Anda di halaman 1dari 16

BAB I DASAR GIZI Gizi adalah zat-zat yang dibutuhkan untuk mendapatkan energi, membangun, memelihara jaringan tubuh

serta mengatur proses kehidupan dalam tubuh. Status gizi adalah keadaan tubuh sebagai akibat konsumsi makanan dan penggunaan zat-zat gizi,Kata Gizi berasal dari bahasa Arab yang berarti Makanan,Ilmu gizi bisa berkaitan dengan makanan dan tubuh manusia. Dalam bahasa Inggris,Food menyatakan makanan pangan dan bahan makanan. Beberapa Pengertian Istilah Dalam Gizi : Ilmu Gizi(Nutrience Science)adalah ilmu yang mempelajari segala sesuatu tentang makanan dalam hubungannya dengan kesehatan optimal/tubuh. Zat Gizi(Nutrients)adalah ikatan kimia yang diperlukan untuk melakukan kegiatan. Gizi(Nutrition)adalah suatu proses organisme menggunakan makanan yang dikomsumsi secara normal melalui proses digesti,absorpsi,transportasi,penyimpanan,metabolisme dan pengeluaran zat-zat yang digunakan untuk mempertahankan kehidupan pertumbuhan dan fungsi normal dari organ-organ,serta menghasilkan energi. Pangan adalah istilah umum untuk semua bahan yang dapat dijadikan makanan. Bahan adalah makanan dalam keadaan mentah. Makanan adalah bahan selain obat yang mengandung zat-zat gizi atau unsur-unsur/ikatan kimia yang dapat diubah menjadi zat gizi oleh tubuh,yang berguna bila dimasukkan kedalam tubuh. Untuk hidup dan meningkatkan kualitas hidup,setiap orang memerlukan makanan seimbang yang terdiri 5 kelompok zat gizi(karbohidrat,protein,lemak,vitamin dan mineral)dalam jumlah cukup,tidak berlebihan dan tidak juga kekurangan.Disamping itu,manusia memerlukan air dan serat untuk memperlancar berbagai proses faali dalam tubuh.

Apabila konsumsi makanan sehari-hari kurang beranekaragam, maka akan timbul ketidakseimbangan antara masukan dan kebutuhan zat gizi yang diperlukan untuk hidup sehat dan produktif. Dengan mengonsumsi makanan sehari-hari yang beranekaragam, kekurangan zat gizi pada jenis makanan yang satu akan dilengkapi oleh keunggulan susunan zat gizi jenis makanan lain, sehingga diperoleh masukan zat gizi yang kuat dari makanan seimbang.

Unsur-unsur Gizi
a.Karbohidrat Unsur penyusun karbohidrat adalah C(carbon),H(hydrogen),dan O(oksigen). Karbohidrat merupakan sumber kalori utama bagi tubuh kita karena 80% dari kalori yang diperlukan tubuh berasal dari karbohidrat.Sebagai penghasil energy setiap 1 gram karbohidrat menghasilkan 4,1 kalori.Sumber utama karbohidrat adalah beras,jagung,gandum,singkong,ubi,kentang,talas,dan gula. Karbohidrat dapat dikelompokan dalam 3 macam,yaitu : a. Monosakarida,adalah karbohidrat yang terdiri dari satu molekul gula dan merupakan karbohidrat yang paling sederhana. Contoh glukosa dan fruktosa. b. Disakarida, adalah karbohidrat yang terdiri atas dua molekul gula yang terdiri atas dua unit monosakarida.Contoh : sukrosa/gula putih (gabungan glikosa dan fruktosa), maltosa (glukosa dan glukosa), dan laktosa (gabungan glukosa dan galaktosa). c. Polisakarida, adalah karbohidrat yang terdiri atas banyak unit monosakarida.Contoh : pati (aliminium),dan glikogen (gula otot) . Karbohidrat yang banyak diserap oleh tubuh manusia adalah monosakarida. Fungsi karbohidrat : Sumber energi Menjaga keseimbangan asam basa didalam tubuh Berperan penting dalam proses metabolisme didalam tubuh Pembentuk struktur sel dengan mengikat protein dan lemak. b.Protein Protein tersusun dari unsur-unsur karbon (C),hydrogen(H),oksigen(O),dan nitrogen((N). Protein dibentuk oleh berbagai macam asam amino (esensial dan non esensial).Asam amino esensial adalah asam amino yang tidak dapat dibentuk

oleh tubuh, jadi harus didatangkan dari luar.Asam amino non esensial adalah asam amino yang dapat dibentuk oleh tubuh. Protein yang kita butuhkan ada yang berasal dari hewan dan ada yang dari tumbuhan.Protein yang berasal dari hewan disebut protein hewani,sedangkan protein yang berasal dari tumbuhan disebut protein nabati. Sumber hewani,yaitu : Daging ayam,daging sapi,telur,ikan,dan lain-lain. Sumber nabati, yaitu : Kacang-kacangan (kacang hijau,kacang kedelai), daun singkong,daun kangkung,daun papaya,dan lain-lain. Fungsi protein itu sendiri,yaitu : Membangun sel-sel yang telah rusak Membentuk zat-zat penagtur seperti enzim dan hormone Sebagai sumber energy 1 gram protein menghasilkan 4,1 kalori Bahan pembentuk senyawa asam amino lainnya. c.Lemak Lemak adalah senyawa organik yang tersusun atas unsur-unsur C,H,dan O.Komponennya adalah asam lemak dan griserol.Lemak juga ada yang berasal dari hewan yang disebut lemak hewani dan lemak yang berasal dari tumbuhan disebut lemak nabati. Lemak hewani, yaitu : daging,keju,mentega,telur,ikan,dan lain-lain. Lemak nabati, yaitu : kelapa,kacang-kacangan,kemiri dan lain-lain. Fungsi lemak, yaitu : Sebagai penghasil kalori.satu gram lemak menghasilkan 9,4 kalori. Sebagai pelarut vitamin A, D, E, dan K. Sebagai pelindung terhadap bagian-bagian tubuh tertentu, dan pelindung bagian tubuh pada suhu rendah. d.Vitamin Berdasarkan kelarutannya vitamin dapat dibedakan menjadi dua golongan,yaitu vitamin yang larut dalam air (vitamin A dan B), dan vitamin yang larut dalam lemak (vitamin A, D, E, K). 1) Vitamin A Vitamin A dikenal dengan nama retinol, merupakan vitamin yang berperan dalam pembentukan indra penglihatan,dan sebagai salah satu komponen penyusun pigmen mata diretina.Selain itu vitamin ini juga berperan penting dalam menjaga kesehatan kulit dan imunitas tubuh.Sumber makanan yang mengandung vitamin A, antara lain susu, ikan, sayur-sayuran (berwarna hijau atau kuning seperti bayam, brokoli,dll), dan juga buah-buahan, seperti cabai merah, wortel, pisang, papaya).

2) Vitamin B1 Vitamin B1 dikenal dengan nama tiamin,merupakan salah satu vitamin yang berperan dalam menjaga kesehatan kulit, membantu mengkonversi karbohidrat menjadi energi, juga membantu proses metabolisme protein dan lemak.Sumber makanan yang mengandung vitamin B1 antara lain, gandum, susu, daging, kacang hijau, ragi, telur. 3) Vitamin B2 Vitamin B2 dikenal dengan nama riboflavin, yang berperan dalam pemindahan rangsang sinar ke saraf mata, dan enzim.Vitamin ini juga berperan dalam pembentukan sel darah merah, dan glikogen, serta menyokong pertumbuhan berbagai organ tubuh seperti kulit, rambut, dan kuku.Sumber makanan yang mengandung vitamin B2 antara lain sayur-sayuran, kacang kedelai, kuning telur, dan susu. 4) Vitamin B3 Vitamin B3 dikenal dengan nama niasin. Vitamin ini berperan dalam menj aga kadar gula darah, tekanan darah tinggi, penyembuhan migraine, dan vertigo serta menetralisir berbagai jenis senyawa racun.Sumber makanan yang mengandung vitamin B3 antara lain sumber hewani, seperti ragi, hati, ginjal, daging unggas, dan ikan serta sumber nabati, seperti gandum dan kentang manis. 5) Vitamin B5 Vitamin B5 dikenal dengan nama asam pantotenat. Vitamin ini berperan dalam menjaga komunikasi yang baik antara sistem saraf pusat dan otak dan memproduksi senyawa asam lemak, sterol, dan hormone tubuh.Sumber makanan yang mengandung vitamin B5 dapat ditemukan dalam makanan hewani, seperti daging, susu, ginjal, dan hati serta dalam makanan nabati, seperti sayuran hijau, dan jacang hijau. 6) Vitamin B6 Vitamin B6 dikenal dengan nama piridoksin. Vitamin ini berperan dalam Memproduksi antibody sebagai mekanisme pertahanan tubuh terhadap antigen atau senyawa asing yang berbahaya bagi tubuh. Sumber makanan yang mengandung vitamin B6 banyak terdapat dalam beras, jagung, kacang-kacangan, daging, dan ikan. 7) Vitamin B12 Vitamin B12 dikenal dengan nama sianokobalamin. Vitamin ini berperan dalam pemeliharaan kesehatan sel saraf, pembentukan molekul DNA dan RNA, pembentukan platelet darah. Sumber makanan yang mengandung vitamin B12 antara lain, telur, hati, dan daging. 8) Vitamin C Vitamin C dikenal dengan nama asam askorbat. Vitamin C merupakan senyawa antioksidan alami yang dapat menangkal berbagi radikal bebas dari polusi disekitar lingkungan.Vitamin ini berperan sebagai senyawa pembentuk

kolagen yang merupakan protein penting penyusun jaringan kulit, sendi, dan tulang serta berperan dalam penutupan luka saat terjadi pendarahan dan memberikan perlindungan lebih dari infeksi.Sumber makanan yang mengandung vitamin C banyak terdapat dalam buah-buahan, seperti blackurant, jambu klutuk, kiwi, melon, strawberry, jeruk, nenas dan lain-lain, dalam sayur-sayuran, seperti brokoli, kol, dan lain-lain. 9) Vitamin D Vitamin D dikenal dengan nama kalsiferol. Vitamin ini berperan dalam mengatur kadar kapur dan fosfor, pembentukan tulang dan gigi yang baik, dapat membantu metabolisme kalsium dan mineralisasi tulang.Sel kulit akan segera memproduksi vitaminD saa terkena cahaya matahari.Sumber makanan yang mengandung vitamin D banyak ditemukan dalam buah-buahan, seperti jeruk, strawberry, tomat, serta brokoli dan sayuran hijau lainnya dan sumber pada makanan hewani seperti, ikan, telur, susu, dan keju. e.Zat besi Zat besi (Ferum/Fe)

Fungsi Gizi
Ada tiga fungsi zat gizi dalam tubuh, yaitu: Menghasilkan Energi Zat-zat gizi yang berfungsi menghasilkan energi adalah karbohidrat, lemak, dan protein. Ketiga zat gizi ini terdapat dalam jumlah paling banyak dalam bahan pangan, termasuk ikatan organik yang mengandung karbon yang dapat dibakar sehingga dinamakan zat pembakar.

Pertumbuhan Dan Pemelihara Jaringan Tubuh Protein,mineral dan air adalah bagian dari jaringan tubuh.Fungsinya untuk membentuk sel-sel yang rusak,Dalam fungsi ini ketiga zat gizi tersebut dinamakan zat pembangun. Mengatur proses tubuh Protein,mineral,air dan vitamin diperlukan untuk mengatur proses tubuh.Protein keseimbangan air didalam sel,bertindak sebagai buffer dalam upaya memelihara netralitas tubuh dan membentuk antibodi sebagai penangkal mikroorganisme yang bersifat infektif,dan bahannya asing masuk kedalam tubuh.Mineral dan vitamin diperlukan sebagai pengatur dalam proses oksidasi.fungsi normal saraf,otot,serta banyak proses lain yang terjadi didalam tubuh termasuk proses menua.Air diperlukan untuk melarutkan bahan-bahan didalam tubuh,seperti didalam darah,cairan pencernaan,jaringan dan mengatur suhu tubuh,peredaran darah,pembuangan sisa-sisa/ekskresi dan lain-lain.Zat gizi dalam proses ini dinamakan zat pengatur. Contoh Makanan Sumber Zat Tenaga : Padi-padian(beras,gandum,jagung). Umbi-umbian(ubi kayu,ubi jalar,kentang) Tepung-tepungan(mie,pasta,roti). Minyak,margarine,santan.

Contoh Makanan Sumber Zat Pembangun : Nabati:kacang-kacangan,tempe,tahu. Hewani:daging,ayam,ikan,telur,susu dan bahan olahan lainnya(keju,dll).

Contoh Makanan Sumber Zat Pengatur: Sayur dan buah-buahan. Pengaruh Zat Gizi Pada Pertumbuhan dan Perkembangan Tubuh Manusia.
Secara umum zat gizi dari makanan yang kita konsumsi setiap hari akan mempengaruhi keadaan fisik/jasmani dan juga kondisi mental/rohani seseorang.Zat gizi diperlukan oleh setiap makhluk hidup diseluruh muka

bumi seperti binatang dan tumbuhan, namun pada artikel kali ini akan kita bahas zat gizi pada manusia. Pengaruh positif zat gizi pada fisik atau jasmani manusia : - Warna kulit segar dan normal - Rambut tumbuh sehat dan kuat - Gigi tumbuh sehat dan kuat juga - Otot-otot berkembang dengan baik - Fisik atau badan tumbuh dengan baik sempurna. Pengaruh positif zat gizi pada mental atau rohani manusia : - Percaya diri atau pede - Cerdas / pandai / pintar - Aktif, kreatif dan berinisiatif tinggi. Penyelidikan membuktikan bahwa apabila manusia sudah mencapai usia 20 tahun,maka pertumbuhan tubuhnya sama sekali sudah berhenti.ini berarti,makanan sudah tidak lagi berfungsi,tetapi untuk mempertahankan keadaan gizi yang sudah didapat atau membuat gizinya jauh lebih baik,Dengan demikian,kebutuhan akan unsur-unsur gizi dalam masa dewasa sudah agak konstan,kecuali jika terjadi kelainan-kelainan pada tubuhnya,seperti sakit dan sebagainya,sehingga mengharuskan dia mendapatkan kebutuhan zat gizi yang lebih dari biasanya.

Penyakit-Penyakit Gizi
Penyakit-penyakit atau gangguan-gangguan kesehatan akibat dari kelebihan atau kekurangan gizi, dan yang telah merupakan masalah kesehatan masyarakat, khususnya di Indonesia, antara lain sebagai berikut : 1. Penyakit Kurang Kalori dan Protein (KKP) Penyakit ini terjadi karena ketidak seimbangan antara kosumsi kalori atau karbohidrat dan protein dengan kebutuhan energy, atau terjadinya defesiensi energy dan protein. Pada umumnya penyakit ini terjadi pada anak balita, karena pada umur tersebut anak mengalami pertumbuhan yang pesat. Apabila kosumsi makanan tidak seimbang dengan kebutuhan kalori, maka akan terjadi defesiensi tersebut (kekurangan kalori dan protein).

5.Kekurangan zat besi Kekurangan ferum akan menyebabkan seseorang kurang darah (anemia) dan ini menyebabkan si penderita nampak Pucat, lesu, lemah dan kurang nafsu makan. Penyakit ini banyak diderita oleh bayi di bawah usia 2 tahun serta para ibu yang sedang hamil, dan menyusui serta wanita yang sedang haid. Karena jumlah ferum yang diserap hanya sekitar 10 persen, maka konsumsi yang dianjurkan adalah 10 mg untuk orang dewasa setiap hari atau 18 mg untuk wanita yang berusia 11-50 tahun 6.Kekurangan mineral Kekurangan magnesium,menimbulkan masalah otot seperti; lemah,kejang,kelelahan dan depresi. Kekurangan kalsium,tulang keropos,gigi yang tak sehat,kuku dan rambut mudah patah,darah encer dan susah beku. Kekurangan kalium meningkatkan hipertensi. Kekurangan fosfor mengakibatkan kerusakan tulang/mineralisasi tulang terganggu,pertumbuhan terhambat.gejalanya rasa lelah,kurang nafsu makan.

1.Penyakit Kurang Kalori dan Protein (KKP) Penyakit ini terjadi karena ketidak seimbangan antara konsumsi kalori atau karbohidrat dan protein dengan kebutuhan energi,atau terjadinya defisiensi atau defisit energi dan protein.Pada umumnya penyakit ini terjadi pada anak balita,karena pada umur tersebut anak mengalami pertumbuhan yang pesat.Apabila konsumsi makanan tidak seimbang dengan kebutuhan kalori,maka akan terjadi defisiensi tersebut (kurang kalori dan protein).Penyakit ini dibagi dalam tingkat-tingkat,yakni : a.KKP ringan, kalau berat badan anak mencapai antara 84%-95% dari berat badan menurut standar Harvard. b.KKP sedang, kalau berat badan anak hanya mencapai 44%-60% dari berat badan menurut standar Harvard. c.KKP berat (gizi buruk), kalau berat badan anak kurang dari 60% dari berat badan menurut standar Harvard.

Beberapa ahli hanya membedakan adanya dua macam KKP saja,yakni : KKPringan atau gizi kurang dan KKP berat (gizi buruk)atau lebih sering disebut marasmus (kwashiorhor).Anak atau penderita marasmus ini tampak sangat kurus, berat badan kurang dari 60% dari berat badan ideal menurut umur, muka berkerut seperti orang tua,apatis terhadap sekitarnya, rambut kepala halus dan jarang berwarna kemerahan. Penyakit KKP pada orang dewasa memberikan tanda-tanda klinis: oedema atau honger oedema, atau juga disebut penyakit kurang makan, kelaparan atau busung lapar. Oedema pada penderita biasanya tampak pada daerah kaki. 2.Penyakit kegemukan(Obesitas) Penyakit ini terjadi ketidak seimbangan antara konsumsi kalori dan kebutuhan energi,yakni konsumsi kalori terlalu berlebihan dibandingkan dengan kebutuhan atau pemakaian energi. Kelebihan energi didalam tubuh ini disimpan dalam bentuk lemak. Pada keadaan normal,jaringan lemak ini ditimbun ditempat-tempat tertentu diantaranya dalam jaringan subcutan, dan didalam jaringan tirai usus. Seseorang dikatakan menderita obesitas bila berat badannya pada laki-laki melebihi 15% dan pada wanita melebihi 20% dari berat badan ideal menurut umurnya. Pada orang yang menderita obesitas ini organ-organ tubuhnya dipaksa untuk bekerja lebih berat, karenah harus membawa kelebihan berat badan. Oleh sebab itu,pada umumnya lebih cepat gerah,capek,dan mempunyai kecenderungan untuk membuat kekeliruan dalam bekerja. Akibat dari penyakit obesitas ini, para penderitanya cenderung menderita penyakit-penyakit : hipertensi,dan diabetes malitus. 3.Anemia (penyakit kurang darah) Penyakit terjadi karena konsumsi zat besi (Fe) pada tubuh tidak seimbang atau kurang dari kebutuhan tubuh. Zat besi merupakan micro elemen yang esensial bagi tubuh, yang sangat diperlukan dalam pembentukan darah, yakni dalam hemoglobin (Hb). Disamping itu Fe juga diperlukan enzim sebagai penggiat. Zat besi lebih mudah diserap oleh usus halus dalam bentuk Ferro. Penyerapan ini mempunyai mekanisme autoregulasi yang diatur oleh kadar Ferritin yang terdapat dalam sel-sel mukosa usus. Ekskresi Fe dilakukan melalui kulit, di dalam bagian-bagian tubuh yang aus dan dilepaskan oleh permukaan tubuh yang jumlahnya sangat kecil sekali. Sedangkan pada wanita ekskresi Fe lebih

banyak melalui menstruasi. Oleh sebab itu, kebutuhan Fe pada wanita dewasa,lebih banyak dibandingkan dengan pada pria. Pada wanita hamil kebutuhan Fe meningkat karena bayi yang dikandung juga memerlukan Fe ini. Defisiensi Fe atau anemia besi di Indonesia jumlahnya besar sehingga sudah menjadi masalah kesehatan masyarakat. Program penanggulangan anemia besi, khususnya untuk ibu hamil sudah dilakukan melalui pemberian Fe secara cuma-Cuma melalui Puskesmas atau Posyandu. Akan tetapi karena masih rendahnya pengetahuan sebagian besar ibu-ibu hamil masih rendah, maka program ini tampak berjalan lambat. 4.Zerophthalmia (Defisiensi Vitamin A) Penyakit ini disebabkan karena kekurangan konsumsi vitamin A di dalam tubuh. Gejala-gejala penyakit ini adalah kekeringan epithel biji mata dan kornea, karena glandula lacrimalis menurun. Terlihat selaput selaput bolamata keriput dan kusam bila biji mata bergerak. Fungsi mata berkurang menjadi hemeralopia atau nictalpia, yang oleh awam disebut buta senja atau buta ayam,tidak sanggup melihat pada cahaya remang-remang. Karena sel-selnya menjadi lunak yang disebut keratomalacia dan dapat menimbulkan kebutaan. Fungsi vitamin A sebenarya mencakup 3 fungsi,yakni: fungsi dalam proses melihat,dalam proses metabolism,dan proses reproduksi.Gangguan yang diakibatkan karena kekurangan vitamin A yang menonjol,khususnya di Indonesia adalah gangguan dalam proses melihat yang disebut Zerophthalmia ini.Oleh sebab itu,penanggulangan defisiensi kekurangan vitaminA yang penting disini ditujukan kepada pencegahan kebutaan pada anak balita.Program penanggulangan zerophthalmia ditujukan pada anak balita dengan pemberian Vitamin A secara cuma-cuma melalui Puskesmas atau Posyandu.disamping itu,program pencegahan dapat dilakukan melalui penyuluhan gizi masyarakat tentang makanan-makanan yang bergizi,khususnya makanan-makanan sebagai sumber vitamin. 5.Penyakit Gondok Endemik Zat Iodium merupakan zat gizi esensial bagi tubuh,karena merupakan komponen dari hormone Thyroxin.Zat Iodium ini dikonsentrasikan didalam kelenjar gondok(glandula thyroidea) yang dipergunakan dalam sintesa hormon Thyroxin.Hormon ini ditimbun dalam folikel kelenjar gondok,terkonjugasi dengan protein(globulin),maka disebut Thyroglobulin.Apabila diperlukan

thyroglobilin ini dipecah dan terlepas hormon thyroxin yang dikeluarkan dari folikel kelenjar kedalam aliran darah. Kekurangan zat Iodium ini berakibatkan kondisi hypothyroidisme(kekurangan Iodium),dan tubuh mencoba untuk mengkonpensasi dengan menambah jaringan kelenjar gondok.Akibatnya terjadi hypertrophi(membesarnya kelenjar thyroid),yang kemudian disebut penyakit gondok.Apabila kelebihan zat Iodium maka akan mengakibatkan gejala-gejala pada kulit yang disebut Iodium dermatitis.Penyakit gondok ini di Indonesia merupakan endemik terutama didaerah-daerah terpencil dipegunungan,yang air minumnya kekurangan zat Iodium.Oleh sebab itu,penyakit kekurangan Iodium ini disebut Gondok Endemik. Kekurangan Iodium juga dapat menyebabkan gangguan kesehatan lain,yakni:Cretinnisma.Kretinnisma adalah suatu kondisi penderita dengan tinggi badan dibawah normal(cebol).Kondisi ini disertai berbagai tingkat keterlambatan perkembangan jiwa dan kecerdasan,dari hambatan ringan sampai dengan sangat berat(debil).Ekspresi muka seorang cretin ini memberikan kesan orang bodoh,karena tingkat kecerdasannya sangat rendah.Pada umumnya orang cretin ini dilahirkan dari ibu yang sewaktu hamil kekurangan zat Iodium. Therapi penyakit ini pada pnderita dewasa pada umumnya tidak memuaskan.Oleh sebab itu,penanggulangan yang paling baik adalah pencegahan,yaitu dengan memberikan dosis Iodium kepada para ibu hamil.Untuk penanggulangan penyakit akibat kekurangan Iodium dalam rangka peningkatan kesehatan masyarakat dapat dilakukan melalui program Iodiumisasi.Yaitu dengan penyediaan garam dapur yang diperkaya dengan Iodium.Dalam kaitan ini pemerintah Indonesia melalui Departemen Perindustrian telah memproduksi khusus garam Iodium untuk daerah-daerah endemik gondok.

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR.. i

DAFTAR ISI. ii BAB I. DASAR GIZI.. FUNGSI GIZI... 1 3

PENGARUH GIZI PADA PERTUMBUHAN.. 3 FAKTOR YANG MEMPENGARUHI GIZI REMAJA DAN DEWASA KEBUTUHAN GIZI SEIMBANG. A.Protein. B.Lemak.. C.Vitamin... 3 4 4 5 6

D.Fe/Zat besi MULTIVITAMIN DAN MINERAL. AKIBAT GIZI YANG TAK TERCUKUPI.. KESIMPULAN DAN SARAN. DAFTAR PUSTAKA

6 6 8 9 11

KESIMPULAN DAN SARAN Dalam menjaga kesehatan tubuh yang baik, maka setiap individu harus menjaga dan mengatur kestabilan pola makan dengan mncukupi kebutuhan gizi seimbang yang mengandung unsur-unsur karbohidrat, lemak, protein, vitamin, dan mineral. Selain menjaga nutrisi seimbang, juga harus menjaga kesehatan lingkungan, dan pola pikir yang positif. Untuk itu jagalah pola makan yang baik sehingga tubuh tetap sehat dan terhindar dari berbagai penyakit.

DAFTAR PUSTAKA Marsetyo dkk.1991. Ilmu Gizi, Rhineka cipta:jakarta Moehji sjahmien,1999. Ilmu Gizi,Bhratara:Jakarta. Roedjito d, Djiteng.1987. Perencanaan Gizi, PT Media sarana press:jakarta Supariasa I Dewa Nyoman,Bakri Bactiyar,Fajar Ibnu,2001.Penilaian Status Gizi,Buku Kedokteran EGC. Yusmarni,1999.Gizi Dasar,Instalasi Boga Hotel-Banda Aceh.