EKONOMI MAKRO I

Oleh Drs. Hary Pudjianto, MM 2009

Literatur
Ackley. G, 1973, Teori Ekonomi Makro. Terjemahan – P. Sitohang, Yayasan Penerbit Univ. Indonesia, Jakarta. Asfia Murni, 2006, Ekonomika Makro, PT Refika Aditama, Bandung. Dernburg, Thomas F., 1985, Macroeconomics: concepts, theories, and policies, McGraw-Hill, Inc. Dernburg, Thomas F., 2004, Macroeconomics: concepts, theories, and policies, McGraw-Hill, Inc. (Terjemahan) Dornbusch , R. and S. Fischer, 1987, Macroeconomics, McGraw – Hill, New York. Karyaman Muchtar, 1986, Makro Ekonomi: Konsep, teori, dan kebijakan, Erlangga, Jakarta. (Terjemahan) Partadiredja.A, 1977, Analisa Pendapatan Nasional, LP3ES, Jakarta. Soediyono. R, 1982, Ekonomi Makro: Pengantar Analisa Pendapatan Nasional, Liberty, Yogyakarta.

Materi Kuliah
  

   

Makroekonomi dan Cakupannya Mengukur Kegiatan Makroekonomi Pemanfaatan Tenaga kerja, Pertumbuhan dan Inflasi Konsumsi dan Penentuan Pendapatan Kebijakan Fiskal dan Penentuan Pendapatan Pengeluaran untuk Investasi Permintaan akan Uang Penawaran Uang Model IS-LM

Ekonomi makro memusatkan perhatian pada kebijakan ekonomi dan variabel-variabel kebijakan yang mempengaruhi prestasi tersebut.MACROECONOMICS Ekonomi makro membicarakan perekonomian sebagai suatu keseluruhan (agregat) dan mengabaikan unit-unit individu. Ekonomi makro membahas tentang produksi total dan tingkat harga umum dan menjelaskan bagaimana hal ini terjadi. .

selain itu juga diketahui pihak yang menikmati.Perbedaan Ekonomi Makro dan Ekonomi Mikro Teori ekonomi makro sering juga disebut Aggregate economic analysis. Kegiatan ekonomi masyarakat tersebut akan terukur dalam pendapatan nasional. dan dari sana akan diketahui pihak-pihak yang ikut menyumbang terhadap pembentukan pendapatan nasional. . Berkenaan dengan hal tersebut ekonomi makro disebut pula analisa pendapatan nasional.

Oleh Ackley (l973 : 733) dinyatakan bahwa hubungan antara ekonomi mikro dan makro itu sebagai hubungan dua arah. sebaliknya jika terdapat suatu masalah dalam ekonomi mikro dan tidak terpecahkan. Sekalipun terdapat perbedaan akan tetapi sebenarnya keduanya mempunyai hubungan yang erat. Ekonomi mikro menyediakan bahan bagi teori ekonomi makro. sebab memang pokok bahasan dari ekonomi mikro terpusat pada alokasi sumber-sumber. maka ekonomi makro akan dapat memberi penjelasan. Dilihat dari satuannya. Satuan ekonomi mikro dapat berupa perorangan.Sedangkan teori ekonomi mikro disebut pula dengan alokasi sumber-sumber. rumah tangga atau perusahaan. satuan ekonomi makro adalah perekonomian satu negara. .

bahkan indonesia mengalami tingkat inflasi yang sangat parah yaitu mencapai 600 persen dalam waktu satu tahun. pertumbuhan ekonomi yang lamban. Pada awal tahun 1960-an kembali perekonomian mengalami tingkat pengangguran yang tinggi.Masalah Ekonomi  Dalam masa depresi yang hebat pada tahun 1930-an. Kemudian pada tahun 1940-an inflasi melanda dunia menggantikan posisi tekanan pengangguran.   . Kemudian pada akhir tahun 1960-an inflasi muncul lagi. kita mengalami adanya tingkat pengangguran yang tinggi dan meluas.

. kita terlibat berulang kali pada masalah pengangguran. Terjadi kenaikan harga-harga. inflasi. dan pertumbuhan. krisis terus berlanjut akibat kemerosotan keadaan pertanian dan naiknya harga minyak naik empat kali lipat.  Pada tahun 1970-an. Dalam membahas perekonomian secara makro. yang pada gilirannya menciutkan produksi dan pemanfaatan tenaga kerja.

SEJARAH MUNCULNYA EKONOMI MAKRO SEBELUM TAHUN 1930-AN. . SEHINGGA MEREKA TIDAK MEMPERHATIKAN EKONOMI MAKRO. KALAUPUN SAMPAI TERJADI.. PARA AHLI EKONOMI KLASIK BERANGGAPAN BAHWA FULL EMPLOYMENT SELALU DAPAT DICAPAI. IMPLIKASI DARI HUKUM TERSEBUT BAHWA DALAM PEREKONOMIAN TIDAK AKAN TERJADI KELEBIHAN PRODUKSI APALAGI PENGANGGURAN. HUKUM SAY MENYATAKAN BAHWA “SUPPLY CREATE ITS OWN DEMAND”. MAKA SIFATNYA HANYA SEMENTARA.

Akan tetapi pada tahun tigapuluhan harga-harga turun dan terjadi kelebihan produksi sehingga terjadi pengangguran yang tidak segera hilang dengan sendirinya. Peristiwa itu merupakan pukulan berat bukan saja bagi para pelaku ekonomi. melainkan juga terhadap teori ekonomi. Depresi besar yang terjadi pada tahun tigapuluhan melanda hampir semua negara. . Pengangguran tersebut terutama disebabkan oleh tidak mampunya perusahaan membayar gaji atau upah karena tidak semua produksinya laku terjual.

OLEH KARENA ITU UNTUK MENGATASI PENGANGGURAN PERLU INJEKSI. MUNCUL PENDAPAT KEYNES YANG SEKALIGUS DAPAT DIPANDANG SEBAGAI RESEP BAGI PEMECAHAN MASALAH.  DI TENGAH KELESUAN EKONOMI TERSEBUT. DAN YANG DAPAT MELAKUKAN ADALAH PEMERINTAH DENGAN DEFISIT SPENDING POLICY . IA MELIHAT SEBAB UTAMA DARI TERJADINYA KELESUAN EKONOMI TERSEBUT TERLETAK PADA LEMAHNYA DAYA BELI MASYARAKAT.

. AKAN TETAPI SARAN KEYNES ITU JUSTRU DAPAT MENYELAMATKAN PEREKOMIAN DAN JUGA PERKEMBANGAN TEORI EKONOMI. SARAN KEYNES TENTANG CAMPUR TANGAN PEMERINTAH MEMANG TIDAK SEJALAN DENGAN FALSAFAH EKONOMI KLASIK YANG MENGHENDAKI KEBEBASAN DARI CAMPUR TANGAN PEMERINTAH.

. WALAUPUN DEMIKIAN.ANALISIS EKONOMI SECARA KESELURUHAN MENJADI PENTING DAN PERLU DIKAJI SECARA TERSENDIRI. MAKA PERSOALAN SERUPA YANG MUNCUL KEMUDIAN TIDAK DAPAT DIATASI DENGAN MENERAPKAN SARAN DIATAS. BERHUBUNG DENGAN PERKEMBANGAN DALAM MASYARAKAT.

ADALAH: PENGANGGURAN DAN PENYEDIAAN KESEMPATAN KERJA. . MASALAH-MASALAH LAIN YANG BERSIFAT GLOBAL.MASALAH-MASALAH YANG BERSIFAT NASIONAL/LOKAL ADALAH: KETIDAK MERATAAN DISTRIBUSI HASIL PEMBANGUNAN. DAN ALLOKASI SUMBERSUMBER TANAH. SERTA INFLASI. KEKURANGAN MODAL PEMBANGUNAN.

MENCAPAI KESEIMBANGAN NERACA PEMBAYARAN INTERNASIONAL. TINGKAT PENGERJAAN YANG TINGGI (EMPLOYMENT) 2. DISTRIBUSI PENDAPATAN YANG ADIL (EQUITABLE) 5. .Sasaran utama Ekonomi (Makro) 1. STABILITAS HARGA 3. PERTUMBUHAN EKONOMI (ECONOMIC GROWTH) 4.

TINGKAT PENGERJAAN YANG TINGGI (EMPLOYMENT) Masyarakat selalu berusaha untuk mencapai tingkat kegiatan ekonomi yang lebih tinggi. yaitu suatu tingkat kegiatan terciptanya kesempatan kerja penuh dan pertumbuhan ekonomi yang mantap. dan menurunkan derajat dan nilai kehidupan manusia. Pengangguran merupakan masalah yang serius di seluruh dunia. Pengangguran mengakibatkan hilangnya kesempatan warga negara untuk berpartisipasi dalam pembangunan. .

pengangguran berdampak pada turunnya jumlah produk nasional dan turunnya pendapatan. sekaligus menurunkan tingkat kemakmuran masyarakat karena tidak tercukupinya kebutuhan masyarakat. .Secara ekonomi.

. Semakin berkembang sektor swasta. peranan pemerintah melalui kebijakannya diperlukan untuk terciptanya lapangan kerja.Masalah penyediaan lapangan kerja merupakan urusan perusahaan swasta. Disamping itu. semakin banyak kesempatan kerja yang diciptakan.

Dalam perekonomian system pasar bebas. Konsumen tidak menghendaki terjadinya kenaikan harga barang dan jasa yang tinggi. . tinggi rendahnya harga barang ditentukan oleh kekuatan permintaan dan penawaran. Kenaikan harga yang tidak terlalu tinggi diperlukan untuk merangsang investasi. Pada sisi lain.STABILITAS HARGA. produsen tidak suka apabila terjadi penurunan harga.

. c. Berpengaruh terhadap debitor dan kreditor. Inflasi dapat menimbulkan berbagai dampak antara lain: a. atau yang kenaikan pendapatannyanya lebih lambat dari pada kenaikan tingkat harga. Mengakibatkan turunnya pertumbuhan ekonomi. Inflasi berkaitan dengan terjadinya penurunan nilai uang. Mempengaruhi efisiensi dalam kegiatan ekonomi d.STABILITAS HARGA Inflasi menunjukkan kenaikan harga-harga secara umum dalam waktu yang lama. Inflasi akan sangat merugikan bagi masyarakat yang berpendapatan tetap. Mengubah distribusi pendapatan b.

Inflasi harus ditekan. perekonomiannya menjadi rusak. dan hukum permintaan dan hukum penawaran tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya. karena bila inflasi tak terkendali. .

perekonomian harus tumbuh minimal sama dengan laju pertumbuhan penduduk. karena jumlah penduduk selalu meningkat dari tahun ke tahun. atau dengan kata lain sebagai kenaikan GDP riil per capita secara berkelanjutan. Untuk mempertahankan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. . Jadi produksi barang dan jasa harus selalu bertambah. Pertumbuhan ekonomi merupakan kenaikan output total suatu perekonomian. Pertumbuhan ekonomi diperlukan.PERTUMBUHAN EKONOMI.

.DISTRIBUSI PENDAPATAN YANG ADIL: Sulit didefinisikan dengan jelas. Distribusi yang sangat tidak merata adalah hal yang tidak dikehendaki oleh sebagian besar orang. Ketidakadilan pendapatan dapat dikurangi dengan pajak prograsif. namun dapat dijumpai kecenderungannya.

Sebaliknya apabila NPI surplus berarti banyak aliran dana dari luar negeri sebagai akibat dari aliran modal. NPI defisit artinya lebih banyak pembayaran atau aliran dana ke luar negeri dari pada yang kita terima.Mencapai keseimbangan Neraca Pembayaran Internasional (NPI). ekspor komoditi dan jasa kita. .   Harus selalu diusahakan agar NPI tidak defisit.

Bila suatu negara mengalami ketidakstabilan Neraca Pembayaran. Mengurangi kesempatan kerja. c.berakibat: a. Mengurangi kegiatan dan pertumbuhan ekonomi dalam negeri.Neraca pembayaran yang baik adalah neraca pembayaran yang seimbang. . sehingga tidak terjadi goncangan yang dapat mengganggu perekonomian. akan menimbulkan masalah ekonomi dalam negeri. Menurunnya nilai mata uang domestik. b. shg akan mendorong inflasi. Misal bila impor terlalu besar.

 Perekonomian Luar Negeri. .  Kebijakan Moneter.  Kebijakan Pendapatan.INSTRUMENT YANG DAPAT DIGUNAKAN UNTUK MENCAPAI TUJUAN TERSEBUT ADALAH:  Kebijakan Fiskal.

KEBIJAKAN FISKAL. . Kebijakan fiskal merupakan kebijakan pemerintah untuk mengubah dan mengendalikan penerimaan dan pengeluaran pemerintah melalui APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) dengan maksud untuk mengatasi masalah ekonomi.

PAJAK MEMERANKAN DUA PERAN PENTING. PENGURANGAN PAJAK DAPAT MENGGAIRAHKAN PARA INVESTOR. MAKIN TINGGI PAJAK BERAKIBAT SEMAKIN KECILNYA PENGELUARAN UNTUK KONSUMSI.  PAJAK BERPENGARUH TERHADAP OUTPUT POTENSIAL. YAITU: BELANJA NEGARA (GOVERNMENT EXPENDITURE / G).  PAJAK MENGURANGI JUMLAH PENDAPATAN MASYARAKAT. .. SELURUH PEMBELIAN BARANG DAN JASA UNTUK KEPENTINGAN NASIONAL DAN PERPAJAKAN /TX.KEBIJAKAN FISKAL BERISI DUA INSTRUMEN POKOK.

DAN HAL INI DAPAT MENGGAIRAHKAN ATAU MEMATIKAN INVESTASI. DENGAN MEMPERCEPAT ATAU MEMPERLAMBAT PERTUMBUHAN UANG BEREDAR.KEBIJAKAN MONETER. SUKU BUNGA AKAN TURUN ATAU NAIK. .  Kebijakan Moneter merupakan kebijakan yang dilakukan bank sentral dalam mengatur dan mengendalikan jumlah uang yang beredar.  PENGENDALIAN JUMLAH UANG BEREDAR MEMPENGARUHI SUKU BUNGA.

Kebijakan pengawasankredit secara selektif E. B. Kebijakan cadangan wajib (Reserve-requirement). yaitu kebijakan dalam menetapkan tingkat bunga C. Moral suation. Operasi pasar terbuka (Open market operation).Kebijakan moneter meliputi: A. . yaitu kebijakan dalam menetapkan cadangan wajib untuk deposito bank dan lembaga keuangan lainnya D. yaitu membeli atau menjual obligasi pemerintah. Kebijakan tingkat diskonto. yaitu membujuk secara moral kepada masyarakat pengguna jasa bank.

MENGEKANG PERTUMBUHAN JUMLAH UANG BEREDAR DAN BELANJA NEGARA MERUPAKAN CARA TRADISIONIL UNTUK MEMPERLAMBAT LAJU INFLASI. CARA TERBAIK ADALAH MENJAGA KESTABILAN HARGA. . DAN MENEKAN INFLASI. MEMPERTINGGI TINGKAT PENGANGGURAN.KEBIJAKAN PENDAPATAN.    BILA INFLASI MERUPAKAN SASARAN UTAMA KEBIJAKAN. ALTERNATIF LAIN YANG DAPAT DIGUNAKAN ADALAH PENGENDALIAN TINGKAT UPAH DAN HARGA. LANGKAH INI MENGURANGI GNP RIEL.

KEBIJAKAN PERDAGANGAN. DAN CAMPUR TANGAN ATAS NILAI KURS VALUTA ASING. .PEREKONOMIAN LUAR NEGERI.

Ilmu ekonomi makro melibatkan beberapa alternatif tujuan. TERDAPAT BEBERAPA TRADEOFF (dilema). Sebagai contoh. diperlukan suatu periode dengan angka pengangguran yang tinggi dan rendahnya output.DALAM MAKROEKONOMI. untuk menurunkan laju inflasi yang tinggi. .

pendapatan. Variabel eksternal.Terdapat tiga variabel pokok yang berperan dalam kegiatan ekonomi:    Kebijakan. tingkat harga. .output. Variabel hasil. jumlah penduduk dan lainnya. perang. meliputi kebijakan fiskal. semua yang menjadi sasaran kebijakan ekonomi makro. moneter. dan ekonomi luar negeri. kesempatan kerja. diakibatkan oleh kekuatan yang bukan ekonomi seperti musim. dan ekspor netto.

grafis. dan matematis. . yang diungkapkan secara verbal. diagram.Model Ekonomi Makro Model Ekonomi adalah suatu penyederhanaan dari kenyataan-kenyataan yang terjadi dalam perekonomian. Penyederhanaan tersebut memperlihatkan hubungan antara variabel dan beberapa variabel-variabel lainnya.

Pemerintah. Business atau Rumah Tangga Produsen.Pelaku-pelaku Ekonomi 1. a. Household atau Rumah tangga Konsumen. dan Luar negeri. Sebagai penghasil barang dan jasa b. Sebagai pemakai faktor produksi dari RT . b. a. 2. Sebagai Pemilik Faktor Produksi Sebagai pemakai barang dan jasa yang dihasilkan oleh Produsen.

a. Sebagai pemasok faktor produksi c.3. Sebagai pemakai barang dan jasa d. Foreign Sector atau Rumah Tangga Luar Negeri. Sebagai pemakai faktor produksi . Sebagai penghasil barang publik b. Sebagai pemakai hasil produksi dari perusahaan dan LN 4. Government Sector atau Rumah Tangga Negara. Sebagai pemakai faktor produksi RT c. Sebagai penghasil barang dan jasa b. a.

Konsumsi ( C ) b. Perekonomian model dua sektor dikatakan bersifat tertutup dan sederhana. Tabungan ( S ) c.Hubungan Pelaku-pelaku Ekonomi dalam konsep Circular Flow of Economic Activity 1. Komponen pendapatan nasional atau produk nasional meliputi: a. Investasi ( I ) . Model Circular Flow ekonomi dua sektor.

Y = C + I Bila nilai pendapatan sama dengan nilai produk.Hubungan ketiganya dapat dikemukakan dalam model matematis: Ditinjau dari sisi penerimaan. Y = C + S Ditinjau dari sisi pengeluaran. maka perekonomian dikatakan dalam keadaan seimbang atau “Equilibrium” .

pelaku ekonomi terdiri dari: Konsumen. Perusahaan.Y=C+S Y=C+I C+S=C+I S=I (Syarat Equilibrium perekonomian 2 sektor) 2. Model Circular Flow ekonomi tiga sektor Dalam model 3 sektor. dan Pemerintah Hubungan ketiga sektor dapat diamati dalam gambar. .

b. maka perekonomian dikatakan dalam keadaan seimbang atau “Equilibrium” C+S+T = C+I+G S+T = I+G (Syarat Equilibrium perekonomian 3 sektor) . Y = C+I+G c.G. Y = C+S+T Ditinjau dari sisi pengeluaran.S. dan T dikemukakan Bentuk model matematis sbb: a.Hubungan C.I. Ditinjau dari sisi penerimaan. Bila nilai pendapatan sama dengan nilai produk.

maka perekonomian dikatakan dalam keadaan seimbang atau “Equilibrium” C+S+T+X = C+I+G+M S+T+X = I+G+M (Syarat Equilibrium perekonomian 4 sektor) .S.G. Bila nilai pendapatan sama dengan nilai produk. M.I. Y = C+I+G+M c.T. Ditinjau dari sisi penerimaan.Hubungan C. dan X dikemukakan Bentuk model matematis sbb: a. Y = C+S+T+X Ditinjau dari sisi pengeluaran. b.

Hubungan ketiga sektor dapat diamati dalam gambar. Perusahaan.3. Komponen-komponen pendapatan nasional meliputi:  Konsumsi ( C )  Tabungan ( S )  Investasi ( I )  Pengeluaran Pemerintah ( G )  Penerimaan pemerintah ( T )  Belanja untuk impor ( M )  Penerimaan atas Ekspor ( X ) . Analisis perekonomian sudah bersifat terbuka. Model Circular Flow ekonomi empat sektor Dalam model 4 sektor. dan Luar negeri. Pemerintah. pelaku ekonomi terdiri dari: Konsumen.

Arus Uang Arus Barang Rumah Tangga Perusahaan Arus Faktor Produksi Arus Uang .

Arus Uang Arus Barang Rumah Tangga Perusahaan Arus Faktor Produksi Pemerintah Luar Negeri Arus Uang .

Penawaran dan Permintaan Agregat PENAWARAN AGREGAT. PERUSAHAAN. PADA TINGKAT HARGA TERTENTU. . JUMLAH PENDAPATAN TERTENTU. ADALAH JUMLAH OUTPUT YANG AKAN DIPRODUKSI DAN DIJUAL OLEH KALANGAN BISNIS PADA HARGA BERLAKU. PADA KAPASITAS PRODUKSI TERTENTU DAN DENGAN BIAYA TERTENTU. DAN PEMERINTAH. PERMINTAAN AGREGAT: ADALAH JUMLAH BARANG DAN JASA YANG AKAN DIBELI OLEH KONSUMEN. DAN VARIABELVARIABEL EKONOMI TERTENTU LAINNYA.

ADA TIGA PENDEKATAN DALAM PERHITUNGAN PENDAPATAN NASIONAL:    PENDEKATAN PRODUKSI.Output Nasional SALAH SATU KONSEP PENTING ADALAH GROSS NATIONAL PRODUCT (GNP). PENDEKATAN PENGELUARAN. PENDEKATAN PENERIMAAN. . YANG MERUPAKAN JUMLAH NILAI SELURUH OUTPUT SUATU NEGARA PADA PERIODE TERTENTU.

. dengan cara memasukkan ke dalam nilai GNP hanya nilai barang akhir.PENDEKATAN PRODUKSI Pendapatan nasional diperoleh dengan menjumlahkan seluruh nilai barang dan jasa akhir yang dihasilkan oleh suatu perekonomian/negara GNP juga dapat dihitung dengan menjumlahkan nilai tambah atau added value Nilai tambah merupakan nilai selisih antara nilai penjualan perusahaan dengan nilai pembelian bahan mentah dan jasa perusahaan lain. Metode nilai tambah dimaksudkan untuk menghindari timbulnya penghitungan ganda.

PENDEKATANPENERIMAAN PENDAPATAN NASIONAL Diperoleh dengan menjumlahkan seluruh penerimaan dari pemakaian faktor produksi tanah. modal.  Y = SEWA + UPAH + BUNGA + LABA Y = R+W+I+P . dan wirasuasta. tenaga kerja.

Y=C+I+G . PENANAMAN MODAL.PENDEKATAN PENGELUARAN PENDAPATAN NASIONAL JUGA MERUPAKAN PENJUMLAHAN NILAI KONSUMSI MASYARAKAT. DAN BELANJA NEGARA.

PENDAPATAN NASIONAL DAPAT JUGA DIRUMUSKAN SEBAGAI PENJUMLAHAN BIAYABIAYA: 1. . 3. SEWA. UPAH. GAJI. CADANGAN PENYUSUTAN. PAJAK PERUSAHAAN YANG MERUPAKAN BIAYA PRODUKSI. 2. DAN LABA.

Konsep perhitungan Pendapatan nasional:  GNP. . dihitung menggunakan konsep warga negara (Nation).  GDP = GNP – Net foreign Investment. sedangkan  GDP dihitung menggunakan konsep wilayah. (Jumlah nilai barang dan jasa yang dihasilkan oleh faktor produksi warga negara). (Jumlah nilai barang dan jasa yang dihasilkan oleh faktor produksi di wilayah/negara tertentu. siapapun pemiliknya).

 Oleh karena harga barang dan jasa itu tidak tetap.  . Untuk itu dihitunglah PDB dan PNB atas dasar harga konstan dalam suatu tahun. maka perhitungan PNB dan PDB harus disesuaikan dengan perkembangan harga yang berlaku. namanya adalah PNB dan PDB atas dasar harga berlaku (at current market prices). Dapat saja terjadi.GNP/ PDB naik terus padahal barang dan jasa yang dihasilkan dalam arti fisik tidak bertambah.

dan tahun 1982 adalah: (125.  Cara menghitung harga konstan adalah dengan mendeflasi harga yang berlaku dengan suatu index harga. atau naik 25 %. Index harga tahun 1980 adalah 100.000. Index harga adalah index yang menunjukkan laju kenaikan dan penurunan harga dari tahun ke tahun.000 : 100.125.100. Misalnya pada tahun 1980 harga sebuah radio Rp. tahun 1982 Rp.000) x 100 = 125 .000 .

. GNP RIIL: DIHITUNG ATAS DASAR HARGA KONSTAN. YANG DINYATAKAN DALAM DAYA BELI DARI TAHUN DASAR TERTENTU.GNP NOMINAL: DIHITUNG ATAS DASAR HARGA BERLAKU.

KONSUMSI MERUPAKAN KOMPONEN TERBESAR GNP.Konsumsi dan Investasi KONSUMSI ADALAH PENGELUARAN UNTUK BARANG DAN JASA. C = F(YD) Konsumsi dipengaruhi oleh tingkat pendapatan. . YAITU SUATU KONSEP YANG MENGKAITKAN PENGELUARAN UNTUK KONSUMSI DENGAN TINGKAT PENDAPATAN DISPOSABEL. ALAT POKOK DALAM ANALISA ADALAH FUNGSI KONSUMSI.

Orang yang terlalu miskin tidak mampu menabung. Kekurangan ini akan ditutup dari hutang atau tabungan yang telah ada sebelumnya. baik secara absolut maupun persentasenya.Konsumsi. (Dissaving) . Mereka membelanjakan lebih banyak daripada yang mereka peroleh. Tabungan. dan Pendapatan Tabungan (s) merupakan bagian dari pendapatan yang tidak dikonsumsikan. S=Y–c Orang kaya menabung lebih banyak daripada orang miskin.

TITIK IMPAS (BREAKEVEN POINT): BERARTI BAHWA RUMAH TANGGA MEMBELANJAKAN SELURUH PENDAPATANNYA UNTUK KONSUMSI. Y=C S=0 ASPEK KONSUMSI BERKAITAN DENGAN OUTPUT AGREGAT DAN KESEMPATAN KERJA. SEHINGGA TIDAK ADA TABUNGAN. . DAN TIDAK BERHUTANG. UNTUK ITU KITA PERLU MEMAHAMI BERAPA TAMBAHAN UNTUK KONSUMSI (MPC) DAN BERAPA TAMBAHAN UNTUK TABUNGAN (MPS) SEBAGAI AKIBAT DARI TAMBAHAN PENDAPATAN.

artinya konsumsi adalah fungsi dari Pendapatan nasional dan hubungannya positip. Pendapatan nasional hanya dipakai untuk konsumsi. dengan menganggap hanya ada sektor rumah tangga saja.  .Konsumsi dan Pendapatan Nasional  Kita mulai dengan perekonomian sederhana. Y=C Bentuk fungsi konsumsi adalah: C = a + b Y.

akan lebih memudahkan kita dalam memahami fungsi konsumsi. maka rumah tangga hanya impas. maka terjadilah tabungan positif.Dengan menggunakan data. Apabila dua kurva bertemu pada satu titik. Bila fungsi konsumsi berada di atas garis 45 0. . maka terjadilah tabungan negatif. Bila fungsi konsumsi berada di bawah garis 45 o. dan dipindahkan ke dalam gambar.

Selanjutnya. .75 (400) C = 400.Contoh: Bila diketahui sebuah fungsi konsumsi masyarakat C = 100 + 0.75 Y 0.75 Y. besarnya konsumsi dapat dicari dengan memasukkan nilai Y tersebut ke dalam fungsi konsumsi C = 100 + 0. maka kita akan dapat menghitung besarnya tingkat konsumsi dan pendapatan nasional keseimbangan sebagai berikut: Y = C.25 Y = 100 Y = 400. nilai C kita substitusikan sehingga Y = 100 + 0.

PENGGUNAAN KURVA KONSUMSI DAN TABUNGAN C Y=C C= F(Y) Y .

   Dalam suatu perekonomian sederhana. dan pendapatan nasional dalam keseimbangan! Tunjukkan gambar fungsinya! . tabungan. Hitunglah besarnya tingkat konsumsi.8 Yd. diketahui fungsi konsumsi C = 40 + 0.

Pada tingkat pendapatan nasional (Y) sebesar 0.   MPC = dC/dY yang besarnya antara nol dan satu. yaitu hanya sebesar hasrat konsumsi (b) yang sering disebut “Marginal Propensity to Consume” (MPC).  Kemudian peningkatan konsumsi tak sebanding dengan peningkatan Y. tingkat konsumsi sebesar (a) yaitu nilai konsumsi minimum yang harus dipenuhi walaupun tidak ada pendapatan apa-apa. .

MENGHUBUNGKAN JUMLAH TABUNGAN DENGAN JUMLAH PENDAPATAN. APABILA DIGAMBARKAN DALAM GRAFIK. AKAN TERLIHAT KEADAAN TABUNGAN NETTO BAIK POSITIF MAUPUN NEGATIF. .FUNGSI TABUNGAN.

. Bila pendapatan sama dengan nol.Tabungan merupakan fungsi dari pendapatan nasional Y=C+S C = a + bY Y = a + bY + S S = Y – a – bY S = -a + (1-b)Y. Persamaan di atas adalah fungsi Tabungan. berarti jumlah tabungan = -a. Dan bila pendapatan sama dengan konsumsi berarti pada saat itu jumlah tabungan adalah = 0.

s S=f (Y) Y .

pemerintah.Pada saat tabungan = 0. Jadi dalam keadaan tidak ada perusahaan. dan tabungan = nol. maka Pendapatan Nasional keseimbangan (Equilibrium) dicapai pada saat: konsumsi = pendapatan nasional. . dan sector luar negeri. kita mendapatkan kurva fungsi tabungan S = -a + (1-b)Y. berarti pada saat itu garis tabungan memotong sumbu horizontal di Y*. Dengan menghubungkan titik –a dengan titik Y*.

Kecenderungan mengkonsumsi marginal (mpc) Mpc : tambahan jumlah pengeluaran konsumsi bila diperoleh tambahan pendapatan. . Mps adalah bagian dari setiap rupiah tambahan pendapatan yang digunakan untuk tambahan tabungan. Kecenderungan menabung marginal (mps).

FAKTOR PENENTU LAINNYA.Konsumsi Nasional FAKTOR-FAKTOR YANG MENENTUKAN PENGELUARAN KONSUMSI: PENDAPATAN DISPOSABEL. TINGKAT INFLASI)     . KEKAYAAN. YAITU TINGKAT PENDAPATAN RATA-RATA YANG DITERIMA SESEORANG PADA SITUASI EKONOMI YANG BAIK MAUPUN BURUK. PENDAPATAN PERMANEN ATAU PENDAPATAN MENURUT DAUR HIDUP. (JAMINAN SOSIAL.

Fungsi Konsumsi Nasional  PENDAPATAN DISPOSABLE.  Investasi. MERUPAKAN PENENTU YANG POKOK ATAS KONSUMSI NASIONAL. KOMPONEN POKOK KEDUA DALAM PENGELUARAN PERORANGAN ADALAH INVESTASI. .

Kurva Permintaan untuk Investasi FAKTOR APA YANG PALING DOMINAN BERPENGARUH TERHADAP INVESTASI? KURVA PERMINTAAN INVESTASI ADALAH HUBUNGAN ANTARA SUKU BUNGA DAN INVESTASI. SUKU BUNGA RIEL = SUKU BUNGA NOMINAL – LAJU INFLASI.Tingkat suku bunga riel yang rendah akan menggalakkan investasi. Skedul permintaan investasi merupakan fungsi suku bunga yang menurun. SUKU BUNGA RIEL ADALAH SUKU BUNGA YANG DIBAYAR OLEH PEMINJAM DILIHAT DARI NILAI RIEL BARANG DAN JASA. .

ADA PERBEDAAN ANTARA KEPUTUSAN MENABUNG DAN BERINVESTASI. PEMBENTUKAN INVESTASI SEBAGIAN BESAR DILAKUKAN OLEH KALANGAN DUNIA USAHA. KARENA TABUNGAN DAN INVESTASI DILAKUKAN OLEH PIHAK YANG BERLAINAN DAN DENGAN ALASAN YANG BERBEDA. . TERUTAMA PERUSAHAAN-PERUSAHAAN. DAN BAHWA TINGKAT TABUNGAN DAN INVESTASI TIDAK SECARA OTOMATIS SAMA.

KELUARGA. .TABUNGAN DILAKUKAN OLEH: PERORANGAN. DAN LEMBAGA KEUANGAN. DAPAT PULA BERUPA INVESTASI KEMANUSIAAN YANG SERING DISEBUT “HUMAN INVESTMENT”. SECARA LUAS INVESTASI.

 . TERBUKA KESEMPATAN UNTUK MENANAMKAN MODALNYA DALAM BENTUK SURAT-SURAT BERHARGA ATAU DITANAMKAN DALAM SUATU PERUSAHAAN. ORANG YANG MEMPUNYAI DANA DAPAT MEMBELI SURAT-SURAT BERHARGA DI PASAR MODAL.Nilai Modal    MEREKA YANG TERLIBAT DALAM KEGIATAN INVESTASI TIDAK HARUS MELAKUKAN PROSES PRODUKSI SENDIRI. BAGI PEMILIK MODAL. TINDAKAN MEMBELI SURAT BERHARGA DAPAT DIKATEGORIKAN SEBAGAI INVESTASI.

Dengan turunnya suku bunga. dan sebaliknya. Dengan naiknya suku bunga. harga surat berharga menjadi tinggi.  . harga surat berharga menjadi lebih rendah. KEPUTUSAN UNTUK MEMILIH MEMBELI BARANG MODAL ATAUKAH MEMBELI SURAT BERHARGA SANGAT DIPENGARUHI OLEH TINGKAT SUKU BUNGA YANG BERLAKU.

MODEL YANG BIASA DIPAKAI UNTUK MEMPERHITUNGKAN PERKEMBANGAN MODAL YAITU DENGAN BUNGA BERGANDA (COMPOUND INTEREST). MAKA IA HANYA MEMERLUKAN KURANG DARI RP. . 1 JUTA PADA SETAHUN YANG AKAN DATANG. APABILA SESEORANG AKAN MENERIMA UANG RP.1 JUTA PADA SETAHUN MENDATANG. PEMIKIRAN YANG MELANDASI MODEL INI ADALAH BAHWA NILAI RP 1 JUTA HARI INI TIDAK SAMA DENGAN RP. 1 JUTA PADA HARI INI.

Apabila diketahui besar modal pada tahun ke n dan suku bunga yang berlaku. dan n= jangka waktu.PERSAMAAN UMUM YANG BIASA DIGUNAKAN DALAM PERSOALAN INI ADALAH: P1 = p0 (1 + i) atau Pn = p0 (1 +i)n Keterangan: Pn = nilai pada tahun ke n P0 = nilai pada awal tahun i = suku bunga. maka akan dapat dihitung besar modal pada awal tahun yaitu: Po = pn : (1 + i)n .

MAKA BAGI PEMEGANG SURAT OBLIGASI AKAN MEMPEROLEH KUPON YANG BESARNYA SAMA SETIAP TAHUN. MAKA NILAINYA HARUS DIPERHITUNGKAN DENGAN SUKU BUNGA YANG BERLAKU. OLEH KARENA ITU APABILA PEMEGANG OBLIGASI BERMAKSUD MENJUAL OBLIGASINYA. SETELAH JATUH TEMPO PEMEGANG OBLIGASI AKAN MENERIMA PEMBAYARAN KEMBALI SEJUMLAH NILAI NOMINAL YANG TERTERA PADA SURAT OBLIGASI TERSEBUT. .SEKIRANYA PEMBELIAN SURAT BERHARGA MENJADI PILIHAN.

Apabila tabungan yang diinginkan tidak sama dengan investasi yang diinginkan.Pengertian Ekuilibrium Titik temu antara skedul tabungan dan skedul investasi merupakan tingkat ekuilibrium. maka Output akan terus berubah. Pada titik tersebut terjadi kesesuaian antara tabungan dengan jumlah investasi. .

KITA DAPAT MEMPEROLEH TINGKAT GNP EKUILIBRIUM. DENGAN MELIHAT INTERAKSI ANTARA TABUNGAN DENGAN INVESTASI. Setiap titik pada fungsi tabungan menunjukkan jumlah tabungan yang diinginkan atau direncanakan pada tingkat pendapatan tersebut. PERPOTONGAN ANTARA SKEDUL TABUNGAN DAN SKEDUL INVESTASI MERUPAKAN TITIK EKUILIBRIUM OUTPUT NASIONAL.  Setiap titik pada fungsi konsumsi merupakan jumlah konsumsi yang diinginkan atau yang direncanakan pada tingkat pendapatan disposable tertentu.   .

TINGKAT PENGGUNAAN TENAGA KERJA. DALAM KEADAAN EKUILIBRIUM. JUMLAH TABUNGAN TIDAK SESUAI DENGAN JUMLAH INVESTASI.  PADA TITIK-TITIK YANG LAIN. PERUSAHAAN TIDAK AKAN MEMILIKI PERSEDIAAN YANG MENUMPUK DI GUDANG JADI JUMLAH PRODUKSI. PENDAPATAN. PERBEDAAN JUMLAH INI AKAN MENDORONG PARA PENGUSAHA UNTUK MENGUBAH JUMLAH PRODUKSINYA AGAR BISA KEMBALI KE GNP EKUILIBRIUM. . DAN PENGELUARAN AKAN BERTAHAN PADA TINGKAT YANG SAMA.

PENETAPAN OUTPUT BERDASARKAN KONSUMSI DAN INVESTASI  METODE KEDUA MENGETAHUI GNP EQUILIBRIUM DINAMAKAN PENDEKATAN “KONSUMSI PLUS INVESTASI” (C+I) .

 Jumlah pengeluaran (C+I) merupakan tingkat pengeluaran yang diinginkan oleh konsumen dan perusahaan pada setiap tingkat output. karena pada titik ini jumlah pengeluaran C dan I tepat sama dengan jumlah output. Kegiatan ekonomi dua sektor dikatakan seimbang apabila nilai tabungan masyarakat (S) sama dengan besar Investasi (I)  .  Titik e adalah titik equilibrium.

C Y=C C= f (Y) Y* Y .

S

S= f (Y)

Y Y*

Contoh: Bila diketahui sebuah fungsi konsumsi masyarakat C = 100 + 0,75 Y, maka kita akan dapat menghitung besarnya tingkat konsumsi dan pendapatan nasional keseimbangan sebagai berikut: Y = C, nilai C kita substitusikan sehingga Y = 100 + 0,75 Y 0,25 Y = 100 Y = 400.

Selanjutnya, besarnya konsumsi dapat dicari dengan memasukkan nilai Y tersebut ke dalam fungsi konsumsi C = 100 + 0,75 (400) C = 400.

Investasi
Sekarang kita menganggap bahwa dalam perekonomian ada sektor rumah tangga dan sektor perusahaan yang menciptakan permintaan Investasi (I). Investasi dibedakan menjadi dua, yaitu:  Investasi tetap (autonomous Investment); dan  Investasi dipacu (Induced Investment).

Investasi tetap adalah investasi yang tidak tergantung pada tinggi rendahnya tingkat pendapatan nasional yang ditulis dengan symbol I = Io.

25 Y1 = 110 Y1 = 440.75 Y. tingkat pendapatan nasional yang baru adalah sbb: Y1 = C + I Y1 = 100 + 0.75 Y + 10 0. Dengan fungsi konsumsi sebelum ada investasi C = 100 + 0. Kemudian dengan Io = 10.Misalkan Io = 10. maka pendapatan nasional keseimbangan Yo = Co = 400 satuan. .

angka ini disebut “angka pengganda” (multiplier). dengan adanya Investasi sebesar 10 satuan.Dalam kasus ini. d Y / d I = 40/10 = 4. . menyebabkan adanya tambahan pendapatan (d Y) sebesar 40 satuan. pendapatan nasional meningkat dari 400 satuan menjadi 440 satuan. Dengan adanya tambahan permintaan agregat (aggregate demand = AD) sebesar d I = 10 satuan.

Angka pengganda (multiplier coefficient) adalah angka yang menunjukkan berapa besar kenaikan pendapatan nasional sebagai akibat dari kenaikan permintaan agregat. Angka pengganda dapat diturunkan melalui identitas kesamaan sbb: Y=C+I Y = a + bY + I Y – bY = a + I (1-b) Y = a + I 1 Y= (a + I) (1 – b) .

1 1 dY = (a o + I1) (ao + Io) (1 – b) (1 – b) . dan tingkat perubahan pendapatan nasional dY = Y1 – Yo. adalah 1 Yo = (ao + Io) (1 – b) Apabila investasi meningkat dari Io menjadi I1. maka: 1 Y1 = (a o + I1) (1 – b) Perubahan tingkat Investasi (dI) = I1 – Io.Tingkat pendapatan nasional pada tahun ke o.

Karena b adalah hasrat konsumsi (MPC). maka 1 – b merupakan hasrat menabung (MPS). sehingga koefisien pengganda besarnya = 1/MPS. dI dimana kI = 1 (1 – b) sebagai koefisien pengganda investasi. .Io) dY = (d I ) Jadi d Y = kI .dY = 1 (1 – b) 1 (1 – b) (I1 .

C = 100 + 0.75 Y. yaitu bahwa pendapatan nasional keseimbangan tercapai bila: tingkat tabungan (S) = investasi (I). keseimbangan pendapatan nasional dapat diketahui dengan menggunakan pendekatan tabungan dan Investasi. maka besarnya angka pengganda Investasi adalah sebesar: 1 kI = = 4. S=I .75) Di samping pendekatan di atas. Y = C + I. dan maka Y = C + S. (1 – 0.Dari contoh di atas.

. yaitu sebesar perubahan permintaan dikalikan dengan angka pengganda. ternyata pendapatan nasional meningkat lebih besar dari pada peningkatan permintaan agregat.Dengan adanya investasi atau pertambahan konsumsi.

.Bekerjanya angka pengganda adalah sbb: Misal ada tambahan Investasi sebesar 20 satuan (d I = 20). dan diketahui hasrat konsumsi (MPC) = 0.75 nya. dan selanjutnya dibelanjakan lagi sebesar 0.75. Pengeluaran investasi pada gilirannya merupakan pendapatan bagi penerima pembayaran tsb.

.25 satuan = 8.25 = 8. = 80 satuan.75 x 15 = 11.75 x 11. .25 Kons ke 3 = 0.Tambahan permintaan pendapatan Investasi = 20 satuan Kons ke 1 = 0.75 x Cn-1 Jumlah Tambahan ke 1 ke 2 ke3 ke4 ke n = 20 satuan = 15 satuan =11.44 satuan = ….44 Kons ke n = 0.75 x 20 = 15 Kons ke 2 = 0.

(0 h 1) . sehingga investasi akan meningkat bila pendapatan nasional meningkat.Investasi yang dipacu (Induced Investment) Investasi dipacu merupakan fungsi linear dari tingkat pendapatan nasional. Fungsi investasi yang baru dapat ditulis sbb: I = Io + hY. namun dengan proporsi yang lebih kecil dari pada peningkatan pendapatan nasional itu.

.h merupakan lereng fungsi investasi. dI h= dY Jadi bila masyarakat menambah Investasi. maka permintaan agregat meningkat dan kemudian berakibat pada meningkatnya keseimbangan tingkat pendapatan nasional (Y). dan disebut hasrat investasi (marginal propensity to invest) yang menunjukkan perbandingan besarnya kenaikan investasi sebagai akibat kenaikan pendapatan nasional.

Bahwa angka pengganda investasi dipacu dan pengganda konsumsi berubah menjadi lebih kecil. maka k*diketemukan sebesar: 1 k* = (1 – b .25.5 dan hasrat investasi (I) = 0.h) . yaitu sebesar: 1 k* = (1 – b .Ada perbedaan dalam model antara investasi tetap dengan investasi dipacu.h) Contoh: Bila diketahui hasrat konsumsi (b) = 0.

25) 1 k* = (1 – 0.75) = 4.5 – 0. lebih kecil.1 k* = (1 – 0. sedangkan koefisien pengganda bila investasi tetap. . yaitu sebesar 2.

Mekanisme Penyesuaian      Misal pada output d (gambar). . garis C+I berada di atas garis 45o. Hanya dengan memproduksi sebesar jumlah yang dikehendaki oleh konsumen Dan produsen maka perekonomian akan berada pada titik equilibrium. sehingga C+I lebih besar daripada output. Ini berarti konsumen akan membeli produk dalam jumlah yang lebih banyak daripada yang diproduksi. Perusahaan akan meningkatkan output. Pabrik akan kehabisan persediaan.

Peranan Pemerintah Pemerintah harus melaksanakan kegiatan dan memerlukan pembiayaan bagi pelaksanaan kegiatannya.  Mengapa sektor pemerintah selalu ada dalam setiap perekonomian? Hal ini disebabkan gagalnya mekanisme pasar sehingga sector rumah tangga dan perusahaan tidak mampu mengusahakan tersedianya barang/jasa tertentu (barang publik) yang dibutuhkan oleh masyarakat.   . Sumber biaya pemerintah adalah dari pajak. Pajak adalah iuran yang dapat dipaksakan oleh pemerintah kepada wajib pajak dengan balas jasa yang tidak dapat ditunjuk secara langsung.

Pengeluaran pemerintah (G) ini sifatnya eksogen, yaitu tidak merupakan bagian aliran pendapatan nasional, dan tinggi rendahnya G ini ditentukan oleh pemerintah. Sekarang permintaan agregat terdiri dari C, I, dan G. Tingkat keseimbangan pendapatan nasional terjadi pada saat garis pertolongan 45o berpotongan dengan kurva permintaan agregat (C+I+G). Contoh: Dengan fungsi konsumsi C = 100 + 0,75 Y, I = 50, dan besarnya pengeluaran pemerintah G = 20. maka tingkat pendapatan nasional adalah: Y=C+I+G Y = 100 + 0,75 Y +50 + 20 0,25 Y = 170 Y = 680

Selanjutnya tingkat konsumsi pada Y keseimbangan dapat dihitung: C = 100 + 0,75 (680) C = 610. Tingkat tabungan pada Y keseimbangan adalah: S=Y–C = 680 – 610 S = 70 Jadi dalam keadaan keseimbangan, jumlah injeksi (I + G) sama dengan jumlah kebocoran/tabungan (S), yaitu 70. Seperti halnya pengeluaran konsumsi dan Investasi, pengeluaran pemerintah juga memiliki dampak pengganda (Multiplier effect), yang besarnya 1/(1-b) atau sebesar 1/MPS. Jadi penambahan G akan menyebabkan naiknya pendapatan yang lebih besar dari G itu sendiri.

Apabila pemerintah memungut pajak, maka pendapatan nasional akan menurun. Angka pengganda pajak adalah sebesar: -b/1-b.
Misal: C = 100 + 0,75 Yd G = 20 dan I = 50

Pajak, Tx = 20
Tingkat pendapatan keseimbangan adl: Y = C + I + G Maka: Y = 100 + 0,75 Yd + 50 + 20 Y = 100 + 0,75 (Y-20) + 50 + 20 0,25 Y = 155 Y = 620

Konsumsi pada Y keseimbangan adalah: C = 100 + 0.75 (Y – Tx) C = 100 + 0.75 (600) C = 550 Besarnya tabungan: S = Yd – C S = 50 Jadi tabungan = 50 satuan. pendapatan nasional keseimbangan yang baru (setelah adanya pajak) = 620 satuan. = 680 satuan. S = 600 – 550 Ternyata. lebih kecil dibanding dengan sebelum ada pajak.75 (620 – 20) C = 100 + 0.75 Yd C = 100 + 0. .

terdapat kenaikan pendapatan nasional sebesar 20satuan.Apabila tak ada pengeluaran pemerintah (G) dan tak ada pajak (Tx). Ini berarti perubahan dalam G mempunyai pengaruh yang lebih besar terhadap Y dibandingkan dengan perubahan Tx. pendapatan nasional keseimbangan = 600 satuan. tetapi dengan G dan Tx sebesar 20. . Jadi dengan adanya G dan Tx sebesar 20. pendapatan nasional keseimbangan menjadi = 620 satuan.

Suku bunga keseimbangan: suku bunga yang menyebabkan permintaan uang sama dengan penawaran uang.Peranan uang dalam Perekonomian PERMINTAAN AKAN UANG : JUMLAH UANG KARTAL DAN REKENING BANK YANG DIINGINKAN OLEH PARA PEMILIK KEKAYAAN DALAM SEKTOR SWASTA NON BANK PADA SAAT TERTENTU. . PENAWARAN UANG: JUMLAH HARTA INI YANG TERSEDIA PADA SAAT TERTENTU.

HARGA OBLIGASI AKAN NAIK DAN SUKU BUNGA AKAN TURUN.Terdapat hubungan terbalik antara harga obligasi dan suku bunga. JIKA SESEORANG MEMPUNYAI SURPLUS SALDO UANG. . IA AKAN MEMBELI OBLIGASI. JIKA ADA PERMINTAAN LEBIH AKAN OBLIGASI. DAN IA MEMPUNYAI PENAWARAN LEBIH UANG. HAL INI AKAN CENDERUNG MENURUNKAN SUKU BUNGA.

* ADANYA SUATU SUKU BUNGA UMUM.ASUMSI YANG DIGUNAKAN: * JIKA UANG DIPEGANG. TIDAK ADA SUKU BUNGA DIPEROLEH. * SUKU BUNGA YANG KITA KETAHUI ADALAH SUKU BUNGA RIIL. .

PERMINTAAN AKAN UANG UNTUK TRANSAKSI MERUPAKAN FUNGSI MENURUN DARI SUKU BUNGA. TETAPI JUGA MERUPAKAN FUNGSI DARI SUKU BUNGA.Permintaan akan uang PERMINTAAN AKAN UANG UNTUK TRANSAKSI. TIMBUL KARENA ORANG MEMERLUKAN UANG UNTUK MENJALANKAN USAHA DAN KEBUTUHAN SEHARI-HARI. DAN KENAIKAN SUKU BUNGA MERANGSANG ORANGORANG MENGURANGI SALDO UANG DAN MENGGANTINYA DENGAN HARTA LAIN. MAKIN TINGGI BIAYA MEMEGANG UANG. MAKIN TINGGI SUKU BUNGA. TIMBUL KARENA DALAM KEADAAN TERTENTU ORANG MEMEGANG UANG SEBAGAI SUATU HARTA DALAM PORTEPEL HARTA MEREKA. PERMINTAAN AKAN UANG UNTUK TRANSAKSI TIDAK HANYA MERUPAKAN FUNGSI DARI PENDAPATAN. . PERMINTAAN UANG UNTUK SPEKULASI.

M1 = KPY Dimana: M1 adalah Jumlah uang yang diminta untuk transaksi K = lama rata-rata uang dipegang antara beberapa transaksi P = tingkat harga Y = tingkat pendapatan riil : Pendapatan nominal dengan demikian ditunjukkan oleh pY. maka persamaannya menjadi m1 = kY DIMANA M1 = M1/P Persamaan di atas disebut teori kuantitas KECEPATAN PERPUTARAN UANG V1 = 1/K M1V1 = PY . Jika kedua sisinya dibagi dengan p.Tinjauan atas permintaan uang TEORI TRADISIONAL MENGANGGAP ADANYA HUBUNGAN PROPORSIONAL ANTARA PERMINTAAN AKAN UANG DENGAN TINGKAT PENDAPATAN.

Teori tradisional tentang permintaan akan uang untuk transaksi mangasumsikan bahwa permintaan ini proporsional terhadap tingkat pendapatan. dan kenaikan suku bunga menghasilkan rangsangan untuk mengurangi saldo uang dan menggantinya dengan harta lain. Makin tinggi suku bunga.PENDEKATAN PERSEDIAAN OPTIMAL DARI BAUMOL-TOBIN Pendekatan ini menyatakan bahwa permintaan akan uang untuk transaksi naik ketika tingkat pendapatan naik. relatif terhadap harta lain. dan turun jika suku bunga naik. (Karena suku bunga yang lebih tinggi menaikkan pemilikan obligasi dan mengurangi saldo uang yang dipegang). Dan permintaan akan uang untuk transaksi adalah fungsi menurun dari suku bunga. makin tinggi biaya memegang uang. .

dan rekening lain yang menggunakan cek. rekening deposito. surplus neraca pembayaran internasional juga akan menaikkan penawaran uang tertentu. (m2) meliputi m1 ditambah hal-hal seperti dana umum pasar uang. . rekening giro. Defisit pemerintah yang dibiayai dengan pencetakan uang atau pinjaman akan menaikkan penawaran uang. dan rekening-rekening kecil. Selain itu. Cadangan wajib (required reserve). tabungan. Konsep yang lebih luas. juga dapat mempengaruhi penawaran uang.Penawaran Uang Penawaran uang (M1) terdiri atas uang kartal.

BAHWA PEMBELIAN SURAT BERHARGA OLEH BANK SENTRAL MELALUI PASAR TERBUKA AKAN MENAIKKAN JUMLAH PENAWARAN UANG YANG DICERMINKAN OLEH SIMPANAN DAN UANG KARTAL YANG DIMILIKI SEkTOR SWASTA NON BANK. . SEBAGIAN LAIN TIDAK. Dampak penawaran uang SEBAGIAN KEBIJAKAN FISKAL MEMPENGARUHI PENAWARAN UANG. KEBIJAKAN FISKAL MURNI SEBAGAI PENGELUARAN ATAU PERUBAHAN PAJAK TIDAK MEMPENGARUHI PENAWARAN UANG.

Keseimbangan Moneter KESEIMBANGAN MONETER MENUNJUKKAN BAHWA PORTEPEL PARA PEMILIK KEKAYAAN BERADA DALAM KESEIMBANGAN. PEMILIK KEKAYAAN TIDAK INGIN MENGGUNAKAN SALDO UANG MEREKA UNTUK MEMBELI TAMBAHAN HARTA YANG MENGHASILKAN DAN JUGA TIDAK INGIN MENGGUNAKAN HARTA YANG MENGHASILKAN UNTUK MEMBELI SALDO UANG. .

. Suku bunga diukur dengan sumbu vertical. dan tingkat investasi diukur dengan sumbu horizontal. dan bahwa suku bunga ditentukan oleh faktor-faktor moneter. Oleh karena itu kita memerlukan perkakas untuk menganalisis permintaan makroekonomi.Model IS-LM Bahwa investasi bergantung pada suku bunga. Perkakas ini adalah model is-lm. Kurva ini harus garis lurus dengan sudut 45 derajat. Permintaan investasi disajikan sebagai fungsi menurun dari suku bunga. (Kuadran 1). Kondisi keseimbangan investasi diinginkan-tabungan (kuadran 2).

investasi mempunyai dua perbedaan Pertama. . Kedua. hasil diharapkan dapat berubah-ubah.Investasi dan Suku Bunga Pengusaha dihadapkan pada pilihan : menggunakan dana yang ada untuk membeli barang investasi baru atau meminjamkannya dengan suku bunga yang berlaku. hasil itu hanya merupakan harapan yang didasarkan atas dugaan terbaik saat keputusan dibuat. misalnya dengan membeli obligasi. Dibandingkan dengan obligasi.

Jika mec 10 persen dan suku bunga pasar 5 persen.Keputusan mengenai investasi melibatkan suatu perbandingan antara efisiensi modal marjinal dengan suku bunga pasar. . jelas bahwa membeli mesin lebih menguntungkan.

pengeluaran investasi akan tinggi jika suku bunga rendah. dan untuk alasan inilah para ekonom sering menulis fungsi permintaan akan investasi sebagai: I = F (i) Fi  0 . Dengan demikian. Untuk setiap perusahaan. tingkat investasi dapat dianggap sebagai fungsi menurun dari suku bunga.

Suku bunga keseimbangan adalah suku bunga yang menyebabkan permintaan uang sama dengan penawaran uang.    . sekaligus biaya implicit memegangnya (implicit cost of holding). dan menciptakan kondisi keseimbangan moneter. Penawaran uang adalah jumlah harta ini yang tersedia pada suatu saat. Suku bunga merupakan biaya meminjam uang (cost of borrowing).Permintaan akan Uang  Permintaan akan uang adalah jumlah uang kartal ditambah dengan rekening bank yang diinginkan oleh para pemilik kekayaan dalam sektor swasta non bank dari suatu perekonomian pada suatu saat.

Asumsi dalam bab ini:  Pertama.  . mengasumsikan adanya suku bunga umum.Terdapat hubungan terbalik antara harga obligasi dan suku bunga. tidak ada suku bunga diperoleh. Ketiga. suku bunga yang kita ketahui adalah suku bunga riil. jika uang dipegang.  Kedua.

Keynes. timbul karena orang memerlukan uang untuk menjalankan usaha dan kebutuhan sehari-hari.Permintaan akan Uang untuk Transaksi-Bersiaga Menurut j. timbul karena dalam keadaan tertentu orang memegang uang sebagai harta dalam portepel harta mereka. timbul karena orang umumnya memegang saldo di atas perkiraan kebutuhan mereka. Motif bersiaga (precautionary motives). untuk menghindari kerugian finansial yang mungkin timbul akibat kekurangan uang. . Permintaan uang spekulatif. ada tiga motif permintaan akan uang    Permintaan akan uang untuk transaksi.M.

 .   Besarnya permintaan akan uang untuk transaksi bergantung pada pendapatan nominal. Kenaikan suku bunga membuat pemilik obligasi lebih sering memasuki pasar obligasi selama periode pendapatan pengeluaran. juga merupakan fungsi dari suku bunga. Bahwa kenaikan suku bunga mengurangi pemilikan saldo rata-rata kas menganggur. juga tergantung pada jadwal penerimaan dan pengeluaran. Permintaan akan uang untuk transaksi selain merupakan fungsi dari pendapatan. Permintaan akan uang untuk transaksi merupakan fungsi menurun dari suku bunga. Selain itu.

dan hal ini merangsang untuk mengurangi saldo uang dan menggantinya dengan harta lain. Teori tradisional tentang permintaan akan uang untuk transaksi mengasumsikan bahwa permintaan ini proporsional terhadap tingkat pendapatan. Dan permintaan akan uang untuk transaksi adalah fungsi menurun dari suku bunga.  Makin tinggi suku bunga. makin tinggi biaya memegang uang. .

Terima Kasih .