Anda di halaman 1dari 2

Percobaan Polarisasi (Hukum Malus)

Latar Belakang Bahan polaroid merupakan bahan yang bisa meneruskan getaran medan listrk yang sejajar dengan sumbu transmisi dari bahan polaroid. Peristiwa ini dikenal dengan istilah poarisasi. Malus merumuskan hubungan yang signifikan antara sudut polaroid dengan intensitas cahaya. Polarisasi dapat diaplikasikan dalam pembuatan kaca mata tiga dimensi, efek pada Kristal kalsit dan kuarsa, kacmata pelindung sinar UV dll. Tujuan Percobaan ini bertujuan untuk mengetahui grafik hubungan antara intensitas cahaya terhadap sudut analyzer, Membandingkan intensitas cahaya terpolarisasi yang dihasilkan dari sumber cahaya masukan He-Ne dengan cahaya biasa, dan mendapatkan hubungan antara cahaya terpolarisasi Sebelum dan sesudah melewati Polarisator Ke-2 Teori Singkat Polarisasi merupakan proses pembatasan getaran vektor yang membentuk suatu gelombang transversal sehingga menjadi satu arah. Polarisasi hanya terjadi pada gelombang transversal saja dan tidak dapat terjadi pada gelombang longitudinal. Polarisasi cahaya dibedakan atas tiga macam diantaranya adalah, cahaya dikatakan mempunyai polarisasi linier apabila medan listriknya berosilasi (bergetar) pada suatu garis lurus. Jika ujung vektor medan listriknya bergerak pada suatu elips, maka cahayanya dikatakan terpolarisasi eliptik. Jika ujung vektor medan listriknya bergerak pada suatu lingkaran, maka cahayanya dikatakan terpolarisasi lingkaran Berdasarkan hukum malus, besarnya intensitas pada gelombang cahaya keluaran masing-masing polaroid pertama dan kedua adalah:

Metodologi
Alat dan Bahan Alat dan bahan yang digunakan dalam eksperimen polarisasi cahaya (hukum Malus) ini adalah sebagai berikut : Sumber laser He-Ne, Sumber Cahaya biasa, Angular Translator, 3 buah holder, polarizer, Layar pengamatan dan Photometer. Langkah Kerja Alat Dirangkai Dengan Dua Perlakuan: Sumber Cahaya Biasa dan Sumber Cahaya He-Ne

Sumbu Transmisi Polarizer ke-2 diubah-ubah dengan kelipatan 10 dari sudut 0 hingga sudut 90 terhadap Sumbu Transmisi Polarizer ke-1 Dilakukan Pencatatan Nilai Intensitas Cahaya Pada Fotometer Untuk Masing-masing Sudut