terutama yang mudah membusuk (garbage) merupakan sumber makanan lalat dan tikus. 59 CV. Lalat merupakan salah satu vektor penyakit terutama penyakit saluran pencernaan seperti typhus perut. b. c. 2004 sampah dapat mempengaruhi kesehatan dan lingkungan. Iklim: dinegara barat. Sampah juga ada yang bersifat toksik. vomitus. Sampah yang tidak ditangani dengan baik dapat mencemari air melalui selokan. Sampah toksik. Sampah kimia yang dihasilkan oleh kegiatan industri kimia tertentu. Secara ekologis sampah organik yang masuk ke dalam badan air dapat mengganggu keseimbangan ekosistem dan mengakibatkan eutrofikasi dan bila terjadi pencemaran oleh limbah toksik dapat mengganggu kehidupan air. a. Menurut Sarudji. Sampah sebagai sarang vektor dan binatang pengerat. 2. Sampah sebagai sumber inveksi. Cara penanganan makanannya.

Jenis sampah yang dihasilkan adalah sisa makanan. Terdapatnya ongokan sampah yang terkesan tidak dikelola dengan baik akan memberikan nilai negatif bukan hanya ditilik dari segi estetika. peruntuhan bangunan. barang bekas rumah tangga. 60 CV. kertas. baik bentuk atau wujud maupun baunya sudah menimbulkan kesan tidak etis. 1993 sumber-sumber sampah dibedakan berdasarkan jenis kegiatan yang menghasilkan sampah. limbah berbahaya dan beracun. dan trotoar rusak. Sampah pelayanan masyarakat. adalah sampah yang berada di jalan-jalan umum. Sumber – Sumber Sampah Menurut Tchobanoglous. kayu. 4. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas . Theisen and Vigil. melainkan menjurus kepada kepribadian masyarakat. Sampah jalanan. Sampah konstruksi pembangunan.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR b. sampah kebun. dan sebagainya. kulit. Sampah mengganggu estetika. Klasifikasi tersebut dibagi menjadi : Sampah residential. Sampah pertanian. 3. logam. Sampah industri. tekstil. masyarakat bahkan bangsa. perbaikan jalan. adalah sampah yang dihasilkan dari aktivitas industri. Sampah. kardus. Banyak orang berpendapat bahwa kebersihan menunjukkan kepribadian seseorang. merupakan sampah dari air minum. kaca. plastik. merupakan sampah yang berasal dari perkantoran. air limbah maupun proses industri. adalah sampah yang dihasilkan dari pembangunan gedung baru. merupakan sampah yang berasal dari rumah tangga. Sampah komersial. restoran dan pasar (tempat perdagangan). Penggolongan jenis sampah Menurut Damanhuri sampah dapat dikelompokan menjadi: Berdasarkan sumbernya: Pemukiman: biasanya berupa rumah atau apartemen. adalah sampah yang dihasilkan dari kegiatan pertanian.

tempat rekreasi. non metalik. sayuran. Serbuk dan abu: organik (pestisida dan sebagainya). limbah berbahaya dan beracun. taman. Puing bangunan.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR Daerah komersil: meliputi pertokoan. pusat pemerintahan. mineral. Komponen yang sulit terbakar (non combustible): logam. kaca. instalasi pengolahan air buangan dan insinerator. Jenis sampah yang ditimbulkan antara lain kertas. logam metalik. kayu. Komponen yang mudah terbakar (combustible): kayu. Lumpur. Kawasan industri: Jenis sampah yang ditimbulkan antara lain sisa proses produksi. rumah sakit. Konstruksi dan pembongkaran bangunan: meliputi pembuatan konstruksi baru. kotoran binatang. dan lain-lain. Pengolah limbah domestik seperti instalasi pengolahan air minum. Jenis sampah yang ditimbulkan antara lain rubbish. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas . sisa makanan. debu. kulit. dan lain-lain. bahan asumsi. bangkai. kardus. Jenis sampah yang ditimbulkan antara lain kayu. karet. Fasilitas umum: seperti penyapuan jalan. dan lain-lain. sampah taman. pasar. drum. kain. daun. rumah makan. dan sebagainya. plastik. dan lain-lain. dan lain-lain. debu dan sebagainya. dan sebagainya. pantai. baja. Berdasarkan cara penanganan dan pengolahannya: Komponen mudah membusuk (putrescible): sampah rumah tangga. Jenis sampah yang ditimbulkan sama dengan jenis sampah pada daerah komersil. Wadah bekas: botol. beton. 61 CV. Pertanian: Jenis sampah yang ditimbulkan antara lain sisa makanan busuk sisa pertanian. buangan non industri. dan lain-lain. plastik. perbaikan jalan. logam. dan lain-lain. dan sebagainya. penjara. Tabung bertekanan/gas. hotel dan lain-lain. buah-buahan. ranting. dan sebagainya. dan lain-lain. kertas. baik organik maupun non organik. perkantoran. Institusi yaitu sekolah. Jenis sampah yang ditimbulkan antara lain: lumpur hasil pengolahan.

Besaran timbulan sampah berdasarkan komponen-kompone sumber sampah dapat dilihat pada tabel 2.400 0. anjing. Sampah bangkai binatang (dead animal): bangkai tikus. dan sebagainya. dan kulit buah-buahan. karton. kertas.75 – 2. dan sebagainya. kaleng. dan binatang ternak. untuk diukur volumenya dan ditimbang beratnya dan diukur komposisinya. dan yang tidak mudah terbakar (non combustible) seperti logam. seperti kertas.50 2. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas . sisa makanan. daun.25 – 2.350 – 0.350 0.100 62 CV. Tabel B.25 1. sampah sisa sayur.12.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR Kendaraan tak terpaakai. Timbulan Sampah Timbulan sampah dalam SNI 19-3964-1995 adalah banyaknya sampah yang diambil dari lokasi terpilih. Sampah sapuan jalan (steet sweeping): sisa-sisa pembungkus dan sisa makanan. Sampah radioaktif.025 – 0. Sampah buangan sisa konstruksi (demolition waste). Sampah organik tak membusuk (rubbish): mudah terbakar (combustible).00 Berat (Kg/orang. gelas. 5.hari) 1 2 3 Rumah permanen Rumah semi permanen Kantor Per orang/hari Per orang/hari Per pegawai/hari 2. ikan.00 – 2. plastik. Sampah sisa abu pembakaran penghangat rumah (ashes).hari) 0.3. Pembagian yang lain dari sampah berupa: Sampah organik mudah membusuk (garbage) : sampah sisa dapur. Besaran Timbulan Sampah Berdasarkan Komponen Sumber Sampah NO Komponen Sumber Sampah Satuan Volume (l/orang.300 – 0.

logam.300 0. Komposisi Sampah.0. plastik.000 jiwa.020 0. makanan.10 – 0. batu. logam besi-non besi. Dalam Damanhuri dan Padmi (2004) menggambarkan tipikal komposisi sampah pemukiman atau sampah domestik dikota negara maju.100 – 0. pasir. karet.150 .025 0. keramik). misalnya dinyatakan sebagai % berat atau % volume dari kertas. karet-kulit. kayu.60 1.80 0.15 0.10 – 0.05 – 0.15 0.70 ( Sumber : SNI 19-3983-1995). kaca dan lain-lain (misalnya tanah.010 – 0. Pengelompokan sampah yang sering dilakukan adalah berdasarkan komposisinya.00 0.15 0.50 – 3. kertas-karton. sedangkan kota kecil adalah kota yang jumlah penduduknya kurang dari 100.625 – 0. kain-tekstil.020 – 0.050 0.75 – 2. kayu.100 0. yaitu dapat dilihat pada Tabel B.20 – 0. kaca.hari) 0. dan lain-lain.00 0.010 – 0. kain.13.75 Berat (kg/orang.005 – 0.75 – 3.300 Tabel B.10 – 0. (SNI 19-3983-1995). Komponen komposisi sampah dalam SNI 19-3964-1995 adalah komponen fisik sampah seperti sisa-sisa makanan. 63 CV. kulit.13.50 – 2.hari) 2.350 0. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas . Besaran timbulan sampah berdasarkan klasifikasi kota No 1 2 Klasifikasi Kota Kota Sedang Kota Kecil Volume (l/orang/. 6. Per pegawai/hari Per murid/hari Per meter/hari Per meter /hari Per meter /hari Per meter 2/hari Per orang/hari 2.250 – 0.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR 4 5 6 7 8 9 10 Toko/ruko Sekolah Jalan arteri sekunder Jalan kolektor sekunder Jalan local Pasar Rumah non permanen (Sumber : SNI 19-3983-1995).000 jiwa. plastik.70 – 0.25 2.10 0. Kota sedang adalah kota yang jumlah penduduknya lebih dari 100.

Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas % Berat 32. kelembaban sampah juga akan cukup tinggi. 64 CV.15 9.84 6.06 10.98 0. dan yang akan terus bertambah adalah kertas dan sampah kering lainnya yang sulit terdegradasi.13. 2004).1 5.12 0. Frekuensi pengumpulan : semakin sering sampah dikumpulkan maka semakin tinggi tumpukan sampah terbentuk. kertas. dan produk karet Kain dan produk tekstil Gelas Logam Bahan batu.36 16.06 5. Tetapi sampah basah akan berkurang karena membusuk. dan sebagainya. Komposisi sampah domestik Kategori Sampah Kertas dan bahan-bahan kertas Kayu/produk dari kayu Platik. Pendapatan per kapita : masyarakat dari tingkat ekonomi lemah akan menghasilkan total sampah yang lebih sedikit dan homogen. kulit.31 9.38 6. Negara maju seperti Amerika tambah banyak yang menggunakan kertas sebagai pengemas.74 0.38 % Volume 62. Tingkat sosial ekonomi : daerah ekonomi tinggi umumnya menghasilkan sampah yang terdiri atas bahan kaleng. pasir Sampah organik (Sumber : Damanhuri dan Padmi. Komposisi sampah dipengaruhi oleh beberapa faktor: Cuaca : di daerah yang kandungan airnya tinggi. sedangkan negara berkembang seperti Indonesia banyak menggunakan plastik sebagai pengemas.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR Tabel B. Musim : jenis sampah akan ditentukan oleh musim buah-buahan yang berlangsung.26 26.07 8.58 .61 0. Kemasan Produk : kemasan produk bahan kebutuhan sehari-hari juga akan mempengaruhi.

14 Tipikal Komposisi Sampah Pemukiman (% berat basah) Komposisi Pemukiman Low Incom Kertas Kaca.4. 2008) yaitu: 1. Theisen dan Vigil. karet Kayu Tekstil Sisa makanan Lain-lain 1-10 1-10 1-5 1-5 1-5 1-5 1-5 40-85 1-40 Pemukiman Midle Incom 15-40 1-10 1-5 2-6 2-10 20-65 1-30 Pemukiman High Incom 15-40 4-10 3-13 2-10 2-10 20-50 1-20 (Sumber : Damanhuri dan Padmi. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas . Tabel B. Berat spesifik sampah Dinyatakan sebagai berat per unit (kg/m3). harus disebutkan dimana dan dalam kondisi bagaimana sampah diambil sebagai sampling untuk menghitung berat 65 CV. Karakteristik Sampah. dalam Hardianto. keramik Logam Plastik Kulit. 2004). 7. Dalam pengukuran berat spesifik sampah.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR Dengan mengetahui komposisi sampah dapat ditentukan cara pengolahan yang tepat dan yang paling efisien sehingga dapat diterapkan proses pengolahannya. Tipikal komposisi sampah didasarkan atas tingkat pendapatan digambarkan pada Tabel 2. Karakteristik sampah menurut (Tchobanoqlous. Karakteristik fisik Karakteristik fisik sampah meliputi hal-hal di bawah ini: a. 1993.

32 195.26 65.86 . Berat spesifik sampah dipengaruhi oleh letak geografis.57 1 Sisa makanan 2 Kertas 3 Karton 4 Plastik 5 Kain 6 Karet 7 Kulit 8 Sampah taman 9 Kayu 10 Gelas 11 Kaleng 12 Aluminium 13 Logam lain 14 Debu/kerikil (lain-lain) 130.00 160.72 100.71 (Sumber: Tchobanaglous.19 320. 1993 dalam Hardianto. 1993 yang dapat dilihat pada tabel 2.320.100.79 89.57 50.53 .43 .38 160.33 .201.53 41.240.00 320.160. dan lama waktu penyimpanan.53 . 2008). musim.19 .86 .1151.53 .80.45 130. No Komponen Sampah Berat Spesifik (Kg/m3) Rentang Tipikal 290.53 .USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR spesifik sampah.480.225.53 41.999. Theisen dan Vigil.53 160. Theisen dan Vigil.53 .38 . 66 CV.38 480. Tabel B.29 130.26 130.19 65.19 100. Berat spesifik komposisi sampah.480.26 .261. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas .130.72 89.10 41.05 59. lokasi. Hal ini sangat penting untuk mengetahui volume sampah yang diolah.53 .53 -130.86 237.43 65.15.00 50.57 41.86 100.5. Adapun berat spesifik sampah menurut Tchobanaglous.

Bertujuan mengetahui bahan-bahan yang mudah terbakar dan tak mudah terbakar. Kepadatan sampah Kepadatan sampah sangat penting untuk mengetahui pergerakan dari cairan dan gas dalam landfill. Ukuran partikel Sangat penting untuk pengolahan akhir sampah.60%. Kelembaban Kelembaban sampah dapat dinyatakan dengan dua cara. dan dapat keluar dari sampah akibat daya grafitasi. d. 2. Field Capacity sangat penting untuk mengetahui komponen lindi dalan landfill. yaitu dengan metode berat basah dan berat kering. terutama pada tahap mekanis untuk mengetahui ukuran penyaringan dan pemisahan mekanik. a. e. Rumus kelembaban dari berat basah adalah: w−d  M =  x100  w  Dimana M = Kelembaban (%) W = Berat sampah basah (kg) D = Berat sampah setelah dikeringkan pada suhu 0C (kg). Field Capacity bervariasi tergantung dari perbedaan tekanan dan dekomposisi sampah. Analisis proksimasi.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR b. c. Karakteristik Kimia. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas . Biasanya dilakukan tes untuk komponen yang 67 CV. Sampah dari daerah pemukiman dan komersial yang tanpa pemadatan Field Capacity sebesar 50% . Field Capacity Adalah jumlah air yang dapat tertahan dalam sampah.

c. Lemak. Temperatur berkisar antara 1100 oC sampai 1200 oC. Protein. Biasanya terdapat pada kertas. Misalkan pada komposting perlu diketahui rasio C/N sampah. Analisis ultimasi ini bertujuan menentukan karakteristik kimia bahan organik sampah secara biologis. g.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR mudah terbakar supaya mengetahui kandungan volatil. Hemiselulosa. yang terdiri dari rantai asam amino. c. Adalah temperatur dimana dihasilakan abu dari pembakaran sampah. d. Kandungan terlarut seperti: gula. S. H. dapat ditentukan dengan Bomb Calorimeter. kandungan karbon tetap dan kandungan air. Analisis ultimasi. yaitu hasil penguraian gula. Lignin. minyak dan lilin. b. Selilosa. kandungan bau. f. a. yaitu hasil penguraian glukosa. asam amino dan berbagai macam asam organik. kombinasi dari lignin dan selulosa. Karakteristik Biologi. yang berbentuk padatan dengan peleburan atau penggumpalan. b. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas . Kandungan energi dari komponen organik sampah. N. e. dan abu. supaya dapat berlangsung baik. 68 CV. Titik abu sampah. seperti kertas karton dan fiberboard. Kandungan energi. Lignoselulosa. Adalah penentuan persentase komponen yang ada dalam sampah seperti persentase C. d. 3. material polimer yang terdiri dari cincin aromatik dengan gugus methoksil.

1. Pengolahan sampah adalah upaya mengurangi volume atau merubah bentuk sampah menjadi lebih bermanfaat. Pengangkutan sampah adalah membawa sampah dari lokasi pemindahan atau langsung dari sumber sampah menuju tempat pembuangan akhir. pengolahan dan pembuangan akhir ke Lahan TPA. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas . 4.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR 8. 5.9. dan pendaur ulangan. Sistem Pengelolaan Sampah Menurut Damanhuri. penghancuran. Skema Teknik Operasional Pengelolaan Persampahan dapat dilihat pada gambar B. 3. Pemindahan sampah adalah tahap memindahkan sampah hasil pengumpulan ke dalam alat pengangkut untuk dibawa ke tempat pembuangan akhir. yaitu pewadahan. 2. 69 CV. pengomposan. pengangkutan. 2004 Sistem pengelolaan sampah meliputi beberapa tahapan. antara lain dengan cara pembakaran dalam incinerator. pengumpulan. pemadatan. Pewadahan sampah adalah cara penampungan sampah sementara di sumbernya. pengeringan. Pengumpulan sampah adalah proses penanganan sampah dengan cara pengumpulan dari masing-masing sumber sampah untuk diangkut ke tempat pembuangan sementara atau langsung ke tempat pembuangan akhir tanpa melalui proses pemindahan.

USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR

Timbulan sampah

Pewadahan/pemilahan

Pengumpulan

Pemindahan dan pengangkutan Pembuangan akhir sampah

pengolahan

Gambar B.9.Skema Teknis Operasional Pengelolaan Persampahan (SNI 19-2454-2002).

Berdasarkan SNI 19-2454-2002 tentang Teknik Operasional Pengelolaan Sampah Perkotaan, faktor-faktor yang mempengaruhi sistem pengelolaan sampah perkotaan adalah : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Kepadatan dan penyebaran penduduk Karakteristik fisik lingkungan dan social ekonomi Timbulan dan karakteristik sampah Budaya sikap dan perilaku masyarakat Jarak dari sumber sampah ke tempat pembuangan akhir sampah Rencana tata ruang dan pengembangan kota Sarana pengumpulan, pengangkutan, pengolahan dan pembuangan.

9.

Pewadahan Sampah. Menurut Damanhuri pewadahan sampah adalah cara penampungan sampah sementara di sumbernya baik individual maupun komunal. Wadah sampah individual umumnya ditempatkan di muka rumah atau bangunan lainnya. Sedangkan wadah sampah komunal ditempatkan di tempat terbuka yang 70
CV. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas

USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR

mudah

diakses.

Sampah

diwadahi

sehingga

memudahkan

dalam

pengangkutannya. Idealnya jenis wadah disesuaikan dengan jenis sampah yang akan dikelola agar memudahkan dalam penanganan berikutnya, khususnya dalam upaya daur ulang. Disamping itu dengan adanya wadah sampah yang baik maka: • bau akibat pembusukan sampah yang juga menarik datangnya lalat • dapat diatasi.

Air hujan yang berpotensi menambah kadar air sampah, dapat dikendalikan

Pencampuran sampah yang tidak sejenis dapat dihindari.

9.1. Pola Pewadahan Menurut Damanhuri Pola pewadahan sampah dapat dibagi dalam individual dan komunal. Pola pewadahan individual: diperuntukan bagi daerah pemukiman berpenghasilan tinggi dan daerah komersil. Pola pewadahan komunal: diperuntukan bagi daerah pemukiman sedang/kumuh, taman kota, jalan dan pasar. Sedangkan berdasarkan SNI 19-2454-2002: Pola pewadahan individual: aktifitas penanganan penampungan sampah sementara dalam suatu wadah khusus untuk dan dari individu. Pola pewadahan komunal: aktifitas penanganan penampungan sampah sementara dalam suatu wadah bersama baik dari berbagai sumber maupun sumber umum. 9.2. Kriteria Lokasi dan penempatan wadah Berdasarkan (SNI 19-2454-2002) lokasi penempatan wadah adalah: 1. Wadah individual ditempatkan : a. Di halaman muka b. Di halaman belakang untuk sumber sampah hotel, restoran 2. Wadah komunal ditempatkan : 71
CV. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas

USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR

a. Sedekat mungkin dengan sumber sampah b. Tidak mengganggu pemakai jalan atau sarana umum lainnya c. Di luar jalur lalu lintas pada suatu lokasi yang mudah untuk pengoperasiannya. d. Di ujung gang kecil. e. Di sekitar taman dan pusat keramaian ( untuk wadah pejalan kaki). f. 9.3. Jarak antar wadah sampah untuk pejalan kaki minimal 100 m.

Persyaratan bahan wadah Berdasarkan SNI 19-2454-2002 persyaratan bahan wadah, sebagai berikut: a. Tidak mudah rusak dan kedap air b. Ekonomis, mudah diperoleh/dibuat oleh masyarakat c. Mudah dikosongkan.

Tabel B.15. Contoh wadah dan Penggunaannya No 1 2 3 4 5 Wadah Kantong Plastik Tong Tong Tong Tong Kapasitas 10-40 L 40 L 120 L 140 L 30-40 L Pelayanan 1 KK 1 KK 2-3 KK 4-6 KK Pejalan Kaki, Taman 6 7 Kontainer Kontainer 1000 L 500 L 80 KK 40 KK 2-3 tahun 2-3 tahun Komunal Komunal Umur Wadah 2-3 hari 2-3 tahun 2-3 tahun 2-3 tahun 2-3 tahun Keterangan Individual Individual Toko Toko

(Sumber : SNI 19-2454-2002).

72
CV. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas

16. Berdasarkan SNI 19-2454-2002.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR 9. Bentuk/jenis Kotak.kayu. minyak rambut. bola lampu. seperti gelas.container.silinder. kulit buah lunak. makanan.bamb 3. Sampah bahan berbahaya bereacun rumah tangga (jenis sampah B3 seperti : produk/obat kadaluarsa.fiberglass.fiberglass.plastik.bin(tong).silinder. sayuran.bambu. pupuk kimia. Sampah organik. insektisida bahan kimia untuk keperluan fotogafi.bin (tong) semua bertutup 2. Sifat Kedap air. yaitu: 1. Bahan u.se mua bertutup dan kantong Kotak.kontainer. melakukan pewarnaan wadah sampah sesuai dengan jenis sampah yang telah terpilah. plastik. sisa Tabel B. Sampah anorganik. Logam. mudah dipindahkan dan kosongan Logam.ringan. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas .plastik. mudah dipindahkan dan kosongan Kedap air. dan lain-lain. Karakteristik wadah Sampah Pola No Pewadahan Individual Komunal Karakteristik 1. dengan wadah warna gelap 2.4.rotan. dengan wadah warna terang.bahan komia untuk peerawatan kolam.ringan. 3. logam dan lainnya. rotan 73 CV.kayu . seperti sisa daun. pestisida. Pewarnaan wadah.

pengadaan wadah sampah untuk: 1) Wadah untuk sampah individual oleh pribadi atau instansi atau pengelola.6. Penentuan Ukuran Wadah Menurut SNI 19-2454-2002.Instansi pengelolan 1000 ltr 5. 9. 2) Wadah sampah komunal oleh instansi pengelola. 74 CV. 9. 2) Timbulan sampah. 4) Cara pemindahan sampah. Pengadaan (Sumber : SNI 19-2454-2002). Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas . Pengadaan Wadah Sampah Menurut SNI 19-2454-2002. penentuan ukuran volume ditentukan berdasarkan : 1) Jumlah penghuni tiap rumah. Volume Pemukiman dan toko kecil = 10-40 ltr Instansi pengelola Pribadi.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR Kertas Pemukiman dan pasar = 1004. 3) Frekuensi pengambilan sampah.5. 5) Sistem Pelayanan (individual atau komunal).

Recovery Factor dan Residu. .Kontainer volume 1 m3 beroda Perkantoran/Hotel . volume 50-60 L . Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas .17. Daerah perumahan khususnya permukiman yang pernah dibina oleh Dinas Kebersihan.Bin plastik.Bak sampah .Bin plastik/tong volume 50-60 L . . 10.Gerobak sampah.2004).Kantong plastik. jalan dan taman secara permanen . volume sesuai yang tersedia di pasaran.0 m3 . dengan tutup. dengan roda. Recovery factor adalah prosentase sampah yang masih dapat dimanfaatkan dibagi jumlah sampah total. Jenis pewadahan dan sumber sampahnya Sumber Sampah Jenis Pewadahan . volume 1.Kontainer dari Amroll kapasitas 6-10 m3 Pasar . (Damanhuri dan Padmi. volume 40-60 L. volume 120-140 L dengan roda. volume 120-140 L. .Bak sampah permanen. dengan tujuan guna mereduksi sampah sebelum dibuang.Bin plastik. Di Indonesia untuk recovery factor sampah kering dapat diperoleh dengan mengetahui selisih berat antara sampah 75 CV. yang dipasang Tempat umum. biasanya dari pasangan bata. ukuran bervariasi. volumr bervariasi Pertokoan .USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR Tabel B.Bin plastik/tong. .Bin/tong sampah.Kantong plastik/kertas.Kontainer besar volume 6-10 m3 .Bin plastik/tong volume 50-60 L.

USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR yang telah dipilah pemulung dengan sampah yang belum dipilah oleh pemulung. Theisen dan Vigil.18. Tabel B. 1993 dalam Harsi 2006). Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas . Sedangkan residu adalah jumlah sampah yang tidak dapat dimanfaatkan lagi yang akan dibuang.18. Jika di Indonesia residu sampah kering dapat diartikan jumlah sisa sampah yang tidak dapat diambil pemulung guna 76 CV. Persen Recovery Factor No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Komponen Sisa Makanan Plastik Logam Kertas Gelas Kain Kayu Karet Lain-lain (%) Recovery Factor 80 50 90 50 65 0 0 0 0 (Sumber: Tchobanoglous. Recovery Factor. Theisen dan Vigil. 1993 dapat dilihat pada tabel B. Residu bisa berasal dari sampah basah dan sampah kering. % = c−d x100 c c: berat sampah yang belum dipilah oleh pemulung (kg) d: berat sampah setelah dipilah oleh pemulung (kg) Adapun Persen recovery factor menurut Tchobanoglous.

Mengangkut seluruh kantong plastic ke tempat pengukuran Menimbang kotak pengukur 125 L (digunakan untuk mengukur volume sampah) Menuang secara bergiliran contoh dari setiap lokasi pengambilan tersebut ke dalam kotak pengukur 125 L Menghentakan kotak contoh sebanyak tiga kali dengan mengangkat kotak setinggi 20 cm. Pengambilan Sampel Cara pelaksanaan pengambilan dan pengukuran pengambilan 19-39641995 adalah sebagai berikut: • • • • Tentukan lokasi pengambilan contoh. Perumahan. Mencatat jumlah unit masing-masing penghasil sampah. Tentukan jumlah tenaga pelaksana. dan kantor berdasarkan SNI .USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR pemanfaatan kembali. yang terdiri dari: . lalu dijatuhkan ke tanah Mengukur dan mencatat volume sampah (Vs) Menimbang dan mencatat berat sampah (Bs) Memilih contoh berdasarkan komponen komposisi sampah Menimbang dan mencatat berat komposisi sampah Menghitung komponen komposisi sampah Tentukan lokasi pengambilan contoh (samplimg Lokasi). 77 CV. Mengumpulkan kantong plastik yang sudah terisi sampah.Permanen (PP): pendapatan tinggi.Semi permanen (PS): pendapatan sedang. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas contoh dari lokasi untuk rumah tangga. 11. . sedangkan residu sampah basah adalah sisa sampah yang tidak dapat dikompos. Siapkan peralatan. Lakukan pengambilan dan pengukuran contoh timbulan dan komposisi sampah sebagai berikut: Membagikan kantong plastik dengan volume yang sudah diberi tanda kepada sumber sampah sehari sebelum dikumpulkan. sekolah. Lokasi pengambilan sampling dibagi menjadi 2 kelompok utama yaitu: A. .

2. hotel. berdasarkan fungsi jalan. yaitu: 1. Kriteria untuk pasar berdasarkan fungsi pasar. Kriteria untuk hotel berdasarkan jumlah fasilitas yang ada. Pendapatan rata-rata kepala keluarga. 3. Kriteria untuk fasilitas umum berdasarkan fungsinya.5 x 1m untuk sampah yang berskala besar yang dilengkapi dengan skala tinggi. • Kriteria perumahan. Menyiapkan peralatan. Alat pengukur volume contoh timbulan dan komposisi berupa kotak berukuran 20 cm x 20 cm x 100 cm. restoran/rumah makan. Alat pengukur volume timbulan dan komposisi sampah berupa bak berukuran 1m x 0. yang dilengkapi dengan skala tinggi. yang terdiri dari: Toko. Kategori perumahan ditentukan berdasarkan: Keadaan fisik rumah. fasilitas umum lainnya. 5. Kriteria untuk jalan. 4. pasar. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas . jalan.Non permanen (PN): pendapatan rendah. 3. 78 CV. • Kriteria non perumahan. Perlengkapan berupa alat pemindah (seperti sekop) dan sarung tangan. Kriteria untuk rumah makan dan restoran berdasarkan jenis kegiatan.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR . kantor. sekolah. Non perumahan. Fasilitas rumah tangga yang ada. 4. pebrik/industri. Alat pengambil contoh timbulan dan komposisi berupa kantong plastik dengan volume 40 L. 1. 10 % dari jalan yang disapu Untuk kota yang tidak melakukan penyapuan jalan minimal 500 meter panjang jalan utama di pusat kota. meliputi: 2. B.

Pengambilan contoh dapat dilakukan dengan frekwensi sebagai berikut: Pengambilan contoh dilakukan dalam 8 hari berturut-turut pada lokasi yang sama. Sekolah: jumlah murid dan guru. Hotel: jumlah tempat tidur.5). Dengan mempertimbangkan faktor analisis komposisi sampah dengan berat minimal yaitu 1 kwintal = 100 kg/hari (Tchobanoqlous. 79 CV. Frekwensi sekali. 1993). 1KK = 0. Toko: jumlah petugas atau luas areal. Restoran: jumlah kursi atau luas areal. Fasilitas umum lainnya: luas areal. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas pengambilan contoh diatas dilakukan paling lama 5 tahun . Jalan: panjang jalan dalam meter. Pasar: luas pasar atau jumlah pedagang. Theisen. Frekwensi.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR 5. Metode pengukuran dan perhitungan. Timbangan (0-5) kg dan (0-100) kg Penentuan jumlah sampel Perhitungan jumlah sampel jiwa Jumlah sampel jiwa dihitung menggunakan persamaan berikut: S = Cd PS S n PS Cd = jumlah sampel (jiwa) = 5 (jiwa) = populasi (jiwa) = koefisien perumahan (Cd kota sedang dan kecil. Jumlah unit masing-masing lokasi pengambilan contoh timbulan sampah: Perumahan: jumlah jiwa dalam keluarga. Vigil. Kantor: jumlah pegawai.

2. pengkajian standar atau aturan yang berlaku. Pendekatan kelembagaan berhubungan dengan koordinasi 80 CV. Pendekatan Kelembagaan 5. Pendekatan Pola Pikir Pemecahan Masalah 2. Pendekatan Studi Dalam pelaksanaan pekerjaan PENYUSUNAN MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR. Konsep Pendekatan Pelaksanaan Pekerjaan Ada beberapa pendekatan metodologi yang akan dikembangkan konsultan untuk melaksanakan pekerjaan ini yaitu : 1.Berat : kilogram/unit/hari. Satuan yang digunakan dalam pengukuran komposisi sampah adalah dalam % berat. review studi terdahulu. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas . kemampuan pendanaan Pemerintah Kota Denpasar dan perencanaan tenis dan manajemen persampahan sampai tahun 2022. yakni kelayakan Unit Pengolahan Sampah dan Kajian Ekonomi. Uraian Pendekatan 2. pengumpulan data. Pendekatan Teknis 6. Pendekatan kebijakan diperlukan terutama yang berkaitan dengan kebijakan persampahan dan persampahan. Pendekatan terhadap pola pikir pekerjaan adalah keterkaitan kegiatan proyek dengan permasalahan yang ada serta sasaran yang ingin dicapai. . 2.Volume : liter/unit/hari. Pendekatan Penanganan Pekerjaan 3. Sumber Pendanaan kegiatan pembangunan Unit Pengolahan Sampah. analisa teknis operasional.2. Pendekatan Pelaksanaan Pekerjaan.1. Pendekatan Kebijakan 4. Tahapan penyusunan rencana induk persampahan ini dimulai dari pengumpulan data dan informasi. terdapat 2 (dua) bagian besar produk pekerjaan. analisa ekonomi. serta jajak pendapat atau political will dari masyarakat Kota Denpasar dalam pembangunan dan pelaksanaan operasional Unit Pengolahan Sampah dan pengelolaan sampah di Kota Denpasar. analisa geografis. analisa sosial-budaya.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR Satuan yang digunakan dalam pengukuran timbulan sampah adalah: .

Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan cara meningkatkan kinerja pelayanan sektor persampahan secara berkelanjutan melalui pelaksanaan pekerjaan ini. Pendekatan teknis adalah kajian terhadap kriteria atau metode perhitungan yang akan digunakan.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR antar instansi yang dibutuhkan. Rapat Penjelasan Teknis serta kemampuan dan pengalaman konsultan dalam mengerjakan proyek sejenis. khususnya yang berkaitan dengan pelayanan sektor persampahan. 2. Pada prinsipnya penyusunan metodologi ini mengacu kepada Kerangka Acuan Kerja. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas . Untuk lebih jelasnya pendekatan pola pikir pemecahan masalah dapat dilihat pada Gambar B. dibawah ini.11. Sedangkan pendekatan pelaksanaan pekerjaan merupakan metode pelaksanaan pekerjaan mulai tahap persiapan sampai penyelesaian akhir.3. Permasalahan tersebut diantaranya diakibatkan ada pertumbuhan pendudukan yang cukup pesat di wilayah studi (Kota Denpasar) serta masih rendahnya kesadaran dan partisipasi masyarakat untuk berpartisipasi dalam pengelolaan persampahan. Pendekatan Pola Pikir Pemecahan Masalah Pendekatan pola pikir pemecahan masalah yang diuraikan tidak dapat dipisahkan dari permasalahan rendahnya tingkat pelayanan prasarana dan sarana dasar lingkungan di wilayah studi.11. Pola Pikir Pelaksanaan Pekerjaan 81 CV. Gambar 2.

Konsekuensinya adalah tuntutan pemenuhan kepentingan masyarakat semakin kuat dan proses pemenuhan tersebut diminta dilaksanakan secara transparan. Terjadi pertumbuhan penduduk yang tinggi di daerah perkotaan yang membutuhkan penanganan sampah secara kolektif. yang diantaranya . 2. anggaran pengelolaan persampahan yang berasal dari Pemerintah tidak mencukupi untuk memenuhi standard pelayanan yang diperlukan.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR 2. Persoalan Pengelolaan Persampahan 1.4. 4. Ketersediaan lahan untuk TPA sampah yang memenuhi persyaratan (teknis. lingkungan. 3. Selain itu. Pendekatan Pelaksanaan Pekerjaan Persoalan utama pada pengelolaan sampah terjadi karena beberapa hal. Pengaruh lainnya adalah masyarakat semakin memahami haknya.4. legalitas kepemilikan. sosial budaya.4. Otonomi Daerah Pelaksanaan otonomi daerah memberikan tanggung jawab yang semakin besar kepada Pemerintah salah Daerah satu untuk memenuhi adalah kebutuhan pengelolaan 82 CV. Pengelolaan secara individu (dalam arti menimbun dan membakar) semakin tidak layak untuk lingkungan perkotaan. 2.2. 2. yaitu : 2. Demokratisasi dan Keterbukaan Terjadi perubahan yang menginginkan diberlakukannya prinsip demokrasi dan keterbukaan pada pemerintahan di Indonesia.1. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas masyarakat. dan menuntut Pemerintah untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Paradigma Baru Pemerintah Indonesia 1. Pertumbuhan jumlah sampah tidak diimbangi dengan pertumbuhan pendapatan yang berasal dari masyarakat penghasil sampah untuk mendanai/membiayai pengelolaan sampah perkotaan. dan aspek keuangan) semakin terbatas. Peningkatan kemampuan lembaga/institusi pengelola persampahan berjalan dengan lambat sehingga tidak mampu mengantisipasi persolan yang timbul di masyarakat. salah satu adalah hak untuk mendapatkan lingkungan hidup yang layak untuk ditempati.

3. RECYCLE (mendaur ulang). meliputi : 1. 83 CV.3. National Action Plan Persampahan 4.4. 3. (seperti : RUTRK. Pendekatan Kebijakan Secara lebih spesifik pendekatan yang akan dilakukan dalam Kajian Pengelolaan Sampah di Kota Denpasar ini. Pemberdayaan Masyarakat Salah satu hasil dari reformasi adalah gerakan pemberdayaan masyarakat. Pendekatan terhadap Peraturan PerUndang-Undangan/Kebijakan yang berlaku baik ditingkat Pusat maupun di tingkat Daerah. REUSE (menggunakan kembali).1994) tentang Tata Cara Pemilihan Lokasi TPA Sampah dan cara “Weighted Ranking Technique”. Akibatnya masyarakat mungkin saja akan menuntut Institusi/ Lembaga pengelola persampahan jika merasa dirugikan/ pelayanan kurang memuaskan (akibat diberlakukannya UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen). 2.4. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas . 2. 2. Paradigma Baru Pengelolaan Sampah Pendekatan yang akan digunakan konsultan dalam melaksanakan pekerjaan penyusunan Masterplan Persampahan Kota Denpasar akan mengacu pada sistem REDUCE (mengurangi). Selain pendelegasian (penyerahan) tanggung jawab tersebut.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR persampahan.4. Pemerintah Daerah juga mendapat tambahan pendapatan dari pembagian pendapatan yang selama ini dikuasai oleh Pemerintah Pusat. Pembagian pendapatan tersebut secara bersamaan juga akan diikuti dengan peningkatan beban pembiaayaan pengelolaan sarana yang selama ini dibiayai oleh Pemerintah Pusat. PARTICIPATION (melibatkan masyarakat) sesuai dengan yang diamanatkan dalam Undang Undang No. Millenium Development Goal (2015).18 Tahun 2008 tentang Persampahan. Ketentuan Teknis (SNI untuk perencanaan sampah perkotaan dan SNI UNJ 03-3241. RTRW dan lain sebagainya yang relevan). Pemberdayaan masyarakat akan menyebabkan masyarakat semakin menyadari hak dan tanggung jawabnya.

Kegiatan penyusunan rencana induk persampahan sangat terkait dengan dengan instansi lain.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR 2. dan aparat di daerah. Pendekatan Kelembagaan Dalam melaksanakan pekerjaan ini Konsultan secara aktif akan melakukan koordinasi dan membangun kerjasama yang erat dengan Tim Teknis Pemberi Tugas dan instansi lain yang berkaitan dengan proyek ini.4. baik dalam perencanaan maupun pelaksanaan pembangunan nantinya. dengan demikian dibutuhkan kerjasama dan koordinasi yang cukup baik dari para pihak yang terkait dengan pekerjaan ini khususnya yang dapat membantu menyediakan data-data yang dibutuhkan. dengan demikian kegiatan ini diharapkan dapat menjadi penguatan program-program atau saling melengkapi dengan program-program lokal yang ada. Dengan seringnya berkoordinasi dan berkomunikasi dengan pihak Pusat maupun daerah. Tim Teknis. Secara garis besar hal-hal yang perlu dikoordinasikan antara lain : 84 CV.5. Dalam kaitannya dengan pendekatan kelembagaan ini. Survey lapangan dalam rangka mengidentifikasi permasalahan pengelolaan sampah serta mengidentifikasi daerah genangan akan lebih baik bila dilakukan bersama-sama dengan pihak daerah untuk menghindari kesalahan. 3. konsultan akan melakukankerjasama dan koordinasi dengan Pemberi Tugas/Pemimpin Proyek. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas . diharapkan akan memperlancar dan mempercepat dalam menyelesaikan permasalahan yang mungkin akan terjadi. Pelaksanaan pendekatan kelembagaan dalam kegiatan ini sangat diperlukan mengingat pertimbangan sebagai berikut : 1. agar kebutuhan dan aspirasi daerah dapat diakomodasikan. dengan demikian kegiatan ini dapat dijadikan sebagai sosialisasi program dan meningkatkan kerjasama yang komprehensif dalam pengelolaan persampahan di wilayah studi. Diperkirakan instansi terkait di daerah memiliki rencana dan program pengelolaan persampahan. 2. Koordinasi dan komunikasi dalam frekuensi yang tinggi akan sangat membantu kelancaran dan keberhasilan perencanaan ini dan setiap permasalahan yang timbul akan dapat segera diselesaikan. Waktu pelaksanaan pekerjaan ini cukup singkat yaitu 4 (empat) bulan.

Demografi. Pendekatan Teknis Pendekatan terhadap daerah studi dalam hal ini Kota Denpasr sangat penting. 85 CV. Merencanakan sistem komunikasi yang efektif dan terorganisir antara Konsultan dan Pemberi Tugas/Tim Teknis serta semua instansi terkait. 2. pegawai. Dalam merencanakan mempertimbangkan system topografi. pengelolaan hidrologi. kondisi sungai di saat musim kemarau dan musim hujan. meliputi jumlah penduduk. kewajiban dan tanggung jawab masing-masing pihak yang terlibat dalam pelaksanaan pekerjaan ini. Fisik Kota Kemiringan tanah. peternakan. 2. 2. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas . perdagangan. d. Menyamakan interpretasi tugas. Perkiraan laju pertumbuhan dan arah penyebaran penduduk dari tahun ke tahun didasarkan pada data aktual dan rencana kota menurut RUTRK/Renstra.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR 1. Prosedur dan perizinan yang diperlukan dari Pemberi Tugas. temperatur dan kelembaban pada musim hujan dan kemarau dan struktur lapisan tanah akan dipelajari dan dipahami. b. pembagian dan batas wilayah kerja administrasi kota serta luas masing-masing wilayah. Sosial Ekonomi a. laju pertumbuhan penduduk per tahun dan kepadatan penduduk.5. untuk mengetahui kondisi dan karakteristik kota. 3. tinggi muka air tanah termasuk pasang surut air. Mendiskusikan rencana kerja dan jadwal pelaksanaan khususnya pekerjaan survey lapangan. Distribusi kegiatan lokasi proyek. persampahan klimatologi dan harus geologi. c. dsb. 1. Data demografi ini akan diambil dari data statistik Kota Denpasar edisi terakhir. buruh dan tata guna lahan dalam berbagai kategori. Kepemerintahan antara lain : struktur organisasi pemerintah kota. 4. terdiri dari beberapa sektor antara lain pertanian.

seperti : pertokoan. berbagai sektor ekonomi yang meliputi kegiatan usaha dengan berbagai kegiatan pelayanan dan lingkungan hidup serta permasalahannya merupakan salah satu faktor penting dalam proses penyusunan studi ini. Pendapatan masyarakat per rumah tangga diperlukan untuk menentukan tariff retribusi sampah yang akan diusulkan. 3. pendidikan. 4. Selain itu juga perlu ditunjang oleh kemampuan masyarakat dalam menciptakan dan menjaga kebersihan. datadata ini diperlukan untuk menentukan jumlah/kapasitas dan jenis sampah dan juga diperlukan untuk menentukan skala pengelolaan individual dan komunal. Rencana Induk Kota dan Rencana Umum Tata Ruang Kota yang dimiliki oleh Pemerintah Kota Denpasar akan menjadi acuan bagi penyusunan perencanaan teknis dan manajemen persampahan ini dapat terintegrasi dengan rencana pengembangen sarana dan prasarana lainnya. Kesehatan Masyarakat Tingkat kesehatan masyarakat sangat dipengaruhi oleh kebersihan lingkungan. g. Prasarana dan Sarana Umum yang dimiliki oleh Kota Denpasar antara lain jaringan listrik. perkantoran. rumah sakit/kesehatan. telepon dan alat transportasi. air minum. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas . tergantung oleh tersedianya fasilitas sanitasi yang baik dan memadai. Untuk mendapatkan lingkungan yang bersih.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR e. perumahan dan sebagainya. 5. Sistem Pengelolaan Eksisting Pengelolaan persampahan merupakan suatu sistem yang terdiri dari beberapa 86 CV. potensi yang dikembangkan di waktu mendatang. Rencana Pengembangan Kota Rencana Strategis. hotel/losmen. Fasilitas yang dimiliki Kota Denpasar. Demikian juga halnya dengan rencana pengembangan fasilitas kota termasuk sarana dan prasarana pengelolaan pesampahan. tempat ibadah/sosial. Arah dan sasaran pembangunan kota. perniagaan. f. h. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah saat ini dan perkiraan di tahun mendatang.

Tujuan utama dari pewadahan adalah untuk menghindari terjadinya 87 CV. Pewadahan Persampahan Pewadahan sampah adalah suatu cara penampungan sampah sebelum di kumpulkan.1. melainkan saling pengaruh mempengaruhi secara berantai.Ditinjau dari segi teknik operasionalnya. dipindahkan. Ketentuan dan Peraturan 3. Operasi bersifat integral dan terpadu karena setiap proses tidak dapat berdiri sendiri. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas . Subsistem tersebut adalah: a. Organisasi dan Manajemen b. pengelolaan persampahan meliputi kegiatan pewadahan sampai dengan pembuangan akhir. Kegiatan pembuangan akhir A. Pembiayaan dan Retribusi d.kota di Indonesia mempunyai pola yang hampir sama. Kegiatan pewadahan sampah 2.1. Kegiatan pemindahan sampah 4. Bentuk interaksi ini mempunyai ketentuan dan peraturan. Adapun urutan kegiatan sistem operasional pengelolaan persampahan secara umum adalah sebagai berikut: 1. Kegiatan pengangkutan sampah 5.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR komponen yang saling berinteraksi dan membentuk satu kesatuan yang mempunyai satu tujuan. Metodologi Penyusunan Masterplan Persampahan 3. Kegiatan Operasional Pengelolaan persampahan kota . Komponen yang mempunyai bentuk tersebut di atas disebut subsistem. Pengelolaan Persampahan 3. Kegiatan pengelolaan sampah 6. Teknik Operasional c.1. Kegiatan pengumpulan sampah 3. diangkut dan dibuang ke tempat pembuangan akhir.

Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas . yang harus memenuhi persyaratan praktis. bahan pewadahan sampah harus memenuhi syarat sebagai berikut: 88 CV. dan pewadahan tersebut mampu mengisolasi sampah terhadap segala sesuatu di sekitarnya. kebersihan dan estetika. dimana setiap rumah tangga harus tetap mempunyai pewadahan individual. Secara umum. Gambar 2.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR sampah yang berserakan sehingga mengganggu lingkungan dari segi kesehatan. warna. Skema Kegiatan Operasional Persampahan Pewadahan dapat dikelompokkan sebagai pewadahan individual serta pewadahan komunal (yang merupakan bagian dari proses pengumpulan). Pewadahan individual dimaksudkan untuk menampung sampah dari masing-masing sumber sampah. volume dan konstruksinya. ekonomis. sesuai dengan sistem/ pola pengumpulan yang diterapkan. Cara-cara ataupun sistem pewadahan sampah dikelola dengan baik oleh setiap pemilik persil pada daerah-daerah pelayanan merupakan faktor penunjang keberhasilan operasi pengumpulan sampah.12. Untuk itu hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam mendesain pewadahan adalah sifat. bahan. estetis dan higienis. Tujuan dari pewadahan akan tercapai apabila orang mau membuang sampah kedalamnya.

Frekuensi pengambilan/ Pengumpulan sampah d. Mudah untuk diperbaiki c. Ukuran wadah menggunakan tenaga orang (manual) misalnya harus dirancang sedemikian rupa 89 CV. Ekonomis. bahan dan jenis wadah sampah padat diuraikan sebagai berikut: a. Sistem pelayanan. Sampah kantor/ bangunan gedung wadahnya berupa : 1) Bak tembok 2) Container besi 3) Kantong plastik besar Cara pengambilan wadah sampah dapat dilakukan dengan cara manual atau secara mekanik. Sampah toko/restoran wadahnya berupa : 1) Tong/bin dari plastik/ fiberglas 2) Tong/bin dari kayu 3) Container besi 4) Kantong plastik c. mudah diperoleh/ dibuat oleh masyarakat d. Awet dan tahan air (kedap air) b. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas . Ringan dan mudah diangkat sehingga tidak melelahkan petugas dalam proses pengumpulan e. Oleh karena itu perlu ditetapkan suatu standarisasi ukuran dan bentuk serta perlengkapannya. Jumlah penghuni dalam suatu rumah b. individual atau komunal Berdasarkan tempat sumber timbulannya. Tingkat hidup masyarakat c. Sampah rumah tangga wadahnya dapat berupa: 1) Tong/bin dari plastik/ fiberglas 2) Tong/bin dari kayu 3) Container besi 4) Kantong plastik 5) Kantong kertas b. Penggunaan warna yang menarik dan menyolok Adapun kriteria penentuan ukuran (volume) pewadahan sampah biasanya ditentukan berdasarkan: a.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR a.

B. Pengumpulan Sampah Yang dimaksud dengan sistem pengumpulan sampah yaitu cara atau proses pengambilan sampah mulai dari tempat pewadahan/ penampungan sampah dari sumber timbulan sampah sampai tempat pengumpulan sementara/ stasiun pemindahan atau sekaligus diangkut ke tempat pembuangan akhir. Makin sering semakin baik. Demikian pula cara penempatannya ada yang ditempatkan di udara terbuka dan ada yang diberi alat pelindung/ atap. Peraturan-peraturan/ aspek legal pada daerah setempat b. Pengawasan akan mutu pekerjaan ini cukup penting terutama pembersihan selokan pada musim penghujan. Kedaan khusus setempat 90 CV.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR sehingga mudah diangkat dan beratnya diperhitungkan mampu bagi seseorang untuk mengangkatnya. ukuran dan berat penuhnya disesuaikan dengan spesifikasi kendaraan angkutannya (load-haul atau compactor truck). yaitu kurang lebih berumur 2 – 3 hari. Pengumpulan umumnya dilaksanakan oleh petugas kebersihan Kota atau swadaya masyarakat (pemilik sampah. Pengambilan sampah dilakukan setiap waktu sesuai dengan periodesasi tertentu. Sistem atau cara pengumpulan sampah ini dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain: a. namun biasanya operasinya lebih mahal. Termasuk dalam pekerjaan pengumpulan adalah penyapuan jalan dan pembersihan selokan. Untuk wadah sampah yang pengambilannya menggunakan tenaga orang. di tepi trotoar jalan. di belakang rumah. sehubungan dengan pencegahan banjir. Periodesasi biasanya ditentukan berdasarkan waktu pembusukkan sampah. Karakteristik lingkungan fisik dan sosial ekonominya d. Lokasi penempatan wadah pada umumnya belum seragam. badan swasta atau RT/RW). Sedangkan wadah yang menggunakan tenaga mekanik. lokasi ada yang ditempatkan di depan rumah. yang berarti pengumpulan sampah dilakukan maksimal setiap 3 hari sekali. Pengikut sertaan masyarakat dalam pengelolaan sampah banyak ditentukan oleh tingkat kemampuan pihak kota dalam memikul beban masalah persampahan kotanya. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas . Kebiasaan masyarakat (budaya) c. dan sebagainya.

penyimpanan alat. sedangkan pengangkatan container ke atas truck dilakukan secara mekanis (load-haul dan compactor truck). Pekerjaan utama pada proses ini yaitu memindahkan sampah hasil pengumpulan ke dalam truk pengangkut. proses pengendalian (desentralisasi). Mengingat tingkat kemampuan daya tempuh gerobak yang relatif pendek. Disamping itu juga proses ini akan sangat membantu efisiensi proses pengumpulan. Pemindahan Sampah Proses pemindahan terdapat pada pengelolaan sampah dengan pengumpulan secara tidak langsung. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas . Sedangkan fungsi lokasi pemindahan tersebar: proses pemindahan dan penyimpanan alat. Fungsi lokasi pemindahan terpusat: proses pemindahan. Pengangkutan Sampah Yang dimaksud dengan pengangkutan sampah dalam hal ini adalah kegiatan pengangkutan sampah yang telah dikumpulkan ditempat 91 CV. pengangkutan. Pengisian container dilakukan secara manual oleh petugas pengumpul. Lokasi pembuangan akhirnya i. D. Sarana pengumpulan. maka lokasi pemindahan umumnya terletak tidak jauh dari sumber sampah. tergantung dari tipe kendaraan pengangkutnya. masalah yang perlu diperhatikan adalah pengaruhnya daerah sekitar dalam hal kebersihan dan kesehatan lingkungan. Biaya yang tersedia C. mekanis atau campuran. Proses ini diperlukan karena kondisi daerah pelayanan tidak memungkinkan untuk diterapkan pengumpulan dengan kendaraan truk secara langsung. Lokasi pemindahan dapat bersifat terpusat (pola transfer depo) atau tersebar.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR e. Pemindahan sampah ke dalam truk pengangkut dapat dilakukan secara manual. Lokasi pemindahan letaknya sedemikian rupa sehingga memudahkan bagi truk pengangkut untuk memasuki dan keluar dari pemindahan. perawatan ringan. Kepadatan dan penyebaran penduduk f. Rencana penggunaan lahannya g. pengelolaan dan pembuangan h.

3. Pola Teknis Operasional A. Dasar alasan adalah kemungkinan adanya rencana pengembangan kota masalah pengangkutan biasanya timbul seiring dengan keharusan truk melewati jalan-jalan dalam kota. Kenyataan memperlihatkan bahwa tidak semua jalan sesuai untuk dilewati truk tanpa menimbulkan gangguan pada kelancaran lalu lintas. Pewadahan Pola Pewadahan terdiri dari : a.2. Arah pengangkutan biasanya relatif jauh keluar kota. b. jalan. Bentuknya banyak ditentukan oleh pihak instansi pengelola karena sifat penggunaannya adalah umum. cukup berpengaruh terhadap kenyamanan disekitarnya. mulai dari pengadaan sampai penggunaannya dilakukan secara pribadi. Keberhasilan kegiatan penanganan sampah adalah tergantung pada baiknya kegiatan/ sistim pengangkutan sampah yang diterapkan. Pewadahan Individual Bentuk pewadahan yang dipakai banyak tergantung selera dan kemampuan pengadaannya dari pemiliknya. alasan utama digunakannya pola ini adalah kesulitan petugas dalam mencapai 92 CV.Jalan yang tidak sesuai dari segi lebarnya biasanya ditambah dengan tingkat kepadatan lalu lintas yang cukup tinggi. sehingga merupakan kegiatan yang membutuhkan dana/ investasi yang paling besar dibandingkan dengan kegiatan pengumpulan dan pembuangan akhir. Pekerjaan pengangkutan pada pokoknya membawa sampah makin menjauhi daerah sumber. Komunal 1) Diperuntukan bagi daerah pemukiman sedang/kumuh. terutama saat melewati jalan ramai.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR penampungan sementara (transfer station) atau langsung dari tempat sumber sampah ketempat pembuangan akhir (TPA). Sarana yang digunakan adalah kendaraan truck dengan berbagai tipe/ jenis.1. Kondisi truk. Ciri utama dalam penanganan selanjutnya adalah digunakan sistem pengumpulan dari rumah ke rumah. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas . pasar. Kesan kotor biasanya terjadi karena tetesan air dan hamburan material sampah selama perjalanan. taman kota. Petugas akan langsung mendatangi tiap rumah untuk mengumpulkan sampahnya.

Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas . kapasitas alatnya maupun pola yang diterapkan. tetapi membutuhkan kemampuan pengendalian personil dan alat yang lebih 93 CV. karena memang sarana pewadahan sangat berkaitan erat dengan proses pengumpulan. Individual tidak langsung Yaitu proses penanganan persampahan dengan cara mengumpulkan sampah masing-masing sumber sampah dan diangkut ke TPA dengan sarana pengangkut melalui proses pemindahan. 2) Pada pola pewadahan komunal. dan sebagainya). Pengumpulan Pola pengumpulan sampah pada umumnya dapat dibagi atas : 1. pewadahan diklasifikasikan termasuk dalam proses pengumpulan. Agar memudahkan dalam penanganan selanjutnya maka tempat sampah komunal umumnya ditempatkan di tepi jalan besar. yang pada periode tertentu dibuang sendiri oleh pemilik rumah ke wadah komunal. Kondisi dan jumlah alat memungkinkan Jumlah timbulan sampah besar (>0. Persyaratan: Kondisi topografi bergelombang (rata-rata > 8%) sehingga alat pengumpul non mesin sulit beroperasi Kondisi jalan cukup lebar dan operasi tidak mengganggu pemakai jalan lainnya. tanpa melalui proses pemindahan. 3) Pada beberapa literatur. juga termasuk kesulitan utama adalah kondisi jalan (sangat sempit. B. baik desain. Pola ini dapat mengurangi ketergantungan kebutuhan alat angkut (truk).5 m3/hari) 2. pada suatu lokasi yang strategis terhadap penggunaannya. Penduduk akan membawa sampahnya untuk dibuang ke tempat sampah komunal dan pengumpulan pun dilakukan oleh petugas dari tempat ini. tidak dapat dilalui kendaraan pengumpul. Individual langsung Yaitu proses penanganan persampahan dengan cara mengumpulkan sampah masing-masing sumber sampah dan diangkut langsung ke TPA. sibuk sepanjang hari. setiap rumah tangga tetap harus memiliki pewadahan individual.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR tempat sampah di setiap titik sumber.

ditempatkan sesuai dengan kebutuhan dan di lokasi yang mudah dijangkau oleh alat pengangkut (truk). Organisasi harus siap dengan sistem pengendalian 3. ditempatkan sesuai dengan kebutuhan dilokasi yang mudah dijangkau alat pengumpul Memungkinkan pengadaan lokasi pemindahan Bila menggunakan alat pengumpul non mesin (gerobak). Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas . Dan alat pengumpul masih mampu menjangkau sumber secara langsung. becak). kemampuan pengendalian personil dan peralatan relatif rendah. Pola ini membutuhkan prasyarat : Peran serta aktif masyarakat tinggi Wadah komunal dan alat pengumpul dirancang sesuai dengan kondisi. 4. Komunal tidak langsung Yaitu proses penanganan persampahan dengan cara mengumpulkan sampah dari titik pewadahan komunal. maka dibutuhkan kondisi topografi relatif datar (rata-rata < 8%) Lebar jalan yang memungkinkan dilalui alat pengumpul tanpa mengganggu pemakai jalan lainnya. Pola ini mempunyai prasyarat: Peran serta aktif masyarakat tinggi Wadah komunal dirancang sesuai dengan kondisi. alat pengumpul sulit menjangkau sumbersumber sampah. dibawa ke lokasi pemindahan (menggunakan gerobak). lokasi merupakan timbulan sampah-sampah sulit dijangkau oleh pelayanan alat pengumpul non mesin (gerobak). Pola ini baik untuk daerah dengan partisipasi aktif masyarakat yang rendah. Komunal langsung Yaitu proses penanganan persampahan dengan cara mengumpulkan sampah dari masing-masing titik pewadahan komunal. lalu diangkut ke TPA menggunakan alat angkut truk. langsung diangkut ke TPA tanpa melalui proses pemindahan. Pola ini merupakan alternatif bila alat angkut terbatas. maka dibutuhkan kondisi topografi yang relatif datar (rata-rata < 8%) 94 CV. Pola ini membutuhkan persyaratan sebagi berikut: Memungkinkan pengadaan lokasi pemindahan Bila menggunakan alat pengumpul non mesin (gerobak.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR kompleks.

maka harus tersedia tempat khusus penimbunan sampah sementara. gerobak langsung menumpahkan muatannya ke dalam container ini. Sampah dari alat pengumpul (gerobak/ sejenisnya) harus dipindahkan ke truk pengangkut untuk dibawa ke lokasi pembuangan akhir. Pemindahan Kegiatan pemindahan terdapat pada pola pengumpulan tak langsung. Pola pemindahan terpusat dimaksudkan sebagai sentralisasi proses pemindahan dan merupakan pos pengendali operasional. Pelataran berdinding (transfer depo) Ukuran panjang dan lebar dibuat sedemikian rupa sehingga memudahkan keluar masuk dan pemuatan truk. lokasi pemindahan dapat berfungsi pula sebagai penyimpan sarana kebersihan. apabila sulit mendapatkan lahan kosong untuk lokasi pemindahan.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR Lebar jalan yang memungkinkan dilalui alat pengumpul tanpa menganggu pemakai jalan lainnya Organisasi harus siap dengan sistem pengendalian C. yaitu pengumpulan oleh alat bukan jenis truk. Setelah penuh maka container ini akan dibawa ke lokasi pembuangan akhir. Dinding dibuat cukup tinggi sehingga dapat berfungsi sebagai isolator terhadap daerah sekitarnya. yaitu terpusat dan tersebar. Memudahkan keluar masuk dan pemuatan truk isolasi bertujuan menghilangkan kesan kotor dari kerja pemindahan.haul) Berupa container yang umumnya bervolume 8 . 2. maka lokasi pemindahan dapat tersebar. Berdasarkan kondisi dan fungsinya pemindahan terbagi menjadi 2 bagian. tetapi akibatnya kurang dapat dikendalikan.10m3. 95 CV. seperti gerobak dan peralatan lainnya. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas . tanpa perawatan alat dan sebagainya. Bila pemuatan tidak langsung dilakukan dari gerobak. Container muat (load. Lokasi pemindahan dapat berbentuk: 1. Selain itu. Metoda ini membutuhkan biaya modal yang cukup besar karena dibutuhkan truk dengan tipe khusus (load-haul truck).

Untuk menentukan titik pengambilan perlu adanya peta daerah pelayanan dan peta timbunan sampah. antara lain: 1) Lokasi stasion pemindahan/ TPS 2) Lokasi container besar 3) Lokasi daerah pertokoan 4) Lokasi bangunan besar/ khususnya yang diperkirakan timbulan sampah lebih 1m3 misalnya rumah sakit. Juga route angkutannya dapat direncanakan. jadwal operasi dan pola pengangkutan.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR D. berupa penetapan titik pengambilan. Pada titik pengumpul tersebut jumlah volume sampah yang harus diangkut setiap hari dari setiap daerah pelayanan dapat diketahui. hotel. e. 96 CV. Peta derah pelayanan menunjukkan batas daerah yang akan dilayani saat ini dan kemungkinan pengembangannya yang memuat data-data antara lain: 1) Luas wilayah kota 2) Luas daerah yang dilayani 3) Jumlah penduduk yang dilayani 4) Jumlah sampah yang harus dilayani setiap hari d. c. Untuk menentukan route pengangkutan sampah tersebut dilakukan langkahlangkah sebagai berikut : a. Hal yang penting dalam proses pengangkutan adalah penentuan route pengangkutan. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas . Peta timbulan sampah menunjukan lokasi pengumpul/ timbunan sampah yang harus dilayani oleh para petugas kebersihan. Pengangkutan Fase pengangkutan merupakan tahapan membawa sampah dari lokasi pemindahan atau langsung dari sumber sampah menuju ke TPA. Penentuan titik pengambilan b. pusat perbelanjaan kantor-kantor besar dan lain-lain.

Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas . Pola Teknis Operasional 1. sehingga biaya operasi dapat diperkirakan.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR Gambar B. Hal ini disamping untuk memberikan gambaran kualitas pelayanan juga untuk menetapkan jumlah kebutuhan tenaga dan peralatan. Selain itu dengan frekuensi pelayanan yang teratur akan memudahkan bagi para petugas untuk melaksanakan tugasnya. Pengaturan jam operasional tersebut harus disesuaikan dengan: 1) Jumlah timbulan sampah yang harus diangkat setiap hari 97 CV. Jadwal Operasi Jadwal kegiatan pelayanan harus ditetapkan sedemikian rupa agar operasi pengangkutan sampah dapat berjalan secara teratur.12.

USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR 2) Jumlah kendaraan dan tenaga serta kapasitas kendaraan 3) Sifat daerah pelayanan 4) Waktu yang diperlukan tiap rit kendaraan Dengan pengaturan jam kerja ini. Dari TPA kendaraan tersebut dengan container kosong kembali ke lokasi pertama tadi untuk menurunkan container tersebut. sehingga mudah dilakukan pengontrolan terhadap kebersihan kota. Pengaturan kerja tersebut termasuk juga: 1) Pengaturan penugasan 2) Pengaturan kewajiban bagi para petugas untuk membersihkan kendaraan 3) Kewajiban bagi para petugas untuk melaporkan hasil operasinya. 98 CV. kendaraan tersebut kembali ke transfer depo untuk pengambilan pada rit berikutnya. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas . dan kemudian menuju ke lokasi ke dua untuk mengambil container yang berisi untuk diangkut ke TPA dan selanjutnya mengembalikan container kosong tersebut ketempat semula. Dari TPA kendaraan tersebut dengan container kosong kembali menuju lokasi container kedua dan kemudian menurunkan container kosong tersebut sekaligus mengambil container yang telah penuh untuk dibawa ke TPA. proses pengangkutan dilakukan dengan cara sebagai berikut: Kendaraan angkutan keluar dari pool langsung menuju lokasi pemindahan transfer depo untuk mengangkut sampah langsung ke TPA Dari TPA. Demikian seterusnya sampai pada shift terakhir. Pola Pengangkutan Pola pengangkutan sampah yang dialkukan dengan sistem stasiun pemindahan (transfer depo). Demikian seterusnya sampai pada shift terakhir. sehingga volume sampah yang terangkut setiap pengangkutan dapat diketahui. 2. Untuk pengumpulan sampah dengan sistem container pola pengangkutan adalah sebagai berikut: 1) Sistim container yang diangkut Kendaraan keluar dari pool langsung menuju lokasi container pertama untuk mengambil/ mengangkut sampah langsung ke TPA. operasi pengumpulan dan pengangkutan sampah dapat berjalan tertib dan teratur. 2) Sistim container yang diganti Kendaraan keluar dari pool dengan membawa container kosong menuju ke lokasi container pertama untuk mengambil/ mengganti container yang berisi sampah dan langsung membawanya ke TPA.

15. Gambar B. Kendaraan keluar dari pool langsung menuju ke lokasi container pertama dan mengambil sampahnya untuk dituangkan ke dalam truck compactor dan diletakkan kembali container yang kosong itu ketempat semula. Sistem Container Yang Diangkut Gambar B.14.13. kemudian kendaraan langsung ke lokasi container kedua mengambil sampahnya dan meninggalkan container dalam keadaan kosong dan seterusnya jika kapasitas truk sudah penuh.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR 3) Sistim container tetap Penyerapan sistim ini biasanya untuk kontainer kecil serta alat angkut berupa truck compactor. kendaraan langsung menuju ke lokasi pembuangan akhir. Sistem Container Tetap 99 CV. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas . Sistem Container Yang Diganti Gambar B.

tanah diperlakukan kasar mudah dibersihkan.0 m3 100 CV. plastik. pasar. 40 – 50 liter 3) Tong kayu. alternatif bahan harus Bersifat kedepan terhadap air. taman kota. tanah diperlakukan kasar mudah dibersihkan. plastik. Komunal Diperuntukan bagi daerah pemukiman sedang/ kumuh. Silinder.. logam.1.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR 3. alternatif bahan harus bersifat kedepan terhadap air. instansi pengelola). Peralatan Pewadahan 1. 100-500 liter Untuk pemukiman dan pasar : Pemilik. toko besar. Peralatan Operasional Persampahan A. 120 liter 5) Bin plastik permanen. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas : 10 – 50 liter untuk pemukiman. Ukuran Pengadaan : 10 – 100 liter untuk pinggir jalan taman. 30 – 50 liter 2) Bin plastik/ keranjang tertutup. volume 1. instansi pengelola . dapat diangkat : Pasangan bata. swadaya masyarakat. panas matahari. logam. Ukuran Pengadaan 2. Bentuknya banyak ditentukan oleh pihak instansi pengelola karena sifat penggunaannya adalah umum. rumah makan : Pribadi. Adapun jenis-jenis peralatan pewadahan yang umum terdapat di kota-kota di Indonesia adalah: 1) Kantong plastik. ukuran variasi 8) Kontainer. Silinder. hotel. Container : Bersatu dengan tanah. 70 liter 6) Bin plat besi tertutup. panas matahari. badan swasta (sekaligus sebagai usaha promosi Hasil produksi. jalan. dapat diangkat : Pasangan bata. 40 – 60 liter 4) Bin plastik (tertutup dengan roda). toko kecil 100-500 liter Untuk kantor. Individual Bentuk Bentuk Sifat Bahan pewadahan yang dipakai banyak tergantung selera dan kemampuan pengadaannya dari pemiliknya secara umum adalah: : Kotak.3. Karakteristiknya adalah: Bentuk Sifat Bahan : Kotak. Container : Bersatu dengan tanah. 100 liter 7) Bak sampah permanen. Kantung. Kantung.

gerobak dan transfer komunal. Daerah Pertokoan Untuk daerah pertokoan dapat digunakan beberapa cara: 1) Digunakan gerobak dorong dan transfer station atau container 2) Digunakan container komunal 3) Digunakan langsung truck sampah C. Daerah perumahan/ pemukiman teratur: Gerobak dorong. Multi Loader Truck f. Dump Truck (Tipper Truck) c. 4. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas . Pada daerah pelayanan tertentu peralatan pengumpulan dapat sekaligus sebagai peralatan pengangkutan (truk). Truck biasa b. Pemilihan Sistem dan Peralatan Operasional Persampahan 101 CV. Daerah Pasar/ Komersial Untuk daerah pasar/ komersial dapat digunakan langsung truk sampah atau container. Peralatan Pengangkutan Peralatan pengangkutan sampah antara lain: a. transfer station atupun truk pemadat (compactor truck). pengumpulan dan pemindahannya.2. Arm Roll Truck e. Peralatan Pengumpulan dan Pemindahan Peralatan pengumpulan dan pemindahan sampah dapat bermacammacam tergantung sistem pewadahan dan pengumpulan yang diterapkan. dimana sampahnya kemudian dikumpulkan pada tempat pengumpulan sementara (transfer depo) dan container. Compactor Truck d. Transfer Trailer Penggunaan jenis-jenis truk ini tergantung dari sistim pewadahan. 3.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR B. Perumahan yang belum teratur (slump area) Container komunal. Adapun peralatan yang telah disesuaikan berdasarkan daerah timbulan sampahnya dan telah lazim digunakan dalam sistem pengumpulan sampah yaitu: 1. 3. 2.

3. Pewadahan Penentuan segi baik dan buruknya suatu bentuk pewadahan dinilai dari hubungannya sebagai pendukung pekerjaan penanganan berikutnya. 102 CV.1. sosial dan ekonomi daerah setempat. yaitu pengumpulan. Demikian pula pemilihan sistem operasional sangat tergantung pada kondisi fisik.2.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR 3. Para petugas dituntut untuk menyelesaikan pekerjaan dengan target yang telah ditentukan.1. Umum Tujuan pembuangan akhir sampah adalah untuk memusnahkan sampah domestik atau yang diklasifikasikan sejenis ke suatu tempat pembuangan akhir dengan cara sedemikian rupa sehingga tidak – atau seminimal mungkin menimbulkan gangguan terhadap lingkungan antara (intermediate treatment) maupun tanpa diolah terlebih dahulu. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas . Kegiatan operasional di pembuangan akhir pada dasarnya merupakan: 1.3. 3. Pembuangan Akhir Yang dimaksud dengan pembuangan akhir adalah cara yang digunakan untuk memusnahkan sampah padat dari hasil kegiatan pengumpulan dan pengangkutan mapun sampah padat hasil buangan kegiatan pengelolaan sampah itu sendiri. Sehubungan dengan hal ini maka cara pewadahan harus dapat memberikan kemudian dalam pekerjaan pengumpulan.2. Pemilihan jenis peralatan pada masing-masing komponen operasional sangat tergantung dari sistem atau pola operasional yang digunakan. Efektifitas kerja harus tinggi dan dilakukan melalui efisiensi waktu. 3. 3. Kegiatan yang merubah bentuk lahan 2.2.2. Umum Pemilihan sistem dan pemilihan peralatan operasional persampahan saling berkaitan erat. Kegiatan yang dapat menimbulkan kerusakan dan kemerosotan sumber daya lahan.3. untuk mencapai target tersebut. pekerjaan ini umumnya dilakukan oleh petugas kota atau swadaya masyarakat. Pembuangan Akhir Sampah dan Pengolahan 3. air dan udara.

yang dapat dibedakan lagi atas: Merupakan perbaikan dari pada cara open dumping yaitu dengan menambahkan lapisan tanah penutup di atas sampah. Timbul pencemaran udara oleh gas. nyamuk dan serangga lain). Sangat mendorong tumbuhnya sarang-sarang vektor penyakit (tikus. Operasi sangat mudah b. Diperlukan persediaan tanah yang cukup sebagai lapisan tanah penutup. diratakan dan dipadatkan kemudian pada kurun waktu memperkecil pengaruh yang merugikan terhadap lingkungan. seluruh timbunan sampah harus ditutup dengan lapisan tanah. Keuntungan: 1) Dampak negatif terhadap estetika lingkungan sekitarnya dapat dikurangi 2) Kecil pengaruhnya terhadap estetika lingkungan awal 103 CV. yaitu: 1) Open Dumping Dilakukan dengan cara sampah dibuang begitu saja di tempat pembuangan akhir (TPA) dan dibiarkan terbuka sampai pada suatu saat TPA penuh dan pembuangan sampah dipindahkan ke lokasi lain atau TPA yang baru. Keuntungan: a. sehingga menimbulkan pencemaran air tanah 2. Untuk efisiensi pemakaian lahan. biasanya dilakukan kegiatan perataan sampah dengan menggunakan dozer atau perataan dapat juga dilakukan dengan tenaga manusia.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR Ada 2 cara pembuangan akhir. Biaya investasi TPA relatif murah Kerugian: 1. a) Sistim Controlled Landfill Dilakukan dengan cara sampah ditimbun. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas . Bila lokasi pembuangan akhir telah mencapai akhir usia pakai. Mengurangi estetika lingkungan. 2) Landfill. 3. lalat. Cepat terjadi proses timbulnya leachate. Biaya operasi dan perawatan murah c. debu dan bau b.

adalah pengaruh timbunan sampah terhadap lingkungan sekitarnya relatif lebih kecil dibanding sistem controlled 104 CV. Pekerjaan pelapisan sampah dengan tanah penutup dilakukan setiap hari pada akhir jam operasi.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR Kerugian: 1. Operasi relatif lebih sulit dibanding open dumping 2. kemudian ditutup dengan tanah sebagai lapisan penutup. Hal ini dilakukan terus menerus secara berlapis-lapis sesuai rencana yang telah ditetapkan. Biaya investasi relatif lebih besar dari pada open dumping 3. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas . Biaya operasi dan perawatan relatif lebih tinggi dari pada open dumping b. Diperlukan persediaan tanah yang cukup untuk menutup timbunan sampah. Sistim Sanitary Landfill Adalah sistem pembuangan akhir sampah yang dilakukan dengan cara sampah ditimbun dan dipadatkan. Keuntungannya landfill.

USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR Gambar B. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas . Diagram ALir Sistem Manjemen Persampahan 105 CV.13.

Program Kerja Program kerja merupakan gambaran menyeluruh dan komprehensif usulan dari konsultan dalam melaksanakan pekerjaan yang akan ditangani sesuai dengan Kerangka Acuan Kerja (KAK) yang telah diberikan. Pengangkutan dan pembuangan akhir. kondisi pembiayaan (investasi. tanggung jawab dan personil yang terlibat.Menetapkan metode survey . schedule pelaksanaan pekerjaan serta schedule personil. konsep penanganan masalah. Dalam rencana kerja ini akan diuraikan urutan – urutan pekerjaan. Bagan Alir ini berisikan tahapan-tahapan pekerjaan yang akan dikerjakan. Untuk memudahkan dalam pelaksanaan pekerjaan.Menyusun kuesioner untuk menjaring data . struktur organisasi.Melakukan studi literatur atau review studi yang relevan di Kota Denpasar .USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR 4. Pengumpulan Data Data Primer Melakukan survey lapangan tentang kondisi eksisting pengelolaan sampah berkaitan dengan daerah pelayanan. pemindahan. kondisi pewadahan. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas . operasi pemeliharaan dan retribusi) 106 CV. maka harus disusun Bagan Alir Pelaksanaan Pekerjaan. komposisi dan karakteristik sampah. pengumpulan. sehingga dalam penyusunan jadwal pelaksanaan pekerjaan harus berpatokkan pada Bagan Alir Pelaksanaan Pekerjaan tersebut.Membuat program kerja kegiatan secara keseluruhan . Secara garis besar rencana kerja pelaksanaan pekerjaan diuraikan sebagai berikut : 1. SDM dan tata laksana kerja organisasi). timbulan sampah. upaya 3 R baik yang dilakukan oleh masyarakat maupun pemerintah dan kemauan/kemampuan membayar retribusi serta pengumpulan data lain yang relevan. Persiapan . pengerahan sarana maupun personil pendukung. Data Sekunder Melakukan survey ke instansi terkait mengenai kondisi kelembagaan yang menanganani masalah persampahan (institusi.Menyusun jadual kerja dan kegiatan persiapan lain yang dibutuhkan 2.

Tabanan dan Kab Badung.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR selama sedikitnya 3 (tiga) tahun terakhir. rencana pengembangan kota (tata guna lahan) baik untuk kotaDenpasar maupun kota-kota sekitarnya serta pengumpulan data lain yang relevan. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas . pemindahan. Kompilasi dan Pengolahan Data Mengelompokkan data kuantitatif dan kualitatif yang relevan dengan perencanaan persampahan sebagai bahan analisis 4. dukungan peraturan yang dimiliki oleh Kota Denpasar berkaitan dengan pengelolaan persampahan dan program penyuluhan yang ada. Penyusunan Perencanaan sampai tahun 2022 Perencanaan teknis dan manajemen persampahan meliputi: Proyeksi perkembangan penduduk Proyeksi volume sampah Pengembangan aspek institusi Pengembangan aspek teknis (kebutuhan prasarana dan sarana persampahan. pengolahan / 3 R. pewadahan. Metode analisis dapat dilakukan secara deskriptif. SWOT maupun metode lain 6. Selain itu juga diperlukan rencana kebutuhan dukungan Prasarana dan Sarana dalam rangka mendukung pengoperasian IPST Sarbagita yang merupakan TPA regional yang digunakan bersama oleh kota Denpasar. daerah kumuh). Analisis Melakukan analisis data yang dapat digunakan sebagai dasar untuk meningkatkan pola pelayanan persampahan. kondisi kota Denpasar (fisik kota. Pengkajian : Penyiapan standar Nasional yang dapat dipergunakan sebagai tujuan penyusunan Masterplan Persampahan Pengkajian kebersihan Pengkajian tertiadap sistem pengelolaan yang dilakukan saat ini 5. dan dilengkapi dengan peta dan gambar dengan skala sesuai ketentuan tata ruang kota yang mempengaruhi sistem 107 CV. pendapatan masyarakat. fasilitas kota. pengangkutan dan pembuangan akhir). pegumpulan. sosial ekonomi. 3. Gianyar.

Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas . Laporan Pendahuluan Laporan Pendahuluan memuat: metode dan rencana kerja konsultan dalam penyelesaian pekerjaan diserahkan.Laporan harus diserahkan selambat-lambatnya: 30 (tiga puluh hari) hari kalender sejak SPMK diterbitkan sebanyak 10 (sepuluh ) buku laporan. 108 CV. 3. pengaturan biaya operasi dan perda pemeliharaan per tahun serta perhitungan tarif retribusi) - Pengembangan (penyempumaan termasuk untuk kerjasama regional dan usulan penerapannya) Pengembangan aspek peran serta masyarakat (usulan program penyuluhan. pilot project penanganan sampah berbasis masyarakat. Laporan harus diserahkan selambat-lambatnya: 180 (seratus delapan puluh) hari kalender sejak SPMK diterbitkan sebanyak 15 (lima belas) buku laporan beserta peta dan gambar ukuran A3 sebanyak 15 (lima belas) eksemplar dan cakram padat (compact disc) sebanyak 8 keping.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR - Pengembangan aspek pembiayaan (kebutuhan biaya investasi selama kurun waktu aspek perencanaan. 2. Laporan Akhir Laporan Akhir memuat: seluruh hasil kegiatan dan rencana pengelolaan sampah (masterplan) yang dibuat. Penyusunan Laporan 1. Laoran Antara (Interim Report) Laporan Antara memuat data kondisi kota dan pengelolaan persampahan yang ada saat ini serta analisis data dan arahan pengembangan Laporan harus diserahkan selambat-lambatnya: 120 (seratus dua puluh) hari kalender sejak SPMK diterbitkan sebanyak 10 (sepuluh) buku laporan. pola pendidikan dan lain-lain) A.

Pengelompokan Data Kuantitaif dan Kualitatif Penyiapan Standar Nasional Pengkajian Tata Ruang Kota Pengkajian Terhadap Sistem Pengelolaan Sampah Eksisting Konsep Rencana Sistem OK Analisa Laporan Antara Penyusunan Rencana Proyeksi Penduduk dan Volume Sampah Pengembangan Aspek Institusi/Kelembagaan Pengembangan Aspek Teknis Pengembangan Aspek Pengaturan Pengembangan Aspek Pembiayaan Pengembangan Aspek Peran Serta Masyarakat Laporan Akhir CV. 4. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas Selesai 109 . 2. Pengumpulan. 3. 4. 2. Upaya 3R Data Kondisi Kota Denpasar Peraturan dan Program Pengolahan Persampahan Rencana Pengembangan Kota Data Cukup Pengolahan Data dan Pengkajian 1. 3. 4. 2. Daerah Pelayanan Timbulan Sampah Komposisi & Karakteristik Sampah Kondisi Pewadahan. Bagan Alir Pekerjaan Mulai Persiapan 1.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR Gambar B. Mobilisasi Personil Penyusunan Program Kerja Penyusunan Metode Survey Penyusunan Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan Laporan Pendahuluan Pengumpulan Data Primer Pengumpulan Data Primer Survey Lapangan Kondisi Eksisting Pengelolaan Sampah Peta Dasar dan Data BPS Data Kondisi Kelembagaan Kondisi Pembiayaan 1. Pemindahan & Pengangkutan Sampah 5. 3.14.

Ass.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR 5. Organisasi dan Personil Berdasarkan pada pengalaman Konsultan dalam pelaksanaan pekerjaan studi selama ini. Ass. Surveyor / juru Ukur Tenaga Pendukung Administrasi dan Keuangan Gambar B. maka tim Konsultan telah menyiapkan organisasi pelaksanaan pekerjaan seperti yang tertera pada Gambar Bagan Organisasi Pelaksanaan Pekerjaan. T. Lingkungan) Tenaga Ahli Ekonomi Perkotaan (S1. Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan 110 CV. Ahli Sipil 3. disertai pula dengan penempatan personil tenaga ahli yang berkualitas sesuai dengan spesialisasi masing-masing. tanggung jawab dan wewenangnya masing-masing.3. disamping penyediaan sarana peralatan kerja dengan kualitas yang dapat dipertanggung jawabkan. sangat diperlukan struktur organisasi pelaksanaan pekerjaan yang mantap. Untuk mencapai tujuan yang diharapkan pada akhir pekerjaan studi ini. Sipil) Tenaga Ahli Lingkungan (S1. Ahli Lingkungan 2. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas . Ekonomi) Asisten Tenaga Ahli 1. T. Organisasi pelaksanaan pekerjaan menggambarkan hubungan antar personil Konsultan dan hubungan kerja antara Konsultan dengan Pemberi pekerjaan sesuai hirarki tugas. Struktur Organisasi Pelaksana Pekerjaan B. BAPPEDA KOTA DENPASAR CV. Tri Matra Disain Team Leader (S1 Planologi) Tenaga Ahli Sipil (S1.16.

Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas . konsultan akan memperhatikan ruang lingkup kegiatan serta jangka waktu pelaksanaan. Pekerjaan dimulai setelah proses administrasi kontrak kerja antara konsultan dengan pihak pemberi tugas diselesaikan. Konsultan telah mencermati secara sungguh-sungguh ragam kegiatan dan waktu pelaksanaannya. 111 CV. 3.month personel dan perhitungan volume pekerjaan yang akan dilaksanakan harus mampu ditransfer pada sebuah rencana kerja yang matang. Semua kerangka berpikir dalam program kerja ini dituangkan dalam bentuk Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan dan Bagan Alir Pelaksanaan Pekerjaan. sehingga perhitungan man . Rencana kerja yang diusulkan oleh Konsultan sesuai dengan KAK berkaitan dengan tugas-tugas konsultan. Waktu pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan yang ditetapkan dalam Kerangka Acuan Kerja adalah 6 Bulan atau 180 (seratus delapan puluh) hari kalender. Secara teknis administrasi.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR Dalam proses pelaksanaan pekerjaan Penyusunan Masterplan Persampahan Kota Denpasar. yang efisien dan terkendali oleh sebuah jalur aktifitas yang mantap. maka untuk lebih jelasnya secara umum jadwal terinci dari Penyusunan Dokumen Masterplan Persampahan Kota Denpasar ini dapat dilihat dalam Tabel yang terdapat pada halaman berikut. jadwal pelaksanaan pekerjaan disusun berdasarkan pertimbangan sebagai berikut : 1. 2. Penyelesaian keseluruhan pekerjaan diselesaikan dalam waktu 6 Bulan atau 180 (seratus delapan puluh) hari kalender sesuai dengan berita acara rapat penjelasan umum terhitung sejak dikeluarkannya Surat Perintah Kerja (SPK). Penyusunan Masterplan Persampahan Kota Denpasar secara garis besar dibagi menjadi 2 (dua) bagian yaitu Pekerjaan Lapangan dan Pekerjaan Kantor. Hal ini dimaksudkan agar produk/ hasil rencana nantinya tidak bertentangan dengan ketentuan yang terdapat pada Kerangka Acuan Kerja (KAK) yang sudah ditetapkan oleh BAPPEDA Kota Denpasar serta dapat diselesaikan sesuai dengan waktunya. Sesuai dengan Jadwal Tahapan Pelaksanaan Kegiatan yang tercantum dalam KAK .

Jadwal Tahapan Pelaksanaan Kegiatan 112 CV.2.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR Tabel B.1. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas .

Peralatan Peralatan yang digunakan untuk setiap pekerjaan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing kegiatan. Komputer dan Alat Tulis Kantor Lainya 4. Kendaraan Operasional 5. diperlukan jug sarana dan prasarana pendukung dimana sarana pendukung ini dapat digunakan untuk mempermudah dan memperlancar pekerjaan. Kebutuhan lainnya guna memperlancar dan menyukseskan pelaksanaan pekerjaan ini 6. Biaya Komunikasi 3. Ruang Kerja/Kantor Untuk kelancaran kegiatan pekerjaan pihak konsultan telah menyiapkan kantor yang permanen Denpasar sehingga memudahkan Team Konsultan berkoordinasi dengan pemberi pekerjaan dan setiap saat dapat asistensi/diskusi dalam penyelesaian pekerjaan. Fasilitas Dan Sarana Yang Digunakan Konsultan akan menyediakan fasilitas dan peralatan yang diperlukan untuk menunjang pekerjaan ini. Apabila ada yang peralatan yang harus dibeli dalam kegiatan ini. yang meliputi antara lain : 1. Konsultan menggunakan fasilitas dan sarana pendukung yang diperlukan sebagai pendukung dalam pelaksanaan pekerjaan tersebut. Uraian mengenai fasilitas dan sarana yang digunakan oleh Konsultan dalam pelaksanaan pekerjaan ini disajikan pada sebagai berikut. maka pada akhir penugasan barang atau peralatan yang dibeli tersebut harus diserahkan kepada pengguna jasa. tergantung dari volume dan kapasitas 113 CV.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR Selain jadwal pelaksanaan kegiatan diatas. Dalam melaksanakan pekerjaan Penyusunan Masterplan Persampahan Kota Denpasar ini. Disamping itu diharapkan nantinya setelah selesai pekerjaan pihak pemberi pekerjaan mudah menghubungi konsultan. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas . yang pada dasarnya telah disesuaikan dengan persyaratan yang tertuang dalam kerangka acuan kerja. Kantor/studio lengkap dengan peralatan yang diperlukan untuk pelaksanaan pekerjaan 2.

Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas . Jadwal Penggunaan Alat 114 CV. Jadwal peralatan dan volume serta waktu pemakaian tersaji pada Tabel Jadwal Penggunaan Peralatan (Terlampir). Adapun volume dan kapasitas alat dari masing-masing pekerjaan tersaji pada Tabel Daftar Peralatan (Terlampir). Jadwal Peralatan Jadwal peralatan untuk pekerjaan akan disesuaikan dengan waktu pemakaian.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR alat.2. Tabel F. dan jadwal peralatan ini berkaitan dengan schedule pelaksanaan dan personil untuk pelaksanaan seluruh kegiatan.

Umum Konsultan dalam peleksanaan pekerjaan ini akan menyediakan dan menugaskan beberapa Tenaga Ahli sesuai dengan yang dibutuhkan dalam Kerangka Acuan Kerja (KAK). dalam hal ini perlu adanya penekanan terhadap desain yang akan dilakukan. Komposisi Tim dan Penugasan H. Kualifikasi dan jumlah Tenaga Ahli yang disediakan oleh penyedia jasa untuk menangani pekerjaan ini sesuai dengan KAK dengan tugas dan tanggung jawab sebagai berikut : 115 CV. layak secara lingkungan. dan mampu memberikan manfaat lebih secara ekonomi kepada masyarakat. serta pengalaman personil. maupun kualifikasi pendidikan. keinginan masyarakat pengguna. Tenaga Ahli yang akan ditugaskan tersebut dikoornidir oleh seorang Team Leader yang memiliki kemampuan dalam koordinasi dan komunikasi dengan pihak pengguna jasa. pengalaman dibidang penanganan pekerjaan sejenis dalam pengembangan persampahan.1. Uraian mengenai Tenaga Ahli seperti yang disyaratkan dalam KAK. Adapun Tenaga Ahli yang diusulkan dalam pelaksanaan studi ini telah memilki kualifikasi pendidikan. menurut Konsultan telah sesuai dengan lingkup kegiatan yang dituntut dalam studi ini. Masingmasing Tenaga Ahli tersebut memilki tugas dan tanggung-jawab masing-masing sesuai dengan bidang keahliannya. baik mengenai jenis keahlian. sehingga mampu menghasilkan beberapa inovasi desain tidak hanya secara teknis. efesiensi pendanaan.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR B.4. Dimana masingmasing Tenaga Ahli memiliki pemahaman yang sama mengenai kondisi dan permasalahan daerah lokasi studi. Dalam hal ini konsultan akan mengusulkan Tenaga Ahli dengan pendidikan (S1) sesuai bidang keahliannya dan memiliki sertifikat keahliaan (SKA) yang dikeluarkan Asosiasi Keahlian atau Badan/Lembaga yang berwenang serta memiliki pengalaman sesuai bidang keahlian untuk menangani pekerjaan sejenis. instansi teknis terkait dan Tenaga Ahli lainnya. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas . Tanggapan terhadap tugas dan tanggung jawab tenaga ahli.

menjalankan tugas selama 5 (lima) bulan. Tenaga Ahli / Profesional Staff a. menjalankan tugas selama 3 (tiga) bulan. Ahli Lingkungan dengan latar belakang pendidikan minimal sarjana (S1) Teknik Lingkungan. Tenaga Pendukung / Supporting Staff Disamping kebutuhan akan tenaga ahli seperti diuraikan tersebut di atas. antara lain tenaga administrasi dan keuangan. 4. Ahli Sipil dengan latar belakang pendidikan minimal sarjana (S1) Teknik Sipil. 3. menjalankan tugas selama 6 (enam) bulan. dan berpengalaman dalam penyusunan Masterplan Persampahan. f. Satu (1) orang Ahli Sipil dengan latar belakang pendidikan minimal sarjana (S1) Teknik Sipil. menjalankan tugas selama 5 (lima) bulan. Satu (1) orang Ahli Ekonomi Perkotaan dengan latar belakang pendidikan sarjana (S1) Ekonomi. 2. 116 CV. Asisten Tenaga Ahli d. Satu (1) orang Ass. dibutuhkan tenaga pendukung.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR 1. menjalankan tugas selama 6 (enam) bulan. c. Satu (1) orang Surveyor/Juru Ukur dengan latar belakang pendidikan D3 Teknik. menjalankan tugas selama 6 (enam) bulan. Satu (1) orang Ahli Lingkungan dengan latar belakang pendidikan minimal sarjana (S1) Teknik Lingkungan. b. e. Satu (1) orang Ass. menjalankan tugas selama 6 (enam) bulan. Ketua Tim (Team Leader) Satu (1) orang Ketua Tim (Team Leader) yang merangkap sebagai Ahli Teknik Lingkungan dengan latar belakang pendidikan minimal Sarjana (S1) Teknik Planologi. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas .

USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR Tabel B. Komposisi Tim Pekerjaan Penyusunan Masterplan Persampahan 117 CV.4.1. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas .

yang akan mendukung tenaga profesional dalam melaksanakan tugasnya. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas . mobilisasi tenaga profesional oleh pihak konsultan dengan berbagai disiplin ilmu yang berbeda sesuai dengan kebutuhan dalam kegiatan ini nantinya. Pemberi kerja senantiasa akan memberikan instruksi/perintah kerja. BAPPEDA Kota Denapasar adalah pihak yang mengharapkan hasil pekerjaan ini secara optimal. Tri Matra Disain.5. 118 CV. agar dapat dicapai suatu pola tata koordinasi pelaksanaan pekerjaan secara baik. kualitas pula kerja yang dapat jadwal dipertanggungjawabkan. tim konsultan juga akan memobilisasi tenaga pendukung. Untuk itu. Berikut ini. untuk lebih jelasnya dipaparkan dalam Tabel Jadwal Penugasan Personil tim konsultan dalam pelaksanaan pekerjaan dan nama personil tenaga profesional yang terlibat secara langsung dalam kegiatan ini. penugasan Personil Tim Konsultan disusun berdasarkan jenis dan macam pekerjaan yang tersurat didalam Kerangka Acuan Kerja (KAK). kebutuhan mobilisasi tenaga penunjang akan selalu memperimbangkan kebutuhan tenaga profesional. Oleh karena itu. Selain itu. Hubungan kerjasama antar personil.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR B. Untuk diperlukan pengaturan pelaksanaan penugasan personil dan sampai sejauh mana keterlibatan masingmasing personil terhadap kegiatan pekerjaan ini. Komposisi Tim dan Penugasan Berdasarkan pengalaman konsultan dalam melaksanakan pekerjaanpekerjaan sejenis. serta koordinasi pelaksanaan pekerjaan berperan penting dalam menghasilkan itu. Tim didukung sepenuhnya oleh semua fungsional dari CV. Dalam menunjang pelaksanaan pekerjaan Penyusunan Penyusunan Masterplan Persampahan Kota Denpasar ini. serta menyetujui hasil pekerjaan yang dihasilkan konsultan. diperlukan pengaturan jadwal pelaksanaan pekerjaan.

USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR Tabel H. Jadwal Penugasan Tenaga Ahli 119 CV.1. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas .

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->