Anda di halaman 1dari 4

INVASI TELUK BABI Invasi Teluk Babi (di Kuba dikenal pula sebagai Playa Girn sesuai dengan

pantai di Teluk Babi tempat pendaratan pasukan penyerbu) adalah sebuah pendaratan yang di rencanakan dan didanai oleh Amerika Serikat dan dilakukan oleh orang-orang Kuba di pembuangan di Kuba barat daya untuk menggulingkan pemerintahan Fidel Castro p ada 1961. Peristiwa ini menandai klimaks tindakan anti Kuba oleh AS. Ketegangan AS-Kuba telah bertumbuh sejak Castro menggulingkan rezim diktator militer sayap kanan Jenderal Fulgencio Batista yang didukung AS pada 1 Januari 1959. Pemerinta han Eisenhower dan Kennedy telah menilai bahwa pergeseran Castro kepada Uni Sovi et tidak bisa diterima, dan karena itu mereka berusaha menggulingkannya. Namun, invasi ini gagal total dan ternyata menjadi noda internasional bagi pemerintahan Kennedy. Kegagalan upaya invasi ini telah dianalisis sebagai kasus ideal tentang groupthi nk dan pengambilan keputusan yang buruk. Yang lain, khususnya orang-orang Amerik a-Kuba, memandang masalah ini sebagai keputusan kebijakan oleh pemerintah Kenned y untuk menyingkirkan para pelarian Kuba yang mengganggu, dan pandangan ini meni mbulkan akibat yang berkepanjangan, dan yang kini menguntungkan Partai Republik. Dalam perdebatan-perdebatan di Dewan Keamanan PBB, upaya Kuba untuk mengutuk AS sebagai agresor gagal karena veto Amerika. A. Persiapan Sebagai persiapan invasi ini CIA telah mulai merekrut dan melatih para pelarian Kuba pada masa pemerintahan Eisenhower, berbulan-bulan sebelum AS memutuskan hub ungan diplomatik dengan Kuba pada Januari 1966, ketika ketegangan antara Washing ton dan Havana meningkat. Namun, Wakil Presiden Richard Nixon, dan bukan Eisenho wer yang mendorong agar rencana itu dilaksanakan. Setelah itu Nixon selalu kuati r bahwa keterlibatan dan tanggung jawabnya atas kegagalan operasi itu akan muncu l. CIA mula-mula yakin bahwa badan itu mampu menggulingkan Castro, karena sebelu mnya telah berhasil menggulingkan Perdana Menteri Mohammed Mossadegh dari Iran p ada 1953 dan Presiden Jacobo Arbenz Guzmn dari Guatemala pada 1954. Rencana semula adalah mendaratkan brigade pelarian (Brigade 2506) di daerah seki tar kota kolonial tua Trinidad, Kuba, yang terletak di provinsi tengah Sancti Sp iritus sekitar 400 km barat daya Havana di kaki pegunungan Escambray. Pemilihan lokasi Trinidad memberikan sejumlah pilihan yang dapat dimanfaatkan oleh brigade pelarian itu dan yang akan menguntungkan mereka pada waktu penyerbuan. Penduduk Trinidad umumnya menentang Castro dan pegunungan yang terjal di luar kota itu m emberikan daerah operasi dan kesana pasukan penyerbu dapat mengundurkan diri dan melakukan perang gerilya apabila pendaratan itu gagal. Sepanjang tahun 1960, pa sukan Brigade 2506 yang terus bertambah itu berlatih di lokasi-lokasi di seluruh Florida selatan dan di Guatemala untuk melakukan pendaratan pantai dan kemungki nan pengunduran diri ke gunung. Namun, atas perintah Kennedy, misi itu diubah sehingga pendaratan Brigade 2506 d ilakukan di dua titik di Provinsi Matanzas, 202 km tenggara Havana di ujung timu r jazirah Zapata di Bahia de Cochinos (Teluk Babi). Pendaratan itu akan dilakuka n di pantai Girn dan Larga. Pemerintah Castro telah diperingatkan oleh agen-agen s enior KGB Osvaldo Snchez Cabrera dan "Aragon," yang masing-masing meninggal dengan menyedihkan sebelum dan sesudah penyerbuan itu (Welch dan Blight, hlm. 113). Pe merintah AS sadar bahwa kemungkinan akan terjadi banyak korban. B. Invasi Pagi hari 15 April 1961, tiga penerbangan pesawat pengebom ringan Douglas B-26B Invader dengan tanda Fuerza Aerea Revolucionaria (FAR - Angkatan Udara Revolusio ner) pada pesawatnya, mengebom dan menembaki landasan-landasan udara Kuba di San Antonio de Los Baos, Bandara Internasional Antonio Maceo, dan landasan udara di C iudad Libertad. Operasi Puma, kode yang diberikan untuk serangan udara terhadap Angkatan Udara Revolusioner Kuba itu, merencanakan serangan udara selama 48 jam di seluruh pulau tersebut untuk menghancurkan secara efektif kekuatan udara Kuba , memberikan jaminan kepada Brigade 2506 keunggulan udara terhadap pulau tersebu t sebelum pendaratan yang sesungguhnya di Teluk Babi. Namun hal ini gagal, karen a serangan udara itu tidak berlangsung terus-menerus seperti yang direncanakan s

emula, krena dibatasi oleh keputusan-keputusan pada tingkat tertinggi pemerintah an AS, dan Castro telah mengetahui terlebih dulu mengenai invasi ini dan telah m enyingkirkan pesawat-pesawatnya hingga tidak bisa dihancurkan. Dari pesawat-pesa wat Brigade 2506 yang dikirim pada pagi 15 April itu, salah satunya ditugasi unt uk memberikan kisah heroik CIA dalam invasi tersebut. Pesawat B-26B dua penumpan g yang dimodifikasi sedikit yang digunakan untuk misi ini dikemudikan oleh Capta in Mario Zuniga. Sebelum berangkat, penutup mesin dari salah satu dari kedua mes innya diangkat oleh petugas pemeliharaan, ditembak, lalu dipasang kembali untuk memberikan kesan bahwa pesawat itu telah ditembaki dari darat pada saat penerban gannya. Captain Zuniga berangkat dari sebuah pangkalan pembuangan di Nikaragua d alam sebuah misi penerbangan rendah solo yang akan membawanya ke atas provinsi p aling barat, Pinar del Rio, Kuba, and kemudian ke timur laut menuju Key West, Fl orida. Begitu berada di atas pulau Kuba, Captain Zuniga terbang curam meninggi m enjauhi gelombang Selat Florida ke suatu ketinggian di mana ia akan terdeteksi o leh instalasi radar AS berada di utara Kuba. Pada suatu ketinggian dan jarak yan g aman di sebelah utara pulau itu, Captain Zuniga menghiasi mesin dengan lubanglubang peluru hasil penembakan terlebih dulu pada penutup mesinnya, lalu mengiri mkan pesan SIS dan meminta izin untuk segera mendarat di Stasiun Udara Angkatan Laut Boca Chica beberapa kilometer di sebelah timur laut dari Key West, Florida. Pada saat pesan Captain Zuniga disampaikan kepada dunia pada tengah pagi tanggal 15 itu, tinggal satu pesawat pengebom Douglas dari Brigade itu yang belum kemba li ke atas laut Karibia pada suatu bagian penerbangan selama 3 1/2 jam ke pangka lan mereka untuk kembali dipersenjatai dan mengisi bahan bakar. Namun, pada saat pendaratan, para awak penerbang itu menemukan pesan kawat dari Washington yang memerintahkan mereka untuk menunda tanpa baas semua operas pertempuran lebih lan jut terhadap Kuba. Pada 17 April, sekitar 1.500 orang pelarian Kuba yang dilengkapi dengan persenja taan Amerika mendarat di pantai selatan Kuba di Teluk Babi. Mereka berharap akan mendapatkan dukungan dari penduduk setempat, dan bermaksud melintasi pulau itu ke Havana. CIA mengasumsikan bahwa invasi itu akan menimbulkan pemberontakan rak yat melawan Castro. Namun, operasi itu telah dinantikan oleh Castro, dan dalam m engantisipasi serangan itu, pemerintah menangkapi sejumlah besar orang Kuba anti Castro. Meskipun pasukan-pasukan Castro yang berada di lapangan itu sendiri men yerah, segera menjadi jelas setelah beberapa kontak senjata dengan pasukan-pasuk an tambahan Castro bahwa para pelarian itu tidak akan mendapatkan dukungan efekt if di lapangan penyerbuan dan kemungkinan akan kalah. Kennedy memutuskan untuk t idak memberikan dukungan udara AS kepada invasi yang gagal itu (meskipun empat p enerbang AS konon terbunuh atau tertangkap di Kuba pada waktu invasi) karena ia menentang intervensi terbuka dan kenyataannya tak suatupun kecuali pasukan-pasuk an darat AS yang dapat menyelamatkan operasi itu. Kennedy pun membatalkan sejuml ah sortie pengeboman (hanya dua yang terjadi) pada Angkatan Udara Kuba yang dibe rikan perintah untuk tidak terbang, yang mungkin sudah akan melumpuhkan Angkatan Udara Kuba dan memberikan keunggulan udara kepada para penyerang. Marinir AS ti dak dikirim, meskipun ada kapal-kapal pendukung di lepas pantai yang siap untuk mendarat begitu mendapat perintah. Pada saat pertempuran berakhir pada 19 April, 114 orang pelarian Kuba meninggal dan sisanya tertangkap. Ke-1189 pasukan pelarian Kuba itu dengan cepat diadili dan dijatuhi hukuman 30 t ahun penjara karena pengkhianatan. Setelah perundingan selama 20 bulan dengan AS , Kuba melepaskan para tawanan itu dengan imbalan bantuan makanan dan obat-obata n senilai $53 juta. Invasi Teluk Babi yang gagal ini sangat memalukan pemerintahan Kenned, dan membu at Castro kuatir tentang kemungkinan intervensi AS di masa depan di Kuba. Akibat kegagalan ini, Direktur CIA Allen Dulles, Wakil Direktur CIA Charles Cabell, da n Wakil Direktur Operasi Richard Bissell dipaksa mengundurkan diri. Ketiga orang ini bertanggung jawab atas perencanaan operasi di CIA. Namun, pemerintah AS tet ap melanjutkan operasi-operasi rahasia yang tidak kompeten di Kuba, dan belakang an melakukan Proyek Kuba untuk "menolong Kuba menggulingkan rezim Komunis itu." Ketegangan kemudian memuncak kembali dalam Krisis Misil Kuba tahun 1962. CIA menulis sebuah laporan internal yang terinci yang menuduh bahwa kegagalan it u terletak semata-mata pada ketidakkompetenan internal. Sejumlah kekeliruan fata

l oleh CIA dan analis Amerika lainnya ikut menyebabkan kegagalannya: Pemerintah yakin bahwa pasukan-pasukan itu dapat mengndurkan diri ke pegunungan untuk memimpin sebuah perang gerilya bila mereka kalah dalam perang terbuka. Peg unungan itu terlalu jauh untuk dijangkau dengan berjalan kaki, dan pasukan-pasuk an itu diterjunkan di daerah berawa-rawa di mana mereka dengan mudah dikepung. Mereka percaya bahwa keterlibatan AS dalam insiden itu dapat disangkal. Mereka yakin bahwa orang-orang Kuba akan berterima kasih bila dibebaskan dari Ca stro dan segera akan bergabung dalam pertempuran, namun kebanyakan rakyat Kuba s angat mendukung Castro dan Revolusi; ribuan orang lainnya ditangkap sebelum pend aratan. Keyakinan CIA yang nyaris total bahwa rakyat Kuba akan bangkit dan berga bung dengan mereka hampir pasti didasarkan pada kehadiran badan itu yang sangat lemah di daratan Kuba. Karena itu, hampir semua informasi mereka datang dari par a pengungsi dan pembelot, yang ternyata bukan sumber-sumber informasi yang layak dipercaya. Agen CIA E. Howard Hunt telah mewawancarai orang-orang Kuba di Havan a sebelum invasi; dalam sebuah wawancara di kemudian hari dengan CNN, ia berkata , "...apa yang dapat saya temukan hanyalah antusiasme besar untuk Fidel Castro." [1] Mereka percaya bahwa semangat pasukan invasi itu tinggi, karena itu invasi harus berlangsung dengan cepat. Banyak pemimpin militer cukup yakin bahwa invasi itu akan gagal namun mereka men gira bahwa Kennedy akan mengirimkan Marinir untuk menyelamatkan para pelarian it u. Namun, Kennedy tidak menginginkan perang besar-besaran dan meninggalkan para pasukan pelarian. Sebuah artikel Washington Post, "Soviets Knew Date of Cuba Attack" (Soviet tahu tanggal penyerangan Kuba) (April 29, 2000), menunjukkan bahwa CIA memiliki infor masi yang menunjukkan bahwa Uni Soviet mengetahui invasi yang akan dilakukan dan tidak memberitahukannya kepada Kennedy. Radio Moskow malah menyiarkan siaran be rbahasa Inggris pada 13 April 1961 yang meramalkan invasi "dalam sebuah rencana yang ditelurkan oleh CIA" dengan menggunakan "kriminal-kriminal" bayaran dalam t empo seminggu. Invasi itu terjadi empat hari kemudian. Invasi ini seringkali dikritik karena menjadikan Castro bahkan lebih populer, me nambahkan sentimen-sentimen nasionalistik terhadap dukungan bagi kebijakan-kebij akan ekonominya. Setelah pengeboman B-26 yang pertama, Castro mengumumkan revolu si "Marxis-Leninis". Setelah invasi itu, ia mengembangkan hubungan yang lebih er at dengan Uni Soviet, sebagian untuk mendapatkan perlindungan, yang merintis jal an bagi Krisis Misil Kuba satu setengah tahun kemudian. Setiap tahun masih dilakukan latihan bahaya penyerangan tahunan di seluruh Kuba pada 'Dia de la Defensa' (hari pertahanan) untuk mempersiapkan seluruh penduduk terhadap invasi. Istilah "Teluk Babi" juga digunakan oleh Presiden Richard Nixon sebagai acuan ra hasia terhadap pembunuhan Kennedy dalam percakapan Gedung Putih yang terekam dal am pita-pita rekaman Watergate. Perlawanan terhadap Castro berlanjut di wilayah umum sekurang-kurangnya sampai 1 965 dalam tindakan-tindakan yang disebut pemerintah Kuba sebagai Perang melawan para bandit.

PENUTUP Invasi Teluk Babi di Kuba yang dilakukan oleh Amerika Serikat di bawah kepemimpi nan Presiden John F. Kennedy lebih dominan dilatarbelakangi oleh faktor-faktor e ksternal, yaitu sejak Castro menggulingkan rezim diktator militer sayap kanan Je nderal Fulgencio Batista yang didukung AS pada 1 Januari 1959. Pemerintahan Eise nhower dan Kennedy telah menilai bahwa pergeseran Castro kepada Uni Soviet tidak bisa diterima, dan karena itu mereka berusaha menggulingkannya. Hal ini dilakuk an oleh Amerika mengingat bahwa Fidel Castro adalah seorang sosialis-komunis. De ngan berkuasanya Fidel Castro maka akan bertambahnya musuh Amerika yang berhalua n kiri (tidak menganut sistem pemerintahan yang demokratis) terlebih letak geogr afis Amerika dengan Kuba sangat berdekatan. Jika pengaruh Fidel Castro yang berh

aluan kiri ini tidak dihentikan, maka tidak menutup kemungkinan akan ada negara lainnya yang bisa terdoktrinisasi oleh pemimpin Kuba yang berhaluan komunis ini. Namun sayang, ternyata invasi Amerika kali ini gagal.