Anda di halaman 1dari 83

PT.

GLOBAL MEDIACOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN/AND ITS SUBSIDIARIES


LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI DAN INFORMASI TAMBAHAN/ CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AND SUPPLEMENTARY INFORMATION UNTUK PERIODE-PERIODE YANG BERAKHIR 31 MARET 2009 DAN 2008/ FOR THE PERIODS ENDED MARCH 31, 2009 AND 2008 DAN LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN/ AND INDEPENDENT AUDITORS REPORT

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN/AND ITS SUBSIDIARIES DAFTAR ISI/TABLE OF CONTENTS Halaman/ Page SURAT PERNYATAAN DIREKSI/DIRECTORS STATEMENT LETTER LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI - Pada tanggal 31 Maret 2009 dan 2008 serta untuk periode-periode yang berakhir pada tanggal tersebut/ CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of March 31, 2009 and 2008 and for the periods then ended Daftar Isi/Table of Contents Neraca Konsolidasi/Consolidated Balance Sheets Laporan Laba Rugi Konsolidasi/Consolidated Statements of Income Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasi/Consolidated Statements of Changes in Equity Laporan Arus Kas Konsolidasi/Consolidated Statements of Cash Flows Catatan Atas Laporan Keuangan Konsolidasi/Notes to Consolidated Financial Statements INFORMASI TAMBAHAN/SUPPLEMENTARY INFORMATION I. Neraca Induk Perusahaan Tersendiri/ Balance Sheets of Parent Company Only II. Laporan Laba Rugi Induk Perusahaan Tersendiri/ Statements of Income of Parent Company Only III. Laporan Perubahan Ekuitas Induk Perusahaan Tersendiri/ Statements of Changes In Equity of Parent Company Only IV. Laporan Arus Kas Induk Perusahaan Tersendiri/ Statements of Cash Flows of Parent Company Only 2 3 5 6 7 9 1

79

80

81

82

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN NERACA KONSOLIDASI 31 MARET 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah)

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk AND ITS SUBSIDIARIES CONSOLIDATED BALANCE SHEETS MARCH 31, 2009 AND 2008 (Figures in tables are stated in millions of Rupiah)

2009 ASET ASET LANCAR Kas dan setara kas Bank yang dibatasi penggunaannya Investasi jangka pendek Piutang usaha - setelah dikurangi penyisihan piutang ragu-ragu Rp 40.902 juta tahun 2009 dan Rp 17.931 juta tahun 2008 Pihak hubungan istimewa Pihak ketiga Piutang lain-lain - setelah dikurangi penyisihan piutang ragu-ragu Rp 5.444 juta Persediaan Uang muka dan biaya dibayar dimuka Pajak dibayar dimuka Jumlah Aset Lancar ASET TIDAK LANCAR Piutang pihak hubungan istimewa Aset pajak tangguhan Investasi pada perusahaan asosiasi Investasi lain Aset tetap - setelah dikurangi akumulasi penyusutan Rp 2.584.324 juta tahun 2009 dan Rp 3.564.097 juta tahun 2008 Goodwill Aset lain-lain Jumlah Aset Tidak Lancar JUMLAH ASET

Catatan/ Notes

2008 ASSETS CURRENT ASSETS Cash and cash equivalents Restricted cash in bank Short-term investments Trade accounts receivable net of allowance for doubtful accounts of Rp 40,902 million in 2009 and Rp 17,931 million in 2008 Related parties Third parties Other accounts receivable net of allowance for doubtful accounts of Rp 5,444 million Inventories Advances and prepaid expenses Prepaid taxes Total Current Assets NONCURRENT ASSETS Receivables from related parties Deferred tax assets Investments in associates Other investments Fixed assets - net of accumulated depreciation of Rp 2,584,324 million in 2009 and Rp 3,564,097 million in 2008 Goodwill Other assets Total Noncurrent Assets TOTAL ASSETS

1.533.731 1.199.818

3g,5 6,25 3h,7,44

2.117.164 29 1.300.478

1.467 1.364.252

3i,8,18,23 3e,44

51.255 1.100.175

274.768 1.168.938 525.562 78.810 6.147.346

3i,9 3j,10 3k,11 12

95.341 1.259.457 573.937 171.903 6.669.739

448 148.443 5.566 3.418.132

3e,3i,44 3u,38 3h,13 3h,14

12.393 268.111 6.025 1.636.133

1.843.598 1.881.565 344.295 7.642.047 13.789.393

3l,3m,15,18,23 3b,3n,16,42 3o,17

4.334.201 2.190.657 499.073 8.946.593 15.616.332

Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasi yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi.

See accompanying notes to consolidated financial statements which are an integral part of the consolidated financial statements.

-3-

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN NERACA KONSOLIDASI 31 MARET 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) - Lanjutan

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk AND ITS SUBSIDIARIES CONSOLIDATED BALANCE SHEETS MARCH 31, 2009 AND 2008 (Figures in tables stated in millions of Rupiah) - Continued

2009 KEWAJIBAN DAN EKUITAS KEWAJIBAN LANCAR Pinjaman jangka pendek Hutang usaha Pihak ketiga Hutang lain-lain Pendapatan belum diakui Hutang pajak Biaya masih harus dibayar Hutang jangka panjang jatuh tempo dalam satu tahun Pinjaman jangka panjang Sewa pembiayaan Hutang obligasi Jumlah Kewajiban Lancar KEWAJIBAN TIDAK LANCAR Kewajiban pajak tangguhan Hutang pihak hubungan istimewa Hutang jangka panjang-setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun Pinjaman jangka panjang Sewa pembiayaan Hutang obligasi Kewajiban tidak lancar lain-lain Jumlah Kewajiban Tidak Lancar HAK MINORITAS EKUITAS Modal saham - nilai nominal Rp 100 per saham Modal dasar - 15 miliar saham Modal ditempatkan dan disetor 13.758.079.550 saham tahun 2009 dan 13.748.844.550 saham tahun 2008 Agio saham Modal sumbangan Modal lain-lain - opsi saham karyawan Selisih transaksi perubahan ekuitas anak perusahaan Rugi yang belum direalisasi akibat penurunan nilai wajar efek tersedia untuk dijual Saldo laba Jumlah Ekuitas JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS

Catatan/ Notes

2008 LIABILITIES AND EQUITY CURRENT LIABILITIES Short-term loans Trade accounts payable Third party Other accounts payable Unearned revenues Taxes payable Accrued expenses Current maturities of long-term liabilities Long-term loans Lease liabilities Bonds payable Total Current Liabilities NONCURRENT LIABILITIES Deferred tax liabilities Payables to related parties Long-term liabilities - net of current maturities Long-term loans Lease liabilities Bonds payable Other noncurrent liabilities Total Noncurrent Liabilities MINORITY INTERESTS EQUITY Capital stock - Rp 100 par value per share Authorized - 15 billion shares Issued and paid-up 13,758,079,550 shares in 2009 and 13,748,844,550 shares in 2008 Additional paid-in capital Donated capital Other capital - employee stock option Difference due to change in equity of subsidiaries Unrealized loss from the decrease in fair value of available for sale securities Retained earnings Total Equity TOTAL LIABILITIES AND EQUITY

308.480 926.783 93.597 130.978 194.498 393.553

18 19 20 3r 3u,21 3r,22

34.042 692.680 112.189 179.658 156.424 179.016

35.472 3.523 2.086.884 49.364 3.741

23 3m,24 25

35.656 41.400 220.000 1.651.065 54.592 5.142

3u,40 3e

953.764 7.653 1.507.775 81.406 2.603.703 2.242.533

23 3m,24 25 3s,26 3b,27

816.687 951.944 2.819.315 130.990 4.778.670 2.110.367

1.375.808 867.198 410 12.047 1.394.500 (128.257) 3.334.567 6.856.273 13.789.393

28 29 30 3t,43 3h,31 14

1.374.885 862.693 410 22.853 1.869.114 2.946.275 7.076.230 15.616.332

Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasi yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi.

See accompanying notes to consolidated financial statements which are an integral part of the consolidated financial statements.

-4-

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN LABA RUGI KONSOLIDASI UNTUK PERIODE-PERIODE YANG BERAKHIR 31 MARET 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah)

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk AND ITS SUBSIDIARIES CONSOLIDATED STATEMENTS OF INCOME FOR THE PERIODS ENDED MARCH 31, 2009 AND 2008 (Figures in tables are stated in millions of Rupiah)

2009 PENDAPATAN Media berbasis konten dan iklan Media berbasis pelanggan Telekomunikasi dan teknologi informasi Lainnya Jumlah Beban interkoneksi dan potongan harga telekomunikasi Pendapatan Bersih BEBAN USAHA Beban langsung Umum dan administrasi Penyusutan dan amortisasi Jumlah Beban Usaha LABA USAHA PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN Keuntungan (kerugian) kurs mata uang asing Penghasilan bunga Beban bunga dan keuangan Lain-lain - bersih Beban Lain-lain - Bersih BAGIAN RUGI BERSIH PERUSAHAAN ASOSIASI LABA SEBELUM PAJAK BEBAN PAJAK LABA SEBELUM HAK MINORITAS HAK MINORITAS LABA BERSIH LABA PER SAHAM (Rupiah penuh) Saham dasar Saham dilusian

Catatan/ Notes 3r,32

2008 REVENUES Content and advertising based media Subscribers based media Telecommunications and information technology Others Total Telecommunication interconnection charges and discount Net Revenues OPERATING EXPENSES Direct costs General and administration Depreciation and amortization Total Operating Expenses INCOME FROM OPERATIONS OTHER INCOME (CHARGES) Gain (loss) on foreign exchange Interest income Interest expense and financial charges Others - net Other Charges - Net EQUITY IN NET LOSS OF ASSOCIATES INCOME BEFORE TAX TAX EXPENSE INCOME BEFORE MINORITY INTERESTS MINORITY INTERESTS NET INCOME EARNINGS PER SHARE (Full Rupiah amount) Basic Diluted

876.903 250.263 50.122 736 1.178.024 1.178.024 3r 33 34 35

626.211 167.519 306.800 168 1.100.698 (55.046) 1.045.652

659.433 245.821 97.768 1.003.022 175.002

438.120 306.469 137.418 882.007 163.645

(27.723) 13.034 (76.366) (7.492) (98.547)

3r 2c 3g,3h,5 18,24,36 37

37.166 35.255 (116.567) 23.750 (20.396)

(135) 76.320 (9.553) 66.766 (25.384) 41.382

3h,12

(216) 143.033

3u,38

(30.847) 112.186

27

(33.347) 78.839

3v,40 3,0 3,0 5,7 5,7

Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasi yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi.

See accompanying notes to consolidated financial statements which are an integral part of the consolidated financial statements.

-5-

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASI UNTUK PERIODE-PERIODE YANG BERAKHIR 31 MARET 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah)

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk AND ITS SUBSIDIARIES CONSOLIDATED STATEMENTS OF CHANGES IN EQUITY FOR THE PERIODS ENDED MARCH 31, 2009 AND 2008 (Figures in tables are stated in millions of Rupiah)

Modal disetor/ Catatan/ Notes Capital stock Saldo per 1 Januari 2008 Laba bersih periode berjalan Saldo per 31 Maret 2008 1.374.885 1.374.885

Agio saham/ Additional paid-in capital 862.693 862.693

Keuntungan (kerugian) belum direalisasi Selisih efek ekuitas transaksi tersedia dijual/ perubahan Unrealized Modal lain-lain opsi saham ekuitas gain (loss) on Modal karyawan/ anak perusahaan/ available sumbangan/ Other capital - Difference due to for sale Saldo laba/ Donated employee stock change in equity equity Retained capital option of subsidiary securities earnings 410 410 22.853 22.853 1.869.114 1.869.114 2.867.436 78.839 2.946.275

Jumlah ekuitas/ Total equity 6.997.391 78.839 7.076.230 Balance at January 1, 2008 Net income for the period Balance at March 31, 2008

Saldo per 1 Januari 2009 Pelaksanaan opsi saham karyawan Perubahan ekuitas anak perusahaan Laba bersih periode berjalan Saldo per 31 Maret 2009

31,43 2s

1.375.808 1.375.808

866.722 475,80 867.198

410 410 -

12.491 (444)

1.617.403 (222.903) 1.394.500

(128.257) (128.257)

3.293.185 41.382 3.334.567

7.037.762 32 (222.903) 41.382 6.856.273

Balance at January 1, 2009 Employees stock option Change in equity of subsidiaries Net income for the period Balance at March 31, 2009

12.047

Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasi yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi.

See accompanying notes to consolidated financial statements which are an integral part of the consolidated financial statements.

-6-

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASI UNTUK PERIODE-PERIODE YANG BERAKHIR 31 MARET 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) 2009 ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI Penerimaan kas dari pelanggan Pembayaran kas kepada pemasok dan karyawan Kas dihasilkan dari operasi Pembayaran pajak penghasilan Pembayaran beban p g dan keuangan p j bunga Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk) Aktivitas Operasi ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI Pelepasan investasi pada anak perusahaan Pencairan (penempatan) investasi jangka pendek - bersih Penerimaan bunga Pencairan bank dibatasi penggunaannya Penambahan investasi lain Perolehan aset tetap Hasil penjualan aset tetap Pelunasan piutang pihak hubungan istimewa Penambahan aset lain dan uang muka Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN Penerimaan (pembayaran) pinjaman jangka pendek - bersih Pembayaran hutang pihak hubungan istimewa Pembayaran pinjaman jangka panjang - bersih Pembayaran hutang sewa guna usaha Pembayaran dividen Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Pendanaan KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN SETARA KAS KAS DAN SETARA KAS AWAL PERIODE Pengaruh perubahan kurs mata uang asing 1.292.041 (855.327) 436.714 (80.296) (92.257) 264.161 64.185 16.057 12.986 (12) (52.288) 277 (7.157) (135.790) (101.742) 2008

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk AND ITS SUBSIDIARIES CONSOLIDATED STATEMENTS OF CASH FLOWS FOR THE PERIODS ENDED MARCH 31, 2009 AND 2008 (Figures in tables are stated in millions of Rupiah)

1.179.780 (1.077.055) 102.725 (50.637) (187.929) (135.841) (263.929) 35.255 20.840 (214.677) (287.604) 289 (11.276) (160.619) (881.721)

CASH FLOWS FROM OPERATING ACTIVITIES Cash receipts from customers Cash paid to suppliers and employees Cash generated from operations Income tax paid Interest and financial charges paid Net Cash Provided by (Used in) Operating Activities CASH FLOWS FROM INVESTING ACTIVITIES Disposal of investment in subsidiaries Redemptions (placements) in short-term investments - net Interest received Redemptions in restricted cash in bank Additions to other investments Acquisitions of fixed assets Proceeds from sale of fixed assets Settlement of receivables from related parties Additions to other assets and advances Net Cash Used in Investing Activities CASH FLOWS FROM FINANCING ACTIVITIES Proceeds from (settlement of) short-term loans - net Settlement of payable to related parties Payment of long-term loans - net Payments of lease liabilities Dividend payment Net Cash Used in Financing Activities NET INCREASE (DECREASE) IN CASH AND CASH EQUIVALENTS CASH AND CASH EQUIVALENTS AT BEGINNING OF PERIOD Effect of foreign exchange rate changes CASH AND CASH EQUIVALENTS AT END OF PERIOD

575 (35) (20.492) (65) (20.017) 142.402 1.390.799 530

(8.430) (3.789) (8.933) (16.316) (33) (37.501) (1.055.063) 3.173.504 (1.277)

KAS DAN SETARA KAS AKHIR PERIODE

1.533.731

2.117.164

Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasi yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi.

See accompanying notes to consolidated financial statements which are an integral part of the consolidated financial statements.

-7-

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk AND ITS SUBSIDIARIES LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASI CONSOLIDATED STATEMENTS OF CASH FLOWS UNTUK PERIODE-PERIODE YANG BERAKHIR 31 MARET 2009 DAN 2008 FOR THE PERIODS ENDED MARCH 31, 2009 AND 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) - Lanjutan (Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued

2009 PENGUNGKAPAN TAMBAHAN Aktivitas yang tidak mempengaruhi kas : Penambahan Aset tetap melalui: Sewa pembiayaan

2008 SUPPLEMENTAL DISCLOSURES Noncash activities : Additions of fixed assets through: Lease liabilities

184.382

Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasi yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi.

See accompanying notes to consolidated financial statements which are an integral part of the consolidated financial statements.

-8-

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 MARET 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE-PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah)

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS MARCH 31, 2009 AND 2008 AND FOR THE PERIODS THEN ENDED (Figures in tables are stated in millions of Rupiah)

1.

UMUM a. Pendirian dan Informasi Umum PT. Global Mediacom Tbk (Perusahaan) didirikan di Jakarta berdasarkan akta No. 60 tanggal 30 Juni 1981 dan diubah dengan akta No. 81 tanggal 29 Januari 1982 keduanya dari Notaris Lukman Kirana, SH. Akta pendirian Perusahaan telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. Y.A. 5/84/22 tanggal 22 Mei 1982 serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 54 tanggal 5 Juli 1985, Tambahan No. 912. Berdasarkan akta No. 31 tanggal 27 Maret 2007 dari Notaris Imas Fatimah, SH, nama PT. Bimantara Citra Tbk berubah menjadi PT. Global Mediacom Tbk. Anggaran dasar Perusahaan mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan akta No. 58 tanggal 21 Mei 2008 dari Notaris Imas Fatimah, SH, notaris di Jakarta, mengenai perubahan Anggaran Dasar Perusahan untuk disesuaikan dengan Undang-Undang No. 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. Akta perubahan ini masih dalam proses Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia. Sesuai dengan pasal 3 anggaran dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan adalah melakukan investasi pada perusahaan-perusahaan yang bergerak dalam bidang usaha media dan penyiaran, telekomunikasi, infrastruktur, transportasi dan otomotif, industri kimia, hotel dan properti serta jasa keuangan dan investasi. Perusahaan beroperasi secara komersil mulai tahun 1982. Perusahaan beralamat di Menara Kebon Sirih Lt. 27 - 29, Jl. Kebon Sirih 17 - 19, Jakarta. Pada tanggal 31 Maret 2009 dan 2008, jumlah karyawan Perusahaan masingmasing sebanyak 66 karyawan dan 73 karyawan. b. Penawaran Umum Saham Perusahaan Pada tanggal 20 Juni 1995, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Ketua Badan Pengawas Pasar Modal (BAPEPAM) dengan suratnya No. S-795/PM/1995 untuk melakukan Penawaran Umum kepada masyarakat atas 200 juta saham Perusahaan dengan nilai nominal Rp 500 per saham dan harga penawaran Rp 1.250 per saham. Sahamsaham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (dahulu Bursa Efek Jakarta dan Surabaya) pada tanggal 17 Juli 1995. -9-

1.

GENERAL a. Establishment and General Information PT. Global Mediacom Tbk (the Company) was established in Jakarta based on deed No. 60 dated June 30, 1981 as amended by deed No. 81 dated January 29, 1982, both of Notary Lukman Kirana, SH. The deed of establishment was approved by the Minister of Justice of the Republic of Indonesia in his Decision Letter No. Y.A. 5/84/22 dated May 22, 1982 and was published in Supplement No. 912 to the State Gazette No. 54 dated July 5, 1985. Based on deed No. 32 dated March 27, 2007 Notary Imas Fatimah, SH, the name of PT. Bimantara Citra Tbk was changed to PT. Global Mediacom Tbk. The Companys articles of association have been amended several times, most recently by deed No. 58 dated May 21, 2008 of notary Imas Fatimah, SH, notary in Jakarta concerning amendment of the Companys articles of Association to comply with Law No. 40 year 2007 regarding Limited Liability Company. The deed is still being processed by the Minister of Law and Human Rights of the Republic Indonesia. In accordance with article 3 of the Companys articles of association, the scope of its activities is to invest in companies engaged in media and broadcasting, telecommunications, infrastructure, transportation and automotive, chemical industry, hotel and property, as well as financial services and investment.

The Company started commercial operations in 1982. The Company is located at Menara Kebon Sirih 27th - 29th Floor, Jl. Kebon Sirih 17 - 19, Jakarta. On March 31, 2009 and 2008, the Company had total employees of 66 and 73, respectively.

b.

Public Offering of the Companys Shares On June 20, 1995, the Company obtained the effective notice from the Chairman of the Capital Market Institution Supervisory Agency (BAPEPAM) in his letter No. S-795/PM/1995 for the Initial Public Offering of 200 million shares with par value of Rp 500 per share, at an offering price of Rp 1,250 per share. These shares were listed on the Indonesia Stock Exchange (formerly Jakarta and Surabaya Stock Exchanges) on July 17, 1995.

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 MARET 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE-PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam table dinyatakan dalam jutaan Rupiah) Lanjutan

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS MARCH 31, 2009 AND 2008 AND FOR THE PERIODS THEN ENDED (Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued

Pada tanggal 8 Juni 2004, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Ketua BAPEPAM dengan suratnya No. S-1648/PM/2004 untuk melakukan Penawaran Umum Terbatas I dengan hak memesan efek terlebih dahulu kepada para pemegang saham sebanyakbanyaknya 308.798.987 saham Perusahaan dengan nilai nominal Rp 500 per saham dan harga penawaran Rp 2.500 per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia pada tanggal 23 Juni 2004. Pemecahan nilai nominal saham dari Rp 500 per saham menjadi Rp 100 per saham telah dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia tanggal 27 April 2007.

On June 8, 2004, the Company obtained the effective notice from the Chairman of BAPEPAM in his letter No. S-1648/PM/2004 for the Limited Offering I of a maximum of 308,798,987 shares through Rights Issue with preemptive rights to the stockholders with par value of Rp 500 per share, at an offering price of Rp 2,500 per share. These shares were listed on the Indonesia Stock Exchange on June 23, 2004.

Stock split through reduction of par value per share from Rp 500 per share to Rp 100 per share were listed on the Indonesia Stock Exchange on April 27, 2007.

c.

Susunan Pengurus dan Informasi Lain Susunan pengurus Perusahaan pada tanggal 31 Maret 2009 adalah sebagai berikut:
Komisaris Komisaris Utama Wakil Komisaris Utama Komisaris Komisaris Komisaris Independen Komisaris Independen Komisaris Independen Direktur Direktur Utama Direktur Direktur Komite Audit Ketua Komite Audit Anggota Komite Audit Anggota Komite Audit

c.

Management and Other Information March 31, 2009, the Companys management consisted of the following:
Commissioners President Commissioner Vice President Commissioner Commissioner Commissioner Independent Commissioner Independent Commissioner Independent Commissioner Directors President Director Director Director Audit Committee Chairman of Audit Committee Member of Audit Committee Member of Audit Committee

Rosano Barack Bambang Rudijanto Tanoesoedibjo Mohamad Tachril Sapi'ie Bambang Trihatmodjo John A. Prasetio Mohamed Idwan Ganie Kardinal Alamsyah Karim

Bambang Hary Iswanto Tanoesoedibjo Muhamad Budi Rustanto Indra Pudjiastuti Prastomiyono

John A. Prasetio Wahjudi Prakarsa Kardinal Alamsyah Karim

- 10 -

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 MARET 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE-PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam table dinyatakan dalam jutaan Rupiah) Lanjutan

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS MARCH 31, 2009 AND 2008 AND FOR THE PERIODS THEN ENDED (Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued

2.

PENERAPAN PERNYATAAN STNDAR AKUNTANSI KEUANGAN (PSAK) REVISI a. Standar yang berlaku efektif pada tahun berjalan Pada tahun berjalan, Perusahaan dan anak perusahaan menerapkan PSAK revisi berikut ini yang efektif untuk laporan keuangan dimulai atau setelah 1 Januari 2008:

2.

ADOPTION OF REVISED STATEMENTS OF FINANCIAL ACCOUNTING STANDARDS (PSAK) a. Standards effective in the current period year In the current year, the Company and subsidiaries adopted the following revised PSAK which are effective for financial statements beginning on or after January 1, 2008: PSAK 13 Property (Revised 2007), Investment

PSAK 13 (Revisi 2007), Properti Investasi

Revisi PSAK 13 tidak berdampak terhadap kebijakan akuntansi Perusahaan dan anak perusahaan. Perubahan mendasar pada standar ini yang mengijinkan penggunaan model nilai wajar atau model biaya dalam mengukur properti investasi setelah pengakuan awal. Manajemen menetapkan tidak terdapat properti investasi yang signifikan pada awal penerapan yang dapat diklasifikasikan sebagai properti investasi. PSAK 16 (Revisi 2007), Aset tetap

The revised PSAK 13 has had no impact on the Company and subsidiaries accounting policy. The principal change to the standard, which allows the use of fair value or cost model in measuring investment property subsequent to initial recognition. Management has determined that there are no significant investment property on initial adoption that would have been classified as investment property. PSAK 16 (Revised 2007), Property, Plant and Equipment The revised PSAK 16 permits the use of fair value or cost model in measuring property, plant and equipment subsequent to initial recognition, and requires among other things the component approach in depreciating the asset and a review at least annually of the residual value and useful life of the asset. On initial adoption the management has chosen to continue using the cost model. However, management has determined that it was not practicable to estimate the effect of the component approach and the changes in residual value of the asset either retroactively or prospectively from any earlier date. Accordingly, the adoption of this standard has not resulted in a change in the prior year carrying amount of the property, plant and equipment. PSAK 30 (Revised 2007), Leases The adoption of the revised PSAK 30 resulted in a change in accounting policy for leases. The principal change to the standard, which is the finance or operating lease classification of the arrangement depending on the transfer of substantially all the risks and rewards, had no impact on prior year financial statements. Management has determined that there are no significant operating leases on initial adoption that would have been classified as finance lease under the revised standard. - 11 -

PSAK 16 revisi dapat menggunakan model revaluasi atau model biaya dalam mengukur aset tetap setelah pengakuan awal dan mengharuskan antara lain pendekatan komponen dalam menyusutkan aset serta mereview nilai residu dan umur manfaat setiap aset tetap. Pada penerapan awal, manajemen memilih untuk menggunakan model biaya. Namun manajemen menentukan bahwa tidak praktis mengestimasi dampak pendekatan komponen dan perubahan nilai residu aset baik secara retroaktif maupun prospektif dari tanggal manapun yang lebih awal. Karenanya penerapan standar ini tidak berdampak terhadap nilai tercatat aset tetap sebelumnya.

PSAK 30 (Revisi 2007), Sewa Penerapan PSAK 30 revisi berdampak terhadap perubahan kebijakan akuntansi sewa. Perubahan mendasar dari standar ini, dimana klasifikasi dari sewa pembiayaan dan sewa operasi tergantung dari pengalihan secara substantial seluruh risiko dan manfaat, tidak berdampak terhadap laporan keuangan periode sebelumnya. Manajemen menetapkan tidak terdapat sewa operasi yang signifikan pada awal penerapan yang diklasifikasi sebagai sewa pembiayaan menurut standar

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 MARET 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE-PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam table dinyatakan dalam jutaan Rupiah) Lanjutan

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS MARCH 31, 2009 AND 2008 AND FOR THE PERIODS THEN ENDED (Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued

b.

revisi. Standar ini telah diterbitkan tetapi belum diterapkan PSAK 14 (Revisi 2008), Persediaan Pada bulan September 2008, Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK) mengeluarkan standar akuntansi revisi untuk persediaan, yang menggantikan PSAK 14, Persediaan. Perubahan mendasar pada standar ini termasuk antara lain entitas harus menggunakan rumus biaya yang sama terhadap semua persediaan yang memiliki sifat dan kegunaan yang sama, dan pembelian persediaan dengan persyaratan penyelesaian tangguhan, perbedaan antara harga beli untuk persyaratan kredit normal dan jumlah yang dibayarkan diakui sebagai beban bunga selama periode pembiayaan. Standar ini berlaku efektif untuk laporan keuangan yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2009. Penerapan lebih dini dianjurkan. PSAK 50 (Revisi 2006), Instrumen Keuangan: Penyajian dan Pengungkapan Pada bulan Desember 2006, Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK) mengeluarkan PSAK 50 (Revisi 2006), Instrumen Keuangan: Penyajian dan Pengungkapan, menggantikan ketentuan penyajian dan pengungkapan yang diatur dalam PSAK 50 (1998), Akuntansi Investasi Efek Tertentu, dan PSAK 55 (Revisi 1999), Akuntansi Instrumen Derivatif dan Aktivitas Lindung Nilai. Tujuan standar revisi ini adalah untuk menetapkan prinsip-prinsip penyajian dan pengungkapan instrumen keuangan sebagai kewajiban atau ekuitas dan saling hapus aset keuangan dan kewajiban keuangan. Standar ini berlaku terhadap klasifikasi instrumen keuangan dari perspektif penerbit, dalam aset keuangan, kewajiban keuangan, dan instrumen ekuitas; pengklasifikasian yang terkait dengan suku bunga, dividen, kerugian dan keuntungan; dan keadaan dimana aset keuangan dan kewajiban keuangan akan saling hapus. Prinsip-prinsip dalam standar ini melengkapi prinsip untuk pengakuan dan pengukuran aset keuangan dan kewajiban keuangan dalam PSAK 55 (Revisi 2006), Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran. Standar ini diterapkan secara prospektif untuk periode yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2010. - 12 -

b.

Standards in issue not yet adopted

PSAK 14 (Revised 2008), Inventories In September 2008, the Financial Accounting Standards Board (DSAK) issued the revised accounting standard for inventories, which supersedes PSAK 14, Inventories. The principal changes to the standard include, among other things, the requirement to use the same cost formula for all inventories having similar nature and use to the entity, and for purchase of inventories with deferred settlement terms, the difference between the purchase price for normal credit terms and the amount paid is recognized over the period of financing.

This standard is effective for financial statements beginning on or after January 1, 2009. Earlier application is encouraged. PSAK 50 (Revised 2006), Financial Instruments: Presentation and Disclosures In December 2006, DSAK issued PSAK 50 (Revised 2006), Financial Instruments: Presentation and Disclosures, which supersedes the presentation and disclosure requirements of PSAK 50 (1998), Accounting for Investments in Certain Securities, and PSAK 55 (Revised 1999), Accounting for Derivatives and Hedging Activities.

The objective of the revised standard is to establish principles for the presentation and disclosures of financial instruments as liabilities or equity and for offsetting financial assets and financial liabilities. It applies to the classification of financial instruments, from the perspective of the issuer, into financial assets, financial liabilities and equity instruments; the classification of the related interests, dividends, losses and gains; and the circumstances in which financial assets and financial liabilities should be offset. The principles in this standard complement the principles for recognizing and measuring financial assets and financial liabilities in PSAK 55 (Revised 2006), Financial Instruments: Recognition and Measurement.

This standard should be applied prospectively for periods beginning on or after January 1, 2010.

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 MARET 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE-PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam table dinyatakan dalam jutaan Rupiah) Lanjutan

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS MARCH 31, 2009 AND 2008 AND FOR THE PERIODS THEN ENDED (Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued

PSAK 55 (Revisi 2006), Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran Pada bulan Desember 2006, DSAK mengeluarkan PSAK 55 (Revisi 2006), Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran. Standar ini menetapkan prinsip-prinsip dasar pengakuan dan pengukuran aset keuangan, kewajiban keuangan dan kontrak pembelian atau penjualan item non keuangan. Standar ini juga menetapkan pedoman untuk penghentian pengakuan; jika aset dan kewajiban keuangan dinilai pada nilai wajar, bagaimana menentukan nilai wajar dan mengevaluasi penurunan nilai; serta akuntansi lindung nilai. Standar ini menggantikan ketentuan pengakuan dan pengukuran yang diatur dalam standar akuntansi tertentu yang telah diterbitkan sebelumnya. Entitas harus menerapkan standar ini secara prospektif untuk laporan keuangan yang mencakup periode yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2010. Penerapan standar lebih dini diperkenankan. Dalam ketentuan transisi, entitas dapat melakukan penyesuaian perlakuan akuntansi instrumen keuangan yang ada pada akhir periode laporan keuangan sebelum tanggal efektif dengan ketentuan yang ada dalam standar ini dan dampak penyesuaian tersebut diakui dalam laba rugi atau ekuitas periode berjalan. Manajemen sedang mengevaluasi dampak dari standar ini terhadap laporan keuangan konsolidasi.

PSAK 55 (Revised 2006), Instruments: Recognition Measurement

Financial and

In December 2006, DSAK issued PSAK 55 (Revised 2006), Financial Instruments: Recognition and Measurement.

This standard establishes the principles for recognizing and measuring financial assets, financial liabilities and some contracts to buy or sell non-financial items. The standard also provides guidance on derecognition, when financial assets and liabilities may be measured at fair value, how to determine fair value and assess impairment, as well as hedge accounting. This standard supersedes the principles of financial instruments recognition and measurement prescribed in certain previously issued accounting standards. Entities shall apply this standard prospectively for financial statements covering the periods beginning on or after January 1, 2010. Early application is permitted. Among the transitional provisions on initial application, entities are allowed to recognize either in profit or loss or in equity the effect of the recognition and measurement prescribed by the standard to financial instruments existing before the effective date of the standard.

Management is evaluating the effect of this standard on the consolidated financial statements.

- 13 -

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 MARET 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE-PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam table dinyatakan dalam jutaan Rupiah) Lanjutan

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS MARCH 31, 2009 AND 2008 AND FOR THE PERIODS THEN ENDED (Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued

3.

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING

3.

SUMMARY POLICIES a.

OF

SIGNIFICANT

ACCOUNTING

a.

Penyajian Laporan Keuangan Konsolidasi

Consolidated Presentation

Financial

Statement

Laporan keuangan konsolidasi disusun dengan menggunakan prinsip dan praktek akuntansi yang berlaku umum di Indonesia yaitu Standar Akuntansi Keuangan dan Peraturan Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) No. VIII.G.7 tanggal 13 Maret 2000.

The consolidated financial statements have been prepared using accounting principles and reporting practices generally accepted in Indonesia namely the Statements of Financial Accounting Standards and Bapepams Rule No. VIII.G.7 dated March 13, 2000. Such consolidated financial statements are an English translation of the Company and its subsidiaries statutory report in Indonesia, and are not intended to present the financial position, results of operations and cash flows in accordance with accounting principles and reporting practices generally accepted in other countries and jurisdictions. The consolidated financial statements, except for the consolidated statements of cash flows, are prepared under the accrual basis of accounting. The reporting currency used in the preparation of the consolidated financial statements is the Indonesian Rupiah, while the measurement basis used is the historical cost, except for certain accounts which are measured on the bases described in the related accounting policies.

Dasar penyusunan laporan keuangan konsolidasi, kecuali untuk laporan arus kas konsolidasi, adalah dasar akrual. Mata uang pelaporan yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasi adalah mata uang Rupiah, yang pengukurannya disusun berdasarkan nilai historis, kecuali beberapa akun tertentu yang disusun berdasarkan pengukuran lain sebagaimana diuraikan dalam kebijakan akuntansi masing-masing akun tersebut. Laporan arus kas konsolidasi disusun dengan menggunakan metode langsung dengan mengelompokkan arus kas dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan. b. Prinsip Konsolidasi Laporan keuangan konsolidasi menggabungkan laporan keuangan Perusahaan dan entitas yang dikendalikan oleh Perusahaan dan anak perusahaan. Pengendalian dianggap ada apabila Perusahaan mempunyai hak untuk mengatur dan menentukan kebijakan finansial dan operasional dari investee untuk memperoleh manfaat dari aktivitasnya. Pengendalian juga dianggap ada apabila Perusahaan memiliki baik secara langsung atau tidak langsung melalui anak perusahaan lebih dari 50% hak suara. Hak minoritas terdiri dari jumlah kepemilikan pada tanggal terjadinya penggabungan usaha (Catatan 3c) dan bagian minoritas dari perubahan ekuitas sejak tanggal dimulainya penggabungan usaha. Kerugian yang menjadi bagian minoritas melebihi hak minoritas dialokasikan kepada bagian induk perusahaan. b.

The consolidated statements of cash flows are prepared using the direct method with classifications of cash flows into operating, investing and financing activities. Principles of Consolidation The consolidated financial statements incorporate the financial statements of the Company and entities controlled by the Company and its subsidiaries. Control is achieved where the Company has the power to govern the financial and operating policies of the investee entity so as to obtain benefits from its activities. Control is presumed to exist when the Company owns directly or indirectly through subsidiaries, more than 50% of the voting rights. The minority interest consists of the amount of those interest at the date of original business combination (Note 3c) and minority's share of movements in equity since the date of the business combination. Any losses applicable to the minority interest in excess of the minority interest are allocated against the interests of the parent.

- 14 -

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 MARET 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE-PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam table dinyatakan dalam jutaan Rupiah) Lanjutan

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS MARCH 31, 2009 AND 2008 AND FOR THE PERIODS THEN ENDED (Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued

Pada saat akuisisi, aset dan kewajiban anak perusahaan diukur sebesar nilai wajarnya pada tanggal akuisisi. Selisih lebih antara biaya perolehan dan bagian Perusahaan atas nilai wajar aset dan kewajiban yang dapat diidentifikasi diakui sebagai goodwill. Hasil dari anak perusahaan yang diakuisisi atau dijual selama tahun berjalan dari tanggal efektif akuisisi atau sampai dengan tanggal efektif penjualan termasuk dalam laporan laba rugi konsolidasi. Penyesuaian dapat dilakukan terhadap laporan keuangan anak perusahaan agar kebijakan akuntansi yang digunakan sesuai dengan kebijakan akuntansi yang digunakan oleh Perusahaan. Seluruh transaksi antar perusahaan, saldo, penghasilan dan beban dieliminasi pada saat konsolidasi. c. Penggabungan usaha Akuisisi anak perusahaan dicatat dengan menggunakan metode pembelian. Biaya penggabungan usaha adalah keseluruhan nilai wajar (pada tanggal pertukaran) dari aset yang diperoleh, kewajiban yang terjadi atau yang diasumsikan dan instrumen ekuitas yang diterbitkan sebagai penggantian atas pengendalian dari perolehan ditambah biayabiaya lain yang secara langsung dapat diatribusikan pada penggabungan usaha tersebut. Pada saat akuisisi, aset dan kewajiban anak perusahaan diukur sebesar nilai wajarnya pada tanggal akuisisi. Selisih lebih antara biaya perolehan dan bagian Perusahaan atas nilai wajar aset dan kewajiban yang dapat diidentifikasi diakui sebagai goodwill dan diamortisasi dengan menggunakan metode garis lurus selama 5 sampai 20 tahun. Kepemilikan pemegang saham minoritas dicatat sebagai bagian dari minoritas atas biaya historis dari aset bersih. Transaksi dan Penjabaran Laporan Keuangan Dalam Mata Uang Asing Pembukuan Perusahaan dan anak perusahaan, kecuali beberapa anak perusahaan dan perusahaan asosiasi, diselenggarakan dalam mata uang Rupiah. Transaksi-transaksi selama tahun berjalan dalam mata uang asing dicatat dengan kurs yang berlaku pada saat terjadinya transaksi. Pada tanggal neraca, aset dan kewajiban moneter dalam mata uang asing disesuaikan untuk mencerminkan kurs yang berlaku pada - 15 c.

On acquisition, the assets and liabilities of the subsidiary are measured at their fair values at the date of acquisition. Any excess of the cost of acquisition over the fair values of the identifiable net assets acquired is recognized as goodwill. The results of subsidiaries acquired disposed of during the year are included in consolidated statement of income from effective date of acquisition or up to effective date of disposal, as appropriate. or the the the

Where necessary, adjustments are made to the financial statements of the subsidiaries to bring the accounting policies used in line with those used by the Company.

All intra-group transactions, balances, income and expenses are eliminated on consolidation.

Business Combinations Acquisitions of subsidiaries and businesses are accounted for using the purchase method. The cost of the business combination is the aggregate of the fair value (at the date of exchange) of assets given, liabilities incurred or assumed, and equity instruments issued in exchange for control acquire, plus any costs directly attributable to the business combination.

On acquisition, the assets and liabilities of a subsidiary are measured at their fair values at the date of acquisition. Any excess of the cost of acquisition over the fair values of the identifiable net assets acquired is recognized as goodwill and amortized using the straightline method over 5 to 20 years.

d.

d.

The interest of the minority shareholders is stated at the minoritys proportion of the historical cost of the net assets. Foreign Currency Transactions and Translation The books of accounts of the Company and its subsidiaries, except for certain subsidiaries and associates, are maintained in Indonesian Rupiah. Transactions during the year involving foreign currencies are recorded at the rates of exchange prevailing at the time the transactions are made. At balance sheet date, monetary assets and liabilities denominated in foreign currencies are adjusted to reflect the rates of exchange prevailing at that date. The

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 MARET 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE-PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam table dinyatakan dalam jutaan Rupiah) Lanjutan

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS MARCH 31, 2009 AND 2008 AND FOR THE PERIODS THEN ENDED (Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued

tanggal tersebut. Keuntungan atau kerugian kurs yang timbul dikreditkan atau dibebankan pada laporan laba rugi konsolidasi tahun berjalan. Pembukuan Perusahaan diluar negeri yang dimiliki oleh anak perusahaan yang kegiatan usahanya merupakan bagian integral kegiatan anak perusahaan dijabarkan ke dalam mata uang Rupiah dengan menggunakan prosedur yang sama. Untuk tujuan konsolidasi, aset dan kewajiban anak perusahaan dan perusahaan di luar negeri yang dimiliki oleh anak perusahaan yang laporannya disajikan dalam mata uang asing dijabarkan ke dalam Rupiah dengan kurs yang berlaku pada tanggal neraca, sedangkan pendapatan, beban serta arus kas dijabarkan dengan kurs rata-rata. Selisih kurs yang terjadi disajikan sebagai bagian dari ekuitas pada akun Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan.

resulting gains or losses are credited or charged to current consolidated statements of income. The books of accounts of foreign companies owned by the subsidiaries which are an integral part of the subsidiaries operations are translated to Indonesian Rupiah using the same procedures.

For consolidation purposes, assets and liabilities of the subsidiary and foreign companies owned by the subsidiaries whose financial statements are presented in foreign currencies are translated into Rupiah using the exchange rates at balance sheet date, while revenues, expenses and cash flows are translated at the average rates of exchange for the year. The differences resulting from translation adjustments are shown as part of equity under the account Translation Adjustments. e. Transactions with Related Parties Related parties consist of the following:

e.

Transaksi Hubungan Istimewa Pihak-pihak yang istimewa adalah: 1) mempunyai hubungan

perusahaan baik langsung maupun melalui satu atau lebih perantara, mengendalikan, atau dikendalikan oleh, atau berada di bawah pengendalian bersama, dengan Perusahaan (termasuk holding companies, subsidiaries dan fellow subsidiaries); perusahaan asosiasi; perorangan yang memiliki, baik secara langsung maupun tidak langsung, suatu kepentingan hak suara di Perusahaan yang berpengaruh secara signifikan, dan anggota keluarga dekat dari perorangan tersebut (yang dimaksudkan dengan anggota keluarga dekat adalah mereka yang dapat diharapkan mempengaruhi atau dipengaruhi perorangan tersebut dalam transaksinya dengan Perusahaan); karyawan kunci, yaitu orang-orang yang mempunyai wewenang dan tanggung jawab untuk merencanakan, memimpin dan mengendalikan kegiatan Perusahaan, yang meliputi anggota dewan komisaris, direksi dan manajer dari Perusahaan serta anggota keluarga dekat orang-orang tersebut; dan perusahaan di mana suatu kepentingan substansial dalam hak suara dimiliki baik secara langsung maupun tidak langsung oleh setiap orang yang diuraikan dalam - 16 -

1)

companies that directly, or indirectly through one or more intermediaries, control, or are controlled by, or are under common control with, the Company (including holding companies, subsidiaries and fellow subsidiaries);

2) 3)

2) 3)

associated companies; individuals owning, directly or indirectly, an interest in the voting power of the Company that gives them significant influence over the Company, and close members of the family of any such individuals (close members of the family are those who can influence or can be influenced by such individuals in their transactions with the Company);

4)

4)

key management personnel who have the authority and responsibility for planning, directing and controlling the Companys activities, including commissioners, directors and managers of the Company and close members of their families; and

5)

5)

companies in which a substantial interest in the voting power is owned, directly or indirectly, by any person described in (3) or (4) or over which such a person is able

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 MARET 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE-PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam table dinyatakan dalam jutaan Rupiah) Lanjutan

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS MARCH 31, 2009 AND 2008 AND FOR THE PERIODS THEN ENDED (Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued

butir (3) atau (4), atau setiap orang tersebut mempunyai pengaruh signifikan atas perusahaan tersebut. Ini mencakup perusahaan yang dimiliki komisaris, direksi atau pemegang saham utama Perusahaan dan perusahaan yang mempunyai anggota manajemen kunci yang sama dengan Perusahaan. Semua transaksi dengan pihak hubungan istimewa, baik yang dilakukan dengan atau tidak dengan persyaratan dan kondisi yang sama sebagaimana dilakukan dengan pihak ketiga, diungkapkan dalam laporan keuangan. f. Penggunaan Estimasi Penyusunan laporan keuangan konsolidasi sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia mengharuskan manajemen membuat estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah aset dan kewajiban yang dilaporkan dan pengungkapan aset dan kewajiban kontinjensi pada tanggal laporan keuangan konsolidasi serta jumlah pendapatan dan beban selama periode pelaporan. Realisasi dapat berbeda dengan jumlah yang diestimasi. g. Kas dan Setara Kas Kas dan setara kas terdiri dari kas, bank dan semua investasi yang jatuh tempo dalam waktu tiga bulan atau kurang dari tanggal perolehan dan tidak dijaminkan serta tidak dibatasi penggunaannya. h. Investasi Deposito Berjangka Deposito berjangka yang jatuh temponya kurang dari tiga bulan namun dijaminkan atas hutang dan deposito berjangka yang jatuh temponya lebih dari tiga bulan tetapi terealisasi dalam satu tahun dari tanggal neraca disajikan sebagai investasi sementara dan dinyatakan sebesar nilai nominal. Investasi dalam Fund dan Reksa Dana Investasi dalam fund dan reksa dana dinyatakan sebesar nilai wajarnya berdasarkan nilai aset bersih. Kenaikan (penurunan) nilai aset bersih disajikan dalam laporan laba rugi tahun berjalan. h. g. f.

to exercise significant influence. This includes companies owned by commissioners, directors or major stockholders of the Company and companies which have a common key member of management as the Company.

All transactions with related parties, whether or not made at similar terms and conditions as those done with third parties, are disclosed in the financial statements.

Use of Estimates The preparation of consolidated financial statements in conformity with accounting principles generally accepted in Indonesia requires management to make estimates and assumptions that affect the reported amounts of assets and liabilities and the disclosures of contingent assets and liabilities at the date of the consolidated financial statements and the reported amounts of revenues and expenses during the reporting period. Actual results could different from those estimates. Cash and Cash Equivalents Cash and cash equivalents consist of cash on hand and in banks and all unrestricted investments with maturities of three months or less from the date of placement.

Investments Time Deposits Time deposits with maturities of three months or less which are pledged as loan collateral and time deposits with maturities of more than three months that are realizable within one year from balance sheet date are presented as temporary investments and are stated at their nominal values. Investments in Funds and Mutual Funds Investments in funds and mutual funds are stated at fair value based on the net asset value of the funds. Increase (decrease) in net asset value is reflected in the consolidated statements of income.

- 17 -

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 MARET 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE-PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam table dinyatakan dalam jutaan Rupiah) Lanjutan

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS MARCH 31, 2009 AND 2008 AND FOR THE PERIODS THEN ENDED (Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued

Investasi Efek Ekuitas yang Nilai Wajarnya Tersedia Investasi efek diperdagangkan disajikan sebesar nilai wajarnya. Keuntungan dan kerugian belum direalisasi akibat kenaikan atau penurunan nilai wajar diakui dalam laporan laba rugi periode berjalan. Investasi dalam efek yang tersedia untuk dijual dinyatakan sebesar nilai wajarnya. Keuntungan dan kerugian yang belum direalisasi akibat dari perubahan nilai wajar diakui langsung dalam ekuitas sampai pada saat efek tersebut dijual atau telah terjadi penurunan nilai. Pada saat itu, keuntungan atau kerugian kumulatif yang sebelumnya telah diakui dalam ekuitas dibebankan dalam laba rugi tahun berjalan. Investasi pada Perusahaan Asosiasi Perusahaan asosiasi adalah suatu perusahaan dimana Perusahaan mempunyai pengaruh signifikan, namun tidak mempunyai pengendalian atau pengendalian bersama, melalui partisipasi dalam pengambilan keputusan atas kebijakan finansial dan operasional investee. Penghasilan dan aset dan kewajiban dari perusahaan asosiasi digabungkan dalam laporan keuangan konsolidasi dicatat dengan mengunakan metode ekuitas. Investasi pada perusahaan asosiasi dicatat di neraca konsolidasi sebesar biaya perolehan dan selanjutnya disesuaikan untuk perubahan dalam bagian kepemilikan Perusahaan atas aset bersih perusahaan asosiasi yang terjadi setelah perolehan, dikurangi dengan penurunan nilai yang ditentukan untuk setiap investasi secara individu. Bagian Perusahaan atas kerugian perusahaan asosiasi yang melebihi nilai tercatat dari investasi tidak diakui. Goodwill dari investasi pada perusahaan asosiasi termasuk dalam nilai tercatat dari investasi diukur dan diamortisasi dengan cara yang sama dengan akuisisi dari entitas yang dikendalikan (Catatan 3b dan 3c). Amortisasi goodwill termasuk dalam bagian Perusahaan dan anak perusahaan atas laba (rugi) bersih perusahaan asosiasi.

Investment in Equity Securities that have Readily Determinable Fair Values Investment in trading securities are stated at fair values. Unrealized gains or losses from the increase or decrease in fair values are reflected in the current operations. Investments in available-for-sale securities are stated at fair value. Unrealized gains and losses arising from the changes in the fair value are recognized directly in equity, until the security is disposed of or is determined to be impaired, at which time, the cumulative gain or loss previously recognized in equity is included in the current operations. Investments in Associates An associate is an entity over which the Company is in a position to exercise significant influence, but not control or joint control, through participation in the financial and operating policy decisions of the investee.

The results and assets and liabilities of associate are incorporated in the consolidated financial statements using the equity method of accounting. Investments in associates are carried in the consolidated balance sheet at cost as adjusted by post-acquisition changes in the Companys share of the net assets of the associate, less any impairment in the value of the individual investments. Losses of the associate in excess of the Companys interest in associates are not recognized.

Goodwill from investments in associates are included in the carrying amount of the investment and is measured and amortized in the same manner as that for acquisition of controlled entities (Notes 3b and 3c). The amortization of goodwill are included in the Companys share in the net income (loss) of the associate.

- 18 -

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 MARET 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE-PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam table dinyatakan dalam jutaan Rupiah) Lanjutan

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS MARCH 31, 2009 AND 2008 AND FOR THE PERIODS THEN ENDED (Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued

Investasi Lainnya Investasi dalam saham dengan pemilikan kurang dari 20% yang nilai wajarnya tidak tersedia dan dimaksudkan untuk investasi jangka panjang dinyatakan sebesar biaya perolehan (metode biaya). Bila terjadi penurunan nilai bersifat permanen, nilai tercatatnya dikurangi untuk mengakui penurunan tersebut. Penurunan nilai tersebut dibebankan pada laporan laba rugi tahun berjalan. Investasi pada Obligasi, Obligasi Konversi dan Obligasi Wajib Tukar Investasi pada obligasi, obligasi konversi dan obligasi wajib tukar dinyatakan sebesar biaya perolehan, disesuaikan dengan premi atau diskonto yang belum diamortisasi. Perubahan Ekuitas Anak Perusahaan Perubahan nilai investasi yang disebabkan terjadinya perubahan nilai ekuitas anak perusahaan yang bukan merupakan transaksi antara Perusahaan dengan anak perusahaan asosiasi diakui sebagai bagian dari ekuitas dengan akun Selisih Transaksi Perubahan Ekuitas Anak Perusahaan, dan akan diakui sebagai pendapatan atau beban pada saat pelepasan investasi yang bersangkutan. i. Penyisihan Piutang Ragu Penyisihan piutang ragu-ragu dilakukan berdasarkan pada penelaahan terhadap masing-masing akun piutang pada akhir tahun. j. Persediaan Seluruh persediaan dinyatakan berdasarkan biaya perolehan atau nilai realisasi bersih, mana yang lebih rendah. Biaya perolehan ditentukan dengan metode sebagai berikut: 1) Metode first-in first-out untuk persediaan komponen elektronik dan persediaan lainnya, serta metode rata-rata tertimbang untuk persediaan telekomunikasi. Metode identifikasi khusus untuk persediaan program media dan penyiaran. Biaya perolehan persediaan program film yang dibeli diamortisasi sebanyakbanyaknya 2 kali tayang, masing-masing sebesar 50%-70% pada penayangan pertama dan 30%-50% pada penayangan kedua. Persediaan non-film dan nonsinetron dibebankan seluruhnya pada penayangan pertama. Persediaan - 19 j. i.

Other Investments Investments in shares of stock with ownership interest of less than 20% that do not have readily determinable fair values and are intended for long-term investments are stated at cost. The carrying amount of the investments is written down to recognize a permanent decline in the value of the individual investments. Any such write down is charged directly to current operations.

Investments in Bond, Convertible Bond and Mandatory Exchangeable Bond Investments in bond, convertible bond and mandatory exchangeable bond are stated at cost, adjusted for the unamortized premium or discount. Changes in Equity of Subsidiaries Changes in the value of investments due to changes in the equity of subsidiaries arising from capital transactions of such subsidiaries with other parties are recognized in equity as Difference Due to Change of Equity in Subsidiaries Companies, and recognized as income or expenses in the period the investments are disposed of.

Allowance for Doubtful Accounts Allowance for doubtful accounts is provided based on a review of the status of the individual receivable accounts at the end of the year. Inventories All inventories are stated at cost or net realizable value, whichever is lower. Cost is determined using the following method: 1) First-in, first-out method for electronic components and other inventories, and the weighted average method for telecommunication inventories. Specific identification method for media and broadcasting program inventories. Cost of purchased film program is amortized in maximum of two telecasts, at 50%-70% for the first telecast and 30%-50% for the second telecast. Nonfilm inventory programs and non-sinetron inventory programs are charged to expense at the first telecast. Expired program inventories that have not been

2)

2)

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 MARET 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE-PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam table dinyatakan dalam jutaan Rupiah) Lanjutan

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS MARCH 31, 2009 AND 2008 AND FOR THE PERIODS THEN ENDED (Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued

program yang telah habis masa berlakunya tetapi belum ditayangkan serta persediaan program tidak layak tayang dihapuskan dan dicatat sebagai beban pada laporan laba rugi tahun bersangkutan. k. Biaya Dibayar Dimuka Biaya dibayar dimuka diamortisasi selama masa manfaatnya dengan menggunakan metode garis lurus. l. Aset Tetap Pemilikan Langsung l. k.

aired and unsuitable program inventories are written-off and charged to expense in the current operations.

Prepaid Expenses Prepaid expenses are amortized over their beneficial periods using the straight-line method. Property and Acquisitions Equipment Direct

Aset tetap yang dimiliki untuk digunakan dalam produksi atau penyediaan barang atau jasa atau untuk tujuan administratif dicatat berdasarkan biaya perolehan setelah dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi kerugian penurunan nilai. Penyusutan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis aset tetap sebagai berikut:

Property and equipment held for use in the production or supply of goods or services, or for administrative purposes, are stated at cost, less accumulated depreciation and any accumulated impairment losses. Depreciation is computed using the straightline method based on the estimated useful lives of the assets as follows:

Tahun/Years Bangunan Peralatan kantor, instalasi dan komunikasi Kendaraan bermotor Peralatan operasional Transportasi Penyiaran Telekomunikasi
Aset sewa pembiayaan disusutkan berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis yang sama dengan aset yang dimiliki atau disusutkan selama jangka waktu yang lebih pendek antara periode sewa dan umur manfaatnya, jika tidak ada kepastian memadai bahwa Perusahaan dan anak perusahaan mendapat hak kepemilikan atas aset sewa pada akhir masa sewa. Masa manfaat ekonomis, nilai residu dan metode penyusutan direview setiap akhir tahun dan pengaruh dari setiap perubahan estimasi tersebut berlaku prospektif. Tanah dinyatakan sebesar biaya perolehan dan tidak disusutkan. Aset dalam penyelesaian dinyatakan sebesar biaya perolehan, termasuk biaya pinjaman selama masa pembangunan yang timbul dari hutang yang digunakan untuk pembangunan aset tersebut. Akumulasi biaya perolehan dipindahkan ke aset tetap yang bersangkutan - 20 -

10 2 4 -

30 8 8 18 10 20

10 5 5 -

Buildings Office equipment, installation and communication Motor vehicles Operations equipment Transportation Broadcasting Telecommunication
Assets held under finance leases are depreciated over their expected useful lives on the same basis as owned assets or depreciated over the lease period or its useful lives whichever is shorter, if there is no reasonable certainty that the Company and subsidiaries can have their ownership on the leased assets at the end of the lease term.

The estimated useful lives, residual values and depreciation method are reviewed at each year end, with the effect of any changes in estimate accounted for on a prospective basis. Land is stated at cost and is not depreciated.

Construction in progress is stated at cost which includes borrowing costs during construction on debts incurred to finance the construction. Construction in progress is transferred to the respective fixed assets account when completed and ready for use.

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 MARET 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE-PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam table dinyatakan dalam jutaan Rupiah) Lanjutan

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS MARCH 31, 2009 AND 2008 AND FOR THE PERIODS THEN ENDED (Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued

pada saat selesai dan siap digunakan. Beberapa aset tetap merupakan aset tetap dalam rangka kerjasama anak perusahaan (RCTI) dengan PT. Surya Citra Televisi (SCTV) dan PT. Indosiar Visual Mandiri (INDOSIAR). Bagian aset tetap yang dimiliki RCTI disusutkan dengan metode dan masa manfaat yang sama dengan aset tetap sejenis di atas. Beban pemeliharaan dan perbaikan dibebankan pada laporan laba rugi konsolidasi pada saat terjadinya. Biaya-biaya lain yang terjadi selanjutnya yang timbul untuk menambah, mengganti atau memperbaiki aset tetap dicatat sebagai biaya perolehan aset jika dan hanya jika besar kemungkinan manfaat ekonomis di masa depan berkenaan dengan aset tersebut akan mengalir ke entitas dan biaya perolehan aset dapat diukur secara andal. Aset tetap yang sudah tidak digunakan lagi atau yang dijual dikeluarkan dari kelompok aset tetap berikut akumulasi penyusutannya. Keuntungan atau kerugian dari penjualan aset tetap tersebut dibukukan dalam laporan laba rugi konsolidasi pada tahun yang bersangkutan. m. Sewa Sewa diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan jika sewa tersebut mengalihkan secara substantial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset. Sewa lainnya, yang tidak memenuhi kriteria tersebut, diklasifikasikan sebagai sewa operasi. Aset yang diperoleh melalui sewa pembiayaan dicatat pada awal masa sewa sebesar nilai wajar aset sewaan Perusahaan dan anak perusahaan yang ditentukan pada awal kontrak atau, jika lebih rendah, sebesar nilai kini dari pembayaran sewa minimum. Kewajiban kepada lessor disajikan di dalam neraca konsolidasi sebagai kewajiban sewa pembiayaan. Certain fixed assets represent joint venture fixed assets owned by (RCTI) a subsidiary, and PT. Surya Citra Televisi (SCTV) and PT. Indosiar Visual Mandiri (INDOSIAR). The portion of fixed assets owned by RCTI is depreciated using the same method and estimated useful lives used for direct acquisitions. The cost of maintenance and repairs is charged to operations as incurred. Other costs incurred subsequently to add to, replace part of, or service an item of property, plant and equipment, are recognized as asset if, and only if it is probable that future economic benefits associated with the item will flow to the entity and the cost of the item can be measured reliably. When assets are retired or otherwise disposed of, their carrying values and the related accumulated depreciation and any impairment loss are removed from the accounts and any resulting gain or loss is reflected in the current operations.

m. Leases Leases are classified as finance leases whenever the terms of the lease transfer substantially all the risks and rewards of ownership to the lessee. All other leases are classified as operating leases.

Assets held under finance leases are initially recognized as assets of the Company and subsidiaries at their fair value at the inception of the lease or, if lower, at the present value of the minimum lease payments. The corresponding liability to the lessor is included in the consolidation balance sheet as a finance lease obligation.

- 21 -

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 MARET 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE-PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam table dinyatakan dalam jutaan Rupiah) Lanjutan

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS MARCH 31, 2009 AND 2008 AND FOR THE PERIODS THEN ENDED (Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued

Pembayaran sewa harus dipisahkan antara bagian yang merupakan beban keuangan dan bagian yang merupakan pengurangan dari kewajiban sewa sehingga mencapai suatu tingkat bunga yang konstan (tetap) atas saldo kewajiban. Beban keuangan dibebankan langsung ke laba rugi. Rental kontijen dibebankan pada periode terjadinya Pembayaran sewa operasi diakui sebagai beban dengan dasar garis lurus selama masa sewa, kecuali terdapat dasar sistematis lain yang dapat lebih mencerminkan pola waktu dari manfaat aset yang dinikmati pengguna. Rental kontijen diakui sebagai beban di dalam periode terjadinya.

Lease payments are apportioned between finance charges and reduction of the lease obligation so as to achieve a constant rate of interest on the remaining balance of the liability. Contigent rentals are recognized as expenses in the periods in which they are incurred.

Operating lease payments are recognized as an expense on a straight-line basis over the lease term, except where another systematic basis is more representative of the time pattern in which economic benefits from the leased asset are consumed. Contingent rentals arising under operating leases are recognized as an expense in the period in which they are incurred. In the event that lease incentives are received to enter into operating leases, such incentives are recognized as a liability. The aggregate benefit of incentives is recognized as a reduction of rental expense on a straight-line basis, except where another systematic basis is more representative of the time pattern in which economic benefits from the leased asset are consumed. n. Goodwill Positive goodwill represents the excess of the cost of acquisition over the Companys interest in the fair value of the identifiable assets and liabilities of subsidiaries. Goodwill is recognized as an asset and amortized on straight-line method ranging from 5 to 20 years. Management estimate of the useful life of goodwill was based on its evaluation at the time of the acquisition considering factors such as existing market share (segment), potential growth, license and other factors inherent in the acquired companies.

Dalam hal insentif diperoleh dalam sewa operasi, insentif tersebut diakui sebagai kewajiban. Keseluruhan manfaat dari insentif diakui sebagai pengurangan dari biaya sewa dengan dasar garis lurus kecuali terdapat dasar sistematis lain yang lebih mencerminkan pola waktu dari manfaat yang dinikmati pengguna.

n.

Goodwill Goodwill positif merupakan selisih lebih antara biaya perolehan dan bagian Perusahaan atas nilai wajar aset dan kewajiban yang dapat diidentifikasi anak perusahaan. Goodwill diakui sebagai aset dan diamortisasi secara garis lurus berkisar selama 5 sampai 20 tahun. Manajemen menentukan estimasi masa manfaat goodwill berdasarkan evaluasi pada saat akuisisi dengan mempertimbangkan pangsa (segmen) pasar yang ada, tingkat pertumbuhan potensial, perijinan dan faktor lain yang terdapat pada perusahaan yang diakuisisi. Perusahaan menelaah nilai tercatat goodwill pada saat terdapat peristiwa atau keadaan yang menunjukkan penurunan nilai goodwill. Kerugian penurunan nilai diakui sebagai beban tahun berjalan.

The Company reviews the carrying amount of goodwill whenever events or circumstances indicate that its value is impaired. Impairment loss is charged to current operations.

- 22 -

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 MARET 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE-PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam table dinyatakan dalam jutaan Rupiah) Lanjutan

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS MARCH 31, 2009 AND 2008 AND FOR THE PERIODS THEN ENDED (Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued

o.

Beban Tangguhan Biaya langsung dalam rangka program perolehan pelanggan dicatat sebagai beban tangguhan dan diamortisasi berdasarkan tingkat penurunan pelanggan dan tidak melebihi 36 bulan. Tingkat penurunan pelanggan ditelaah secara periodik untuk mencerminkan tingkat penurunan aktual periode tersebut, dan tambahan penurunan nilai dibebankan pada periode berjalan. Biaya perolehan hak pengelolaan gedung, pengurusan legal hak atas tanah dan pendidikan pilot, ditangguhkan dan diamortisasi dengan metode garis lurus selama masa manfaatnya.

o.

Deferred Charges Direct costs incurred in relation to the subscriber acquisition program is deferred and amortized based on the subscribers churn rate, not exceeding thirty six months. Churn rate is reviewed periodically to reflect actual churn rate of subscriber for the period, and additional impairment losses, if any, are charged to current operations. Costs related to the acquisition of property right, legal processing of landrights and training costs for pilots, were deferred and are being amortized using the straight-line method over their beneficial periods.

p.

Penurunan Nilai Aset Bila nilai tercatat suatu aset melebihi taksiran jumlah yang dapat diperoleh kembali maka nilai tersebut diturunkan ke jumlah yang dapat diperoleh kembali tersebut, yang ditentukan sebagai nilai tertinggi antara harga jual neto dan nilai pakai.

p.

Impairment of Assets When the carrying amount of an asset exceeds its estimated recoverable amount, the asset is written down to its estimated recoverable amount, which is determined as the higher of net selling price or value in use.

q.

Biaya Emisi Hutang Biaya emisi hutang yang timbul sehubungan dengan penerbitan obligasi/hutang dikurangkan dari hasil penerbitan obligasi/hutang tersebut. Selisih antara hasil emisi bersih dengan nilai nominal diamortisasi dan dibebankan pada laporan laba rugi konsolidasi dengan metode garis lurus selama jangka waktu obligasi/hutang.

q.

Debt Issuance Costs Debt issuance costs are deducted directly from the proceeds of the related bonds/debt to determine the net proceeds. The difference between the net proceeds and nominal value is amortized and charged to consolidated statements of income using the straight-line method over the term of the bonds/debt.

r.

Pengakuan Pendapatan dan Beban Pendapatan diakui sebagai berikut: 1) Pendapatan dari jasa diakui pada saat jasa diserahkan atau secara signifikan diberikan dan manfaat jasa tersebut telah dinikmati oleh pelanggan. Pendapatan iklan diakui pada saat iklan ditayangkan. Pendapatan iklan dengan transaksi barter diakui sebesar nilai wajar atau nilai pasar barang yang diterima dan diakui pada saat iklan ditayangkan. Penjualan program diakui pada saat program diserahkan dan hak telah beralih kepada pelanggan. Pendapatan manajemen artis, penggunaan studio dan jasa layanan pesan singkat diakui pada saat jasa diberikan kepada pelanggan. Uang muka diterima atas iklan dan penggunaan studio dicatat sebagai pendapatan diterima dimuka. Pendapatan dari penjualan koran diakui pada saat - 23 -

r.

Revenues and Expenses Recognition Revenues are recognized as follows: 1) Revenue from service is recognized when the service is rendered or significantly provided and the benefits have been received by the customer. Revenue from advertisement is recognized when the advertisement is aired. Revenue from advertisement with barter transaction is recognized at fair value or market value of the goods received when the advertisement is aired. Sale of program is recognized when the program is delivered and title has passed to the customer. Revenue from artists management, studio and short-messaging services is recognized when the services have been rendered. Advance received from advertisement and studio rental is recorded as unearned revenue. Revenue from sale of daily newspapers is

2)

2)

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 MARET 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE-PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam table dinyatakan dalam jutaan Rupiah) Lanjutan

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS MARCH 31, 2009 AND 2008 AND FOR THE PERIODS THEN ENDED (Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued

koran dikirim. Beban program diakui pada saat film atau program ditayangkan. Program belum ditayangkan dicatat sebagai persediaan. 3) Pendapatan jasa penyewaan ruang, jasa penyewaan peralatan smartcom dan perangkat oracle, serta jasa pemeliharaan diakui atas dasar waktu yang telah berjalan. Pembayaran diterima tetapi belum jatuh tempo dicatat sebagai pendapatan diterima dimuka. Pendapatan dari jasa telekomunikasi dan teknologi informasi diakui sebagai berikut: 3)

recognized when daily newspapers are delivered. Program expense is recognized when the movie or program is aired. Program not yet aired is recorded as inventory. Revenue from office rental, lease of smartcom and oracle equipment, and maintenance services is recognized over the lease terms. Payment received in advance is recorded as unearned revenues.

4)

4)

Revenues from telecommunication services and information technology are recognized as follows: Revenue from prepaid services consists of sale of starter packs and pulse reload vouchers. Starter packs consists of Removable User Identification Module (RUIM) card and preloaded pulse. Sale of RUIM cards is recognized as revenue upon delivery of the starter packs to distributors, agents or customers and the preloaded pulse is initially recorded as unearned revenue and then proportionately recognized as revenue when the related service is rendered based on usage of pulse by customer. Sale of pulse reload vouchers to distributors, agents and customers is initially recorded as unearned revenue and then recognized as revenue when the related service is rendered based on usage of pulse by customer or whenever the unused stored value of the vouchers has expired. Revenue from postpaid services is recognized when the services are rendered to customers based on prevailing tariffs and duration of successful phone calls and other usage made through the subsidiaries cellular network. Revenue from network interconnection and interconnection charges which are based on agreements with other domestic and international telecommunications carriers, are recognized as incurred. Revenues from other services are recognized when the services are rendered. Revenue from telecommunication projects is recognized based on

Pendapatan jasa prabayar terdiri dari penjualan paket perdana dan penjualan voucher pulsa isi ulang. Paket perdana terdiri dari kartu Removable User Identification Module (RUIM) dan pulsa. Penjualan kartu RUIM diakui sebagai pendapatan pada saat paket perdana diserahkan kepada distributor, agen atau pelanggan dan pulsa paket perdana dicatat sebagai pendapatan belum diakui dan diakui sebagai pendapatan berdasarkan pulsa yang digunakan oleh pelanggan. Penjualan voucher pulsa isi ulang kepada distributor, agen atau pelanggan dicatat sebagai pendapatan belum diakui dan diakui sebagai pendapatan pada saat jasa diserahkan berdasarkan pulsa yang digunakan oleh pelanggan atau pada saat voucher tersebut kadaluarsa.

Pendapatan dari jasa pasca bayar diakui pada saat jasa diserahkan kepada pelanggan berdasarkan tarif yang berlaku dan durasi hubungan telepon melalui jaringan selular Perusahaan. Pendapatan dan beban interkoneksi yang didasarkan pada perjanjian interkoneksi dengan penyelenggara telekomunikasi dalam negeri dan luar negeri, diakui pada saat terjadinya. Pendapatan jasa lainnya diakui pada saat jasa tersebut diberikan kepada pelanggan. Pendapatan proyek telekomunikasi diakui dengan menggunakan metode - 24 -

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 MARET 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE-PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam table dinyatakan dalam jutaan Rupiah) Lanjutan

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS MARCH 31, 2009 AND 2008 AND FOR THE PERIODS THEN ENDED (Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued

persentase kontrak selesai. 5) Pendapatan jasa penyewaan dan perbaikan pesawat diakui pada periode penggunaan aset terkait sejalan dengan berlalunya waktu. Pendapatan jasa perbaikan dan pemeliharaan pesawat diakui pada saat jasa diserahkan atau secara signifikan diberikan dan manfaat jasa tersebut telah dinikmati oleh pelanggan. Pendapatan bunga diakui atas dasar waktu, pokok dan tingkat bunga berlaku. 5)

percentage of completion method. Revenue from aircraft chartered and services is recognized based on the terms of the use of the related assets. Revenue from aircraft repairs and maintenance services is recognized when the services are rendered or significantly provided and the benefits have been received by the customers.

6)

6)

Interest income is recognized on a time proportion basis that takes into account the effective yield on the assets.

Beban diakui pada saat terjadinya atau sesuai dengan masa manfaatnya (metode akrual).

Expenses are recognized when incurred or according to the beneficial period (accrual method). s. Post-employment Benefits The Company and certain subsidiaries have a defined benefit pension plan covering all their permanent employees. The pension plan is managed by Dana Pensiun Bimantara (DANAPERA). The Company and certain subsidiaries also provide unfunded defined post-employment benefit plans covering their local permanent employees and certain subsidiaries recognize the shortage of benefits provided by the pension plan against the benefits based on labor law, in accordance with their policies.

s.

Imbalan Pasca Kerja Perusahaan dan beberapa anak perusahaan menyelenggarakan program pensiun manfaat pasti untuk semua karyawan tetapnya. Dana pensiun tersebut dikelola oleh Dana Pensiun Bimantara (DANAPERA). Perusahaan dan beberapa anak perusahaan juga menyediakan imbalan pasca-kerja imbalan pasti untuk semua karyawan tetap lokal, dan anak perusahaan mengakui kekurangan antara imbalan pasca kerja berdasarkan program pensiun dengan manfaat berdasarkan undang-undang ketenaga-kerjaan sesuai dengan kebijakan Perusahaan dan anak perusahaan. Perhitungan imbalan pasca kerja menggunakan metode Projected Unit Credit. Akumulasi keuntungan dan kerugian aktuarial bersih yang belum diakui yang melebihi 10% dari nilai kini kewajiban imbalan pasti dan 10% nilai wajar aset program diakui dengan metode garis lurus selama rata-rata sisa masa kerja yang diprakirakan dari para pekerja dalam program tersebut. Biaya jasa lalu dibebankan langsung apabila imbalan tersebut menjadi hak atau vested, dan sebaliknya akan diakui sebagai beban dengan metode garis lurus selama periode rata-rata sampai imbalan tersebut menjadi vested. Setiap aset yang timbul dari perhitungan ini terbatas pada kerugian aktuarial yang tidak diakui dan biaya jasa lalu ditambah dengan nilai kini pengembalian yang ada dan pengurangan di masa depan atas iuran program. Jumlah kewajiban imbalan pasca kerja yang diakui di neraca merupakan nilai kini kewajiban imbalan pasti disesuaikan dengan keuntungan dan kerugian aktuarial yang belum diakui, biaya jasa lalu yang belum diakui dan nilai - 25 -

The cost of providing post-employment benefits is determined using the Projected Unit Credit Method. The accumulated unrecognized actuarial gains or losses that exceed 10% of the greater of the present value of the defined benefit obligations and the fair value of plan assets are recognized on straight-line basis over the expected average remaining working lives of the participating employees. Past service cost is recognized immediately to the extent that the benefits are already vested, and otherwise is amortized on a straight-line basis over the average period until the benefits become vested. Any asset resulting from this calculation is limited to the unrecognized actuarial losses and past service cost plus the present value of available refunds and reductions in future contributions to the plan. The post-employment benefit obligation recognized in the consolidated balance sheet represents the present value of the defined obligation, as adjusted for unrecognized actuarial gains or losses and unrecognized

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 MARET 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE-PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam table dinyatakan dalam jutaan Rupiah) Lanjutan

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS MARCH 31, 2009 AND 2008 AND FOR THE PERIODS THEN ENDED (Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued

wajar aset program.

past service cost, and as reduced by the fair value of plan assets. t. Employee Stock Option Plan Employee stock option plan is granted to key employees of the Company and its subsidiaries. The fair value of option granted is determined based on the market price at the grant date using an option pricing model. Compensation cost is measured based on the number of option granted and charged to operations during the vesting period.

t.

Program Opsi Saham Karyawan Program opsi saham karyawan diberikan untuk karyawan kunci Perusahaan dan anak perusahaan. Nilai wajar opsi ditentukan berdasarkan nilai pasar pada tanggal pemberian opsi dengan menggunakan model penentuan harga opsi. Beban kompensasi ditentukan berdasarkan jumlah opsi diberikan dan dibebankan dalam laporan laba rugi selama periode vesting.

u.

Pajak Penghasilan Beban pajak kini ditentukan berdasarkan laba kena pajak dalam periode yang bersangkutan yang dihitung berdasarkan tarif pajak yang berlaku. Aset dan kewajiban pajak tangguhan diakui atas konsekuensi pajak periode mendatang yang timbul dari perbedaan jumlah tercatat aset dan kewajiban menurut laporan keuangan dengan dasar pengenaan pajak aset dan kewajiban. Kewajiban pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer kena pajak dan aset pajak tangguhan diakui untuk perbedaan temporer dan rugi fiskal yang boleh dikurangkan, sepanjang besar kemungkinan dapat dimanfaatkan untuk mengurangi laba kena pajak pada masa datang. Pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku atau secara substantial telah berlaku pada tanggal neraca. Pajak tangguhan dibebankan atau dikreditkan dalam laporan laba rugi konsolidasi, kecuali pajak tangguhan yang dibebankan atau dikreditkan langsung ke ekuitas. Aset dan kewajiban pajak tangguhan disajikan di neraca konsolidasi, kecuali aset dan kewajiban pajak tangguhan untuk entitas yang berbeda, atas dasar kompensasi sesuai penyajian aset dan kewajiban pajak kini.

u.

Income Tax Current tax expense is determined based on the taxable income for the year computed using the prevailing tax rates. Deferred tax assets and liabilities are recognized for the future tax consequences attributable to differences between the financial statement carrying amounts of existing assets and liabilities and their respective tax bases. Deferred tax liabilities are recognized for all taxable temporary differences and deferred tax assets are recognized for deductible temporary differences to the extent that it is probable that taxable income will be available in the future periods against which the deductible temporary differences can be utilized. Deferred tax is calculated at the tax rates that have been enacted or substantively enacted by the balance sheet date. Deferred tax is charged or credited in the consolidated statements of income, except when it relates to items charged or credited directly to equity, in which case the deferred tax is also charged or credited directly to equity. Deferred tax assets and liabilities are offset in the consolidated balance sheet, except if these are for different legal entities, in the same manner the current tax assets and liabilities are presented.

v.

Laba Per Saham Laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba bersih residual dengan jumlah rata-rata tertimbang saham beredar pada tahun yang bersangkutan. Laba per saham dilusian dihitung dengan membagi laba bersih residual dengan jumlah rata-rata tertimbang saham setelah disesuaikan dengan dampak dari semua efek berpotensi saham bersifat dilutif. - 26 -

v.

Earnings Per Share Basic earnings per share is computed by dividing the net income by the weighted average number of shares outstanding during the year. Diluted earnings per share is computed by dividing net income by the weighted average number of shares outstanding as adjusted for the effect of all dilutive potential ordinary shares.

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 MARET 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE-PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam table dinyatakan dalam jutaan Rupiah) Lanjutan

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS MARCH 31, 2009 AND 2008 AND FOR THE PERIODS THEN ENDED (Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued

w. Instrumen Keuangan Derivatif Perusahaan dan anak perusahaan menggunakan instrumen keuangan untuk mengelola risiko eksposur atas suku bunga dan tingkat perubahan nilai tukar mata uang asing termasuk kontrak berjangka perubahan nilai tukar mata uang dan swap suku bunga. Derivatif awalnya diakui pada nilai wajar saat kontrak dilakukan dan sesudahnya diukur pada nilai wajarnya pada setiap tanggal neraca. Walaupun dilakukan sebagai lindung nilai ekonomi terhadap risiko eksposur suku bunga dan nilai tukar mata uang asing, derivatif ini tidak dimaksudkan dan tidak memenuhi persyaratan sebagai akuntansi lindung nilai dan karenanya perubahan nilai wajarnya langsung diakui dalam laba rugi. Perusahaan dan anak perusahaan tidak menggunakan instrumen keuangan derivatif untuk tujuan spekulasi. Derivatif yang melekat pada instrumen keuangan lainnya atau kontrak utama lainnya diperlakukan sebagai derivatif tersendiri jika risiko dan karakteristiknya tidak terikat pada kontrak utama dan kontrak utama tersebut tidak diukur pada nilai wajar dengan perubahan nilai wajar yang diakui dalam laba rugi. x. Informasi Segmen Informasi segmen disusun sesuai dengan kebijakan akuntansi yang dianut dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan konsolidasi. Bentuk primer pelaporan segmen adalah segmen usaha, sedangkan segment sekunder adalah segmen geografis. Segmen usaha adalah komponen perusahaan yang dapat dibedakan dalam menghasilkan produk atau jasa (baik produk atau jasa individual maupun kelompok produk atau jasa terkait) dan komponen itu memiliki risiko dan imbalan yang berbeda dengan risiko dan imbalan segmen lain. Segmen geografis adalah komponen Perusahaan yang dapat dibedakan dalam menghasilkan produk atau jasa pada lingkungan (wilayah) ekonomi tertentu dan komponen itu memiliki risiko dan imbalan yang berbeda dengan risiko dan imbalan pada komponen yang beroperasi pada lingkungan (wilayah) ekonomi lain. Aset dan kewajiban yang digunakan bersama dalam satu segmen atau lebih dialokasikan kepada setiap segmen, jika dan hanya jika, pendapatan dan beban yang terkait dengan aset tersebut juga dialokasikan pada segmensegmen tersebut. - 27 -

w. Derivative Financial Instruments The Company and subsidiaries use derivative financial instruments to manage its exposure to interest rate and foreign exchange rate risk, including foreign exchange forward contracts and interest rate swaps. Derivatives are initially recognized at fair value at the date the derivative contract is entered into and are subsequently measured to their fair value at each balance sheet date. Although entered into as economic hedge of exposure against interest rate and foreign exchange rate risks, these derivatives are not designated and do not qualify as accounting hedge and therefore changes in fair values are recognized immediately in earnings The Company and its subsidiaries do not use derivative financial instruments for speculative purposes. Derivatives embedded in other financial instruments or other host contracts are treated as separate derivatives when their risks and characteristics are not closely related to those of the host contracts and the host contracts are not measured at fair value with changes in fair value recognized in earnings. x. Segment Information Segment information is prepared using the accounting policies adopted for preparing and presenting the consolidated financial statements. The primary format in reporting segment is based on business segments, while the secondary segment information is based on geographical segments. A business segment is a distinguishable component of an enterprise that is engaged in providing an individual product or service or a group of related products or services and that is subject to risks and returns that are different from those of other business segments. A geographical segment is a distinguishable component of an enterprise that is engaged in providing products or services within a particular economic environment and that is subject to risks and returns that are different from those components operating in other economic environment. Assets and liabilities that relate jointly to two or more segments are allocated to their respective segments, if and only if, their related revenues and expenses are also allocated to those segments.

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 MARET 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE-PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam table dinyatakan dalam jutaan Rupiah) Lanjutan

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS MARCH 31, 2009 AND 2008 AND FOR THE PERIODS THEN ENDED (Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued

4.

ANAK PERUSAHAAN

4.

SUBSIDIARIES
Persentase kepemilikan/ Percentage of ownership 2009 2008 Tahun operasi komersial/ Start of commercial operations Jumlah aktiva sebelum eliminasi 31 Maret/ Total assets before elimination as of March 31, 2009 2008

Domisili/ Domicile Media berbasis konten dan iklan/ Content and advertising based media PT. Media Nusantara Citra Tbk (MNC) dan anak perusahaan/and its subsidiaries PT. Rajawali Citra Televisi Indonesia (RCTI) *) PT. Global Informasi Bermutu (GIB) *) PT. Cipta Televisi Pendidikan Indonesia (Cipta TPI) *) PT. MNC Networks (MNCN) dan anak perusahaan/ and its subsidiaries *) PT. Radio Tridjaja Shakti (RTS) dan anak perusahaan/and its subsidiaries *) PT. Radio Prapanca Buana Suara (RPBS) *) PT. Radio Mancasuara (RM) *) PT. Radio Swara Caraka Ria (RSCR) *) PT. Radio Efkindo (RE) *) PT. Radio Citra Borneo Madani (RCBM) *) PT. Radio Swara Banjar Lazuardi (RSBL) *) PT. Radio Cakra Awigra (RCA) *) PT. Radio Swara Monalisa (RSM) *) PT Radio Mediawisata Sariasih (RMS) *) PT. Media Nusantara Informasi (MNI) *) PT. MNI Global (MNIG) *) Media Nusantara Citra B.V. (MNC B.V.) *)

Jakarta Jakarta Jakarta Jakarta Jakarta Jakarta Medan Bandung Semarang Yogyakarta Banjarmasin Banjarmasin Surabaya Jakarta Bandung Jakarta Jakarta Belanda/ Netherlands

71,14 100,00 100,00 75,00 95,00 95,00 91,60 100,00 100,00 70,00 100,00 100,00 65,30 80,00 100,00 100,00 100,00 100,00 99,99 99,97 51,20 80,00

71,14 100,00 100,00 75,00 95,00 95,00 91,60 100,00 100,00 70,00 100,00 100,00 65,30 80,00 100,00 100,00 100,00 100,00 99,99 99,97 51,20 -

1997 1989 2002 1990 2005 1971 1978 1971 1971 1999 2007 2007 1971 1971 2007 2005 2005 2006 2001 2001 2002 2004

8.008.928 1.983.888 806.277 921.376 80.258 27.962 2.267 1.023 542 758 2.997 6.316 300.399 13.614 1.589.901 209.913 157.034 5.228 9.943

6.345.692 1.735.971 644.159 802.590 80.350 24.016 1.911 743 408 666 3.112 7.126 239.327 11.032 1.290.525 128.598 262.248 4.699 -

PT. Cross Media Internasional (CMI) dan anak perusahaan/and its subsidiaries *) Jakarta PT. Mediate Indonesia (MI) *) Jakarta PT. Multi Advertensi Xambani (MAX) dan anak perusahaan/and its subsidiaries *) Jakarta PT. Citra Komunikasi Gagasan Semesta (CKGS) * Jakarta MNC International Middle East Limited (MIMEL) dan anak perusahaan/ and its subsidiaries *) Dubai MNC International Limited (MIL) dan anak perusahaan/and its subsidiaries *) Cayman Islands MNC Pictures FZ LLC (MP) *) Dubai PT. Star Media Nusantara (SMN) *) Jakarta Media berbasis pelanggan/ Subscribers based media PT. MNC Sky Vision (MNCSV) PT. Sky Vision Networks (SVN) Telekomunikasi dan teknologi informasi/ Telecommunications and information technology PT. Mobile-8 Telecom Tbk (M8T) dan anak perusahaan/and its subsidiary Mobile-8 Telecom Finance Company B.V. (Mobile-8 B.V.) *) PT. Infokom Elektrindo (Infokom) dan anak perusahaan/ and its subsidiaries PT. Telesindo Media Utama (TMU) *) PT. Sena Telenusa Utama (STU) *) PT. Flash Mobile (FM) *) *) Pemilikan tidak langsung/Indirect ownership

100,00 100,00 100,00 70,00

100,00 100,00 100,00 -

2007 2007 2007 2008

209.913 2.256.789 701 3.405

980.635 747.074 506 817

Jakarta Jakarta

51,00 100,00

51,00 100,00

1988 2007

2.105.237 49.762

1.798.516 49.924

Jakarta Belanda/ Netherlands Bekasi Jakarta Jakarta Jakarta

100,00 99,99 99,99 85,00

66,81 100,00 100,00 100,00 99,99 84,99

2003 2007 1998 1999 2003 2004

480.876 2.580 49.114 12.266

4.656.503 942 427.514 2.580 42.174 9.293

Berdasarkan keputusan rapat umum pemegang saham luar biasa Perusahaan sebagaimana dinyatakan dalam akta No. 07 tanggal 9 April 2007 dari Notaris Imas Fatimah, SH, para pemegang saham independen dan pemegang saham lainnya memutuskan dan menyetujui antara lain: - 28 -

Based on minutes of the Companys extraordinary stockholders meeting as stated in deed No. 07 dated April 9, 2007 of Notary Imas Fatimah, SH, the independent and the other stockholders decided and approved, among others as follows:

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 MARET 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE-PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam table dinyatakan dalam jutaan Rupiah) Lanjutan

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS MARCH 31, 2009 AND 2008 AND FOR THE PERIODS THEN ENDED (Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued

Melakukan divestasi saham milik Perusahaan yaitu seluruh saham UGB; dan sebanyakbanyaknya 10% saham MNC sehubungan dengan rencana Penawaran Umum Saham Perdana (IPO) MNC. Membeli surat berharga dalam bentuk obligasi wajib tukar dan melaksanakan penukaran obligasi wajib tukar tersebut menjadi tidak kurang dari 51% saham dalam PT MNC Sky Vision (MNCSV). Menetapkan dividen final tahun buku 2004 seluruhnya sejumlah Rp 161.847 juta dalam bentuk dividen tunai atau dalam bentuk saham M8T milik Perusahaan.

The divestment of the Companys ownership in UGB; and maximum 10% of ownership in MNC in relation to MNCs plan for initial public offering. The purchases of mandatory exchangable bonds (MEB) and conversion of the MEB with not less than 51% shares ownership of PT MNC Sky Vision (MNCSV). The distribution of final dividends for the accounting year 2004 totaling to Rp 161,847 million in the form of cash dividends or M8Ts shares owned by the Company.

Berdasarkan keputusan rapat umum pemegang saham luar biasa Perusahaan sebagaimana dinyatakan dalam akta No. 18 tanggal 13 September 2007 dari Notaris Imas Fatimah SH, para pemegang saham independen dan pemegang saham lainnya memutuskan dan menyetujui: Penjualan seluruh saham PT. Usaha Gedung Bimantara (UGB) milik Perusahaan kepada PT. Kridaperdana Indahgraha Tbk (KPIG). Pembagian dividen interim tahun buku 2007 dalam bentuk saham IAT milik Perusahaan atau dalam bentuk tunai. Pengembangan usaha Networks (SVN). PT. Sky Vision

Based on minutes of the Companys extraordinary stockholders meeting as stated in deed No. 18 dated September 13, 2007 of Notary Imas Fatimah, SH, the independent and the other stockholders decided and approved among others, as follows: The sale of all of the Companys shares in PT. Usaha Gedung Bimantara (UGB) to PT. Kridaperdana Indahgraha Tbk (KPIG). The distribution of interim dividends for the year 2007 in the form of IATs shares owned by the Company or in the form of cash dividends. The development of PT. Sky Vision Networks (SVN) business. The provision of guarantee in the form of corporate guarantee by the Company and/or its subsidiaries and provide guarantee for the whole or substantial parts of the assets by the Company and/or its subsidiaries.

Pemberian jaminan berupa jaminan perusahaan (corporate guarantee) oleh Perusahaan dan/atau anak perusahaan maupun jaminan atas seluruh maupun sebagian harta kekayaan oleh Perusahaan dan/atau anak perusahaan.

Penawaran Umum Saham Anak Perusahaan Pada tanggal 13 Juni 2007, MNC memperoleh Surat Pernyataan Efektif dari Ketua Badan Pengawas Pasar Modal (BAPEPAM) untuk melakukan penawaran umum perdana sebanyak 4.125 juta saham kepada masyarakat dengan nilai nominal Rp 100 per saham dan harga penawaran Rp 900 per saham, yang terdiri dari 1.375 juta lembar saham Seri A milik Perusahaan (saham divestasi) dan 2.750 juta lembar saham Seri B yang merupakan saham baru. Pada tanggal 22 Juni 2007, saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia.

Public Offering of the Companys Shares On June 13, 2007, MNC obtained the effective notice from the Chairman of Capital Market and Supervisory Agency (BAPEPAM) for the Initial Public Offering of 4,125 million shares with par value of Rp 100 per share, at an offering price of Rp 900 per share, consisting of 1,375 million shares of Series A owned by the Company (divested shares) and 2,750 million new shares Series B. On June 22, 2007, the shares were listed on the Indonesia Stock Exchange.

- 29 -

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 MARET 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE-PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam table dinyatakan dalam jutaan Rupiah) Lanjutan

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS MARCH 31, 2009 AND 2008 AND FOR THE PERIODS THEN ENDED (Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued

Divestasi anak Perusahaan Pada tahun 2008, Perusahaan melakukan divestasi 47,81% kepemilikan sahamnya di M8T. Pada tanggal 31 Desember 2008, Perusahaan memiliki 3.844.815.988 saham atau 19% saham M8T dan disajikan di investasi lain sebagai efek ekuitas tersedia dijual senilai nilai pasarnya (Catatan 14).

Divestment of Subsidiaries In 2008, the Company divested 47.81% its shares in M8T. As of December 31, 2008, the Company owned 3,844,815,988 shares or 19% of the issued capital stock of M8T, and presented in other investment as available for sale equity securities and recorded in its market value (Note 14).

5.

KAS DAN SETARA KAS

5.

CASH AND CASH EQUIVALENTS

2009 Kas Bank Deposito berjangka Rupiah Bank Rakyat Indonesia Bank Central Asia Bank Danamon Bank Niaga United Overseas Bank Bank Internasional Indonesia Bank Mandiri Bank BNI Bank Mega Bank Artha Graha US Dollar United Overseas Bank Bank Central Asia Bank Bukopin Bank Niaga Bank Mandiri Bank Negara Indonesia Jumlah Tingkat bunga per tahun Deposito harian Deposito berjangka Rupiah US Dollar 14.135 745.281

2008 11.716 297.864 Cash on hand Cash in banks Time deposits Rupiah Bank Rakyat Indonesia Bank Central Asia Bank Danamon Bank Niaga United Overseas Bank Bank Internasional Indonesia Bank Mandiri Bank BNI Bank Mega Bank Artha Graha US Dollar United Overseas Bank Bank Central Asia Bank Bukopin Bank Niaga Bank Mandiri Bank Negara Indonesia Total Interest rates per annum Call deposit Time deposits Rupiah US Dollar

234.742 45.323 45.000 13.097 8.000 6.000 5.051 1.000 75 407.956 4.931 2.000 1.140 1.533.731

524.036 18.011 20.000 80.500 143.278 63.000 248.800 120.768 15.075 2.000 76.863 128.943 884 221.208 144.218 2.117.164

6,00% 8% - 14% 3% - 6%

4,00% 3% - 11,25% 2% - 6,75%

Seluruh bank dan deposito berjangka ditempatkan pada bank pihak ketiga. 6. BANK YANG DIBATASI PENGGUNAANNYA 6.

All cash in banks and time deposits are placed in third party banks. RESTRICTED CASH IN BANK

Pada tahun 2008, Perusahaan telah mendivestasi M8T (Catatan 4), sehingga rekening bank M8T di Deutsche Bank yang dibatasi penggunaannya dan secara khusus digunakan untuk pembelian handset tidak termasuk dalam laporan keuangan konsolidasi Perusahaan di tahun 2008.

In 2008, the Company has divested its investment in M8T (Note 4), therefore, M8Ts bank account in Deutsche Bank which is restricted and specifically used for payment for the purchase of handsets were excluded from the Companys 2008 consolidated financial statements.

- 30 -

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 MARET 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE-PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam table dinyatakan dalam jutaan Rupiah) Lanjutan

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS MARCH 31, 2009 AND 2008 AND FOR THE PERIODS THEN ENDED (Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued

7.

INVESTASI JANGKA PENDEK


2009 Dana kelolaan Eagle Capital Advisory Limited Reksadana Deposito berjangka Saham diperdagangkan Merlin Investment Fund Obligasi TDM Asset Manajemen Clariden Leu Jumlah 585.324 250.802 186.913 122.068 41.208 8.103 5.400 1.199.818

7.

SHORT-TERM INVESTMENTS
2008 578.746 239.623 337.033 3.492 3.397 6.452 3.500 81.351 46.884 1.300.478 Managed funds Eagle Capital Advisory Limited Mutual fund Time deposits Trading equity securities Merlin Investment Fund Bonds TDM Asset Manajemen Clariden Leu Total

Dana Kelolaan Perusahaan dan anak perusahaan menunjuk BAM sebagai manajer investasi untuk melakukan investasi dalam bentuk investasi atas surat-surat berharga, dengan ketentuan bilamana investasi terhadap surat hutang harus masuk dalam kategori investment grade. Dana tersebut dapat ditarik sewaktu-waktu secara keseluruhan maupun sebagian dan atau ditambah sesuai kesepakatan para pihak. Kontrak ini memiliki jangka waktu yang bervariasi kurang dari 1 tahun, terhitung sejak tanggal kontrak. Pada tanggal 31 Maret 2009 dan 2008, nilai aset bersih KPD tersebut adalah masing-masing sebesar Rp 585.324 juta dan Rp 578.746 juta. Eagle Capital Advisory Limited Opportunity Fund Perusahaan menempatkan dana pada Eagle Capital Advisory Limited Opportunity Fund dengan manajer investasi Eagle Capital Advisory Limited. Akun ini disajikan berdasarkan nilai aset bersih. Reksadana Perusahaan dan anak perusahaan memiliki unit penyertaan pada reksa dana Big Bhakti, Big Dana Likuid, Big Dana Lancar dan Big Dana Muamalah. Nilai wajar unit penyertaan reksadana ditentukan berdasarkan nilai aset bersih unit penyertaan reksadana pada tanggal 31 Maret 2009 dan 2008. Deposito Berjangka Deposito berjangka anak perusahaan merupakan deposito berjangka milik anak perusahaan yang jatuh tempo lebih dari 3 bulan sebesar US$ 10,9 juta dan sebesar Rp 20.707 juta dijadikan jaminan atas hutang jangka pendek anak perusahaan (Catatan 18). Saham Diperdagangkan Nilai wajar saham diperdagangkan didasarkan pada harga pasar saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 31 Maret 2009 dan 2008. - 31 -

Managed Funds The Company and its subsidiaries appointed BAM as fund manager to invest the fund into marketable securities, with the condition that if the fund is invested into notes payable it must be classified in investment grade category. The investment can be with drawn any time, partially or in full amounts, and/or increased, in accordance with the agreement of both parties. These contracts have a various terms less than 1 year, starting on contract date. As of March 31, 2009 and 2008, the net assets value of the managed funds amounted to Rp 585,324 million and Rp 578,746 million, respectively. Eagle Capital Advisory Limited Opportunity Fund The Company placed fund in Eagle Capital Advisory Limited Opportunity Fund with the Eagle Capital Advisory Limited as investment manager. This account is presented at net asset value. Mutual fund The Company and subsidiaries have investment units in Big Bhakti, Big Dana Liquid, Big Dana Lancar and Big Dana Muamalah mutual funds. The fair values of mutual funds are based on net asset value of the funds as of March 31, 2009 and 2008. Time Deposits Time deposits of subsidiaries represent subsidiaries time deposits with maturities of more than three months amounting to US$ 10.9 million and Rp 20,707 million, these time deposits were used as collaterals for subsidiaries loan (Note 18). Trading Equity Securities The fair values of the trading equity securities are based on the quoted market price in Indonesia Stock Exchange on March 31, 2009 and 2008.

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 MARET 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE-PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam table dinyatakan dalam jutaan Rupiah) Lanjutan

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS MARCH 31, 2009 AND 2008 AND FOR THE PERIODS THEN ENDED (Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued

Merlin Investment Fund RCTI mengadakan perjanjian jual beli pada tanggal 5 Oktober 2007, dimana di dalam perjanjian RCTI akan melakukan pembelian investasi sebesar USD 700.000 atas unit Merlin Investment Fund dari Media Nusantara Citra International, Ltd., pihak yang mempunyai hubungan istimewa. Pada tanggal 31 Maret 2009 and 2008, nilai aset bersih masing-masing adalah sebesar Rp 8.103 juta dan Rp 6.452 juta. Obligasi Pada tanggal 3 Desember 2007, Perusahaan membeli obligasi seharga Rp 3,5 miliar yang diterbitkan oleh PT. Bhakti Finance. Obligasi ini jatuh tempo tanggal 3 Desember 2010, tingkat bunga tetap sebesar 12,75% per tahun dan dibayarkan setiap tiga bulan. TDM Asset Manajemen, Lehman Liquidity Fund Clariden Leu dan

Merlin Investment Fund Based on a Sale and Purchase Agreement, on October 5, 2007, RCTI agreed to purchase units in Merlin Investment Fund amounting to USD 700,000 from Media Nusantara Citra International, Ltd., a related party. As of March 31, 2009 and 2008, net asset value amounted to Rp 8,103 million and Rp 6,452 million, respectively.

Bonds On December 3, 2007, the Company purchased bonds amounting to Rp 3.5 billion, which was issued by PT. Bhakti Finance. The bonds will be due on December 3, 2010 with fixed interest rate at 12.75% per annum is payable on a quarterly basis. TDM Asset Manajemen, Clariden Leu and Lehman Liquidity Fund In 2008, the Company has divested its investment in M8T (Note 4), therefore, M8Ts short-term investment which were managed by TDM Asset Manajemen and Clariden Leu and also in Lehman Liquidity Fund were excluded from the Companys 2009 consolidated financial statements.
8. TRADE ACCOUNTS RECEIVABLE

Pada tahun 2008, Perusahaan telah mendivestasi M8T (Catatan 4), sehingga investasi jangka pendek milik M8T yang dikelola oleh TDM Asset Manajemen dan Clariden Leu serta pada Lehman Liquidity Fund tidak termasuk dalam laporan keuangan konsolidasi Perusahaan 2009.
8. PIUTANG USAHA

2009 a. Berdasarkan langganan Pihak hubungan istimewa Teknologi informasi Media berbasis konten dan iklan Jumlah Pihak ketiga Media berbasis konten dan iklan Media berbasis pelanggan Telekomunikasi dan teknologi informasi Sub jumlah Penyisihan piutang ragu-ragu Jumlah pihak ketiga Jumlah

2008 a. By customer Related parties Information technology Content and advertising based media Total Third parties Content and advertising based media Subscribers based media Telecommunication and information technology Subtotal Allowance for doubtful accounts Total third parties Total

1.467 1.467 1.166.272 194.778 44.104 1.405.154 (40.902) 1.364.252 1.365.719

18.675 32.580 51.255 969.852 91.233 57.021 1.118.106 (17.931) 1.100.175 1.151.430

- 32 -

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 MARET 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE-PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam table dinyatakan dalam jutaan Rupiah) Lanjutan

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS MARCH 31, 2009 AND 2008 AND FOR THE PERIODS THEN ENDED (Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued

2009 b. Berdasarkan umur (hari) Belum jatuh tempo Sudah jatuh tempo 1 - 30 hari 31 - 60 hari 61 - 90 hari > 91 hari Jumlah Penyisihan piutang ragu-ragu Bersih c. Berdasarkan mata uang Rupiah US Dollar Euro GBP Jumlah Penyisihan piutang ragu-ragu Bersih 1.282.426 124.178 17 1.406.621 (40.902) 1.365.719 350.190 242.386 225.386 235.420 353.239 1.406.621 (40.902) 1.365.719

2008 b. By age category (days) 320.261 225.045 145.260 106.055 372.740 1.169.361 (17.931) 1.151.430 Not yet due Past due 1 - 30 days 31 - 60 days 61 - 90 days > 91 days Total Allowance for doubtful accounts Net c. By currency 1.081.365 87.905 16 75 1.169.361 (17.931) 1.151.430 Rupiah US Dollar Euro GBP Total Allowance for doubtful accounts Net

Piutang usaha digunakan sebagai jaminan fasilitas pinjaman (Catatan 18 dan 23). Perubahan penyisihan piutang ragu-ragu adalah sebagai berikut:

Trade accounts receivable are used as collateral for loans (Notes 18 and 23). Changes in the allowance for doubtful accounts are as follows:

2009 Saldo awal periode Penambahan Penghapusan Saldo akhir periode 35.019 5.883 40.902

2008 17.905 2.345 (2.319) 17.931 Beginning of period Provisions Write-off End of period

Manajemen berpendapat bahwa penyisihan piutang ragu-ragu atas piutang kepada pihak ketiga adalah cukup untuk menutupi kerugian yang mungkin timbul dari tidak tertagihnya piutang tersebut, sedangkan terhadap piutang kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa tidak diadakan penyisihan piutang ragu-ragu karena manajemen berpendapat seluruh piutang tersebut dapat ditagih. Manajemen juga berpendapat bahwa tidak terdapat risiko yang terkonsentrasi secara signifikan atas piutang kepada pihak ketiga.

Management believes that the allowance for doubtful receivables from third parties is adequate to cover possible losses on uncollectible accounts. No allowance for doubtful accounts was provided on receivables from related parties as management believes that all such receivables are collectible.

Management also believes that there are no significant concentrations of credit risk in third party receivables.

- 33 -

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 MARET 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE-PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam table dinyatakan dalam jutaan Rupiah) Lanjutan

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS MARCH 31, 2009 AND 2008 AND FOR THE PERIODS THEN ENDED (Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued

9.

PIUTANG LAIN-LAIN

9.

OTHER ACCOUNTS RECEIVABLE

2009 Pihak ketiga Media berbasis konten dan iklan Media berbasis pelanggan Telekomunikasi dan teknologi informasi Lain-lain Sub jumlah Penyisihan piutang ragu-ragu Jumlah

2008 Third parties Content and advertising based media Subscribers based media Telecommunication and information technology Others Subtotal Allowance for doubtful accounts Total

245.634 24.000 200 10.378 280.212 (5.444) 274.768

3.429 17.177 80.179 100.785 (5.444) 95.341

Manajemen berpendapat bahwa penyisihan piutang ragu-ragu cukup untuk menutup kerugian yang mungkin timbul dari tidak tertagihnya piutang tersebut.
10. PERSEDIAAN

The management believes that the allowance for doubtful accounts is adequate to cover possible losses on uncollectible accounts.

10. INVENTORIES

2009 Program Program dibeli Produksi sendiri Produksi dalam proses Dikurangi amortisasi Bersih Non Program Antena, dekoder, dan aksesorisnya Persediaan telekomunikasi dan teknologi informasi Lainnya Jumlah Jumlah

2008 Program Purchased program In-house production Production in progress Less amortization Net Non Program Antenna, decoder, and its accessories Telecommunication and information technology inventories Others Total Total

930.990 169.844 (43.218) 1.057.616

1.001.672 227.583 23.850 (313.555) 939.550

82.785 2.749 25.788 111.322 1.168.938

42.683 262.524 14.700 319.907 1.259.457

Pada tanggal 31 Maret 2009 dan 2008, persediaan, kecuali persediaan program media dan penyiaran, diasuransikan. Manajemen berpendapat bahwa persediaan telah diasuransikan dengan jumlah pertanggungan memadai. Persediaan program media dan penyiaran tidak diasuransikan terhadap risiko kerugian kebakaran atau pencurian nilai wajar persediaan tidak dapat ditentukan untuk tujuan asuransi. Bila terjadi kebakaran atau pencurian atas persediaan program, karena anak perusahaan dapat meminta copy film dari distributor selama persediaan tersebut belum ditayangkan dan belum berakhir masa berlakunya.

As of March 31, 2009 and 2008, inventories, except media and broadcasting programs, were insured. Management believes that the insurance coverage is adequate to cover possible losses on the inventories insured. Media and broadcasting programs were not insured against fire and theft because the fair value of inventories could not be established for the purpose of insurance. If such risks occur, the subsidiary can request copy of the film from distributor, in the event of fire and theft, as long as the inventories are not yet aired and expired.

- 34 -

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 MARET 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE-PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam table dinyatakan dalam jutaan Rupiah) Lanjutan

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS MARCH 31, 2009 AND 2008 AND FOR THE PERIODS THEN ENDED (Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued

11. UANG MUKA DAN BIAYA DIBAYAR DIMUKA

11. ADVANCES AND PREPAID EXPENSES

2009 Uang muka Biaya dibayar dimuka Jumlah


12. PAJAK DIBAYAR DIMUKA
2009 Perusahaan Pajak pertambahan nilai - bersih Anak perusahaan Pajak penghasilan badan lebih bayar Pajak pertambahan nilai - bersih Lainnya Jumlah

2008 268.347 305.590 573.937 Advances Prepaid expenses Total

254.178 271.384 525.562

12. PREPAID TAXES


2008 The Company Value added tax - net Subsidiaries Overpayment of corporate income tax Value added tax - net Others Total

425

57.779 12.815 8.216 78.810

65.567 105.911 171.903

13. INVESTASI PADA PERUSAHAAN ASOSIASI Penyertaan anak perusahaan pada perusahaan asosiasi, secara langsung dan tidak langsung, adalah sebagai berikut:

13. INVESTMENTS IN ASSOCIATES Subsidiaries investments in associates, directly and indirectly owned, are as follows:

Perusahaan asosiasi/Associates

Domisili/ Domicile

Nilai tercatat/ Carrying amount 2009 2008

Persentase pemilikan/ Percentage of ownership 2009 dan/and 2008

Aktivitas utama/ Principal activity

PT. Freekom Indonesia PT. Optima Media Dinamika PT. Radio Panji Artha Swara PT. Media Nusantara Press PT. Radio Tiara Gempita Buana PT. Radio Pesona Nanda Poespita PT. Liiur Persada PT. Radio Duta Mashoor Cemerlang PT. Swara Manusa Indah PT. Radio Kalender Angkasa Jumlah/Total

Jakarta Jakarta Palembang Jakarta Palembang Pekanbaru Tulungagung Manado Pontianak Dumai

4.477 902 59 38 27 25 21 10 5 2 5.566

5.378 454 65 38 27 25 21 10 5 2 6.025

49 25 30 38 21 25 21 21 21 21

Telekomunikasi/Telecommunication Agensi periklanan/Agency advertising Penyiaran/Broadcasting Media cetak/Print Penyiaran/Broadcasting Penyiaran/Broadcasting Penyiaran/Broadcasting Penyiaran/Broadcasting Penyiaran/Broadcasting Penyiaran/Broadcasting

Mutasi investasi dengan metode ekuitas adalah sebagai berikut:

The changes in investments under the equity method are as follows:

2009 Saldo awal periode Perubahan periode berjalan Bagian rugi bersih Saldo akhir periode 5.701 (135) 5.566

2008 6.241 (216) 6.025 Beginning of period Changes during the period Equity in net loss End of period

Bagian laba bersih telah disesuaikan dengan amortisasi goodwill sebesar Rp 11 juta tahun 2009 dan 2008.

Equity in net income was adjusted for amortization of goodwill amounting to Rp 11 million in 2009 and 2008.

- 35 -

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 MARET 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE-PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam table dinyatakan dalam jutaan Rupiah) Lanjutan

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS MARCH 31, 2009 AND 2008 AND FOR THE PERIODS THEN ENDED (Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued

14. INVESTASI LAIN

14. OTHER INVESTMENTS

2009 Obligasi wajib tukar Uang muka investasi Saham tersedia untuk dijual Obligasi konversi Jumlah
Obligasi Wajib Tukar

2008 580.411 990.912 64.810 1.636.133 Mandatory exchangeable bonds Investment advance Available for sale securities Convertible bonds Total

2.173.142 987.939 192.241 64.810 3.418.132

Mandatory Exchangeable Bonds

2009 PT. Djaja Abadi Konstruksi PT. Datakom Asia PT. Kencana Mulia Utama Jumlah 1.432.445 721.286 19.411 2.173.142

2008 561.000 19.411 580.411 PT. Djaja Abadi Konstruksi PT. Datakom Asia PT. Kencana Mulia Utama Total

Pada tahun 2008, Perusahaan membeli obligasi wajib tukar yang diterbitkan oleh PT. Djaja Abadi Konstruksi (DAK) dari East Bay Equities Ltd dengan harga nominal keseluruhan sebesar Rp 1.432 miliar yang dapat ditukar dengan 1.536.705.800 lembar atau 24,72% saham biasa MNCSV milik DAK. Pada tanggal 31 Maret 2008, MNCSV mempunyai obligasi wajib tukar seharga Rp 561 miliar yang diterbitkan oleh PT Datakom Asia (DKA) yang dapat ditukar dengan sebanyak 93.333 saham biasa PT. Mediacitra Indostar (MCI) milik DKA, dengan periode pertukaran MEB menjadi sejak tanggal 31 Januari 2007 sampai dengan enam puluh bulan dari tanggal perjanjian MEB. Pada tahun 2008, MNCSV mempunyai tambahan obligasi wajib tukar senilai Rp 160.286 juta yang diterbitkan oleh DKA yang dapat ditukar dengan sebanyak 26.667 lembar saham MCI milik DKA. MNC mempunyai obligasi wajib tukar sebesar Rp 19.411 juta yang dapat ditukarkan dengan 16.388 saham PT. Hikmat Makna Aksara milik PT. Kencana Mulia Utama (pihak ketiga). Pada tanggal 7 Januari 2008, MNC mengalihkan obligasi wajib tukar tersebut kepada MNI.

In 2008, the Company purchased mandatory exchangeable bonds issued by PT. Djaja Abadi Konstruksi (DAK) from East Bay Equities Ltd with an aggregate principal value of Rp 1,432 billion. This mandatory exchangeable bonds are exchangeable into 1,536,705,800 or 24.72% ordinary shares of MNCSVs owned by DAK. On March 31, 2008, MNCSV has a mandatory exchangeable bond of Rp 561 billion, issued by PT Datakom Asia (DKA) which is exchangeable into 93,333 ordinary shares of PT. Mediacitra Indostar (MCI) owned by DKA, with the exchange period from January 31, 2007 until sixty months after the date of the MEB agreements. In 2008, MNCSV have an additional Mandatory Exchangeable bonds of Rp 160,286 million, issued by DKA, which is exchangeable into 26.667 ordinary shares of MCI owned by DKA. MNC has mandatory exchangeable bond amounting to Rp 19,411 million which is exchangeable into 16,388 shares of PT. Hikmat Makna Aksara owned by PT. Kencana Mulia Utama (a third party). On January 7, 2008, MNC transferred the mandatory exchangeable bond to MNI.

- 36 -

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 MARET 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE-PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam table dinyatakan dalam jutaan Rupiah) Lanjutan

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS MARCH 31, 2009 AND 2008 AND FOR THE PERIODS THEN ENDED (Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued

Uang Muka Investasi Perusahaan dan anak perusahaan mempunyai uang muka investasi, sebagai berikut:

Investment Advances The Company and its subsidiaries had investment advances, as follows:

2009 Investasi pada usaha penyiaran proyek pengembangan bisnis Investasi pada usaha media cetak PT Media Nusantara Press PT Media Nusantara Informasi Publishing Jumlah

2008 Investment in broadcasting business project business development Investment in print business PT Media Nusantara Press PT Media Nusantara Informasi Publishing Total

897.163 85.101 5.675 987.939

938.430 52.482 990.912

Proyek pengembangan bisnis merupakan dana untuk pengembangan aset media di bidang penyiaran dan program. Efek yang tersedia untuk dijual Nilai wajar saham diperdagangkan didasarkan pada harga pasar saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 31 Maret 2009. Obligasi Konversi Pada tanggal 5 April 2007, MNI membeli obligasi konversi seharga Rp 49 miliar yang diterbitkan oleh PT. Media Nusantara Press, jatuh tempo tanggal 4 April 2009 dan dapat dikonversi dengan sebanyak 49.000 saham pada saat jatuh tempo. Pada tanggal 30 Mei 2007, CMI melakukan perjanjian pengambilalihan dengan pemegang saham Yello PTE Ltd. (Yello), perusahaan berbadan hukum Singapura. Yello menerbitkan obligasi konversi kepada CMI dengan nilai pokok sebesar Rp 15.810 juta yang dapat ditukar dengan 875.000 saham biasa baru Yello.

Project business development represents funds for developing media aset in broadcasting and programs. Available for sale securities . The fair values of trading equity securities aare based on the quoted market price in the Indonesia Stock Exchange on March 31, 2009. Convertible Bonds On April 5, 2007, MNI purchased convertible bonds of Rp 49 billion issued by PT. Media Nusantara Press, due on April 4, 2009 and can be converted into 49,000 shares on the due date. On May 30, 2007, CMI entered into deed of undertaking with the shareholders of Yello PTE Ltd. (Yello), a company incorporated under the laws of Singapore. Yello issued convertible bonds to CMI with an aggregate principal value of Rp 15,810 million which is convertible into 875,000 new ordinary shares of Yello.

- 37 -

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 MARET 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE-PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam table dinyatakan dalam jutaan Rupiah) Lanjutan

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS MARCH 31, 2009 AND 2008 AND FOR THE PERIODS THEN ENDED (Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued

15. ASET TETAP


1 Januari/ January 1, 2009 Biaya perolehan Pemilikan langsung Tanah Bangunan Peralatan kantor, instalasi dan komunikasi Kendaraan bermotor Peralatan operasional Penyiaran Telekomunikasi Subjumlah Aktiva tetap dalam rangka kerjasama Aktiva sewa pembiayaan Kendaraan bermotor Peralatan kantor Perabotan penyiaran Subjumlah Aktiva tetap dalam penyelesaian Bangunan dan prasarana Peralatan penyiaran Subjumlah Jumlah Akumulasi penyusutan dan penurunan nilai Pemilikan langsung Bangunan Peralatan kantor, instalasi dan komunikasi Kendaraan bermotor Peralatan operasional Penyiaran Sub jumlah Aktiva tetap dalam rangka kerjasama Aktiva sewa pembiayaan Peralatan kantor Peralatan penyiaran Kendaraan bermotor Subjumlah Jumlah Jumlah Tercatat Penam bahan/ Additions Pengu rangan/ Deductions

15. PROPERTY AND EQUIPMENT


Reklasi fikasi/ Reclassifications 31 Maret/ March 31, 2009 Acquisition costs Direct acquisitions Land Buildings Office equipment, installation and communication Motor vehicles Operations equipment Broadcasting Telecommunication Subtotal Fixed assets under joint venture Leased assets Motor vehicles Office equipment Broadcasting equipment Subtotal Fixed assets under construction Building and infrastructure Broadcasting equipment Subtotal Total Accumulated depreciation and impairment Direct ownership Buildings Office equipment, installation and communication Motor vehicles Operations equipment Broadcasting Subtotal Fixed assets under joint venture Leased assets Office equipment Broadcasting equipment Motor vehicles Subtotal Total Net Book Value

215.688 251.795

7.254 7.242

62.058 37.435

21.002

160.884 242.604

758.126 116.265 2.678.511 4.020.385 23.552 7.752 1.448 3.144 12.344

326.841 8.695 262.204 612.236 636 636

215.791 21.982 7 337.273 -

438.021 459.023 -

869.176 102.978 3.378.729 4.754.371 23.552 8.388 1.448 3.144 12.980

59.594 17.938 77.532 4.133.813

7.769 10.741 18.510 631.382

337.273

(21.002) (438.021) (459.023) -

46.361 (409.342) (362.981) 4.427.922

143.175

22.671

20.537

145.309

473.209 68.761 1.633.876 2.319.021 19.958 1.981 511 3.681 6.173 2.345.152 1.788.661

184.515 21.287 208.433 436.906 167 660 72 4.093 4.825 441.898

155.948 26.236 5 202.726 202.726

501.776 63.812 1.842.304 2.553.201 20.125 2.641 583 7.774 10.998 2.584.324 1.843.598

- 38 -

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 MARET 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE-PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam table dinyatakan dalam jutaan Rupiah) Lanjutan

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS MARCH 31, 2009 AND 2008 AND FOR THE PERIODS THEN ENDED (Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued

1 Januari/ January 1, 2008 Biaya perolehan Pemilikan langsung Tanah 248.771 Bangunan 257.409 Peralatan kantor, instalasi dan komunikasi 748.232 Kendaraan bermotor 110.469 Peralatan operasional Penyiaran 2.186.634 Telekomunikasi 2.602.128 Subjumlah 6.153.643 Aktiva tetap dalam rangka kerjasama 23.455 Aktiva sewa pembiayaan Infrastruktur telekomunikasi 812.599 Kendaraan bermotor 8.359 Peralatan kantor 2.754 Perabotan penyiaran 3.275 Subjumlah 826.987 Aktiva tetap dalam penyelesaian Bangunan dan prasarana 141.627 Peralatan penyiaran 19.027 Peralatan telekomunikasi 263.456 Subjumlah 424.110 Jumlah Akumulasi penyusutan dan penurunan nilai Pemilikan langsung Bangunan Peralatan kantor, instalasi dan komunikasi Kendaraan bermotor Peralatan operasional Penyiaran Telekomunikasi Sub jumlah Aktiva tetap dalam rangka kerjasama Aktiva sewa pembiayaan Infrastruktur telekomunikasi Peralatan kantor Peralatan penyiaran Kendaraan bermotor Subjumlah Jumlah Jumlah Tercatat 7.428.195

Penam bahan/ Additions

Pengu rangan/ Deductions

Reklasi fikasi/ Reclassifications

31 Maret/ March 31, 2008 Acquisition costs Direct acquisitions Land Buildings Office equipment, installation and communication Motor vehicles Operations equipment Broadcasting Telecommunication Subtotal Fixed assets under joint venture Leased assets Telecommunication infrastructure Motor vehicles Office equipment Broadcasting equipment Subtotal Fixed assets under construction Building and infrastructure Broadcasting equipment Telecommunication equipment Subtotal Total Accumulated depreciation and impairment Direct ownership Buildings Office equipment, installation and communication Motor vehicles Operations equipment Broadcasting Telecommunication Subtotal Fixed assets under joint venture Leased assets Telecommunication infrastructure Office equipment Broadcasting equipment Motor vehicles Subtotal Total Net Book Value

1.097 876

249.868 258.284

21.213 3.924 44.837 123.926 195.873 184.163 219 184.382

85 729 1.068 1.883 -

2.011 54.251 56.262 -

771.371 113.664 2.231.471 2.779.237 6.403.895 23.455 996.762 8.578 2.754 3.275 1.011.369

150 91.581 91.731 471.986

1.883

(56.262) (56.262) -

141.627 19.177 298.775 459.579 7.898.298

150.677

2.713

153.390

488.075 63.887 1.452.899 1.239.734 3.395.272 18.938 16.711 920 1.013 3.607 22.251 3.436.461 3.991.734

19.250 4.022 48.502 39.298 113.785 336 14.261 26 28 461 14.776 128.897 -

101 793

507.224 67.116 1.501.401 1.278.665 3.507.796 19.274 30.972 946 1.041 4.068 37.027 3.564.097 4.334.201

367 1.261 1.261

- 39 -

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 MARET 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE-PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam table dinyatakan dalam jutaan Rupiah) Lanjutan

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS MARCH 31, 2009 AND 2008 AND FOR THE PERIODS THEN ENDED (Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued

Beban penyusutan tahun 2009 dan 2008 masingmasing sebesar Rp 97.649 juta dan Rp 119.457 juta. Dalam penambahan aset tetap tahun 2008, termasuk aset tetap anak perusahaan yang diakuisisi (Catatan 42) terdiri dari biaya perolehan sebesar Rp 50.711 juta, serta akumulasi penyusutan sebesar Rp 38.245 juta. Dalam pengurangan aset tetap tahun 2008, termasuk aset tetap anak perusahaan yang didivestasi (Catatan 43) terdiri dari biaya perolehan sebesar Rp 4.743.173 juta dan akumulasi penyusutan sebesar Rp 1.580.169 juta. Aset tetap dalam rangka kerjasama merupakan aset tetap bersama RCTI dan SCTV untuk kegiatan siaran nasional (nationwide). RCTI dan SCTV masing-masing menanggung sebesar 50% biaya perolehan stasiun relay yang dibangun. RCTI, SCTV dan INDOSIAR juga melakukan kerjasama kegiatan siaran nasional di Jember, Madiun dan Banyuwangi. RCTI, SCTV dan INDOSIAR masing-masing menanggung 1/3 biaya perolehan stasiun relay yang dibangun. Aset tetap dalam penyelesaian merupakan bangunan dan prasarana, peralatan penyiaran dan telekomunikasi yang sedang dibangun anak perusahaan yang diperkirakan akan selesai pada tahun 2009. Pada tanggal 31 Maret 2009, aset tetap telah diasuransikan terhadap risiko kebakaran, pencurian dan risiko lainnya dengan jumlah pertanggungan sebesar US$ 21.325.468, Euro 421.000 dan Rp 690.951 juta. Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian atas aset yang dipertanggungkan. Aset tetap digunakan sebagai jaminan atas pinjaman bank (Catatan 18 dan 23), hutang sewa pembiayaan (Catatan 24) dan hutang obligasi (Catatan 25).

Depreciation charged to operations amounted to Rp 97,649 million and Rp 119,457 million in 2009 and 2008, respectively. Additions to property and equipment in 2008 included property and equipment of acquired subsidiaries (Note 42) consisting of acquisition cost of Rp 50,711 million, respectively, and accumulated depreciation of Rp 38,245 million, respectively. Property and equipment deductions in 2008 included property and equipment of disposed subsidiaries (Note 43) consisting of acquisition cost of Rp 4,743,173 million, respectively and accumulated depreciation of Rp 1,580,169 million, respectively. Property and equipment under joint venture represent fixed assets jointly owned by RCTI and SCTV for nationwide operations. RCTI and SCTV assumed 50% each for the acquisition cost of relay stations which were built. RCTI, SCTV and INDOSIAR also have joint nationwide operations in Jember, Madiun and Banyuwangi. RCTI, SCTV and INDOSIAR assumed 1/3 each for the cost of relay stations which were built. Property and equipment under construction represents building and infrastructure, broadcasting and telecommunication equipment under installation by subsidiaries, which are estimated to be completed in 2009. As of March 31, 2009, property and equipment, except land, were insured against fire, theft and other possible risks for US$ 21,325,468, Euro 421,000 and Rp 690,951 million. Management believes that the insurance coverage is adequate to cover possible losses on the assets insured. Property and equipment are used as collateral for bank loans (Notes 18 and 23), lease liabilities (Note 24) and bonds payable (Note 25).

16. GOODWILL

16. GOODWILL

Akun ini merupakan selisih lebih antara biaya perolehan dan bagian Perusahaan atas nilai wajar aset bersih anak perusahaan (Catatan 42).

This account represents the excess of acquisition cost over the Companys interest in the fair value of the net assets of subsidiaries (Note 42).

- 40 -

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 MARET 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE-PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam table dinyatakan dalam jutaan Rupiah) Lanjutan

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS MARCH 31, 2009 AND 2008 AND FOR THE PERIODS THEN ENDED (Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued

2009 PT. MNC Sky Vision PT. Media Nusantara Citra Tbk dan anak perusahaan PT. Infokom Elektrindo dan anak perusahaan PT. Mobile-8 Telecom Tbk (Catatan 4) Jumlah Akumulasi amortisasi Awal periode Amortisasi periode berjalan Akhir periode Jumlah tercatat 1.152.816 899.494 7.631 2.059.941 159.165 19.211 178.376 1.881.565

2008 1.152.816 320.026 10.172 930.006 2.413.020 191.507 30.856 222.363 2.190.657 PT. MNC Sky Vision PT. Media Nusantara Citra Tbk and its subsidiaries PT. Infokom Elektrindo and its subsidiary PT. Mobile-8 Telecom Tbk (Note 4) Total Accumulated amortization Beginning of period Amortization during the period End of period Net carrying amount

Amortisasi goodwill sebesar Rp 19.211 juta tahun 2009 dan Rp 30.856 juta tahun 2008. Dalam penambahan goodwill pada PT. Media Nusantara Citra Tbk dan anak perusahaan tahun 2008, termasuk goodwill dari akuisisi Linktone Ltd sebesar Rp 465.417 juta (Catatan 42).
17. ASET LAIN-LAIN

Amortization of goodwill amounted to Rp 19.211 million in 2009 and Rp 30,856 million in 2008. Addition to goodwill of PT. Media Nusantara Citra Tbk and its subsidiaries in 2008 includes goodwill of acquired Linktone Ltd amounting to Rp 465,417 million (Note 42).
17. OTHER ASSETS

2009 Aset restrukturisasi Cipta TPI Beban tangguhan - bersih Piutang hubungan istimewa dari anak perusahaan Uang muka pengembangan usaha Uang jaminan Uang muka sewa transisi, menara dan ruangan kantor Uang muka pembelian peralatan studio Lain-lain Jumlah 103.500 77.245 61.885 39.343 28.742 5.042 4.264 24.274 344.295

2008 103.500 174.108 52.737 27.634 15.145 43.365 13.198 69.386 499.073 Restructuring asset of Cipta TPI Deferred charges - net Receivable from related party of subsidiary Advances for business development Guarantee deposits Advances for transmission tower and office rental Advance for purchase of studio equipment Others Total

MNC mempunyai aset restrukturisasi Cipta TPI sebesar Rp 103,5 miliar yang akan digunakan dalam rangka investasi pada bidang media dan penyiaran.

MNC has restructuring asset of Cipta TPI amounting to Rp 103.5 billion, which will be used for investments in the media and broadcasting business.

- 41 -

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 MARET 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE-PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam table dinyatakan dalam jutaan Rupiah) Lanjutan

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS MARCH 31, 2009 AND 2008 AND FOR THE PERIODS THEN ENDED (Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued

MNCSV memiliki piutang di luar usaha dengan pihak hubungan istimewa MNCSV, yang timbul terutama dari biaya yang dibayarkan terlebih dahulu oleh MNCSV dan tidak dikenakan bunga. Pada tanggal 31 Maret 2009 dan 2008, piutang hubungan istimewa dari anak perusahaan masingmasing sebesar Rp 61.885 juta dan Rp 52.737 juta. Tidak terdapat penyisihan piutang ragu-ragu atas piutang tersebut karena manajemen anak perusahaan yakin bahwa seluruh piutang tersebut dapat ditagih. Perusahaan dan anak perusahaan membayar uang jaminan terutama untuk pembelian program, pembelian bahan baku kertas, sewa transponder, sewa kantor dan pemakaian telepon kepada pihak ketiga.
18. PINJAMAN JANGKA PENDEK
2009 Standard Chartered Bank Bank Central Asia (Catatan 23) Bank Rakyat Indonesia Bank Panin Bank CIMB Niaga Bank Artha Graha International Jumlah 220.000 63.216 17.867 3.397 4.000 308.480

MNCSV had non-interest bearing non-trade accounts receivable from MNCSVs related party which arising mainly from expense advanced by MNCSV. As of March 31, 2009 and 2008, receivable from related party of subsidiary amounted to Rp 61,885 million and Rp 52,737 million, respectively. No allowance for doubtful account was provided on such receivable as subsidiarys management believes that all such receivable are collectible. The Company and its subsidiaries paid guarantee deposits especially for purchases of program, purchases of paper materials, transponder rental, office rental and telephone utilization to third parties.
18. SHORT-TERM LOANS
2008 31.271 2.771 34.042 Standard Chartered Bank Bank Central Asia (Note 23) Bank Rakyat Indonesia Bank Panin Bank CIMB Niaga Bank Artha Graha International Total

Standard Chartered Bank Pada tanggal 17 Oktober 2008, RCTI, anak perusahaan, memperoleh fasilitas Bridging Loan sebesar Rp 220 miliar dan Revolving Credit Facility sebesar Rp 30 miliar dari Standard Chartered Bank, dengan tingkat bunga cost of fund + 3% per tahun, jatuh tempo 17 Oktober 2009. Pinjaman ini dijamin dengan tanah seluas 96.826 meter persegi di Jakarta Barat, peralatan studio dan transmisi milik RCTI. Bank Rakyat Indonesia (BRI) Pada tanggal 26 Desember 2008, MNI, anak perusahaannya, memperoleh fasilitas pinjaman dari BRI dengan maksimum pinjaman sebesar Rp 18 milliar dengan tingkat bunga 14,5% per tahun dan jatuh tempo pada tanggal 26 Desember 2009. Pinjaman ini dijamin dengan deposito milik MNC sebesar Rp 18,75 miliar (catatan 4). Bank Panin Pada tanggal 4 Nopember 2008, CMI, anak perusahaan MNC, memperoleh fasilitas pinjaman dari Bank Panin dengan maksimum pinjaman Rp 4 milliar dengan tingkat bunga 15% per tahun, jatuh tempo 4 Nopember 2009. Pinjaman ini dijamin dengan tanah dan bangunan milik CMI.

Standard Chartered Bank On October, 17 2008, RCTI, a subsidiary, obtained a Bridging Loan Facility of Rp 220 billion and Revolving Credit Facility of Rp 30 billion from Standard Chartered Bank which bear interest of cost of fund + 3% per annum, due on October 17, 2009. The loan is secured by land with total area of 96,826 square meters located in West Jakarta, studio and transmission equipments owned RCTI. Bank Rakyat Indonesia (BRI) On December 26, 2008, MNI obtained a loan from BRI with maximum amount of Rp 18 billion which bears interest of 14.5% per annmum and due on December 26, 2009. The loan is secured by time deposit owned by MNC of Rp 18.75 billion.

Bank Panin On November 4, 2008, CMI, a MNCs subsidiary, obtained a loan from Bank Panin with maximum amount of Rp 4 billion which bears interest of 15% per annum due on November 4, 2009. The loan is secured by land and building owned by CMI.

- 42 -

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 MARET 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE-PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam table dinyatakan dalam jutaan Rupiah) Lanjutan

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS MARCH 31, 2009 AND 2008 AND FOR THE PERIODS THEN ENDED (Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued

Bank CIMB Niaga CMI, anak perusahaan MNC juga memperoleh fasilitas pinjaman dari Bank CIMB Niaga berupa Fasilitas Pinjaman Tetap sebesar Rp 1,5 miliar dengan jangka waktu pinjaman selama 1 tahun dan dapat diperpanjang. Tingkat bunga pinjaman adalah 15% per tahun. Pinjaman ini dijamin dengan deposito milik CMI sebesar Rp 1.957 juta. Bank Artha Graha International MNCSV memperoleh fasilitas L/C berjangka maksimum sebesar US$ 100.000 dan tingkat suku bunga pinjaman sebesar 19% per tahun. Fasilitas ini dijamin dengan bangunan dan peralatan penyiaran milik MNCSV. Pada tahun 2008, fasilitas ini telah dilunasi.
19. HUTANG USAHA
2009 a. Berdasarkan langganan Pihak ketiga Media berbasis konten dan iklan Media berbasis pelanggan Telekomunikasi dan teknologi informasi Jumlah b. Berdasarkan mata uang Rupiah US Dollar Euro Lainnya Jumlah 612.175 300.604 13.488 516 926.783 712.469 178.885 35.429 926.783

Bank CIMB Niaga CMI, a MNCs subsidiary also obtained loan facility from Bank CIMB Niaga with Fixed Loan Facility of Rp 1.5 billion with term of 1 year and it can be extended. Interest rates per annum is 15%. The loan is secured by time deposit owned by CMI of Rp 1,957 million. Bank Artha Graha International MNCSV obtained letter of credit facility with maximum amount of US$ 100,000 and interest rate of 19% per annum. The facility was secured by MNCSVs building and broadcasting equipment. In 2008, the loan was paid.

19. TRADE ACCOUNTS PAYABLE


2008 a. By customer 421.336 80.976 190.368 692.680 Third parties Content and advertising based media Subscribers based media Telecommunication and information technology Total b. By currency 641.776 50.478 426 692.680 Rupiah US Dollar Euro Others Total

20. HUTANG LAIN-LAIN


2009 Biaya operasional Uang jaminan langganan Pembelian aset tetap Lain-lain Jumlah 31.058 14.021 3.465 45.053 93.597

20. OTHER ACCOUNTS PAYABLE


2008 36.151 13.459 1.954 60.625 112.189 Operational expenses Customer deposits Purchases of property and equipment Others Total

- 43 -

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 MARET 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE-PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam table dinyatakan dalam jutaan Rupiah) Lanjutan

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS MARCH 31, 2009 AND 2008 AND FOR THE PERIODS THEN ENDED (Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued

21. HUTANG PAJAK

21. TAXES PAYABLE

2009 Perusahaan Pajak penghasilan Pasal 21 Pasal 23 Pajak pertambahan nilai - bersih Anak perusahaan Pajak kini Pajak penghasilan Pasal 21 Pasal 23 Pasal 25 Pasal 26 Lainnya Pajak pertambahan nilai - bersih Jumlah
22. BIAYA MASIH HARUS DIBAYAR

2008 The Company Income tax Article 21 Article 23 Value added tax - net Subsidiaries Current tax Income tax Article 21 Article 23 Article 25 Article 26 Others Value added tax - net Total

3.325 35 18.827 7.441 11.857 23.209 24.050 2.914 102.840 194.498

501 79 220 36.895 6.819 5.253 20.157 18.539 1.554 66.407 156.424

22. ACCRUED EXPENSES

2009 Biaya operasional Biaya bagi hasil Konsultan Pembuatan program Bunga Rumah produksi - program lokal Sewa Kompensasi Cipta TPI kepada YTVRI Lain-lain Jumlah 94.975 50.569 46.992 35.222 17.022 16.120 4.654 2.992 125.007 393.553

2008 47.947 30.827 32.595 12.356 18.103 37.188 179.016 Operational expenses Cost sharing Consultant In-house program production Interest Production house - local program Rent Compensation by Cipta TPI to YTVRI Others Total

Biaya masih harus dibayar rumah produksi program lokal merupakan estimasi berdasarkan persentase tertentu dari pendapatan iklan suatu program. Kewajiban tersebut diselesaikan pada saat program selesai ditayangkan Pada tanggal 6 Agustus 1990, Cipta TPI menandatangani perjanjian dengan Yayasan TVRI (YTVRI) mengenai bagi hasil dari pendapatan iklan. Pada tanggal 27 Juni 1997 ditandatangani adendum perjanjian berkaitan dengan besarnya bagi hasil sebesar 12,5% dari pendapatan bersih dan masa berlaku perjanjian sampai dengan 30 Juni 2000. Setelah tanggal ini Cipta TPI dan YTVRI tidak menandatangani perjanjian perpanjangan, namun Cipta TPI mencatat kewajiban kepada YTVRI sampai dengan 31 Maret 2009 sebesar Rp 2.992 juta. Pada tanggal 5 September 2006, Cipta TPI digugat secara perdata oleh PT Televisi Republik Indonesia (TVRI) melalui Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. - 44 -

Accrued expense on production house-local programs is estimated based on certain percentage of revenue advertisement of a program. Liabilities are recognized when the program is aired. On August 6, 1990, Cipta TPI entered into an agreement with Yayasan TVRI (YTVRI) regarding the compensation to YTVRI on advertising revenues. The agreement was amended on June 27, 1997 with respect to the rate of compensation at 12.5% of net revenues and the change in the expiry date of agreement to June 30, 2000. After this date, Cipta TPI and YTVRI had not signed any extension agreement, however Cipta TPI recorded compensation liabilities to YTVRI until March 31, 2009 amounting to Rp 2.992 million. On September 5, 2006, Televisi Republik Indonesia (TVRI) represented by its lawyer filed a lawsuit against Cipta TPI in Central District Court.

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 MARET 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE-PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam table dinyatakan dalam jutaan Rupiah) Lanjutan

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS MARCH 31, 2009 AND 2008 AND FOR THE PERIODS THEN ENDED (Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued

TVRI mengajukan kasasi dan kontra memori kasasi kepada Pengadilan Tinggi dan kemudian kepada Mahkamah Agung atas kasasi yang diajukan oleh TVRI, Cipta TPI melalui Penasehat Hukumnya telah menyampaikan Kontra Memori Kasasi pada tanggal 25 Maret 2008, untuk memohon agar Mahkamah Agung menguatkan putusan Pengadilan Tinggi Jakarta. Keputusan Pengadilan Negeri yang ditegakkan oleh Pengadilan Tinggi bahwa Cipta TPI harus membayar Rp 1.981 juta dengan bunga 6% per tahun dari 1 Juli 2000 sampai tanggal pembayaran. Berdasarkan proses hukum tahun 2007 dan 2008 dan dikuatkan dengan pendapat hukum dari konsultan hukum independen, manajemen Cipta TPI berkeyakinan akan memenangkan kasus hukum tersebut, sehingga Cipta TPI mengurangi hutang kepada TVRI per 31 Maret 2009 menjadi sebesar Rp 2.992 juta (atau sebesar Rp 1.981 juta ditambah bunga 6% per tahun terhitung sejak 1 Juli 2000).

Appeals and Contra appeals were brought to the High Court and then to the Supreme Court. The latest was Cipta TPI through his Lawyer submitted a Contra Memorandum of Appeal on March 25, 2008, to request the Supreme Court to strengthen the decision by the High Court.

The decision of District Court which was upheld by the High Court was for Cipta TPI to pay Rp 1,981 million with interest at 6% per annum from July 1, 2000 until the date of payment. Based on the results of legal process in 2007 and 2008 and supported by the legal opinion of an independent legal consultant, Cipta TPIs management is confident of winning the case, therefore, Cipta TPI reduced the liability to TVRI as of March 31, 2009 to become Rp 2,992 million (or Rp 1,981 million plus interest at 6% per annum since July 1, 2000).

23. PINJAMAN JANGKA PANJANG

23. LONG-TERM LOANS

Akun ini merupakan pinjaman anak perusahaan kepada pihak ketiga, sebagai berikut:

This account represents loans of the subsidiaries obtained from third parties, with details as follows:

2009 Lehman Brothers Commercial Corporation Asia Limited Bank Central Asia Lainnya Jumlah Bagian jatuh tempo dalam satu tahun Bagian jangka panjang

2008 Lehman Brothers Commercial Corporation Asia Limited Bank Central Asia Others Total Current maturities Long-term portion

825.000 162.296 1.940 989.236 (35.472) 953.764

691.275 157.770 3.298 852.343 (35.656) 816.687

Lehman Brothers Commercial Corporation Asia Limited Berdasarkan Secured Facility Agreement tanggal 18 Desember 2007, MNCSVs memperoleh fasilitas pinjaman berjangka dari Lehman Brothers Commercial Corporation Asia Limited (kreditur) sebesar US$ 75.000.000 dengan jangka waktu 44 bulan, terhitung sejak tanggal pinjaman diberikan. Tingkat bunga pinjaman per tahun sebesar 2%+LIBOR, yang dibayar setiap tiga bulan. Pinjaman ini akan dipergunakan untuk ekspansi usaha Pay TV di Indonesia dan juga untuk membayar biaya yang timbul sehubungan pinjaman ini. Berdasarkan perjanjian kredit tersebut, MNCSV harus memenuhi beberapa persyaratan, antara lain:

Lehman Brothers Commercial Corporation Asia Limited Based on Secured Facility Agreement dated December 18, 2007, MNCSV obtained term loan facility from Lehman Brothers Commercial Corporation Asia Limited (the Lender) amounting to US$ 75,000,000. The facility will mature in 44 months since the first utilization date and bears interest rate of 2% + LIBOR, which is payable quarterly. MNCSV shall apply all amounts borrowed towards the expansion of the Pay TV Business in Indonesia and/or the payment of any facility related fees.

Based on the loan agreement, MNCSV shall fulfill certain requirements, among others, as follows:

- 45 -

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 MARET 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE-PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam table dinyatakan dalam jutaan Rupiah) Lanjutan

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS MARCH 31, 2009 AND 2008 AND FOR THE PERIODS THEN ENDED (Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued

a.

MNCSV harus menjaga rasio antara Jumlah Hutang (tidak termasuk hutang untuk pengembangan pengadaan satelit) terhadap Laba Sebelum Bunga, Pajak, Penyusutan dan Amortisasi (tidak termasuk pembayaran hutang untuk pengadaan satelit) pada periode tertentu. MNCSV dan perusahaan-perusahaan lain dalam kelompoknya, tidak diperbolehkan:

a.

MNCSV shall maintain the ratio of Total Debt (excluding the Satellite Procurement Liability) to Earning Before Interest, Tax, Depreciation and Amortization (excluding the Satellite Procurement Payment) in respect of the relevant period. MNCSV and other members of the group shall not:

b.

b.

Menjual, memberikan, mengalihkan atau melepaskan harta miliknya kepada pihak lain dengan persyaratan harta tersebut disewakan atau akan disewakan kepada atau diperoleh kembali oleh MNCSV atau perusahaan lain dalam grup. Menjual, menyerahkan atau mengalihkan piutang dengan perjanjian recourse. Memisahkan diri, bergabung dengan perusahaan lain atau melakukan perombakan MNCSV, kecuali setelah memperoleh persetujuan tertulis dari kreditur. Mengubah lini bisnis secara substansial. Membeli bisnis lain, harta atau mengambil alih aset yang nilainya secara keseluruhan melebihi US$ 1.000.000 atau dalam mata uang lain setara dengan US$ 1.000.000. Membagikan dan pembagian dividen. mengumumkan

Sell, assign, transfer or otherwise dispose any of their assets on terms whereby they are or may be leased to or re-acquired by MNCSV or any other member of the group.

Sell, assign, transfer or otherwise dispose any of its receivables on recourse terms. Enter into any amalgamation, demerger, merger or corporate reconstruction other than with the prior written consent of the Lender.

Make substantial change to the general nature of the business. Acquire any other business, assets or undertaking if the amount of acquisition cost exceeds US$ 1,000,000 (or its equivalent in another currency or currencies). Pay, make or declare any dividends.

Melakukan transaksi derivatif. Menerbitkan saham, kecuali penawaran umum saham perdana seperti yang diatur dalam Perjanjian Waran. Memberikan opsi, waran atau hak lain kepada pihak lain untuk memperoleh saham MNCSV dan saham perusahaan lain dalam grup.

Enter into any derivative transaction. Issue any shares, other than initial public offering pursuant to the Warrant Agreement. Grant to any person any option, warrant or other right to call for the issue or allotment of, subscribe for, purchase or otherwise acquire any share of any member of the group.

- 46 -

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 MARET 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE-PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam table dinyatakan dalam jutaan Rupiah) Lanjutan

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS MARCH 31, 2009 AND 2008 AND FOR THE PERIODS THEN ENDED (Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued

c.

MNCSV dan perusahaan-perusahaan lain dalam grup, harus:

c.

MNCSV and other members of the group shall:

Mengasuransikan hartanya kepada perusahaan asuransi dengan reputasi baik. Membayar pajak tepat waktu dan menaati semua peraturan pajak tanpa terkena sanksi.

Maintain insurance on assets reputable insurance companies.

under

Duly and punctually pay and discharge all taxes imposed upon it or its assets within the time period allowed without incurring penalties.

Pinjaman ini dijamin dengan jaminan saham sebagai berikut:

The collaterals for this facility are as follows:

Saham MNCSV yang dimiliki Perusahaan sebanyak 2.277.237.777 saham dengan jumlah nilai nominal Rp 227.723.777.700. Saham PT. Media Citra Indostar yang dimiliki PT. Datakom Asia sebanyak 68.000 saham dengan jumlah nilai nominal Rp 68.000.000.000. Saham Perusahaan yang dimiliki PT. Bhakti Investama Tbk sebanyak 893.034.423 saham dengan jumlah nilai nominal Rp 89.303.442.300.

MNCSVs shares owned by the Company, with total number of shares of 2,277,237,777 representing an aggregate nominal value of Rp 227,723,777,700. PT. Media Citra Indostars shares owned by PT. Datakom Asia, with total number of shares of 68,000 representing an aggregate nominal value of Rp 68,000,000,000. MNCSVs shares owned by PT. Bhakti Investama Tbk, with total number of shares of 893,034,423 representing an aggregate nominal value of Rp 89,303,442,300.

Bank Central Asia Pada tahun 2005, Infokom memperoleh fasilitas kredit investasi sebesar Rp 106 miliar untuk pembiayaan pembangunan stasiun transmisi, jangka waktu 5 tahun dengan tingkat bunga 15,75% per tahun. Pinjaman ini dijamin dengan tanah, bangunan, stasiun transmisi, piutang dan saham Infokom. Pada tanggal 31 Maret 2009 dan 2008, hutang Infokom kepada BCA masingmasing sebesar Rp 43.854 juta dan Rp 53.721 juta. Pada tahun 2007, MNCSV memperoleh fasilitas pinjaman dari BCA sebagai berikut :

Bank Central Asia In 2005, Infokom obtained investment credit facility for development of transmission station amounting to Rp 106 billion, with term of 5 years and interest rate of 15.75% per annum. The loan is secured by Infokoms land, buildings, transmission station, receivable and ownership shares of Infokom. As of March 31, 2009 and 2008, Infokoms loans payable to BCA amounted to Rp 43,854 million and Rp 53,721 million, respectively. In 2007, MNCSV obtained credit facilities from BCA, as follows :

Fasilitas kredit investasi I sebesar Rp 90 miliar, jatuh tempo 1 Mei 2012. Fasilitas kredit investasi II sebesar Rp 90 miliar, jatuh tempo 7 Juni 2011. Fasilitas kredit rekening koran maksimum Rp 10 miliar sampai dengan tanggal 25 April 2008. Fasilitas letter of credit (usance dan sight L/C) maksimum US$ 6.000.000 sampai dengan tanggal 25 April 2008 (Catatan 18). berkisar antara

Investment Credit Facility I amounting to Rp 90 billion, will due on May 1, 2012. Investment Credit Facility II amounting to Rp 90 billion, will due on June 7, 2011. Overdraft facility with maximum amount of Rp 10 billion with a term up to April 25, 2008. Letter of credit facility (usance and sight L/C) with maximum amount of US$ 6,000,000 and term up to April 25, 2008 (Note 18).

Tingkat bunga pinjaman 10% - 11,5% per tahun.

The credit facilities bear interest rates ranging from 10% - 11.5% per annum. The loan is secured by land and building of Wisma - 47 -

Pinjaman ini dijamin dengan tanah dan bangunan

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 MARET 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE-PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam table dinyatakan dalam jutaan Rupiah) Lanjutan

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS MARCH 31, 2009 AND 2008 AND FOR THE PERIODS THEN ENDED (Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued

berupa gedung Wisma Indovision milik DKA; mesin dan peralatan siar senilai Rp 212.304 juta milik MNCSV yang terletak di Wisma Indovision dan jaminan dari Perusahaan dengan jumlah tidak melebihi Rp 250 miliar. Tanpa persetujuan tertulis dari Bank, MNCSV tidak diperkenankan antara lain: memperoleh pinjaman baru kecuali untuk pengadaan transponder satelit dan transaksi dengan pihak atau perusahaan afiliasi; memberikan pinjaman kepada pihak lain, kecuali dalam rangka menjalankan usaha; mengajukan permohonan pailit atau permohonan penundaan pembayaran kepada pengadilan; melakukan investasi diluar bisnis inti; menjual aset tetap; melakukan merger; melakukan perubahan usaha; membagikan dan mengumumkan pembagian dividen; mengubah anggaran dasar dan pemegang saham; dan melakukan penurunan modal disetor. Pinjaman Jangka Panjang Lainnya Pinjaman jangka panjang lainnya merupakan pembiayaan kendaraan bermotor dalam Rupiah yang diperoleh anak perusahaan dari beberapa bank dan perusahaan pembiayaan jangka waktu 48 bulan dengan tingkat bunga 12% - 15,75% per tahun. Pinjaman dijamin dengan kendaraan bermotor yang dibeli dengan pinjaman tersebut.
24. HUTANG SEWA PEMBIAYAAN 24.

Indovision owned by DKA; broadcasting equipment amounting to Rp 212,304 million owned by MNCSV at Wisma Indovision; corporate guarantee of the Company with amount not exceeding Rp 250 billion. Without written consent from the Bank, MNCSV is restricted to, among other things; obtain new loans except for satellite transponder supply and transaction with affiliated party or company; grant loans, except in the normal course of business; propose a bankruptcy or delay payment to the court; invest in noncore business; dispose of assets; undertake merger; change the business; distribute and declare dividend; change the articles of association; and decrease its paid-up capital.

Other long-term loans Other long-term loans represent vehicle financing facilities in Rupiah obtained by certain subsidiaries from certain banks and finance companies with a term of 48 months and interest rates ranging from 12% to 15.75% per annum. These loans are secured by the related vehicles.

LEASE LIABILITIES

Akun ini merupakan hutang sewa pembiayaan anak perusahaan, untuk pembiayaan menara pemancar, kendaraan bermotor serta peralatan penyiaran. Transaksi ini diklasifikasi sebagai sewa pembiayaan karena secara substantial seluruh risiko dan manfaat terkait dengan pemilikan aset sewa guna usaha tersebut beralih kepada anak perusahaan. Jumlah pembayaran minimum pembiayaan dan nilai kini pembayaran minimum sewa pembiayaan adalah sebagai berikut:

This account represents lease liabilities of subsidiaries in relation with the financing of tower transmitter, motor vehicles, and broadcasting equipment by other finance companies. The leases were classified as finance lease since substantially all the risks and rewards incidental to the ownership of the leased assets were transferred to the subsidiaries. The total of future minimum lease payments and present value of future minimum lease payments are as follows:

- 48 -

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 MARET 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE-PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam table dinyatakan dalam jutaan Rupiah) Lanjutan

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS MARCH 31, 2009 AND 2008 AND FOR THE PERIODS THEN ENDED (Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued

Pembayaran minimum sewa guna usaha/ Minimum lease payments 2009 2008 Tidak lebih dari 1 tahun Lebih dari 1 tahun sampai dengan 5 tahun Lebih dari 5 tahun Jumlah Dikurangi beban keuangan di masa depan Nilai kini pembayaran minimum sewa guna usaha Disajikan di neraca konsolidasi sebagai: Kewajiban lancar Kewajiban tidak lancar Jumlah 7.018 5.002 12.020 (844) 11.176 309.031 833.536 1.164.700 2.307.267 (1.313.923) 993.344

Nilai kini pembayaran minimum sewa guna usaha/ Present value of minimum lease payments 2009 2008 3.523 7.653 11.176 11.176 36.168 217.827 739.349 993.344 993.344 No later than 1 year Later than 1 year but not later than 5 years Later than 5 years Total Less finance charges in the future Present value of minimum lease payments Presented in consolidated balance sheets as: Current liabilities Noncurrent liabilities Total

3.523 7.653 11.176

41.400 951.944 993.344

Hutang sewa pembiayaan dibayar setiap bulan dan dijamin dengan aset yang dibiayai dengan hutang sewa pembiayaan tersebut (Catatan 15).

Lease liabilities are repayable every month and secured by the related leased assets (Note 15).

25. HUTANG OBLIGASI

25. BONDS PAYABLE

Akun ini merupakan obligasi yang diterbitkan anak perusahaan kepada pihak ketiga, sebagai berikut:

This account represents bonds issued by the subsidiaries to third parties, with details as follows:

2009 Guaranteed Secured Notes, nominal US$ 143 juta setelah dikurangi biaya diskonto dan emisi pinjaman belum diamortisasi Guaranteed Senior Notes, nominal US$ 100 juta, setelah dikurangi biaya pinjaman belum diamortisasi Obligasi M8T, nominal Rp 675 miliar setelah dikurangi biaya pinjaman belum diamortisasi Obligasi RCTI Jumlah Bagian jatuh tempo dalam 1 tahun Bagian Jangka Panjang
Guaranteed Secured Notes, US$ 168 juta Pada tanggal 12 September 2006, MNC B.V., anak perusahaan menerbitkan Guaranteed Secured Notes (Notes) sejumlah US$ 168 juta, jatuh tempo 12 September 2011. Notes ini tercatat di Bursa Efek Singapura. Dalam rangka penerbitan obligasi ini, DB Trustees (Hong Kong) Limited bertindak sebagai Trustee dan Security Trustee. Notes ini ditawarkan dengan - 49 -

2008 Guaranteed Secured Notes, nominal of US$ 143 million net of unamortized discount and bonds issuance costs Guaranteed Senior Notes, nominal of US$ 100 million, net of unamortized bonds issuance costs M8T's bonds, nominal of Rp 675 billion, net of unamortized bonds issuance costs RCTI's bonds Total Current maturities Long Term Portion

1.507.775

1.266.660

888.880

1.507.775 1.507.775

663.775 220.000 3.039.315 (220.000) 2.819.315

Guaranteed Secured Notes, US$ 168 million On September 12, 2006, MNC B.V., a subsidiary, issued Guaranteed Secured Notes (the Notes) amounting to US$ 168 million, due on September 12, 2011. The Notes are listed at the Singapore Stock Exchange. In relation to the issuance of the Notes, DB Trustees (Hong Kong) Limited acted as Trustee and Security Trustee. The Notes were offered at

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 MARET 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE-PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam table dinyatakan dalam jutaan Rupiah) Lanjutan

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS MARCH 31, 2009 AND 2008 AND FOR THE PERIODS THEN ENDED (Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued

nilai 98,126% dari jumlah pokok dengan tingkat bunga tetap sebesar 10,75% per tahun. Bunga obligasi dibayarkan setiap enam bulan (semi annually) setiap tanggal 12 Maret dan 12 September dimulai sejak 12 Maret 2007. Obligasi ini jatuh tempo 12 September 2011 dengan opsi beli 35% dari jumlah notes, setiap saat sebelum tanggal 12 September 2009 dengan harga 110,75% dari nilai nominal ditambah bunga terhutang. MNC B.V. dapat membeli kembali seluruh atau sebagian Notes tersebut sebelum jatuh tempo dengan harga 100% nilai nominal ditambah dengan premi tertentu dan bunga terhutang sampai dengan tanggal pembelian kembali. MNC B.V. akan membeli kembali Notes sebesar US$ 25 juta dengan harga 101% dari nilai nominal, apabila MNC gagal meningkatkan kepemilikan saham pada Cipta TPI menjadi 100% sebelum atau pada tanggal 12 Juni 2007. Notes ini dijamin oleh MNC, RCTI, Cipta TPI, GIB, MNI, MNIG dan MNCN (Penjamin). Notes ini akan dijaminkan dengan (i) seluruh saham yang dimiliki oleh setiap Penjamin, 75% saham RCTI dan Cipta TPI; (ii) pengalihan hak atas pinjaman antar perusahaan yang diberikan oleh MNC B.V. kepada MNC, RCTI dan Cipta TPI; (iii) pengalihan hak atas bank escrow sejumlah US$ 25 juta dan (iv) pengalihan hak atas rekening bank MNC B.V. di Belanda. Selanjutnya, masing-masing sisa 25% saham RCTI dan Cipta TPI akan dijadikan jaminan pada saat MNC mengakuisisi tambahan 25% saham Cipta TPI, serta 25% saham RCTI yang saat ini dijaminkan untuk obligasi RCTI juga akan digunakan sebagai jaminan pada saat 25% saham RCTI tidak dijaminkan lagi untuk obligasi yang diterbitkan RCTI.

98.126% of par value with fixed interest rate of 10.75% per annum. The interest on the Notes is payable on March 12 and September 12 of each year, beginning on March 12, 2007. The Notes will mature on September 12, 2011, with purchase option up to 35% of the total par value of the Notes at anytime before September 12, 2009 at redemption price of 110.75% of par value plus interest payable. MNC B.V. can redeem some or all of the Notes before maturity date at redemption price of 100% of par value plus premium and interest payable as of the date of redemption. MNC B.V. will redeem US$ 25 million in principal amount of the Notes at redemption price equal to 101% of such amount if MNC fails to increase its equity interest in Cipta TPI to 100% on or prior to June 12, 2007.

The Notes are guaranteed by MNC, RCTI, Cipta TPI, GIB, MNI, MNIG and MNCN (Guarantors). The Notes will be secured initially by (i) pledge over all shares of each of the Guarantors, 75% of the outstanding shares of RCTI and 75% of the outstanding shares of Cipta TPI, (ii) an assignment by MNC B.V. of its interests and rights under the intercompany loans extended by MNC B.V. to MNC, RCTI and Cipta TPI, (iii) escrow account of US$ 25 million and (iv) assignment of rights in a Dutch bank account of MNC B.V. Additionally, 25% of the outstanding shares of Cipta TPI shall be pledged when MNC will acquire such remaining stock of Cipta TPI and the remaining 25% of the outstanding shares of RCTI which are currently pledged to secure RCTIs local bonds shall be used as collateral once the pledge over such shares is no longer prohibited by the terms of the RCTI bonds. The proceeds were used to pay RCTIs loan from Deutsche Bank, Hong Kong Branch amounting to US$ 78 million; early redemption of RCTIs bonds amounting to US$ 18 million; payment of Cipta TPIs payable to third parties amounting to US$ 18 million; fund for additional acquisition cost of 25% share of Cipta TPI amounting to US$ 25 million; and also for working capital purposes and other expenditures. MNC had not increased its equity interest in Cipta TPIs shares within three months of the original issue date. In June 2007, MNC redeemed the notes of US$ 25 million, using the fund in the bank escrow account in Deutsche Bank. Upon redemption of the said notes, the bank escrow was released as collateral. The Notes amounted to US$ 143 million as of March 31, 2009 and 2008. The costs incurred in relation to the issuance of the Notes amounting to US$ 11,560,204, including discount of US$ 3,148,320, were recorded as discount and debt issuance cost and amortized - 50 -

Dana tersebut digunakan untuk: pelunasan pinjaman RCTI kepada Deutsche Bank, Hong Kong Branch sebesar US$ 78 juta; pelunasan awal obligasi RCTI sebesar US$ 18 juta; pembayaran hutang Cipta TPI kepada pihak ketiga sebesar US$ 18 juta dan dana untuk tambahan akuisisi 25% saham Cipta TPI sebesar US$ 25 juta serta untuk modal kerja dan pengeluaran lainnya. Dalam tiga bulan setelah tanggal penerbitan awal MNC belum meningkatkan kepemilikan saham di Cipta TPI. Pada bulan Juni 2007, MNC membeli kembali Notes sebesar US$ 25 juta dengan dana rekening bank escrow Deutsche Bank. Dengan dibelinya kembali Notes tersebut, bank escrow kemudian dibebaskan sebagai jaminan. Saldo Notes pada tanggal 31 Maret 2009 dan 2008 menjadi US$ 143 juta. Biaya yang berhubungan dengan penerbitan Notes sebesar US$ 11.560.204 termasuk diskonto sebesar US$ 3.148.320 dicatat sebagai diskonto dan biaya emisi pinjaman dan diamortisasi secara

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 MARET 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE-PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam table dinyatakan dalam jutaan Rupiah) Lanjutan

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS MARCH 31, 2009 AND 2008 AND FOR THE PERIODS THEN ENDED (Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued

garis lurus selama periode Notes. Biaya diskonto dan emisi pinjaman belum diamortisasi dicatat sebagai pengurang nilai nominal Notes. Pada tanggal neraca, Notes ini telah memperoleh hasil pemeringkatan yaitu B+ dari Standard and Poors Rating Group. Obligasi RCTI RCTI memperoleh pernyataan efektif dari BAPEPAM dengan suratnya No. S-2484/PM/2003 tanggal 13 Oktober 2003, untuk melakukan Penawaran Umum Obligasi tahun 2003 sebesar Rp 550 miliar. Dalam rangka penerbitan obligasi ini, Bank Niaga bertindak sebagai wali amanat, berdasarkan Akta Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi RCTI tahun 2003 No. 39 tanggal 19 Agustus 2003 dari Imas Fatimah, SH., Notaris di Jakarta. Pada tahun 2006 dan 2007, RCTI membeli kembali obligasi sejumlah Rp 165 miliar setiap tahunnya. Pada 2007, RCTI menggunakan dana yang diperoleh dari pinjaman Perusahaan untuk membeli kembali obligasinya (Catatan 20). Obligasi lainnya dibeli kembali pada saat jatuh tempo tanggal 31 Oktober 2008. Guaranteed Senior Notes, US$ 100 juta dan Obligasi M8T Pada tahun 2008, Perusahaan telah mendivestasi 47,81% saham M8T yang dimiliki Perusahaan (Catatan 4), sehingga Guaranteed Senior Notes dan Obligasi diterbitkan oleh M8T tidak termasuk dalam laporan keuangan konsolidasi Perusahaan tahun 2009.

using straight line method over the term of the Notes. Unamortized discount and debt issuance costs are recorded as deduction from the Notes face value. As of December 31, 2008, the Notes obtained a bond rating of B+ from Standard and Poors Rating Group. RCTI Bonds RCTI obtained an effective notice from the Chairman of BAPEPAM in his Letter No. S-2484/PM/2003 dated October 13, 2003 for the Public Offering of Bonds year 2003 of Rp 550 billion. In relation to the issuance of the bonds, Bank Niaga acted as trustee, based on Deed of Trust No. 39 on RCTIs Bonds year 2003 dated August 19, 2003 of Notary Imas Fatimah, SH., Notary in Jakarta. In 2006 and 2007, RCTI early redeemed the bonds amounting to Rp 165 billion in each year. In 2007, RCTI used the proceeds obtained from the loan from the Company to redeem the bonds (Note 20). The remaining bonds were redeemed upon its maturity on October 31, 2008.

Guaranteed Senior Notes, US$ 100 million and M8Ts Bonds In 2008, the Company has divested 47.81% of its investment in M8T shares owned by the Company (Note 4), therefore Guaranteed Senior Notes and Bonds issued by M8T were excluded from the Companys 2009 consolidated financial statements.

26. KEWAJIBAN TIDAK LANCAR LAIN-LAIN

26. OTHER NONCURRENT LIABILITIES

2009 Kewajiban imbalan pasca kerja (Catatan 40) Uang jaminan langganan Lain-lain Jumlah

2008 Post-employment benefits obligation (Note 40) Customers' guarantee deposits Others Total

60.035 20.985 386 81.406

104.389 22.995 3.606 130.990

- 51 -

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 MARET 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE-PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam table dinyatakan dalam jutaan Rupiah) Lanjutan

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS MARCH 31, 2009 AND 2008 AND FOR THE PERIODS THEN ENDED (Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued

27. HAK MINORITAS


Hak minoritas atas aktiva bersih/ Minority interest in net assets 2009 2008 PT. Media Nusantara Citra Tbk dan anak perusahaan PT MNC Sky Vision PT. Infokom Elektrindo dan anak perusahaan PT. Mobile-8 Telecom Tbk dan anak perusahaan (2008: dieliminasi karena divestasi) Jumlah

27. MINORITY INTERESTS


Hak minoritas atas (laba) rugi bersih/ Minority interest in net (income) loss 2009 2008 PT. Media Nusantara Citra Tbk and its subsidiaries PT MNC Sky Vision PT. Infokom Elektrindo and its subsidiaries PT. Mobile-8 Telecom Tbk and its subsidiaries (2008: eliminated due to divestment) Total

1.921.802 320.431 300

1.188.077 343.917 505

(18.603) (6.918) 137

(26.277) (14.449) (22)

2.242.533

577.868 2.110.367

(25.384)

7.401 (33.347)

28. MODAL SAHAM

28. CAPITAL STOCK

Nama pemegang saham PT. Bhakti Investama Tbk PT. Asriland MediaCorp Investments Pte, Ltd Deutsche Bank AG, London Astroria Developments Limited Masyarakat dan koperasi Jumlah

Jumlah saham/ Number of shares 7.058.875.000 1.778.659.340 823.974.500 730.623.000 716.115.110 2.649.832.600 13.758.079.550

2009 Persentase kepemilikan/ Percentage of ownership 51,31% 12,93% 5,99% 5,31% 5,31% 19,15% 100,00%

Jumlah modal disetor/ Total paid-up capital stock 705.888 177.866 82.397 73.062 71.612 264.983 1.375.808

Name of stockholders PT. Bhakti Investama Tbk PT. Asriland MediaCorp Investments Pte, Ltd Deutsche Bank AG, London Astroria Developments Limited Public and cooperatives Total

Nama pemegang saham PT. Bhakti Investama Tbk PT. Asriland Morgan Stanley and Co International PLC Astroria Developments Limited Masyarakat dan koperasi Jumlah

Jumlah saham/ Number of shares 7.058.875.000 1.778.659.340 767.368.500 713.858.610 3.430.083.100 13.748.844.550

2008 Persentase kepemilikan/ Percentage of ownership 51,34% 12,94% 5,58% 5,19% 24,95% 100,00%

Jumlah modal disetor/ Total paid-up capital stock 705.888 177.866 76.737 71.386 343.008 1.374.885

Name of stockholders PT. Bhakti Investama Tbk PT. Asriland Morgan Stanley and Co International PLC Astroria Developments Limited Public and cooperatives Total

- 52 -

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 MARET 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE-PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam table dinyatakan dalam jutaan Rupiah) Lanjutan

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS MARCH 31, 2009 AND 2008 AND FOR THE PERIODS THEN ENDED (Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued

Perubahan modal saham Perusahaan lainnya pada tahun 2009 berasal dari pelaksanaan opsi saham oleh karyawan (Catatan 43).
29. AGIO SAHAM

Other changes in the Companys capital stock in 2009 resulted from the exercise of the employee stock options (Note 43).
29. ADDITIONAL PAID-IN CAPITAL

Akun ini merupakan agio saham yang berasal dari:


2009 Penerbitan saham baru tanpa HMETD tahun 2007 Penawaran umum terbatas saham tahun 2004 Penawaran umum terbatas saham tahun 1995 Konversi obligasi menjadi saham pada tahun 1994 Pelaksanaan opsi saham karyawan Pembagian saham bonus tahun 2006 Jumlah

This account represents additional paid-in capital from:


2008 Issuance of new shares without pre-emptive rights in 2007 Limited offering of shares (right issue) in 2004 Limited offering of shares in 1995 Conversion of bonds into shares in 1994 Exercise of the employee stock options Distribution of bonus shares in 2006 Total

760.334 533.956 150.000 25.875 46.540 (649.507) 867.198

760.334 533.956 150.000 25.875 42.035 (649.507) 862.693

30. MODAL SUMBANGAN

30. DONATED CAPITAL

Akun ini merupakan modal sumbangan yang diterima dari Sankyu International Co. Ltd. pada tahun 1987 sebesar Rp 410 juta.

This account represents Rp 410 million donation received from Sankyu International Co. Ltd. in 1987.

31. SELISIH TRANSAKSI PERUBAHAN EKUITAS ANAK PERUSAHAAN

31. DIFFERENCE DUE TO CHANGE IN EQUITY OF SUBSIDIARIES

2009 PT Media Nusantara Citra Tbk PT Mobile-8 Telecom Tbk (Catatan 4) Jumlah 1.394.500 1.394.500

2008 1.416.466 452.648 1.869.114 PT Media Nusantara Citra Tbk PT Mobile-8 Telecom Tbk (Note 4) Total

- 53 -

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 MARET 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE-PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam table dinyatakan dalam jutaan Rupiah) Lanjutan

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS MARCH 31, 2009 AND 2008 AND FOR THE PERIODS THEN ENDED (Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued

32. PENDAPATAN USAHA - BERSIH

32. REVENUES - NET

2009 Operasi dilanjutkan Media berbasis konten dan iklan Media berbasis pelanggan Teknologi informasi Lainnya Jumlah pendapatan bersih operasi dilanjutkan Beban interkoneksi dan potongan harga telekomunikasi Pendapatan bersih operasi dihentikan Pendapatan Bersih

2008 Continuing operations Content and advertising based media Subscribers based media Information technology Others Total revenues from continued operations Telecommunication interconnection charges and discount Total revenues from discontinued operations Net Revenues

876.903 250.263 50.122 736 1.178.024

626.211 167.519 306.800 168 1.100.698

(55.046) (55.046)

1.178.024

1.045.652

33. BEBAN LANGSUNG

33. DIRECT COSTS

2009 Operasi dilanjutkan Media berbasis konten dan iklan Media berbasis pelanggan Teknologi informasi Jumlah

2008 Continuing operations Content and advertising based media Subscribers based media Information technology Total

505.370 153.525 538 659.433

345.670 76.745 15.705 438.120

34. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI


2009 Operasi dilanjutkan Gaji dan tunjangan Iklan dan pemasaran Listrik, air dan telepon Sewa Perbaikan dan pemeliharaan Pengangkutan dan perjalanan Jasa profesional Beban kantor Pajak dan perijinan Asuransi Lain-lain Jumlah

34. GENERAL AND ADMINISTRATION EXPENSES


2008 Continuing operations Salaries and allowances Advertising and marketing Electricity, water and telephone Rent Repairs and maintenance Freight and transportation Professional fees Office expense Taxes and licenses Insurance Others Subtotal

118.383 19.183 15.064 12.139 9.718 8.005 9.566 7.841 2.486 2.353 41.083 245.821

128.778 41.501 26.919 33.695 8.950 5.397 3.283 10.357 15.241 2.769 29.579 306.469

- 54 -

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 MARET 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE-PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) - Lanjutan

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS MARCH 31, 2009 AND 2008 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued

35. PENYUSUTAN DAN AMORTISASI


2009 Penyusutan (Catatan 15) Amortisasi Jumlah 97.649 119 97.768

35. DEPRECIATION AND AMORTIZATION


2008 119.457 17.961 137.418 Depreciation (Note 15) Amortization Total

36. BEBAN BUNGA DAN KEUANGAN

36. INTEREST CHARGES

EXPENSES

AND

FINANCIAL

2009 Beban bunga Arrangement fee dan premi swap Amortisasi biaya pinjaman Jumlah 70.898 5.468 76.366

2008 107.807 3.690 5.070 116.567 Interest expenses Arrangement fee and swap premium Amortization of debt issuance cost Total

37. PENDAPATAN (BEBAN) LAIN-LAIN - LAINNYA

37. OTHER INCOME (CHARGES) OTHERS

2009 Amortisasi goodwill Keuntungan investasi Keuntungan penjualan aset tetap Lain-lain Jumlah - Bersih (19.211) 716 241 10.762 (7.492)

2008 (30.856) 54.606 23.750 Amortization of goodwill Gain on investments Gain on disposal of property and equipment Others Total - Net

38. PAJAK PENGHASILAN Beban pajak Perusahaan dan anak perusahaan terdiri dari:

38. INCOME TAX Tax expense of the Company and its subsidiaries consists of the following:

2009 Pajak kini - Anak perusahaan Pajak tangguhan Perusahaan Anak perusahaan Beban pajak - bersih
39. LABA PER SAHAM Perhitungan laba per saham dasar dan dilusian didasarkan pada data berikut: Laba

2008 (44.520) 3.797 9.876 (30.847) Current tax - Subsidiaries Deferred tax The Company Subsidiaries Tax expense - net

(11.307) 1.171 583 (9.553)

39. EARNINGS PER SHARE The calculation of the basic and diluted earnings per share are based on the following data: Earnings

2009 Laba bersih periode berjalan 41.382

2008 78.839 Net income for the period

- 55 -

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 MARET 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE-PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) - Lanjutan

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS MARCH 31, 2009 AND 2008 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued

Lembar saham Jumlah rata-rata tertimbang saham beredar (penyebut) untuk tujuan penghitungan laba per saham dasar dan dilusian adalah sebagai berikut:

Number of shares The weighted average number of shares outstanding (denominator) for the computation of basic and diluted earnings per share were as follows:

2009 Jumlah awal tahun Rata-rata tertimbang saham yang diterbitkan melalui opsi saham karyawan Jumlah rata-rata tertimbang saham untuk tujuan laba per saham dasar Jumlah saham bersifat dilusi dari opsi saham karyawan Jumlah rata-rata tertimbang saham untuk tujuan laba per saham dilusian 13.786.512.617

2008 13.748.844.550 Beginning balance Weighted average number of shares issued through the employee stock option Total weighted average number of shares for the purpose of basic earnings per share Number of dilutive potential share from employee stock options Total weighted average number of shares outstanding for the purpose of diluted earnings per share

966.507

13.787.479.124 5.850.533

13.748.844.550 26.730.716

13.793.329.657

13.775.575.266

40. IMBALAN PASCA KERJA

40. POST-EMPLOYMENT BENEFITS

Program Pensiun Imbalan Pasti Kewajiban dari program pensiun imbalan pasti di neraca adalah sebagai berikut:
2009 Nilai kini kewajiban program pensiun Keuntungan aktuarial belum diakui Biaya jasa lalu belum diakui Aset yang tidak diakui Nilai wajar aset program Kewajiban bersih (aset program pensiun 62.749 (9.612) 24.135 (98.251) (20.979)

Defined Benefit Pension The amounts included in the balance sheets in respect of the pension plan is as follows:
2008 60.724 (3.184) (285) 42.376 (120.463) (20.832) Present value of pension program obligation Unrecognized actuarial gain Unrecognized past service cost Unrecognized assets Fair value on plan assets Net liability (net pension plan assets)

Aset program pensiun terutama terdiri dari kas di bank, deposito berjangka dan saham diperdagangkan di bursa. Mutasi kewajiban bersih program pensiun di neraca konsolidasi adalah sebagai berikut:

The pension plan assets consisted mainly of cash in banks, time deposits and shares of stock traded in the stock exchange. Movement in the net liability of pension plan recognized in the consolidated balance sheets are as follows:

- 56 -

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 MARET 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE-PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) - Lanjutan

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS MARCH 31, 2009 AND 2008 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued

2009 Saldo awal Pengurangan karena divestasi anak perusahaan Aset diakui Iuran dibayar tahun berjalan Beban pensiun tahun berjalan Kewajiban bersih (20.832) (9.523) 9.376 (20.979)

2008 4.163 (17) (3.449) (12.677) (8.852) (20.832) Beginning of the year Deduction due to divestment of subsidiaries Recognized Assets Contribution paid in the burrent year Amount charged (credited) to income Net Liability

Program pensiun imbalan pasti dihitung oleh PT. Dayamandiri Dharmakonsilindo dan PT. Eldridge Gunaprima Solution, aktuaris independen, dengan menggunakan asumsi utama sebagai berikut:
Umur pensiun normal Tabel mortalita Tingkat kenaikan gaji dasar pensiun per tahun Tingkat bunga per tahun

The defined benefit pension plan is calculated by PT. Dayamandiri Dharmakonsilindo and PT. Eldridge Gunaprima Solution, independent actuaries, based on the following key assumptions:

55 tahun/years Commissioners Standard Ordinary (CSO) - 1980 9% - 12% tahun/in 2008 dan/and 7,5% - 8% tahun/in 2007 7% - 12% tahun/in 2008 dan/and 10,5% - 12% tahun/in 2007

Normal pension age Mortality table Salary increment rate per annum Discount rate per annum

Imbalan Pasca Kerja Lain Perusahaan dan anak perusahaan, kecuali RCTI, mengakui kewajiban imbalan pasca kerja lain sesuai peraturan Perusahaan dan anak perusahaan yang didasarkan Undang-undang Ketenagakerjaan. RCTI mengakui tambahan kewajiban imbalan pasca kerja selain program pensiun, sesuai kebijakannya berupa kekurangan antara imbalan pasca kerja berdasarkan program pensiun dengan imbalan berdasarkan kebijakan RCTI.

Other Post-Employment Benefits The Company and its subsidiaries, except RCTI, recognized other post-employment benefit obligation in accordance with their policy that is based on Labor Law.

RCTI recognized the cost of providing other postemployment benefits in accordance with its policy such as shortage of benefits provided by the pension plan against the benefits based on RCTIs policy.

Kewajiban sehubungan dengan imbalan pasca kerja lain adalah sebagai berikut:

Obligations with respect to other post-employment benefits are as follows:

2009 Nilai kini kewajiban tanpa pendanaan Kerugian aktuarial belum diakui Biaya jasa lalu belum diakui Kewajiban bersih 83.882 (7.877) 14.534 90.539

2008 123.441 (14.094) 7.682 117.029 Present value of unfunded obligation Unrecognized actuarial losses Unrecognized past service cost Net Liabilities

Mutasi kewajiban bersih dalam neraca konsolidasi adalah sebagai berikut:

Movements in the net liabilities recognized in the consolidated balance sheets are as follows:

- 57 -

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 MARET 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE-PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) - Lanjutan

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS MARCH 31, 2009 AND 2008 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued

2009 Saldo awal Koreksi saldo awal yang dibukukan Penambahan karena akusisi Pengurangan karena divestasi anak perusahaan Pembayaran manfaat Beban tahun berjalan Saldo akhir 117.029 490 (37.551) (8.833) 19.404 90.539

2008 116.931 4.250 (21.231) (16.382) 33.461 117.029 Beginning balance Corecction beginning of the year Addition due to acquisition Deduction due to investment of subsidiaries benefit payment Amount charged to income Ending balance

Perhitungan imbalan pasca kerja dihitung oleh aktuaris independen PT. Dayamandiri Dharmakonsilindo dan PT. Eldridge Gunaprima Solution. Asumsi utama yang digunakan dalam menentukan penilaian aktuarial adalah sebagai berikut:
Tingkat diskonto per tahun Tingkat kenaikan gaji per tahun Tingkat mortalitas Umur pensiun normal

The cost of providing post-employment benefits is calculated by independent actuaries, PT. Dayamandiri Dharmakonsilindo and PT. Eldridge Gunaprima Solution. The actuarial valuation was carried out using the following key assumptions:
Discount rate per annum Future salary increment rate per annum Mortality rate Normal pension age

10,5% - 12% tahun/in 2008 dan/and 2007 8% - 10% tahun/in 2008 dan/and 2007 CSO - 1980 55 tahun/years

41. AKUISISI ANAK PERUSAHAAN Tahun 2008 Pada tahun 2008, MNC, melalui anak perusahaan, MIL (anak perusahaan MIMEL), telah mengakuisisi 57,06% saham Linktone Ltd (Catatan 4). Akuisisi ini dipertanggungjawabkan dengan metode pembelian berdasarkan nilai wajar aset bersih Linktone Ltd pada tanggal 30 April 2008.

41. ACQUISITIONS OF SUBSIDIARIES In 2008 In 2008 MNC, through its indirect subsidiary, MIL (a subsidiary of MIMEL), has acquired 57,06% shares of Linktone Ltd (Note 4). This acquisition was accounted for using the purchase method based on the fair value of the net assets of Linktone Ltd as of April 30, 2008.

30 April/ April 30 , 2008 Nilai wajar aset bersih diperoleh Goodwill (Catatan 16) Jumlah biaya perolehan Penyelesaian biaya perolehan melalui pembayaran tunai Arus kas keluar bersih sehubungan dengan akuisisi Pembayaran biaya akuisisi Kas dan setara kas diperoleh Arus kas keluar bersih 678.878 250.795 929.673 Fair value of the net assets acquired Goodwill (Note 16) Total acquisition costs Settlement of acquisition cost through cash payment

929.673

(929.673) 924.903 (4.770)

Net cash outflow for the acquisition Payment of acquisition cost Cash and cash equivalents acquired Net cash outflow

- 58 -

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 MARET 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE-PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) - Lanjutan

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS MARCH 31, 2009 AND 2008 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued

Linktone Ltd memberikan kontribusi pendapatan sebesar Rp 531.957 juta dan rugi bersih sebesar Rp 26.266 juta terhadap laporan keuangan konsolidasi Perusahaan dan anak perusahaan untuk periode 1 Mei 2008 sampai dengan 31 Desember 2008. 42. PELEPASAN INVESTASI Perusahaan melakukan divestasi dan memperoleh keuntungan pelepasan beberapa investasi sebagai berikut:

Linktone Ltd contributed revenue of Rp 531,957 million and net loss of Rp 26,266 million on the consolidated financial statements for the period from May 1, 2008 to December 31, 2008.

42. DISPOSAL OF INVESTMENTS The Company divested some of its investments resulting in gain on disposal as follows:

2008 Pelepasan anak perusahaan operasi dihentikan Penjualan sebagian saham anak perusahaan dan investasi lainnya Pelepasan perusahaan asosiasi (Catatan 13) Jumlah 213.995 700.762 229.414 1.144.171 Disposal of subsidiaries discontinued operations Sale of part of subsidiaries' shares and other investments Disposal of an associate (Note 13) Total

Pelepasan anak perusahaan Tahun 2008 Pada bulan Juli 2008, Perusahaan menjual 15,81% investasi atas M8T dengan harga jual Rp 3.199 juta, kemudian pada bulan September 2008, Perusahaan menjual 32% investasinya dengan harga jual Rp 6.475 juta. Sisa 19% investasi diperlakukan sebagai efek yang tersedia untuk dijual pada nilai wajarnya oleh manajemen. Untuk tujuan akuntansi, penjualan atas investasi Perusahaan atas M8T berdasarkan aset M8T bersih sesuai tanggal penjualan dengan rincian sebagai berikut:
2008 30 September/ September 30,

Disposals of subsidiaries in 2008 In July 2008, the Company disposed its 15.81% investment in M8T at selling price of Rp 3,199 million. Again in September 2008, the Company disposed its 32% investment at a selling price of 6,475 million. The remaining investment of 19% is treated by the management as available for sale securities measured at its fair value. For accounting purposes, the disposal of the Companys investment in M8T were based on the net assets of M8T as of the respective date of disposal, details as follows:

Juli 31/ 31 Juli Aset bersih Kas dan setara kas Piutang Aset tetap Aset lainnya Kewajiban Jumlah Bagian Perusahaan atas aset bersih Goodwill Perubahan ekuitas anak perusahaan Keuntungan penjualan Harga jual bersih

115.333 130.504 3.156.823 1.390.973 (3.123.514) 1.670.119 264.071 134.481 (107.123) 165.428 456.857

160.233 106.458 3.205.263 1.334.502 (3.267.052) 1.539.404 492.589 269.899 (216.800) 378.916 924.604

Net assets Cash and cash equivalents Receivables Property and equipment Other assets Liabilities Total The Company's share in net assets Goodwill Changes in equity of subsidiary Gain on disposal Net selling price

- 59 -

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 MARET 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE-PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) - Lanjutan

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS MARCH 31, 2009 AND 2008 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued

Penjualan anak perusahaan ini menghasilkan arus kas masuk bersih sebesar Rp 1.221.228 juta pada tahun 2008, terdiri dari kas diterima sebesar Rp 1.381.461 juta dan kas dikeluarkan yang merupakan saldo kas anak perusahaan tersebut pada tanggal penjualan sebesar Rp 160.233 juta. Ringkasan laporan laba rugi M8T yang beroperasi pada segmen telekomunikasi dan termasuk dalam laporan laba rugi konsolidasi tahun 2008 adalah sebagai berikut:
2008 (Sembilan bulan/ Nine months Pendapatan Beban usaha Rugi usaha Beban lain-lain - bersih Laba (rugi) sebelum pajak Manfaat pajak Rugi bersih 608.889 (706.475) (97.586) (237.636) (335.222) 115.342 (219.880)

The disposals resulted in net cash inflow of Rp 764,371 million in 2008, consisting of net cash inflow of Rp 1,381,461 million and cash oytflow of Rp 160,233 million representing the balance of cash and cash equivalent of such subsidiaries on the respective date of disposal. A summary of the statements of income of the M8T which operated in telecommunication segment and were included in the 2008 consolidated statements of income is as follows:

Revenues Operating expenses Loss from operations Other charges - net Income (loss) before tax Tax benefit Net loss

43. PROGRAM OPSI SAHAM KARYAWAN Berdasarkan rapat umum pemegang saham luar biasa Perusahaan sebagaimana tercantum dalam Akta No. 7 tanggal 7 Juni 2000 dari Notaris Imas Fatimah, SH, para pemegang saham menyetujui Program Pemilikan Saham Karyawan (ESOP). ESOP diberikan kepada karyawan kunci Perusahaan dan anak perusahaan dalam 3 fase. Jumlah hak opsi sebanyak 38.839.000 atau 3,82% dari jumlah saham beredar Perusahaan dan dialokasikan dalam tiga tahap yaitu: Tahap A sebanyak 11.651.700 hak opsi; Tahap B dan C masing-masing sebanyak 13.593.650 hak opsi. Setiap hak opsi memberikan hak untuk membeli 1 saham baru Perusahaan. Berdasarkan rapat umum pemegang saham luar biasa Perusahaan sebagaimana tercantum dalam Akta No. 28 tanggal 17 April 2001 dari Notaris Imas Fatimah, SH, para pemegang saham menyetujui harga pelaksanaan opsi sebesar Rp 1.330. Hak opsi ini tidak dapat dialihkan dan diperdagangkan. Berdasarkan Keputusan Direktur No. 001.Kep.Dir/ BC-CL/X/06 tanggal 6 Oktober 2006, para direktur Perusahaan menyetujui penyesuaian harga pelaksanaan opsi dari Rp 1.330 menjadi Rp 665 sehubungan dengan pelaksanaan pembagian saham bonus pada tahun 2006 (Catatan 29).

43. EMPLOYEE STOCK OPTION PLAN Based on the Companys extraordinary general meeting of stockholders, as stated in Deed No. 7 dated June 7, 2000, of Notary Imas Fatimah, SH, the stockholders approved the Employee Stock Option Plan (ESOP). The ESOP is granted to the key employees of the Company and its subsidiaries in three phases. The total option amounts to 38,839,000 or 3.82% of the total outstanding shares of the Company and is allocated to three plans: Plan A with 11,651,700 options; Plans B and C with 13,593,650 options each. Each option entitles the holder to purchase 1 new share of the Company. Based on the Companys extraordinary general meeting of the stockholders as stated in Deed No. 28 dated April 17, 2001, of Notary Imas Fatimah SH, the stockholders agreed on the exercise price of Rp 1,330. Such options are nontransferable and nontradable.

Based on Directors Decision No. 001.Kep.Dir/BCCL/X/06 dated October 6, 2006, the directors of the Company agreed to adjust the exercise price from Rp 1,330 to Rp 665 in relation to the distribution of stock bonus in 2006 (Note 29).

- 60 -

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 MARET 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE-PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) - Lanjutan

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS MARCH 31, 2009 AND 2008 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued

Berdasarkan Keputusan Komite ESOP No. 005-Kom ESOP/MCOM-HR/VII/07 tanggal 19 Juli 2007, Komite ESOP menyetujui penyesuaian harga pelaksanaan opsi dari Rp 665 menjadi Rp 133 dan melakukan penyesuaian atas jumlah hak ESOP sehubungan dengan pelaksanaan pemecahan nominal saham pada tahun 2007 (Catatan 29). Berdasarkan Keputusan Komite ESOP No. 007-Kom ESOP/MCOM-HR./XII/08 tanggal 18 Desember 2008, Komite ESOP menyetujui untuk memperpanjang batas akhir pelaksanaan ESOP semula tanggal 31 Desember 2008 menjadi tanggal 1 Juli 2010. Nilai wajar opsi diestimasi pada tanggal pemberian opsi dengan menggunakan model the Black-Scholes Option Pricing. Asumsi utama untuk menghitung nilai wajar opsi adalah sebagai berikut:

Based on ESOPs Committee Decision No. 005-Kom ESOP/MCOM-HR/VII/07 dated July 19, 2007, ESOPs Committee agreed to adjust the exercise price from Rp 665 to Rp 133 and adjust the number of options in relation to stock spilt in 2007 (Note 29).

Based on ESOPs Committee Decision No. 007-Kom ESOP/MCOM-HR./XII/08 dated December 18, 2008, ESOPs committee agreed to extend the due date to exercise ESOP from December 31, 2008 to July 1, 2010.

The fair value of the option is estimated on the grant date using the Black-Scholes Option Pricing model. Key assumptions used in calculating the fair value of the options are as follows:

2009 Opsi gagal diperoleh Tingkat bunga bebas risiko Periode opsi Ketidakstabilan harga saham Dividen diharapkan

2008 Options forfeiture Risk-free interest rate Option period Expected stock price volatility Expected dividend

0,00% 0,00% 11,548% 8,512% 3 tahun/years 2 tahun/years 53,71% 17,37% 0,00% 3,37%

Mutasi opsi yang beredar adalah sebagai berikut:

Changes in outstanding options are as follows:

Jumlah opsi/ Number of rights Opsi beredar 1 Januari 2008 Opsi diberikan selama tahun 2008 Opsi dieksekusi selama tahun 2008 Opsi beredar 31 Desember 2008 Opsi diberikan selama tahun 2009 Opsi dilaksanakan selama periode Januari sampai Maret 2009 Opsi beredar 31 Maret 2009 31.490.000 4.235.000 (8.260.000) 27.465.000 Outstanding options at January 1, 2008 Options granted in 2008 Options exercised in 2008 Outstanding options at Desember 31, 2008 Options granted in 2009 Options exercised for the period January to March 2009 Outstanding options at March 31, 2009

(975.000) 26.490.000

Pada tanggal 31 Maret 2009 dan 2008, modal lain-lain sehubungan dengan pelaksanaan opsi masing-masing sebesar Rp 12.047 juta dan Rp 22.853 juta. 44. SIFAT DAN ISTIMEWA TRANSAKSI HUBUNGAN

As of March 31, 2009 and 2008, other capital in relation to options exercised amounted to Rp 12,047 million and Rp 22,853 million, respectively. 44. NATURE OF RELATIONSHIP AND TRANSACTIONS WITH RELATED PARTIES Nature of Relationship a. PT. Bhakti Investama Tbk (Bhakti) is the majority stockholder of the Company.

Sifat Hubungan Istimewa a. PT. Bhakti Investama Tbk (Bhakti) merupakan pemegang saham mayoritas Perusahaan.

- 61 -

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 MARET 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE-PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) - Lanjutan

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS MARCH 31, 2009 AND 2008 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued

b.

Perusahaan yang pemegang saham akhirnya atau saham mayoritas sahamnya sama dengan pemegang saham Perusahaan adalah PT. Bhakti Capital Indonesia Tbk (BCI), PT. Bhakti Asset Management (BAM), PT. Bhakti Securities (BSec) dan PT Bhakti Finance (Bfin). PT. Usaha Gedung Bimantara dan PT. Mobile-8 Telecom Tbk merupakan perusahaan yang sebagian pengurus atau manajemennya sama dengan Perusahaan.

b.

Companies which have the same ultimate stockholder or majority stockholder with the Companys are PT. Bhakti Capital Indonesia Tbk (BCI), PT. Bhakti Asset Management (BAM), PT. Bhakti Securities (BSec), and PT Bhakti Finance (Bfin).

c.

c.

PT. Usaha Gedung Bimantara and PT. Mobile-8 Telecom Tbk has the same members of management as the Company.

Transaksi hubungan istimewa a. Dalam kegiatan usahanya, Perusahaan dan anak perusahan melakukan transaksi tertentu dengan pihak hubungan istimewa, meliputi Penjualan/pembelian barang dan jasa, persewaan gedung dan transaksi, pembiayaan dengan pihak hubungan istimewa. Menurut manajemen transaksi tersebut dilakukan dengan tingkat bunga atau harga dan syarat-syarat normal sebagaimana halnya bila dilakukan dengan pihak ketiga. Perusahaan dan anak perusahaan juga melakukan penempatan dana investasi dan perolehan pinjaman dana dari pihak hubungan istimewa. Pada tanggal neraca, saldo aset dan kewajiban yang timbul atas transaksi usaha tersebut adalah sebagai berikut:

Transactions with Related Parties a. In the normal course of business, the Company and its subsidiaries entered into certain transactions with related parties, including Sales and purchases of goods and services, office building rental, and financing transactions with related parties. Management believes that transactions are made at normal interest rates or prices, terms and conditions as those done with third parties. The Company and its subsidiaries also entered into placement of investments with and loans obtained from related parties.

At balance sheet dates, assets and liabilities related to these transactions are as follows:

2009 Investasi jangka pendek Piutang usaha 772.237 1.467

Catatan/ Notes 7 8

2008 919.279 51.255 Short-term investments Trade accounts receivable

b.

Perusahaan dan anak perusahaan juga mempunyai transaksi diluar usaha dengan pihak hubungan istimewa yaitu: Pemberian/penerimaan pinjaman dana tanpa bunga atas pembayaran lebih dahulu biaya Perusahaan dan anak perusahaan oleh pihak hubungan istimewa atau sebaliknya. Transaksi dengan karyawan meliputi pemberian pinjaman tanpa bunga termasuk pinjaman perumahan. Pada tahun 2007, M8T menunjuk BSec sebagai penjamin untuk penerbitan obligasi M8T. Biaya-biaya yang terjadi dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari biaya pinjaman. - 62 -

b.

The Company and its subsidiaries also entered into nontrade transactions with related parties, as follows: Obtaining/providing non-interest bearing loans arising from advanced payments of expenses of the Company and its subsidiaries by related parties or vice versa. Transactions with employees consisting of non-interest bearing loans including housing loans. In 2007, M8T engaged BSec to perform underwriting activities in relation to the issuance of the M8Ts bonds. Such costs incurred are considered as debt issuance cost.

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 MARET 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE-PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) - Lanjutan

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS MARCH 31, 2009 AND 2008 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued

Pada tahun 2007, MNC menunjuk BSec sebagai penjamin untuk penawaran perdana saham MNC. Biaya-biaya yang terjadi dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari biaya penerbitan saham MNC.

In 2007, MNC engaged BSec to perform underwriting activities in relation to MNCs initial public offering of shares. Such costs incurred were considered as part of MNCs shares issuance cost.

Rincian piutang dengan pihak hubungan istimewa adalah sebagai berikut: Piutang pihak hubungan istimewa

Details of receivables from related parties are as follows: Receivables from related parties

2009 Piutang karyawan Lainnya (masing-masing kurang dari Rp 1 miliar) Jumlah


Manajemen berpendapat bahwa seluruh piutang pihak hubungan istimewa dapat ditagih sehingga tidak membentuk penyisihan piutang ragu-ragu. 45. INFORMASI SEGMEN Untuk tujuan informasi segmen, manajemen Perusahaan dan anak perusahaan menetapkan segmen usaha berdasarkan pertimbangan risiko dan hasil terkait dengan jasa yang diberikan yaitu media dan penyiaran, transportasi, telekomunikasi dan teknologi informasi. Informasi segmen usaha Perusahaan dan anak perusahaan adalah sebagai berikut:

2008 1.442 10.951 12.393 Employee receivables Others (less than Rp 1 billion each) Total

448 448

Management believes that receivables from related parties are fully collectible, therefore, no provision was recognized.

45. SEGMENT INFORMATION Business segment information of the Company and its subsidiaries are presented based on assessment of risks and rewards of related services which are media and broadcasting, transportation, telecommunications and information technology. Segment information of the Company and its subsidiaries is as follows:

- 63 -

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 MARET 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE-PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) - Lanjutan

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS MARCH 31, 2009 AND 2008 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued

2009 Media berbasis konten dan iklan/ Content and advertising based media PENDAPATAN Pendapatan eksternal Pendapatan tidak dapat dialokasi Jumlah pendapatan HASIL SEGMEN Beban usaha tidak dapat dialokasi Laba usaha Keuntungan (kerugian) kurs mata uang asing Penghasilan bunga Beban bunga dan keuangan Lain-lain - bersih Bagian laba (rugi) bersih perusahaan asosiasi Penghasilan (beban) pajak Laba sebelum hak minoritas Hak minoritas Laba bersih INFORMASI LAINNYA ASET Aset segmen Investasi pada perusahaan asosiasi Aset yang tidak dapat dialokasi Jumlah aktiva konsolidasi KEWAJIBAN Kewajiban segmen Kewajiban yang tidak dapat dialokasi Jumlah kewajiban konsolidasi Penyusutan dan amortisasi Penyusutan dan amortisasi yang tidak dapat dialokasi Jumlah Media Berbasis Pelanggan/ Subscribers Based Media

Teknologi informasi/ Information technology

Eliminasi/ Elimination

Jumlah/ Total REVENUES External revenues Unallocated revenues Total revenues SEGMENT RESULT Unallocated operating expenses Income from operations Gain (loss) on foreign exchange Interest income Interest expense and financial charges Others - net Equity in net income (loss) of associates Tax benefit (expense) Income before minority interests Minority interests Net income OTHER INFORMATION ASSETS Segment assets Investments in associates Unallocated assets Total consolidated assets LIABILITIES Segment liabilities Unallocated liabilities Total consolidated liabilities Depreciation and amortization Unallocated depreciation and amortization Total

876.903 876.903 138.565

250.263 250.263 40.579

50.122 50.122 6.454

1.177.288 736 1.178.024 185.598 (10.596) 175.002

(12.970) 10.384 (62.403) (8.235) 12 (9.456)

(14.527) 2.156 (12.219) 285 -

(226) 494 (1.744) 458 (147) (97)

(27.723) 13.034 (76.366) (7.492) (135) (9.553) 66.766 (25.384) 41.382

(18.440)

(6.918)

(26)

8.007.839 1.089

2.160.298 -

477.053 3.823

(3.754.385) -

6.890.805 4.912 6.884.676 13.780.393

3.072.407

1.456.594

258.699

(134.605)

4.653.095 37.492 4.690.587

41.960

44.989

10.246

97.195 573 97.768

Sebagaimana dijelaskan pada Catatan 4 dan 43, pada tahun 2008, Perusahaan telah menjual anak perusahaan yang beroperasi pada segmen telekomunikasi sehingga mengakibatkan penghentian operasi segmen tersebut sejak tanggal divestasi.

As described in Notes 4 and 43 in 2008, the Company has sold subsidiary which operated in telecommunication segment, resulting in discontinuance of telecommunication segment operation since the date of divestment.

- 64 -

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 MARET 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE-PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) - Lanjutan

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS MARCH 31, 2009 AND 2008 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued

Media berbasis konten dan iklan/ Content and advertising based media PENDAPATAN Pendapatan eksternal Pendapatan antar segment Pendapatan tidak dapat dialokasi Jumlah pendapatan HASIL SEGMEN Beban usaha tidak dapat dialokasi Laba usaha Keuntungan kurs mata uang asing Penghasilan bunga Beban bunga dan keuangan Lain-lain - bersih Bagian laba bersih perusahaan asosiasi Penghasilan (beban) pajak Pendapatan lain-lain bersih tidak dapat dialokasi Laba sebelum hak minoritas Hak minoritas Laba bersih INFORMASI LAINNYA AKTIVA Aktiva segmen Investasi pada perusahaan asosiasi Aktiva yang tidak dapat dialokasi Jumlah aktiva konsolidasi KEWAJIBAN Kewajiban segmen Kewajiban yang tidak dapat dialokasi Jumlah kewajiban konsolidasi Penyusutan dan amortisasi Penyusutan dan amortisasi yang tidak dapat dialokasi Jumlah

Media Berbasis Pelanggan/ Subscribers Based Media

2008 Telekomunikasi dan teknologi informasi/ Telecommunications and information technology

Eliminasi/ Elimination

Jumlah/ Total REVENUES External revenues Intersegment revenues Unallocated revenues Total revenues SEGMENT RESULT Unallocated operating expenses Income from operations Gain on foreign exchange Interest income Interest expense and financial charges Others - net Equity in net income of associates Tax benefit (expense) Unallocated other incomenet Income before minority interests Minority interests Net income OTHER INFORMATION ASSETS Segment assets Investments in associates Unallocated assets Total consolidated assets LIABILITIES Segment liabilities Unallocated liabilities Total consolidated liabilities Depreciation and amortization Unallocated depreciation and amortization Total

626.211 17.894

167.519 74

306.800 2.910

(20.878)

1.100.530 168 1.100.698 174.685 (11.040) 163.645

644.105 133.111

167.593 34.738

309.710 15.064

(20.878) (8.228)

18.850 14.027 (53.930) 1.282 (31.736)

14.595 813 (7.264) (872) (12.609)

8.072 12.771 (58.989) 2.730 (216) 9.701

41.517 27.611 (120.183) 3.140 (216) (34.644) 1.842 82.712 (3.873) 78.839

(3.851)

(22)

6.345.046 646

1.898.834 -

5.078.640 5.378

(4.837.927) -

8.484.593 6.024 7.125.715 15.616.332

2.337.602

1.147.142

3.092.595

(196.764)

6.380.575 49.160 6.429.735

31.278

27.326

78.020

136.624 794 137.418

- 65 -

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 MARET 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE-PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) - Lanjutan

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS MARCH 31, 2009 AND 2008 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued

46. IKATAN DAN KONTIJENSI

46. COMMITMENTS AND CONTINGENCIES

a.

RCTI mengadakan perjanjian sebagai berikut: 1) SCTV dalam kegiatan siaran nasional. RCTI dan SCTV bekerjasama untuk membiayai bersama, masing-masing menanggung sebesar 50% biaya stasiun transmisi yang dibangun, penyediaan tanah, gedung dan fasilitas stasiun transmisi tersebut. Kerjasama tersebut meliputi beberapa stasiun transmisi yang akan ditentukan kemudian. RCTI dan SCTV memiliki hak yang sama atas tanah dan segala sesuatu yang terletak diatasnya. RCTI dan SCTV menanggung bersama masing-masing 50% beban operasi stasiun transmisi. Perjanjian ini berlaku sejak tanggal 24 Agustus 1993. SCTV dan INDOSIAR untuk pembangunan dan operasional stasiun relay. Biaya pembangunan dan pembelian peralatan serta biaya operasional ditanggung bersama dan dibagi sama rata. MTI, untuk penyewaan tower dan ruangan milik RCTI di Jakarta, Bandung dan Sumatera Utara untuk keperluan siaran MTI untuk jangka waktu 15 tahun sampai dengan 31 Juli 2015. Perjanjian ini mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan addendum keempat No. RCTI/PSM-LGL/3263/XI/2006 tanggal 30 Nopember 2006. PT. Indosat Tbk (Indosat), untuk pengoperasian Satelit Dish sebagai perangkat penerima siaran televisi atau TVRO untuk jangka waktu 15 tahun. RCTI bertanggung jawab atas pengoperasian serta pemeliharaan Satelite Dish tersebut dan menanggung seluruh biaya yang timbul. Berdasarkan addendum No. 031/COO-JCC/LGL/05, RCTI telah memperpanjang perjanjian kerjasama ini selama 3 tahun mulai dari tanggal 8 Agustus 2005 sampai dengan 8 Agustus 2008. PT. RTI Infokom, untuk penyediaan Vertical Blanking Line (VBI line) yang akan ditambah sesuai dengan tingkat volume Data Broadcast sehingga memungkinkan PT. RTI Infokom untuk melakukan penjualan dan penyebaran data Bursa Efek Indonesia secara real time melalui VBI line pada media televisi - 66 -

a.

RCTI entered into agreements as follows:

1)

SCTV, in relation to the nationwide telecasting activities. RCTI and SCTV agreed to each assume 50% of the cost of relay stations which were constructed, procurement of land, building and related facilities. Such cooperation consists of several transmission stations. RCTI and SCTV shall equally own the land and all the facilities thereon. RCTI and SCTV shall each assume the expenses related to transmission station operations. The cooperation agreement is effective starting August 24, 1993.

2)

2)

SCTV and INDOSIAR for the development and operation of relay station. RCTI, SCTV and INDOSIAR shall equally bear the expenses in relation to the development, acquisition and operation of equipment. MTI, for the rental of tower and space owned by RCTI in Jakarta, Bandung and North Sumatera for broadcasting purposes of MTI for a period of 15 years until July 31, 2015. The contract had been amended several times, most recently by fourth amendment No. RCTI/PSM-LGL/3263/XI/2006 dated November 30, 2006. PT. Indosat Tbk (Indosat), for the operation of Dish Satellite as telecast receiver system or TVRO. The term of this agreement is 15 years. RCTI shall operate and maintain the Satellite Dish and bear all the related cost. Based on addendum No. 031/COO-JCC/LGL/05, RCTI has extended the cooperation agreement for 3 years, starting from August 8, 2005 to August 8, 2008.

3)

3)

4)

4)

5)

5)

PT. RTI Infokom, for the provision of Vertical Blanking Line (VBI Line) which will be increased in accordance with data broadcast volume rate, hence, enabling PT. RTI Infokom to sell and disseminate Indonesia Stock Exchange data on a real time basis through VBI line in television media owned by RCTI. The agreement

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 MARET 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE-PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) - Lanjutan

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS MARCH 31, 2009 AND 2008 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued

milik RCTI. Perjanjian ini berakhir pada tanggal 30 Juni 2009. 6) Indosat untuk sewa Transponder Palapa dengan Indosat untuk masa sampai dengan tanggal 30 Juni 2010. Indosat menyediakan jasa untuk RCTI dengan menyerahkan (seperempat) bagian transponder dengan sistem pengiriman modulasi digital di Transponder No. 1 Vertikal Polarisasi pada Satelit Palapa C dengan orbital slot 1130 Bujur Timur atau penggantinya dengan Dasar Penggunaan Waktu Penuh dan Nonpreemptible Unprotected Basis dan sesuai dengan kondisi teknis sebagaimana yang dijabarkan dalam Memorandum Teknik. PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) untuk perjanjian sewa tower satelit sampai 30 Juni 2012. Telkom setuju untuk menyewakan transponder kepada RCTI dengan bandwidth selebar 8 (delapan) MHz pada sistem Telkom-1. RCTI telah memperpanjang perjanjian tersebut untuk 5 tahun terhitung sejak tanggal 1 Juli 2007 sampai dengan 30 Juni 2012 berdasarkan amendemen pertama, No. K.TEL/206/HK820/DES00/2007 tanggal 12 Desember 2007, b. 6)

will expire on June 30, 2009. Indosat for the rental of the Palapa Transponder until June 30, 2010. Indosat provides services to RCTI for the rental of (one fourth) of the transponder with digital modulation system transmitter in Transponder No. 1 Vertical Polarization in Satellite Palapa C with orbital slot of 0 113 East Longitude or its substitute with Full Time Utilization Base on Nonpreemptible Unprotected Basis and in accordance with technical condition as verified under the Technical Memorandum.

7)

7)

PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) for the rental of satelite transponder until June 30, 2012. Telkom rents out to RCTI bandwidth of 8 (eight) MHz on Telkom-1 system. RCTI has extended the agreement for 5 years, starting from July 1, 2007 until June 30, 2012 based on first amendment No. K.TEL/206/HK820/DES00/2007 dated December 12, 2007,

b.

Pada tanggal 30 Mei 2007, CMI dan Yello melakukan perjanjian opsi beli. CMI setuju untuk menerima pemberian opsi beli sejak tanggal perjanjian sampai tanggal 31 Desember 2008 atas 700.000 saham baru Yello. Opsi beli dapat dilakukan oleh CMI dengan memberikan pernyataan tertulis yang ditandatangani kepada Yello setiap saat selama periode opsi. CMI memiliki hutang kepada Yello sebesar US$ 1 setelah melakukan perjanjian opsi beli. Harga beli saham opsi mengikuti harga pelaksanaan opsi beli CMI sebesar US$ 3.5 per saham opsi. Dengan persetujuan tertulis dari Yello, CMI dapat mengalihkan opsi beli kepada perusahaan manapun di Group Mediacom seperti yang diatur dalam perjanjian. Pada Juni 2006, Shenzhen Tencent Computer System Co., Ltd. (Tencent) yang mengoperasikan jasa pesan singkat paket QQ mengajukan tuntutan kepada Shanghai Weilan Computer Co., Ltd. (Weilan variable interest entitiy) dan Shanghai Linktone Consulting Co., Ltd. (Linktone Consulting anak perusahaan Linktone) sebesar US$ 641.026. Tuduhan ini atas pelanggaran hak paten paket QQ yang ditiru oleh paket iliao atau ichat milik Weilan dan Linktone Consulting. Manajemen Weilan dan Linktone Consulting berkeyakinan bahwa tuntutan ini - 67 -

A call option agreement was entered into by CMI and Yello on May 30, 2007. CMI agreed to accept a grant of call option from the date of the agreement to December 31, 2008 with respect to 700,000 new shares of Yello. The call option can be exercised by CMI by giving duly signed notice in writing to Yello at any time during the option period. CMI has payable of US$ 1 to Yello upon entering into the call option agreement. The purchase price for the option shares following the exercise of the call option by CMI shall be US$ 3,5 per option share. With the prior written consent of Yello, CMI may, during the option period, assign the call option to any company in the Mediacom Group as defined in the agreement. In June 2006, Shenzhen Tencent Computer System Co., Ltd. (Tencent), which operates an instant messaging service platform QQ filed a lawsuit against Shanghai Weilan Computer Co.,Ltd (Weilan variable interest entity) and Shanghai Linktone Consulting Co., Ltd. (Linktone Consulting - subsidiary of Linktone) amounting to US$ 641,026. This lawsuit is regarding an infringement of intellectual property rights of platform QQ which similar with platform illiao or ichat owned by Weilan dan Linktone Consulting. Weilan and Linktone Consulting Management are confident that the

c.

c.

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 MARET 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE-PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) - Lanjutan

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS MARCH 31, 2009 AND 2008 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued

tidak didukung oleh bukti-bukti yang memadai, sehingga tidak perlu membuat penyisihan atas kemungkinan kerugian yang akan timbul di kemudian hari akibat tuntutan ini. Pada Desember 2006, Shenzhen Yuan Hang Technology Co., Ltd. (Yuan Hang variable interest entitiy) mengajukan tuntutan kepada Tencent sebesar US$ 669.231. Tuduhan ini atas pelanggaran hak paten jenis permainan kasual internet Wa Ken dan Bao Huang milik Yuan Hang yang muncul sebagai permainan pada paket QQ dengan jenis dan nama yang sama. Pada Agustus 2007, Pengadilan memutuskan untuk menolak tuntutan Yuan Hang kepada Tencent dan Tencent dibebaskan dari pembayaran kepada Yuan Hang. Pada Nopember 2007, Yuan Hang telah melakukan banding namun belum terdapat kepastian tanggal sidang. Manajemen Yuan Huang telah mencatat semua biaya legal dalam laporan keuangan. d. GIB mengadakan perjanjian sebagai berikut: d.

claim is not supported by sufficient evidence, therefore, there is no provision made for any loss that may result from this lawsuit.

In December 2006, Shenzhen Yuan Hang Technology Co., Ltd. (Yuan Hang- variable interest entity) filed a lawsuit against Tencent amounting to US$ 669,231. This lawsuit is regarding an infringement trademarks for internet casual games Wa Ken and Bao Huang owned by Yuan Hang which appeared in the platform QQ with the same trademark and names. In August 2007, The Court has decided to reject The Yuan Hang s claim for Tencent and Tencent was not required to pay Yuan Hang any damages. In November 2007, Yuan Hang has filed an appeal but the date is still unknown. Yuan Hangs management has recorded all related legal costs in the financial statements.

GIB entered into various agreements as follows: 1) On October 15, 2004, GIB, MTV Asia LDC (MTVA) and PT MTV Indonesia (MTVI) entered into a Business Contract Agreement in line with a program broadcast name Music Television (MTV Block) in Indonesia to air 12 hours a day. This agreement started from January 15, 2005 to February 28, 2007. For such broadcast service, MTVI has an obligation to pay GIB 20% of its advertisement revenue. Subsequently, on December 14, 2005, GIB entered into Business Contract with MTVI, MTVA and Nickelodeon Asia Holdings Pte Ltd (NAH) to distribute MTV Block and NICK Block programs. This agreement is valid from February 1, 2006 until January 31, 2009. The parties agreed to broadcast MTV Block, NICK Block and Global programs for 8 hours each during workdays; 8.5 hours for MTV Block, 9 hours for NICK Block and 6.5 hours Global programs on week-end.

1)

Pada tanggal 15 Oktober 2004, GIB, MTV Asia LDC (MTVA) dan PT MTV Indonesia (MTVI) menandatangani Business Contract Agreement untuk program Music Television (MTV Block) di wilayah Indonesia selama 12 jam setiap hari. Perjanjian ini berlaku sejak tanggal 15 Januari 2005 sampai dengan 28 Pebruari 2007. MTVI harus membayar kepada GIB sebesar 20% dari pendapatan iklan. Selanjutnya, pada tanggal 14 Desember 2005, GIB bersama dengan MTVI, MTVA dan Nickelodeon Asia Holdings Pte Ltd (NAH) menandatangani Business Contract untuk menyiarkan program MTV Block dan NICK Block. Perjanjian ini berlaku sejak 1 Pebruari 2006 sampai dengan 31 Januari 2009. Para pihak setuju untuk menyiarkan MTV Block, NICK Block dan siaran Global masing-masing 8 jam pada hari kerja; sedangkan untuk akhir minggu masing-masing 8,5 jam untuk MTV Block, 9 jam NICK Block dan 6,5 jam siaran Global. Berdasarkan perjanjian tersebut, GIB akan menerima pendapatan sebagai berikut: Untuk program MTV Block: 20% tahun pertama, 27,5% tahun kedua dan 30% tahun ketiga. - 68 -

Based on the agreement, GIB will receive percentage of advertisement revenues as follows : For MTV Block programs: 20% for first year, 27.5% for second year and 30% for third year.

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 MARET 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE-PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) - Lanjutan

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS MARCH 31, 2009 AND 2008 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued

Untuk program NICK Block: 50% dari hasil iklan selama program NICK Block setelah dikurangi biayabiaya yang ditagih oleh MTVI.

For NICK Block program: 50% of advertising revenues during NICK block program net of expenses reimbursed by MTVI.

Pada tanggal 12 Oktober 2006, MNC dan MTV Networks Asia (pemberi lisensi) mengadakan kesepakatan lisensi mengenai pemberian (a) lisensi non-eksklusif atas merek dan/atau merek dagang MTV, VHI dan Nickelodeon (b) licensor programing digunakan untuk produksi televisi (termasuk kegiatan on air atau off air) yang menyertakan licensor programing dan bermerek MTV, VHI dan Nickelodeon untuk Bisnis TV (c) lisensi non-eksklusif merek dagang MTV dan Nickelodeon (d) hak eksklusif Licensor Digital Content untuk Bisnis Media Digital dan (e) hak untuk penggunaan merek untuk Bisnis Dagang. Perjanjian kerjasama antara MTVA, NAH dan GIB tertanggal 14 Desember 2005 telah berakhir pada tanggal 31 Desember 2006. Perjanjian kerjasama tersebut digantikan dengan kesepakatan ini dan efektif sejak 1 Januari 2007. Biaya lisensi untuk bisnis TV (a) sebesar 25% dari pendapatan iklan bersih dari penayangan licensor programming setelah dikurangi komisi agen, (b) sebesar 25% dari penjualan bersih untuk distribusi licensor programming dan (c) biaya lisensi untuk Bisnis Media Digital sebesar 25% dari penjualan bersih dengan biaya minimum lisensi tahunan terjamin untuk Bisnis TV dan Bisnis Media Digital sebesar US$ 4 juta yang dibayar secara kwartalan dalam jumlah yang sama. 2) Pada tanggal 15 Januari 2002, GIB mengadakan perjanjian sewa digi bouquet dengan PT Indosat Tbk (dahulu PT Satelit Palapa Indonesia) (Indosat) untuk masa sampai dengan tanggal 14 Januari 2007 dimulai sejak tanggal 1 Juli 2002. Indosat menyediakan jasa atas dasar sewa 9 mbps, FEC : (tiga per empat) pada transponder Nomor SH Polarisasi Horisontal pada Satelit Palapa 2 dengan orbital slot 113 bujur timur atau penggantinya dengan Dasar Penggunaan Waktu Penuh dan Non Preemptible Unprotected Basis. Berdasarkan addendum perjanjian sewa digi bouquet tanggal 6 Juni 2007, masa sewa diperpanjang selama tiga tahun terhitung 15 Januari 2007. - 69 2)

On October 12, 2006, MNC and MTV Networks Asia (licensor) entered into a licensing Deal Memo granting a (a) nonexclusive license of the MTV, VHI and Nickelodeon brands and/or trade marks (b) production for television (including on air and off air events), incorporating the licensor programming and branded MTV, VHI and Nickelodeon for TV Business (c) non-exclusive license of the MTV and Nickelodeon trademarks (d) exclusive license of the Licensor Digital Content for Digital Media Business and (e) rights for consumer branding and/or character license from MTV Network Asia.

The business contract between MTVA, NAH and GIB dated December 14, 2005 was terminated on December 31, 2006. Such contractual relationship will be replaced by the trademark and program/content license contemplated by this new agreement and became effective on January 1, 2007. The license fee for TV business amounted to (a) 25% of net advertising sales from the licensor programming broadcast on the channel, less agency commissions, (b) 25% of net revenue from the distribution of licensor programming and (c) license for Digital Media Business of 25% of the net revenue earned, with annual minimum guaranteed license fee for TV Business and Digital Media Business of US$ 4 million which will be paid in equal quarterly installments. On January 15, 2002, GIB entered into the rental agreement of digi bouquet with PT Indosat Tbk (dahulu PT Satelit Palapa Indonesia) (Indosat) for a period from July 1, 2002 to January 14, 2007. Indosat will provide services based on rental of 9 mbps, FEC : (three fourths) at transponder No. SH Horizontal Polarization in Palapa Satellite 2 with orbital slot of 113 East Longitude or its substitute with use of Full Time Utilization and Non Preemptible Unprotected Basis. Based on the addendum of the rental agreement of digi bouquet dated June 6, 2007, the term of the lease was extended for three years starting January 15, 2007.

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 MARET 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE-PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) - Lanjutan

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS MARCH 31, 2009 AND 2008 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued

3)

Pada tanggal 1 Juni 2002, GIB mengadakan perjanjian sewa ruang dan menara transmisi beserta fasilitas perlengkapannya untuk stasiun relay Surabaya dengan PT Duta Visual Nusantara Tivi Tujuh (TV7) untuk masa 20 tahun atau sampai dengan tanggal 31 Mei 2022. TV7 menyewakan bagian dari stasiun transmisi beserta peralatan dan perlengkapannya untuk menyiarkan program teknisi GIB di wilayah Surabaya dan sekitarnya. Berdasarkan perjanjian tanggal 23 Mei 2002, GIB mengadakan perjanjian sewa menara beserta perlengkapannya dengan PT. Televisi Transformasi Indonesia (TransTV) untuk masa 10 tahun atau sampai dengan 23 Mei 2012. TransTV menyewakan bagian dari stasiun transmisi beserta peralatan dan perlengkapannya yang berlokasi di Jalan Bukit Merpati II, Kelurahan Ngesrep, Kecamatan Banyumanik, Semarang. Pada tanggal 3 Pebruari 2005, GIB mengadakan perjanjian pemberian jasa penyediaan dan pengoperasian fasilitas premium SMS oleh PT Infokom Elektrindo (Infokom) untuk jangka waktu 3 tahun. GIB akan mendapat bagian sebesar 50% - 60% dari pendapatan provider (Rp 990/SMS). Sampai dengan tanggal pelaporan keuangan, perpanjangan perjanjian masih dalam proses. Pada tahun 2005, GIB mengadakan kerjasama dengan Infokom untuk membangun stasiun transmisi di 12 daerah di Indonesia berikut seluruh kebutuhan infrastrukturnya, melakukan pengadaan peralatan siar dan sarana pendukung sesuai permintaan dan kebutuhan teknis GIB dan memberikan jasa layanan pengoperasian stasiun transmisi selama 7 tahun. Sebagai kompensasinya, GIB akan membayar biaya pembangunan dan biaya jasa layanan operasional dengan jumlah yang telah ditetapkan dalam perjanjian. mengadakan perjanjian sebagai e.

3)

On June 1, 2002, GIB entered into an agreement with PT Duta Visual Nusantara Tivi Tujuh (TV7), for the leasing of transmission tower and office space including airing equipment for relay station for 20 years until May 31, 2022. TV7 lease out portion of transmission station and airing equipment for broadcasting program of GIB in Surabaya.

4)

4)

Based on agreement dated May 23, 2002, GIB entered into a tower and equipment leasing agreement with PT. Televisi Transformasi Indonesia (TransTV) for 10 years or until May 23, 2012. TransTV leases out portion of transmission station including equipments which are located in Jalan Bukit Merpati II, Kelurahan Ngesrep, Kecamatan Banyumanik, Semarang. On February 3, 2005, GIB agreed to be a provider of operating services on premium SMS by PT Infokom Elektrindo (Infokom) for 3 years. GIB receives 50% to 60% of provider income (Rp 990/SMS). As of the issuance date of these consolidated financial statements, the amendment of the agreement is still in process.

5)

5)

6)

6)

In 2005, GIB entered into agreements with Infokom: to build transmission stations including the infrastructures in 12 regions within Indonesia; to provide airing equipment and backup facilities in accordance with GIBs requests and needs; and to provide operational services in transmission station for 7 years. As compensation, GIB will pay the development and operational servicing cost in amounts as stated in the agreements.

e.

MNCSV berikut: 1)

MNCSV entered into agreements as follows: 1) On March 1, 1999, MNCSV entered into agreement with Home Box Office Pte., Ltd., Singapore and HBO Pacific Partners, V.O.F (collectively referred to as HBO), whereby HBO agreed to provide programming services for HBO program and Cinemax program. MNCSV shall pay the monthly service fees and license fees as compensation in accordance with the formula stated in the

Pada tanggal 1 Maret 1999, MNCSV menandatangani perjanjian dengan Home Box Office Pte., Ltd., Singapura dan HBO Pacific Partners, V.O.F (HBO) dimana HBO setuju untuk menyediakan jasa program untuk program HBO dan Cinemax. MNCSV setuju untuk membayar kepada HBO biaya bulanan untuk jasa dan lisensi sebagai kompensasi, sesuai dengan formula yang - 70 -

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 MARET 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE-PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) - Lanjutan

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS MARCH 31, 2009 AND 2008 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued

tercantum dalam surat perjanjian. Perjanjian ini telah diubah tanggal 1 Mei 2005 yang berlaku sampai dengan 30 Juni 2007. Sampai dengan tanggal penerbitan laporan keuangan, perjanjian tersebut masih dalam proses persetujuan perpanjangan. 2) International Global Networks B.V., The Netherlands (IGN) Pada tanggal 5 Juni 2000, MNCSV melakukan perjanjian dengan International Global Networks B.V., The Netherlands (IGN) dimana IGN setuju untuk memberikan hak non-ekslusif kepada MNCSV untuk menjual dan menyalurkan program-program (STAR World International dan STAR Movies International) di Indonesia selama 2 (dua) tahun. Sebagai kompensasi, MNCSV setuju untuk membayar biaya lisensi bulanan kepada IGN sesuai dengan formula yang tercantum dalam surat perjanjian. Perjanjian ini diperbaharui pada tanggal 23 Januari 2003, dan terakhir diubah pada tanggal 1 Oktober 2006 dimana IGN memberikan hak kepada MNCSV untuk memasarkan dan menjual program-program STAR selama periode lisensi yang meliputi acara STAR World, Channel V International, National Geographic Channel dan Star Movies International, FOX News Channel dan ANTV untuk jasa televisi berlangganan di Indonesia kepada pelanggan perseorangan, pelanggan komersial, hotel dan operator MDU melalui sistem Direct to Household (DTH), sistem televisi kabel (CATV), sistem televisi antena satelit master (MMOS) dan LMDS. Penyaluran program disetujui sejak tanggal 1 Juni 2002 sampai dengan 30 September 2008. Jumlah minimal pelanggan perorangan setiap bulan selama periode lisensi adalah 25.000 pelanggan. Sesuai dengan perjanjian, MNCSV harus membayar uang jaminan sebesar USD 75.000. 3) Pada tanggal 24 Oktober 2003, MNCSV menandatangani perjanjian yang diperbaharui dengan AXN Holding, LLC (AXN) dimana AXN setuju untuk memberikan hak non-eksklusif kepada MNCSV untuk menyalurkan program AXN dan ANIMAX di Indonesia. Sebagai kompensasi MNCSV setuju untuk membayar biaya lisensi bulanan kepada AXN sesuai dengan formula yang tercantum dalam surat perjanjian. Pada - 71 3) 2)

agreement. This agreement was last amended on May 1, 2005, and expired on June 30, 2007. Until the issuance date of these consolidated financial statements, the amendment of the agreement is still in process. International Global Networks B.V., The Netherlands (IGN) On June 5, 2000, MNCSV entered into agreement with International Global Networks B.V., The Netherlands (IGN), whereby IGN agreed to grant MNCSV non-exclusive rights to sell and distribute programs (STAR World International and STAR Movies International) in Indonesia for 2 (two) years. In return, MNCSV agreed to pay monthly license fees to IGN in accordance with the formula stated in the agreement.

The agreement was renewed on January 23, 2003 and was last amended on October 1, 2006, whereby IGN granted MNCSV for the duration of the license period the right to market and sell the STAR channels which are STAR World, Channel V International, National Geographic Channel, Star Movies International, FOX News Channel and ANTV programs for pay-television service in Indonesia to individual subscribers, commercial establishments, hotel operator and MDU operators via Direct to Household system (also known as DTH), cable television system (also known as CATV), satellited master antenna televisision system (also knows as MMOS), and LMDS. The channels are authorized for distribution from June 1, 2002 to September 30, 2008. The minimum guaranteed individual subscriber count in each month of the license period is 25,000 subscribers. Under this agreement, MNCSV shall pay the security deposit of USD 75,000. On October 24, 2003, MNCSV signed a renewal agreement with AXN Holding, LLC (AXN). AXN agreed to give nonexclusive right to MNCS to distribute AXN and ANIMAX programs in Indonesia. MNCSV agreed to pay AXN monthly license fees as compensation in accordance with the formula, stated in the agreement. On November 1, 2004, the agreement was amended and extended until December 31, 2008. The

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 MARET 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE-PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) - Lanjutan

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS MARCH 31, 2009 AND 2008 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued

tanggal 1 Nopember 2004, perjanjian diubah dan diperpanjang hingga 31 Desember 2008. Perjanjian diubah terakhir pada tanggal 1 Mei 2005 kecuaIi untuk penggantian biaya bulanan untuk pelanggan baru. 4) Pada tanggal 15 Mei 2003, MNCSV melakukan perjanjian dengan Celestial Movie Channel Ltd. (Celestial), dimana Celestial setuju untuk memberikan hak non-eksklusif kepada MNCSV untuk menyalurkan program Celestial Movies di Indonesia. Sebagai kompensasi, MNCSV harus membayar biaya lisensi bulanan sebesar USD 0,60 per langganan per bulan. Perjanjian ini diperbaharui pada tanggal 15 Mei 2006 yang berlaku untuk periode 2 tahun hingga 14 Mei 2008. ESPN Star Sports Singapore (ESPN) Pada tanggal 1 September 2004, MNCSV melakukan perjanjian afiliasi peyiaran dengan ESPN, dimana ESPN setuju untuk meyediakan jasa program untuk pelanggan dengan kategori sebagai berikut: DTH Satellite Master Antenna Television SMATV kepada unit perumahan satuan dan majemuk, hotel dan pelanggan komersial. Dalam kaitan dengan perjanjian tersebut, MNCSV diwajibkan untuk membayar jasa servis seperti yang tercantum dalam perjanjian sejumlah pelanggan per bulan untuk kedua kategori tersebut di atas. ESPN juga menawarkan program khusus dimana MNCSV harus membayar biaya langganan tambahan sebesar USD 30.000 berdasarkan biaya teknis dari setiap pertandingan. Perjanjian ini diubah pada tanggal 1 Oktober 2006 untuk periode dari 1 Oktober 2006 hingga 30 Juni 2008. 4)

latest amendment was on May 1, 2005 for the change in new monthly subscribers fee.

On May 15, 2003, MNCSV entered into agreement with Celestial Movie Channel Ltd. (Celestial), whereby MNCSV granted non-exclusive rights to distribute Celestial Movies program in Indonesia. As compensation, MNCSV shall pay monthly license fee of USD 0.60 per subscriber per month. This agreement was amended on May 15, 2006 and valid for 2 years until May 14, 2008.

5)

5)

ESPN Star Sports Singapore (ESPN) On September 1, 2004, MNCSV entered into a broadcast affiliation agreement with ESPN, under which ESPN agreed to provide programming service to the following categories of subscribers: DTH Satelite Master Antena Television (SMATV) to single and multiple dwelling units, hotel and commercial customers.

Under this agreement, MNCSV shall pay service fees as stated in the agreement for subscriber per month for both categories. ESPN also offered special programs that MNCSV shall pay additional servcie fee of USD 30,000 based on the technical cost of the games per season. The agreement was amended on October 1, 2006 for the period from October 1, 2006 until June 30, 2008.

- 72 -

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 MARET 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE-PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) - Lanjutan

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS MARCH 31, 2009 AND 2008 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued

Berdasarkan Eight Supplemental Agreement tanggal 28 Desember 2006, ESPN merubah tarif jasa servis untuk pelanggan DTH, Hotel dan SMATV dan jaminan minimum yang harus dibayar MNCSV. Tarif layanan untuk pelanggan DTH berubah menjadi berkisar antara US$ 0,385 sampai US$ 0,90 per pelanggan sedangkan untuk hotel dan SMATV masing-masing sebesar US$ 0,60 dan US$ 25 per kamar per bulan. Jaminan minimum yang harus dibayar MNCSV berlaku sejak bulan Mei 2007 sebesar US$ 134.000 dan meningkat secara bertahap sebesar US$ 2.000 per bulan sampai dengan bulan Juni 2008. 6) Pada tgl 8 Desember 2005, MNCSV telah sepakat dengan Dori Media Intl. untuk memasarkan dan mendistribusikan program Vision 2 di Indonesia. Kesepakatan ini akan berlaku untuk masa waktu 10 tahun kecuali dibatalkan sebelumnya dan secara otomatis dapat diperpanjang selama 5 tahun lagi dengan syarat dan kondisi yang sama. MNCSV akan membayar jaminan minimum dan biaya lisensi setiap bulan sebesar US$ 50.000. Pada tanggal 27 Maret 2006, MNCSV telah sepakat/melakukan perjanjian yang mengikat dengan Dori Media Intl. dan Elite Sport Ltd dimana MNCSV mendapatkan hak eksklusif untuk memasarkan dan mendistribusikan program Baby TV di Indonesia. Perjanjian ini berlaku untuk masa waktu 10 tahun kecuali dibatalkan sebelumnya dan secara otomatis dapat diperpanjang selama 5 tahun lagi. MNCSV akan membayar jaminan minimum dan biaya lisensi setiap bulan sebesar US$ 12.500. Berdasarkan perubahan perjanjian pada tanggal 1 Januari 2007, MNCSV dan Dori Media Intl. sepakat mengubah tanggal Agreement yang semula dimulai tanggal 27 Maret 2006 menjadi 1 Januari 2007. Dengan demikian, perjanjian akan berakhir 1 Januari 2017. 7) MNCSV juga melakukan perjanjian dengan beberapa pemasok program untuk meyalurkan program-program mereka sebagai berikut: Buena Vista International. Inc (Disney), BBC Worldwide Limited (BBC), Crown Media International, LLC (Hallmark), NHK Joho Network. Inc (NHK), Discovery Asia, Inc (Discovery channel, Discovery Travel and - 73 7) 6)

Based on the Eight Supplemental Agreement dated December 28, 2006, ESPN changed the service fees for DTH, Hotel and SMATV and the minimum that has to be paid by MNCSV. The service fee for DTH ranging from US$ 0.385 to US$ 0.90 per customer and ranges from US$ 0.60 to US$ 25 for each room per month. MNCSV shall pay the montly minimum guarantee of US$ 134,000 starting from May 2007 and is subject to a gradual increase of US$ 2,000 per month until June 2008.

On December 8, 2005, MNCSV entered into agreement with Dori Media Intl. to market and distribute Vision 2 program in Indonesia. This agreement is valid for 10 years unless terminated earlier and shall be automatically extended for a further period of 5 years under the same terms and conditions. MNCSV will pay the monthly minimum deposit and monthly license fee of US$ 50,000.

Furthermore, on March 27, 2006, MNCSV entered into agreement with the exlusive right to market and distribute the BabyTV program in Indonesia. The agreement is valid for a period of ten years unless earlier terminated and shall automatically be extended for a further period of five years under the same term and conditions. MNCSV shall pay the monthly minimum guarantees and license fee of US$ 12,500.

Based on the amended agreement dated January 1, 2007, MNCSV and Dori Media Intl. agreed to change the date of agreement from March 27, 2006 to January 1, 2007. This agreement will expire on January 1, 2017.

MNCSV also entered into several agreements with various program suppliers to distribute their respective programs as follows: Buena Vista International. Inc (Disney), BBC Worldwide Limited (BBC), Crown Media International, LLC (Hallmark), NHK Joho Network. Inc (NHK), Discovery Asia, Inc (Discovery channel, Discovery Travel and

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 MARET 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE-PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) - Lanjutan

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS MARCH 31, 2009 AND 2008 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued

Living dan Animal Planet); CNBC Asia Pacific (CNBC), PT Mitra Multi Sarana (Fashion TV), MTV Asia LDC (MTV), Nicklodeon Global Network Ventures Inc. (Nicklodeon), Condor Entertainment B.V. (TVS Xing He), Turner Broadcasting System Asia Pacific Inc (CNN, CNNfn dan TNT) dan PT Jaring Data Interaktif (Quick Financial Channel), AFC Network Private Limited (Asian Food Channel), Asia Plus International Channel (AFC), Global Sky-Net Co., Ltd., (FTV, SCTV, TVE), Eurosport SA (Eurosport), Sanlih E-Television Co., Ltd., (SETI), surat perjanjian tersebut mengatur bahwa biaya berlangganan pada umumnya berdasarkan tarif (rate) tetap per bulan per pelanggan. Perjanjian tersebut sebagian besar jatuh tempo antara tahun 2008-2011. 8) Perjanjian MNCSV dengan Bank, Retailer dan Perusahaan Instalasi. Sehubungan dengan peluncuran jasa penyiaran digital langsung oleh MNCSV dan penjualan decoder digital, MNCSV melakukan perjanjian terpisah dengan: (i) Beberapa bank sehubungan dengan perjanjian dengan pelanggan yang pembayarannya dilakukan dengan mendebit langsung dari rekening pelanggan. Sebagai kompensasi, MNCSV setuju untuk membayar biaya administrasi kepada bank yang berkisar antara Rp 2.500 sampai dengan Rp 5.000 per pelanggan atau 0,1% dari nilai transaksi, tergantung dari perjanjian dengan pihak bank. 8)

Living and Animal Planet); CNBC Asia Pacific (CNBC), PT Mitra Multi Sarana (Fashion TV), MTV Asia LDC (MTV), Nicklodeon Global Network Ventures Inc. (Nicklodeon), Condor Entertainment B.V. (TVS Xing He), Turner Broadcasting System Asia Pacific Inc (CNN, CNNfn dan TNT) and PT Jaring Data Interaktif (Quick Financial Channel), AFC Network Private Limited (Asian Food Channel), Asia Plus International Channel (AFC), Global Sky-Net Co., Ltd., (FTV, SCTV, TVE), Eurosport SA (Eurosport), Sanlih E-Television Co., Ltd., (SETI). The agreements provide that payment of subscription fees is mainly based on a fixed rate per month per subscriber. Most of the agreements will expire within 20082011. MNCSV entered into agreement with Banks, Retailers and Installation Companies. Pursuant to the launching of MNCSVs digital direct broadcasting services and sale of digital decoders, MNCSV has entered itno separate agreements with: (i) Several banks, pursuant to which agreements, subscribers may make payments by pre-authorized direct debit to the subscribers accounts in such banks. In return MNCSV agreed to pay fees to the banks ranging from Rp 2,500 to Rp 5,000 per subscribers or 0.1% of the amount of the transaction, depending on the agreement with the banks.

(ii) Beberapa retailer, dimana MNCSV setuju untuk membayar komisi kepada retailer sebagai penyedia jasa seperti yang tercantum dalam perjanjian sesuai dengan paket acara yang dipilih oleh pelanggan. (iii) Beberapa perusahaan instalasi, dimana MNCSV menunjuk beberapa perusahaan untuk memasang dekoder digital agar pelanggan dapat menerima dan menyaksikan acara televisi yang ditawarkan oleh MNCSV. Sebagai kompensasi, Perusahaan setuju untuk membayar biaya jasa kepada perusahaan instalasi sebesar Rp 150.000 per pelanggan.

(ii) Several retailers, whereby MNCSV agreed to pay commission to the retailers as provided in the agreements based on the program packages chosen by the subscribers. (iii) Several installation companies, whereby MNSV appointed such companies to install the digital decoders in order for the subscribers to receive and view the television programs offered by MNCSV. In return, MNCSV agreed to pay the installer, fee amounting to Rp 150,000 per subscriber.

- 74 -

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 MARET 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE-PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) - Lanjutan

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS MARCH 31, 2009 AND 2008 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued

9)

MNCSV melakukan perjanjian penyediaan satelit transponder dengan Protostar II Ltd., jangka waktu selama 15 tahun sebesar US$ 353.250.000. MNCSV harus melakukan pembayaran tahunan, terhutang dalam jumlah angsuran yang sama setiap bulan pada tanggal 25. Selama tahun 2007, MNCSV telah melakukan pembayaran sebesar US$ 6.687.520. Berdasarkan perjanjian ini, apabila MNCSV tidak mampu melakukan pembayaran maka Perusahaan akan mengambil alih pembayaran tersebut.

9)

MNCSV entered into a Satellite Transponder Lease Agreement with Protostar II Ltd., for a period of 15 years amounting to US$ 353,250,000. MNCSV shall pay annual transponder payment, payable in equal monthly installments on the twenty-fifth day of each month. In 2007, MNCSV had paid US$ 6,687,520.

Based on this agreement, if MNCSV is unable to pay, the Company will assume the payment. 10) In relation with the letter of credit facility with LCPI dated December 18, 2007 (Note 24) which are an integral parts of the agreement, LCPI obtained US$ 1 million warrants which are convertible to shares of MNCSV. Each warrant entitles the warrants holders to purchase shares which amount is determined with warrants value (US$ million) converted in to IDR divided by the warrant exercise price.

10) Sehubungan dengan perjanjian fasilitas pinjaman dari LCPI pada tanggal 18 Desember 2007 (Catatan 24) yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perjanjian, LCPI mendapatkan waran senilai US$ 1 juta yang dapat dikonversi menjadi saham MNCSV. Setiap waran memberikan hak kepada pemegang waran untuk memesan sejumlah saham yang jumlahnya ditentukan dengan membagi nilai waran (US$ juta) dikonversikan dalam mata uang Rupiah dengan harga pelaksanaan waran. f. Pada tanggal 10 Nopember 2007, Infokom bersama-sama dengan Telkom, Indosat, Excelcomindo, Bakrie Telecom dan PT. Powertek Utama menandatangani Perjanjian Konsorsium, Konstruksi dan Pemeliharaan untuk membangun dan mengembangkan infrastruktur telekomunikasi sistem jaringan kabel serat optik berkapasitas tinggi yang menghubungkan pulau Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua (Jaringan Palapa Ring Indonesia Timur). Bagian Infokom atas investasi awal proyek tersebut adalah US$ 14.557.000 dengan hak suara 6,47% saham. Berdasarkan Instruksi Direktur Jenderal Pos dan Telekomunikasi No. 134/Dirjen/1995 tanggal 20 September 1995 tentang peningkatan pendapatan biaya hak penyelenggaraan jasa telekomunikasi. Infokom berkewajiban membayar Biaya Hak Penyelenggaraan (BHP) jasa telekomunikasi sebesar 1% dari pendapatan operasinya. PT Flash Mobile memiliki kerjasama dengan beberapa pihak, antara lain PT Pos Indonesia (Persero), PT Bhakti Finance, PT Bank Rakyat Indonesia, PT PLN (Persero), PT Kereta Api (Persero), PT MNC Sky Vision mengenai Penyelenggaraan Jaringan Penerimaan Pembayaran berbagai tagihan dan Online Reservation and Payment Ticketing System. - 75 f.

On November 10, 2007, Infokom together with Telkom, Indosat, Excelcomindo, Bakrie Telecom and PT. Powertek Utama signed a Consortium, Construction and Maintenance Agreement to construct and develop telecommunication infrastructure in the form of high capacity fibre optic cable network system connecting the islands of Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku and Papua (East Indonesia Palapa Ring Network). Infokoms portion on the initial investment amounted to US$ 14,557,000 with voting rights of 6.47% ownership. Based on instruction from Director General of Post and Telecommunication No. 134/Dirjen/1995 dated September 20, 1995 concerning increase of the cost of telecommunications services rights. Infokom has to pay for Biaya Hak Penyelenggara (BHP) for telecommunications services amounted to 1% from its operational revenue. PT Flash Mobile has entered into several agreement with some parties, as follows PT Pos Indonesia (Persero), PT Bhakti Finance, PT Bank Rakyat Indonesia, PT PLN (Persero), PT Kereta Api (Persero), PT MNC Sky Vision with respect to Implementation Collection System from Customer and Online Reservation and Payment Ticketing System.

g.

g.

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 MARET 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE-PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) - Lanjutan

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS MARCH 31, 2009 AND 2008 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued

47. INSTRUMEN KEUANGAN DERIVATIF a Pada tanggal 12 September 2006, MNC B.V. dan Deutsche Bank AG, Singapura (DB) mengadakan kontrak US$ IDR nondeliverable foreign exchange hedge transaction untuk mengelola risiko pergerakan mata uang asing dengan jumlah notional US$ 100 juta, jatuh tempo 12 September 2011. Tidak terdapat pembayaran premi opsi pada awal kontrak, tetapi untuk membeli opsi tersebut, MNC B.V. harus melakukan satu seri pembayaran bunga berdasarkan suatu jumlah notional dalam Yen, dengan suatu potensi pembayaran oleh DB pada saat jatuh tempo, dimana DB akan melakukan penyelesaian secara kas dalam US$ atas jumlah notional US$ 100 juta, tergantung pada kurs US$/IDR pada saat jatuh tempo dan strike price yang ditentukan dalam kontrak. MNC B.V. dapat mengakhiri kontrak tersebut secara tahunan. Pada tanggal 12 Desember 2007, MNC B.V. mengalihkan hak, hutang dan kewajibannya pada transaksi lindung nilai kepada MNC.

47. DERIVATIVE FINANCIAL INSTRUMENTS a On September 12, 2006, MNC B.V. and Deutsche Bank AG, Singapore (DB) entered into a US$ IDR non-deliverable foreign exchange hedge transaction to manage the exposure to foreign currency movement with notional amount of US$ 100 million due on September 12, 2011. There is no option premium paid up-front, but for buying the option, MNC B.V. has to pay a series of quarterly interest payments based on Yen notional amount, with a potential pay out from DB in which DB will pay MNC B.V. on a maturity date a US$ cash settlement based on a notional amount of US$ 100 million, depending on the US$/IDR exchange rate and the strike price specified in the contract. This contract can be preterminated by MNC B.V. on a yearly basis. On December 12, 2007, MNC B.V. transferred its rights, liabilities and obligations under the hedge transaction to MNC.

48. ASET DAN KEWAJIBAN MONETER DALAM MATA UANG ASING Perusahaan dan anak perusahaan mempunyai aset dan kewajiban moneter dalam mata uang asing sebagai berikut:

48. MONETARY ASSETS AND LIABILITIES DENOMINATED IN FOREIGN CURRENCIES The Company and its subsidiaries had monetary assets and liabilities denominated in foreign currencies, as follows:

- 76 -

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 MARET 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE-PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) - Lanjutan

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS MARCH 31, 2009 AND 2008 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued

2009 Mata uang asing/Foreign Ekuivalen/ currency (nilai penuh/ Equivalent Rupiah full amount) Aset Kas dan setara kas US$ Yen Euro Lainnya/ Others US$ US$ US$ US$ Lainnya/ Others US$ US$ 84.001.374 577.008 12.830 17.768 35.271.053 31.737.988 10.096.994 919.815 70 198 101 386.218 347.531 110.562 3.459 87.940 1.855.894

2008 Mata uang asing/Foreign Ekuivalen/ currency (nilai penuh/ Equivalent Rupiah full amount) Assets 96.623.371 578.082 18.727 21.474 2.215.673 73.347.678 9.688.902 603.966 1.877 5.820 1.191.689 910.096 48 258 69 20.869 690.862 91.260 5.689 6 55 11.225 1.730.437 Cash and cash equivalents

Bank yang dibatasi penggunaannya Investasi jangka pendek Piutang usaha Piutang lain-lain

Restricted cash in bank Short-term investments Trade accounts receivable Other accounts receivable

Uang muka dan biaya dibayar dimuka Aset lain-lain Jumlah Aktiva Moneter Kewajiban Pinjaman jangka pendek Hutang usaha

315.852 8.031.040

Advances and prepaid expenses Other assets Total Monetary Assets Liabilities

Hutang lain-lain

Biaya masih harus dibayar

Pinjaman jangka panjang Hutang pihak hubungan istimewa Hutang obligasi Kewajiban tidak lancar lain-lain Jumlah Kewajiban Moneter Kewajiban Moneter Bersih

US$ US$ Euro Yen Lainnya/ Others US$ Euro Lainnya/ Others US$ Euro Lainnya/ Others US$ US$ US$ US$

2.549.902 1.842.320 616.856 102.359.216 1.600 1.768.499 63.626 14 10.639.994 149.630 14.301 75.000.000 689 138.041.151 327.497

27.921 199.753 9.520 12.409 12 19.365 982 1.114 116.508 2.309 226 821.250 11 1.511.551 3.586 2.726.517 (870.623)

4.509.173 15.852.001 363.006 10.367 2.155.018 46.561 16.155 4.772.336 183.540 75.000.000 236.155.182 372.188

42.472 149.310 4.995 86 20.298 641 119 44.951 2.526 706.425 2.224.346 3.506 3.199.675 (1.469.238)

Short-term loans Trade accounts payable

Other accounts payable

Accrued expenses

Long-term loans Payable to related parties Bonds payable Other noncurrent liabilities Total Monetary Liabilities Net Monetary Liabilities

Pada tanggal 31 Maret 2009 dan 2008, kurs konversi yang digunakan Perusahaan adalah sebagai berikut:

The conversion rates used by the Company and its subsidiaries as of March 31, 2009 and 2008were as follows:

31 Maret/March 31, 2009 2008 Rp Rp Euro 1 USD 1 SGD 1 JPY 100 15.432 10.950 7.607 12.123 14.559 9.217 6.683 9.227 1 Euro 1 USD 1 SGD 100 JPY

49. PENGARUH KRISIS KEUANGAN GLOBAL TERHADAP PERUSAHAAN DAN ANAK PERUSAHAAN Pasar uang dan pasar modal global telah mengalami ketidakstabilan dan krisis yang parah. Kemampuan Perusahaan dan anak perusahaan - 77 -

49. THE IMPACT OF GLOBAL FINANCIAL CRISIS TO THE COMPANY AND ITS SUBSIDIARIES

The global financial and capital markets have experienced severe credit crunch and volatility. The ability of the Company and its subsidiaries to

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 MARET 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE-PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) - Lanjutan

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS MARCH 31, 2009 AND 2008 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued

untuk melanjutkan kegiatan usaha dan mempertahankan tingkat profitabilitas serta untuk membayar hutangnya pada saat jatuh tempo mungkin sangat tergantung pada efektivitas kebijakan fiskal dan tindakan lainnya yang dilakukan untuk mencapai pemulihan ekonomi, yang berada diluar kendali Perusahaan. Namun demikian, Perusahaan dan anak perusahaan memiliki sumber keuangan yang memadai untuk melanjutkan kegiatan usahanya. Manajemen akan berusahan sebaik-baiknya sehingga Perusahaan akan dapat mengelola risiko usaha dengan baik walau dalam kondisi ekonomi yang tidak pasti saat ini. Manajemen memiliki ekspektasi bahwa Perusahaan dan anak perusahaan memiliki sumber daya yang memadai untuk melanjutkan kegiatan usahanya dalam waktu mendatang yang dapat diduga secara pantas. Oleh karena itu, dasar kelangsungan usaha tetap digunakan sebagai dasar penyusunan laporan keuangan. 50. INFORMASI TAMBAHAN Halaman 81 sampai dengan 85 adalah informasi keuangan PT. Global Mediacom Tbk (induk perusahaan tersendiri) yang menyajikan penyertaan Perusahaan pada anak perusahaan berdasarkan metode ekuitas dan bukan dengan metode konsolidasi. 51. PERSETUJUAN PENERBITAN KEUANGAN KONSOLIDASI LAPORAN

maintain operations and profitability and to pay their debts as they mature may be dependent to a large extent on the effectiveness of the fiscal measures and other actions, beyond the Company and its subsidiaries control, undertaken to achieve economic recovery.

Nevertheless, the Company and its subsidiaries has considerable financial resources to maintain its operation. The management will try its best so that the Company and its subsidiaries are well placed to manage its business risk successfully despite the current uncertain economic outlook. The management expects that the Company and its subsidiaries have adequate resources to continue in operational existence for the foreseeable future. Accordingly, they continue to adopt the going concern basis in preparing the financial statements.

50. SUPPLEMENTARY INFORMATION The financial information of PT. Global Mediacom Tbk (parent company only) on pages 81 to 85 ppresent the Companys investments in subsidiaries under the equity method, as opposed to the consolidation method. 51. APPROVAL OF THE FINANCIAL STATEMENTS CONSOLIDATED

Direksi Perusahaan telah menyetujui laporan keuangan konsolidasi Perusahaan dan anak perusahaan untuk diterbitkan pada tanggal 15 Mei 2009.

The consolidated financial statements were approved by the directors and authorized for issue on May 15, 2009.

*******

- 78 -

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN INFORMASI TAMBAHAN DAFTAR I: NERACA INDUK PERUSAHAAN TERSENDIRI 31 MARET 2009 DAN 2008 *) (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) 2009 ASET ASET LANCAR Kas dan setara kas Investasi jangka pendek Piutang lain-lain Uang muka dan biaya dibayar dimuka Pajak dibayar dimuka Jumlah Aset Lancar ASET TIDAK LANCAR Aset pajak tangguhan Investasi pada anak perusahaan dan perusahaan asosiasi Investasi lain-lain Aset tetap - setelah dikurangi akumulasi penyusutan sebesar Rp 35.169 juta tahun 2009 dan Rp 39.536 juta tahun 2008 Piutang pihak hubungan istimewa Aset lain-lain Jumlah Aktiva Tidak Lancar JUMLAH ASET KEWAJIBAN DAN EKUITAS KEWAJIBAN LANCAR Hutang lain-lain Hutang pajak Jumlah Kewajiban Lancar KEWAJIBAN TIDAK LANCAR Hutang pihak hubungan istimewa Kewajiban imbalan pasca kerja Pinjaman jangka panjang - setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun Jumlah Kewajiban Tidak Lancar EKUITAS Modal ditempatkan dan disetor Agio saham Modal sumbangan Modal lain-lain - opsi saham karyawan Selisih transaksi perubahan ekuitas anak perusahaan Rugi yang belum direalisasi atas efek Saldo laba Jumlah Ekuitas JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS *) Disajikan dengan metode ekuitas - 79 4.081 3.356 7.437 10.277 16.994 83.684 441.891 23.491 64.091 613.157 61.811 4.553.943 1.624.686

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk AND ITS SUBSIDIARIES SUPPLEMENTARY INFORMATION SCHEDULE I: BALANCE SHEETS OF PARENT COMPANY ONLY MARCH 31, 2009 AND 2008 *) (Figures in tables are stated in millions of Rupiah) 2008 ASSETS 209.978 404.282 8.769 12.455 425 635.909 71.808 6.379.551 CURRENT ASSETS Cash and cash equivalents Short-term investments Other accounts receivable Advances and prepaid expenses Prepaid taxes Total Current Assets NONCURRENT ASSETS Deferred tax assets Investments in subsidiaries and associates Other investment Fixed assets - net of accumulated depreciation of Rp 35,169 million in 2009 and Rp 39,536 million in 2008 Receivables from related parties Other assets Total Noncurrent Assets TOTAL ASSETS LIABILITIES AND EQUITY 6.660 800 7.460 10.329 27.288 CURRENT LIABILITIES Other accounts payable Taxes payable Total Current Liabilities NONCURRENT LIABILITIES Payables to related parties Post-employment benefits obligation Long-term loans - net of current maturities Total Noncurrent Liabilities EQUITY Issued and paid-up capital stock Additional paid-in capital Donated capital Other capital - employee stock option Difference due to change in equity of subsidiary Unrealized loss on available sale of securities Retained earnings Total Equity TOTAL LIABILITIES AND EQUITY *) Presented under equity method

7.057 32.266 6.279.763 6.892.920

8.578 4.556 24.203 6.488.696 7.124.605

1.939 29.210 1.375.808 867.198 410 12.047 1.394.500 (128.257) 3.334.567 6.856.273 6.892.920

3.298 40.915 1.374.885 862.693 410 22.853 1.869.114 2.946.275 7.076.230 7.124.605

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN INFORMASI TAMBAHAN DAFTAR II: LAPORAN LABA RUGI INDUK PERUSAHAAN TERSENDIRI UNTUK PERIODE-PERIODE YANG BERAKHIR 31 MARET 2009 DAN 2008 *) (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah)

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk AND ITS SUBSIDIARIES SUPPLEMENTARY INFORMATION SCHEDULE II: STATEMENTS OF INCOME OF PARENT COMPANY ONLY FOR THE PERIODS ENDED MARCH 31, 2009 AND 2008 *) (Figures in tables stated are in millions of Rupiah)

2009 PENDAPATAN BEBAN USAHA RUGI USAHA PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN Penghasilan bunga Kenaikan nilai investasi jangka pendek Keuntungan kurs mata uang asing bersih Lain-lain bersih Penghasilan (Beban) Lain-lain - Bersih BAGIAN LABA BERSIH ANAK PERUSAHAAN DAN PERUSAHAAN ASOSIASI LABA SEBELUM PAJAK MANFAAT PAJAK LABA BERSIH 735 11.333 (10.598)

2008 323 11.363 (11.040) REVENUES OPERATING EXPENSES LOSS FROM OPERATIONS OTHER INCOME (CHARGES) Interest income Increase in value of short-term investments Gain on foreign exchange net Others - net Other (Charges) Income - Net EQUITY IN NET INCOME OF SUBSIDIARIES AND ASSOCIATES INCOME BEFORE TAX TAX BENEFIT NET INCOME

2.155 (10.510) (8.355)

7.760 48.191 (4.351) (24.079) 19.761

59.164 40.211 1.171 41.382

58.561 67.282 3.797 71.079

*) Disajikan dengan metode ekuitas

*) Presented under equity method

- 80 -

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN INFORMASI TAMBAHAN DAFTAR III: LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS INDUK PERUSAHAAN TERSENDIRI UNTUK PERIODE-PERIODE YANG BERAKHIR 31 MARET 2009 DAN 2008 *) (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah)

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk AND ITS SUBSIDIARIES SUPPLEMENTARY INFORMATION SCHEDULE III: STATEMENTS OF CHANGES IN EQUITY OF PARENT COMPANY ONLY FOR THE PERIODS ENDED DECEMBER 31, 2009 AND 2008 *) (Figures in tables stated are in millions of Rupiah)

Modal disetor/ Capital stock Saldo per 1 Januari 2008 Perubahan ekuitas anak perusahaan Laba bersih periode berjalan Saldo per 31 Maret 2008 Saldo per 1 Januari 2009 Opsi saham karyawan Perubahan ekuitas anak perusahaan Laba bersih periode berjalan Saldo per 31 Maret 2009 1.374.885 1.374.885 1.375.710 98 1.375.808

Agio saham/ Additional paid-in capital 862.693 862.693 866.722 476 867.198

Modal sumbangan/ Donated capital 410 410 410 410

Modal lain-lain opsi saham karyawan/ Other capital employee stock option 22.853 22.853 12.491 (444) 12.047

Selisih transaksi perubahan ekuitas anak perusahaan/ Difference due to change in equity of subsidiary 1.872.094 (2.980) 1.869.114 1.617.403 (222.903) 1.394.500

Keuntungan (kerugian) belum direalisasi efek ekuitas tersedia dijual/ Unrealized gain (loss) on available for sale equity securities (128.257) (128.257)

Saldo laba/ Retained earnings 2.867.436 78.839 2.946.275 3.293.185 41.382 3.334.567

Jumlah ekuitas/ Total equity 7.000.371 (2.980) 78.839 7.076.230 7.037.664 130 (222.903) 41.382 6.856.273 Employees stock option Change in equity of subsidiaries Net income for the period Balance at March 31, 2009 Balance at January 1, 2008 Change in equity of subsidiaries Net income for the period Balance at March 31, 2008

Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasi yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi.

See accompanying notes to consolidated financial statements which are an integral part of the consolidated financial statements.

- 81-

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN INFORMASI TAMBAHAN DAFTAR IV: LAPORAN ARUS KAS TERSENDIRI INDUK PERUSAHAAN UNTUK PERIODE-PERIODE YANG BERAKHIR 31 MARET 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) 2009 ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI Penerimaan kas dari pelanggan Pembayaran kas kepada pemasok, karyawan dan lain-lain Kas digunakan untuk operasi Pembayaran bunga Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Operasi ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI Penerimaan bunga Penempatan investasi jangka pendek Pelepasan investasi Perolehan aset tetap Hasil penjualan aset tetap Penambahan aset lain-lain Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk) dari Aktivitas Investasi ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN Pembayaran pinjaman jangka panjang Penerimaan (pembayaran) pinjaman dari pihak hubungan istimewa Pembayaran dividen Setoran modal dari: Pelaksanaan opsi saham karyawan Kas Bersih Diperoleh (Digunakan untuk) Aktivitas Pendanaan PENURUNAN BERSIH KAS DAN SETARA KAS 2008

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk AND ITS SUBSIDIARIES SUPPLEMENTARY INFORMATION SCHEDULE IV: STATEMENTS OF CASH FLOWS OF PARENT COMPANY ONLY FOR THE PERIODS ENDED MARCH 31, 2009 AND 2008 (Figures in tables stated are in millions of Rupiah)

3.101 (16.460) (13.359) (65) (13.424)

27 (25.989) (25.962) (791) (26.753)

CASH FLOWS FROM OPERATING ACTIVITIES Cash receipts from customers Cash paid to suppliers, employees and others Cash used in operations Interest paid Net Cash Used in Operating Activities CASH FLOWS FROM INVESTING ACTIVITIES Interest received Placement in short-term investments Disposal of investments Acquisitions of fixed assets Proceeds from sale of fixed assets Addition to other assets Net Cash Provided by (Used in) Investing Activities CASH FLOWS FROM FINANCING ACTIVITIES Settlement of long-term loans Proceeds (payment) of loans from related parties Dividend paid Capital contributions from : Exercise of the employee Net Cash Provided (Used in) Financing Activities NET DECREASE IN CASH AND CASH EQUIVALENTS CASH AND CASH EQUIVALENTS AT BEGINNING OF PERIOD CASH AND CASH EQUIVALENTS AT END OF PERIOD *) Presented under equity method

2.155 (394) (52) 80 10 1.799

6.198 (87.000) (92.267) (29) (1.813) (174.911)

(352) (35) 444

(2.078) (25.000) (33) -

57 (11.568)

(27.111) (228.775)

KAS DAN SETARA KAS AWAL PERIODE KAS DAN SETARA KAS AKHIR PERIODE *) Disajikan dengan metode ekuitas

95.252 83.684

438.753 209.978

- 82 -