Anda di halaman 1dari 8

BAB II TINJAUAN PUSTAKA II.

1 Pengertian Inspeksi K3 Latar Belakang Diadakan nya Inspeksi K3 karena Kesehatan Kerja merupakan faktor penting dalam pelaksanaan proses produksi dalam suatu perusahaan, setiap pekerjaan ada risiko bahaya kecelakaan, setiap kecelakaan, ada penyebabnya dan dapat dicegah, salah satu pencegahan dengan cara inspeksi. Manajemen perusahan dan seluruh karyawan bertanggung jawab atas Keselamatan dan kesehatan kerja dilingkungan kerjanya.Inspeksi K3 adalah suatu kegiatan pengamatan atau pemeriksaan terhadap pelaksanaan K3 Inspeksi K3 adalah suatu kegiatan pengamatan atau pemeriksaan terhadap pelaksanaan K3.Keselamatan dan Kesehatan Kerja mempunyai peranan penting didalam program pencegahan kecelakaan. Telah kita yakini bahwa kecelakaan tidak terjadi begitu saja, tetapi ada faktor-faktor penyebab yaitu :

Unsafe condition / keadaaan yang tidak aman Unsafe action / tindakan yang tidak aman Atau kombinasi keduanya Dengan demikian bahwa usaha- usaha untuk mencegah terjadinya

kecelakaan diawali dengan mampu menemukan faktor penyebab diatas, dengan melakukan inspeksi secara teratur, terencana dan sistimatis. Maksud dan tujuan dilakukan inspeksi keselamatan kerja bukan untuk mencari kesalahan tetapi untuk menyakinkan apakah semua tata kerja dilaksanakan sesuai norma-norma keselamatan dan Kesehatan Kerja. Di dalam inspeksi yang melakukan
inspeksi yaitu :Top

Manajemen,Midle

Manajemen,

Lower

Manajemen,Karyawan,Manajer K3, Tim Safety Patrol. II.2 Jenis dan Frekuensi Inspeksi K3 Inspeksi mempunyai beberapa jenis dan frekuensi yaitu :

a. Inspeksi Rutin Terhadap sumber-sumber bahaya ( Hazard) di tempat kerja secara menyeluruh. Direncakan dengan cara WALK-THROUGH SURVEY keseluruh area kerja dan bersifat komprehensif Jadwal pelaksanakan rutin ( Sudah ditentukan : 1x bulan) Dilakukan bersama-sama ahli K3 atau perwakilan tenaga kerja dengan pihak manajemen. Bagi perusahaan yang tidak memiliki ahli K3 sendiri, dapat menggunakan ahli K3 dari luar perusahaan yang akan membantu memberikan saran-saran tentang penanganan masalah-masalah K3 di tempat kerja. Pelaksanaan Inspeksi terhadap sumber-sumber bahaya pada area khusus sebaiknya dilakukan dengan melibatkan seseorang yang mempunyai keahlian khusus. Hasil yang ditemukan segera ditindak lanjuti, dan setiap permasalahan yang telah diidentifikasi dari hasil survey harus selalu tercatat dan dibukukan. Setiap laporan inspeksi harus penanggung jawab kegiatan inspeksi Hasil inspeksi yang telah ditulis dalam bentuk laporan harus disampaiakan kepada pihak manajemen, sehingga langkah perbaikan segera dilakukan Keuntungan :
-

inspeksi harus ditandatangani oleh

Inspekctur dapat mencurahkan segala perhatiannya untuk melakukan inspeksi. Inspekstur dapat melakukan observasi menyeluruh tentang K3 di tempat kerja Checklist yang akan digunakan untuk inspeksi telah disiapkan dengan

baik.laporan temuan dan rekomendasi segera dapat dibuat untuk meningkatkan kesadaran tentang adanya bahaya di tempat kerja, serta tindakan korektif yang sesuai segera di implementasikan dalam upaya mengadakan sarana pencegahan kecelakaan dan kerugian yang lebih besar.

b. Inspeksi INFORMAL

Merupakan inspeksi yang tidak terencana Inspeksi yang bersifat sederhana Dilakukan atas kesadaran orang-orang yang menemukan atau melihat masalah K3 di dalam pekerjaanya sehari hari

Jika ditemukan masalah maka langsung dapat dideteksi, dilaporkan dan segera dapat dilakukan tindakan korektif.

Keterbatasan : Inspeksi tidak dilakukan secara sistematik sehingga tidak bisa mencakup gambaran permasalahan secara keseluruhan.

Akan sangat efektif bila inspeksi informal ini dijadikan kebijakan manajemen.

Masalah-masalah yang ditemukan langsung dapat didokumentasikan berupa catatan singkat / foto sesuai prosedur dan di buat laporan secara sederhana.

c. Inspeksi Khusus Terhadap objek-objek atau area tertentu mempunyai resiko tinggi terhadap kerugian dan kecelakaan kerja.Dilakukan berdasarkan adanya keluhan atau komplain dari tenaga kerja di suatu unit kerja. Dilakukan berdasarkan adanya permintaan atau instruksi dari pengurus perusahaan.Direncanakan hanya untuk diarahakan kepada kondisi-kondisi tertentu, seperti : Mesin-mesin, alat kerja dan tempat-tempat khusus yang meiliki resiko kerja tinggi. * Langkah dalam membuat daftar inventarisasi objek inspeksi khusus adalah : Kategorikan dan buat daftar objek yang dianggap penting & krusial di perusahaan
-

Rencanakan atau gambarkan area yang menjadi tanggung jawab masingmasing unit kerja

Susun daftar inventarisasi dengan baik dan terstruktur.

Buatlah Recordkeeping : Identifikasi setiap mesin & peralatan, indikasi apa yang akan di inspeksi, identifikasi siapa petugas dan penanggung jawab inspeksi n berapa sering dilakukan inspeksi.

II.3 Tujuan Inspeksi K3 Tujuan Inspeksi K3 adalah untuk mengetahui tindakan dan kondisi yang dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku untuk mencegah bahaya dan kecelakaan, selain itu tujuan diadakannya Inspeksi Keselamatan dan Kesehatan Kerja yaitu : 1. 2. 3. 4. 5. 6. Mengidentifikasi problem problem yang mungkin terjadi Mengidentifikasi kekurangan-kekurangan pada peralatan. Mengidentifikasi tindakan tidak standar / tidak aman pekerja Mengidentifikasi dampak dari perubahan / pergantian suatu proses / material Mengidentifikasi kekurangan kekurangan dalam suatu perbaikan Melokalisasi dan menetralisir bahaya-bahaya yang ada. Pada prinsipnya maksud dan tujuan inspeksi adalah untuk menemukan atau mengidentifikasi unsafe action dan unsafe condition dan menentukan penyebab dasar agar dapat Melakukan tindakan perbaikan, sehingga kondisi dan tindakan tidak aman tidak sempat menyebabkan suatau kecelakaan. II.4 Manfaat Inspeksi K3 . Disamping maksud dan tujuan diatas, suatu inspeksi Keselamatan Kerja juga mempunyai manfaat yaitu : 1. Dapat melakuakan pembetulan segera terhadap tindakan atau kondisi tidak standar ( tidak aman) yang ditemukan selama inspeksi. 2. Inpeksi secara teratur dan berkelanjutan mendorong para pekerja untuk lebih tanggap terhadap tindakan tidak aman yang dilakukan oleh sesama pekerja serta akan lebih giat memeriksa kondisi tidak aman suatu alat / tempat kerja. 3. Menetapkan secara tepat alat-alat pelindung keselamatan yang diperlukan untuk setiap jenis dan kondisi kerja.

4. Inspeksi dapat memberikan semangat serta meningkatkan keseadaran setiap pekerja terhadap pentingnya K-3 5. Inspeksi membantu apresiasi serta sekaligus merealisasikan program K-3 dikalangan para karyawan. Dalam melakukan inspeksi seseorang seharusnya tidak hanya mendeteksi atau mencari tindakan tidak standar / aman atau kondisi tidak standar / aman secara phisik, tetapi harus pula dapat mengevaluasi dan menentukan penyebab dasar, mengapa tindakan dan kondisi tidak standar / aman dapat terjadi. Selanjutnya menentukan tindakan perbaikan yang harus dilakukan. Sebelum melakukan inspeksi harus terlebih dahulu mengevaluasi atau menganalisa semua temuan, kerusakan atau insiden yang pernah terjadi sebelumnya, sehingga nantinya dapat memberikan pehatian khusus terhadap kondisi dan tindakan tidak aman yang berpotensi menimbulkan permasalahan K-3. II. 5 Sasaran Dan kebutuhan Inspeksi K3 Sasaran Inspeksi : - Pemeriksaan langsung thd pelaksanaan K3 pada setiap obyek kerja - Identifikasi problem atas kondisi dan tindakan bahaya - Memperoleh data dan fakta sebenarnya - Mengukur kinerja K3 - Melakukan tindakan koreksi/perbaikan - Tingkatkan komitmen &kinerja K3 Identifikasi risiko bahaya yang tidak terdeteksi dalam analisa pekerjaan Untuk mengetahui kekurangan pada peralatan yang potensi bahaya Mengenali tindakan tidak aman karyawan Identifikasi dampak perubahan dlam proses Identifikasi tindakan perbaikan Penilaian kinerja manajemen dalam pengelolaan K3

Kebutuhan Ispeksi :

Menunjukkan komitmen manajemen dalam kegiatan K3 yang bertanggung jawab atas K3 dibantu oleh manajer K3

II.6 Komponen dan Prinsip dalam Inspeksi Komponen Inspeksi K3 : Pengukuran dan Pengujian Kesesuaian Penerapan Standar &Prosedur

Prinsip Inspeksi K3 : Pastikan Anda Tahu Areanya Periksa Secara Sistematis & Teliti Dokumentasikan Segera Tindak Lanjuti Laporkan/Komunikasikan Tentukan Penyebabnya Fokus pada penyebab dan kasusnya

II.7 Langkah - Langkah Efektif Aktivitas Inspeksi LANGKAH - LANGKAH EFEKTIF AKTIVITAS INSPEKSI Tahap Persiapan 1. Mulai dengan sikap & perilaku positif 2. Rencanakan inspeksi 3. Tentukan apa yang dilihat & pahami apa yang akan dicari 4. Buat checklist & siapkan peralatan serta bahan nspesksi. Pelaksanaan 5. Lihat laporan inspeksi sebelumnya 1. Berpedoman pada peta pabrik ( Work place mapping )

Inspeksi

& checklist 2. Cek setiap point checklist 3. Ambil tindakan perbaikan sementara bila ada masalah K3 4. Jelaskan hasil temuan

Pengembangan Upaya Perbaikan

5. Klasifikasikan hazard & tentukan faktor penyebab. 1. Perlu melakukan sesuatu untuk mencegah terjadinya kerugian nyata. Upaya pengendalian dapat terus dikembangkan dari waktu ke waktu sampai ditemukan sistem pengendalian yang efektif. 1. Membuat skala prioritas upaya-upaya perbaikan yang harus dikerjakan 2. Monitoring terhadap program perbaikan dan anggaran beaya sampai implementasi perbaikan selesai 3. Verifikasi / pembuktian bahwa tindakan perbaikan dimulai sesuai jadwal yang telah direncanakan. 4. Monitoring selama pengembangan tindakan korektif 5. Lakukan uji kelayakan setelah selesai implementasi

Tindakan Korektif

Laporan Inspeksi Review

sarana perbaikan 1. Suatu alat atau sarana yang dapat digunakan sebagai bahan informasi dan komunikasi yang efektif . 1. Lakukan tindakan review terhadap implementasi sarana perbaikan secara 2. berkala untuk memastikan bahwa tidak ada masalah lain yang ditimbulkan.

POIN-POIN PENTING DALAM KEGIATAN INSPEKSI Buat Standart Prosedur Inspeksi ( SPI) secara jelas sebelum melulai inspeksi Siapkan Checklist sesuai dengan kebutuhan Inspeksi

Pada waktu membuat checklist, TK perlu diajak diskusi sehingga kita tahu isu-isu K3 yang sedang dihadapi.

Bila memungkinkan, beri saran praktis dan petunjuk keselamatan kepada tenaga kerja terhadap metode atau cara kerja yang benar & aman dari permasalahan K3.

Jika pada waktu inspeksi ditemukan kondisi-kondisi yang tidak selamat atau tidak sehat, secepatnya hal tersebut dilaporkan kepada senior manajer.

Buatlah laporan inspeksi dan laporkan kepada manajemen yang menangani bidang K3 untuk segera dilakukan tindakan korektif.

Segera lakukan tindakan korektif berdasarkan skala prioritas tingkat resiko Arsipkan laporan sebagai dokumentasi K3 dan juga bisa di share / di publikasikan dengan informasi yang relevan lainnya.