Anda di halaman 1dari 9

Paper Jurnal Jaringan Komunikasi Data Mata Kuliah Pengantar Teknologi Informasi

Paper Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Pengantar Teknologi Informasi yang Diampu oleh Ibu Melani Indrasari Nama : Ismanto

Nim: 115092003 Jurusan Teknik Informatika Program Studi S1 Fakultas Teknologi Informasi Institut Teknologi Indonesia, 2009
0

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah Kemajuan perkembangan teknologi informasi dan telekomunikasi adalah gerbang awal menuju kehidupan manusia yang lebih baik dan efisien sebagai efek dari ilmu pengetahuan yang dikembangkan oleh manusia. Dahulu untuk berkomunikasi saja manusia masih kesulitan, namun dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi masalah komunikasi sudah bukan menjadi masalah. Ketika piranti komunikasi berupa telepon pertama kali ditemukan oleh Alexander Graham Bell, hal tersebut belum disadari oleh kebanyakan umat manusia namun dengan penemuan itu ternyata menjadi awal dari perkembangan telekomunikasi yang akhirnya menjadi berkembang pesat seperti sekarang. Piranti telekomunikasi pertama kali masih menggunakan kabel yang besar rumit dan banyak, piranti kabel memang masih digunakan sampai sekarang namun para ahli masih memikirkan untuk beralih ke telekomunikasi yang bersifat mobile dan praktis. Dan hal tersebutlah yang menjadi landasan dan latar belakang bagi kemajuan pengembangan telekomunikasi nirkabel (wireless / unguided). B. Perumusan Masalah Contoh dari media unguided banyak sekali namun dalam hal ini akan difokuskan mengenai transmisi wireless dalam bidang komunikasi data antar jaringan internet dan komputer. Perkembangan aplikasi wireless untuk komputer dan internet sudah sedemikian pesat antara lain dengan berkembang pesatnya aplikasi wireless misalnya hotspot area. Karena perkembangan inilah media komunikasi menggunakan wireless akan dibahas dalam makalah ini. C. Tujuan Penulisan Paper Tujuan dari paper ini adalah untuk memahami sekilas tentang media unguided. Setelah mengetahui sedikit mengenai media transmisi wireless diharapkan kita dapat membudayakan penggunaan teknologi wireless untuk di berbagai bidang kehidupan. Media unguided juga harus disosialisasikan sebagai teknologi masa depan pengganti media kabel yang masih menjadi tulang punggung dunia telekomunikasi saat ini. 1

BAB II PEMBAHASAN

Unguided media atau komunikasi tanpa kabel yang mentransmisikan gelombang elektromagnetik tanpa menggunakan konduktor secara fisik seperti kabel atau serat fisik. Sinyal dikirimkan secara broadcast melalui udara (atau air, dalam beberapa kasus). Contoh sederhana adalah gelombang radio seperti microwave, infrared, wireless mobile dan sebagainya. Berikut sedikit contoh karakteristik dari media unguded yaitu wireless. A. Perkembangan Standar Wireless LAN

Standar Fungsi
802.11 Standar dasar WLAN yang mendukung transmisi data 1 Mbps hingga 2 Mbps 802.11a Standar High Speed WLAN untuk 5GHz band yang mendukung transfer data hingga 54 Mbps 802.11b Standar WLAN untuk 2.4GHz yang mendukung transmisi data 5,4 hingga 11 Mbps 802.11e Perbaikan dari QoS (Quality of Service) pada semua 802.11e interface radio IEEE WLAN 802.11f Mendefenisikan komunikasi inter-access point untuk memfasilitasi beberapa vendor yang mendistribusikan WLAN 802.11g Menetapkan teknik modulasi tambahan untuk 2,4 GHz band, untuk kecepatan transfer data hingga 54 Mbps 802.11h Mendefenisikan pengaturan spectrum 5 GHz band yang digunakan di Eropa dan Asia Pasifik 802.11i Menyediakan keamanan yang lebih baik. Penentuan alamat untuk mengantisipasi kelemahan keamanan pada protokol autentifikasi dan enkripsi 802.11j Penambahan pengalamatan pada channel 4,9 GHz hingga 5 GHz untuk standar 802,11a di Jepang 2

B. Karakteristik Transmisi Wireless : Menggunakan sebuah media antena dalam mengirim dan menerima sinyal elektromagnetik Rentan intereferensi Umumnya menggunakan 2 GHz 40 Ghz Point to point, point to multi point, access point Semakin tinggi frekuensi yang digunakan maka semakin besar potensial Bandwidth dan rate datanya namun semakin pendek jaraknya C. Keunggulan Wireless Wireless lebih nyaman untuk penggunaan piranti mobile User menggunakan banyak koneksi di berbagai tempat Admin jaringan lebih mudah mengantur jaringan (tidak perlu pasang kabel, melubangi tembok, dll)

Sederhananya kita bias menggunakan laptop untuk koneksi internet di kampus, hotel, rumah makan dengan cukup menyalakan fasilitas wireless.

D. Aplikasi Transmisi Wireless a) Access Role b) Network Ekstention c) Building to building Connectivity d) Last Mile Data Delivery e) Mobility f) Small Office Home Office g) Mobile Office E. Layanan Pengembangan Wireless a) Hotspot Hotspot merupakan coverage area yang dimiliki access point agar komputer dengn perangkat wireless disekitar dapat terkoneksi internet. Hotspot menyediakan layanan wireless LAN dan internet secara gratis maupun dengan biaya. Area Hotspot biasanya menggunakan tempat area umum (seperti ruang lobby, area parkir, kantin dll) agar perangkat WLAN yang digunakan user bisa melakukan akses kelayanan Access Point. 3

Ada 3 range frekuensi umum yang dalam tranmisi wireless yaitu : 1. Frekuensi microwave dengan range 240 GHz, cocok untuk tranmisi point- to point. 2. Frekuensi dalam range 30 MHz 1 GHz, cocok untuk aplikasi omnidirectional. Range ini ditujuan untuk range broadcast radio. 3. Range frekuensi lain yaitu antara 300 200000 GHz untuk aplikasi local, adalah spectrum infra merah. Infra merah sangat berguna untuk aplikasi point-to-point dan multipoint dalam area terbatas, seperti sebuah ruangan.

b) Bluetooth

Sebuah teknologi wireless yang mampu menyediakan layanan komunikasi data dan suara dengan jarak jangkauan yang terbatas. Bluetooth adalah sebuah teknologi komunikasi wireless (tanpa kabel) yang beroperasi dalam pita frekuensi 2,4 GHz unlicensed ISM (Industrial, Scientific and Medical) dengan menggunakan sebuah frequency hopping tranceiver yang mampu menyediakan layanan komunikasi data dan suara secara real-time antara host-host bluetooth dengan jarak jangkauan layanan yang terbatas. Bluetooth sendiri dapat berupa card yang bentuk dan fungsinya hampir sama dengan card yang digunakan untuk wireless local area network (WLAN) dimana menggunakan frekuensi radio standar IEEE 802.11, hanya saja pada bluetooth mempunyai jangkauan jarak layanan yang lebih pendek dan kemampuan transfer data yang lebih rendah. Bluetooth menggunakan salah satu dari dua jenis frekuensi Spread Specturm Radio yang digunakan untuk kebutuhan wireless. Jenis frekuensi yang digunakan adalah Frequency Hopping Spread Spedtrum (FHSS), sedangkan yang satu lagi yaitu Direct Sequence Spread Spectrum (DSSS) digunakan oleh IEEE802.11xxx. Transceiver yang digunakan oleh bluetooth bekerja pada frekuensi 2,4 GHz unlicensed ISM (Industrial, Scientific, and Medical). c) Infrared Dipenuhi dengan menggunakan transmitter/receiver yang memodulasikan no-coherent infrared light. Transceiver harus dengan suatu bentuk garis lurus atau melalui pantulan dari suatu permukaan warna yang bercahaya. 4

F. Media Piranti Wireless 1. Wireless Client Devices

2. Access Point Digunakan untuk melakukan pengaturan lalulintas jaringan dari mobile radio ke jaringan kabel atau dari backbone jaringan wireless client/server Biasanya berbentuk kotak kecil dengan 1 atau 2 antena kecil. Peralatan ini merupakan radio based, berupa receiver dan transmiter yang akan terkoneksi dengan LAN kabel atau broadband ethernet.

Gambar Access Point 3. Antenna Digunakan untuk mengkonversi signal high frekuensi (RF) dalam transmisinya sebagai gelombang di udara. Tipe antena akan menentukan pola radiasi gelombang seperti omnidirectional, bidirectional, atau unidirectional. Ada tiga jenis antena RF yaitu Omni-directional, Bidirectional, dan Unidirectional. Omnidirectional sangat cocok digunakan untuk cakupan area yang luas. Bidirectional cocok untuk menghubungkan antar gedung. Unidirectional cocok untuk koneksi point

to point antar gedung yang berlainan daerah. Antena omnidirectional akan merambatkan sinyal RF ke segala arah secara horizontal, namun jarak daya pancarnya terbatas. Omnidirectional mempunyai range gain hingga 6db, yang dapat digunakan pada aplikasi didalam gedung. Karena 5

keterbatasan jangkauan area, maka sering digunakan beberapa access point untuk memperluas area cakupan, sehingga dapat terjadi overlapping sel. Penggunaan gain yang tinggi akan menambah range coverage area, sehingga akan mengurangi jumlah access point dalam satu kawasan. Salah satu tipe antena unidirectional adalah antena Yagi, antena ini hanya akan mentransmisikan serta menerima energi sinyal RF dalam satu arah. Antena Yagi merupakan antena unidirectional dengan gain yang cukup tinggi (antara 12 hingga 18 dBi). Mempunyai bentuk fisik seperti antena televisi dengan bilah-bilah metal paralel secara melintang. Radiasinya hampir sama dengan nyala lampu senter saat dinyalakan.

Gambar Antena Yagi

Gambar Antena Omni-Directional (kiri) dan Bi-Directional (kanan)

BAB III KESIMPULAN

Pemakaian media tranmisi wireless banyak dipengaruhi oleh beberapa faktor, namun faktor kebutuhan dan untuk kerjalah yang paling besar. Kebutuhan dipengaruhi oleh banyak user dan luas area yang akan dikoneksikan. Kemudian unjuk kerja yang optimal, seperti troughput yang dihasilkan diupayakan semaksimal mungkin. Penggunaan wireless akan lebih optimal jika digunakan pada area yang tidak terlalu luas, atau jarak yang tidak terlalu jauh, dan user yang tidak terlalu banyak serta topologi dataran yang mempunyai LOS memadai.Namun jika ternyata area yang dikoneksikan sangat luas dan user yang sangat banyak,dan jarak yang sangat jauh serta topologi dataran yang tidak LOS, maka pemakaian media satelit sangat dianjurkan. Berikut keuntungan dan kelemahan manggunakan media wireless : 1. Keuntungannya : a) Wireless lebih nyaman untuk penggunaan piranti mobile b) User menggunakan banyak koneksi di berbagai tempat c) Admin jaringan lebih mudah mengantur jaringan (tidak perlu pasang kabel, melubangi tembok, dll) d) Sederhananya kita bias menggunakan laptop untuk koneksi internet di kampus, hotel, rumah makan dengan cukup menyalakan fasilitas wireless. e) Mobilitas dan terbebasnya dri kerumitan bentangan kabel. 2. Kerugiannya : a) Sulit diperoleh karena spektrum frekuensi terbatas. b) Biaya instalasinya, operasional dan pemeliharaan sangat mahal. c) Keamanan data kurang terjamin. d) Pengaruh gangguan (derau) cukup besar. e) Transfer data lebih lambat dibandingkan dengan penggunaan kabel. f) Adanya interferensi radio oleh cuaca, perangkat wireless lainnya, halangan tembok, gedung, bukit, gunung, atau pohon tinggi besar (Line of Sight).