Anda di halaman 1dari 21

TUGAS PASAR MODAL ANALISIS FUNDAMENTAL PERUSAHAAN CITATAH INDUSTRI MARMER Tbk.

Oleh : AHMAD FAUZI AHMAD RIZQI YASID SELDYANTO FADJRIN 1002030115 1002030101 1002030105

FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO 2012

PENDAHULUAN Pasar modal merupakan tempat bagi perusahaan untuk mendapatkan sumber dana demi mendukung kelangsunsan hidup kegiatan operasi perusahaannya dan bertahan dalam persaingan bisnis yang semakin ketat. Bagi perusahaan yang go public, harga saham yang diperjualbelikan di bursa merupakan ukuran nilai perusahaan. Ketika harga saham perusahaannya meningkat maka nilai perusahaan akan meningkat. Setelah nilai perusahaan meningkat maka keuntungan pemegang saham akan meningkat pula. Ada dua cara analisa untuk memprediksi harga saham di masa yang akan dating, yaitu analisis teknikal dan analisis fundamental. Analisis teknikal menggunakan data perubahan harga dimasa lalu sebagai upaya untuk memperkirakan harga sekuritas dimasa yang akan datang, sedangkan analisis fundamental berkaitan dengan penilaian kinerja perusahaan tentang efektifitas dan efisiensi perusahaan mencapai sasaran. Untuk menganalisis kinerja perusahaan dapat digunakan rasio keuangan yang terbagi dalam empat kelompok, rasio likuiditas, leverage, profitabilitas dan aktivitas. Memperkirakan harga saham di masa yang akan datang dengan mengestimasi nilai dari faktor fundamental yang mempengaruhi harga saham di masa yang akan datang dan menerapkan hubungan faktor tersebut sehingga diperoleh taksiran harga saham. Disamping analisis teknikal dan analisis fundamental, investor juga harus memperhatikan resiko pasar saham dalam investasi saham tersebut. Resiko saham disebut resiko sistematis, dimana resiko tersebut berhubungan erat dengan perubahan harga saham kelompok tertentu yang disebabkan antisipasi investor terhadap perubahan tingkat pengembalian yang diharapkan. Dengan pengembalian return saham dalam investasi industry pertambangan yang cukup mrnggiurkanbagi para investor maka aami mencoba untuk meneliti terhadap perusahaan pertambangan yang terdaftar di BEI. Salah satunya perusahaan CITATAH Tbk.

PEMBAHASAN 1. PROFIL PERUSAHAAN


Citatah adalah perusahaan swasta pertama yang mengembangkan sumber daya marmer di Indonesia dan telah melakukan penggalian serta pengolahan marmer selama lebih dari tiga puluh tahun. Perusahaan yang didirikan tahun 1974 mulai menambang batu marmer putih gading (beige marble) dari lokasi penambangannya dekat Bandung, dan berkat produknya Perusahaan kemudian menempati posisi terkemuka di pasar Indonesia. Pada bulan Januari 1996, Perusahaan mengakuisisi 90% kepemilikan saham PT Quarindah Ekamaju Marmer, sebuah perusahaan marmer yang mempunyai tambang dan pabrik pengolahan modern di Pangkep, Sulawesi Selatan. Setelah pelaksanaan akuisisi ini, pada bulan Juli 1996 Citatah mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Jakarta dan menghimpun dana sebesar Rp 104,5 miliar melalui emisi saham baru untuk membiayai peningkatan kemampuan pengolahannya. Kapasitas produksi pabrik di Pangkep, yang terletak dekat lokasi penambangan Citatah, diperluas dengan dipasangnya mesin-mesin baru untuk mengolah slab (lembaran) dan tile, dan sebuah Sentra Proyek Khusus dibuka di Karawang, yang terletak 70 km. di sebelah timur kota Jakarta. Fasilitas ini menjadi tempat berbagai mesin pemotong, pembentuk dan pemoles khusus untuk memproduksi marmer yang dibuat sesuai pesanan. Menyusul krisis ekonomi yang terjadi di Asia tahun 1998 Citatah mendivestasikan kepemilikan saham strategisnya dalam beberapa anak perusahaannya di Malaysia dan Amerika Serikat, dan melaksanakan reorganisasi internal yang bertujuan merampingkan semua aspek operasional Perusahaan. Tambang-tambang dan pabrik-pabrik pengolahan yang lebih tua di Bandung ditutup dan tenaga kerja dikurangi secara besar-besaran dalam upaya Perusahaan meningkatkan produktivitas seluruh operasinya. Pada bulan Desember 2002, Citatah merampungkan tahap pertama restrukturisasi pinjaman di mana para krediturnya setuju untuk mempertukarkan hutang berjalan dengan pinjaman jangka panjang, pinjaman konversi dan ekuitas baru. Tahun 2004, Perusahaan mengawali negosiasi untuk restrukturisasi pinjaman tahap kedua yang akan memungkinkan investor-investor baru mengakuisisi semua sisa hutang yang masih ada pada kreditur dan menyuntikan dana segar sebesar US$ 4 juta untuk memenuhi kebutuhan modal kerja Perusahaan. Pada bulan Mei 2007, Citatah mengkonversikan pinjaman konversi sebesar Rp 58.235 juta dari sebagian besar krediturnya menjadi saham-saham Seri B. Konversi hutang menjadi ekuitas ini menghapus defisitensi modal Perusahaan dalam neraca tahun 2007.

2. VISI DAN MISI


Citatah menjalankan usahanya dalam bidang penggalian, pengolahan dan pendistribusian marmer serta bahan batu lainnya. Perusahaan adalah penghasil marmer terbesar dan tertua di Indonesia. Citatah bertekad menjadi penghasil marmer terkemuka di kawasannya. Melalui investasi berkesinambungan dalam penambangan, pengolahan dan sumber daya manusia, Perusahaan berupaya memberikan produk dan jasa yang bermutu tinggi kepada langganannya. Manajemen menyadari bahwa untuk diakui sebagai pemasok terkemuka produk-produk marmer, Perusahaan harus menunjukkan sikap bertanggung jawab terhadap langganan,

kontraktor, arsitek dan agen-agennya yang lain, yang berperan penting dalam perkembangan bisnis jangka panjang. Dengan berinvestasi dalam peralatan dan system pengolahan, manajemen mempunyai sasaran meningkatkan efisiensi operasional dan mutu produknya. Dengan demikian Perusahaan akan mampu menjaga kemampuan bersaingnya melalui keandalan serta harga yang layak. Manajemen memahami bahwa manusialah yang menjadikan sebuah perusahaan, dan bahwa investasi dalam sumber daya manusia sangatlah penting dalam mencapai visi Perusahaan. Lingkungan kerja yang bersih dan aman, program pelatihan dan penilaian kerja, serta paket kompensasi dan penghargaan yang direncanakan dengan matang merupakan syarat mutlak bagi tersedianya tenaga kerja yang bermotivasi tinggi. Citatah sadar akan tanggung jawabnya dalam lingkungan dan komunitas sekitar. Perusahaan memberi sumbangan bagi program-program pengembangan komunitas dalam wilayah operasinya dan menjalankan program peremajaan hutan dalam bekas area pertambangannya. Citatah bercita-cita untuk terus meningkatkan dirinya dalam segenap aspek usaha dan kedudukannya dalam masyarakat, serta tetap bertanggung jawab terhadap langganan, pemasok, investor, pemegang saham dan karyawannya

3. DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI a) Dewan Komisaris


Board of Commissioners Dewan Komisaris bertanggung jawab mengawasi dan memberi nasihat kepada Direksi. Jumlah Komisaris yang ditunjuk mengikuti peraturan Bapepam serta Anggaran Dasar

Perusahaan yang menetapkan bahwa sepertiga dari jumlah Komisaris yang ditunjuk adalah pejabat- pejabat yang independen dan tidak terkait dengan pemegang saham mayoritas. Pengangkatan Dewan Komisaris disetujui dalam rapat Umum Pemegang Saham Tahunan pada tanggal 13 Juni 2008.

Arif Sianto Presiden Komisaris Warga negara Indonesia, lahir di Makale, Sulawesi Selatan tahun 1938. Bapak Sianto adalah salah satu pendiri Perusahaan dan menjabat sebagai Direktur Produksi tahun1974 - 1993. Beliau diangkat menjadi Presiden Komisaris sejak bulan September 1994.

Gregory Aswin Komisaris Warga negara Indonesia,

Ismail Husin Komisaris Warga negara Indonesia, lahir Sumatra di Palembang, Selatan, tahun

lahir di Magelang, Jawa Tengah tahun 1945. Menyandang gelar sarjana muda di bidang kedokteran lulusan Universitas Sultan Agung, Semarang. Menjabat sebagai Direktur PT Intinusa Selareksa dari tahun 1992 sampai 1996, dan menjadi konsultan independen industry batubatuan sejak 1998. Diangkat menjadi Komisaris Perusahaan tahun 2001.

1965. Lulus dari York University, Toronto, Canada, pada tahun 1987. Bapak Husin adalah Presiden Direktur PT Kafindo Dinamika Utama, perusahaan dagang suku cadang mesin. Diangkat menjadi Komisaris Perusahaan pada tahun 1998.

b) Direksi Board of Directors


Direksi bertanggung jawab mengembangkan usaha Perusahaan seperti yang dijabarkan dalam pernyataan visi dan misi Perusahaan untuk mencapai manfaat maksimal bagi para pemegang saham. Jumlah anggota Direksi yang ditunjuk sesuai dengan peraturan BAPEPAM serta Anggaran Dasar Perusahaan. Pengangkatan anggota Direksi disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan pada tanggal 13 Juni 2008.

Denise Johanes Direktur Penjualan & Pemasaran Warga negara Indonesia, lahir di Pematang Siantar, Sumatera Utara tahun 1957. Lulus dalam bidang studi Matematika dari York University, Toronto, Canada. Bergabung dengan Perusahaan sebagai Manager Pemasaran pada tahun 1982 dan diangkat menjadi Direktur Penjualan & Pemasaran sejak tahun 1992.

Sergio Magliocco Direktur Teknik Warga negara Italia, lahir di Udine, Italia tahun 1951. Telah bekerja pada industri penggalian batu sejak tahun 1968. Bergabung dengan PT Quarindah Ekamaju Marmer pada tahun 1993 sebagai Kepala Tambang dan diangkat menjadi Direktur Teknik Citatah, sejak tahun 1999.

Taufik Johannes Presiden Direktur Warga negara Indonesia, lahir di Jakarta tahun 1959. Kuliah di Jurusan Teknik Mesin, University of Winsor, Canada. Diangkat menjadi Presiden Direktur Citatah pada tahun 1980.

Tiffany Johanes Direktur Keuangan Warga negara Indonesia, lahir di Jakarta tahun 1965. Lulus dari University of Southern California dalam bidang Finance dan meraih gelar MBA dari California Polytechnic State University. Ditunjuk sebagai Direktur Keuangan Perusahaansejak tahun 1998 setelah menjabat sebagai Manager Keuangan sejak tahun 1993.

4. TATA KELOLA PRUSAHAAN


Corporate Governance Citatah tunduk pada Ketentuan Tata Kelola Baik Perusahaan sesuai dengan petunjuk yang ditetapkan oleh Komite Nasional untuk Tata Kelola Perusahaan. Komite Audit Suatu Komite Audit independen diangkat oleh Perusahaan pada tahun 2002 untuk meningkatkan transparansi dan profesionalisme dalam proses audit dan pengawasan keuangan internal. Dalam tahun 2010 Komite Audit meninjau ulang sistem Sumber Daya Manusia Perusahaan di Karawang dan Pangkep. Anggota Komite Audit independen adalah: Gregory Nanan Aswin Komisaris Independen

Marika Prawira Subrata Auditor Independen

Alwi Sjaff Anggota Komite Audit Sekretaris Perusahaan Sekretaris Perusahaan bertanggung jawab atas hubunganantara Perusahaan dengan pemegang sahamnya, pengaturan Rapat Umum Tahunan dan Luar Biasa Pemegang Saham, pengadministrasian daftar pemegang saham dan pencatatan risalah rapat direksi dan dewan komisaris Perusahaan. Sekretaris Perusahaan Citatah adalah Tiffany Johanes, Direktur Keuangan. Manajemen Risiko Manajemen Citatah telah memperkirakan bahwa faktor-faktor risiko utama yang dapat berdampak pada kinerja Perusahaantahun 2010 adalah pasokan listrik yang tidak memadai di Sulawesi Selatan dan hasil Perjanjian Restrukturisasi Kedua. Gangguan pasokan listrik di Sulawesi Selatan merupakan risiko yang cukup berarti bagi produktivitas di fasilitas pengolahan Pangkep. Untuk memperkecil risiko ini, Perusahaan telah memasang satu set generator di pabrik

yang mampu menyediakan sekitar 35% dari seluruh tenaga listrik yang dibutuhkan.Kesungguhan Perusahaan untuk merampungkan Perjanjian Restrukturisasi Kedua selama tahun 2011 akan memungkinkan penambahan investasi modal kerja yang dapat memperbaiki produktivitas, meningkatkan penjualan dan memperkuat struktur modal Perusahaan. Pada tahun2011 manajemen akan meneruskan strateginya untuk memperkecil risiko melalui diversifikasi pasar dan menerapkan kriteria kredit yang ketat dalam kontrak-kontrak baru. Litigasi Selama tahun 2010 Perusahaan tidak terlibat dalam litigasi apapun juga. Tanggung Jawab Sosial Citatah selalu membuat pendekatan yang bertanggung jawab terhadap lingkungan hidup dan komunitas yang terkena dampak atas kegiatan-kegiatan produksinya. Perusahaan memiliki program reklamasi yang berkesinambungan untuk meremajakan kembali area yang sebelumnya menjadi lokasi tambangnya. Selama tahun 2010, Citatah meneruskan penanaman kembali sekitar 25 hektar tanah di wilayah Pangkep. Perusahaan juga mempunyai sistem untuk menjaga mutu air di sekitar tambang dan pabriknya sehingga memenuhi standar mutu air yang ditentukan, dan kerap kali menguji sampel air. Pada tahun 2010, Perusahaan melanjutkan program pengembangannya di desa Bunea dengan memperbaiki rumah bagi masyarakat kurang mampu, serta membantu tersedianya pasokan listrik pada lebih dari 80 rumah tangga di desa ini. Perusahaan juga menyelenggarakan program beasiswa untuk membantu siswa-siswa sekolah dasar desa Bunea sampai masuk ke universitas. Pada tahun 2010, Citatah meningkatkan bantuannya menjadi Rp 1.300 juta untuk program pengembangan komunitas setempat.

Akuntan Publik Laporan keuangan Perusahaan untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2010 telah diaudit oleh kantor akuntan Mulyamin Sensi Suryanto (anggota independen Moore Stephens International Limited), dan ditanda-tangani oleh patner mereka, Eddy Setiawan.Kantor akuntan dan patner telah mengaudit buku Perusahaan selama empat tahun dan satu tahun berturut-turut. Imbal jasa audit adalah Rp 280 juta. Alamat: Mulyamin Sensi Suryanto Stephens International Limited Intiland Tower, lantai 7 Jl. Jenderal Sudirman Jakarta 10220 Biro Administrasi Efek Perusahaan Daftar pemegang saham Perusahaan dikelola oleh Biro Administrasi Efek PT EDI Indonesia. Alamat: PT EDI Indonesia Wisma SMR lantai 10 Jl. Yos Sudarso Jakarta 14350

5. ULASAN DIVISI PRODUKSI


Tambang Perusahaan di Bunea dan Pangkep berhasil memenuhi permintaan marmer Citatah dengan hasil tambang yang meningkat stabil sepanjang tahun. Hasil penggalian rata-rata per bulan dari semua tambang mencapai 1.750 m3 (2009: 1.550 m3) dan jumlah hasil penggalian sepanjang tahun sebesar 21.000 m3. Sebagian besar kenaikan hasil penggalian sebesar 17% ini dimungkinkan oleh pengembangan lokasi dan infrastruktur setelah Perusahaan menginvestasikan dana untuk peralatan tambang. Rencana untuk membuka lokasi tambang baru di Bunea sudah berjalan dan persetujuan prinsip telah diterima dari Departemen Kehutanan, Perusahaan berharap dapat mulai membersihkan tanah galian dan membangun infrastruktur lokasi dalam semester kedua tahun 2011. Pada saat yang bersamaan Citatah terus mencari lokasi tambang baru di Sulawesi Selatan dan di tempat-tempat lain. Dengan berlanjutnya permintaan blok marmer di tahun 2011, Perusahaan bermaksud meningkatkan hasil tambang menjadi 24.000 m3 pada tahun 2011. Tingkat produktivitas di pabrik slab dan tile Pangkep juga meningkat cukup besar dibanding tahun sebelumnya walaupun terjadi kekurangan pasokan listrik regional yang mulai terjadi pada kwartal akhir tahun 2009 dan berlangsung terus hingga kwartal pertama tahun 2010. Perusahaan telah memasang generator tenaga listrik pada kwartal pertama tahun 2010 untuk menyediakan kecukupan listrik sekitar 35% dari kebutuhan pabrik, sehingga pabrik dapat mempertahankan tingkat produksinya dalam tahun 2010. Pada saat yang bersamaan, Perusahaan menyelaraskan kembali jalur produksi di Pangkep untuk meningkatkan efisiensi terganggu. Jumlah hasil produksi slab dan tile dari Pangkep tahun 2010 mencapai 461.125 m2, naik 31% dari tahun sebelumnya, terutama disebabkan oleh meningkatnya pemanfaatan kapasitas mesin setelah dipasangnya sebuah generator baru dan kembali normalnya pasokan listrik regional setelah bulan Maret. Special Projects Centre (SPC) di Karawang, Jawa Barat, juga memperlihatkan kenaikan hasil produksi tahunannya karena volume marmer dan granit impor yang dipesan untuk proyek-proyek di Jakarta terus meningkat. Hasil produksi SPC naik 17% dalam setahun, yang hampir sepertiganya adalah hasil pengolahan produk batu impor. Program modifikasi mesin lama di SPC dilaksanakan tahun 2010 dan akan berlanjut hingga tahun 2011 jika mesin potong khusus yang baru telah dipasang. Peningkatan mesin di SPC akan mendorong kemampuan mengerjakan pengolahan khusus untuk mendukung Perusahaan yang menekankan penjualan produk batu dengan nilai tambah tinggi. proses pengolahan walaupun pasokan listrik sering

6. ULASAN DIVISI PENJUALAN Jumlah penjualan tahun 2010 yang mencapai Rp 152.560 juta hanya menunjukkan kenaikan sebatas marjin yaitu 2,4% dari tahun sebelumnya (2009: Rp 149.011 juta) karena penjualan ekspor yang tinggi dikurangi oleh apresiasi nilai tukar Rupiah terhadap US$ rate.sebesar 13%. Penjualan Ekspor Seperti tahun sebelumnya, jumlah penjualan didominasi oleh penjualan ekspor yang naik 23% menjadi US$ 10,9 juta (2009 : US$ 8,8 juta) dan memberikan kontribusi 64% terhadap jumlah penjualan dalam mata uang Rupiah. Pengiriman blok marmer ke China sebesar 22% dari jumlah penjualan ekspor dan memperbesar marjin penjualan ekspor secara signifikan. Karena alasan ini Citatah berniat meningkatkan volume ekspor blok marmer dalam tahun 2011. Pada tahun 2010, Perusahaan mengekspor sejumlah 198.270 m2 produk marmer jadi, yang sedikit lebih rendah dari tahun sebelumnya. Harga jual dalam US$ rata-rata per unit adalah 20% lebih tinggi dari tahun 2009, tetapi marjin rata-rata untuk penjualan produk bukan blok turun karena apresiasi nilai tukar Rupiah terhadap US$. Sebagian besar permintaan produk marmer Citatah berasal dari China, Malaysia, Vietnam dan Amerika Serikat, yang jumlahnya sekitar 80% dari jumlah penjualan ekspor, sementara Korea Selatan dan Myanmar tetap merupakan pasar yang penting . Proyek-proyek besar tahun 2010 termasuk Crowne Plaza Hotel CT1dan CT1 Residential di Hanoi, Vietnam dan Lot 11, Mount Kiara Apartment di Kuala Lumpur, Malaysia, serta proyek perumahan mewah di California, Amerika Serikat. Penjualan ekspor untuk tahun 2011, kecuali blok marmer ke China, diharapkan meningkat lebih dari 10% dengan pesanan untuk slab dan tile dalam jumlah besar dari agen-agen Perusahaan di Korea Selatan, Australia dan Myanmar. Di samping itu, Citatah telah memperoleh pesanan untuk proyek-proyek skala besar seperti misalnya Lot 28, Mount Kiara Apartment di Kuala Lumpur, dan Ciputra World 21 Apartment di Hanoi. Penjualan Domestik Penjualan ke pasar domestik hampir tidak berubah dalam tahun 2010 yaitu Rp 54.399 juta (2009: Rp 57.971 juta) meskipun terjadi penurunan 29% dalam volume penjualan menjadi 99.083 m2 untuk material impor dan produk marmer Citatah.Penjualan material impor sebesar 41% dari nilai penjualan domestik tetapi hanya 17% dari volume penjualan. Volume produk marmer Citatah yang dijual ke pasar domestik lebih kecil dari tahun sebelumnya karena meningkatnya permintaan material impor untuk proyek-proyek komersial mewah dan proyek perumahan.

Namun demikian, sepanjang tahun Citatah telah menyelesaikan pengiriman produk marmernya ke sejumlah proyek besar termasuk renovasi Nikko Hotel, Pakubuwono View Apartment dan Graha Reformed Millenium di Jakarta, serta beberapa proyek perumahan mewah lain. Pesanan proyek yang tercatat untuk tahun 2011 sudah mencapai 80.000 m2 dan mencakup Graha Reformed Apartment dan Pakubuwono Signature di Jakarta, Luxton Hotel di Bandung dan Novotel Hotel di Surabaya. Strategi material impor dengan marjin tinggi Perusahaan untuk mengembangkan penjualan ke pasar domestik akan menjadi pertimbangan besar

pada tahun 2011 dengan distribusi eksklusif produk batu bermerek internasional melalui ruang pamernya yang baru di Jakarta pusat. Citatah telah menjadi distributor tunggal bagi Caesarstone, Leather Tile dari Italia dan Bisazza Mosaic Tile yang terkenal di dunia. Perusahaan memproyeksikan kenaikan sebesar 30% dalam pendapatan penjualan domesik dari segmen pasar yang baru ini pada tahun 2011.

7. INFORMASI SAHAM Pencatatan Saham


Saham PT Citatah Tbk dicatatkan pada Bursa Efek Jakarta (sekarang Bursa Efek Indonesia) pada tanggal 3 Juli 1996 setelah berlangsungnya Penawaran Umum Perdana untuk 126.000.000 saham. Pada tahun 2002, berdasarkan syarat dan ketentuan Perjanjian

Restrukturisasi Pinjaman Pertama, modal dasar Perusahaan dinaikkan menjadi 2.520.000.000 saham dengan nilai Rp 1.260.000.000.000. Pada tanggal 20 Desember 2002, para kreditur Perusahaan mengkonversikan pinjaman sebesar Rp 357.000.000.000 menjadi ekuitas baru dan diberikan 714.000.000 saham dari modal Perusahaan yang ditingkatkan. Saham-saham baru tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia pada tanggal 20 Desember 2002. Pada 12 Mei 2005, Citatah mengubah Anggaran Dasarnya untuk memberi ruang bagi perubahan modal dasar Perusahaan sesuai dengan syarat-syarat Perjanjian Restrukturisasi Pinjaman Kedua. Akibatnya, modal dasar Citatah terbagi menjadi 840.000.000 saham Seri A dengan nilai nominal Rp 500 per saham, yang ditempatkan dan disetor penuh, serta saham Seri B dengan nilai nominal Rp 100 per saham. Dalam bulan Oktober 2007, kreditur Perusahaan mengkonversikan US$ 5.599.532 (Rp 58.235 juta) dari pinjaman konversi menjadi 390.839.821 saham Seri B. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia pada tanggal 5 November 2007. Per 31 Desember 2010, jumlah saham ditempatkan dan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia berjumlah 1.230.839.821 saham.

8. ANALISA FUNDAMENTAL
Analisa Fundamental adalah studi tentang ekonomi, industri, dan kondisi perusahaan untuk memperhitungkan nilai dari saham perusahaan. Analisa fundamental menitik beratkan pada data-data kunci dalam laporan keuangan perusahaan untuk memperhitungkan harga saham telah di apresiasi secara tepat. Secara umum untuk menganalisa perusahaan dengan menggunakan analisa fundamental terdiri dari 3 langkah yaitu: 1. Menghitung kondisi ekonomi secara keseluruhan Kondisi ekonomi dipelajari untuk memperhitungkan jika kondisi ekonomi secara keseluruhan baik untuk pasar saham. Apakah tingkat inflasi tinggi atau rendah? Apakah suku bunga naik atau turun? Apakah konsumen yakin atau ragu-ragu dalam mengeluarkan uang? Apakah neraca perdagangan untung atau rugi? Apakah supply uang naik atau turun? Ini adalah sebagian pertanyaan seorang fundamental analis menanyakan untuk memperhitungkan jika kondisi ekonomi secara keseluruhan baik untuk pasar saham. 2. Menghitung kondisi industri secara keseluruhan Industri di mana perusahaan berada secara langsung mempengaruhi masa depan perusahaan tersebut. Bahkan saham yang paling baik pun dapat menghasilkan pengembalian yang pas-pasan jika mereka berada dalam industri yang sedang payah . Biasanya saham yang lemah dalam industri yang kuat lebih disukai daripada saham yang kuat dalam industri yang lemah. 3. Menghitung kondisi perusahaan Setelah melihat dari sisi ekonomi dan industri kita perlu memperhitungkan kesehatan keuangan sebuah perusahaan. Jika sebuah perusahaan yang telah kita analisa secara ekonomi dan industri itu baik tapi kita tidak menghitung kondisi perusahaan tersebut maka akan sia-sia lah semua analisa fundamental yang kita lakukan. Karena pasar saham adalah pasar ekspektasi dimana semua pemegang saham mengharapkan perusahaannya selalu menghasilkan laba yang pada akhirnya laba ini akan di bagikan kepada pemegang saham yang kita kenal dengan istilah deviden. Walaupun tidak semua pemegang saham tidak mengharapkan pembagian deviden ini karena pada dasarnya keuntungan yang diperoleh dari permainan saham ini bukan hanya deviden, tetapi ada juga yang di sebut dengan capital gain yaitu keuntungan yang diperoleh dari fluktuasi harga saham yang biasanya diharapkan oleh investor yang memiliki time horizon yang pendek.

Menghitung kondisi perusahaan biasanya dilakukan dengan menggunakan rasio-rasio keuangan. Rasio secara garis besar di bagi dalam 5 kategori utama antara lain, yaitu : profitability (keuntungan), price (harga), liquidity (likuiditas), leverage (dukungan), dan efficiensi (efisiensi). Sehingga kami menghitung ratio saham perusahaan pertambangan CITATAH Tbk menggunakan metode berikut ini : a. Net Profit Margin Net profit margin adalah rasio profitability yang dihitung dengan membagi keuntungan bersih dengan total penjualan. Net Profit Margin = Net Profit / Total sales Rasio ini menunjukan keuntungan bersih dengan total penjualan yang dapat di peroleh dari setiap rupiah penjualan. Sebagai ilustrasi, apabila profit margin sebuah perusahaan adalah 30% jumlah keuntungan yang dapat diperoleh dari setiap Rp 1000 adalah Rp 300. Maka Net Profit Margin Perusahaan CITATAH Tbk tahun: 2009 2010 2011 = *1.242.321.030 / 41.353.461.450 = *6.133.362.640 / 72.682.689.172 = *11.377.846.929 / 71.501.066.123 = 0.030041525 = 0.084385467 = 0.159128354

b. Price Earning Ratio / PER Price earning ratio /PER adalah rasio price yang dihitung dengan membagi harga saham saat ini dengan Earning Per Share( EPS), EPS sendiri merupakan rasio yang menunjukan berapa besar keuntungan yang diperoleh investor atau pemegang saham per saham. Semakin tinggi nilai EPS tentu saja menggembirakan pemegang saham karena semakin besar laba yang disediakan untuk pemegang saham. EPS = Net Profit / Jumlah Saham PER = Harga Saham / EPS

PER menggambarkan apresiasi pasar tehadap kemampuan perusahaan

dalam

menghasilkan laba. PER dihitung dalam satuan kali. Bagi para investor semakin kecil PER suatu saham semakin bagus karena saham tersebut termasuk murah. Maka PER Perusahaan CITATAH Tbk tahun : 2009 2010 2011 = *459.083.982.100 / (1.242.321.030 / 1.230.839.821) = *459.083.982.100 / (6.133.362.640 / 1.230.839.821) = *459.083.982.100 / (11.377.846.929 / 1.230.839.821) = 454.111.111.111 = 92.128.719.516 = 49.663.073.328

c. Book Value / Nilai Buku Nilai Buku adalah rasio price yang dihitung dengan membagi total aset bersih ( Aset Hutang ) dengan total saham yang beredar Book Value = Total Equitas (Aset Hutang) / Jumlah saham yang beredar Book Value digunakan untuk melihat harga suatu securitas apakah overpriced atau underprice. Maka Book Value perusahaan CITATAH Tbk tahun: 2009 2010 2011 = *46.834.733.070 / 1.230.839.821 = 38,05 = *75.076.025.656 / 1.230.839.821 = 60,99 = *86.453.872.585 / 1.230.839.821 = 70,24

d. Price to Book Value (PBV) Price to book value atau PBV menggambarkan seberapa besar pasar menghargai nilai buku saham suatu perusahaan. Makin Tinggi rasio ini berarti pasar percaya akan prospek perusahaan tersebut. Maka PVB perusahaan CITATAH Tbk tahun: PVB = Harga Saham / Book Value 2009 2010 2011 = *459.083.982.100 / 68,978,221,358 = *459.083.982.100 / 62.072.366.542 = *459.083.982.100 / 65.457.026.977 = 6,65
= 7,39

= 7,01

e. Current Ratio Current Ratio adalah rasio likuiditas yang dihitung dengan membagi aset saat ini dengan hutang saat ini. Current Ratio = Aktiva Lancar / Hutang Lancar

Rasio ini mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi tanggung jawab hutang saat ini. Semakin tinggi rasionya, semakin tinggi likuiditas perusahaan tersebut. Sebagai contoh, rasio 3.0 mempunyai arti bahwa aset saat ini jika dilikuidasi, akan cukup membayar 3 kali dari hutang saat ini.

Maka Current Ratio perusahaan CITATAH Tbk tahun: 2009 2010 2011 = *120.595.645.948 / 141.618.273.947 = *116.020.001.119 / 102.518.450.928 = *131.774.533.375 / 108.600.136.221 = 0,85 = 1,13 = 1,21

f.

Debt Ratio Debt rasio adalah rasio leverage yang dihitung dengan membagi total hutang dengan total aset. Debt Ratio = Total Hutang / Total Aset

Rasio ini mengukur seberapa banyak aset yang dibiayai oleh hutang. Sebagai contoh, debt ratio 40% menunjukkan bahwa 40% dari aset dibiayai oleh hutang. Hutang bisa berarti buruk bisa juga berarti bagus. Selama ekonomi sulit dan suku bunga tinggi, perusahaan yang memiliki debt rasio yang tinggi dapat mengalami masalah keuangan, sebaliknya juga selama ekonomi baik dan suku bunga rendah hutang dapat meningkatkan keuntungan. Maka Debt Ratio perusahaan CITATAH Tbk tahun: 2009 2010 2011 = *162.038.767.284 / 208.873.500.354 = 0,77 = *124.550.370.272 / 199.626.395.928 = 0,62 = *132.411.157.237 / 218.865.029.822 = 0,60

ROA = Laba Bersih Sebelum Pajak / Total Asset x 100% 2009 2010 2011 = 913.338.202 / 208.873.500.354 = 6.105.921.449 / 199.626.395.928 = 6.027.987.820 / 218.251.524.639 = 0.004373 = 0.030587 = 0.027619 =0.004% = 0.030% = 0.027%

ROE = Laba Bersih Sebelum Pajak / Total Ekuitas x 100% 2009 2010 2011 = *913.338.202 / 46.834.733.070 = *6.105.921.449 / 75.076.025.656 = *6.027.987.820 / 86.453.872.585 =0.019501 = 0.08133 = 0.069725 = 0.0195% = 0.0813% = 0.0697%

ROI = Laba Bersih Setelah Pajak / Total Rata-rata Asset x 100% 2009 2010 2011 = *1.242.321.030 / 208.873.500.354 = *6.133.362.640 / 199.626.395.928 = *11.377.846.929 / 218.251.524.639 = 0.00595 = 0.03072 = 0.05213 = 0.0059% = 0.0307% = 0.0521%

Keterangan : * (diperoleh dari Laporan Keuangan yang terlampir dalam halaman lampiran)

PENUTUP KESIMPULAN Dari analisis fundamental dengan menggunakan perhitungan ratio di atas, maka analisis perusahaan CITATAH Tbk dari tahun 2009,2010,2011 dihasilkan : a) Net Profit Margin b) Price Earning Ratio / PER c) Book Value / Nilai Buku d) Price to Book Value (PBV) : Selalu Meningkat : Selalu Menurun : Selalu Meningkat : Terjadi kenaikan pada tahun 2010 dan menurun pada

tahun 2012 tetapi lebih besar dari tahun 2010. e) Current Ratio f) Debt Ratio : Selalu Meningkat : Selalu Menurun

Dari hasil tersebut di atas sehinga dapat disimpulkan bahwa perusahaan CITATAH Tbk memiliki kinerja manajemen yang baik. Perusahaan CITATAH memiliki kemampuan untuk membayar hutang dan mampu memberikan deviden kepada pemilik saham dengan jumlah yang meningkat setiap tahunnya.

LAMPIRAN LAPORAN KEUANGAN