Anda di halaman 1dari 6

BAB 1: Pendahuluan

Sehubungan dengan mata kuliah asas- asas hukum pidana perkembangan, kami mempelajari mengenai percobaan dan penyertaan. Dalam makalah ini, saya akan mengulas mengenai contoh- contoh dari penyertaan dan percobaan berikut dengan analisis dan kesimpulan saya. Sebelum saya masuk pada contoh kasus nyata penyertaan dan percobaan, saya akan menjelaskan mengenai apa itu penyertaan dan percobaan dari apa yang saya dapat dari kelas Pak Sofyan Sastrawidjaja, SH dan Ibu Chloryne Tri Isana Dewi, SH, LL. M. Penyertaan terjadi apabila beberapa orang atau lebih melakuka suatu tindakan pidana dengan kata lain aoabila suatu tindak pidana terlibat dari banyak orang. Pokok persoalan dari penyertaan untuk menentukan pertanggungjawaban para peserta terhadap suatu tindak piadana hal ini disebabkan oleh karena dalam suatu tindak pidana terlibat beberapa orang ( banyak orang) dan hubungan tiap- tiap peserta berbeda- beda/ bermacam- macam, adapula hanya seseorang saja dengan berkehndak melakukan suatu tindakan pidana tetapi tidak mau melakukannya sendiri. Dia menggerakkan orang lain untuk melakukan tindak pidana itu, ada pula hanya seseorang yang melakukan tindak pidana tapi seorang lainnya hanya membantu melakukan tindak pidana tersebut. KUHP merinci penyertaan ke dalam dua golongan. Yang pertama adalah para pelaku (daders) yang diatur dalam pasal 55 ayat 1 butir 1 dan 2 KUHP terdiri dari 4 bentuk. Terdiri dari mereka yang melakukan tindak pidana, mereka yang menyuruh melakukan tindak pidana, merka yang turut serta melaukan tindak pidana, mereka yang dengan sengaja menganjurkan melakukan tindak pidana. Dan yang kedua adalah para pembantu, terdiri dari mereka yang dengan sengaja membantu pada saat kejahatn dilakukan ( pasal 56 butir 1 KUHP) dan mereka yang dengan sengaja membantu sebelum kejahatan dilakukan ( pasal 56 butir 2 KUHP) Menyangkut percobaan, KUHP tidak memberikan rumusan arti dari percobaan. Menurut Moeljatno,percobaan itu menuju suatu hal, tetapi tidak sampai, sudah dimulai, namun tidak selesai. Unsur- unsure percobaan adalah niat, permulaan pelaksanaan, dan tidak selesainya. Mengenai permulaan pelaksanaan terdapat dua teori. Teori subjektif, permulaan pelaksanan perwujudan niat pelaku, perbuatan pelaksanaan secara psikis pembuat sanggup melakukannya. Teori objektif, permulaan pelaksanaanya benar- benar nyata maksud dari niatnya. Menurut Moeljatno dan RKUHP permulaan pelaksanaan harus memenuhi 3 syarat yakni, secara objektif, secara subjektif dan perbuatan yang dilakukan bersifat melawan hukum. Percobaan terdiri dari percobaan selesai, percobaan tidak selesai, percobaan terkualifikasi, dan percobaan tidak mampu. Dalam percobaan selesai, pelaku telah melakukan semua perbuatan yang diperlukan untuk menyelesaikan tindak pidana, tetapi tindak pidana tidak terwujud. Percobaan tidak selesai, ketika pelaku melakukan perbuatan pelaksanaan, ia dihalangi atau dihentikan sebelum menyelesaikan perbuatan pelaksanaan. Percobaan terkualifikasi, pelaku bermaksud menyelesaikan tindak pidana, tetapi tidak mencapai hasil yang dimaksdu pelaku, melainkan menghasilkan tindak pidana lain. Dan terakhir percobaan tidak mampu, percobaan untuk melakukan tindak pidana yang tidak mungkin untuk diselesaikan karena alat yang tidak mampu dan objek tidak mampu.

Penyertaan Pelajar SMA Terlibat Perampokan Analisis: 1. Tindak pidana yang dilakukan adalah Pencurian (pasal 365 KUHP) 2. Pelakunya terdiri dari dua orang yang salah satunya melakukan tindak pidana dan yang lainnya sengaja membantu kejahatan pencurian tersebut. 3. Tindak pidana yang dilakukan dalah penyertaan yang turut serta, dimana turut serta memiliki 5 syarat yakni : a. harus ada seseorang yang berkehendak untuk melakukan suatu tindak pidana dengan menggerakan orang lain b. harus ada orang lain yang dapat digerakkan untuk melakukan tindak pidanan itu c. cara mengerjakannya harus mempergunakan cara- cara atau salah satu cara yang diatur secara limitative dalam pasa 55 ayat 1 dan buti 2 KUHP d. orang yang digerakkan/ pelaku materil harus benar- benar melaksanakan/ melakukan tindak pidana yang idkehendaki orang yang menggerakan e. orang yang digerakkan harus dapat dipertanggungjawabkan. 4. Turut berbuat terdiri dari 3 kemungkinan yakni : a. mereka masing- masing memenuhi semua unsur dalam tindak pidana b. salah seorang memenuhi salah satu unsure tindak pidana sedangkan yang lain tidak c. tidak seorang memenuhi unsure tindak pidana tapi mereka bersama- sama melakukan tindak pidana Maka dalam kasus ini termasuk pada turut berbuat yang mereka masing- masing memenuhi semua unsure dalam tindak pidana, Mereka masing- masing dapat pula disebut pelaku tindak pidana. 5. Tetapi perampokan tersebut gagal dilaksanakan karena warga berhasil menangkap salah satu pelaku. Maka dapat dikatakan sebagai gabungan dari tindak pidana penyertaan dan percobaan. Dan percobaan yang terjadi dalam kasus tersebut dapat digolongkan kepada percobaan tidak selesai, karena ketika pelaku melakukan perbuatan pelaksanaan, ia dihalangi atau dihentikan sebelum menyelesaikan perbuatan pelaksanaan.

Percobaan ABG Selamat dari Perkosaan Analisis: 1. Tindak pidana yang dilakukan adalah percobaan pemerkosaan 2. Pelakunya adalah terdiri dari satu orang 3. Tindak pidana ini sudah memenuhi tiga unsure percobaan yakni: niat, permulaan pelaksanaan, dan tidak selesainya. 4. Tindak pidana tersebut pelaksanaanya untuk melakukan kejahatan sudah dimulai tetapi tidak selesai dan kehendak untuk melakukan kejahatan tertentu yang telah diwujudkan dalam permulaan pelaksanaan 5. Percobaan terdiri dari percobaan selesai, percobaan tidak selesai, percobaan terkualifikasi, dan percobaan tidak mampu. a. Dalam percobaan selesai, pelaku telah melakukan semua perbuatan yang diperlukan untuk menyelesaikan tindak pidana, tetapi tindak pidana tidak terwujud. b. Percobaan tidak selesai, ketika pelaku melakukan perbuatan pelaksanaan, ia dihalangi atau dihentikan sebelum menyelesaikan perbuatan pelaksanaan. c. Percobaan terkualifikasi, pelaku bermaksud menyelesaikan tindak pidana, tetapi tidak mencapai hasil yang dimaksdu pelaku, melainkan menghasilkan tindak pidana lain. d. Dan terakhir percobaan tidak mampu, percobaan untuk melakukan tindak pidana yang tidak mungkin untuk diselesaikan karena alat yang tidak mampu dan objek tidak mampu. Dalam kasus ini termasuk percobaan yang tidak selesai karena, ketika pelaku melakukan perbuatan pelaksanaan, ia dihentikan oleh keadaan dimana si perempuan sedang mengalami menstruasi. 6. Permulaan pelaksanaan a. Menurut teori subjektif, permulaan pelaksanaan adalah pada saat si pelaku menyelinap masuk ke rumah dari pintu depan rumah korban b. Menurut teori oebjektif, permulaan pelaksanaan adalah pada saat si pelaku sudah menelanjangi si korban. 7. Namun karena korban adalah anak dibawah umur (15 tahun) maka pelaku idjerat dengan pasal 82 UU RI No. 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman 15 tahun penjara.

BAB 3: Kesimpulan
Dalam kedua kasus di atas, mengenai penyertaan dan percobaan tersebut sudah memenuhi unsur- unsure yang ada dalam teori- teori yang dibuat oleh para ahli dan dan KUHP. Dan setelah ditinjau kembali ternyata gabungan antara percobaan dan penyertaan bisa saja terjadi. Dapat dilihat dari kasus Pelajar SMA Terlibat Perampokan, dimana para pelaku sudah sempat membancok korban namun tidak berhasil mencuri motor krn dihambat oleh warga. Dan dari penguraian kasus di atas dan proses analisis sangat membantu dalam menemukan pasal yang tepat untuk menjerat para pelaku.

ANALISIS KASUS PERNYERTAAN DAN PERCOBAAN


Asas- asas hukum pidana perkembangan

Reiko Raisa 110110100135 Universitas Padjadjaran Bandung

BAB 2: Isi