Konsep Dasar Laparatomi Eksplorasi

Posted on 21:23 No Comments Label: Keperawatan Medikal Bedah a. Pengertian Laparatomi Eksplorasi Bedah laparatomi merupakan tindakan operasi pada daerah abdomen, bedah laparatomi merupakan teknik sayatan yang dilakukan pada daerah abdomen yang dapat dilakukan pada bedah digestif dan kandungan. (http://medicastore.laparatomi.co.id, di akses 27 april 2010). Adapun tindakan bedah digestif yang sering dilakukan dengan teknik sayatan arah laparatomi yaitu: Herniotorni, gasterektomi, kolesistoduodenostomi, hepateroktomi, splenorafi/splenotomi, apendektomi, kolostomi, hemoroidektomi dan fistulotomi atau fistulektomi. Tindakan bedah kandungan yang sering dilakukan dengan teknik sayatan arah laparatomi adalah berbagai jenis operasi uterus, operasi pada tuba fallopi dan operasi ovarium (Prawirohardjo), yaitu: histerektomi baik itu histerektomi total, histerektomi sub total, histerektomi radikal, eksenterasi pelvic dan salingo-coforektomi bilateral. Selain tindakan bedah dengan teknik sayatan laparatomi pada bedah digestif dan kandungan, teknik ini juga sering dilakukan pada pembedahan organ lain, menurut Spencer (1994) antara lain ginjal dan kandung kemih. Ada 4 (empat) cara, yaitu : 1) Midline incision 2) Paramedian, yaitu : panjang (12,5 cm) ± sedikit ke tepi dari garis tengah 3) Transverse upper abdomen incision, yaitu : sisi di bagian atas, misalnya pembedahan colesistotomy dan splenektomy 4) Transverse lower abdomen incision, yaitu : 4 cm di atas anterior spinal iliaka, ± insisi melintang di bagian bawah misalnya : pada operasi appendictomy. b. Indikasi Laparatomi 1) Trauma abdomen (tumpul atau tajam) / Ruptur hepar 2) Peritonitis 3) Perdarahan saluran pencernaan (Internal Blooding) 4) Sumbatan pada usus halus dan usus besar 5) Masa pada abdomen (Sjamsuhidajat R, Jong WD, 1997). c. Komplikasi 1) Ventilasi paru tidak adekuat 2) Gangguan kardiovaskuler : hipertensi, aritmia jantung 3) Gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit 4) Gangguan rasa nyaman dan kecelakaan d. Post Laparatomi Perawatan post laparatomi adalah bentuk pelayanan perawatan yang diberikan kepada pasienpasien yang telah menjalani operasi pembedahan perut. e. Tujuan Perawatan Post Laparatomi 1) Mengurangi komplikasi akibat pembedahan 2) Mempercepat penyembuhan 3) Mengembalikan fungsi pasien semaksimal mungkin seperti sebelum operasi 4) Mempertahankan konsep diri pasien 5) Mempersiapkan pasien pulang f. Komplikasi Post Laparatomi 1) Tromboplebitis

Pencegahan tromboplebitis yaitu latihan kaki post operasi. Faktor penyebab dehisensi atau eviserasi adalah infeksi luka. Bahaya besar tromboplebitis timbul bila darah tersebut lepas dari dinding pembuluh darah vena dan ikut aliran darah sebagai emboli ke paru-paru. Dehisensi Luka atau Eviserasi Dehisensi luka merupakan terbukanya tepi-tepi luka. Organisme yang paling sering menimbulkan infeksi adalah stapilokokus aureus. seluruh pinggiran sel epitel timbul sempurna dalam 1 minggu. organisme . Jaringan baru tumbuh dengan kuat dan kemerahan. Meningkatkan intake makanan tinggi kalori dan tinggi protein ( TKTP) 2). Proses Penyembuhan Luka a). Latihan alih baring dan turun dari tempat tidur. Fase kedua (Proliferatif) Dari hari ke 3 sampai hari ke 14. latihan mobilisasi dini. d). menggerakan otot-otot kaki. Fase keempat (fase terakhir) Pada fase penyembuhan akan menyusut dan mengkerut. Intervensi untuk Meningkatkan Penyembuhan 1). Batang lekosit banyak yang rusak/rapuh. g. semuanya dilakukan hari ke 2 post opersi. Eviserasi luka adalah keluarnya organorgan dalam melalui insisi. Pengisian oleh kolagen. Coolest Site . latihan batuk. timbul jaringan-jaringan baru dan otot dapat digunakan kembali. Pencegahan infeksi h. ambulatif dini dan kaos kaki TED yang dipakai klien sebelum mencoba ambulatif. Fase pertama (Inflamasi) Berlangsung sampai hari ke 3. kesalahan menutup waktu pembedahan. Infeksi Infeksi luka sering muncul pada 36-46 jam setelah operasi. 3). hati dan otak. 4). menggerakan otot-otot bokong. Untuk menghindari infeksi luka yang pali penting adalah perawatan luka dengan mempertahankan aseptik dan antiseptik. Latiahn-latihan fisik diantaranya latihan nafas dalam. c). Sel-sel darah baru berkembang menjadi penyembuh dimana serabut-serabut bening digunakan sebagai kerangka.Tromboplebitis post opersi biasanya timbul 7-14 hari setelah operasi. Menghindari obat-obat anti radang seperti steroid 3). Pengembalian Fungsi Fisik Pengembalian fungsi fisik dilakukan segera setelah operasi dengan latihan nafas dan batuk efektif. Stapilokokus mengakibatkan pernanahan. ketegangan yang berat pada dinding abdomen sebagai akibat dari batuk dan muntah. Fase ketiga (Maturasi) Sekitar 2 sampai 10 minggu kolagen terus menerus ditimbun. 2). b).gram positif.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful