Anda di halaman 1dari 7

Nama : Erna Armawati Stbk Kelas : K.

10540 3962 09 : VIII P

DRAFT PROPOSAL

Judul : Upaya Peningkatan Keterampilan Berbicara Siswa, Melalui Metode Bertukar Gagasan Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Di Kelas V SD Inpres Buluporong. A. Masalah dan pemecahan masalah yang akan di angkat dalam penelitian 1. Masalah yang di angkat dalam penelitian ini adalah : Rendahnya pengetahuan siswa dalam pengolahan bahasa yang baik. Kurangnya pemahaman siswa dalam metode bertukar gagasan pada Mata pelajaran Bahasa Indonesia. Tingginya angka tuna Aksara di SD inpres Buluporong. 2. Pemecahan masalah Agar sasaran penelitian ini dapat tercapai maka dalam mengatasi masalah yang dikemukakan di atas, dilakukan Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) melalui Metode Bertukar Gagasan pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia kelas V SD.Inpres Buluporong Kec. Tompobulo, Kab. Gowa. B. Latar Belakang dan Alasan Pemecahan Masalah 1. Latar Belakang Masalah Pembelajaran bahasa Indonesia diarahkan untuk meningkatkan kemampuan peserta didik dalam berkomunikasi menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar, baik secara lisan maupun tulis, serta menumbuhkan apresiasi terhadap hasil karya kesastraan bangsa Indonesia. Standar kompetensi mata pelajaran bahasa Indonesia merupakan kualifikasi kemampuan minimal peserta didik yang menggambarkan penguasaan pengetahuan, keterampilan berbahasa, dan sikap positif terhadap bahasa dan sastra Indonesia. Standar kompetensi ini merupakan dasar bagi peserta didik untuk memahami dan merespon situasi lokal, regional, nasional, dan global. Salah satu aspek keterampilan berbahasa yang sangat penting peranannya

dalam upaya melahirkan generasi masa depan yang cerdas, kritis, kreatif, dan berbudaya adalah keterampilan berbicara. Dengan menguasai keterampilan berbicara, peserta didik akan mampu mengekspresikan pikiran dan perasaannya secara cerdas sesuai konteks dan situasi pada saat dia sedang berbicara. Keterampilan berbicara juga akan mampu membentuk generasi masa depan yang kreatif sehingga mampu melahirkan tuturan atau ujaran yang komunikatif, jelas, runtut, dan mudah dipahami. Selain itu, keterampilan berbicara juga akan mampu melahirkan generasi masa depan yang kritis karena mereka memiliki kemampuan untuk mengekspresikan gagasan, pikiran, dan perasaan kepada orang lain secara runtut dan sistematis. Bahkan, keterampilan berbicara juga akan mampu melahirkan generasi masa depan yang berbudaya karena sudah terbiasa dan terlatih untuk berkomunikasi dengan pihak lain sesuai dengan konteks dan situasi tutur pada saat dia sedang berbicara. Dalam beberapa penelitian ditemukan bahwa pengajaran bahasa Indonesia telah menyimpang jauh dari misi sebenarnya. Guru lebih banyak berbicara tentang bahasa (talk about the language) daripada melatih menggunakan bahasa (using language). Dengan kata lain, yang ditekankan adalah penguasaan tentang bahasa (form-focus). Guru bahasa Indonesia lebih banyak berkutat dengan pengajaran tata bahasa, dibandingkan mengajarkan kemampuan berbahasa Indonesia secara nyata. Dari latar belakang permasalahan dan pemikiran tersebut, ditambah dengan hasil refleksi dan konsultasi dengan teman sejawat akhirnya diperoleh kesimpulan bahwa perlu segera dicarikan solusi alternatif sebagai upaya untuk

mengembangkan dan meningkatkan kemampuan berbicara siswa. Hal itu mengingat pentingnya kaitan antara keterampilan berbicara dengan keterampilan berbahasa lainnya. Selain itu, keterampilan berbicara siswa di sekolah dasar merupakan tumpuan utama bagi pengembangan keterampilan berbicara tingkat lanjut pada jenjang sekolah yang lebih tinggi maupun sebagai bekal kehidupan siswa kelak di tengah masyarakat. 2. Alasan Pemecahan Masalah Dalam lampiran peraturan menteri pendidikan nasional republik Indonesia nomor 20 tahun 2003 tentang standar isi untuk satuan pendidikan dasar dan menengah, khususnya tentang standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran bahasa Indonesia SD/MI secara eksplisit dinyatakan bahwa bahasa memiliki peran sentral dalam perkembangan intelektual, sosial, dan emosional peserta didik dan

merupakan penunjang keberhasilan dalam mempelajari semua bidang studi. Pembelajaran bahasa Indonesia diharapkan membantu peserta didik mengenal dirinya, budayanya, dan budaya orang lain, mengemukakan gagasan dan perasaan, berpartisipasi dalam masyarakat menggunakan bahasa tersebut,dan menemukan serta menggunakan kemampuan analitis dan imaginatif yang ada dalam dirinya. Pembelajaran bahasa Indonesia diarahkan untuk meningkatkan kemampuan peserta didik untuk berkomunikasi dalam bahasa Indonesia dengan baik dan benar, baik secara lisan maupun tulis, serta menumbuhkan apresiasi terhadap hasil karya kesastraan manusia Indonesia. Standar kompetensi mata pelajaran bahasa Indonesia merupakan kualifikasi kemampuan minimal peserta didik yang menggambarkan penguasaan pengetahuan, keterampilan berbahasa, dan sikap positif terhadap bahasa dan sastra Indonesia. Bahasa Indonesia berperan sebagai alat untuk mempersatukan keberagaman bahasa, adat istiadat, suku, dan budaya. Bertolak dari hal tersebut, siswa diharapkan memiliki kemampuan berkomunikasi menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar. Permasalahan yang terjadi di kelas adalah siswa belum mampu berbicara menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar serta tidak sesuai dengan situasi dan konteks, sehingga perlu adanya inovasi dalam pembelajaran yang bertujuan untuk mencapai tujuan pembelajaran, yaitu meningkatkan keterampilan berbicara siswa kelas V SD Inpres Buluporong yang mencakup kelancaran berbicara, intonasi, struktur kalimat, ketepatan pilihan kata, kontak mata dengan orang lain serta sesuai dengan situasi dan konteks. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode bertukar gagasan, membelajarkan siswa agar dapat berbicara sesuai situasi dan konteks antara lain: siapa, di mana, kapan, tujuan, dan peristiwa apa. Menyikapi masalah diatas penulis tertarik dalam suatu model pembelajaran yang diharapkan mampu melibatkan siswa secara aktif, baik segi fisik, mental dan emosional. Sehingga dalam mempelajari Bahasa Indonesia, Siswa lebih banyak berpartisipasi, dan merasa lebih bangga akan diri mereka sendiri. Salah satu model pembelajaran melalui Metode bertukar gagasan adalah suatu strategi mengajar yang diterapkan oleh guru agar dapat berlangsung lebih aktif, kreatif dan menyenangkan.

C. Landasan Teori Pemecahan Masalah 1. Pengertian Belajar Menurut Winkel, Belajar adalah semua aktivitas mental atau psikis yang berlangsung dalam interaksi aktif dalam lingkungan, yang menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengelolaan pemahaman. Menurut Ernest R. Hilgard dalam (Sumardi Suryabrata, 1984:252) belajar merupakan proses perbuatan yang dilakukan dengan sengaja, yang kemudian menimbulkan perubahan, yang keadaannya berbeda dari perubahan yang ditimbulkan oleh lainnya. Sedangkan Pengertian Belajar menurut Gagne dalam bukunya The Conditions of Learning 1977, belajar merupakan sejenis perubahan yang diperlihatkan dalam perubahan tingkah laku, yang keadaaannya berbeda dari sebelum individu berada dalam situasi belajar dan sesudah melakukan tindakan yang serupa itu. Moh. Surya (1981:32), definisi belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru keseluruhan, sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksinya dengan lingkungan. Dari beberapa pengertian belajar di atas maka dapat disimpulkan bahwa belajar adalah semua aktivitas mental atau psikis yang dilakukan oleh seseorang sehingga menimbulkan perubahan tingkah laku yang berbeda antara sesudah belajar dan sebelum belajar. 2. Pengertian Bahasa Indonesia Bahasa Indonesia adalah bahasa resmi Republik Indonesia dan bahasa persatuan bangsa Indonesia. Bahasa Indonesia diresmikan penggunaannya setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, tepatnya sehari sesudahnya, bersamaan dengan mulai berlakunya konstitusi. Di Timor Leste, bahasa Indonesia berstatus sebagai bahasa kerja. bahasa Indonesia adalah salah satu dari banyak ragam bahasa Melayu Menurut Ki Hajar Dewantara dalam Kongres Bahasa Indonesia I 1939 di Solo: "jang dinamakan 'Bahasa Indonesia' jaitoe bahasa Melajoe jang

soenggoehpoen pokoknja berasal dari 'Melajoe Riaoe' akan tetapi jang soedah ditambah, dioebah ataoe dikoerangi menoeroet keperloean zaman dan alam baharoe, hingga bahasa itoe laloe moedah dipakai oleh rakjat diseloeroeh

Indonesia itoe haroes dilakoekan oleh kaoem ahli jang beralam baharoe, ialah alam kebangsaan Indonesia". Menurut Own dan Stiawan (2006:1), menjelaskan definisi bahasa yaitu: language can be defined as a socially shared combinations of those symbols and rule governet combinations of those dymbol (bahasa dapat didefinisikan sebagai kode yang diterima secara sosial atau sistem konvensional untuk menyampaikan lonsep melalui kegunaan simbol-sibol yang dikehendaki dan kombinasi simbol-simbol yang diatur oleh ketentuan). Menurut Wibowo, Walija (1990 : 4) mengungkapkan : Definisi bahasa adalah : komunikasi yang paling lengkap dan efektif untuk menyampaikan ide, pesan, maksud dan pendapat kepada orang lain. Menurut Soejono (1983 : 01) Bahasa adalah suatu sarana perhubungan rohani yang penting dalam hidup bersama. 3. PTK ( Penelitian Tindakan Kelas ) Kemmis dan Mc. Taggart ( 1988 ) PTK studi yang dilakukan untuk memperbaiki diri sendiri, pengalaman kerja sendiri yang dilaksakan secara sistematis, terencana, dan dengan sikap mawas diri. 4. Hasil Belajar Hasil belajar adalah kemampuan kemampuan yang dimiliki siswa setelah menerima pengalaman belajarnya. 5. Keterampilan Berbicara dan Bertukar Gagasan Keterampilan merupakan kecakapan, kecekatan atau kemampuan untuk melakukan sesuatu dengan baik dan cermat (Poerwodarminto, 1984:1088). Berbicara adalah suatu peristiwa menyampaikan maksud, gagasan, pikiran, perasaan seseorang kepada orang lain dengan menggunakan bahasa lisan, sehingga maksud tertentu terpahami orang lain ( Keterampilan Berbicara dan Pengajaran dalam Kartini, 1985:7 ). Keterampilan berbicara termasuk salah satu dari empat keterampilan berbahasa yang harus dikuasai anak atau siswa dalam pembelajaran keterampilan berbahasa. Selain keterampilan menyimak, keterampilan

membaca dan keterampilan menulis. Keterampilan berbicara juga merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang dianggap sebagai alat kontrol social bagi manusia. (Tarigan, 1981:15) mengatakan bahwa berbicara merupakan suatu bentuk perilaku manusia yang memanfaatkan faktor-faktor fisik, psikologis, neorologis, semantis dan linguistik yang sangat intensif. Dari empat keterampilan berbahasa, berbicara memiliki frekuensi yang lebih sering kita lakukan dalam pengertian yang paling sederhana yaitu bahwa berbicara memiliki arti sama dengan bercakap-cakap atau melakukan pembicaraan, seperti bercerita, melawak menyampaikan informasi kepada anggota keluarga dan sebagainya. Tetapi dalam pengertian berbicara yang komplek, bertujuan dan terstruktur dalam kegiatan ilmiah, maka berbicara masih sangat jarang dilakukan. Sehingga mendefinisikan berbicara muncul banyak pendapat. 6. Bertukar Gagasan Gagasan secara sederhana didefinisikan sebagai produk yang dihasilkan dari proses berpikir. Suatu gagasan ada setelah melalui satu proses mental, yaitu masuknya input melalui kemampuan untuk merasakan (feels) dan mengenali (perceives) yang kemudian diproses dengan memikirkan (thinks),

menghendaki (wills) dan terutama menalar (reasons) baik melalui upaya sadar maupun tidak sadar hingga kemudian menghasilkan output yang disebut gagasan. Gagasan ini pun memiliki bentuk yang luas dan beragam, dia dapat berupa konsep, doktrin, dogma, teori, atau cuma sekedar opini atau bahkan sebuah mitologi. Namun kemunculan gagasan ini disebabkan oleh satu upaya konseptualisasi, rasionalisasi, strukturisasi lewat proses mental terhadap inputinput yang masuk kedalam pikiran tersebut. Bertukar gagasan juga diartikan sebagai kegiatan komunikasi dua arah yang langsung, merupakan komunikasi tatap muka atau face to face communication (Brooks dalam Tarigan, 1985 : 4). Menurut Wiryanto (2004: 9), Komunikasi adalah proses pemindahan
pengertian dalam bentuk gagasan atau informasi dari seseorang ke orang lain. Perpindahan pengertian tersebut melibatkan lebih dari sekedar kata-kata yang digunakan dalam percakapan, tetapi juga ekspresi wajah, intonasi, titik putus vokal dan sebagainya. Perpindahan efektif memerlukan tidak hanya transmisi

data, tetapi seseorang mengirimkan dan menerima berita sangat tergantung pada keterampilan tertentu (membaca, menulis, mendengar, berbicara dan lain-lain) untuk membuat sukses pertukaran informasi.

DAFTAR Rujukan Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka Badan Standar Nasional Pendidikan. 2006. Panduan Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah. Jakarta: BSNP Tarigan, Henry Guntur. 1988. Berbicara Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa Pasal 36 Undang-Undang Dasar RI 1945 Butir ketiga Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1928 Pendahuluan KBBI cetakan ketiga http://marskrip.blogspot.com/2009/12/pengertian-bahasa-menurut-paraahli.html update jumat 25 desember 2009 http://belajarpsikologi.com/pengertian-belajar-menurut-ahli/ update November 22, 2010