Anda di halaman 1dari 10

BAB I PENDAHULUAN

A.

Latar Belakang Masalah Memiliki seorang anak merupakan anugrah tersendiri yang harus disyukuri. Banyak hal yang menarik ketika kita belajar menjadi orang tua yang baik buat anak kita, tentunya suatu saat nanti kita ingin menjadi seseorang yang bisa menjadi panutan dan kebanggaan bagi anak kita ketika sudah besar. JIka ingin demikian tentunya kita harus bisa dan mengerti bagaimana cara mengasuh dan mendidik anak dengan benar Selain menyenangkan kadang kadang anak-anak juga bisa merepotkan orang tuanya, apalagi kalau Si kecil sedang malas makan, beberapa hal berikut mungkin bisa membantu para orang tua ketika si kecil sedang malas makan.

B.

Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka rumusan masalah yang dapat penulis kemukakan adalah: 1. Dasar teori mengenai arti dari makan 2. Faktor penyebab anak malas makan 3. Akibat yang disebabkan dari anak yang malas makan

C.

Tujuan dan Manfaat Penulisan Tujuan dan manfaat yang penulis capai melalui tulisan ini adalah: 1. Untuk mendapatkan pengetahuan yang lebih luas tentang anak yang malas makan 2. Supaya bisa mengimplementasikan cara menghadapi anak yang malas makan 3. Untuk memenuhi syarat Mata Kuliah Modifikasi Perilaku

BAB II PEMBAHASAN

A . Pengertian makan menurut beberapa ahli


PROF. DR. ALI KHOMSA Makan merupakan ajang bagi anak untuk belajar banyak hal TRACY HOGG Makan adalah ketrampilan sosial, anak akan belajar kesabaran dan sopan santun MARCUS J. BONG Makan adalah suatu mikrokosmos sistem sosial, makan semeja dengan orangorang lain adalah suatu penjelmaan wawasan social

B . Pengertian teori yang mengatakan bahwa makan adalah sebuah pembelajaran

Belajar Melalui Makan

Kegiatan makan bagi anak kita ternyata lebih dari sekedar memasukan makanan ke dalam mulut ataupun mengisi perut yang lapar. Dari makan, anak melatih kemampuan motorik halus, merangsang rasa ingin tahu, mengasah kemandirian, dan belajar mengenai table manner dan sopan santun. Kini, semakin banyak dari orang tua yang sadar akan pentingnya hal ini bagi sang buah hati. Sebisa mungkin mereka menghindari memberi makan si kecil secara paksa, makan dengan digendong, makan sambil nonton TV atau membiarkannya berlarian saat makan.

Melatih kemampuan motorik halus

Belajar makan adalah proses yang panjang, sama halnya dengan belajar berbicara ataupun belajar berjalan. Anak harus melalui beberapa tahap sebelum ia mahir menggunakan sendok dan makan tanpa dibantu. Orang tua dan pengasuh memang harus extra sabar dalam menuntun anak melalui setiap tahap. Yang harus diingat adalah sebuah hasil memerlukan proses, dan proses itulah yang lebih penting dan harus distimulasi dengan optimal.

Saat bayi mulai dapat duduk sendiri tanpa dibantu. Letakan ia di high chair. Dengan duduk di high chair ia dapat bereksplorasi mengenai bentuk dan tekstur makanan melalui indra peraba. Berikan ia beberapa tetes makanan di jari nya dan lihatlah bagaimana jarinya mulai meraba dan merasakan makanan. Biarkan jarinya merasakan tekstur dan bentuk yang berbeda beda setiap hari, dari yang dingin, hangat, bulat, pipih, lembek, padat ataupun yang lengket seperti nasi. Tahap awal belajar makan memang bukan main berantakan tapi dengan cara seperti itulah bayi Anda belajar.

Finger food atau makanan yang dapat dimakan dengan tangan memang tepat digunakan untuk melatih kemampuan koordinasi tangan si kecil dalam mengambil makanan dan mengarahkannya ke mulut. Gunakan finger food ini saat anda melihat tanda-tanda si kecil mulai tertarik makan sendiri. Anda dapat mencoba potongan roti, keju atau sayuran kukus yang telah dipotong-potong.

Saat si kecil mulai tertarik menggunakan sendok siapkan dua sendok. Satu dipegang Anda untuk menyuapi, satu lagi untuk si kecil bereksplorasi. Pada tahap ini mungkin ia belum mengerti fungsi sendok. Ia akan gunakan sendok untuk digigit, dilempar ke lantai, atau diketuk-ketuk ke meja. Lambat laun mendekati ulang tahunnya yang pertama ia akan mengerti kegunaan sendok. Siapkan mangkok dan sendok terpisah untuknya dan bimbing ia secara perlahan.

Mengasah rasa ingin tahu dan ketertarikan terhadap makanan

Sekitar umur 1-5 tahun si kecil sudah tertarik untuk makan sendiri. Ia pun sudah mengerti apa guna sendok dan bagaimana menggunakannya. Pada tahap ini, yang Anda harus lakukan adalah penguatan terhadap kemampuannya untuk makan sendiri. Stimulasi ia untuk makan sendiri dengan memberikan makanan dengan bentuk dan warna yang menarik. Cetaklah nasi nya dengan cetakan berbentuk bintang, muka teddy bear ataupun mobil. Di tengah-tengah makan, sering kali ia merasa bosan dan lelah makan sendiri. Pada saat inilah anda mulai membantu menyuapi. Jangan paksa ia untuk menghabiskan makanannya. Biarlah perutnya yang menentukan. Menjejali anak untuk makan lebih dari porsi yang dibutuhkannya bukan hanya mengenalkan cara makan yang tidak baik tapi juga menumbuhkan negativisme terhadap sesi makan. Ia akan segera mengasosiasikan sesi makan dengan paksaan dan perasaan tidak nyaman akibat terlalu kenyang. Saat si kecil berumur 1.5 2 tahun, Anda dapat ajak ia makan bersama dengan anggota keluarga yang lain. Makan bersama bukan hanya lebih seru, namun melihat yang lain makan dengan lahap ternyata juga menumbuhkan selera makannya. Apalagi di umur ini, anak Anda sudah bisa makan makanan yang sama dengan anggota keluarga lainnya. Mengasah kemandirian Entah apa jadinya bila anak anda terus minta disuapi. Kalau tidak disuapi dia tidak mau makan. Selain membuat orang tua repot (terutama saat si mba mudik), mungkin kebiasaan ini juga tidak menguntungkan bagi anak Anda. Untuk makan saja ia sangat tergantung dengan orang lain untuk menyuapinya. Pada usia dini, makan merupakan salah satu cara untuk mengajarkan konsep kemandirian. Cara-cara seperti menciptakan suasana makan yang mengasyikan, berikan makanan yang menarik perhatiannya, ajak ia makan bersama merupakan hal yang cukup ampuh untuk menumbuhkan kebiasaan makan yang baik, salah satunya tidak malas untuk makan sendiri.

Mengajarkan table manner dan sopan santun

Anak usia dini sangat pandai meniru. Orang bilang monkey see, monkey do. Hal yang dapat dilakukan oleh orang tua adalah memperlihatkan kebiasaan makan yang baik. Bila salah satu orang tua selalu makan dengan tergesa-gesa, makan sambil nonton TV atau membaca koran, maka jangan heran bila hal itu yang senang dilakukan oleh anak saat makan.

Makan bersama sering kali menjadi sebuah contoh bagi anak untuk belajar sopan santun di meja makan. Hal-hal yang sederhana misalnya makan tidak berbunyi, menggunakan sendok garpu dengan benar, serta penggunaan kata tolong dan terima kasih.

Selain table manner dan sopan santun, anda pun dapat membuat acara makan sebagai momen untuk mengajarkan pembagian tanggung jawab. Misalnya pada saat mempersiapkan makan malam. Balita Anda akan senang bila Anda melibatkannya. Ajak ia mengambil serbet dan meletakannya di atas meja sambil ajarkan ia berhitung. Saat selesai makan, libatkan ia dalam membereskan meja makan. Minta ia mengumpulkan serbet kotor, lalu masukan ke dalam keranjang pakaian kotor.

C. Faktor Penyebab Anak Malas Makan


Adapun faktor yang menyebabkan anak susah makan, diantaranya : a. Bosan dengan menu dan penyajian makanan. Menu makan saat anak selepas ASI eksklusif yang itu-itu saja akan membuat anak bosan dan malas makan. Belum lagi cara penyajian makanan yang campur aduk antara lauk pauk seperti makanan diblender jadi satu. Sama dengan orang dewasa, kalau makan dengan menu sama tiap hari dan disajikan campur aduk,

pasti malas makan. Untuk itu, variasikan menu makan anak.Tergantung pintarpintarnya bunda memberikan makanan bervariasi. Kalau anak gak mau nasi, kan bisa diganti dengan roti, makaroni, pasta, bakmi, atau yang lainnya. Penyajian makanan yg menarik penting sekali. Jangan campur adukkan makanan. Pisahkan nasi dengan lauk pauknya. Hias dengan aneka warna dan bentuk. Jika perlu cetak makanan dengan cetakan kue yg lucu. b. Memakan camilan padat kalori menjelang jam makan Hal ini membuat anak tidak merasa lapar. Seperti permen, minuman ringan, coklat, hingga snack ber-MSG. Akibatnya, ketika jam makan tiba anak sudah kekenyangan. Atur makanan selingan jauh sebelum waktu makan tiba. Beri camilan yang sehat seperti potongan buah, sayur kukus, keju, yoghurt, es krim, cake buatan ibu, atau lainnya. c. Minum susu terlalu banyak Susu di banyak keluarga dianggap sebagai makanan dewa yang bisa menggantikan makanan utama seperti nasi, sayur dan lauk pauknya. Orangtua cenderung kurang sabar memberikan makanan kasar. Atau orangtua sering takut anaknya kelaparan, sehingga makanan diganti dengan susu. Akhirnya, daripada perut si anak tidak kemasukan makanan, diberikan saja susu berlebihan. Padahal setelah anak berusia satu tahun, kehadiran susu dalam menu sehari-hari bukanlah hal wajib. Secara gizi, susu hanya untuk memenuhi kebutuhan kalsium dan fosfor saja. Mulailah melatih anak dengan berbagai jenis makanan. Ubah juga pola pikir orangtua. d. Terpengaruh kebiasaan orangtua Anak suka meniru apa yang dilakukan oleh anggota keluarga lainnya, terutama orangtua. Banyak perilaku yang dilakukan orangtua mempengaruhi perilaku makan anak. Misalnya, anak yang tumbuh dalam lingkungan keluarga yang malas makan (diet), akan mengembangkan perilaku malas makan juga. Perhatikan dan ubah kebiasaan dan perilaku orangtua kapanpun, termasuk perilaku makan. Ingat,

anak merekam, belajar, dan menerapkan semua hal yang ia dapat dari lingkungan sekitarnya, terutama orangtua. Biarkan anak mencoba memakan makanan sendiri sejak dini, tanpa disuapi. Intinya, yang jelas dan perlu diingat baik-baik oleh tiap orangtua adalah, seberapapun anak susah makan, ia tidak akan membiarkan dirinya kelaparan selama mentalnya sehat. Artinya, begitu ia kelaparan, maka pasti ia akan makan. Jadi, tetaplah kreatif mengolah dan menyajikan makanan, bina komunikasi yang baik, terus belajar menjadi orangtua dan memahami kondisi anak. e . Munculnya sikap negativistik fase normal yg dilewati tiap anak. Pada usia 2-6 tahun, anak sering membangkang / tidak mau patuh. Saat makan tiba, anak terkadang bilang gak mau, makanannya suka dilepeh atau dilempar, dsb. Ini disebut sikap negativistik. Sikap negativistik merupakan fase normal yg dilalui tiap anak usia balita. Sikap ini juga suatu bagian dari tahapan perkembangannya untuk menunjukkan keinginan untuk independent . Jadi batita umumnya ditandai dengan AKU, artinya segala sesuatunya harus berasal dari AKU bukan dari orang lain; intinya power. Nah banyak ortu yg gak memahami hal ini, sehingga lantaran khawatir kecukupan gizi anak tidak terpenuhi, orang tua biasanya makin keras memaksa anaknya makan. Ada ortu yg mengancam anaknya bahkan memukul. Cara2 tsb harus dihindari.

Justru semakin anak pd usia ini dipaksa, justru akan makin melawan (sebagai wujud negativistiknya) . Realisasinya apalagi kalau bukan penolakan terhadap makanan. Bisa dimaklumi kalau ada orang yang sampai dewasa emoh makan nasi atau sama sekali tak menyentuh daging. Bisa jadi sewaktu masih kecil yang bersangkutan sempat mengalami trauma akibat perlakuan orang tuanya yang selalu memberinya makan secara paksa.

f . Anak sedang sakit / sedih Anak tidak mau makan dapat juga disebabkan krn anak sedang sakit atau sedang sedih. Kalau semula anak terlihat aktif, riang dan cerewet, maka di kala sakit ia

lebih suka diam dan terlihat malas-malasan.

Tetap kreatif mengolah & menyajikan makanan, bina komunikasi yg baik, terus belajar menjadi ortu & memahami kondisi anak, dan bersabar. Selain menyenangkan kadang kadang anak2 juga bisa merepotkan orang tuanya, apalagi kalau Si kecil sedang malas makan, beberapa hal berikut mungkin bisa membantu para orang tua ketika si kecil sedang malas makan. Pengetahuan Gizi Yang perlu disadari oleh para orang tua adalah bahwa kebutuhan gizi anak berbeda beda. Kebutuhan gizi makanan ini tergantung pada umur, berat badan, jenis kelamin dan aktifitas fisik. Yang perlu diperhatikan adalah kecukupan zat gizi yang terkadung didalam makanan, bukan banyak sedikitnya makanan yang masuk ke perut anak, dalam hal ini tentu saja kita sebagai orang tua harus rela untuk mempelajari sedikit tentang masalah gizi anak. Hindari Memaksa Ketika anak sedang malas atau bahkan tidak mau makan sama sekali, jangan paksa anak untuk makan. Memaksa anak untuk memakan makanannya hanya akan tambah menghilangkan selera makannya, tetapi cobalah secara pelan dan berngsur angsur menyuapinya sambil menceritakan tentang sesuatu atau sambil diajak jalan2. Bangkitkan Seleranya Sangat tidak mudah untuk membangkitkan selera anak, memerlukan ketekunan dan kesabaran yang cukup tinggi. Membangkitkan selera makan anak bisa dimulai dengan memberikan makanan kesukaannya selama 1-2 bulan, setelah itu cobalah untuk mengurangi sedikit makanan kesukaannya dan ditambah dengan variasi hidangan lain. Suasana makan yang menyenangkan juga bisa membangkitkan selera makan anak, ada banyak cara yang bisa dilakukan, misalnya, memakai

piring dan sendok yang berwarna warni atau gambar tokoh kartun kesukaannya atau makan bersama teman2nya, dll. Kurangi Makanan Manis Agar nafsu makan anak tetap terjaga sebaiknya kurangi makanan yang manis manis karena akan membuat perut terasa kenyang dan anak akan menolak untuk makan. Makanan Beraneka Macam Usahakan untuk memberi makanan yang beraneka macam kepada anak, jika diberi makanan yang itu itu saja, anak akan cepat merasa bosan sehingga malas untuk makan. Dengan memberi makanan yang beraneka ragam akan membuat asupan gizi menjadi lebih lengkap dan juga Anda akan mengetahui makanan apa2 saja yang menjadi kesukaannya. Konsultasi Dokter Beberapa penyakit seperti radang tenggorokan, gigi berlubang dan sariawan bisa menyebabkan anak secara tiba tiba kehilangan nafsu makannya. Oleh karenanya segera ketahui apa penyebab anak kehilangan nafsu makan, jika penyebabnya adalah karena penyakit seperti diatas hendaknya segera konsultasikan kedokter agar segera mendapatkan pengobatan.

D . Akibat yang ditimbulkan


Murojaah hafalan suratnya tertinggal Moving untuk pindah ke sentra yang lain terhambat Setiap kegiatan ekskul selalu datang paling terakhir

BAB III PENUTUP A. Kesimpulan

Makan merupakan kebutuhan pokok setiap manusia. Setiap hari kita harus makan supaya kita mempunyai energi untuk beraktivitas. Namun, jika kebiasaan makan yang terlalu lama yang diakibatkan dari anak malas makan terus di biasakan dari kecil hingga menjadi suatu kebiasaan sampai dewasa nanti, itu merupakan hal yang tidak baik dan harus dihilangkan kebiasaan tersebut.

B. Saran Akhirnya saya menyadari bahwa sanya makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh sebab itu kritik dan saran yang sifatnya membangun sangat saya harapkan.