Anda di halaman 1dari 2

http://www.lambungsehat.com/index.php?

mod=fucosid

http://mutupelayanankesehatan.net/index.php/75-prioritas-obat-generik

Prioritas Obat Generik

MELAWI (Pontianak Post)- Dokter yang bertugas di fasilitas pelayanan kesehatan pemerintah wajib menulis resep obat generik bagi pasien sesuai indikasi medis. Hal tersebut sesuai dengan Keputusan Menteri kesehatan Nomor K. 02. 02/Menkes/068/I/2010 pasal 4 ayat 1 menyebutkan tentang dokter yang bertugas di fasilitas pelayanan kesehatan pemerintah wajib menulis resep obat generik bagi pasien sesuai indikasi medis. "Keputusan ini menindaklanjuti hasil rapat tanggal 6 maret lalu tentang kesepakatan bersama peresapan obat dan tindakan OK," ujar Direktur RSUD Melawi dr. Tanjung Harapan.Saat ditemui di ruang kerjanya, Tanjung menjelaskan ia sudah menyikapi hal tersebut dengan membuat surat pemberitahuan kepada seluruh petugas medis (dokter, perawat, bidan) untuk tidak melakukan peresapan obat, medis dan lain-lain keluar selama persediaan obat dan alat kesehatan lain di instalasi RSUD Melawi masih tersedia. Tidak diperbolehkan lagi menjual, menitip barang berupa obat, alat kesehatan baik secara individu maupun ke instalasi farmasi RSUD Kabupaten Melawi. Kepada petugas medis diwajibkan untuk melakukan peresepan obat-obat generik. "Apabila kondisi khusus atau emergency yang sifatnya mengancam jiwa pasien dan perlu dilakukan tambahan obat, alat, yang tidak tersedia di instalasi RSUD Melawi agar dikoordinasikan dengan direktur RSUD dan komite medis," terangnya.

Selain itu ia mengungkapkan para dokter, bidan dan perawat di RSUD tidak diperkenankan memungut biaya dengan alasan tertentu kepada pasien jamkesmas, jampersal ataupun jamkesda atau pasien yang tidak mampu (SKTM), juga tidak diperkenankan memungut biaya diluar peraturan daerah retribusi yang sudah ditetapkan. "Apabila melanggar ketentuan tersebut para pasien ataupun keluarga bisa melaporkan disertai dengan bukti ke rumah sakit atau Komite Medis," tegas Tanjung seraya mengatakan semua dokter, perawat dan bidan diwajibkan berkoordinasi dan berkonsultasi ke divisi terkait dalam hal tindakan atau diagnosa penyakit. Ditempat terpisah, Bupati Melawi Firman Muntaco memperingatkan rumah sakit milik pemerintah memang harus menggunakan obat generik. Jika tidak, dokter yang menulis resep obat yang mahal berikut rumah sakitnya terancam sanksi keras. "Karena UU sudah menyebutkan, dokter yang bertugas di fasilitas pelayanan kesehatan pemerintah wajib menulis resep obat generik bagi semua pasien sesuai indikasi medis. Dengan resep tersebut obat bisa diperoleh di apotek atau di luar fasilitas pelayanan kesehatan dalam hal obat generik dimaksud tidak tersedia," ujar Bupati. Apalagi peningkatan bidang kesehatan menjadi salah satu prioritas Bupati dengan motto "Melawi Sehat", menurut Firman tidak ada alasan bagi rumah sakit pemerintah untuk merekomendasikan selain obat generik. Apalagi ketersediaan obat generik terus dijaga."Sejauh ini ketersediaan obat generik dalam jumlah dan jenis yang cukup selalu diupayakan. Perlu ada gerakan untuk lebih mendorong penggunaan obat generik di semua fasilitas pelayanan kesehatan," papar orang nomor satu di Kabupaten Melawi ini. Salah satu pertimbangan mewajibkan penggunaan obat generik di semua fasilitas pelayanan kesehatan pemerintah, menurut Firman, untuk memberikan keringanan kepada setiap pasien dan keluarganya dalam memperoleh obat. Harga obat generik yang lebih murah, sekaligus bisa memberi peringatan agar masyarakat tidak cepat tergiur membeli obat mahal yang belum tentu lebih berkhasiat. Untuk menjaga keyakinan konsumen, sosialisasi penggunaan obat generik jangan fokus kepada harga yang murah. Obat generik harus disosialisasikan, tetap memiliki mutu yang relatif sama dibandingkan obat bermerek."Disinilah peran para dokter dan petugas rumah sakit pemerintah, termasuk Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas). Masyarakat cenderung tertarik memilih obat selain karena kemasan yang cukup bagus, juga terbius gencarnya iklan," imbaunya.Jangan sampai ada laporan mereka terkena sanksi akibat lalai melaksanakan kewajiban. Diakui, dalam Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) No. K.02.02/MENKES/068/I/ 2010 tentang Kewajiban Menggunakan Obat Generik di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Pemerintah, dalam Bab III mengatur hal pembinaan dan pengawasan