Anda di halaman 1dari 2

Abstract Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran tentang prestasi belajar anak sekolah dasar di Desa

Tepisari dalam hubungannya dengan status gizi, baik gizi kurang maupun gizi baik. Penelitian ini bersifat diskriptif. Sampel sebanyak 108 anak kelas III, IV, dan V Sekolah Dasar Tepisari I (puposive sampel). Status gizi anak diukur melalui pengukuran tinggi badan dan berat badan kemudian di bandingkandengan Baku Harvard untuk anak Indonesia. Prestasi belajar anak mencakup 4 bidang studi yaitu: Matematika, IPA, IPS dan Bahasa Indonesia yang diperoleh angka rapor catur wulan II tahun 1986/1987. Data dikumpulkan melalui pengamatan serta wawancaara dengan menggunkan kuesioner, angket, dan formulir isian. Analisa statistik yang digunakan adalah uji Khi kuadrat dan uji t. Hasilnya tidak ada hubungan yang bermakana antara prestasi Matematikan dengan status gizi anak, lamanya waktu belajar anak, bantuan otang tua dalam belajar anak. Tidak ada hubungan yang bermakana antara status gizi dengan mengulang kelas. Ada hubungan yang bermakna antara prestasi mata pelajaran gabungan anak dengan status gizi, keadaan mengulang kelas, lamanya waktu belajar, bantuan orang tua dalam belajar anak. Dari penelitian ini disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara status gizi dengan prestasi belajar anak. Diduga gizi kurang pada anak SD Tepisari I masih tergolong gizi kurang pada tahap ringan dan tidak mengganggu kemampuan belajarnya. Saran-saran yang dikemukakan ialah mengingat tingginya prevelensi anak SD dengan gizi kurang, perlu lebih diaktifkan kegiatan monitoring gizi anak SD yang telah ada. Perlu penataran monitoring gizi untuk guru-guru UKS. Pemberian tugaMasalah gizi adalah masalah kesehatan yang penanggulangannya
tidak dapat dilakukan dengan pendekatan medis dan pelayanan kesehatan saja. Prestasi belajar pun juga ada beberapa faktor yang mempengaruhinya, baik internal (dari dirinya) maupun eksternal (dari luar dirinya), dimana prestasi belajar merupakan interaksi antara berbagai faktor tersebut. Karena kematangan fisik dan psikis dalam bentuk jasmani yang sehat dan kecerdasan yang dapat mempengaruhi prestasi belajar itu diantaranya berhubungan erat dengan pola makan dan status gizi. Maka dari itu pentingnya makanan dengan gizi yang baik, selain itu pertumbuhan badan anak supaya tumbuh dengan sehat, juga untuk perkembangan (maturasi jaringan dan fungsinya) yang juga menuntut nutrisi yang baik untuk menunjang otak yang merupakan motor utama dari yang dinamakan perkembangan. Sehingga anak memiliki perkembangan intelektual yang baik dan menjadi generasi penerus bangsa yang unggul. Permasalahan gizi buruk merupakan permasalahan yang sering dialami di negara di dunia, baik negara maju maupun negara berkembang. Hal ini juga sangat berpengaruh pada prestasi belajar anak usia prasekolah di taman kanak-kanak karena pembentukan otak sejak kecil terhambat, sehingga berpengaruh pada kemampuan anak belajar di taman kanak-kanak, yang mengakibatkan di suatu taman kanak-kanak ada beberapa anak yang dinyatakan tidak lulus dalam proses belajar mengajar di sana. Masalah gizi kurang dan gizi buruk ini bila tidak ditangani secara serius akan mengakibatkan bangsa Indonesia akan mengalami Los Generation, keterlibatan keluarga yang selama 24 jam mendampingi anak, perhatian cukup dan pola asuh anak yang tepat akan memberi pengaruh yang besar dalam memperbaiki status gizinya. Karena anak merupakan salah satu golongan penduduk yang berada dalam situasi rentan dalam kehidupannya di tengah masyarakat, yang memiliki ketergantungan yang tinggi

terhadap orang tua. Jika orang tua lalai menjalankan tanggung jawabnya, maka anak akan menghadapi masalah. Karena anak yang kurang diperhatikan status gizinya, maka harapan orang tua yang ingin/ berharap anaknya bisa menjadi anak yang berguna dan membanggakan besar kemungkinan tidak akan tercapai, bahkan anak tersebut selain pertumbuhan dan perkembangan tubuhnya akan terganggu, juga akan menjadi anak yang lemah, tidak periang dan tak bergairah.

s PR agar tetap dipertahankan dan ditingkatkan. Perlu dibentuk kelompok belajar dengan "sistem bapak guru asuh". Perlu penelitian lebih lanjut dengan mempergunakan ukuran-ukuran antropometri lainnya dab tes-tes mental dengan skala sampel yang lebih besar. Kata Kunci: PRESTASI BELAJAR

Masalah gizi adalah masalah kesehatan yang penanggulangannya tidak dapat dilakukan dengan pendekatan medis dan pelayanan kesehatan saja. Prestasi belajar pun juga ada beberapa faktor yang mempengaruhinya, baik internal (dari dirinya) maupun eksternal (dari luar dirinya), dimana prestasi belajar merupakan interaksi antara berbagai faktor tersebut. Karena kematangan fisik dan psikis dalam bentuk jasmani yang sehat dan kecerdasan yang dapat mempengaruhi prestasi belajar itu diantaranya berhubungan erat dengan pola makan dan status gizi. Maka dari itu pentingnya makanan dengan gizi yang baik, selain itu pertumbuhan badan anak supaya tumbuh dengan sehat, juga untuk perkembangan (maturasi jaringan dan fungsinya) yang juga menuntut nutrisi yang baik untuk menunjang otak yang merupakan motor utama dari yang dinamakan perkembangan. Sehingga anak memiliki perkembangan intelektual yang baik dan menjadi generasi penerus bangsa yang unggul. Permasalahan gizi buruk merupakan permasalahan yang sering dialami di negara di dunia, baik negara maju maupun negara berkembang. Hal ini juga sangat berpengaruh pada prestasi belajar anak usia prasekolah di taman kanak-kanak karena pembentukan otak sejak kecil terhambat, sehingga berpengaruh pada kemampuan anak belajar di taman kanak-kanak, yang mengakibatkan di suatu taman kanak-kanak ada beberapa anak yang dinyatakan tidak lulus dalam proses belajar mengajar di sana. Masalah gizi kurang dan gizi buruk ini bila tidak ditangani secara serius akan mengakibatkan bangsa Indonesia akan mengalami Los Generation, keterlibatan keluarga yang selama 24 jam mendampingi anak, perhatian cukup dan pola asuh anak yang tepat akan memberi pengaruh yang besar dalam memperbaiki status gizinya. Karena anak merupakan salah satu golongan penduduk yang berada dalam situasi rentan dalam kehidupannya di tengah masyarakat, yang memiliki ketergantungan yang tinggi terhadap orang tua. Jika orang tua lalai menjalankan tanggung jawabnya, maka anak akan menghadapi masalah. Karena anak yang kurang diperhatikan status gizinya, maka harapan orang tua yang ingin/ berharap anaknya bisa menjadi anak yang berguna dan membanggakan besar kemungkinan tidak akan tercapai, bahkan anak tersebut selain pertumbuhan dan perkembangan tubuhnya akan terganggu, juga akan menjadi anak yang lemah, tidak periang dan tak bergairah.