P. 1
TERAPI KOGNITIF

TERAPI KOGNITIF

|Views: 99|Likes:
Dipublikasikan oleh Nita Andriyani

More info:

Published by: Nita Andriyani on Jun 14, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/04/2012

pdf

text

original

TERAPI KOGNITIF Pertimbangan umum Terapi kognitif adalah terapi terstruktur jangka pendek yang menggunakan kerjasama aktif

antara pasien dan ahli terapi untuk mencapai tujun terapeutik.terapi kognitif telah diterapkan terutama untuk gangguan depresif (dengan atau tanpa gagasan bunuh diri) digunaan juga untuk penyakit yang lain. Strategi dan teknik Ahli terapi harus mampu memancarkan pengalaman hidup yang hangat dan dimengerti dari masing-masing pasien, dan benar-benar murni dan jujur dengan dirinya sendiri dan dengan pasiennya. Ahli terapi harus mampu berhubungan secara terampil dan interaktif dengan pasiennya. Aspek diktatik • • Termasuk penjelasan kepada pasien tentang trias kognitif, skema, dan logika yang salah Terapi kognitif mengharuskan penjelasan lengkap tentang hubungan antara depresi dan pikiran, afek, perilaku, dan juga alas an semua aspek terapi.

Teknik kognitif • Mendapatkan pikiran otomatis Pikiran otomatis adalah kognisi yang menghalangi anatara peristiwa eksternal dan reaksi emosional orang terhadap peristiwa Contoh: “setiap orang akan menertwakan saya jika mereka mengetahui betapa buruknya permainan saya” Setiap gangguan psikopatologis memiliki sifat kognitif spesifiknya sendiri dari pikiran yang terganggu, dimana, jika diketahui, memberikan kerangka kerja untuk intervensi kognitif spesifik. • Menguji pikiran otomatis Tujuannya adalah untuk mendorong pasien menolak pikiran otomatis yang tidak akurat atau berlebih-lebihan setelah pemeriksaan yang cermat

Ahli terapi brsama-sama dengan pasien meninjau situasi secara keseluruhan dan membantu menghubungkan kembali kesalahan atau penyebab peristiwa yang tidak menyenangkan. • Mengidentifikasi asumsi maladaptive Identifikasi yang terus menerus dapat menimbulkan pola tampak pada pasien Pola tampak: pola yang mewakili aturan atau anggapan umum yang mal adaptif yang menuntun kehidupan pasien.

Asumsi primer

jika sya baik(tampak senang dan cantik) hal yang buruk(perceraian, anak yang tidak dapat dikendalukan) tidak akan terjadi pada saya.

Asumsi sekunder ada kesalahan saya jika terjadi hal) adil(karena saya baik hal yang buruk(karena saya tidak baik)

hidup tidak buruk terjadi)

pikiran otomatis saya

saya disebabkan suami untuk berkekuan buruk

tuhan tidak adil pada

afek

kesedihan depresi

kemarahan

Menguji keabsahan asumsi mal adptif Menguji keakuratan anggapan maldaptif Tes efektif: penguji meminta pasien untuk mempertahankan keabsahan suatu asumsi

Teknik perilaku Tujuannya untuk membantu pasien mengerti ketidk akuratan asumsi kognitifnya dan mempelajari strategi dan cara baru menghadapi maslah tersebut. Teknik yang digunakan: • Menjadwalkan aktivitas Menjadwalkan aktivitas atas dasar setiap jam. Pencatatan aktivitas dilakukan dan ditinjau bersama ajli terapi • Penguasaan dan kesenangan Pasien dimnauntuk menghtung penguasaan dan kesenangan yang diberikan oleh aktivitas tersebut. • Penyusunan tugas bertahap Ahli terapi seringkali memecah tugas-tugas yang menunjukkan pada pasien bahwa mereka dapat berhasil • Latihan kognitif Meminta pasien membayangkan berbagai langkah dalam menemui dan menguasai suatu tantangan dan melatih berbagai aspek darinya. • Latihan mempercayai diri sendiri Khususnya pasien rawat inap, didorong untuk mempercayai dirinya sendiri dengan melakukan hal-hal yang sederhana tanpa menyerahkan ke orang lain • Bermain peran (role playing) Suatu teknik yang kuat dan bermanfaat untuk mendapatkan pikiran otomatis dan mempelajari perilaku baru • Teknik pengalihan Berguna dalam membantu pasien melalui waktu yang cukup sulit dan termasuk aktivitas fisik, kontak social, pekerjaan, bermain, dan pengkhayalan visual. Pengkhayalan visual kecil untuk

Menvisualisasikan diri sendiri melakukan aktivitas mengagungkan otot yang sama dalam melakukan aktivitas yang dapat diukur dengan elektromiografi. Fenomena tersebut digunakan dalam latihan olahraga, dimana atlet menvisualisasikan setiap peristiwa yang dapat dibayangkan dalam suatu kinerja dan mengembangkan ingatan otot terhadap aktivitas

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->