P. 1
Aneka Mollusca

Aneka Mollusca

|Views: 1,499|Likes:
Dipublikasikan oleh Dian Albizzia Dryas

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Dian Albizzia Dryas on Jun 14, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/10/2015

pdf

text

original

Pola penyebaran dari spesies moluska selama pengamatan dapat dianalisis dengan
menggunakan Indeks Penyebaran ialah Indeks Sebaran Morisita (Krebs, 1978). Pola penyebaran
spesies moluska dapat dilihat pada Tabel 4.
Tabel 4 Indeks penyebaran dan pola
penyebaran moluska

No Jenis

Indeks
morisita

Pola
penyebaran

1

Corbicula
moltkiana

1.647

mengelompok

2

Corbicula javanica

1.115

mengelompok

3

Pseudodon
vondembuschianus

1.313

mengelompok

4

Melanoides
granifera

2.123

mengelompok

5

Melanoides
tuberculata

3.821

mengelompok

6

Thiara scabra

0.003

acak

7

Brotia costula

0.007

acak

24

varicosa

8

Brotia testudinaria

3x10-5

acak

9

Bellamya javanica

8.06x10-7

acak

10

Pomacea
canaliculata

4.4x10-6

acak

Pola penyebaran biota dipengaruhi oleh tipe habitat yang meliputi parameter fisik kimia
perairan serta makanan dan kemampuan adaptasi dari suatu biota dalam sebuah ekositem.
Berdasarkan hasil analisa pola penyebaran jenis individu moluska menurut Indeks Morisita
bersifat mengelompok dan acak. Sifat berkelompok ini disebabkan oleh beberapa faktor antara
lain kondisi lingkungan, tipe substrat, kebiasaan makan dan cara bereproduksi (Alfitriatussulus
2003). Untuk Brotia costula varicosa dan Brotia testudinariaserta Thiara scabra merupakan
spesies yang hidup di daerah sungai. Sedangkan untuk Bellamya javanica merupakan spesies
imigrasi. Untuk Pomacea canaliculata selama penelitian jarang ditemukan. Pola penyebaran
mengelompok dan acak ini dapat disesuaikan dengan frekuensi kehadiran setiap spesies di masing-
masing stasiun (Tabel 5). Frekuensi kehadiran tersebut berhubungan dengan kehadiran moluska di
suatu stasiun, Frekuensi kehadiran 0.25-0.50 menunjukkan kehadiran moluska sebagai aksesori
(jarang ditemukan) yakni Brotia testdinaria dan Bellamya javanica. Sedangkan kehadiran 0.50-
0.75 menunjukkan kehadiran moluska sebagai kehadiran konstan, yakni Corbicula javanica.
Untuk frekuensi kehadiran 0.75-1.00 menunjukkan kehadiran absolut, yakni Corbicula moltkiana,
Pseudodon vondembuschianus, Melanoides granifera, Melanoides tuberculata, Thiara scabra,
Brotia costula varicosa dan Pomacea canaliculata
Cara hidup biota yang berkelompok menunjukkan kecenderungan yang kuat untuk
berkompetisi dengan biota yang lain terutama dalam hal makan. Kebiasaan makan dan sumber
makanan bagi moluska berbeda-beda untuk setiap jenis dan dipengaruhi oleh pola adaptasi
terhadap lingkungannnya. Menurut Barnes, 1987 dalam Hamidah 2000), sumber makanan bagi
hewan yang hidup di dasar perairan (bentos) terdiri dari detritus dan plankton dari massa air serta
detritus dan mikroorganisme yang melekat di dasar. Berdasarkan kebiasaan makannya, moluska
dibedakan menjadi herbivora, karnivora, pemakan bangkai, pemakan deposit, pemakan suspensi
dan parasit. Pada umumnya moluska yang bersifat pemakan deposit lebih banyak ditemukan di
daerah dengan substrat yang halus karena banyak mengandung bahan organik. Walaupun moluska
pemakan suspensi dapat ditemukan pada substrat yang kasar, namun dapat juga ditemukan
moluska pemakan deposit. Sedangkan pada bivalvia, sebagian besar pemakan detritus dan
sebagian kecil adalah pemakan plankton (Hamidah 2000). Selain itu biota ini mempunyai sifat
bergerak yang rendah sehingga sukar untuk menyebar dan berpindah-pindah.
Beberapa jenis moluska air tawar sangat bergantung pada tumbuhan air. Baik sebagai
makanan ataupun sebagai tempat hidupnya. Menurut Izmiarti 1991 dalam Hamidah 2000
tumbuhan Potamogeton merupakan tempat hidup bagi beberapa gastropoda dari famili Thiaride
yaitu Anentome helena, Melanoides granifera , M. tuberculata, Thiara scabra dan Pomacea
canaliculata.

Beberapa spesies juga memerlukan bebatuan untuk menempel hidup diantaranya adalah
Melanoides granifera, Melanoides tuberculata, Thiara scabra, Brotia costula varicosa dan Brotia
testudinaria

Pada abad 19 penyebaran Corbicula meluas ke Amerika Utara, penyebaran spesies ini
berkembang dengan cepat dan menjadi bagian yang penting di komunitas air tawarnya. Corbicula
berkembang secara alami dan bantuan manusia yang akan dijadikan umpan untuk ikan. Spesies ini
dapat mengakibatkan kerusakan pada saluran irigasi, pipa bawah tanah dan pengolahan air.
(Anonim 2005).

Tabel 5 Frekuensi kehadiran setiap spesies moluska di masing-masing stasiun

Jenis

Stasiun

Jumlah Frekuensi

I

II

III

IV

Corbicula moltkiana

0.25

0.25

0.25

0.25

1.00

Corbicula javanica

0

0.25

0.25

0.25

0.75

Pseudodon vondembuschianus

0.25

0.25

0.25

0.25

1.00

Melanoides granifera

0.25

0.25

0.25

0.25

1.00

Melanoides tuberculata

0.25

0.25

0.25

0.25

1.00

25

Thiara scabra

0.25

0.25

0.25

0.25

1.00

Brotia costula

0.25

0.25

0.25

0.25

1.00

Brotia testudinaria

0

0

0

0.25

0.25

Bellamya javanica

0

0.25

0

0

0.25

Pomacea canaliculata

0.25

0.25

0.25

0.25

1.00

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->