Anda di halaman 1dari 26

DAFTAR ISI Daftar Isi 1 BAB I PENDAHULUAN....................................................................................2 A. Tujuan percobaan...............................................................................2 B. Dasar teori...........................................................................................2 BAB II ALAT DAN BAHAN.............................................................................

8 Alat dan Bahan.....................................................................................................8 BAB III METODE PERCOBAAN......................................................................9 BAB IV DATA PENGAMATAN DAN PERHITUNGAN................................10 A. Data Pengamatan................................................................................10 B. Perhitungan.........................................................................................12 C. Tugas Akhir........................................................................................15 BAB V KESIMPULAN.......................................................................................17 BAB VI DAFTAR PUSTAKA............................................................................18

BAB I PENDAHULUAN A. Tujuan Percobaan Adapun tujuan utama dari dilaksanakannya praktikum ini adalah memahami gaya gesek yang dialami benda yang bergerak di dalam suatu fluida dan dapat menentukan berapa koefisien kekentalan suatu fluida yang diukur dengan menggunakan hukum Stokes. Fluida yang digunakan dalam praktikum adalah oli .

B. Dasar Teori

Viskositas dapat dinyatakan sebagai tahanan aliaran fluida yang merupakan gesekan antara molekul molekul cairan satu dengan yang lain. Suatu jenis cairan yang mudah mengalir dapat dikatakan memiliki viskositas yang rendah, dan sebaliknya bahan bahan yang sulit mengalir dikatakan memiliki viskositas yang tinggi. Pada hukum aliran viskos, Newton menyatakan hubungan antara gaya gaya mekanika dari suatu aliran viskos sebagai : Geseran dalam ( viskositas ) fluida adalah konstan sehubungan dengan gesekannya. Hubungan tersebut berlaku untuk fluida Newtonian, dimana perbandingan antara tegangan geser (s) dengan kecepatan geser (g) nya konstan. Parameter inilah yang disebut dengan viskositas. Aliran viskos dapat digambarkan dengan dua buah bidang sejajar yang dilapisi fluida tipis diantara kedua bidang tersebut. Suatu bidang permukaan bawah yang tetap dibatasi oleh lapisan fluida setebal h, sejajar dengan suatu bidang permukaan atas yang bergerak seluas A. Jika bidang bagian atas itu ringan, yang berarti tidak memberikan beban pada lapisan fluida dibawahnya, maka tidah ada gaya tekan yang bekerja pada lapisan fluida. Suatu gaya F dikenakan pada bidang bagian atas yang menyebabkan bergeraknya bidang atas dengan kecepatan konstan v, maka fluida dibawahnya akan membentuk suatu lapisan lapisan yang saling bergeseran.Setiap

lapisan tersebut akan memberikan tegangan geser (s) sebesar F/A yang seragam, dengan kecepatan lapisan fluida yang paling atas sebesar v dan kecepatan lapisan fluida paling bawah sama dengan nol. Maka kecepatan geser (g) pada lapisan fluida di suatu tempat pada jarak y dari bidang tetap, dengan tidak adanya tekanan fluida Konsep Viskositas Fluida, baik zat cair maupun zat gas yang jenisnya berbeda memiliki tingkat kekentalan yang berbeda. Viskositas alias kekentalan sebenarnya merupakan gaya gesekan antara molekul-molekul yang menyusun suatu fluida. Jadi molekul-molekul yang membentuk suatu fluida saling gesek-menggesek ketika fluida tersebut mengalir. Pada zat cair, viskositas disebabkan karena adanya gaya kohesi (gaya tarik menarik antara molekul sejenis). Sedangkan dalam zat gas, viskositas disebabkan oleh tumbukan antara molekul. Fluida yang lebih cair biasanya lebih mudah mengalir, contohnya air. Sebaliknya, fluida yang lebih kental lebih sulit mengalir, contohnya minyak goreng, oli, madu dkk. Hal ini bisa dibuktikan dengan menuangkan air dan minyak goreng di atas lantai yang permukaannya miring. Pasti air ngalir lebih cepat daripada minyak goreng atau oli. Tingkat kekentalan suatu fluida juga bergantung pada suhu. Semakin tinggi suhu zat cair, semakin kurang kental zat cair tersebut. Misalnya ketika ibu menggoreng paha ikan di dapur, minyak goreng yang awalnya kental menjadi lebih cair ketika dipanaskan. Sebaliknya, semakin tinggi suhu suatu zat gas, semakin kental zat gas tersebut. Perlu diketahui bahwa viskositas alias kekentalan cuma ada pada fluida riil (rill = nyata). Fluida riil/nyata tuh fluida yang kita temui dalam kehidupan seharihari, seperti air, sirup, oli, asap knalpot, dan lainnya. Fluida riil berbeda dengan fluida ideal. Fluida ideal sebenarnya tidak ada dalam kehidupan sehari-hari. Fluida ideal hanya model yang digunakan untuk membantu kita dalam menganalisis aliran fluida (fluida ideal ini yang kita pakai dalam pokok bahasan Fluida Dinamis). Mirip seperti kita menganggap benda sebagai benda tegar, padahal dalam kehidupan sehari-hari sebenarnya tidak ada benda yang benar-benar tegar/kaku. Tujuannya sama, biar analisis kita menjadi lebih sederhana.

Satuan Sistem Internasional (SI) untuk koofisien viskositas adalah Ns/m2 = Pa.s (pascal sekon). Satuan CGS (centimeter gram sekon) untuk si koofisien viskositas adalah dyn.s/cm2 = poise (P). Viskositas juga sering dinyatakan dalam sentipoise (cP). 1 cP = 1/100 P. Satuan poise digunakan untuk mengenang seorang Ilmuwan Perancis, almahrum Jean Louis Marie Poiseuille (baca : pwa-zoo-yuh). 1 poise = 1 dyn . s/cm2 = 10-1 N.s/m2 Fluida Air Temperatur (o C) 0 20 60 100 37 37 20 30 0 20 60 20 0 100 Koofisien Viskositas 1,8 x 10-3 1,0 x 10-3 0,65 x 10-3 0,3 x 10-3 4,0 x 10-3 1,5 x 10-3 1,2 x 10-3 200 x 10-3 10.000 x 10-3 1500 x 10-3 81 x 10-3 0,018 x 10-3 0,009 x 10-3 0,013 x 10-3

Darah (keseluruhan) Plasma Darah Ethyl alkohol Oli mesin (SAE 10) Gliserin

Udara Hidrogen Uap air

Setiap zat cair mempunyai karakteristik yang khas, berbeda satu zat cair dengan zat cair yang lain. Salah satunya adalah viskositas. Viskositas merupakan tahanan yang dilakukan oleh suatu lapisan fluida terhadap suatu lapisan lainnya. Sifat viskositas ini dimiliki oleh setiap fluida, gas, atau cairan. Viskositas suatu cairan murni adalah indeks hambatan aliran cairan. Aliran cairan dapat dikelompokan menjadi dua yaitu aliran laminar dan aliran turbulen. Aliran laminar menggambarkan laju aliran kecil melalui sebuah pipa dengan garis tengah kecil. Sedangkan aliran turbulen menggambarkan laju aliran yang besar dengan diameter pipa yang besar. Penggolongan ini berdasarkan bilangan Reynoldnya. Viskositas menentukan kemudahan suatu molekul bergerak karena adanya gesekan antar lapisan material. Karenanya viskositas menunjukkan tingkat ketahanan suatu cairan untuk mengalir. Semakin besar viskositas maka aliran akan semakin lambat. Besarnya viskositas dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti temperatur, gaya tarik 4

antar molekul dan ukuran serta jumlah molekul terlarut. Fluida, baik zat cair maupun zat gas yang jenisnya berbeda memiliki tingkat kekentalan yang berbeda. Pada zat cair, viskositas disebabkan karena adanya gaya kohesi (gaya tarik menarik antara molekul sejenis). Sedangkan dalam zat gas, viskositas disebabkan oleh tumbukan antara molekul. Fluida yang lebih cair biasanya lebih mudah mengalir, contohnya air. Sebaliknya, fluida yang lebih kental lebih sulit mengalir, contohnya minyak goreng, oli, madu dll. Tingkat kekentalan fluida dinyatakan dengan koefisien viskositas (h). Kebalikan dari Koefisien viskositas disebut fluiditas, , yang merupakan ukuran kemudahan mengalir suatu fluida. Viskositas cairan adalah fungsi dari ukuran dan permukaan molekul, gaya tarik menarik antar molekul dan struktur cairan. Tiap molekul dalam cairan dianggap dalam kedudukan setimbang, maka sebelum sesuatu lapisan melewati lapisan lainnya diperlukan energy tertentu. Sesuai hokum distribusi MaxwellBoltzmann, jumlah molekul yang memiliki energy yang diperlukan untuk mengalir, dihubungkan oleh factor e-E/RT dan viskositas sebanding dengan e-E/RT. Secara kuantitatif pengaruh suhu terhadap viskositas dinyatakan dengan persamaan empirik, h = A e-E/RT A merupakan tetapan yang sangat tergantung pada massa molekul relative dan volume molar cairan dan E adalah energi ambang per mol yang diperlukan untuk proses awal aliran. Cara menentukan viskositas suatu zat menggunakan alat yang dinamakan viskometer. Ada beberapa tipe viskometer yang biasa digunakan antara lain :

1. Viskometer kapiler / Ostwald Viskositas dari cairan yang ditentukan dengan mengukur waktu yang dibutuhkan bagi cairan tersebut untuk lewat antara 2 tanda ketika mengalir karena

gravitasi melalui viskometer Ostwald. Waktu alir dari cairan yang diuji dibandingkan dengan waktu yang dibutuhkan bagi suatu zat yang viskositasnya sudah diketahui (biasanya air) untuk lewat 2 tanda tersebut (Moechtar,1990). 2. Viskometer Hoppler Berdasarkan hukum Stokes pada kecepatan bola maksimum, terjadi keseimbangan sehingga gaya gesek = gaya berat gaya archimides. Prinsip kerjanya adalah menggelindingkan bola ( yang terbuat dari kaca ) melalui tabung gelas yang berisi zat cair yang diselidiki. Kecepatan jatuhnya bola merupakan fungsi dari harga resiprok sampel (Moechtar,1990). 3. Viskometer Cup dan Bob Prinsip kerjanya sample digeser dalam ruangan antaradinding luar dari bob dan dinding dalam dari cup dimana bob masuk persis ditengah-tengah. Kelemahan viscometer ini adalah terjadinya aliran sumbat yang disebabkan geseran yang tinggi di sepanjangkeliling bagian tube sehingga menyebabkan penurunan konsentrasi. Penurunan konsentras ini menyebabkab bagian tengah zat yang ditekan keluar memadat. Hal ini disebut aliran sumbat (Moechtar,1990). 4.Viskometer Cone dan Plate Cara pemakaiannya adalah sampel ditempatkan ditengah-tengah papan, kemudian dinaikkan hingga posisi di bawah kerucut. Kerucut digerakkan oleh motor dengan bermacam kecepatan dan sampelnya digeser di dalam ruang semitransparan yang diam dan kemudian kerucut yang berputar (Moechtar,1990). Viskositas cairan juga dapat ditentukan berdasarkan jatuhnya benda melalui medium zat cair, yaitu berdasarkan hukum Stokes. Dimana benda bulat dengan radius r dan rapat d, yang jatuh karena gaya gravitasi melalui fluida dengan rapat dm/db, akan dipengaruhi oleh gaya gravitasi sebesar : F1 = 4/3 r3 ( d-dm ) g Perbedaan antara viskositas cairan dengan viskositas gas adalah sebagai berikut :

Jenis Perbedaan Gaya gesek Koefisien viskositas Temperatur Tekanan

Viskositas Cairan Lebih besar untuk mengalir Lebih besar Temperatur naik,viskositas turun Tekanan naik,viskositas naik

Viskositas Gas Lebih kecil disbanding viskositas cairan Lebih kecil Temperatur naik,viskositas naik Tidak tergantung tekanan

Pengaruh Temperatur Pada Viskositas Koefisien viskositas berubah-ubah dengan berubahnya temperature, dan hubungannya adlah : log = A + B/T ( a ) dimana A dan B adalah konstanta yang tergantung pada cairan. Persamaan di atas dapat ditulis sebagai : = Aeksp ( -Evis/RT )

BAB II ALAT DAN BAHAN A. Alat

o Tabung gelas tempat zat cair yang dilengkapi dua karet gelang. o 3 bola kecil dari palstik dengan ukuran dan berat jenis yang berbeda- beda. o Mistar dan mikrometer sekrup o Thermometer o Saringan bertangkai untuk mengambil bola. o Stopwatch o Piknometer o Neraca torsi?neraca analitis o Kertas grafik (Milimeter). o Zat cair (oli mesin)

B. Bahan 2 buah beban (2 gram dan 4 gram) Oli mesin

BAB III METODE PERCOBAAN


1. Di ukur diameter tiap-tiap bola dengan menggunakan micrometer

skrup.Dilakukan beberapa kali pengukuran untuk tiap bola 8

2. Di timbang tiap-tiap bola dengan neraca torsi 3. Di catat suhu zat cair sebelum dan sesudah tiap percobaan 4. Di ukur rapat massa zat cair sebelum dan sesudah tiap percobaan dengan menggunakan aearometer
5. Ditempatkan karet gelang yang satu kira-kira 5 cm di bawah permukaan

zat cair dan yang lain kira-kira 5 cm di atas dasar tabung 6. Di ukur jarak jatuh d ( jarak kedua karet gelang)
7. Dimasukkan sendok saringan sampai dasar tabung dan tunggu beberapa

saat sampai zat cair diam 8. Di ukur waktu jatuh T untung tiap-tiap bola beberapa kali 9. Di ubah letak karet gelang sehingga didapatkan d yang lain

10. Di Ulangi langkah 6,7 dan 8

Keterangan A : Gelang karet B : Fluida kental C : Tabung kaca Gambar 2. Susunan Alat Eksperimen Secara Skematis

11.Membuat grafik d-t dari tabel kerja pada langkah ke-10 hingga diperoleh bentuk grafik pada Gambar 3.

Gambar 3. Grafik Hubungan t Dengan d

10

BAB IV DATA PENGAMATAN DAN PERHITUNGAN A. Data Pengamatan Keadaan ruangan Sebelum percobaan Sesudah percobaan P (cm) hg 74,7 cmHg 74,6 cmHg T (oC) 30C 31C C (%) 77% 72%

no 1 2 3

Bola Kecil Sedang Besar

M(gr) 0,22 0,37 0,55

D(cm) 0,685 0,806 0,977

R(cm) 0,3425 0,403 0,4885

Vb(cm) 0,168 0,272 0,4877

Pb(gr/cm) 1,309 1,360 1,127

oli = 0,88 g/cm3

A . bola kecil no 1 2 3 s cm 10 15 20 t (s) 3,85 3,94 5,83 5,79 7,61 7,48 V (cm/s) 2,6 2,54 2,57 2,6 2,63 2,67 4,215 4,314 4,264 4,214 4,166 4,104

B . bola sedang

11

no 1 2 3

s cm 10 15 20

t (s) 2,87 2,98 4,34 4,34 5,89 5,81

V (cm/s) 3,48 3,35 3,46 3,46 3,39 3,44

4,867 5,055 4,894 4,894 4,995 4,923

C . bola besar no 1 2 3 s cm 10 15 20 t (s) 2,66 2,65 4,03 3,94 5,38 5,31 V (cm/s) 3,76 3,77 3,72 3,80 3,72 3,77 3,41 3,40 3,45 3,38 3,45 3,40

B. Perhitungan Perhitungan

I.vb =

r3
1.

. 3,14 . 0,34253 =

. 3,14 . 0,040

= 0,14 cm3

12

2.

. 3,14 . 0,3893

. 3,14 . 0,059

0,25 cm3
3.

. 3,14 . 0,4873 =

. 3,14 . 0,115

= 0,48 cm3

b =
1) 2)

= 1,309

g/cm2

1,360 g/cm2 g/cm2

3)

= 1,127

II.a. Bola Kecil =, 2r2 (b -o)g 9v

1. dik : s = 10 , ta = 3,85, tb = 3,94 , g = 980 , va = 2,6, vb = 2,54

= 2. 0,34252 (1,309 0,88). 980 9. 2,6 = 4,215

= 2. 0,34252 (1,309 0,88). 980 9. 2,54

13

= 4,314

2. dik : s = 15 , ta = 5,83 , tb = 5,79, va= 2,57, vb = 2,6

= 2. 0,34252 (1,309 0,88). 980 9. 2,57 = 4,264

= 2. 0,34252 (1,309 0,88). 980 9. 2,6 = 4,214

3. dik : s = 20 , ta = 7,61 , tb = 7,48, va = 2,63 , vb= 2,67

= 2. 0,34252 (1,309 0,88). 980 9. 2,63 = 4,166

= 2. 0,34252 (1,309 0,88). 980 9. 2,67 = 4,104

14

b. Bola Sedang 2r2 (b -o)g 9v


1. dik : s = 10 , ta = 2,87, tb = 2,98 , va=3,48 , vb =3,35

= 2. 0,0,4032 (1,360 0,88). 980 9. 3,48 = 4,867

= = 2. 0,4032 (1,360 0,88). 980 9. 3,35 = 5,055 2. dik : s = 15 , ta = 4,34 , tb = 4,34 , va = 3,46, vb =3,46 = = 2. 0,4032 (1,360 0,88). 980 9. 3,46 = 4,894 = = 2. 0,4032 (1,360 0,88). 980 9. 3,46 = 4,894 3. dik : s = 20 , ta = 3,85 , tb = 3,74 = 2. 0,4032 (1,360 0,88). 980 9. 3,39 = 4,995

15

= 2. 0,4032 (1,360 0,88). 980 9. 3,44 = 4,923

c.Bola Besar 2r2 (b -o)g 9v

1. dik : s = 10 , ta = 2,66, tb = 2,65 , va = 3,76 , vb = 3,77

= 2. 048852 (1,127 0,88). 980 9. 3,76 = 3,41

=2. 048852 (1,127 0,88). 980 9. 3,77 = 3,40

2. dik : s = 15 , ta = 4,03, tb = 3,94 , va = 3,72 , vb= 3,80

= 2. 048852 (1,127 0,88). 980 9. 3,72 = 3,45

16

= 2. 048852 (1,127 0,88). 980 9. 3,80 = 3,38

3. dik : s = 20 , ta = 5,38 , tb = 5,31 , va = 3,72, vb = 3,77 = 2. 048852 (1,127 0,88). 980 9. 3,72 =3,45

= 2. 048852 (1,127 0,88). 980 9. 3,77 = 3,40

BAB V PEMBAHASAN
Viskositas (kekentalan) berasal dari perkataanViscous.

17

Suatu bahana pabila dipanaskan sebelum menjadi cair terlebih dulu menjadi Viscous yaitu menjadi lunak dan dapat mengalir pelan-pelan. Dalam percobaan ini kita mengamati pergerakan turunnya 3 buah bola yang berbeda ukuran (diameter) danmassanya dalam suatu fluida (oli mesin). Dari pengamatan yang dilakukan dapat ditarik kesimpulan bahwa semakin besar massa yang dimiliki oleh benda itu maka semakin cepatlah kecepatan benda itu didalam suatu fluida, sehingga waktu yang dibutuhkan tentu menjadi semakin sedikit. Dari pernyataan diatas menunjukan bahwa massa benda berbanding lurus dengan kelajuan benda.Selain itu kekentalan suatu fluida juga sangat berpengaruh terhadap laju bola. Semakin kbesar koefisien kekentalan suatu fluida maka semakin besar pula gaya gesekan yang disebabkan oleh kekentalan fluida. Karena itu bola akan lebih lambat melaju dalam fluida yang memiliki koefisien kekentalan yang besar.

BAB VI KESIMPULAN

18

Kekentalan zat cair (viskositas) mengakibatkan terjadinya perubahan laju atau kecepatan bola. Semakin besar nilai koefisien kekentalan zat cair semakin lambat kecepatan benda yang dimasukan kedalamnya. Luas penampang mempengaruhi besar koefisien zat cair. Waktu yang diperlukan benda untuk mencapai titik tertentu tergantung dari berat massa zat tersebut. Massa jenis suatu fluida berpengaruh pada kekentalan fluida. Semakin besar massa jenis fluida tersebut, maka semakin besar pula kekentalan fluida.

DAFTAR PUSTAKA

Fisika Untuk SMA dan MA, Jakarata : Depdiknas. http://www.scribd.com/doc/ 43353252

19

di akses pada tanggal 30 oktober 2011 pukul 19:55:

http://id.wordpress.com/tag/kekentalan zat cair/ di akses pada tanggal 2 november pukul 18.45

20

LAMPIRAN Tugas Akhir 1. Bagaimana memilih letak karet-karet gelang yang melingkari tabung? Apakah akibatnya jika terlalu dekat permukaan. Apakah akibatnya jika terlalu dekat dengan dasar tabung? 2. Buatlah grafik antara T dengan d (pakai least square)

3. Hitunglah harga berdasarkan grafik untuk tiap-tiap bola? 4. Apakah pengaruh suhu terhadap kekentalan zat cair? Terangkan!

Jawab 1. karet gelang yang dilingkarkan di dinding tabung harus sejajar tidak boleh bengkok, supaya pengukuran waktu jatuhnya bola dapat di ukur dengan tepat. Karet gelang jika terlalu dekat permukaan akibatnya pengukuran tidak akan tepat. Karena sudah diletakkan batas letak karet gelang tersebut, begitu pula bila karet gelang terlalu dekat dengan dasar tabung.

2.

21

3. bola kecil No S (cm) T(s) 3,85 3,94 1 10 5,83 5,79 2 15 7,61 7,48 3 20 Rata- rata 5,75 2,6 2,63 2,67 2,57 2,6 V(cm/s) 2,6 2,54

22

Bola sedang No S(cm) T(s) 2,87 2,98 1 10 4,34 4,34 2 15 5,89 5,81 3 20 Rata- rata 4,37 3,43 3,39 3,44 3,46 3,46 V(cm/s) 3,48 3,35

Bola besar No 1 10 2 15 5,38 5,31 3 20 Rata-rata 4,0 3,75 3,72 3,77 4,03 3,94 3,72 3,80 S (cm) T (s) 2,66 2,65 V(cm/s) 3,76 3,77

4. Viskositas dipengaruhi oleh suhu. Viskositas zat cair cenderung menurun dengan seiring bertambahnya kenaikan suhu, hal ini disebabkan gaya gaya kohesi pada zat cair bila dipanaskan akan mengalami penurunan dengan semakin bertambahnya suhu pada zat cair yang menyebabkan turunya viskositas dari zat cair tersebut. Semakin kental suatu cairan, makin besar gaya yang dibutuhkan untuk membuatnya mengalir pada kecepatan tertentu. Bila viskositas gas

23

meningkat dengan naiknya suhu, maka viskositas cairan justru akan menurun jika suhu dinaikan.

LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA DASAR I KOEFISIEN KEKENTALAN ZAT CAIR (VISKOSITAS FLUIDA)

24

Disusun oleh:

-. Rio mairsya0661 11 048 -.fauzan immanul haq 0661 11 077

PROGRAM STUDI FARMASI

25

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS PAKUAN BOGOR 2011

26

Anda mungkin juga menyukai