Anda di halaman 1dari 9

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Tumbuh kembang anak merupakan suatu proses yang continue, dimulai dari sejak dalam kandungan sampai anak tumbuh dewasa, banyak faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang anak baik dari faktor genetik maupun lingkungan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pertumbuhan mempunyai dampak terhadap aspek fisik, sedangkan perkembangan berkaitan dengan pematangan fungsi organ / individu. Otak orang dewasa \berbeda dengan otak balita, otak balita (bawah 5 tahun) lebih plastis. Plastisitas otak pada balita mempunyai sisi positif dan negatif. Sisi positifnya, otak balita lebih terbuka untuk proses pembelajaran dan pengkayaan. Sisi negatifnya, otak balita lebih peka terhadap lingkungan utamanya, lingkungan yang tidak mendukung seperti asupan gizi yang tidak adekuat, kurang stimulasi dan tidak dapat pelayanan kesehatan yang memadai. Oleh karena itu masa lima tahun pertama kehidupan merupakan masa yang sangat peka terhadap lingkungan dan masa ini berlangsung sangat pendek serta tidak dapat diulang lagi, maka masa balita disebut sebagai masa keemasan (golden period), jendela kesempatan (Window of opportunity) dan masa kritis (critical period). ( Depkes RI, 2005 ) Kegiatan stimulasi, deteksi dan intervensi dini penyimpangan tumbuh kembang balita yang menyeluruh dan terkoordinasi diselenggarakan dalam bentuk kemitraan antara keluarga (orang tua, pengasuh anak dan anggota keluarga lainnya), masyarakat (kader, tokoh masyarakat, organisasi profesi, lembaga

swadaya masyarakat, dan sebagainya). Dengan tenaga yang profesional (kesehatan, pendidikan dan sosial), akan meningkatkan tumbuh kembang anak usia dini dan kesiapan memasuki jenjang pendidikan formal. Indikator keberhasilan pembinaan tumbuh kembang anak tidak hanya meningkatnya status kesehatan dan gizi anak tetapi juga mental, emosional, sosial dan kemandirian anak berkembang secara optimal. ( Depkes RI, 2005 ) Pembinaan tumbuh kembang anak memerlukan perangkat instrumen untuk stimulasi, deteksi dan intervensi dini penyimpangan tumbuh kembang termasuk format rujukan kasus dan pencatatan - pelaporan kegiatan. Berbagai metoda stimulasi dan deteksi dini telah banyak dikembangkan oleh para ahli dan lintas sektor terkait. Departemen Kesehatan bekerja sama dengan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), telah menyusun berbagai instrumen stimulasi, deteksi dan intervensi dini tumbuh kembang untuk anak umur 0 6 tahun, yang diuraikan dalam pedoman pelaksanaan stimulasi, deteksi dan intervensi dini tumbuh kembang anak ditingkat pelayanan kesehatan dasar. ( Depkes RI, 2005 ) Dalam tumbuh kembang anak tidak sedikit peran ibu dan ekologi anak yaitu peran ibu sebagai para genetik faktor yang mempengaruhi terhadap pertumbuhan dan psikologis terhadap pertumbuhan post natal dan perkembangan kepribadian melalui ibu, anak akan mendapatkan ASI yang merupakan gizi yang tinggi bayi di samping sebagai pelindung bayi terhadap berbagai macam infeksi. Namun pada saat ini begitu banyak bayi yang tidak mendapatkan ASI ibunya di karenakan ibu yang sangat sibuk ataupun di karenakan gizi ibu yang tidak

mencukupi sehingga mengakibatkan anak/bayi mengalami gangguan dalam tumbuh kembang. (http://www2.compas.com) Aspek tumbuh kembang anak pada anak dewasa ini adalah salah satu aspek yang di perhatikan secara serius oleh para pakar, karena hal tersebut merupakan aspek yang menjelaskan mengenai proses pembentukan seseorang, baik secara fisik maupun psikososial. Namun, sebagai orang tua belum memahami hal ini terutama orang tua yang mempunyai tingkat pendidikan dan sosial ekonomi yang relatif rendah. Mereka menganggap bahwa selama anak tidak sakit, berarti anak tidak mengalami masalah kesehatan termasuk pertumbuhan dan perkembangannya. Sering kali para orang tua mempunyai pemahaman bahwa pertumbuhan dan perkembangannya mempunyai pengertian yang sama. (Nursanam, 2005) Menurut suvey demografi kesehatan indonesia 2002 2003, angka kematian ibu (AKI) di Indonesia adalah 307 per 100.000 kelahiran hidup. Sedangkan angka kematian bayi (AKB) tercatat 35/1000 kelahiran hidup. Pada tahun yang sama prevalasi gizi kurang pada anak balita akan diturunkan dari 25,8 % menjadi 20 % dan umur harapan hidup di naikkan dari 66,29 % menjadi 70,6 %. (www.waraouw.com) Di Indonesia sendiri tumbuh kembang dapat dilihat dari besarnya angka kematian bayi (AKB) saat ini yang dirasa masik tertinggi di Asia Tenggara, karena hal itu menjadi kegiatan prioritas Departemen Kesehatan pada periode 2005 2010. (www.gogle.com/angkakematianbayi) Pencapaian kemampuan tumbuh kembang pada masa bayi tidak selalu di capai persis usia 1 tahun, tetapi dapat dicapai lebih awal atau terlambatnya dari

satu tahun. Masing-masing tahap memiliki ciri khas dalam anatomi, fisiologis, blokimia, dan karakternya. Tahap dalam pencapaian tumbuh kembang anak adalah masa prenatal, neonatal, masa bayi, balita, dan prasekolah. (Nursalam, 2005) 1.2 Perumusan Masalah Berdasarkan Latar Belakang di atas peneliti membuat Perumusan Masalah yaitu : Bagaimanakah gambaran pengetahuan dan sikap ibu dalam pencapaian tumbuh kembang balita usia 4 5 tahun di TK Nurhidayah Desai Sei Rotan Kecamatan Percut Sei Tuan tahun 2010.

1.3 Tujuan Penelitian 1.3.1 Tujuan Umum

Untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan sikap ibu dalam pencapaian tumbuh kembang balita usia 4 5 tahun di TK Nurhidayah Desai Sei Rotan Kecamatan Percut Sei Tuan tahun 2010. 1.3.2 1. Tujuan Khusus Untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu dalam pencapaian tumbuh kembang Balita di TK Nurhidayah Desai Sei Rotan Kecamatan Percut Sei Tuan tahun 2010. 2. Untuk mengetahui sikap ibu dalam pencapaian tumbuh kembang

Balita di TK Nurhidayah Desai Sei Rotan Kecamatan Percut Sei Tuan tahun 2010.

1.4 Manfaat Penelitian 1.4.1 Bagi ibu-ibu yang mempunyai balita usia 4 5 tahun, sebagai bahan

masukan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu dalam pencapaian tumbuh kembang balita usia 4 5 tahun. 1.4.2 Bagi Intitusi Pendidikan Akademi Keperawatan Harapan Mama

Kabupaten Deli Serdang sebagai masukan bahan bacaan di perpustakaan Akademi Keperawatan Harapan Mama. Bagi peneliti, untuk menambah wawasan dan pengetahuan penulis dalam penerapan ilmu yang diperoleh selama mengikuti perkuliahan. Maka berdasarkan latar belakang di atas makalah ini berjudul GAMBARAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU DALAM

PENCAPAIAN TUMBUH KEMBANG BALITA 4-5 TAHUN DI TK XX DESA SEI ROTAN KEC. PERCUT SEI TUAN KABUPATEN DELI SERDANG

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1.

Pengertian Pertumbuhan ialah bertambahnya ukur an dari jumlah serta jaringan

interseluler, berarti bertambahnya ukuran fisik dan struktur tubuh dalam arti sebagian atau keseluruhan. Jadi bersifat kuantitif sehingga dengan demikian dapat kita ukur dengan mempergunakan satuan panjang atau satuan berat. Perkembangan ialah bertambahnya kemampuan struktur dan fungsi dari lebih kompleks, jadi bersifat kuantitatif yang lebih kompleks, jadi bersifat kualitatif yang pengukurannya jauh lebih sulit dari pada pengukuran pertumbuhan (Narendra,B, dkk, 2002). Pertumbuhan fisik yaitu pertambahan masa tumbuh, seperti berat, panjang, serta tinggi badan, lingkar kepala, lingkar lengan atas, dan sebagainya, merupakan kandisi kuantitif. Sedang perkembangan, yaitu intelektualitas

yang terlihat dalam bentuk kemampuan motorik, psikososial, dan bahasa merupakan kondisi kualitatif (Pujiarto, 2005). Tahun Pertama pertumbuhan merupakan saat-saat yang menyenangkan. Bayi bertumbuh lebih cepat selama masa ini disbanding tahun-tahun lainya kecuali masa sembilan bulan dalam kandungan, bertumbuh dengan cepat dan menakjubkan dalam segala bidang yaitu : pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, perkembangan psiko logis (Penny Warner, 2005)

2.2.

Ciri-ciri Pertumbuhan dan Perkembangan Meskipun pertumbuhan dan perkembangan mempunyai arti yang

berbeda, namun stimulant.

keduanya

saling

mempengaruhi

dan

berjalan

secara

Pertumbuhan ukuran fisik akan disertai dengan pertambahan

kemampuan perkembangan anak. (Nursalam, 2005). Adapun ciri-ciri pertumbuhan dan perkembangan anak menurut Suganda Tanuwijaya (Narendra, B, dkk, 2002) adalah : 1. Ciri Pertumbuhan. Ciri pertumbuhan dapat dinilai dari beberapa perubahan antara lain : a. Perubahan ukuran Perubahan ini terlihat jelas pada pertumbuhan fisik yang dengan bertambahnya umur anak terjadi pula penambahan berat badan, tinggi badan, lingkar kepala dan lain-lain b. Perubahan proporsi Proporsi tubuh seorang bayi baru lahir sangat berbeda dibandingka n tubuh anak ataupun orang dewasa. Pada bayi baru lahir, kepala relatif mempunyai proporsi yang lebih besar dibandingka n dengan umur-umur lainnya. c. Hilangnya ciri-ciri lama. Selama proses pertumbuhan terdapat hal-hal yang terjadi perlahan-lahan seperti menghilangnya kelenjar timus, lepasnya gigi susu dan menghilanganya repleksrepleks pr imitif. d. Timbulnya ciri-ciri baru Timbulnya cirri-ciri baru ini adalah sebagai akibat pematangan fungsi-fungsi organ. Pertumbuhan fisik yang penting selama pertumbuhan adalah munculnya

gigi tetap yang menggantikan gigi susu yang tetap lepas. 2. Ciri Perkembangan a. Perkembangan melibatkan perubahan. Karena perkembangan terjadinya bersamaan dengan pertumbuhan maka setiap pertumbuhan reproduks i disertai misalnya, dengan disertai peruhan dengan fungsi, perkembangan organ sistim kelamin,

perubahan

perkembangan intelegensia menyertai pertumbuhan otak dan serabut saraf. b. Perkembangan awal menentukan pertumbuhan selanjutnya. Perkembangan awal merupakan awal masa kritis karena akan menetukan perkembangan selanjutnya. c. Perkembangan memiliki tahap yang berurutan. Tahap ini dilalui seorang anak mengikuti pola yang mengatur dan berurutan, tahap-tahap tersebut tidak bias terjadi terbalik. Misalnya anak terlebih dahulu mampu membuat lingkaran sebelum membuat gambar kotak berdiri sebelum berjalan dan sebagainya. 2.3. Tahapan Tumbuh Kembang Bayi. Pada dasarnya tumbuh kembang merupakam dasar kehidupan yang berlangsung melalui tahapan-tahapan tumbuh kembang yang mempunyai ciri khas dengan kebutuhan dan permasalahannya (Narendra, B, dkk, 2002). Adapun tahapan-tahapan tumbuh kembang bayi menurut Nursalam (2005) adalah : a. Usia 1 3 bulan Anak berusaha mengelola koordinasi bola mata untuk mengikuti suatu objek, membedakan seseorang dengan benda, senyum naluri, dan bersuara, pada posisi

tertelungkup anak berusaha mengangkat kepala, jika tertidur telentang, anak lebih menyukai sikap memiringkan kepala. b. Usia 4 6 bulan. Anak mampu mengangkat kepala dan menoleh ke kiri ke kanan saat telungkup, anak mampu membalikkan benda pada posisi telungkup dan sebaliknya, berusahan meraih benda-benda disekitarnya untuk dimasukkan ke mulut. Anak mampu tertawa lepas pada suasana yang menyenangkan, misalnya diajak bercanda, sebaliknya akan cerewet / menangis pada suasana tidak menyenangkan. c. Usia 7 9 bulan. Anak mulai bergerak memutar posisi telungkup untuk menjangkau bendabenda sekitarnya, anak mulai bergerak merayap atau merangkak dan duduk sendiri tanpa bantuan. Apabila dibantu berdiri, anak berusaha untuk melangkah sambil berpegangan. d. Usia 10 12 bulan. Anak suka sekali bermain cilukba, anak mampu melambaikan tangan, bermain bola, memuku l-mukul, dan memberikan benda yang dipegang bila diminta.