Anda di halaman 1dari 14

Neurofarmakologi ialah studi tentang obat yang berpengaruh pada jaringan saraf.

Dalam neurofarmakologi di masukkan juga obat-obat psikotropik yang dapat mempengaruhi perasaan (mood) dan perilaku. Kemudian termasuk juga antikonvulsan, hipnotik, sedativa, analgenika, anestika, narkotika,analeptika, dan berbagai obat yang berpengaruh pada saraf otonom.

Kelompok utama dari perangsang SSP


Amfetamin dan Analeptik dan kafein kafein merangsang untuk merangsang pelepasan pernafasan neurotransmitter,nore pinefin dan dopamin dari otak dan sistem saraf simpatis)

1. Sedatif-hipnotik
Sedative berfungsi menurunkan aktivitas, mengurangi ketegangan dan menenangkan penggunanya. Bila diberikan berulang kali untuk jangka waktu yang lama, senyawa ini lazimnya menimbulkan ketergantungan dan ketagihan. Berikut ini zat-zat yang termasuk dalam golongan sedativehipnotika : Barbiturat Banzodiazepin Piperidindion Kloral hidrat

2. Anestetik umum dan lokal


Umum : menekan SSP, mengurangi nyeri, menyebabkan hilang kesadaran Lokal : menghilangkan sakit pada tempat dimana obat diberikan, dan kesadarn tetap dipertahankan

3. Analgesik narkotik dan nonnarkotik


Nonnarkotik : Salisilat, NSAID asam propionat, para-aminofenol Narkotik : morfin, kodein, hirdomorfon, oksikodon, levorvanol tartat, meperidin, propoksifen

4. antikonvulsi Untuk mengobati kejang , epilepsi Hidantoin Barbiturat Suksinimid Oksazolidon Benzodiazepin Iminostiben Valproat

5. antipsikotik Merupakan kelompok obat terbesar yang dipakai untuk mengobati gangguan mental : fenotiazin alifatik, piperazin, piperidin, butirofenon, dibenzoksazepin

6. antidepresan
Antidepresiva atau obat antimurung adalah obatobat yang mampu memperbaiki suasana jiwa (mood) dengan menghilangkan atau meringankan gejala keadaan murung, yang tidak disebabkan oleh kesulitan sosial-ekonomi, obat-obatan, atau penyakit Trisiklik Antidepresi generasi kedua Penghambat monoamin oksidase

7. Adrenergik dan penghambat adrenergik

8. Kolinergik dan antikolinergik

9. Obat kelainan neuromuskular

Adrenergik : Kolinergik : Parkinsonisme merangsang sistem merangsang sistem Miastenia gravis saraf simpatis saraf parasimpatis Spasme otot penghambat adrenergik : alfa dan beta Antikolinergik : obat- obat antiparkinsonisme, antihistamin untuk mengobati mabuk perjalanan

Di bidang neurologi tampak lebih nyata bahwa semua sistem neuron tidaklah serupa. Masingmasing neuron mempunyai ciri kerentanan terhadap obat-obatan dan toksin. Bukti adanya akumulasi tentang mekanisme obat-obatan pada toksin dapat berubah terutama dalam tahapan formasi, penyimpanan pada vesikel presinaptik, pelepasan, uptake, katabolisme, dan resistensi neurotransmitter seperti dopamin, serotonin, noreprinefrin,asetilkolin, dan katekolamin lainnya.

L-dopa, triptofan,dan kolin di percaya meningkatkan sintesis dopamin, serotonin, dan asetilkolin. Baklofen, sbg obat yang mengatur pelepasan GABA Klonidin, sbg obat untuk mencegah pelepasan norepinefrin. Amantadin, sbg obat anti virus & meningkatkan pelepasan dopamin.

Masuknya obat ke dalam CSF dan ruang ekstraseluler SSP sangat terbatas, karena kapiler otak spesifik dengan adanya hubungan sel-sel yang erat satu sama lainnya tanpa celah. Kapiler otak dikelilingi oleh glia yg di duga berfungsi sawar permeabilitas. Molekul obat mungkin harus melintasi tidak hanya endotelium tetapi juga membran sel perivaskuler sebelum mencapai neuron atau sel target lain di sistem saraf pusat.

Obat yang berefek pada sistem saraf pusat, berperan pada transmisi khemis sinaptik. Aksi tersebut terletak dalam 2 kategori yg meliputi :
Aksi prasinaptik Aksi pasca sinaptik

P-klorofenilalanin : utk memblokir sintesis serotonin Toksin tetanus : utk memblokir pelepasan transmitter aminoasid (penghambat) Kokain : memblokir uptake (pengambilan kembali) katekolamin pada sinapsis Adrenergik : dapat mengakibatkan potensiasi Antikolinesterase : utk memblokir degradasi asetilkolin shg memperpanjang aksinya.

Melibatkan 2 proses , yaitu :


Reseptor transmitter : sbg agonis neurotransmiter

(opiat : menyerupai aksi enkefalin). antagonis reseptor : strikhin : blokade reseptor glisin (suatu transmiter penghambat) Saluran ion : Berbiturat masuk dan memblokir saluran pada banyak reseptor neurotransmiter pemacu