Anda di halaman 1dari 3

Analisis SWOT

Strength
yang sebagian besar berupa dataran tinggi yang cocok digunakan sebagai lahan pertanian dan merupakan daerah penghasil sayur dan buah sedangkan Kecamatan Boyolali memiliki Internal topografi yang relatif datar sehingga cocok sebagai pusat pemasaran produk pertanian tersebut. Sementara Kecamatan Banjarsari, Solo memiliki kondisi topografi yang relatif datar dan berpotensi sebagai etalase serta lokasi pemasaran produk perdagangan Kabupaten Boyolali Kabupaten Boyolali khususnya Kecamatan Cepogo memiliki kebudayaan dalam kerajinan tembaga yang diperoleh secara turun-temurun. Eksternal Sedangkan Kota Solo memiliki kebudayaan Jawa yang sangat kental yang berpotensi untuk menjadi produk pariwisata yang diwujudkan melalui festival dan event kebudayaan lainnya. Kabupaten Boyolali dan Kota Solo didominasi oleh penduduk usia produktif yang bekerja di sektor perdagangan Opportunity Dengan kondisi lahan di Kecamatan Selo dan Cepogo yang cocok digunakan sebagai lahan pertanian maka Kabupaten Boyolali memiliki Kabupaten Boyolali berada di dalam komoditas unggulan pertanian seperti sayur dan segitiga Joglosemar dan wilayahnya buah serta komoditas peternakan sapi, sehingga dekat dengan lingkup Kabupaten Boyolali akan menjadi daerah Subosukawonosraten sehingga memiliki pemasok atau supplier bagi wilayah regional wilayah pasar yang potensial. Sementara Subosukawonosraten. Sedangkan Kota Solo Kota Solo memiliki letak strategis yang yang memiliki potensi pariwisata mendatangkan menjadi salah satu daya tarik wisatawan

Weakness
Boyolali terhadap curah hujan Belum adanya lokasi pemasaran produk kerajinan tembaga di Kabupaten Boyolali Lokasi perdagangan di Kabupaten Boyolali dan Kota Solo yang cenderung terpusat di kota sehingga menimbulkan kesenjangan pembangunan dengan daerah pinggiran Kurangnya penyediaan sarana angkutan sebagai penunjang dalam kegiatan distribusi barang baik di Kabupaten Boyolali maupun di Kota Solo Masih terdapat jaringan jalan yang rusak ataupun jalan yang masih sempit di Kabupaten Boyolali dan Kota Solo sehingga menghambat aktivitas terutama perdagangan Kurangnya peranan kelembagaan dalam pengendalian kegiatan perdagangan di Kabupaten Boyolali dan Kota Solo

Kondisi morfologi di Kecamatan Selo dan Cepogo Ketergantungan produk pertanian di Kabupaten

Penemuan inovasi baru dan teknologi yang lebih baik sebagai langkah peningkatan komoditas perdagangan Kabupaten Boyolali sehingga produk dari Kabupaten Boyolali akan tetap eksis untuk berkontribusi dalam memenuhi kebutuhan pasar Subosukawonosraten. Lokasi Kota Solo yang strategis yaitu dikelilingi oleh daerah daerah hinterland-nya yang berperan sebagai daerah pemasok komoditas

untuk mengunjungi Kota Solo.

Kabupaten Boyolali dan Kota Solo berada

pada lokasi yang strategis karena dilewati jalur regional Jawa Tengah - Jawa Timur Kabupaten Boyolali dilalui jalur paket wisata Solo Selo Borobudur (SSB)

demand yaitu para wisatawan yang dapat dimanfaatkan oleh Kabupaten Boyolali untuk mengenalkan dan memasarkan produk perdagangannya. Dengan wilayahnya yang datar dan strategis maka Kota Solo dapat berperan sebagai daerah pemasaran atau distribusi komoditas yang dihasilkan Kabupaten Boyolali untuk memenuhi kebutuhan wilayah regional Subosukawonosraten Kabupaten Boyolali juga memiliki komoditas hasil kerajinan tembaga yang sangat potensial untuk dikembangkan melalui suatu program wisata SSB dimana Kota Solo menjadi daerah etalase bagi produk kerajinan tembaga dan juga dapat dibuat suatu program festival hasil kerajinan sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung karena selain berwisata juga dapat membeli hasil kerajinan dari Kabupaten Boyolali Dengan adanya jalur regional dan jalur paket wisata SSB maka menjadikan Kabupaten Boyolali menjadi strategis untuk dikembangkan perdagangan terutama memudahkan dalam kegiatan distribusi barang yang berasal dari Kabupaten Boyolali untuk kemudian dipasarkan ke wilayah Subosukawonosraten Penduduk Kabupaten Boyolali dan Kota Solo yang sebagian besar adalah usia produktif menyediakan tenaga kerja terutama dalam sektor perdagangan sehingga kerjasama dalam kegiatan perdagangan di kedua wilayah tersebut dapat terjalin dengan baik dimana komoditas perdagangan dari Kabupaten Boyolali dapat didistribusikan baik melalui Kota Solo atau bahkan langsung ke wilayah regional Subosukawonosraten

pertanian seperti Kabupaten Boyolali sehingga kebutuhan Kota Solo akan barang barang pertanian dapat tercukupi dengan baik dan Kota Solo juga dapat berperan sebagai daerah alternatif pemasaran produk Kabupaten Boyolali khususnya produk pertanian, peternakan sapi, dan kerajinan tembaga Pembuatan pusat pusat pelayanan perdagangan baru di daerah pinggiran di Kabupaten Boyolali berdasarkan potensi masing masing daerah yang dimiliki dan didukung dengan adanya jalur regional dan letak yang strategis sehingga kegiatan perdagangan akan berkembang secara merata dan tidak terjadi kesenjangan pembangunan antara kota dengan daerah hinterlandnya Perbaikan infrastruktur di Kabupaten Boyolali khususnya jalan yang mengalami kerusakan seperti di Kecamatan Selo dan Cepogo Boyolali, dimana jalan merupakan faktor penting yang menunjang kegiatan perdagangan terutama dalam kegiatan distribusi barang dari Kabupaten Boyolali ke Kota Solo atau wilayah regional Subosukawonosraten serta pengoptimalan sarana pengangkutan barang dagangan baik dari Kabupaten Boyolali ke Kota Solo maupun ke daerah lain dalam lingkup Subosukawonosraten. Pembuatan peraturan dan kebijakan serta peran kelembagaan yang mengatur kegiatan perdagangan baik di Kota Solo maupun Kabupaten Boyolali terutama kebijakan dalam penggunaan lahan untuk kegiatan perdagangan tersebut sebagai salah satu alat pengendali kegiatan perdagangan agar perkembangan kegiatan perdagangan tersebut dapat berjalan dengan baik

Threat
Adanya persaingan dalam komoditas
unggulan yang sama yaitu sektor pertanian antara Kabupaten Boyolali dengan kabupaten lain di sekitarnya yang merupakan hinterland Kota Solo Produk kerajinan dari masing masing daerah sehingga menimbulkan persaingan bagi produk kerajinan tembaga Kabupaten Boyolali Kurangnya daya saing produk perdagangan dari Kabupaten Boyolali

Pengembangan

komoditas unggulan yang Peningkatan kualitas produk perdagangan dari berasal dari Kabupaten Boyolali melalui inovasi Kabupaten Boyolali melalui teknologi yang lebih inovasi terbaru misalnya dengan dilakukan baik misalnya dengan diversifikasi pertanian kegiatan pengolahan menjadi berbagai macam sehingga penyediaan hasil pertanian tersebut makanan sehingga membedakan dengan akan lebih stabil tanpa adanya hambatan komoditas dari daerah lain dan memberi nilai ketergantungan dari faktor apapun serta tidak tambah tersendiri bagi produk Kabupaten monoton dan mampu memiliki daya saing Boyolali dengan hasil pertanian dari daerah lainnya Produk hasil kerajinan tembaga yang berasal Pemanfaatan Pasar Legi di Kota Solo sebagai dari Boyolali juga dibuat melalui tekonologi serta etalase hasil kerajinan tembaga dari Kabupaten inovasi baru yang lebih kreatif sehingga produk Boyolali sehingga produk kerajinan tersebut tersebut akan memiliki ciri khas tersendiri yaitu dapat dinikmati baik oleh masyarakat bahkan sebagai produk dengan label Kabupaten Boyolali para wisatawan yang berkunjung ke Solo dan dan tidak kalah saing dengan hasil kerajinan dari keterkaitan Kota Solo dengan Kabupaten daerah lainnya Boyolali dalam kegiatan perdagangan dapat terjalin dengan baik Dengan jumlah penduduk Kota Solo dan juga Kabupaten Boyolali maka ketersediaan tenaga Dengan jumlah penduduk di Kabupaten Boyolali kerja semakin besar dalam sektor perdagangan dan Kota Solo yang semakin bertambah maka namun harus disertai dengan pendidikan dan mendorong kebutuhan akan barang juga keterampilan khusus misalnya dalam semakin bertambah sehingga kegiatan pembuatan kerajinan tembaga di Kabupaten perdagangan akan terus berkembang seiring Boyolali sehingga produk kerajinan tersebut pertumbuhan penduduk dimana dalam kegiatan dapat menjadi salah satu pemasukan perdagangan di Kabupaten Boyolali dapat pendapatan bagi masyarakat Boyolali dan memberikan kontribusi besar dalam lingkup memiliki ciri khas tersendiri sebagai produk Subosukawonosraten dan mampu bersaing unggulan Boyolali yang mampu bersaing dengan dengan daerah lainnya yang didukung dengan produk kerajinan dari daerah lainnya peranan kelembagaan baik dari masyarakat maupun pemerintah.