Anda di halaman 1dari 13

III.

ACARA II PENGAMATAN TANAH DENGAN INDERA

A. Landasan Teori 1. Warna tanah Warna tanah merupakan salah satu sifat fisika tanah yang mudah dikenali dan nyata. Warna tanah merupakan petunjuk untuk beberapa sifat tanah karena warna tanah dipengaruhi oleh beberapa faktor yang terdapat dalam tanah tersebut. Warna tanah yang nyata, dapat digunakan sebagai suatu ukuran langsung. Penyebab perbedaan warna permukaan tanah umumnya oleh perbedaan kandungan bahan organic. Makin tinggi kandungan bahan organic, warna tanah akan semakin gelap (Foth, 1988). Bahan organik merupakan sebuah bahan utama pewarnaan tanah yang tergantung pada keadaan alaminya, jumlah dan penyebaran dalam profil tanah tersebut. Dilapisan bawah, dimana kandungan bahan organic umumnya rendah, warna tanah banyak dipengaruhi oleh bentuk dan banyaknya senyawa Fe yang didapat. Didaerah berdrainase buruk, yaitu daerah yang selalu tergenang air, seluruh tanah berwarna abu-abu. Karena senyawa Fe terdapat dalam keadaan reduksi (Fe3+) misalnya dalam senyawa Fe2O3 (hematif) yang berwarna merah, atau Fe2O3.3H2O (limonit) yang berwarna kuning kecoklatan. Bila tanah kadang-kadang basah dan kadang-kadang kering, maka disamping warna abu-abu ( daerah yang tereduksi) didapat pula bercakbercak karatan merah atau kuning yaitu ditempat-tempat dimana udara dapat masuk sehingga terjadi oksidasi besi ditempat tersebut. Beberapa jenis mineral seperti kuarsa dapat menyebabkan warna tanah menjadi lebih terang (Hardjowigeno, 1992). Hubungan warna tanah dengan kandungan bahan organik didaerah tropika sering tidak searah dengan didaerah beriklim sedang. Tanah-tanah merah di Indonesia banyak yang mempunyai kandungan bahan organik lebih dari satu persen, sama dengan kandungan bahan organik tanah hitam (mollisol) didaerah beriklim sedang. Warna tanah ditentukan dengan membandingkan tanah-tanah dengan warna baku yang terdapat dalam buku Munsell Soil Color Chart. Dalam warna buku ini warna

disusun oleh tiga variable yaitu : hue, value, chroma. Hue adalah warna spectrum yang dominan sesuai dengan panjang gelombangnya. Value menunjukkan gelap terangnya warna, sesuai dengan banyaknya sinar yang dipantulkan. Chroma adalah menunjukan kemurnian atau kekuatan dari warna spectrum. Hue menunjukan warnawarna utama tanah yaitu merah (red), kuning (yellow), hijau (G), da coklat (B). Value dibedakan dari 0-8, dimana makin tinggi valuemenunjukkan warna makin terang (makin banyak sinar yang dipantulkan). Chroma juga dibagi dari 0-8 yang menunjukkan warna spectrum makin meningkat ( Subagyo, 1970). Warna tanah dicatat dengan menggunakan notasi dalam buku Munsell tersebut, misalkan 7,5 YR (coklat). Ini berarti warna tanah mempunyai hue= 7,5 YR,

value= 5, dan chroma= 4, yang secara keseluruhan disebut berwarna coklat. Bila didalam tanah terdapat lebih dari satu warna, maka semua warna harus disebutkan dengan menyebutkan pola warna yang dominan. 2. Tekstur Tanah Tekstur tanah merupakan perbandingan relatif antara fraksipasir, debu dan liat dalam suatu nassa tanah. Tanah terdiri dari butir-butir tanah berbagai ukuran. Bagian tanah yang berukuran lebih dari 2 mm disebut bahan kasar (kerikil sampai batu). Pasir merupakan fraksi berukuran 2 mm 50 m, debu mempunyai fraksi 50 2 m dan liat mempunyai fraksi berukurankurang dari 2 m. Tekstur tanah menunjukkan kasar halusnya tanah. Tanah yang bertekstur halus, sering bersifat berat diolah karena sangat liat dan lekat sewaktu basah, dan kering sewaktu kering, sedangkan tanah yang mengandung pasir dan bersifat kasar mudsah di olah karena gembur. Kelas tekstur tanah terdiri dari pasir (sand), lempung (loam), dan liat (clay). Tanah berpasir adalah yang memiliki kandungan pasir lebih dari 70 %, sedangkan tanah yang disebut iat memiliki kandungan liat sekurang-kurangnya 35 %. Dan tanah liat berat fraksi liatnya lebih dari 70%. Untuk tanah lempeng umumnya terletak diantara sifat-sifat tanah pasir dan liat.

3. Struktur Tanah Struktur menunjukkan kombinasi atau susunan partikel-partikel tanah primer (pasir, debu, dan liat) sampai pada partikel-partikel sekunder atau ped disebut juga agregrat. Unit ini dipisahkan dari unit gabungan atau karena kelemahan permukaannya. Struktur suatu horizon yang berbeda satu profil taing tanah, merupakan satu ciri penting tanah, seperti warna, tekstur, dan komposisi kimia (Saifudin, 1986). A. Menurut bentuknya struktur dapat dibedakan menjadi : 1. Granular yaitu ped yang relative tidak porus, kecil, dan agak bulat; terletak pada horizon A. 2. Remah yaitu ped yang relative porus, kecil, dan agak bulat; terletak pada horizon A. 3. Lempeng yaitu ped yang seperti piring-piringan yang saling tumpang tindih dan saling melemahkan. 4. Balok yaitu ped seperti balok yang diikat oleh ped lainnya yang sisi-sisinya besudut tajam dan membentuk tonjolan ped. 5. Prisma yaitu ped seperti pilar tanpa tutup yang melingkar. Ped prisma membentuk tolakan ped. 6. Columbar yaitu ped seperti pilar dengan tutup yang melingkar diikat secara lateral oleeh ped yang membentuk tolakan ped. Tabel. Kelas struktur tanah c. Derajat struktur tanah, diamati berdasarkan kuat-lemahnya agregrat yang dibentuk 0 = tak beragregat untuk tipe pejal dan berbutir tunggal 1 = lemah ped yang terbentuk jika tersinggung mudah hancur menjadi pecahan- pecahan yang lebih kecil, dibedakan sanagt lemah dan agak lemah 2 =cukupan sudah terbentuk ped yang jelas dan masih dapat dipecahkan 3 =kuat telah terbentuk ped yang tahan lama dan ada adhesi lemah satu sama lain jika dipecah agak terasa ada tahanan, dibedakan derajatnya menjadi sangat kuat dan cukup kuat. 4. Konsistensi Konsistensi tanah menunjukkkan kekuatan daya kohesi atau daya adhesi butir-butir tanah dengan benda lain. hal ini ditunjukkan oleh daya tahan terhadap gaya yang akan mengubah

bentuk seperti pencangkulan, pembajakan dan sebagainya. Tanah-tanah yang mempunyai konsistensi baik umumnya mudah diolah dan tidak melekat pada alat pengolah tanah. Oleh karena tanah dapat ditemukan dalam keadaan lembab, basah, atau kering.

B. Tujuan 1. Menetapkan warna dasar beberapa jenis tanah dengan menggunakan buku Munsell Soil Color Chart 2. Menentukan tekstur beberapa jenis tanah dengan cara merasakan tanah menggunakan ibu jaru dan jari telunjuk. 3. 4. Menentukan struktur beberapa jenis tanah berdasarkan bentuk tanah. Menetapkan konsistensi berbagai jenis tanah dalam keadaan basah, lembab dan kering.

I. METODE PRAKTIKUM A. Alat dan Bahan Alat-alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah buku Munsell Soil Color Chart, cawan porselin, botol semprot, dan alat tulis, air, contoh tanah kering yang terdiri dari andisol, vertisol, ultisol, entisol, dan inceptisol. B. Prosedur Kerja a. Warna Tanah Diambil sedikit tanah gumpal yang lembab secukupnya (permukaannya tidak mengkilap), diletakan dibawah lubang kertas buku Munsell Soil Color Chart. Dicatat notasi warna (Hue ,Value, Chorma) dan nama warna. Pengamatan tanah tidak boleh terkena cahaya matahari langsung. b. Tekstur tanah Penetapan tekstur tanah di lapang dilakukan dengan cara merasakan atau meremas tanah antara ibu jari dan telunjuk. Diambil sebongkah tanah kira-kira sebesar kelereng, dibasahi dengan air hingga tanah dapat ditekan. Contoh tanah dipijit kemudian dibuat benang dan sambil dirasakan kasar halusnya tanah. Jika: (a) Bentukan benang mudah dan membentuk pita panjang, maka besar kemungkinan teksturnya liat. (b) Mudah patah, kemungkinan tekstur tanahnya lempung berliat. (c) Tidak berbentuk benang, kemungkinan lempung atau pasir. Jika terasa lembut dan licin, berarti lempung berdebu, terasa kasar berarti lempung berpasir. c. Struktur tanah Sebongkah tanah diambil dari horizon tanah, kemudian dipecah dengan cara menekan dengan ibu jari atau dengan dijatuhkan dari ketinggian tertentu, sehingga bongkah tanah akan pecah secara alamai. Pecahan tersebut menjadi agregat mikro(ped)yang merupakan kelas struktur tanah. d. Konsistensi Contoh tanah dengan berbagai kandungan air diamati dengan cara dipijit dengan ibu jari dan telunjuk,. Pengamatan dimulai pada kondisi kering, lembab, dan basah dengan cara menambah air pada contoh tanahnya.

III. HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil pengamatan a. Warna dan tekstur Jennies tanah Inceptisol Andisol Ultisol Vertisol Entisol Warna tanah Nama warna Dark Reddish brown Dark Reddish brown Yellowish red Very Dark Gray Reddish Black Tekstur tanah Lempung Liat Berpasir Pasir Lempung berdebu Lempung Lempung Berliat

No. 1 2 3 4 5

Notasi warna 5YR 3/3

2,5YR 2,5/4 5YR 4/6 5YR 3/1 10YR 2,6/1

b. Struktur No. Jenis tanah Tipe Kersai Remah Gumpal Pejal Lempeng Struktur tanah Kelas F VF C VC VF

Derajat 1 0 3 3 2

1 Inceptisol 2 Andisol 3 Ultisol 4 Vertisol 5 Entisol c. Konsistensi No. Jenis tanah 1 2 3 4 5 Inceptisol Andisol Ultisol Vertisol Entisol

Konsistensi basah Kelekatan Keliatan Lekat (s) Plastis (p) Agak lekat Tidak liat (ss) (p0) Tidak lekat Tidak liat (s0) (p0) Lekat (s) Plastis (p) Lekat (s) Plastis (p)

Konsistensi Konsisten lembab si kering Vf sh Vf f Vt f vh sh eh h

B. Pembahasan a. Warna Tanah Warna tanah merupakan sifat morfologi yang bersifat nyata dan mudah di

kenali. Warna tanah dapat di gunakan sebagai petunjuk sifat-sifat tanah seperti kandungan bahan organik, kondisi drainase, aerase serta menggunakan warna tanah dalam mengklasifikasikan tanah dan mencirikan perbedaan horizon-horizon dalam tanah (Hakim,dkk.,1996). Warna tanah ditentukan dengan cara membandingkan dengan warna yang terdapat pada buku Munsell Soil Color Chart, warna dinyatakan dalam tiga satuan/kriteria, yaitu kilapan (hue), nilai (value) dan kroma (chrome), menurut nama yang tercantum dalam lajur buku tersebut, kilap berhubungan erat dengan panjang gelombang cahaya, nilai berhubungan erat dengan kebersihan suatu warna dari pengaruh warna lain dan kroma yang kadangkadang disebut juga dengan kejernihan yaitu kemurnian relatif dari spektrum warna. Intensitas warna tanah dipengaruhi tiga faktor berikut: 1. Jenis mineral dan jumlahnya 2. Kandungan bahan organik tanah 3. Kadar air tanah dan tingkat hidratasi Tanah dengan drainase yang terhambat biasanya banyak mengandung bahan organik pada lapisan atas (top soil), sehingga berwarna gelap. Tanah bagian bawah memiliki sedikit bahan organik sehingga berwarna kelabu muda. Bila drainase agak baik, air dan suhu menguntungkan untuk peristiwa kimia, besi (Fe) dalam tanah teroksidasi sehingga menjadi senyawa yang berwarna merah dan kuning (Foth D, 1998). Warna tanah dapat di tentukan dengan buku warna standar dari Munsell Soil Colour Chart (MSCC), maliputi penentuan warna dasar (matriks). Warna bidang struktur selaput tanah liat . Warna karatan atau konkresi, warna jalit, dan warna humus (Foth D,1998). Pada pengamatan tanah dengan indra, warna tanah mencerminkan beberapa sifat tanah, diantaranya yaitu kandungan bahan organic, drainase. Warna tanah sangat

dipengaruhi oleh kadar lengas didalamnya. Tanah yang kering warnanya lebih muda dibandingkan dengan tanh yang basah, ini karena bahan koloid yang kehilangan air. Berdasarkan percobaan yang dilakukan, didapat hasil : 1. Inceptisol 2. Andisol 3. Ultisol 4. Vertisol 5. Entisol = 5YR 3/3 Dark Reddish Brown = 2,5YR 2.5/4 Dark Reddish Brown = 5YR 4/6 Yellowish Red = 5YR 3/1 Very Dark Gray = 10YR 2,6/1 Reddish Black

Warna tanah diatas ditetapkan menggunakan Munsell Soil Color Chart. Yaitu dimana dalam penetapan warna harus di catat HUE, VALUE, dan CHROMA. 1. Hue : warna dominan sesuai dengan panjang gelombangnya. 2. Value : merupakan kartu warna ke arah vertikal yang menunjukkan warna tua-muda atau hitam-putih, ditulis dibelakang nilai hue. 3. Chroma : merupakan kartu warna yang disusun horizontal yang menunjukkan intensitas cahaya. Ditulis dibelakang value yang dipisahkan dengan garis miring. Berdasarkan pengamatan secara visual di laboratorium dapat diketahui bahwa warna tanah Inseptisol adalah Hitam Kecoklatan. Hal ini disebabkan karena banyaknya kandungan bahan organik yang ada pada jenis tanah inseptisol. Hal ini dikemukakan juga oleh Hakim, dkk, (1986) yang menyatakan bahwa bahan organik di dalam tanah akan menghasilkan warna kelabu gelap, cokelat gelap, kecuali terdapat pengaruh mineral seperti besi oksida ataupun akumulasi garam-garam sehingga sering terjadi modifikasi dari warna-warna di atas. b. Tekstur Tanah Tekstur tanah adalah pembagian ukuran butir tanah. Butir-butir yang paling kecil adalah butir liat, diikuti oleh butir debu (silt), pasir, dan kerikil. Selain itu, ada juga tanah yang terdiri dari batu-batu. Tekstur tanah dikatakan baik apabila komposisi antara pasir, debu dan liatnya hampir seimbang. Tanah seperti ini disebut tanah lempung. Semakin

halus butir-butir tanah (semakin banyak butir liatnya), maka semakin kuat tanah tersebut memegang air dan unsur hara (Baver,1961). Tanah Inseptisol memiliki tekstur lempung berpasir dengan ciri-ciri agak kasar, bola agak keras tetapi mudah hancur, melekat. Tanah ini mengandung pisah-pisah lempung lebih besar atau sama dengan 35% dan pasir lebih besar atau sama dengan 45 %. Inseptisol termasuk dalam tanah Andosol karena teksturnya lempung berpasir sebenarnya sudah sangat menyulitkan pertumbuhan padi sebab suhunya rendah sehingga mengakibatkan proses pelapukan terhambat (Hakim, 1986). c. Struktur Tanah Struktur Tanah merupakan susunan ikatan partikel tanah anatar satu sama lain. Ikatan tanah terbentuk sebagai agregat tanah. Apabila agregat tanah terpenuhi maka dengan sendirinya tanapa sebab dari luar disebut pedon, sedangkan ikatan yang merupakan gumpalan tanah yang sudah terbentuk akibat penggarapan tanah disebut cold (Baver,1961). Berdasarkan percobaan yang kami lakukan, maka diperoleh hasil sebagai berikut : a. Sampel tanah Inseptisol berstruktur kersai b. Sampel tanah Andisol berstruktur remah c. Sampel tanah Ultisol berstruktur gumpal d. Sampel tanah Vertisol berstruktur pejal e. Sampel tanah Entisol berstruktur lempeng Hasil percobaan diperoleh hasil bahwa tanah Inseptisol memiliki struktur kersai, dimana butir-butir tanah saling mengikat seperti irisan roti, mempunyai ikatan cukup kuat, kurang porus, dan ukur ped lebih kecil, sehingga jika turun hujan maka agregat tanahnya tidak mudah hancur dan tahan terhadap erosi. Hal ini sesuai dengan Pernyataan yang dikemukakan oleh Sarief(1989) yang menyatakan bahwa agregat tanah sebaiknya mantap dan tidak mudah hancur oleh adanya gaya dari luar seperti pukulan butiran air hujan. Dengan demikian tidak mudah atau tahan erosi sehingga pori-pori tanah tidak

gampang tertutup oleh partikel-partikel tanah halus sehingga infiltrasi tertahan dan run off menjadi besar. d. Konsistensi Konsistensi adalah salah satu sifat fisika tanah yang menggambarkan ketahanan tanah pada saat memperoleh gaya atau tekanan dari luar yang menggambarkan bekerjanya gaya kohesi (tarik menarik antar partikel) dan adhesi (tarik menarik antara partikel dan air) dengan berbagai kelembaban tanah. Konsistensi tanah menunjukkan integrasi antara kekuatan daya kohesi butir-butir tanah dengan daya adhesi butir-butir tanah dengan benda lain. (Hardjowigeno, 1992) Hasil percobaan kami menunjkan bahwa tanah Inseptisol memilki konsistensi kelekatan lekat (s), keliatan (p) plastis, konsistensi lembab (Vf) sangat gembur, dan konsistensi kering (sh) agak keras. Inseptisol merupakan tanah-tanah muda yang merupakan horizon genetic yang baru saja dikembangkan. Tanah ini memilik horizon pedogenik yang berubah, atau yang terkonsentrasi tetapi tanpa akumulasi bagian yang di pindahkan lain dari karbonat atau silikat, baisanya lembab untuk 90 hari berturutan selama satu periode bila temperature sesuai pertumbuhan tanaman (Henry, 1984) Dengan mengatahui pengamatan tanah dengan indera kita dapat langsung menyimpulkan bahwa tanah yang akan diolah tersebut cocok atau tidaknya untuk pengolahan pertanian, biasanya sering digunakan di bidang ilmu tanah.

BAB IV. KESIMPULAN A. Kesimpulan Dari pengamatan dan pembahasan diatas dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa sampel tanah yang kami amati yaitu tanah Inseptisol mempunyai : 1. Warna tanah Inseptisol berada pada notasi warna 5YR 3/3 yang berarti mempunyai warna Dark Reddish Brown. 2. Tekstur tanah inseptisol adalah lempung berpasir. 3. Struktur tanah vertisol bertipe kersai atau dimana butir-butir tanah saling mengikat seperti irisan roti, mempunyai ikatan cukup kuat, kurang porus, dan ukur ped lebih kecil, sehingga jika turun hujan maka agregat tanahnya tidak mudah hancur dan tahan terhadap erosi. 4. Konsistensi tanah inseptisol mempunyai konsistensi konsistensi kelekatan lekat (s), keliatan (p) plastis, konsistensi lembab (Vf) sangat gembur, dan konsistensi kering (sh) agak keras.

B. Saran Ketelitian dalam pengamatan warna, tekstur, struktur dan konsistensi tanah sangat dibutuhkan agar dapat memperoleh data yang sesuai dengan kenyataan.

DAFTAR PUSTAKA Baver, L.D. 1961. Soil Physics. John Wiley & Sons Inc : New york. Foth, Henry D. 1988. Dasar-Dasar Ilmu Tanah : Gadjah Mada University Press, Yogyakarta. Hakim, Nurhajati dkk. 1986. Dasar-Dasar Ilmu Tanah. UNILA : Lampung Hardjowigeno, S. 1992. Klasifikasi Tanah dan Pedogenesis. Akapress : Jakarta. Syarief, Saifuddin.1989. Ilmu Tanah Pertanian. Pustaka Buana : Bandung