P. 1
Angka Indeks

Angka Indeks

|Views: 312|Likes:
Dipublikasikan oleh Fuad Rizki Anggriawan

More info:

Published by: Fuad Rizki Anggriawan on Jun 16, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/11/2014

pdf

text

original

UNIVERSITAS MERCU BUANA PROGRAM KULIAH KARYAWAN

MATA KULIAH MATERI KULIAH

: STATISTIKA TEKNIK : ANGKA INDEKS AGREGAT TERTIMBANG

2

PROGRAM KULIAH KARYAWAN UNIVERSITAS MERCU BUANA JAKARTA

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Ir. Suprapto M.Si.

STATISTIK INDUSTRI

2

3

ANGKA INDEKS AGREGAT TERTIMBANG

Tujuan Instruksional Khusus
Mahasiswa diharapkan mampu : 1. Menyusun dan mempublikasikan Angka Indeks Tertimbang 2. Menghitung Angka Indeks Tertimbang

Daftar Isi :
I. Pengantar II. Angka Indeks Formula Laspeyres III. Angka Indeks Formula Paasce IV. Angka Indeks Formula Fisher V. Angka Indeks Formula Drobich VI. Angka Indeks Formula Marshal-Edgeworth VII. Angka Indeks Formula Wals VIII. Daftar Pustaka

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Ir. Suprapto M.Si.

STATISTIK INDUSTRI

3

4

ANGKA INDEKS AGREGAT TERTIMBANG
PENGANTAR
Indeks tertimbang (weighted index) memberikan bobot yang berbeda terhadap setiap komponen. Mengapa harus diberikan bobot yang berbeda? Karena pada dasarnya setiap barang dan jasa mempunyai tingkat utilitas (manfaat dan kepentingan) yang berbeda. Beras mungkin lebih penting daripada sayur atau jenis lain. Beberapa formula yang telah dikembangkan:

1. Formula Laspeyres
Etienne Laspeyres mengembangkan metode ini pada abad 18 akhir untuk menentukan sebuah indeks tertimbang dengan menggunakan bobot sebagai penimbang adalah periode dasar.

Rumus

:

∑H K IL = ∑H K
t 0

0 0

x100

Dimana:

Ht H0 K0

: harga pada tahun t : harga pada tahun dasar : kuantitas pada tahun dasar sebagai pembobot

Contoh: Berikut adalah harga dan kuantitas kelompok bahan pangan. Hitunglah IL dengan tahun dasar tahun 2000
Jenis Barang Beras Jagung Kedelai Kacang Hijau Kacang Tanah Ketela Pohon Ketela Rambat Kentang

Tahun 2000

Tahun 2002

Harga 1112 662 1257 1928 2233 243 351 1219

Kuantitas 48,2 7,9 1,9 0,5 0,8 16,5 2,2 0,5

Harga 2777 1650 1840 3990 3100 650 980 2450

Kuantitas 46,6 6,8 1,6 0,3 0,6 15,7 1,8 0,5

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Ir. Suprapto M.Si.

STATISTIK INDUSTRI

4

5 Penyelesaian: Buatlah table sbb:
Jenis Barang Beras Jagung Kedelai Kacang Hijau Kacang Tanah Ketela Pohon Ketela Rambat Kentang Jumlah Ho 1112 662 1257 1928 2233 243 351 1219   Ht 2777 1650 1840 3990 3100 650 980 2450   Ko 48,2 7,9 1,9 0,5 0,8 16,5 2,2 0,5   HoKo 53.598 53.598 5.230 2.388 964 1.786 4.010 772 610 69.358 HtKo 133.851 13.035 3.496 1.995 2.480 10.725 2.156 1.225 168.963

Maka IL = (∑ HtK0/H0K0)x100 = (168.963 / 69.358) x 100 = 244  Nilai IL tahun 2002 sebesar 244, artinya harga barang pangan selama 2000-2002 telah meningkat 144%.

2. Formula Paasche
Menggunakan bobot tahun berjalan dan bukan tahun dasar sebagai bobot. Rumus :

∑H K IP = ∑H K
t 0

t t

x100

Dimana:

Ht H0 K0

: harga pada tahun t : harga pada tahun dasar : kuantitas pada tahun dasar sebagai pembobot

Contoh: Berikut adalah harga dan kuantitas kelompok bahan pangan. Hitunglah IP dengan tahun dasar tahun 2000
Jenis Barang Beras Jagung Kedelai Kacang Hijau Kacang Tanah Ketela Pohon Ketela Rambat Kentang

Tahun 2000

Tahun 2002

Harga 1112 662 1257 1928 2233 243 351 1219

Kuantitas 48,2 7,9 1,9 0,5 0,8 16,5 2,2 0,5

Harga 2777 1650 1840 3990 3100 650 980 2450

Kuantitas 46,6 6,8 1,6 0,3 0,6 15,7 1,8 0,5

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Ir. Suprapto M.Si.

STATISTIK INDUSTRI

5

6

Penyelesaian: Buatlah table sbb:
Jenis Barang Beras Jagung Kedelai Kacang Hijau Kacang Tanah Ketela Pohon Ketela Rambat Kentang Ho 1112 662 1257 1928 2233 243 351 1219   Ht 2777 1650 1840 3990 3100 650 980 2450     Kt 46,6 6,8 1,6 0,3 0,6 15,7 1,8 0,5 HoKt 51.819 4.502 2.011 578 1.340 3.815 632 610 65.307  HtKt 129.408 11.220 2.944 1.197 1.860 10.205 1.764 1.225 159.823 

Jumlah

Maka IP = (∑ HtKt/H0Kt)x100 = (159.823 / 65.307) x 100 = 245  Nilai IP tahun 2002 sebesar 245, artinya harga barang pangan selama 2000-2002 telah meningkat 145%.

3. Formula Fisher
• Fisher mencoba memperbaiki formula Laspeyres dan Paasche. • Indeks Fisher merupakan akar dari perkalian kedua indeks. • Indeks Fisher menjadi lebih sempurna dibandingkan kedua indeks yang lain baik Laspeyres maupun Paasche. Rumus Diketahui :

IF = ILxIP

IL = 244 IP = 245 IF =?  244,5

 Nilai IF tahun 2002 sebesar 244,5, artinya harga barang pangan selama 2000-2002 telah meningkat 144,5%. Nilai IF merupakan nilai tengah dari IL dan IP.

4. Formula Drobisch
• Digunakan apabila nilai Indeks Laspeyres dan Indeks Paasche berbeda terlalu jauh. Indeks Drobisch juga merupakan jalan tengah selain Indeks Fisher.

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Ir. Suprapto M.Si.

STATISTIK INDUSTRI

6

7 • indeks. Rumus: Diketahui Indeks Drobisch merupakan nilai rata-rata dari kedua

ID =

ILxIP 2

IL = 244 IP = 245 ID = ?  244,5

 Nilai IF tahun 2002 sebesar 244,5, artinya harga barang pangan selama 2000-2002 telah meningkat 144,5%. Nilai IF merupakan nilai rata-rata dari IL dan IP.

5. Formula Marshal-Edgeworth
• Formula Marshal-Edgeworth relatif berbeda dengan konsep Laspeyres dan Paasche. • Menggunakan bobot berupa jumlah kuantitas pada tahun t dengan kuantitas pada tahun • Dasar. Pembobotan ini diharapkan akan mendapatkan nilai yang lebih baik. Rumus :

∑ H (K IME = ∑ H (K
t 0

0 0

+ Kt ) + Kt )

x100

Dimana:

Ht H0 K0

: harga pada tahun t : harga pada tahun dasar : kuantitas pada tahun dasar sebagai pembobot

Contoh: Dengan menggunakan contoh sebelumnya. Hitunglah IME dengan tahun dasar tahun 2000. Langkah Penyelesaian:     Langakah 1: jumlahkan Ko + Kt Langakah 2: mengalikan Ho (Ko + Kt) dan Ht (Ko + Kt) Langakah 3: mengalikan ∑Ho (Ko + Kt) dan ∑Ht (Ko + Kt) Langakah 4: menghitung IME

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Ir. Suprapto M.Si.

STATISTIK INDUSTRI

7

8

Dari soal tersebut maka dapat dibuat tabel sbb:
Jenis Barang Beras Jagung Kedelai Kacang Hijau Kacang Tanah Ketela Pohon Ketela Rambat Kentang

Ho 1112 662 1257 1928 2233 243 351 1219

Ko 48,2 7,9 1,9 0,5 0,8 16,5 2,2 0,5

Ht 2777 1650 1840 3990 3100 650 980 2450

Kt 46,6 6,8 1,6 0,3 0,6 15,7 1,8 0,5

Ko + Kt 94.8 14.7 3.5 0.8 1.4 32.2 4 1

Tabel selanjutnya sbb:

  Jenis Barang
Beras Jagung Kedelai K. Hijau K.Tanah Ket.Pohon Ket.Rambat Kentang Jumlah

Ho(Ko+Kt) 105.418 9.731 4.400 1.542 3.126 7.825 1.404 1.219 134.665

Ht(Ko+Kt) 263.260 24.255 6.440 3.192 4.340 20.930 3.920 2.450 328.787

Maka IME = ∑Ht(K0Kt)/ ∑H0(K0Kt)x100 = (328.787 / 134.665) x 100 = 244,15  Nilai IME tahun 2002 sebesar 244,15, artinya harga barang pangan selama 2000-2002 telah meningkat 144,15%.  Nilai ini lebih kecil dibandingkan dengan IP, IF, dan ID tapi lebih dekat dengan IL.

6. Formula Wals
Menggunakan pembobot berupa akar dari perkalian kuantitas tahun berjalan dengan kuantitas tahun dasar.

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Ir. Suprapto M.Si.

STATISTIK INDUSTRI

8

9

Rumus

:

IW =

∑H ∑H

t 0

K0 Kt K0Kt

x100

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Ir. Suprapto M.Si.

STATISTIK INDUSTRI

9

10 Contoh: Dengan menggunakan contoh sebelumnya. Hitunglah IW dengan tahun dasar tahun 2000. Langkah Penyelesaian:     Langakah 1: kalikan Ko x Kt Langakah 2: mengalikan Ho (Ko x Kt) dan Ht (Ko x Kt) Langakah 3: menjumlahkan ∑Ho (Ko x Kt) dan ∑Ht (Ko x Kt) Langakah 4: menghitung IW

Dari soal tersebut maka dapat dibuat tabel sbb:
Jenis Barang Beras Jagung Kedelai Kacang Hijau Kacang Tanah Ketela Pohon Ketela Rambat Kentang

Ho 1112 662 1257 1928 2233 243 351 1219

Ko 48,2 7,9 1,9 0,5 0,8 16,5 2,2 0,5

Ht 2777 1650 1840 3990 3100 650 980 2450

Kt 46,6 6,8 1,6 0,3 0,6 15,7 1,8 0,5

√ KoKt 47,39 7,33 1,74 0,39 0,69 16,10 1,99 0,50

Tabel selanjutnya sbb:

 Jenis Barang
Beras Jagung Kedelai K. Hijau K.Tanah Ket.Pohon Ket.Rambat Kentang

Ho√(Ko.Kt)

52.701 4.852 2.192 747 1.547 3.911 698 610

Ht√(Ko.Kt)

131.611 12.093 3.208 1.545 2.148 10.462 1.950 1.225

Jumlah

52.701

131.611

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Ir. Suprapto M.Si.

STATISTIK INDUSTRI

10

11

LATIHAN: Berikut adalah harga dan kuantitas ekspor produk elektronik. Harga dalam US $ dan kuantitas dalam ribuan.
Jenis Barang

Tahun 2006

Tahun 2008

TV Radio  HP Tape

Harga 105 97 898 125

Kuantitas 42 329 97 124

Harga 117 261 1026 117

Kuantitas 36 267 98 36

Hitunglah: 1. Indeks Laspeyres 2. Indeks Paasche 3. Indeks Fisher 4. Indeks Drobisch 5. Indeks Marshal-Edgeworth 6. Indeks Wals -oOo-

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Ir. Suprapto M.Si.

STATISTIK INDUSTRI

11

12

V. Daftar Pustaka
Spiegel, M.R., Susila, I.N. dan Ellen, G. 1988. Statistika. Ed.2. Seri Buku Schaum. Erlangga. Jakarta. Suharyadi dan Purwanto S. K. 2004.Statistika untuk Ekonomi dan Keuangan Modern. Jilid 2. Salemba Empat. Jakarta. Supranto, J. 1989. Statistik. Teori dan Aplikasi. Ed.5, Jilid 2. Erlangga. Jakarta.

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Ir. Suprapto M.Si.

STATISTIK INDUSTRI

12

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->