Anda di halaman 1dari 26

BAGIAN FUNGISIDA

Cakupan dan pengertian Fungisida Jenis Jenis Fungisida Mode of action Fungisida Fungisida Kontak dan Sistemik Terjadinya resistensi Patogen

Dalam PHT, digunakan sebagai alternatif terakhir ( ? ) Penggunaan yang tidak tepat berakibat : 1.Fitotoksik 2. Polusi Lingkungan 3. Resistensi Patogen 4. Kesehatan ( Pembatasan MRL)

Maka perlu Penggunaan yang Tepat. Bagaimana caranya ? Mengapa Memilih Pestisida ? Hasilnya tampak Mudah dikerjakan oleh tenaga kurang terdidik Sifatnya Umum Mudah didapatkan

Pengertian Fungisida ?
Fungus

: Jamur, Caedo : Membunuh Jadi Fungisida adalah bahan kimia yang dapat membunuh Jamur. Fungisida ( Pestisida ) memiliki nama dagang dan nama kimia atau active ingridien. Coba berikan beberapa contohnya fungisida ( Nama dagang dan bahan aktifnya )

SIFAT SIFAT FUNGISIDA YANG BAIK Meracun patogen sasaran Tidak bersifat fitotoksik Efek residunya minimal , agar tidak polusi Tidak mudah terbakar Tidak merusak alat Dapat merata dan melekat pada daun Aktif dalam waktu yang tidak terlalu lama Adakah yang ideal seperti diatas?

KAPAN FUNGISIDA DI GUNAKAN

Terjadwal ? Ambang ekonomi ? Ambang Potensial ( Potensi terjadinya penyakit yang didasarkan pada segitiga penyakit ). Ini yang sering digunakan. Apabila kondisi mendukung, dapat dilakukan penyemprotan preventif, sebaliknya menunggu sampai terjadinya penyakit sering terlamabat. Mengapa?

Mengapa Terlambat ? 1. Penyakit berkembang sangat cepat 2. Sumber inokulum tidak nampak 3. Sering inokulum dari lahan tetangga

MACAM FUNGISIDA BERDASARKAN FUNGSINYA

Protektan : ( sebagai pelindung )


Pemakaiannya sebelum infeksi,
fungisidanya bersifat kontak

Eradikan ( menghilangkan )
Untuk menghilangkan sumber inokulum

Khemoterapetan ( menyembuhkan )
Fungisida sistemik, dan dapat menyembuhkan tanaman yang sakit

MACAM FUNGISIDA BERDSARKAN CARA KERJANYA


1.

2.

Kontak, yaitu fungisida yang bekerja hanya pada tempat dimana terjadi kontak antara obyek sasaran dengan fungisida Sistemik, yaitu fungisida yang dapat masuk dalam tanaman, sehingga dapat membunuh patogen sasaran yang berada dalam inang.

Macam Fungisida berdasarkan Sifat Sifatnya


1.

Fungisidal : Membunuh jamur Fungistatik : Menghambat Pertumbuhan Genestatik : Menghambat sporulasi

2.

3.

MACAM FUNGISIDA BERDASARKAN FORMULASINYA


1. 2.

3.
4.

Wettabel Powder ( WP) Emulsifiabel concentrate ( EC) Dust ( D)/ Dust concentrate Granular ( G )

PERKEMBANGAN FUNGISIDA
1. 2. 3.

4.

Generasi I : Fungisida an organik golongan logam berat (S dan Cu ) Generasi ll : Organik belerang dan cl Generasi lll : Generasi sistemik, Translokasi ke atas, ( apoplastik ) ex. Oksatiin Generasi lV : Sistemik ambimobil , apoplastik dan symplastik. Ex. Asilalanin

Fungisida Cu ( tembaga ) :
Cu So4 + Ca( OH)2 = Bubur Burdeaux CuSo4 + NaCO3 = Bubur Burgundy CuSo4 + NH4CO3 = Bubur Chesunt

Terusi Bersifat asam, toksik pada banyak jamur namun juga bersifat Fitotoksik, maka perlu ditambah kapur ( basa ). Kelemahan : Korosi pada alat, Tidak dapat disimpan, Lubang nozle buntu, mengendap pada daun sehingga kurang disuka konsumen

MENGAPA CU DAPAT DIPAKAI SEBAGAI FUNGISIDA


1.

2.

Sebagai logam berat Punya daya oligodinamik, dan menyebabkan koagulasi protoplas patogen Sebagai Kation CU , bereaksi dengan gugus SH dari asam amino dan ensim dari jamur. Akibatnya adalah : a. Denaturasi protein b. Permeabilitas membran sel terganggu c. Pertumbuhan jamur terhambat

FUNGISIDA BELERANG ( S)

Belerang ( S) + Kapur = Bubur kalifornia Digunakan bukan karena lebih toksik, tetapi fitotoksiknya lebih rendah dari pada logam berat ( CU). Mekanisme kerja Sulfur, Berpengaruh pada transpot elektron sepanjang sitokrom dan kemudian direduksi menjadi Hidrogen sulfida (H2S). Ini yang toksik pada protein patogen Kekurangan : dapat merusakalat, dan bahaya ke mata

FUNGISIDA ORGANIK ( ll)


An

organik dianggap kurang manjur Fungisida organik memiliki beberapa kelebihan , yaitu :

Dosis efektifnya relatif rendah Fitotoksiknya lebih rendah Lebih aman terhadap lingkungan

Senyawa Belerang (S)


terbanyak adalah golongan Fungisida Karbamat Turunan Fungisida karbamat meliputi :


Ferbam Tiram Ziram Nabam Zineb Maneb Mankozeb

Mekanisme karbamat : Gugus C=S ditiokarbamat oleh jamur diubah menjadi isotiosianat ( N=C=S), dan senyawa ini akan menginaktifasi gugus SH asam amaino pada jamur.

Senyawa Clor (cl)


menghambat NH2 dan SH pada asam amina jamur. Beberapa keturunanya adalah :
Dapat

PCNB Klorotalonil Kaptan Folfet Kaptafol

FUNGISIDA SISTEMIK ( lll)

Dapat masuk dalam badan tumbuhan sehingga dapat membunuhpatogen walaupun tidak langsung bersentuhan Golongan Oksatiin : Hanya terangkut keatas lewat xilem Golongan Asilalanin : Dapat terangkut keatas dan kebawah Golongan Benzimidazol : Benomil, Karbendazim, tiabendazol, tiofanat Golongan Fosfat organik : Fasetil Al Golongan Pirimidin Golongan Triazol

Hampir semua fungisida sistemik berperan dalam menghambat satu atau beberapa langkah yang spesifik dalam metabolisme patogen. Akibatnya setelah dipakai beberapa tahun akan dapat muncul strain baru patogen. Fungisida memberikan tekanan seleksi sehingga patogen resisten Misalnya : Benomil akan dapat menghambat pembelahan inti, oksatin menghambat suksinat hidrogenase, yaitu ensim pada proses respirasi mitokondria. Fasetil Al dismping berfungsi untuk fungisida , juga dapat berfungsi meningkatkan ketahanan tanaman, melalui (1) Mengubah sel dinding inang, (2) Membatasi koensim esensial pada inang, (3) Merubah laju dan arah metabolisme ke pemben. Fitoaleksin.

TERJADINYA RESISTENSI PATOGEN

Keuntungan pestisida sistemik : Diserap dalam jaringan melalui proses difusi, ditranlokasi secara ambimobil, dapat mecapai sasaran walau tidak terjadi kontak, memberikan efek perlindungan dan eradikasi, dan tidak muda tercuci dan Tidak mudah menguap. Kelemahannya: Residu pada material pertanian, sepektrumnya sempit, dan memberikan tekanan seleksi akibat terlalu spesifik dalm mekanisme penghambatannya, sehingga mudah terjadi resistensi dengan membbentuk strain baru.

Mode Of Action Fungisida sistemik


1.

2.
3. 4. 5. 6. 7.

Penghambatan sintesis Protein Penghambatan sintesis asam nukleat Gangguan pembelahan mitosis Penghambatan sintesis chitin Penghambatan sintesis Sterol Penghambatan sintesis Respirasi Perubahan struktur sel

Mekanisme Resistensi patogen terhadap penggunaan fungisida sistemik

Mekanisme Genetik 2. Mekanisme Biokimiawi


1.

Apa fungsi seed treatmen fungisida ridomil pada benih jagung ?

Mekanisme Genetik
1.

2.

3.

Adaptasi fenotipik : akibat penggunaan terus menerus, sub letal, tidak mantap dan muda peka kembali, tidak terlalu masalah dilapang. Ketahanan Ekstra kromosomal ( sitoplasmik) : pengaruh pada sistem mitokondria, sintesis protein, tranpot elektron, fosforilasi oksidatif. Ketahanan kromosomal :Pengaruh terhadap gen pada kromosom

Mekanisme Biokimiawi
1.

2.

3.
4. 5.

6.

Modifikasi terhadap site peka : Pengurangan terhadap afinitas pada site of action sebab perubahan susunan ribosom Pemintasan jalur alternatif/ sirkumvensi ( By pass dari site yang terhalang) Pengurangan terhdap permeabilitas membran sel Detoksifikasi ( Penawaran senyawa toksin ) Pengurangan daya konversi : pengurangan daya patogen untuk mengubah menjadi toksik sehingga senyawa tidak toksik Kompensasi : Peningkatan produksi ensim yang telah terhambat oleh fungisida.

RESISTENSI SILANG ( CROSS RESISTANCE)

Ketahanan

jamur terhadap senyawa yang mempunyai mode of action yang sama Karena perubahan genetik Penting untuk pertimbangan apabila mengganti fungisida lain atau mau mencampur fungisida

CARA MENANGGULANGI RESISTENSI


1.

2.

Penggunaan fungisida secara tepat Apabila terpaksa menggunakan sistemik maka perlu langkah :
a. Tidak menggunakan yg berdaya sangat spesifik b. Tidak menggunakan satu jenis secara terus menerus c. Menggunakan yang memiliki of action berbeda secara selang seling d. Untuk membunuh strain baru : perlu aplikasi yang kontak

3.

Pemantauan terhadap timbulnya strain yang tahan