Anda di halaman 1dari 3

Nama: Nimo Sudrajat NIM: 10264 FA

IDENTIFIKASI TANAMAN BERKHASIAT OBAT

Plantaginis Folium (Daun Sendok)

Pemeriksaan Makroskopik Daun tunggal, bertangkai, warna hijau kelabu sampai hijau kecoklatan, helai daun bentuk bundar sampai lanset melebar, panjang 5 cm sampai 10 cm, lebar 4 cm sampai 9 cm, ujung daun dan pangkal daun agak membundar, pinggir daun rata atau bergerigi tidak teratur, permukaan atas daun licin, tulang daun 5 sampai 7, menjari menuju ujung daun, menonjol pada permukaan bawah, panjang tangkai daun sampai 25 cm. Pemeriksaan Mikroskopik Epidermis atas terdiri dari sel besar yang terentang tangensial, bentuk poligonal dengan dinding samping lurus atau berdinding agak mengelombang, kutikula jelas bergaris. Stomata tipe anomositik, umumnya dengan 3 sel tetangga, stomata berukuran 25 ?m sampai 30 ?m banyak terdapat pada epidermis atas. Rambut kelenjar terdiri dari tangkai bersel 1 dan kepala kelenjar yang berbentuk jorong terdiri dari 2 sel sekresi yang berdampingan, panjang rambut kelenjar 30 ?m samapi 50 ?m. Epidermis bawah umumnya berukuran lebih kecil dari epidermis atas,

dinding samping lebih bergelombang sampai berkelok-kelok, stomata epidermis bawah lebih banyak dari stomata epidermis atas, rambut kelenjar serupa dengan rambut kelenjar epidermis atas. Mesofil jaringan palisade terdiri dari 2 sampai 3 lapis sel palisade yang pendek dan berbentuk membulat atau agak jorong, jaringan bunga karang terdiri dari 3 sampai 5 lapisan sel yang tersusun mendatar, berkas pembuluh terdapat dibawah lapissan palisade, tidak terdapat hablur kalsium oksalat. Serbuk: warna hijau lumut sampai hijau kecoklatan. Fragmen pengenal adalah fragmen epidermis atas , epidrmis bawah, mesofil, rambut kelenjar yang lepas atau masih pada fragmen daun. Kandungan Senyawa Lendir, glikosida aukubin, invertin, emulsin, vitamin C, asam sitrat, tanin. Jasmini Radix (Akar Melati)

Akar melati adalah akar Jasminum sambac (L.) W. Ait. Suku Oleaceae. Pemerlan. Bau langu; rasa mula-mula tidak berasa lama-lama menimbulkan rasa tebal. Makroskopik. Potongan akar bercabang, bentuk silindrik, garis tengah 1 mm sampai 12 mm, permukaan luar tidak rata, beralur membujur tidak beraturan, bagian kulit tipis berwarna coklat muda sampai kuning kecoklatan, bagian kayu lebih tebal berwarna putih kekuningan. Akar agak sukar dipatahkan, bekas patahan tidak rata, tidak berserat.

Mikroskopik. Pada penampang melintang tampak epidermis terdiri dari satu lapis sel kecil-kecil; dibawah epidermis tampak hypodermis terdiri dari 2 lapis sel besar-besar, bening dengan dinding tipis. Jaringan gabus terdiri dari beberapa lapis sel dengan penebalan merata. Di bawah jaringan gabus terdapat jaringan parenkim, selnya termampat sehingga tampak agak memanjang, berdinding tipis. Jaringan peristikel terdiri dari serabut dan sel batu. Floem terdiri dari sel-sel kecil, tipis-tipis. Pembuluh kayu terdiri dari trakea dan trakeida. Diantara trakea dan trakeida tampak jari-jari teras selnya memanjang dan kadang-kadang ada yang bernoktah. Di bawah pembuluh kayu terdapat parenkim bernoktah. Pada empulur tampak sel parenkim, tidak mengandung butir padi. Serbuk berwarna putih kekuningan. Fragmen pengenal adalah fragmen batu; fragmen perisikel yang terdiri dari serabut dan sel batu; fragmen parenkim bernoktah; fragmen trakea dan trakeida dengan penebalan jala. Isi. Minyak astiri, flavonoid. Penggunaan. Antipiretik.

DAFTAR PUSTAKA Anonim.1989. Materia Medika Indonesia Jilid V. Jakarta: Dperatemen Kesehatan Republik Indonesia Anonim. 2012. www.farmasi.usd.ac.id/daun-sendok. Akses tanggal 13 Maret 2012