Anda di halaman 1dari 15

Laporan Praktikum Fisika Dasar Multimeter dan Hukum Ohm

Disusun oleh Chaerulumam NPM 065111172 Dikri Zakaria NPM 065111177 Topik saleh NPM 065111178

Program Studi Ilmu Komputer Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Bogor 2011 - 2012

KATA PENGANTAR Puji Syukur kehadirat Allah SWT karena dengan rahmat dan ridhanya lah penyusun dapat menyelesaikan laporan praktikum fisika dasar ini yang berjudul Multimeter dan Hukum Ohm, shalawat dan salam semoga tetap terlimpahka kepda junjungan kita nabi besar Muhammad SAW, pada keluarganya, para sahabatnya, dan kepada ummatnya hingga akhir zaman. Setelah melakukan praktikum tentang Multimeter dan Hukum Ohm di labolatorium fisika, kami ditugaskan untuk menyusun laporan praktikum ini yang berisikan tentang hasil percobaaan kami di laboratorium. Percobaan kali ini mengenai Multimeter dan Hukum Ohm yang dalam kesehariannya sering terjadi. Pernyusun sadar bahwa dalam penyusunan laporan ini masih jauh dari kesempurnaan, untuk itu dengan segala kerendahan hati penyusun mohon maaf apabila terdapat penulisan kata yang tidak sesuai dan dengan besar hati menerima kritik dan saran yang bersifat membangun demi hasil yang lebih baik di masa yang akan datang. Penyusun berharap semoga buku laporan tugas akhir ini akan bermanfaat bagi kita bersama. Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin.

Bogor, 11 Desember 2011

Penyusun i

DAFTAR ISI Kata Pengantar...................................................................................................................... i Daftar Isi................................................................................................................................ ii BAB I PENDAHULUAN..................................................................................................... 1 1.1. Tujuan Percobaan........................................................................................................... 2 1.2. Dasar Teori..................................................................................................................... 2 BAB II ALAT DAN BAHAN............................................................................................... 4 2.1. Peralatan yang digunakan.............................................................................................. 4 2.2. Bahan............................................................................................................................. 4 BAB III METODE PERCOBAAN....................................................................................... 5 BAB IV HASIL PENGAMATAN DAN PERHITUNGAN................................................ 6 4.1. Hasil Pengamatan............................................................................................................6 4.2. Perhitungan..................................................................................................................... 7 BAB V PEMBAHASAN...................................................................................................... 10 BAB VI KESIMPULAN....................................................................................................... 11 DAFTAR PUSTAKA............................................................................................................ 12 LAMPIRAN.......................................................................................................................... 13

ii

BAB I PENDAHULUAN Pada pembahasan tentang rangkaian listrik, perlu kiranya kita mengetahui terlebih dahulu beberapa hal megenai apa itu yang dimaksud dengan listrik. Untuk memahami tentang listrik, perlu kita ketahui terlebih dahulu pengertian dari arus. Arus merupakan perubahan kecepatan muatan terhadap waktu atau muatan yang mengalir dalam satuan waktudengan kata lain arus adalah muatan yang bergerak. Selama muatan tersebut bergerak maka akan muncul arus tetapi ketika muatan tersebut diam maka arus pun akan hilang. Muatan akan bergerak jika ada energi luar yang memepengaruhinya. Muatan adalah satuan terkecil dari atom atau sub bagian dari atom. Dimana dalam teori atom modern menyatakan atom terdiri dari partikel inti (proton bermuatan + dan neutron bersifat netral) yang dikelilingi oleh muatan elektron (-), normalnya atom bermuatan netral. Sedangkan pengertian Hambatan listrik adalah perbandingan antara tegangan listrik dari suatu komponen elektronik (misalnya resistor) dengan arus listrik yang melewatinya Adapun bunyi hukum ohm sendiri adalah besarnya kuat arus berbanding lurus dg beda potensial & berbanding terbalik dengan hambatan hambatan.

1.1. Tujuan 1. Mempelajari cara penggunaan multimeter 2. mempelajari teknik pengukuran dalam rangkaian 3. mempelajari berlakunya Hukum Ohm dalam rangkaian listrik sederhana 1.2. Dasar Teori Jika memakai perbedaan potensial yang sama di antara ujung-ujung tongkat tembaga dan tongkat kayu yang mempunyai geometri yang serupa, maka dihasilkan arus-arus yang sangat berbeda. Karakteristik (sifat) penghantar yang menyebabkan hal ini adalah hambatannya. Kita mendefinisikan hambatan dari sebuah penghantar (yang sering dinamakan tahanan = resistor) di antara dua titik dengan menaikan sebuah beda potensial V di antara titik-titik tersebut, dan dengan mengukur arus i. Jika V dinyatakan di dalam volts dan i dinyatakan di dalam ampere, maka hambatan akan dinyatakan di dalam ohms (disingkat ). Aliran muatan yang melalui sebuah penghantar seringkali dibandingkan dengan aliran air melalui sebuah pipa, yang terjadi karena adanya perbedaan tekanan di antara ujungujung pipa tersebut, yang barangkali dihasilkan oleh sebuah pompa. Perbedaan tekanan ini dapat dibandingkan dengan sebuah perbedaan potensial yang dihasilkan oleh sebuah baterai di antara ujung-ujung dari sebuah tahanan (resistor) aliran air (misal liter/detik) dibandingkan dengan arus (coulomb/detik atau ampere). Banyakanya air yang mengalir per satuan waktu (rate of flow of water) untuk suatu perbedaan tekanan yang diberikan ditentukan oleh sifat pipa. Hukum Ohm Berdasarkan dasar teori di atas, maka dapat diberikan gambaran mengenai hambatan. Hambatan pada sebuah rangkaian erat kaitannya dengan berlakunya Hukum Ohm. Hambatan pada sebuah penghatar adalah sama, tidak perduli berapapun tegangan yang digunakan untuk mengukur arus tersebut. Multimeter adalah alat ukur listrik yang telah dikenal luas. Pada umumnya multimeter digunakan untuk pengukuran tegangan, arus, serta tahanan. Pengetahuan tentang cara penggunaan multimeter sangat penting untuk menghindari kecelakaan yang dapat membahayakan alat maupun pengguna. Dalam percobaan ini digunakan multimeter analog ABB MA 2H. Walaupun penampilan suatu jenis multimeter berbeda dengan multimeter lain, namun pengetahuan akan suatu jenis multimeter akan sangat membantu dalam mempelajari cara penggunaan multimeter secara umum. Gambar multimeter dengan beberapa bagian pentingnya pada gambat 1. Lubanglubang 1 hingga 5 adalah tempat untuk menghubungkan alat dengan bagian yang akan diukur dengan rincian sebagai berikut: - Lubang 1 adalah ground yang selalu digunakan untuk berbagai pengukuran. - Lubang 2 digunakan pada pengukuran arus AC dan DC hingga 15 A. - Lubang 3 untuk pengukuran tahanan. - Lubang untuk pengukutan tegangan AC dan DC hingga 1000 V. - Lubang untuk pengukuran tegangan dam arus dengan batas ukur 1,5 untuk arus dan 500 V untuk tegangan. - Tombol 7 adalah untuk memilih jenis besaran yang hendak diukur dengan berbagai bats ukurnya. Batas ukur berarti harga maksimal besaran yang dapat diukur oleh alat. Bila harga besaran yang hendak diukur melebihi batas ini, maka alat akan rusak.
2

Sebaliknya bila harga besaran jauh di bawah batas ukur, maka pengukuran menjadi tidak teliti. Misalnya hendak diukur dengan tegangan yang diperkirakan berharga 40 V, maka batas ukur yang sesuai adalah 50 V. Bila harga besaran yang hendak diukur tidak diketahui, maka cara paling aman adalah memilih batas ukur paling tinggi, kemudian menurunkannya bila ternyata harga besaran di bawah batas tersebut. - Tombol adalah tombol untuk menara alat. Pada layar terdapat tiga bagian skala, yaitu skala tegangan dan arus DC yang terletak paling atas, tegangan dan arus DC terletak di tengah, dan tahanan terletak paling bawah. Layar skala ini dilengkapi dengan cermin untuk membantu agar pembacaan skala menjadi teliti. Pembacaan akan benar bila mata pembaca tepat tegak lurus di atas jarum penunjuk, sehingga bayangan jarum di cermin tidak terlihat karena tertutup oleh jarum penunjuk, sehingga bayangan jarum di cermin tidak terlihat karena tertutup oleh jarum. Pada alat ukur ini tanda (-) berarti AC, dan tanda (--) berarti DC. 1. Peneraan Penerapan diperlukan agar diperoleh harga besaran yang benar. Peneraan dilakukan dengan mengatur tombol 7 pada posisi jenis ukur dan batas ukur yang diinginkanm lalu memutar tombol 8 hingga jarum penunjuk pada nol. Tombol yang sejenis dengan tombol 8 juga terdapat di bagian belakang multimeter. Pada peneraan untuk pengukuran tahanan, kedua kabel penghubung ke multimeter harus dihubungkan disingkat. 2. Pengukuran tegangan AC dan DC (di bawah 500 V) Lubang yang digunakan adalah lubang 1 dan 5. Batas ukur dan jenis tegangan (AC atau DC) dipilih dengan tombol 7. Hubungkan kabel multimeter ke tangkaian yang hendak diukur. Pada pengukuran tegangan DC, kabel jangan duhubungkan terbalik, karena ini akan menyebabkan simpangan jarum ke arah berlawanan. Untuk tegangan 500 V, cara pengukuran sama, hanya saja lubang yang digunakan adalah lubang 4. 3. Pengukuran arus AC dan DC (hingga 1,5 A) Multimeter dihubungkan seri dengan beban, dan lubang yang digunakan adalah lubang 5. Janga menghubungkan multimeter ke sumber arus/tegangan langsung tanpa diseri dengan beban, karena akan merusak multimeter. Tombol 7 diatur sesuai jenis arus dan batas ukur. Pada pengukuran arus antara 1,5 A hingga 15 A, lubang yang digunakan adalah lubang 5. 4. Pengukuran tahanan Multimeter dihubungkan dengan tahanan seperti pada gambar, dan digunakan lubang 3. Cara pengukuran sepertu hanya boleh dilakukan pada tahanan mati yaitu tahanan yang tidak dihubungkan dengan sumber arus atau tegangan. 5. Pengukuran dalam rangkaian Sering kali diperlukan yang berlangsung dalam waktu panjang pada suatu rangkaian aktif. Misalnya hendak diukur tahanan suatu beban yang harganya terlalu kecil hingga tidak dapat diukur secara langsung. Berdasarkan hukum Ohm, tegangan dan arus mengalir pada suatu beban memenuhi. Dengan mengukur variasi tegangan terhadap variasi arus, kemudian menggambar grafik V vs I akan diperoleh harga R sebagai gradien grafik. 3

BAB II ALAT DAN BAHAN 2.1. Peralatan Yang Digunakan 1. Multimeter 3. Catu daya DC

2. Amperemeter dan Voltmeter

2.2. Bahan yang digunakan 1. Kabel penghubung 2. Resistor

BAB III METODE PERCOBAAN 1. Percobaan 1 a. Tegangan dari sumber listrik PLN diukur. Hati-hati dalam melakukan pengukuran, serta tegangan listrik cukup tinggi. b. Digunakan batas ukur yang sesuai. c. Multimeter ditera sebelum percobaan. 2. Percobaan 2 a. Tegangan keluaran dari transformer diukur. Multimeter ditera sebelum digunakan, serta menggunakan batas ukur yang sesuai. b. Dalam keadaan tetap terhubung dengan multimeter, tombol pengatur keluaran transformer diatur hingga menunjuk pada setrip-setrip skala. Tegangan keluaran diukur untuk setiap setrip. 3. Percobaan 3 a. Resistor yang telah disediakan dihitung dengan melihat dari warnanya. b. Resistor yang telah disediakan diukur menggunakan multimeter. Batas ukur diatur sesuai kebutuhan untuk masing-masing resistor. c. Percobaan 4 a. 2 buah resistor disusun seri b. Nilai hambatan resistor yang disusun seri dihitung dengan cara melihat warnanya c. Nilai hambatan resistor yang disusun seri dihitung dengan cara dialiri tegangan DC, kemudian diukur menggunakan amperemeter dan voltmeter d. Percobaan 5 a. 2 buah resistor disusun seri b. Nilai hambatan resistor yang disusun seri dihitung dengan cara melihat warnanya c. Nilai hambatan resistor yang disusun seri dihitung dengan cara dialiri tegangan DC, kemudian diukur menggunakan amperemeter dan voltmeter

BAB IV PERHITUNGAN 4.1. Hasil Pengamatan 1. Tegangan listrik PLN V PLN = 176 volt 2. Tegangan power suplay V PS = 18 volt 3. Tahanan / resistor No Warna 1 Abu + merah + merah + emas 2 Kuning + ungu + orange + emas 3 Coklat + ikan + merah + emas 4 Orange + orange + merah + emas 4. Rangkaian seri No V (Volt) 1 4 5. Rangkaian paralel No V (Volt) 1 2,5

R hitung 7790 - 8680 44650 - 49350 950 - 1050 3250 - 3350

R ukur 8000 49000 1000 3000

I (A) 0,02

Rhitung 200

Rukur 200

I (A) 0,06

Rhitung 50

Rukur 41,6

4.2. Perhitungan 1. Mengukur tegangan listrik PLN Batas ukur = 1000 Batas skala = 250 Skala = 44

2. Mengukur Power Suplay Batas ukur = 50 Batas skala = 250 Skala = 90

3. Tahanan / Resistor a. Abu, Merah, Merah, Emas Abu Merah Merah Emas =8 =2 = 102 =5%

| |

| |

b. Kuning, Ungu, Orange, Emas Kuning Ungu Orange Emas =4 =7 = 103 =5%

| |

| |

c. Coklat, Hitam, Merah, Emas Coklat Hitam Merah Emas =1 =0 = 102 =5%

| |

| |

| | | |

d. Orange, Orange, Merah, Emas Orange Orange Merah Emas =3 =3 = 102 =5%

4. Rangkaian Seri R1: Coklat, Hitam, Coklat, Emas Coklat =1 Hitam =0 Coklat = 101 Emas =5% | |

R2: Coklat, Hitam, Coklat, Emas Coklat Hitam Coklat Emas =1 =0 = 101 =5%

| |

5. Rangkaian Paralel R1: Coklat, Hitam, Coklat, Emas Coklat Hitam Coklat Emas =1 =0 = 101 =5% | | | |

R2: Coklat, Hitam, Coklat, Emas Coklat Hitam Coklat Emas =1 =0 = 101 =5%

BAB V PEMBAHASAN Pada percobaan pertama mengukur tegangan listrk PLN didapat tegangan sebesar 176 Volt, yang seharusnya adalah 220, perbedaan ini mungkin disebabkan oleh tegangan listrik yang kurang stabil, dan kurang telitinya suatu alat. Pada percobaan ke dua mengukur tegangan power suplay, dan didapatlah tegangan sebesar 18 volt, tapi tegangan maksimal yang seharusnya di capai power suplay adalah 15 volt, ini juga mungkin disebab kan oleh tegangan listrik yang kurang stabil, dan kurang telitinya suatu alat, maupun power suplay yang sudah sedikit rusak. Pada percobaan ke tiga mengukur tahanan atau resistor, pada resistor dapat dilihat 4 warna yang dapat menentukan nilai hambatan sebuah resistor, dengan melihat warna tersebut diketahuilah Rhitung dari 4 resistor yaitu 8200 , 47000 , 1000 , dan 3200 , setelah itu ke 4 resistor tersebut di ukur menggunakan multimeter dan didapatlah Rukur dengan sebesar 8000 , 49000 , 1000 , dan 3000 . Dilihat dari Rhitung dan Rukur terlihat perbedaan nilai hambatan dai 4 resistor tersebut, ini mungkin disebabkan oleh resistor yang sudah agak rusak atau resistor yang sudah tua dan sering dipakai, atau kurang telitinya suatu alat. Pada percobaan ke empat mengukur rangkaian seri, setelah 2 buah resistor sebesar 100 disusun seri diketahuilah Rhitung sebesar 200 yang dapat ditentukan dengan melihat warna dari kedua resistor, kemudian resistor yang sudah disusun seri tersebut dialiri listrik menggunakan power suplay dan ukur dengan menggunakan amperemeter dan voltmeter dan didapat tegangan sebesar 4 Volt dan arus sebesar 0,02, dan dapat menentukan R ukur sebesar 200 dengan cara membagi tegangan dan arus. Pada percobaan ke lima mengukur rangkaian paralel, setelah 2 buah resistor sebesar 100 disusun paralel diketahuilah Rhitung sebesar 50 yang dapat ditentukan dengan melihat warna dari kedua resistor, kemudian resistor yang sudah disusun paralel tersebut dialiri listrik menggunakan power suplay dan ukur dengan menggunakan amperemeter dan voltmeter dan didapat tegangan sebesar 2,5 Volt dan arus sebesar 0,06, dan dapat menentukan Rukur sebesar 41,6 dengan cara membagi tegangan dan arus. Dilihat dari Rhitung dan Rukur dari rangkaian paralel tersebut, terdapat perbedaan nilai hambatan pada rangkaian paralel tersebut, ini mungkin disebabkan oleh resistor yang sudah agak rusak atau resistor yang sudah tua dan sering dipakai, atau kurang telitinya suatu alat.

10

BAB VI KESIMPULAN - Resistor adalah komponen elektronik yang berfungsi menahan arus litrik, dan karena arus listrik berhubungan dengan tegangan listrik, sehingga jika suatu tegangan listrik dilewatkan pada resistor maka akan terjadi penurunan pada tegangan tersebut. - Rangkaian seri adalah rangkaian listrik dimana komponen-komponen listrik disusun secara berderet sehingga arus yang mengalir pada tiap komponenn sama. - Rangkaian paralel adalah rangkaiian listrik dimana komponen-komponen listrik disusun secara sejajar sehingga tegangan pada tiap komponen sama. - Rangkaian kombinasi adalah gabungan antara rangkaian seri dan rangkaian paralel. - Arus dan tegangan listrik dapat dihitung dengan rumus: V = I . R

11

DAFTAR PUSTAKA http://www.scribd.com/doc/71216699/Print http://apoethra.blogspot.com/2009/12/arus-tegangan-hambatan-dan-hukumohm.html?zx=93864c1f6f4e65ad http://dian029.wordpress.com/2010/08/22/laporan-fisika/ http://doktertech.blogspot.com http://www.japson.com/product/thumbnails/voltmeter,ammeter.jpg http://www.elexp.com/test/ps28.jpg http://saft7.com/techtips/wg/wg-01.jpg http://www.infoservicetv.com/wp-content/uploads/2009/10/resistor_resistance.jpg?84cd58

12