Anda di halaman 1dari 10

Jakarta, 4 Desember 2006 No Lampiran Perihal : 557/SET/KPA/XII/2006 : 1 (satu) berkas : Laporan Pelaksanaan Kegiatan Sekretariat KPA Nasional Periode

Nopember 2006

Kepada Yth: Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat/ Ketua KPA Nasional di Jakarta

Dengan hormat, Disampaikan bahwa dalam rangka upaya pencegahan dan penanggulangan HIV dan AIDS, Komisi Penanggulangan AIDS Nasional telah melaksanakan beberapa kegiatan pada Bulan Nopember 2006, baik kegiatan internal dalam rangka penguatan KPA Nasional maupun kegiatan koordinasi dengan sektor pemerintah lain dan LSM. Bersama ini kami sampaikan Laporan Kegiatan Sekretariat KPA Nasional periode Bulan Nopember 2006 tersebut. Atas perhatian Bapak diucapkan terima kasih.

Komisi Penanggulangan AIDS Nasional Sekretaris,

Nafsiah Mboi

LAPORAN PELAKSANAAN KEGIATAN SEKRETARIAT KPA NASIONAL PERIODE NOPEMBER 2006


I. PENDAHULUAN Epidemi HIV dan AIDS hingga kini masih merupakan isu global yang memiliki tingkat urgensi tinggi. Laporan UNAIDS dan WHO menunjukkan bahwa infeksi HIV terus meningkat dan diperkirakan pada tahun 2006 ini jumlah ODHA di seluruh dunia mencapai 39,5 juta orang. Departemen Kesehatan Republik Indonesia sampai pada bulan September 2006 telah mencatat 11.604 orang ODHA yang terdiri dari kasus AIDS sebanyak 6987 orang dan infeksi HIV sebanyak 4617 orang. Laporan ini juga menunjukkan bahwa cara penularan melalui IDU (Injecting Drug Use Pengguna Jarum Suntik) mencapai 52,6%, sementara melalui hubungan Heteroseksual mencapai 37,2% dan Homoseksual terhitung 4,5%. Dari data penyebarannya dalam wilayah, tampak bahwa kasus AIDS hingga kini terbanyak dilaporkan dari DKI Jakarta, Jawa Timur, Papua, Jawa Barat, Bali, Kalimantan Barat, Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Jawa Tengah dan Sulawesi Selatan. Selain dari data kasus yang dilaporkan, Hasil Estimasi Nasional tahun 2006 menunjukkan bahwa terdapat sejumlah 173.000 - 214.000 orang telah terinfeksi HIV; dan dapat menjadi satu juta orang dalam 10 tahun ke depan, apabila kita tidak melakukan upaya penanggulangan yang serius. Hal ini menunjukkan bahwa upaya penanggulangan HIV dan AIDS di Indonesia perlu ditingkatkan agar semakin terkoordinasi, terarah dan terpadu. Komisi Penanggulangan AIDS Nasional selama bulan Nopember 2006 telah berupaya melakukan kegiatan-kegiatan koordinasi dengan berbagai pihak, baik dengan tujuan peningkatan kapasitas kelembagaan maupun untuk meningkatkan dukungan dalam program penanggulangan HIV dan AIDS itu sendiri. II. PELAKSANAAN KEGIATAN

Berbagai kegiatan telah dilaksanakan pada bulan Nopember, baik program rutin maupun persiapan-persiapan kegiatan penting seperti persiapan Sidang Kabinet, finalisasi pembuatan Estimasi Nasional HIV dan AIDS, pemantapan Rencana Aksi Nasional dan Strategi 2

Nasional, Peraturan Menteri Koordinasi Kesejahteraan Rakyat, koordinasi KPA-jajaran kesehatan, persiapan Hari AIDS Sedunia, serta proses rekrutmen ketenagaan. Program rutin yang dilaksanakan di bulan Nopember adalah pelaksanaan pertemuan kelompok kerjakelompok kerja, kunjungan advokasi dan sosialisasi Perpres No. 76/2006, kunjungan supervisi, dan persiapan berbagai kegiatan di bulan Desember. Pertemuan-pertemuan dengan berbagai instansi dan pihak dan berbagai kegiatan lain juga telah dilakukan KPA Nasional. Berikut ini adalah uraiannya secara lebih terinci: A. Persiapan Sidang Kabinet Banyak upaya dilakukan pada bulan Nopember ini untuk melakukan persiapan Sidang Kabinet yang sedianya akan dilaksanakan pada tanggal 23 Nopember 2006. Pada tanggal 1112 Nopember diadakan pertemuan untuk penulisan draft materi sidang kabinet di Bandung yang dihadiri oleh Sekretaris KPA dan tim Departemen Kesehatan. Draft ini kemudian dikaji dan kembali didiskusikan dalam Pertemuan Lintas Sektor di Hotel Four Season pada tanggal 15 Nopember 2006 dengan pejabat eselon satu dari 11 kementerian. B. Finalisasi Pembuatan Estimasi Nasional Pada akhir Nopember ini telah diselesaikan Estimasi Populasi rawan tertular HIV dan Orang Dengan HIV dan AIDS (ODHA). Dengan hasil ini maka finalisasi laporan sudah dapat diproses, dan diharapkan Buku Laporan Estimasi Populasi Rawan tertular HIV dan Orang Dengan HIV dan AIDS siap untuk sidang kabinet. Dimulai dari tanggal 1 Nopember 2006 dengan Pertemuan Pra-Workshop di Papua Room Gedung Surya Lt. 9 dengan tujuan mencapai kesepakatan mengenai metode yang akan dipergunakan dalam membuat estimasi. Pertemuan ini melibatkan Depertemen Kesehatan, Direktorat Pemasyarakat, BNN, Universitas Indonesia, BPS, WHO, UNAIDS, dan IHPCP. Pertemuan kedua dilakukan di Bandung pada tanggal 9 10 Nopember 2006 yang melibatkan peserta dari Propinsi, termasuk di antaranya Kasubdin P2M Propinsi, Dinas Kesehatan Propinsi, Kepala Laboraturium Kesehatan Daerah, Ketua UTDC PMI dan staf dari KPAP. Pertemuan ini bertujuan untuk mencapai konsensus mengenai angka yang akan digunakan sebagai dasar membuat estimasi di masing-masing daerah. Pertemuan ini ditindaklanjuti dengan pertemuan untuk Finalisasi Estimasi yang dilakukan pada tanggal 13 Nopember dengan tujuan mencapai kesepakatan dari seluruh sektor mengenai angka-angka hasil perhitungan estimasi. Pertemuan ini dihadiri oleh unsur dari Departemen Kesehatan, Menko Kesra, BPS, BKKBN, POLRI, Departemen Pendidikan Nasional, Departemen Sosial, RSKO, IHPCP, FHI, dan LSM dari Yayasan Bandung Wangi, Yayasan Srikandi Sejati, Gaya Nusantara, Yayasan Kusuma Buana. 3

C. Pemantapan Strategi Nasional dan Rencana Aksi Nasional 2007 - 2010 Menindaklanjuti Pertemuan Pembahasan RAN pada tanggal 16 Oktober 2006 yang dihadiri oleh tim RAN serta unsur dari sektor, maka diadakan Pertemuan berikut pada tanggal 2 -3 Nopember 2006 yang dihadiri oleh Sektor-sektor (BPPT, Diknas, Depag, BNN, DepHukHAM, Sek Kab, BKKBN, Dephub, Bappenas, Depsos, Depkes, Puskokes POLRI, PMI, IDI, IHPCP, AusAIDS, Kedubes Australia, UNAIDS, dan USAID). Pertemuan ini sampai pada beberapa keputusan seperti pembentukan subtim finalisasi RAN dan stranas serta menghimpun informasi-informasi secara lebih intensif dari tim kecil ini; memasukkan hasil estimasi ke dalam RAN; dan penyempurnaan Manajemen RAN. Pertemuan Tim RAN yang dilaksanakan tanggal 29 Nopember 2006, menghasilkan usulan untuk pembuatan Stranas yang sejalan dengan RAN tahun 2007-2010. Hal ini didukung dengan pembuatan Surat Keputusan Finalisasi Stranas dan RAN 2007-2010. Skenario as close as possible to universal access 2010 merupakan isu yang ditekankan dalam pengembangan Stranas dan RAN ini. D. Peraturan Menteri Koordinasi Kesejahteraan Rakyat tentang Program Pengurangan Dampak Buruk bagi Pengguna Jarum Suntik Pada tanggal 6 Nopember 2006 dilakukan Persiapan Rakor Terbatas KPA Nasional tentang Pengurangan Dampak Buruk NAPZA Suntik membahas draft Permenko Kesra dengan melibatkan staf biro hukum dari instansi-instansi seperti POLRI, Departemen Kesehatan dan DepHukHAM. Pada tanggal 16-17 Nopember 2006, Draft Permenko didiskusikan lebih mendalam dalam Pertemuan Kelompok Kerja Harm Reduction. Hasil ini kemudian dibawa pada Rakor Terbatas KPA, yang dihadiri oleh Menteri Koordinasi Kesejahteraan Rakyat, Menteri Kesehatan, Menteri Hukum dan HAM, Kalakhar BNN, serta unsur dari mitra internasional dan LSM tanggal 21 Nopember 2006. Dalam pertemuan ini disetujui draft Permenko Kesra tentang Program Pengurangan Dampak Buruk Pengguna Napza Sunti untuk ditandatangai oleh Bapak Menko Kesra. Permenko tersebut akan ditindak-lanjuti dengan Petunjuk Teknis dan Petunjuk Pelaksanaan. E. Pertemuan Koordinasi Sekretaris KPA dan Jajaran Kesehatan Pada tanggal 15 Nopember tahun 2006 di Hotel Four Season, dilakukan koordinasi Sekretaris KPA Nasional dan jajaran kesehatan yang bertujuan untuk meningkatkan koordinasi pelaksanaan di lapangan. Adapun hasil dari pertemuan ini adalah akan dimatangkan Keputusan Menteri Kesehatan untuk Layanan Kesehatan berkaitan dengan HIV dan AIDS.

F. Persiapan Hari AIDS Sedunia Untuk menyambut Hari AIDS Sedunia yang akan jatuh pada tanggal 1 Desember, maka pada bulan Nopember KPA mempersiapkan acara puncak dengan Departemen Kesehatan yang ditunjuk menjadi penyelenggara perayaan Hari AIDS Nasional pada tahun 2006 ini. Adapun tema Hari AIDS Nasional tahun ini adalah Stop AIDS. Keep The Promise. Saatnya Melayani. Disamping acara puncak, KPA juga menyelenggarakan berbagai kegiatan untuk mengkampanyekan meningkatkan kesadaran masyarakat akan isu HIV. Kegiatan-kegiatan ini diselenggarakan bekerja sama dengan berbagai institusi seperti stasiun televisi, radio, universitas, dan lain-lain. Beberapa kegiatan itu antara lain adalah: 1. Kampanye Iklan Layanan Masyarakat TV dan Radio - TV Nasional - TV Lokal Daerah - Radio terpilih 2. Kampanye Talkshow TV dan Radio - Metro TV - TVRI - TV7 - Radio Terpilih 3. Kampanye Off-Air - Movie Preview di beberapa kampus - Sebar 1 juta flyer yang didistribusikan di 22 propinsi - Seminar AIDS dan Musik G. Proses Rekrutmen Ketenagaan Meneruskan proses pengembangan struktur organisasi baru yang telah dilaksanakan pada bulan Oktober, dilanjutkan pada bulan Nopember ini, proses rekrutmen 3 Deputi dan 6 Asisten Deputi Sekretariat KPA Nasional: 1. Deputi Pengembangan Program a. Asisten Deputi Riset b. Asisten Deputi Informasi, Monitoring dan Evaluasi 2. Deputi Program a. Asisten Deputi Program Layanan b. Asisten Deputi Kelembagaan 3. Deputi Dukungan Umum a. Asisten Deputi SDM dan Perkantoran b. Asisten Deputi Keuangan 5

Adapun proses rekrutmen ini dimulai dengan tes tertulis pada tanggal 18 Nopember di PMK dan wawancara secara bertahap pada tanggal 28 Nopember 6 Desember 2006 pada 9 calon Deputi dan 18 calon Asisten Deputi. H. Kelompok Kerja-Kelompok Kerja 1. Pertemuan Pokja Anak dan Remaja, tanggal 6 bertujuan untuk mendiskusikan draft Renstra Anak dan Remaja setelah penggambungan Pokja Anak dan Remaja. Pada pertemuan yang dipimpin oleh Bp. Eddy Hasmi ini, ditetapkan beberapa hal antara lain dilaksanakannya pertemuan khusus pokja remaja terakhir sebelum menjadi Pokja Remaja bergabung dengan Anak. Pertemuan Pokja remaja dilaksanakan pada tanggal 14 Nopember 2006, untuk membahas draft Renstra Anak dan Remaja untuk memastikan keselarasan renstra anak dan remaja pada umumnya dan memastikan bahwa semua masukan yang diperoleh dari pembuatan renstra remaja telah terakomodasi dalam rentra yang gabungan. 2. Pertemuan Pokja Perempuan, tanggal 21 Nopember 2006 bertujuan untuk membahas Strategi Nasional upaya penanggulangan HIV dan AIDS melalui kelompok Perempuan. Pada kesempatan itu juga dibahas rencana acara Pertemuan Nasional HIV dan AIDS ke-3 di Surabaya. Dengan dipisahnya Pokja Perempuan dari sebelumnya Pokja Perempuan dan Anak, maka diputuskan untuk memasukkan beberapa orang yang penting untuk penanggulangan AIDS di kalangan perempuan, termasuk program non HIV dan AIDS tetapi memiliki keterkaitan yang erat dengan perempuan dan HIV dan AIDS (seperti trafficking, kekerasan, dan kesehatan reproduksi). Beberapa orang yang baru misalnya Nursyahbani (DPR), Pingky (Staf Ahli KPP), Anita Rahmat (Kajian Wanita, CEDAW Watch), Ninuk (Yayasan kesehatan Perempuan), Maria Hartiningsih (observer dari Kompas), serta dari Jurnal Perempuan dan PKK 3. Pertemuan Pokja Penelitian, pada tanggal 16 Nopember 2006 yang dihadiri oleh BPPT, BNN, Universitas Atmajaya, Universitas Gajah Mada, Universitas Indonesia, IHPCP, FHI, IDI, dll., bertujuan untuk mengukuhkan Pokja Penelitian HIV dan AIDS dan memilih Ketua dan Wakil Ketua Pokja serta membahas rencana kerja Pokja. Pada pertemuan ini disepakati bahwa Ketua Pokja akan dilaksanakan secara bergilir. 4. Pertemuan Pokja Komunikasi dilakukan pada tanggal 12 Nopember 2006, mendiskusikan penyusunan Strategi Komunikasi Nasional HIV dan AIDS. Dari diskusi ini diperoleh hasil bahwa penyusunan buku masih terkendala data dari sejumlah instansi pemerintah dan lembaga PBB. Pertemuan ini juga disepakati untuk tidak membahas program komunikasi HIV dan AIDS dari pemerintah disebabkan oleh keterbatasan waktu. 5. Pertemuan Pokja Workplace dilaksanakan pada tanggal 23 Nopember 2006, namun tidak menghasilkan keputusan yang cukup signifikan.

I. Program Akselerasi Penanggulangan HIV dan AIDS di 100 Kabupaten/Kota dan di 15 Kabupaten/Kota Prioritas Berkaitan dengan program akselerasi penanggulangan HIV dan AIDS di 100 kabupaten/kota KPA Nasional telah menerima kiriman laporan rutin yang terdiri dari laporan kegiatan program, laporan indikator serta laporan keuangan. Hingga akhir bulan Nopember KPA Nasional telah menerima sejumlah 84 laporan dari 100 kabupaten/kota. 10% diantaranya adalah dari Papua, tidak mengirimkan laporan diduga karena masalah komunikasi atau teknis lainnya. Sedangkan 6% diantaranya karena masalah manajemen personalia. Untuk meng-update informasi layanan-layanan HIV dan AIDS yang ada di 100 kabupaten/kota KPA Nasional telah mengirimkan dan mengumpulkan kembali form pengisian data-data fasilitas kesehatan yang ada. Data-data tersebut diantaranya data jumlah klinik VCT, klinik IMS, gerai kondom serta jumlah konselor yang ada di kabupaten/kota bersangkutan. Tujuh puluh sembilan kabupaten/kota telah mengirimkan kembali kuesionernya kepada KPA Nasional, dan dari data yang masuk diketahui: Klinik VCT berjumlah 162 Klinik IMS = 182 Gerai kondom = 1134 dan Konselor sebanyak 920 orang.

Sedangkan untuk 15 kota pada bulan Nopember telah dipersiapkan pelatihan untuk tenaga kesehatan, konselor dan tenaga penjangkau yang dibagi dalam 4 kelas: kelas VCT, IMS, Laboran dan Penjangkau. J. Kegiatan-Kegiatan Rutin Berbagai kegiatan rutin yang dilaksanakan di bulan Nopember antara lain adalah: 1. Kunjungan sosialisasi Kebijakan KPA Nasional sesuai Peraturan Presiden Tahun 2006 ke berbagai daerah. Antara lain dilakukan di Propinsi Jawa Tengah (tanggal 7-9 Nopember), Kabupaten Banyumas (9-10 Nopember), dan Nusa Tenggara Timur (1921 Nopember 2006). Beberapa temuan yang penting antara lain: a. Kegiatan Advokasi pada Pemerintah Daerah (Propinsi dan Kabupaten) masih diperlukan untuk meningkatkan pemahaman peran pemda dalam penanggulangan HIV dan AIDS di daerah. b. Perlunya diskusi konsultatif untuk mengatasi hambatan-hambatan dalam upaya meningkatkan dukungan dana, komitmen dari pengambil keputusan di daerah maupun dukungan/sosialisasi dasar-dasar hukum. c. Perlunya diskusi konsultatif untuk mengembangkan program penanggulangan AIDS yang lebih komprehensif di daerah 2. Kunjungan supervisi ke 13 Kabupaten/Kota di Jawa Barat. Beberapa temuan dari kunjungan ini antara lain: 7

a. Perlunya peningkatan pengawasan terhadap kinerja administratif bagi para PO dan AO yang menyangkut pelaporan dan keuangan b. Perlunya peningkatan pengawasan dan bimbingan teknis kinerja PO dan AO berkaitan dengan tugas pokok dan fungsinya sebagai koordinator porgram di kabupaten/kota. Memastikan kualitas program dan kesesuaian dengan peran dan fungsi. c. Perlunya upaya untuk mempercepat integrasi kegiatan KPAK ke dalam sistem pemerintahan yang lebih besar. d. Perlunya koordinasi antara kabupaten/kota yang letak geografisnya berdekatan untuk menghindari pelaporan ganda (baik dalam propinsi maupun antar propinsi) e. Munculnya pertanyaan mengenai keberlanjutan program setelah habis masa implementasi Penguatan 100 Kabupaten/Kota sejak bulan Maret 2006. 3. Persiapan kegiatan bulan Desember 2006 dan Januari 2007 , antara lain: a. Persiapan rekrutmen dan pelatihan PO dan AO di 22 propinsi b. Persiapan pelatihan PO dan AO Kabupaten/Kota di Papua c. Persiapan acara Tim Asistensi untuk propinsi-propinsi, baik yang telah memiliki tim asistensi, maupun propinsi-propinsi yang belum pernah memperoleh penguatan kapasitas untuk tim asistensi. J. Lain-lain 1. Pertemuan dan diskusi dengan Clinton Foundation pada tanggal 8 Nopember 2006 dengan tujuan untuk memberikan informasi mengenai dukungan Clinton Foundation terhadap program HIV dan AIDS di Indonesia, khususnya dalam pengadaan obat ARV dan reagens secara lebih murah dan mudah. Pertemuan ini dihadiri oleh berbagai sektor baik di lingkungan Departemen Kesehatan maupun sektor lain, serta beberapa LSM dan mitra internasional. 2. Pertemuan Country Harmonization and Alignment Tool (CHAT), pada tanggal 14 Nopember 2006. Tujuan pertemuan ini adalah untuk menilai tingkat keterlibatan, harmonisasi dan kesejajaran antara mitra-mitra nasional dan internasional dalam upaya penanggulangan AIDS di Indonesia. 3. Pelatihan untuk Pelatih Tenaga Kesehatan di kalangan TNI dan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan yang dilaksanakan mulai dari tanggal 20 Nopember sampai dengan 3 Desember 2006. Dalam pelatihan ini peserta dibagi ke dalam 4 kelas yaitu kelas Voluntary Counseling and Testing (VCT), kelas Infeksi Menular Seksual (IMS), kelas Integrated Management for Adult and Adolescent Illness (IMAI) dan kelas Laboran, yang fasilitasinya dikoordinasi oleh Subdit AIDS Departemen Kesehatan. Pelatihan ini telah menghasilkan

4.

5.

6.

7.

Pelatih Tenaga Kesehatan untuk Penanggulangan HIV dan AIDS di kalangan TNI dan Ditjen Pemasyarakatan. Pertemuan dengan Ford Foundation, 28 Nopember 2006, bertujuan untuk bertukar informasi mengenai program penanggulangan HIV dan AIDS di Indonesia. Dalam pertemuan diidentifikasi masalah program penanggulangan HIV dan AIDS di Indonesia sehingga dapat diupayakan bantuan teknis yang dapat diberikan. Pertemuan Pembentukan Steering Commitee Kampanye Global Bersatu Untuk Anak-anak Bersatu Melawan AIDS yang dilaksanakan pada tanggal 29 Nopember ini diikuti oleh perwakilan dari Depsos, Depdiknas, Bappenas, Depkes, BKKBN, UNICEF, Save The Children dan KPA Nasional. Adapun tujuan pertemuan ini adalah sebagai sarana pembentukan Tim Pengarah dan pembahasan mengenai pelaksanaan serta jadual kegiatan. Setelah pertemuan ini akan diadakan rapat koordinasi yang difasilitasi oleh KPAN dengan penanggung jawab kegiatan adalah Depsos. Pembentukan National AIDS Resource Centre sebagai pusat rujukan data dan informasi HIV dan AIDS sedang dalam proses pelaksanaan dan diharapkan akan selesai pada bulan Januari 2007. Pertemuan Regional I Koordinasi dan Konsultasi Program Nasional Penanggulangan HIV dan AIDS di Lapas/Rutan, 27 30 Nopember 2006 di Bandung bertujuan meningkatkan pemahaman komprehensif tentang Lapas/Rutan dalam kaitan dengan penyebaran HIV dan AIDS dan penyalahgunaan Narkoba, menyamakan persepsi program aksi penanggulangan HIV dan AIDS di Lapas/Rutan dan mengembangkan program sesuai dengan semangat PERPRES No. 75 Tahun 2006. Pertemuan ini dihadiri oleh Kalapas Karutan dari Propinsi DKI, Banten, Jawa Tengah, DI Jogjakarta.

III.

RENCANA KEGIATAN BULAN DESEMBER 2006 Pada bulan Desember 2006 KPA Nasional merencanakan kegiatan antara lain: 1. Tanggal 4 7 Desember 2006, akan dilaksanakan wawancara kandidat Deputi dan Asisten Deputi KPA Nasional 2. Tanggal 11 12 Desember, Pertemuan Koordinasi KPA Nasional dengan Sektor sebagai Anggota KPA 3. Tanggal 11 15 Desember 2006, Pelatihan PO dan AO dari 24 Kabupaten/Kota Terpilih di Papua dan Irian Jaya Barat 4. Tanggal 11 15 Desember 2006 Pelatihan Development Assistant Database (DAD)

5. Tanggal 11 16 Desember 2006, Pelatihan Konselor dari 14 kabupaten/kota terpilih 6. Tanggal 13 15 Desember 2006, Pelatihan Resource Need Model (RNM) 7. Pertemuan Regional II Koordinasi dan Konsultasi Program Nasional Penanggulangan HIV dan AIDS di Lapas/Rutan, 18 21 Nopember 2006 di Bali 8. Tanggal 18 22 Desember 2006, Pelatihan PO dan AO dari 22 Propinsi Terpilih Seluruh Indonesia 9. Tanggal 18 23 Desember 2006, Pelatihan Tenaga Kesehatan (Dokter, Perawat, Laboran) dan kader kesehatan masyarakat dari 14 kabupaten/kota terpilih 10. Tanggal 29 Desember 2006, Pertemuan KPA Nasional dengan Lembaga Donor

10