Anda di halaman 1dari 17

PROGRAM KREATIFITAS MAHASISWA BIOPLASTIK BERBAHAN DASAR TONGKOL JAGUNG (zea mays) SEBAGAI ALTERNATIF PENGGANTI PLASTIK

BIDANG KEGIATAN: PKM GT

Disusun Oleh: Muhamad Saifudin Saffar Slamet Riadi Ninuk Cahyani Azzura Najmie F T Laela Chamadah (115040201111341) Angkatan 2011 (115040200111169) Angkatan 2011 (115040201111152) Angkatan 2011 (115040201111346) Angkatan 2011 (115040213111040) Angkatan 2011

UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG 2012

HALAMAN PENGESAHAN PROGRAM KREATIFITAS MAHASISWA

1. Judul kegiatan

2. Bidang kegiatan 3. Ketua pelaksana kegiatan a. Nama Lengkap b. NIM c. Program Studi d. Universitas e. Alamat rumah dan No.Telp f. Alamat Email 4. Anggota Pelaksana Kegiatan 5. Dosen Pendamping a. Nama Lengkap dan Gelar b. NIP c. Alamat Rumah dan No,Telp

: Bioplastik Berbahan Dasar Tongkol Jagung (Zea mays) Sebagai Alternatif Pengganti Plastik : () PKM-AI () PKM-GT : Muhamad Saifudin : 115040201111341 : Agroekoteknologi : Universitas Brawijaya Malang : Jl. Gajayana gg. 3b Malang 083846220393 : muhamadsaifudin93@gmail.com : 4 Orang : : :

Malang, 14 Juni 2012 Menyetujui, Pembantu Dekan III Fakultas Pertanian, Ketua Pelaksana Kegiatan,

Dr. Ir. Budi Prasetya, MP NIP. 19610701 198703 1 002

Muhamad Saifudin NIM. 115040201111341

Pembantu rektor III,

Dosen Pendamping,

Ir. H. RB. Ainurrasyid, MS NIP. 19950618 198103 1 002

Dr. Ir. Toto Himawan, SU. NIP. 19551119 198303 1 002

KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Allah Yang Maha Esa berkat rahmat-Nya penulis dapat menyelesaikan karya tulis dengan judul Bioplastik Berbahan Dasar Tongkol Jagung (Zea mays) Sebagai Alternatif Pengganti Plastik dengan baik. Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terimaksaih kepada mbak Ria Febri, selaku asisten tutorial dan sebagai pendamping dalam peyusunan karya tulis ini, serta teman-teman yang telah memberikan kritik dan saran sehingga karya tulis ini dapat terselesaikan dengan baik. Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan laporan Magang Kerja ini masih terdapat banyak kekurangan. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran untuk penyempurnaan laporan Magang Kerja ini. Semoga karya tulis ini dapat bermanfaat bagi pembaca dalam meningkatkan pengetahuan dan wawasan.

Malang, 14 Juni 2012

Penulis

RINGKASAN

Dalam kehidupan sehari-hari manusia banyak memanfaatkan plastik sebagai bahan-bahan yang yang dapat membantu manusia. Namun, plastik yang sudah tidak dapat didaur ulang kembali dapat membahayakan manusia, karena banyaknya plastik yang tidak dapat diuraikan oleh mikroba di dalam tanah dan bertambah banyak setiap harinya. Banyaknya sampah plastik di lingkungan sekarang membuat banyak orang mencari aternatif untuk membuat bahan dasar plastik dari limbah tongkol jagung. Limbah tongkol jagung ini sangat berpotensi untuk digunakan sebagai bahan dasar pembuatan bioplastik. Melihat komposisi limbah jagung sendriri yang ternyata banyak menagandung selulosa asetat dan kitosan yang dapat dipadukan menjadi suatu biopolymer sebagai bahan dasar untuk membuat pembungkus atau kemasan produk makanan dengan kemampuan menghambat pertumbuhan mikrorganisme khususnya bakteri. Sehingga makanan yang terdapat dalam kemasan akan bertahan lebih lama. Namun, pemasaran bioplastik terkendala akibat lebih mahal dibandingkan dengan plastik anorganik karena proses pembuatannya yang cukup rumit. Kata kunci: limbah tongkol jagung, bioplastik, jagung.

PENDAHULUAN

LATAR BELAKANG Pemanfaatan limbah jagung sebagai bahan dasar pembuatan plastik merupakan sebuah alternatif terbaru. Pada umumnya limbah jagung yang berupa kulit jagung atau janggel hanya digunakan untuk pakan ternak atau sebagai kayu bakar untuk tungku rumah tangga. Selain itu, produk yang biasa kita jumpai dari limbah jagung adalah silase yang mana dapat menyediakan pakan ternak dalam kurung waktu yang cukup lama, atau dapat dimanfaatkan secara langsung sebagai pakan ternak seperti sapi dan kerbau. Dalam kehidupan sehari-hari, baik kegiatan dan kebutuhan manusia sebagian besar berhubungan dengan plastik, seperti peralatan dapur, peralatan elektronik, peralatan makan, dan sebagainya. Plastik yang sering kita gunakan pada umumnya merupakan barang yang berbahan dasar minyak bumi atau gas alam. Seperti yang kita ketahui, kedua bahan alam tersebut tergolong sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui. Menurut Asosiasi Plastik Indonesia, tahun 1998 kebutuhan plastik di Indonesia mencapai 900.000 ton, tahun 2000 meningkat mencapai 1,5 juta ton/tahun. Saat ini penggunaan plastik ramah lingkungan di Indonesia pada umumnya belum mengetahui. (Sarbini, 2001) Oleh sebab itu, perlu dicari alternatif bahan baku plastik pengganti minyak bumi dan gas alam tersebut. Selain itu, masalah yang dihadapi dari plastik ini adalah mengenai limbahnya yang sulit diuraikan, bahkan bisa memakan waktu ratusan tahun untuk menguraikannya. Bila plastik-plastik ini dibakar bisa menyebabkan polusi udara, bila dibuang begitu saja justru bisa memicu terjadinya banjir. Ini merupakan permasalahan lingkungan yang serius, mengingat semakin bertambahnya jumlah penduduk Indonesia dan semakin meningkatnya kebutuhan masyarakat. Salah satu alternatif yang dapat diambil adalah dengan memproduksi bioplastik.

TUJUAN PENULISAN Adapun tujuan penulisan karya ilmiah ini adalah untuk mengkaji dan mengetahui: 1. Kandungan dari limbah jagung yaitu berupa janggel sebagai bahan dasar pembuatan plastik biodegradable. 2. Memanfaatkan limbah jagung menjadi bahan yang bermanfaat. 3. Sebuah solusi atas semakin meningkatnya limbah yang tidak dapat terdekomposisi.

MANFAAT PENULISAN 1. Bagi pembaca, mengetahui manfaat dari limbah jagung yang mana diketahui hanya untuk pakan ternak.

GAGASAN Permasalahan Plastik Di Indonesia Plastik merupakan bahan yang sering dijumpai dalam kehidupan seharihari. Plastik juga sering digunakan sebagai bahan pengemasan primer, sekunder maupun bahan pengemas produk jadi. Plastik banyak digunakan oleh masyarakat untuk mempermudah mereka membawa barang bawaan. Dan hal ini menjadi ketergantungan bagi masyarakat. Penggunaan plastik sendiri setiap tahunnya selalu meningkat didasarkan peningkatan kebutuhan masyarakat. Akan tetapi belum ada pemecahan solusi yang tepat terhadap pengelolaan limbah sampah itu sendiri. Penggunaan plastik sebagai bahan pengemas masih menjadi primadona hingga saat ini. Plastik mempunyai banyak keunggulan dibanding bahan pengemas lain karena sifatnya yang ringan, transparan, kuat, termoplatis dan selektif dalam permeabilitasnya terhadap uap air, O2, CO2. Sifat permeabilitas plastik terhadap uap air dan udara menyebabkan plastik mampu berperan memodifikasi ruang kemas selama penyimpanan (Winarno, 1987). Ryall dan Lipton (1972) menambahkan bahwa plastik juga merupakan jenis kemasan yang dapat menarik selera konsumen.

Menurut data yang ada, plastik yang dikonsumsi masyarakat Indonesia mencapai 1,5 juta ton atau tujuh kilogram per kapita, termasuk jenis sampah yang tak bisa dilebur dalam tanah. Ada sekitar 3.700.000 ton per tahun bahan plastik diproduksi di Indonesia sebagai bahan campuran produk otomotif, perabotan rumah tangga, komponen elektronik dan banyak lagi. Jumlah sampah yang berasal dari produk kemasan plastik saja mencapai 1.600.000 ton per tahun atau 4.400 ton per hari. Jumlah sampah plastik impor sekitar 3.000 ton per bulannya dan hanya 60 persen saja yang bisa didaur ulang. Dari sisa yang 40 persen tersebut, 10 persennya mengandung bahan beracun dan materi berbahaya yang dapat mengakibatkan penyakit lifer, kanker dan hipertensi (Prasetyo, 2008).

Tabel 1. Produksi Plastik Di Indonesia antara tahun 1996-1999 Komoditi Unit Tahun 1996 Pipa PVC Kantong Plastik Disposable Syringe Karung Plastik OPP Film Cassette Tape Video tape Plastik Industri Safety Hat V-belt Unit Unit 3,520 6,992,148 19,100 3,552 7,691,362 25,541 1,478 3,851,602 17,878 1,879 4,500,000 18,971 Box Ton 6,017 40 6,861 19 4,250 49 4,251 92 Ton Box 58,386 239,520 64,874 251,216 5,172 148,240 9,025 148,239 Sheet 1,626,406 2,310,301 2,200,716 2,475,116 Unit 86,800 91,100 88,259 114,920 Ton Sheet 170,000 245,200 1997 204,000 269,680 1998 126,800 1,239,000 1999 118,200 1,740,250

Imitasi Kulit Ton Sahwan. F. L. dkk. 2005

Komponen utama plastik sebelum membentuk polimer adalah monomer, yakni rantai yang paling pendek. Polimer merupakan gabungan dari beberapa monomer yang akan membentuk rantai yang sangat panjang. Bila rantai tersebut dikelompokkan bersama-sama dalam suatu pola acak, menyerupai tumpukan jerami maka disebut amorp, jika teratur hampir sejajar disebut kristalin dengan sifat yang lebih keras dan tegar (Syarief, et al.., 1989). Plastik berisi beberapa aditif yang diperlukan untuk memperbaiki sifatsifat fisiko kimia plastik itu sendiri. Bahan aditif yang sengaja ditambahkan itu disebut komponen non plastik, diantaranya berfungsi sebagai pewarna, antioksidan, penyerap cahaya ultraviolet, penstabil panas, penurun viskositas, penyerap asam, pengurai peroksida, pelumas, peliat, dan lain-lain (Crompton, 1979).

Potensi Tanaman Jagung Di Indonesia Sistimatika tanaman jagung adalah sebagai berikut: Kingdom Divisio Sub Divisio Classis Ordo Familia Genus Species : Plantae (tumbuh-tumbuhan) : Spermatophyta (tumbuhan berbiji) : Angiospermae (berbiji tertutup) : Monocotyledone (berkeping satu) : Graminae (rumput-rumputan) : Graminaceae : Zea : Zea mays L.

Jenis jagung dapat dikelompokkan menurut umur dan bentuk biji. a) Menurut umur, dibagi menjadi 3 golongan: 1. Berumur pendek (genjah): 75-90 hari, contoh: Genjah Warangan, Genjah Kertas, Abimanyu dan Arjuna. 2. Berumur sedang (tengahan): 90-120 hari, contoh: Hibrida C 1, Hibrida CP 1 dan CPI 2, Hibrida IPB 4, Hibrida Pioneer 2, Malin,Metro dan Pandu. 3. Berumur panjang: lebih dari 120 hari, contoh: Kania Putih, Bastar, Kuning, Bima dan Harapan.

b) Menurut bentuk biji, dibagi menjadi 7 golongan: 1. Dent Corn 2. Flint Corn 3. Sweet Corn 4. Pop Corn 5. Flour Corn Sumber: a. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan. b. Teknologi MIG Corp. 6. Pod Corn 7. Waxy Corn Varietas unggul mempunyai sifat: berproduksi tinggi, umur pendek, tahan serangan penyakit utama dan sifat-sifat lain yang menguntungkan. Varietas unggul ini dapat dibedakan menjadi dua, yaitu: jagung hibrida dan varietas jagung bersari bebas. Nama beberapa varietas jagung yang dikenal antara lain: Abimanyu, Arjuna, Bromo, Bastar Kuning, Bima, Genjah Kertas, Harapan, Harapan Baru, Hibrida C 1 (Hibrida Cargil 1), Hibrida IPB 4, Kalingga, Kania Putih, Malin, Metro, Nakula, Pandu, Parikesit, Permadi, Sadewa, Wiyasa, Bogor Composite-2. Sumber: 1. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan 2. Teknologi MIG Corp. Produksi jagung di Indonesia tahun 2008 sebesar 15.860.299 ton pipilan kering atau naik sebesar 2.572.772 ton dibandingkan dengan produksi tahun 2007 yaitu 13.287.527 ton. Kenaikan produksi jagung terutama disebabkan oleh kenaikan produktivitas dengan adanya perubahan varietas yang ditanam petani dari varietas lokal ke varietas komposit atau hibrida dan teknik budidaya yang baik (Biro Pusat Statistik, 2008).

Potensi Limbah jagung Sebagai Bioplastik Pemanfaatan limbah jagung masih sangat terbatas. Kebanyakan limbah jagung hanya dimanfaatkan untuk bahan makanan ternak, atau digunakan bahan bakar. Melihat komposisi limbah jagung sendriri yang ternyata banyak

menagandung selulosa dan hemiselulosa yang berpotensi untuk dimanfaatkan menjadi bentuk biopolymer jenis selulosa asetat. Biopolymer selulosa asetat dapat diapukan sebagai pembungkus atau kemasan produk makanan. Untuk kurun waktu tertentu, produk makanan dalam kemasan dapat mengalami kerusakan akibat adanya mikroorganisme khususnya bakteri yang tumbuh di dalamnya. (Sumari, 1995). Sumari. 1995. Dasar-dasar Kimia. Universitas Negeri Malang. Pertumbuhan bakteri dalam kemasan produk makanan dapat dihambat apabila pembungkus atau kemasan mengandung kitosan berfungsi sebagai anti bakteri. Untuk kitosan sendiri telah banyak dimanfaatkan dalam bidang farmasi diantaranya sebagai anti mikrobia, anti inflamasi, antioksidan dengan memecah radikan superoksida secara invitro. (Soddegard, 2000) Selulosa asetat dan kitosan dapat dipadukan menjadi suatu biopolymer yang dapat dijadikan pembungkus atau kemasan produk makanan dengan kemampuan menghambat pertumbuhan mikrorganisme khususnya bakteri. Sehingga makanan yang terdapat dalam kemasan akan bertahan lebih lama. Pemanfaatan limbah jagung sebagai bioplastik merupakan salah satu solusi selain untuk melindungi makanan dari bahan kimia juga dapat menjaga lingkungan karena dapat diketahui bioplastik dapat terurai dengan mudah. Bioplastik terbuat dari bahan biotik, sehingga bahan banyak tersedia di alam. Namun demikian bukan berarti bioplastik dari limbah jagung tidak memiliki kelemahan, salah satu kelemahannya adalah harga bioplastik lebih mahal, mengingat pembuatannya yang relative lama dan rumit, selain itu sebelum adanya pemasaran yang baik, sehingga tidak banyak dikenal masyarakat. Tabel.2. Komposisi tongkol jagung N o 1 2 3 4 Selulosa Hemiselulosa Lignin Lain-lain 40 36 16 8 Komposisi Jumlah (%)

(Sopyan,I.1991)

Selain secara fisiko-kimiawi, pengembangan polimer untuk bioplastik dari pati jagung dapat dilakukan secara bioproses, dengan fermentasi aerobik. Fermentasi dengan bantuan kapang Aerobasidium pullulans pada substrat pati selama 48-72 jam akan dihasilkan polimer yang disebut pululan. Sedangkan fermentasi dengan bakteri Xanthomonas campettis pada substrat pati, pH 7,0 pada suhu 28-30C selama 3-5 hari akan dihasilkan Xanthan. Kedua biopolimer tersebut dapat diolah lebih lanjut menjadi bioplastik. Mangunwidjaja, D dan Suryani, A. 1994. Teknologi Bioproses, Penerbit Penebar Swadaya, Jakarta

Proses Pembuatan Bioplastik Seiring dengan meningkatnya kesadaran untuk pelestarian lingkungan ,kebutuhan bahan plastik biodegradabel mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Kehadiran plastik biodegradabel yang berbahan baku tongkol jagung ini akan membantu pemenuhan kebutuhan plastik biodegradabel dan juga akan memicu berkembangan industri plastik biodegradabel dimasa yang akan datang. Dalam proses pembuatan Poly Lactic Acid (PLA) dari tongkol jagung terdapat lima langkah rangkaian proses utama.Tahapan tersebut adalah :
Hidrolisis Pati Menjadi jagung Glukosa Hidrolisis pemecahan kimiawi adalah suatu

Ekstraksi Pati Pati tongkol

dibuat melalui beberapa tahap, yaitu; pemarutan, pemerasan, penyaringan, pengndapan dan pengeringan. (Iryanto, 1995).

molekul karena pengikatan air sehingga menghasilkan molekul-molekul yang lebih kecil (Gaman dan

Sherington,1981) Esterifikasi Pembentukan Polimer Asam laktat yang terbentuk melalui fermentasi kemudian Kinetika pembuatan ditingkatkan diesterifikasi. reaksi PLA dari dapat dengan hidrolisis Fermentasi Asan Laktat Menjadi Glukosa Glukosa yang dihasilkan pada digunakan sebagai bahan dan

fermentasi asam laktat,yang dilakukan oleh bakteri asam laktat.

penggunaan zink oksida dan suhu tinggi (1350C,6 jam) dilanjutkan dengan

Pencetakan dan Pembentukan Pembentukan dilakukan

sebagaimana halnya proses pencetakan plastik sintetik karena bioplastik PLA mempunyai sifat-sifat mekanis yang mirip dibandingkan plastik ,teritama dengan et

KESIMPULAN Permasalahan Plastik di Indonesia

polistiren al,2000)

(Sodegard,2000;Drumright

Plastik banyak dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. Plastik juga


dilanjutkan dengan pembukaan

suhu

tinggi

(1350C,6

jam)

cincin

sering digunakan sebagai bahan pengemasan primer, sekunder maupun bahan

lactide dan polimerisasi(Vink et al,2003).

pengemas produk jadi. Plastik banyak digunakan oleh masyarakat untuk mempermudah mereka membawa barang bawaan. Dan hal ini menjadi ketergantungan bagi masyarakat. Penggunaan plastik sendiri setiap tahunnya selalu meningkat didasarkan peningkatan kebutuhan masyarakat. Akan tetapi belum ada pemecahan solusi yang tepat terhadap pengelolaan limbah sampah itu sendiri.

Potensi Tanaman Jagung Untuk saat ini limbah jagung banyak dimanfaatkan untuk pembuatan makanan ternak. Hal ini memberiakn peluang untuk lebih memanfaatkan limbah jagung tersebut sebagai bahan pembuatan bioplastik. Kelebihan bioplastik dari jagung antara lain mudah terdegradasi, aman sebagai penyimpan atau pembungkus makanan, dan bahan dasar pembuatan bioplastik khususnya dari limbah jagung mudah didapatkan dan dapat diperbarui. Namun ada beberapa kelemahan bioplastik diantaranya proses pembuatannya yang cukup rumit.

Proses Pembuatan Bioplastik Dalam proses pembuatan Poly Lactic Acid (PLA) dari tongkol jagung terdapat lima langkah rangkaian proses utama.Tahapan tersebut yaitu ekstraksi

pati, hidrolisis pati menjadi gula, fermentasi asam laktat menjadi gula, esterifikasi, dan pembentukan polimer, dan terakhir pencetakan dan pembentukan.

DAFTAR PUSTAKA
Badan Pusat Statistik. 2008. Statistical year book of Indonesia. Jakarta. Crompton, T.R. 1979. Additif Migration from Plastik into Food. Pergamon Press. Pranamuda. Tanpa tahun. Pengembangan Bahan Plastik Biodegradable Berbahan Baku Pati Tropis. (http;//wwwstdry.titech.ac.jp/~indonesia/zoa/paper/html/paperHardani ngPranamuda.html. Prasetyo Sulung. 2008. Plastik Ramah Lingkungan Kurang Difasilitasi Pemerintah. http://www.sinarharapan.co.id/berita/0808/20/kesra04.htm. [7 Juni 2012]. Ryall. A.L. dan Lipton. W.J. 1972. Handling, Transportation and Storage of Fruits And Vegetables. The The AVI Publishing. Co. Westport. Sahwan. F. L. dkk. 2005: Sistem Pengelolaan Limbah Plastik Di Indonesia. J. Tek. Ling. P3TL-BPPT. 6. (1): 311-318 Sarbini, Business Development of Plastic Industries in Indonesia, Specially plastic packaging industries, Internationally Meeting On Recycling and Environmentally degradable Plastic From Renewable Resources and International Exhibition on Plastic Industries and Technologies, 2001. Sopyan,I. 1991. Kimia Polimer. Jakarta:PT. Pradnya Paramita Baku Pati Tropis (online). (http;//wwwstdryu.titech.ac.jp/~indonesia/zoa/paper/html/paperHardan ingPranamuda.html.) Subowo,W.S(2007)Bahan Plastik Ramah Lingkungan.(http://tokohindonesia.com) Sutadji.2002.Bahan Bahan NonFerrous Metal(Poliblend,Keramik,dan Plastik).Malang : Fakultas Teknik UM Sumari.2002.Dasar Dasar Kimia Polimer.Malang:Universitas Negeri Malang. Syarief. R, S. Santausa dan Isyana. 1989. Teknologi Pengemasan Pangan, PAU Pangan dan Gizi, IPB Bogor. Winarno, F.G. 1987. Mutu, Daya Simpan, Transportasi dan Penanganan Buahbuahan dan Sayuran. Konferensi Pengolahan Bahan Pangan dalam Swasemba dan Eksport. Departemen Pertanian. Jakarta.

LAMPIRAN
Biodata Ketua dan Anggota Pelaksana Ketua Pelaksana Nama Lengkap NIM Fakultas/Program Studi Tempat dan tanggal lahir Perguruan Tinggi Karya Yang Pernah dibuat : Muhamad Saifudin : 115040201111341 : Pertanian/Agroekoteknologi : Nganjuk, 07 Maret 1993 : Universitas Brawijaya :-

Anggota Pelaksana Nama Lengkap NIM Fakultas/Program Studi Tempat dan tanggal lahir Perguruan Tinggi Karya Yang Pernah dibuat : Safarudin Slamet Riady : 115040200111169 : Pertanian/Agroekoteknologi : Asahan 10 Agustus 1993 : Universitas Brawijaya :-

Nama Lengkap NIM Fakultas/Program Studi Tempat dan tanggal lahir Perguruan Tinggi Karya Yang Pernah dibuat

: Ninuk Cahyani : 115040201111152 : Pertanian/Agroekoteknologi : Blitar 10 Desember 1992 : Universitas brawijaya :-

Nama Lengkap NIM Fakultas/Program Studi Tempat dan tanggal lahir Perguruan Tinggi Karya Yang Pernah dibuat

: Azzura Najmie Fajriyah Tamalate : 115040201111346 : Pertanian/Agroekoteknologi : Malang, 9 September 1994 : Universitas Brawijaya :-

Nama Lengkap NIM Fakultas/Program Studi Tempat dan tanggal lahir Perguruan Tinggi Karya Yang Pernah dibuat

: Laela Chamadah : 115040213111040 : Agroekoteknologi : Blitar, 18 April 1992 : Universitas Brawijaya :-