Anda di halaman 1dari 33

B.

REKAYASA PRODUKSI TANAMAN SETAHUN istilah dan definisi


Direktorat Bina Produksi Tanaman Pangan Lembaga Penelitian Pertanian, 1987.

Disajikan oleh Dr. May Siti Djasmara, Ir., M.S.

1. TANAM TUMPANGGILIR
Tanam tumpanggilir adalah suatu usaha penanaman secara tumpangsari, bersisipan, ratoon, bergiliran dan lain-lain yang mendatangkan panen-habis lebih dari satu kali selama periode satu tahun pada sebidang lahan. Tanam tumpanggilir diterjemahkan menjadi multiple cropping

2.TANAM TUMPANGSARI
Tanam tumpangsari adalah suatu usaha penanaman pada sebidang lahan, dimana lebih dari satu jenis tanaman ditanam dan tumbuh bersama dengan jarak tanam dan larikan yang teratur. Tanam tumpangsari diterjemahkan menjadi inter cropping

3. TANAM BERSISIPAN
Tanam bersisipan adalah suatu usaha penanaman pada sebidang lahan, dimana terjadi penanaman benih atau bibit tanaman baru diantara tanaman lama yang sudah berbunga atau setengah umur. Tanaman bersisipan diterjemahkan menjadi relay cropping

4. TANAM BERGILIRAN
Tanam bergiliran adalah suatu usaha penanaman pada sebidang lahan, dimana penanaman baru berikutnya dilakukan setelah tanaman lama sebelumnya selesai dipanen-habis. Tanam bergiliran diterjemahkan menjadi sequintal planting

5. TANAM CAMPURAN
Tanam campuran adalah suatu usaha penanaman pada sebidang lahan, dimana lebih dari satu jenis tanaman dan tumbuh bersama tanpa jarak tanam dan larikan yang diatur, tetapi tercampur secara acak. Tanam campuran diterjemahkan menjadi mixed cropping.

6. TANAM SEJENIS
Tanam sejenis adalah suatu usaha penanaman pada sebidang lahan, dimana hanya satu jenis tanaman yang ditanam dan dipelihara sampai dipanen-habis. Tanam sejenis diterjemahkan menjadi monoculture

7. TANAM SELA
Tanam sela adalah suatu usaha penanaman tanaman semusim atau setahun diantara tanaman tahunan. Tanaman sela diterjemahkan menjadi interculture

8. PANEN TUNGGAL
Panen tunggal adalah suatu usaha penanaman pada sebidang lahan, dimana hanya terjadi satu kali panen selama periode satu tahun (ini tidak termasuk tumpanggilir). Panen tunggal diterjemahkan menjadi mono cropping

9. PANEN KEMBAR/ PANEN GANDA


Panen kembar/ panen ganda adalah suatu usaha penanaman pada sebidang lahan, dimana terjadi dua kali panen-habis selama periode satu tahun yang berasal dari dua kali penanaman. Disini terjadi satu kali pergiliran tanaman sejenis. Tanam kembar diterjemahkan menjadi double cropping

10. ROTASI TANAMAN


Rotasi tanaman adalah suatu pergiliran tanaman, hanya dalam pergiliran tersebut terdapat lebih dari satu jenis tanaman. Rotasi tanaman diterjemahkan menjadi crop rotation

11. TUMPANGSARI BERSISIPAN


Tumpangsari bersisipan adalah tumpangsari yang susul menyusul secara bersisipan. Tumpangsari bersisipan diterjemahkan menjadi relay inter cropping

12. TUMPANGSARI BERGILIRAN


Tumpangsari bergiliran adalah tumpangsari yang susul menyusul secara bergiliran diterjemahkan menjadi sequential inter cropping

13. TANAM JEJER WAYANG

Tanam jejer wayang adalah tanam bersisipan relay planting

14. TANAM BERUNTUN

Tanam beruntun adalah tanam bergiliran, hanya penanaman dilakukan langsung tanpa pengolahan tanah lebih dahulu

15. TANAM SELAMBUR

Tanam selambur adalah suatu usaha penanaman pada sebidang lahan, dimana berbagai varietas dari satu jenis tanaman ditanam bersamaan secara bercampur

16. PEMANGKASAN
Pemangkasan adalah suatu usaha pemangkasan tanaman bersamaan dengan panen-habis dengan maksud agar tumbuh tunas baru yang akan mendatangkan hasil lagi. Pemangkasan diterjemahkan ratoon

17.SORJAN

Sorjan adalah suatu lahan yang dibentuk menjadi dua ketinggian permukaan, yaitu permukaan atas dan permukaan bawah yang berdampingan dan berselingan pada sebidang lahan.

18. TANAM BERLAJUR


Tanam berlajur adalah suatu usaha penanaman pada sebidang lahan, dimana masing-masing jenis tanaman ditanam secara berlajur dan berselingan. Satu lajur terdiri dari satu jenis tanaman dalam beberapa baris. Tanaman berlajur diterjemahkan menjadi strip cropping

19. DIVERSIFIKASI TANAMAN


Diversifikasi tanaman adalah suatu usaha penanaman berbagai jenis dan varietas tanaman pada sebidang lahan dengan maksud memenuhi sebagian besar macam kebutuhan penanam dalam masyarakat

20. POLA TANAM


Pola tanam adalah suatu susunan dan atau urutan tanaman pada sebidang lahan selama periode satu tahun, termasuk pengolahan tanah dan bera (kosong) di dalamnya. Pola tanam disebut juga pola pertanaman dan diterjemahkan menjadi cropping pattern

21. SISTEM BERTANAM


Sistem bertanam adalah suatu usaha penanaman pada sebidang tanah menurut pola tanam yang sesuai dengan kemauan, kemampuan dan tujuan petani penanam. Sistem bertanam diterjemahkan menjadi cropping system

22. POLA USAHA TANI


Pola usaha tani adalah suatu susunan dan atau urutan cabang-cabang usaha tani pada sebidang lahan atau areal usaha tani dalam satu pengolahan. Pola usaha tani diterjemahkan menjadi farming pattern atau farm layout

23. SISTEM USAHA TANI


Sistem usaha tani adalah suatu usaha lebih dari satu cabang usaha pada sebidang lahan atau areal usaha tani dalam satu pengelolaan sesuai dengan kemauan, kemampuan dan tujuan petani. Sistem usaha tani diterjemahkan menjadi farming system. Cropping system merupakan subsistem dari pada farming system

24. RATIO SETARA TANAH


Ratio setara tanah (RTS) adalah jumlah luas lahan yang dibutuhkan untuk pertanaman monokultur setiap jenis tanaman untuk menghasilkan produksi yang sama jumlah dengan hasil tumpangsari seluas 1 hektar. Ratio setara tanah diterjemahkan menjadi land equivalent ratio disingkat LER.

25.INDEKS TUMPANGGILIR
Indeks tumpanggilir adalah hasil perbandingan antara jumlah luas masingmasing jenis tanaman dalam pola tanam selama setahun dengan luas lahan yang tersedia untuk ditanami dikalikan 100. Indeks tumpanggilir diterjemahkan menjadi multiple cropping index

26. INDEKS INTENSITAS TUMPANGGILIR


Indeks intensitas tumpanggilir adalah hasil dari perbandingan antara jumlah luas kali umur masing-masing jenis tanaman dalam pola tanam selama setahun kali 100 dengan luas lahan yang tersedia untuk ditanam kali 12 bulan. Indeks intensitas tumpanggilir diterjmahkan menjadi multiple cropping intensity index

27. INDEKS PERTANAMAN


Indeks pertanaman adalah hasil dari perbandingan antara jumlah luas pertanaman dalam pola tanam selama setahun kali 100 dengan luas lahan yang tersedia untuk ditanami. Indeks tanam diterjemahkan menjadi cropping index

28. IDEKS INTENSITAS PERTANAMAN


Indeks intensitas pertanaman adalah hasil perbandingan antara jumlah luas luas pertanaman dengan pola tanam selama setahun kali 100 dengan luas lahan yang tersedia untuk ditanami. Indeks intensitas pertanaman diterjemahkan menjadi cropping intensity index

29. EKOLOGI LAHAN

Ekologi lahan adalah pembagian lahan (land) berdasar ekologi budidaya tanaman, yaitu: lahan sawah berpengairan, lahan sawah tadah hujan, lahan kering, lahan rawa termasuk lebak dan pasang surut.

30. INTENSIFIKASI

Intensifikasi adalah suatu usaha peningkatan hasil produksi tanaman per hektar (ton/ha) dengan peningkatan input dan teknologi tepat guna

31.EKSTENSIFIKASI

Ekstensifikasi adalah suatu usaha pengembangan atau perluasan areal tanaman untuk meningkatkan produksi secara keseluruhan

32. TUMPANGGILIR
Tumpanggilir adalah suatu peningkatan hasil produksi tanaman per satuan luas per satuan waktu (ton/ha/ha) dengan peningkatan intensitas, produktifitas, termasuk intensifikasi dan ekstensifikasi di dalamnya serta menjamin kelestarian usaha tani, sehingga terjadi peningkatan efisiensi daya guna sumber alam, teknologi dan kemampuan petani yang berkelangsungan terus menerus