Anda di halaman 1dari 8

(instr) Mengukur flowrate

Maman Pembaca milis migas yang berbahagia, saya ada pertanyaan mengenai cara pengukuran rate dilapangan, mungkin pertanyaan ini cukup mendasar, mohon pencerahannya. Saya pernah mendengar bahwa untuk mengukur gas rate kita menggunakan oriffe plate. Dengan adanya oriffe ini maka akan tercipta suatu perbedaan tekanan upstream dan downstream kemudian kedua tekanan ini dikonversikan dengan persamaan tertentu sehingga didapatkan rate (Mscf/d). Apa perkiraan saya benar ? Bagaimana bentuk persamaan itu ? Bagaimana dengan oil rate ? Setahu saya kita mencatat oil rate dari separator. Bagaimanakah caranya ? Apakah kita mencatat pertambahan volume untuk waktu tertentu di separator sehingga kita akan mendapatkan oil rate = volume/waktu ? Jika benar, bagaimana kita tau pertambahan volumenya ? jika salah, bagaimanakah cara yang benar ? Mohon penjelasannya. Mungkin bisa dijelaskan via japri saya. Terima kasih sebelumnya. Doddy Samperuru Dear Pak Maman, there are two commercial products called PhaseTester (R) & PhaseWatcher (R). Traditionally, the well fluids need to be separated (oil, gas, water, etc.) first before we can measure the flow rate of each phase. The problem: we need a separation facility, which is associated with cost & time. With these products, now we are able to measure the flow rate of each phase without having them separated. The flow rate is conventionally measured by using a Venturi effect. Each phase (oil, gas & water) is differentiated by using radiation principles (gamma ray). Please click http://www.slb.com/Hub/index.cfm?id=id38163 for further info. nugrohowibisono Dear members, saya respon borongan lagi deehh.. :) Mohon maap kalau keliru lhoo... <untuk Pak Maman>

Pak Maman yg berbahagia, Perkiraan anda benar adanya. Orifice akan menyebabkan perbedaan tekanan pada upstream dan downstream. Perbedaan tekanan ini akan berkorelasi dengan flowrate dari aliran fluida yang melaluinya. Persamaan yang biasanya dipakai untuk menghitung flow rate dari gas diambil dari AGA Report No. 3 (American Gas Association) dan AGA-AGA lainnya (saya tidak tahu bener, mungkin member lain bisa membantu?). Perbedaan tekanan ini disensing oleh Differential Pressure (DP) Transmitter atau Flow Transmitter. Perbedaannya : Jika menggunakan DP Transmitter, algoritma kalkulasi AGA-3-nya tidak "ditaruh" di dalam transmitter, tetapi ada di DCS (pressure differential yg diukur ditransmisikan ke DCS utk diolah lebih lanjut). Sedangkan jika menggunakan Flow Transmitter, algoritma kalkulasi AGA-3-nya ada di transmitter itu sendiri. Ini setahu saya lho yaa... Bentuk persamaannya? Silahkan dilihat-lihat sendiri didokumen AGA-3 tsb, karena persamaan tsb panjang sekali dan berbeda-beda untuk kasus fluida yang mempunyai properties tertentu. Intinya sih, flowrate tsb berbanding lurus dengan differential pressure yg terbentuk. AGA "mengatur" perjanjian masalah factor koreksi properties tertentu. Untuk kasus mengukur oil rate dari keluaran separator setahu saya tidak memerlukan ketelitian yang sangat tinggi (karena oil tsb akan diprocess lagi atau dideliver lewat pipeline). Kalau bayangan saya sih pengukuran oil rate dari separator outlet biasanya diperlukan sebagai balikan pada pengontrol untuk mengontrol keluaran dari separator tsb (supaya ketinggiannya tetap pada set point yg diinginkan) atau sebagai balikan pada pengontrol untuk mengontrol pada line recycle atau lain2nya... Caranya sama saja, pake orifice juga dikombinasikan dengan DP atau Flowmeter atau kadang dgn flow controller. Oh iya, Pak Maman, lha kalau dijelaskan via japri, member yg lain jadi ga mengikuti diskusinya dong... :) <untuk Pak Doddy Samperuru> Dear Pak Doddy, If I'm not mistaken, these products - which mentioned below - has a general name called Multiphase meter, is that correct? Multiphase meter is, indeed, very "concise" to eliminate the quantity of flowmeter instruments. But I suppose they are expensive enough compared with traditional instruments, correct me if I'm wrong. (for another discussion about multiphase meter, please refer to "Rangkuman Diskusi Teknis Instrumentasi, 25 Desember 2001 - 25 Januari 2002").

But, I wonder, are those products able to measure flow continously for day-to-day operation? Because after I have visited your site, in my understanding, those products are designed for Well Testing purpose. soendoro Sekedar menambahkan mengenai AGA Report, jadi AGAk-AGAk malu sama Pak Webi nich sudah lama jadi member koq gak pernah posting :) Salut untuk Pak Webi yg aktif di milis Berikut diantara report2 yang dikeluarkan oleh AGA AGA Report No. 3, Orifice Metering of Natural Gas AGA Report No. 4, Natural Gas Contract Measurement and Quality Clauses AGA Report No. 5, Fuel Gas Energy Metering AGA Report No. 7, Measurement of Gas by Turbine Meters AGA Report No. 8, Compressibility Factor of Natural Gas and Related Hydrocarbon Gases AGA Report No. 9, Measurement of Gas by Multipath Ultrasonic Meters AGA Report No. 10, Speed of Sound in Natural Gas and Other Related Hydrocarbon Gases AGA Report No. 11, Measurement of Natural Gas by Coriolis Meter AGA Report No. 12, Cryptographic Protection of SCADA Communications (ada yg punya referensi untuk report no. 11? Kalau boleh saya minta copy nya. Thanks) Sedikit meluruskan Nugroho Wibisono wrote : "Jika menggunakan DP Transmitter, algoritma kalkulasi AGA-3-nya tidak "ditaruh" di dalam transmitter, tetapi ada di DCS (pressure differential yg diukur ditransmisikan ke DCS utk diolah lebih lanjut). Sedangkan jika menggunakan Flow Transmitter, algoritma kalkulasi AGA-3-nya ada di transmitter itu sendiri. Ini setahu saya lho yaa..." Selain ke DCS System, signal hasil pengukuran DP Transmitter bisa juga ditransmisikan ke Flow Computing System yg lain (punya Daniel, Omni, dll) untuk kemudian dilakukan komputasi Flow di System tsb.

waskita Komentar dikit:

* Kalkulasi (plain) AGA-3 bisa dilakukan oleh sementara FF dP Transmitter (atau Flow Transmitter - keduanya identik) melalui Arithmetic Function Block-nya. Kalau diperlukan perhitungan lebih dari sekedar plain AGA-3, seperti perhitungan super-compressibility AGA-8, diperlukan Flow Computer. * Formula AGA diperuntukkan untuk aplikasi gas dan berbeda untuk liquid. arief_rahman "Nugroho Wibisono wrote : Untuk kasus mengukur oil rate dari keluaran separator setahu saya tidak memerlukan ketelitian yang sangat tinggi (karena oil tsb akan diprocess lagi atau dideliver lewat pipeline). Kalau bayangan saya sih ..........." Kenapa ya kalau ngukur oil-nya tidak perlu teliti ??? Lha wong diukur karena pingin tahu berapa gas-nya, oil-nya, water-nya dsb-dsb. Makanya sampai pakai separator. Mohon pencerahan. kusayang_kamu@lycos.com Weby... Kanapa gak perlu teliti... karena memang ada metode yang lebih dipercaya pembeli... yakni leveling, tinggal tampung aja oilnya dalam pada Tanki atau Vessel atau tanker... Catat dengan rapi... ketahuan deh... jadi si pembeli juga bisa terbebas dari rugi rugi hilang massa karena penguapan, bocor dsb. nugrohowibisono@yahoo.com Dear members, wah, Garong sama Pak Arief kompakan ya "nyerbu" saya? mohon ampuun deh... hehehe :) Maksud saya "teliti" itu utk kasus pengukuran flow dari outlet yg digunakan utk mengendalikan level di vessel-nya (lokal), bukan utk urusan beli-membeli atau.. lainnya (custody transfer istilahnya ya?).. mungkin yg kurang saya tambahkan pengertian "teliti" itu relatif, jadi bisa saja maksudnya Pak Arief "segini ini sudah teliti..", mungkin

katanya Garong "kurang teliti itu mas!!"... Kalo salah ya mohon maap... lha kalo bener terus kan namanya malaikat, ya nggak pak Arief? ;)

arief_rahman@singgar-mulia.co.id Pak Maman, Setahu saya, metode flow metering (pengukuran flow) menggunakan banyak cara. Salah satu cara yang paling umum adalah dengan menggunakan alat yang dikategorikan sebagai HEAR METER. Head meter pada dasarnya menggunakan inferential method (cara tidak langsung) melalui pressure head (differential pressure) yang digenerate sama si meter tersebut. Ada beberapa contoh meter yang termasuk dalam kategori ini : Orifice plate, Venturi, Lo loss tube dsb-dsb. Bagaimana persamaan pengukurannya ?? Dari yang saya baca, terutama untuk orifice, prinsip yang digunakan menggunakan Persamaan Bernouli. Tentu saja akan berbeda untuk gas dan liquid (termasuk oil). Karena gas compressible, maka akan ada compressibility factor yang dimasukkan. Juga ada Coeficient of discharge yang diperlukan untuk mengkompensasi kondisi IDEAL terhadap REAL flow yang akan terukur. Itu prinsip dasar-nya. Hasil akhir persamaan-nya anda bisa baca di banyak literature : 1. AGA-3 Report, untuk pengukuran gas 2. ISO Standard 5167 3. Flow measurement Engineering Handbook, RW Miller, Mc Graw Hill (The most comprehensive book on flow meter I know so far) 4. Instrument Engineers Handbook, Process Measurement and Analysis, Bela G Liptak Flowmeter pada dasarnya mengukur flow rate. Jadi anda tidak perlu mencari volume baru dibagi satuan waktu karena yang terbaca sudah flow rate. Beda kalau anda ingin mengetahui total flow untuk waktu tertentu maka diperalatan anda (misalnya Flow Indicator) perlu ada integrator (totalizer). Bisa dilakukan di DCS as well as local Flow Totalizer. Saya juga ingin highlight : kenapa oil rate kebanyakan dibaca setelah outlet separator ?? Reason-nya adalah karena kebanyakan flowmeter (misalnya orifice) tidak akurat kalau membaca flow dua phase (Two phase). Makanya dipisah dulu antara phase gas dan liquid-nya di separator baru diukur. Ada memang beberapa two phase flowmeter tapi selain harganya mahal, perlu validasi yang baik, range pengukurannya

juga seringkali terbatas. Kecuali ada justifikasi yang kuat dan valid, orang cenderung menggunakan yang "konvensional" saja. Anyway, hati-hati lho Pak kalau minta advise lewat japri soalnya seringkali minta bayaran. Level-nya sudah level konsultan. He .. he .... dana.ardian@exxonmobil.com Plus tambahan, Flowmeter yang dimaksud Weby mungkin istilahnya lebih tepat kalau disebut "Flow Allocation meter". Laju alir gas/liquid yang memasuki suatu proses harus "reconcile" dengan yang keluar, ini untuk mendeteksi adanya kebocoran,mengukur volume boil-off dan lain sebagainya. Jadi lebih bersifat internal proving, sedangkan flowmeter dari produser ke buyer biasanya disebut "Custody Transfer meter", nah, untuk meteran yang satu ini, ketelitian nya harus memenuhi standard yang diminta oleh buyer dan proses proving/kalibrasinya biasanya juga harus mengikut-sertakan buyernya cahyo@migas-indonesia.com "Ketidaktelitian" lain untuk kasus test separator, biasanya pada harga konstanta yang memperbolehkan carry-over-nya cairan ke gas outlet. Karena memang didalam separator tersebur, umumnya tidak dibutuhkan pemisahan yang sangat bagus, yach cukup sedang2 saja...... rifai@ept.co.id Ikut nimbrung... Setahu saya, umumnya, pengukuran flow rate dari separator hanya untuk tujuan pengetesan saja (maka umumnya dipasang pada test separator), sedang untuk pengukuran presisi, lebih bagus setelah masuk storage. Hal ini dikaitkan dengan aliran dari separator yang tidak sepenuhnya minyak 100% (saya belum menemukan separator yang bisa menseparasi sempurna...), juga karena mungkin aliran yang masuk ke separator fluktuasinya besar. Pengalaman memakai turbin flow meter, pengukuran kurang presisi karena fluktuasi yang besar. cahyo@migas-indonesia.com

Hanya saja, jika masuk ke tangki, mungkin juga tidak bisa mewakili karena tentunya ada efek flashing dari liquid (liquidnya jadi shrink), apalagi jika test separatornya bertekanan relatif lebih tinggi dari tangki yang dimaksud. Kecuali tangkinya juga special bertekanan yang tidak jauh dari tekanan separator................ Just my opinion.

irfan_khomeini@yahoo.com Saya sering juga kok menjumpai pengukuran flow rate sebelum masuk ke Gross Separator, meskipun memang jarang nemuin Flowmeter yang presisi di inlet separator, kebanyakan masih meteran analog yang chart recordernya masih pake tinta yang bisa diakalin sama operator, ...barang langka tapi menarik :) Jadi nggak cuma Test Separator saja yg ada flowmeter nya. Malahan, ada dimana2, ya yang ke line dehydrator lah, yang ke line water treatment lah, dan yang paling penting yang di line OGOL (Out Going Oil Line) dan OGGL (Out Going Gas Line). Kalo alasannya kenapa bisa dipasang sebanyak itu saya juga nggak tau, tapi kalo disuruh nebak...mungkin supaya sewaktu2 bisa ngontrol balance material sepanjang line, CMIIW. Kalo yang ini masih butuh pencerahan lebih lanjut, :) Turbin meter biasanya dipakai di flow measurement yang letaknya masih "agak" di hulu, bisa di inlet secondary separator (semacam surge vessel, slug catcher, dan kawan2nya), trus untuk ngukur flow yang ke water treatment juga banyak pake turbin meter. Sementara untuk OGOL butuh yang lebih presisi, bahkan sudah ada yang menggunakan Three-Phase measurement alias MPFM (Multi Phase Flow Measurement). Untuk transfer (bahasa kerennya custody transfer) minyak dan LPG (Propane dan Butane), banyaknya pake PD (Positive Displacement) Meter. Katanya sih...ini juga masih katanya looh...karena dengan PD Meter dilakukan pengukuran volume secara langsung, jadi bukan inferential measurement.Selain itu, meteran kayak gini juga masih butuh unit "prover" supaya lebih presisi. Mungkin ada koreksi dan tambahan, yo monggo...

maman_98@plasa.com Dear rekan migas, terima kasih atas jawaban dan tanggapan rekan2 sekalian mengenai pertanyaan saya tentang bagaimana cara mengukur flowrate. Saya sungguh tidak menyangka kalu ini akan menjadi sebuah diskusi. Lain kali saya tidak akan minta lewat japri, terima kasih atas saran pak nugroho dan pak arif. Memang dibahas di milis ini lebih baik sehingga semua anggota dapat membacanya. sekali lagi terima kasih