P. 1
Makalah Debian

Makalah Debian

|Views: 61|Likes:
Dipublikasikan oleh Agus Fatur Rahman

More info:

Published by: Agus Fatur Rahman on Jun 17, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/17/2012

pdf

text

original

MAKALAH DEBIAN

Posted Juli 28, 2011 by ikaiska in Komputer. 2 Komentar SISTEM OPERASI DEBIAN Disusun oleh : Nama : Ika Endaryani No.Absen : 14 Kelas : X1 TKJ PENDAHULUAN 1. DESKRIPSI A. Pengertian Sistem Operasi Debian Debian adalah sistem operasi berbasis Linux. Debian termasuk salah satu sistem operasi Linux yang bebas untuk dipergunakan dengan menggunakan lisensi GNU. Debian adalah ‗kernel independen‘, yaitu sistem operasi Debian dikembangkan murni tanpa mendasarkan pada sistem operasi yang telah ada. B. Sejarah Sistem Operasi Debian Debian pertama kali diperkenalkan oleh Ian Murdoch, seorang mahasiswa dari Universitas Purdue, Amerika Serikat, pada tanggal 16 Agustus 1993, Nama Debian berasal dari kombinasi nama mantan-kekasihnya Debra dan namanya Ian.Proyek Debian tumbuh lambat pada awalnya dan merilis versi 0.9x di tahun 1994 dan 1995. Pengalihan arsitektur ke selain i386 dimulai ditahun 1995. Versi 1.x dimulai tahun 1996. Ditahun 1996, Bruce Perens menggantikan Ian Murdoch sebagai Pemimpin Proyek. Dalam tahun yang sama pengembang debian Ean Schuessler, berinisiatif untuk membentuk Debian Social Contract dan Debian Free Software Guidelines, memberikan standar dasar komitmen untuk pengembangan distribusi debian. Dia juga membentuk organisasi ―Software in Public Interest‖ untuk menaungi debian secara legal dan hukum. Di akhir tahun 2000, proyek debian melakukan perubahan dalam archive dan managemen rilis. Serta di tahun yang sama para pengembang memulai konferensi dan workshop tahunan ―debconf‖. Di April 8, 2007, Debian GNU/Linux 4.0 dirilis dengan nama kode ―Etch‖. Rilis versi terbaru Debian, 2009, diberi nama kode ―Lenny‖. 2. KELEBIHAN Dan KELEMAHAN A. Kelebihan sistem operasi Debian 1) Admin Friendly Admin yang dimaksudkan adalah ―System Administrator‖ (SysAdmin), yaitu orang yang bertanggung jawab akan kestabilan dan keamanan komputer server. 2) User Friendly Pada awalnya O/S Linux dikenal sebagai O/S Server,bukan O/S Desktop. Seiring dengan perkembangan pengguna Linux, maka semakin banyak O/S Linux yang lebih meningkatkan ―Kenyamanan User‖ tanpa harus mengorbankan kinerja,kestabilan dan keamanannya. Sebagai contoh O/S Mandrake Linux (berbasis Redhat), atau O/S Xandros Linux (berbasis Debian),dll. Tentu saja pada O/S Debian Linux juga mengalami evolusi yang sama.

3) Hardware Friendly Seringkali ―feature‖ canggih dari sebuah O/S harus dibayar mahal dengan dukungan hardware yang sangat ―mewah‖. Padahal jika sebuah O/S dioptimalkan kinerjanya,bisa berjalan pada hardware yang mungkin tergolong lama. Sebagai contoh pada O/S Libranet Linux 2.8.1, hardware minimalnya adalah Processor Intel Pentium 100, 64 MB RAM, dan 4GB ruangkosong Harddisk. Sedangkan pada O/S Debian Linux 3.1, sebagai O/S Desktop dibutuhkan minimal Processor Intel Pentium 100, 64 MB RAM, dan 3GB ruang kosong Harddisk. 4) Achitecture Indipendent Debian sejak awal dapat berjalan pada beberapa processor, sampai release terbaru Debian dapat berjalan pada 11 arsitektur processor, yaitu Inteli386/i486/i586, Alpha, ARM, Intel IA-64, Motorola 68k, MIPS, PA-RISC, PowerPC, Sparc (dan UltraSparc), IBM S/390 dan Hitachi SuperH. B. Kelemahan Sistem Operasi Debian a. Installer kurang (belum) berkembang b. Sulit dikonfigurasi pada saat install pertama kali – harus faham perangkat keras (non autodetect) – keluhan umum: setting X11(Video) c. Perlu Repositori Besar (40 – 60 G Bytes) – jangan meracik sendiri (kompail ulang) d. Perioda Rilis Yang Konservatif – paket ‖super-stabil‖ bukan ‖bleeding edge‖ – masalah perangkat keras mutakhir 3. INSTALASI SISTEM OPERASI DEBIAN Instalasi Debian (GUI) 1) Booting pertama cdrom, lalu masukkan cd install debian. 2) Ketikkan Installgui (untuk instalasi berbasis grafik), lalu enter. 3) Setelah itu akan muncul pilihan bahasa yang digunakan, pilih saja American English. 4) Kemudian muncul pilihan negara, pilih Indonesia melalui other — Asia — Indonesia. 5) Selanjutnya muncul pilihan keyboard yang digunakan, pilih saja American English. 6) Kemudian akan muncul konfigurasi network, pilih configure network manually dan masukkan IP Address, Netmask, Gateway, dan IP Address DNS Server. 7) Masukkan Hostname, misalnya Edanzzz. 8) Masukkan Domain name. 9) Setelah itu proses instalasi akan menjalankan metode partisi harddisk, pilihlah manually partition. 10) Masukan ukuran-ukuran sesuai yang Anda inginkan, misal : Untuk /root diberi 10 GB,untuk /home 5GB, dan untuk /swap adalah 2 kali RAM. Misal RAM yang dimiliki 512 jadi kita mengisi ukuran untuk /swap sebesar 1024 MB. 11) Berikutnya proses pemformatan akan berlangsung. dan akhiri dengan Finish Partitioning. 12) Kemudian muncul pemilihan zona waktu, pilih Jakarta +07 GMT. 13) Setelah itu akan muncul root password, isikan password root. 14) Full name account new, untuk menambah user baru. 15) Use a network mirror, untuk bagian ini pilih saja NO. 16) Choose software to install, pilih saja defaultnya ―standard system‖.

17) Kemudian install GRUB loader, digunakan untuk memilih OS yang akan dijalankan pada saat booting pertama. Dengan catatan jika kita menggunakan dual booting. 18) Installation complete. 19) Restart dan linux debian siap untuk digunakan….. Instalasi Debian (Text) 1. Booting pertama cdrom, lalu masukkan cd install debian. 2. Ketikkan Install (untuk instalasi berbasis text), lalu enter. 3. Setelah itu akan muncul pilihan bahasa yang digunakan, pilih saja American English. 4. Kemudian muncul pilihan negara, pilih Indonesia melalui other — Asia — Indonesia. 5. Selanjutnya muncul pilihan keyboard yang digunakan, pilih saja American English. 6. Kemudian akan muncul konfigurasi network, pilih configure network manually dan masukkan IP Address, Netmask, Gateway, dan IP Address DNS Server. 7. Masukkan Hostname, misalnya Edanzzz. 8. Masukkan Domain name. 9. Setelah itu proses instalasi akan menjalankan metode partisi harddisk, pilihlah manually partition. 10. Masukan ukuran-ukuran sesuai yang Anda inginkan, misal : Untuk /root diberi 10 GB,untuk /home 5GB, dan untuk /swap adalah 2 kali RAM. Misal RAM yang dimiliki 512 jadi kita mengisi ukuran untuk /swap sebesar 1024 MB. 11. Berikutnya proses pemformatan akan berlangsung. dan akhiri dengan Finish Partitioning. 12. Kemudian muncul pemilihan zona waktu, pilih Jakarta +07 GMT. 13. Setelah itu akan muncul root password, isikan password root. 14. Full name account new, untuk menambah user baru. 15. Use a network mirror, untuk bagian ini pilih saja NO. 16. Choose software to install, pilih saja defaultnya ―standard system‖. 17. Kemudian install GRUB loader, digunakan untuk memilih OS yang akan dijalankan pada saat booting pertama. Dengan catatan jika kita menggunakan dual booting. 18. Installation complete. 19. Restart dan linux debian siap untuk digunakan…..

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->