Anda di halaman 1dari 13

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis ucapkan kehadiran ALLAH SWT karena berkat rahmat dan karuniaNya penulis dapat menyelesaikan makalah ini tepat pada waktunya. Penulis mengucapkan terimakasih kepada instruktur yaitu Pak HENDRI CANDRA MAYANA .ST.,MT yang telah membimbing penulis selama proses belajar mengajar. Penulis juga mengucapkan terimakasih pada teman-tema dan semua pihak yang telah membantu penulis selama proses belajar mengajar. Penulis menyadari makalah ini jauh dari sempurna, dalam penulisan makalah ini masih banyak terdapat kesalahan baik tulisan maupun dalam bentuk penyajianya. Oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan laporan yang penuli sajikan ini. Akhir kata penulis berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat untuk kemajuan ilmu pengetahuan di masa yang akan datang.

Padang, 24 april 2012

Penulis

DAFAR ISI

KATA PENGANTAR BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang .................................................. I.2 Tujuan ...... I.3 Batasan .... BAB II TEORI DASAR II.1 Definisi II.2 Konsep Dasar ... BAB III BAB IV PENGOLAHAN URANIUM KASUS

IV.1 Permasalahan IV.2 Analisa Permasalahan . IV.3 Solusi . BAB V PENUTUP V.1 Kesimpulan .... V.2 Saran .......... DAFATR PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang


Energi telah ambil peranan penting dalam setiap aktivitas makhluk hidup terutama manusia sejak manusia pertama diciptakan oleh Allah swt. Dalam level yang terendah pun manusia sangat bergantung dari ketersediaan energi dalam tubuhnya seperti untuk begerak, dalah konteks ini energi manusia dapat diperoleh dari makanan yang di konsumsinya. Dan untuk yang lebih kompleks lagi seperti untuk transportasi manusia sangat bergantung dari ketersediaan energi di luar tubuhnya yang biasanya diperoleh dari dari bahan tambang yang berasal dari fosil. Penggunaan energi yang berasal dari fosil saat ini sudah tidak dapat diandalkan lagi. Ismail (2009) dalam tulisannya mengatakan sumber energi fosil saat ini sudah tidak bisa diandalkan secara penuh, ini dikarenakan cadangan minyak bumi yang terkandung di bumi sudah semakin menipis. Dikeranakan hal ini perlulah kiranya manusia mempersiapkan diri menghadapi krisis energi ini dengan mencari energi alternatif lainnya, dan energi Nuklir adalah salah satu sumber energi alhternatif yang sangat menjanjikan.

I.4 Tujuan Untuk mengetahui tentang Energi Nuklir dan juga cara mengubahnya menjadi Energi Listrik.

I.3 Batasan Dalam makalah ini kami dari tim penulis membatasi pembahasan masalah pada penggunaan energi nuklir sebagai penghasil tenaga listrik.

BAB II TEORI DASAR II.1 Defenisi


Jika mendengar kata nuklir, hal yang pertama teringat oleh kita tentunya mengenai bom nuklir, radiasi radioaktif yang berbahaya sperti yang terjadi di Jepang dan segudang hal mengerikan lainnya. Tapi itu tidak seluruhnya benar, bak kata pepatah tak kenal maka tak sayang, begitupun penilaian kita terhadap nuklir.

1. Uranium
Uranium adalah suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang U dan nomor atom 92.Berbentuk logam putih keperakan yang diperoleh dengan jalan ditambang. Uranium dapat ditemukan secara alami dalam konsentrasi rendah (beberapa bagian perjuta dalam tanah, bebatuan dan air). Uranium yang dapat dijumpai secara alami di alam adalah Uranium-238, uranium-235, dan sekelumit uranium-234. Umur paruh uranium-238 adalah sekitar 4,47 milyar tahun, sedangkan untuk uranium-235 adalah 704 juta tahun. Oleh sebab itu, dapat digunakan untuk penanggalan umur bumi.

2.Reaktor
Reaktor nuklir adalah tempat ataupun perangkat dimana reaksi nuklir barantai dibuat, diatur dan dijaga kesinambungannya pada laju yang tetap. Hal ini berlawanan dengan bom nuklir, dimana reaksi berantai terjadi terjadi pada orde pecahan detik dan reaksinya tidak terkontrol. Reaktor nuklir untuk saat ini telah digunakan untuk berbagai fungsi dan yang paling banyak digunakan adalah sebagai pembangkit tenaga listrik dan sebagian lain sebagai reaktor penelitian. Saat ini, semua reaktor nuklir komersial berbasis pada reaksi fisi nuklir, dan sering dipertimbangkan masalah resiko keselamatannya. Sebaliknya, beberapa kalangan menyatakan PLTN merupakan cara yang aman dan bebas polusi untuk membangkitkan listrik. Daya fusi merupakan teknologi ekperimental yang berbasi pada reaksi fusi nuklir. Ada beberapa piranti lain untuk mengendalikan reaksi nuklir, termasuk di dalamnya pembangkit thermoelektrik radioisotop dan baterai atom, yang membangkitkan panas dan daya dengan cara memanfaatkan peluruhan radioaktif pasif, seperti halnya Farnsworth-Hirsch fusor, dimana reaksi fusi nuklir terkendali digunakan untuk menghasilkan radiasi neutron. Energi yang di hasilkan dari sebuah reaktor memanfaatkan potensi energi yang dihasilkan dari reaksi fisi (pembelahan) inti uranium dan plutonium. Penemuan ini juga berasal dari coba-cobanya para ilmuwan menembakkan neutron ke inti untuk mendapatkan inti baru, namun pada beberapa inti berat hal itu menyebabkan inti menjadi pecah (terbagi) sekaligus melepaskan neutron lain yang konsekuensinya menimbulkan panas disekitarnya. Panas ini kemudian di ambil dengan

menempatkan reaksi tersebut didalam air , air yang panas tadi dimanfaatkan untuk menggerakkan turbin. Untuk bagian turbinnya hampir sama dengan pembangkit listrik tenaga uap. Namun, selain panasnya yang diambil, neutron yang lepas ini juga dimanfaatkan untuk banyak hal, seperti untuk mengukur dimensi dari suatu zat, untuk memutasikan tumbuhan agar didapatkan bibit unggul dan lain sebagainya Selain itu reaksi fisi juga menyisakan unsur-unsur yang bersifat radioaktif atau meluruh (memancarkan partikel alfa, beta dan sinar gamma) dalam jangka waktu sangat lama. Radiasi yang dihasilkan sangat berbahaya bagi manusia, karena dapat memutasikan manusia secara acak. Mutasi banyak menyebabkan tumbuhnya kanker atau disfungsi organ manusia. Radiasi ini menyebabkan hal-hal mengerikan hanya dalam dosis tertentu. Radiasi ini bukan tidak bisa di kontrol. Penanganan yang baik terhadap sampah sampah sisa reaksi fisi akan menghindarkan kita dari hal-hal yang tidak diinginkan. Negara-negara pengguna energi nuklir saat ini juga sedang mencari tempat yang baik untuk mengubur sampah nuklir ini agar terhindar dari manusia dan hal-hal yang bisa dirusaknya. Reaksi fisi bukanlah satu-satunya reaksi yang terjadi pada reaktor. Selain reaksi fisi, terjadi juga sebuah reaksi lain yang terjadi yakni reaksi fusi. Reaksi fusi mempunyai prospek yang lebih menjanjikan. Namun pemanfaatannya masih relatif sulit. Reaksi fusi adalah reaksi bergabungnya dua inti atom menjadi satu.

2. Nuklir Nuklir adalah enegi yang terjadi akibat pembelahan inti atom dan penggabungan beberapa inti melalui reaksi fusi yang terjadi di dalam reaktor nuklir.Secara umum, energi nuklir dapat dihasilkan melalui dua macam mekanisme, yaitu pembelahan inti atau reaksi fisi dan penggabungan beberapa inti melalui reaksi fusi.

II.2 Konsep Dasar.............................................................


Jika sebuah inti berat yang ditubuk oleh partikel (misalnya neutron) dapat membelah menjadi dua inti yang lebih ringan dan beberapa partikel lain hal inilah yang disebut dengan fisi nuklir. Reaksi fisi uranium menghasilkan neutron selain dua buah inti atom yang lebih ringan. Neutron ini dapat menumbuk (diserap) kembali oleh inti uranium untuk membuat reaksi fisi berikutnya. Mekanisme ini terjadi secara berantai dan dlam waktu yang sangat cepat dan dikendalikan dalam reaktor nuklir. Nah, dari peristiwa inilah terjadinya energi Nuklir.

reaksi fisi berantai (sumber: www.scienceclarified.com) Dibandingkan dibentuk dalam bentuk bom nuklir, pelepasan energi yang dihasilkan melalui reaksi fisi dapat dimanfaatkan untuk hal-hal yang lebih berguna. Untuk itu, reaksi berantai yang terjadi dalam reaksi fisi harus dibuat lebih terkendali. Usaha ini bisa dilakukan di dalam sebuah reaktor nuklir. Reaksi berantai terkendali dapat diusahakan berlangsung di dalam reaktor yang terjamin keamanannya dan energi yang dihasilkan dapat dimanfaatkan untuk keperluan yang lebih berguna, misalnya untuk penelitian dan untuk membangkitkan listrik.

reaksi fisi berantai terkendali (sumber: www.atomicarchive.com) Di dalam reaksi fisi yang terkendali, jumlah neutron dibatasi sehingga hanya satu neutron saja yang akan diserap untuk pembelahan inti berikutnya. Dengan mekanisme ini, diperoleh reaksi berantai terkendali yang energi yang dihasilkannya dapat dimanfaatkan untuk keperluan yang berguna.

BAB III PENGOLAHAN URANIUM


Proses mengubah energi Nuklir menjadi uranium, secara sederhana dapat dinyatakan dalam kalimat sebagai berikut Energi yang dibebaskan oleh reaksi fisi Uranium ini berupa energi panas. Energi panas digunakan untuk menguapkan air sehingga timbul uap bertekanan tinggi yang dapat memutar turbin, turbin memutar generator dan terciptalah listrik Dibawah ini kami coba paparkan tentang langkah-langkah pengolahan Uranium menjadi energi. 1. Uranium Beberapa proses yang harus dilalui oleh uranium, yaitu : a. Eksplorasi Uranium Metode eksplorasi sama dengan penambangan konvensional, namun pada eksplorasi uranium diawali dengan pengukuran tingkat radiasi dan geokimia b. Pengolahan Uranium Pengolahan dilakukan dengan cara penggilingan, ekstraksi kimia dan pengendapan agar diperoleh konsentrat atau yellowcake berkadar Uranium 70%. c. Pemurnian Uranium Pemurnian bertujuan untuk merubah yellowcake denga kemurnian yang tinggi, dari proses pemurnian ini akan diperoleh produk akhir berupa UO2 atau U3O8. d. Pengayaan Uranium Pengayaan dimaksudkan untuk meningkatkan kadar U-235 yang akan digunakan sebagai bahan bakar, sedangkan U-238 dan U-234 tidak dapat dijadikan bahan bakar karena tidak dapat melakukan reaksi fisi. e. Pabrikasi Menyiapkan bahan bakar nuklir secara fisik sesuai dengan jenis yang dibutuhkan oleh reaktor nuklir. f. Pembakaran Dalam Reaktor Dalam teras reaktor, bahan bakar nuklir U-235 dibakar untuk mendapatkan panas yang akan dimanfaatkan. Bahan bakar rata-rata berada dalam teras

reaktor selama 3-4 tahun. Bahan yang terbakar akan melakukan reaksi fisi dinyatakan dalam derajat bakar (burn-up) dengan satuan MWd/tonU. g. Penyimpanan Sementara atau Pendinginan Dimaksudkan agar unsur-unsur hasil fisi radioaktif melakukan agar radiasi yangdipancarkan menjadirendah. peluruhan

BAB IV KASUS III.1 Permasalahan


Kasus yang coba kami angkat adalah : a. Kenapa Indonesia masih belum memanfaatkan energi nuklir sebagai sumber energi, padahal di wilayah Indonesia juga terdapat Uranium. b. Penyebab reaksi radioaktif pada uranium dan efek yang disebabkannya.

III.2 Analisa
a. Untuk masalah yang pertama, penyebabnya antara lain adalah : Masyarakat masih trauma dengan kejadian di PLTN Fukushima, Jepang Rendahnya kesadaran masyarakat tentang banyaknya manfaat energi nuklir. Masih banyaknya energi alternatif yang terbarukan di Indonesia. Butuh persiapan yang matang dalam penggunaan energi Nuklir. b. Untuk masalah yang kedua, penyebabnya adalah : Pengertian atau arti definisi pencemaran radioaktif / radio aktif adalah suatu pencemaran lingkunganyang disebabkan oleh debu radioaktif akibat terjadinya ledakan reaktor-reaktor atom serta bom atom. Hal paling berbahaya dari pencemaran radio aktif seperti nuklir adalah radiasi sinar alpha, beta dan gamma yang sangat membahayakan makhluk hidup di sekitarnya. Selain itu partikel-partikel neutron yang dihasilkan juga berbahaya. Zat radioaktif pencemar lingkungan yang biasa ditemukan adalah 90SR penyebab kanker tulang dan ginjal.Apabila ada makhluk hidup yang terkena radiasi atom nuklir yang berbahaya biasanya akan terjadi mutasi gen karena terjadi perubahan struktur zat serta pola reaksi kimia yang merusak sel-sel tubuh makhluk hidup baik tumbuh-tumbuhan maupun hewan atau binatang.

III.3 Solusi
a. Untuk masalah yang pertama solusinya adalah : Kalau dilihat dari satu sisi, memang penggunaan energi Nuklir akan sangat berbahaya untuk Indonesia dikarenakan masyarakat kita belum mengetahui apa itu Nuklir dan juga ketersediaan energi alternatif lain masih cukup banyak di Indonesia.

Tapi kalau dilihat dari sisi lain, Indonesia memang telah pantas untuk menggunakan Nuklir dikarenakan beberapa sebab, yaitu : - Indonesia telah mempunya beberapa reaktor Nuklir - Indonesia juga telah mempunyai tenaga ahli di bidang Nuklir - Beberapa daerah di Indonesia, diklaim mempunyai Uranium di perut buminya. Kalau ditinjau dari segi keamanan, dapat disimpulkan bahwa tidak ada teknologi yang 100% aman, semuanya masih punya resiko. Tapi dengan meningkatnya ilmu pengetahuan tentang Nuklir, resiko ini dapat diperkecil. b. Untuk masalah yang kedua, solusinya adlah : - Menggunakan bakteri Deinococcus radiodurans untuk memperbaiki sel kromosom yang rusak. - Dengan mengisolasi tempat reaktor nuklir dan meningkatkan pengetahuan tentang cara mengatasi radiasi Nuklir.

BAB IV PENUTUP IV.1 Kesimpulan


Ada beberapa kesimpulan yang penulis dapat tarik dari permasalahan ini, yaitu: 1. Paradigma negatif masarakat Indonesia terhadap teknolgi nuklir, sehingga mengakibatkan terlambatnya peningkatan pengetahuan tantang nuklir. 2. SDA yang sebetulnya kita punya adalah aset yang sangat penting demi tercapainya tujuan untuk menemukan energi alternatif guna memperlambat atau mengurangi dampak negtif dari penggunaan energi yang ada sekarang. 3. Energi nulir jika dikolola dengan baik dan tepat akan menimbulkan dampak yang positif bagi kehidupan

DAFTAR PUSTAKA

http://tarunalaut.blogspot.com http://aguskrisnoblog.wordpress.com http://okusi.net/garydean/works/PLTN. Wikipedia Umum Google.com tentang Uranium diakses tanggal 15 April 2012

MESIN KONVERSI ENERGI


PEMANFAATAN ENERGI NUKLIR SEBAGAI ENERGI ALTERNATIF

Disusun Oleh Nama

: : Tong Rotua Harahap Dheny Sastra Hidayat Alvin Fajri Hidayat (1001011024) (1001011026) (1001011027)

Kelas Jurusan Pembimbing

: 2 C Reguler : Teknik Mesin : Hendri Candra Mayana ST.,MT

POLITEKNIK NEGERI PADANG 2012