P. 1
Sistem Distribusi Tenaga Listrik

Sistem Distribusi Tenaga Listrik

|Views: 574|Likes:
Dipublikasikan oleh studyuntildie

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: studyuntildie on Jun 18, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/21/2013

pdf

text

original

Fauzun Atabiq

1)

Gardu Induk Distribusi (GI Distribusi)

2)

Jaringan Distribusi Tegangan Menengah
(JTM)

3)

Jaringan Distribusi Tegangan Rendah (JTR)

4)

Beban/konsumen

1. Incoming 150 kV 2. Kawat pentanah (ground) 3.Overhead lines 4. Trafo instrumen (potential transformer)
5.Sakelar Pemisah (Disconnect switch ) 6. Pemutus Tebaga/PMT (Circuit breaker) 7. Current Transformer
8.Lightning arrester , 9.Main transformer 10. Gedung kontrol, 11. Pagar pengaman 12. Saluran ke area lain

oTrafo
oCircuit Breaker
oHorn gap switch
oDisconnecting Switch

oGrounding Switch
oLighting Arrester
oCurrent limiting reactor
oTrafo instrumen
oRelai dan peralatan proteksi

Circuit Breaker (CB)

◦Circuit Breaker dirancang untuk memutuskan beban baik
pada kondisi normal maupun saat kondisi gangguan hubung
singkat.

◦Circuit Breaker beroperasi seperti sebuah sakalar besar
yang proses membuka atau menutupnya digerakkan
dengan suatu push button lokal, sakelar manual atau
dengan sinyal telekomunikasi jarak jauh yang dikendalikan
oleh sistem proteksi sistem tenaga (SCADA)

Circuit Breaker (CB)

◦Circuit Breaker akan memutus saluran secara otomatis
ketika tegangan, frekuensi atau arus saluran tidak sesuai
dengan seting yang ditentukan.

Circuit Breaker (CB)

◦4 tipe circuit breaker yang umum dipakai dalam proteksi
sistem tenaga:
1.Oil Circuit Breaker (OCB)
2.Air Blast Circuit Breaker
3.SF6 Circuit Breaker
4.Vacuum Circuit Breaker

Yang membedakan antara satu dengan yg lainnya adalah media pemadam busur apinya

Oil Circuit Breaker (OCB)

1 Bushing
2 Oil level indicator
3 Vent
4 Current transformer
5 Dashpot
6 Plunger guide
7 Arc control device
8 Resistor
9 Plunger bar

Bagian-bagian Oil Circuit Breaker (OCB)

275 kV Air Blast Circuit Breaker

SF6 Circuit Breaker

Vacuum Circuit Breaker

Sakelar Pemisah/ Disconnecting Switch (DS)

◦Sakelar pemisah (DS) Sakelar yang beroperasi hanya saat
tidak ada arus.
◦Berfungsi untuk mengisolasi trafo, circuit breaker, saluran
transmisi dsb dari saluran aktif.
◦DS dioperasikan untuk hal-hal khusus seperti pada saat
maintenance atau manuver aliran beban

Sakelar Pemisah/ Disconnecting Switch (DS)

Grounding switches

◦Grounding Switches Sakelar pengaman untuk menjamin
suatu saluran transmisi benar-benar ditanahkan selama
pekerjaan dilaksanaakan pekerjaan perbaikan.

Grounding switches

http://en.zwae.com.pl/min_800_640_cu8u3v1l4mjuzwur4893.jpg

Surge Arrester

◦Surge Arrester merupakan peralatan proteksi untuk
membatasi tegangan lebih yang mungkin terjadi melewati
transformer dan peralatan listrik lainnya karena sambaran
petir atau surja akibat penyakelaran.
◦Ujung atas dari arrester ini terhubung ke saluran atau
terminal peralatan yang diproteksi sedangkan bagian ujung
bawah arrester terhubung langsung ke tanah.

Surge Arrester

◦Jenis-jenis Surge Arrester :

1.Arrester Jenis Oksida Film
2.Lightning Arrester Jenis Thyrite
3.Lightning Arrester Jenis Katup (Valve)
4.Lightning Arrester Jenis Expulsion

Surge Arrester

http://lightningsource.wordpress.com/2011/05/06/some-picture-of-surge-arrester/

Current Limiting Reactor

◦Current limiting reactor
◦Bus bar sistem tegangan menengah (TM) pada suatu gardu induk
biasanya menyuplai beberapa penyulang (feeders), yang
mendistribusikan daya ke area pusat-pusat beban di sekitar GI.
◦Hal ini menyebabkan impedans keluaran dari bus bar TM sangat

rendah.

◦Sebagai akibatnya, jika terjadi gangguan hubung singkat pada
salah satu feeder, akan menghasilkan arus hubung singkat yang
dapat membahayakan.

1

2

3

4

5

6

7

8

8 feeder dengan arus nominal masing-masing 200A

Current Limiting Reactor

8 % Ohm

Kemampuan
Arus gangguan
4000 A

1

2

3

4

5

6

7

8

8 feeder dengan arus nominal masing-masing 200A

Current Limiting Reactor

8 % Ohm

fault

Kemampuan
Arus gangguan
4000 A

Current Limiting Reactor

8 % Ohm

Kemampuan
Arus gangguan
4000 A

Current-limiting
reactors reduce
the shortcircuit
current.

Current Limiting Reactor

http://lightningsource.wordpress.com/2011/05/06/some-picture-of-surge-arrester/

Trafo Instrumen

Potential Transformer (PT) merupakan trafo penurun tegangan
yang dirancang khusus untuk keperluan pengukuran (metering)
dan proteksi.
◦Transformasi tengangan antara primer dan skundernya sangat
presisi. Hanya mengalami sedikit perubahan tegangan dengan
bertambahnya beban (burden).
◦Pergeseran fase tegangan antara bagian primer dan sekunder
hampir dikatakan tidak ada.
◦Terminal-terminal dapat dihubungkan ke line ke line atau line ke

netral.

◦Konsturksi trafo tegangan hampir sama dengan konstruksi trafo
biasa hanya saja antara kumparan primer dan sekunder mampu
tahan terhadap tegangan penuh line ke line.

Trafo Instrumen

Potential Transformer (PT)
◦Salah satu terminal pada sisi sekunder harus selalu ditanahkan
untuk menhindarkan dari bahaya kejut listrik yang berakibat fatal
ketika menyentuh salah satu dari terminalnya.
◦Hubungan kumparan primer dan sekunder yang dipisahkan
dengan isolasi, akan membentuk hubungan/koneksi yang tak
terlihat (seperti kapasitor), yang hal ini akan menghasilkan
tegangan sangat tinggi antara kumparan sekunder dan tanah

(ground)

◦Dengan menghubungkan salah satu terminalnya ke tanah maka
tegangan keluaran pada sisi sekunder akan selalu pada tegangan
nominalnya misalkan 115V.

Trafo Instrumen

Trafo Instrumen

MV PT

Potential Transformer

Trafo Instrumen

Current Transformer (CT), merupakan trafo khusus yang
digunakan untuk keperluan pengukuran arus, monitoring daya,
mengisolasi alat ukur dari saluran dan peralatan proteksi yang
terhubung ke bagian sekunder trafo.
◦ memiliki akurasi transformasi yang tinggi dengan
perbandingan/rasio antara bagian primer dan sekunder hampir
konstan walaupun dengan adanya burden.
◦Pergeseran fase antara sekunder dan primer sangat kecil sekali
(kurang dari 10).
◦Akan memiliki akurasi yang cukup tinggi dengan menjaga arus
sekunder sekecil mungkin.
◦Sama seperti PT untuk alasan keamanan maka salah satu
terminal pada sisi sekunder hatus di tanahkan.
◦Rasio CT biasanya 100A/5A, 150A/5A dll.

Trafo Instrumen

Trafo Instrumen

Current Transformer

Relai dan Peralatan Proteksi

◦OCR (Over Current Relay)
◦Under Over Voltage Relay
◦Differential Relay
◦Distance Relay
◦dll

Tiang

Penghantar/konduktor

Isolator-isolator

Tiang

◦Tiang listrik pada jaringan distribusi digunakan untuk
saluran udara (overhead line) sebagai penyangga kawat
penghantar agar penyaluran tenaga listrik ke konsumen
atau pusat pusat beban dapat disalurkan dengan baik.

Tiang

◦Klasifikasi tiang listrik berdasarkan bahannya:

Tiang kayu (wooden pole) sudah mulai ditinggalkan
Tiang Baja (Steel pole)
Tiang Beton lebih kuat, lebih murah (dibandingkan baja),
dan mudah perawatannya, hanya saja mudah hancur/patah
apabila terkena benturan keras (ditabrak kendaraan).

Tiang

◦Klasifikasi tiang listrik berdasarkan konstruksinya:

1.Tiang vertikal
2.Tiang horizontal

Tiang konstruksi vertikal

Tiang konstruksi horizontal

Tiang

1.Tiang vertikal

Kelebihannya

Sangat cocok untuk wilayah yang memiliki bangunan tinggi

Beban tiang (tekanan ke bawah) lebih sedikit

Isolator jenis pasak (pin insulator) jarang digunakan

Tanpa menggunakan cross-arm (travers)

Kerugiannya

Tekanan angin merata di bagian tiang

Terbatas hanya untuk saluran tunggal tiga fasa

Tiang

2.Tiang horizontal

Keuntungannya

Tekanan angin yang terjadi, terfokus pada wilayah cross-arm
(travers)

Dapat digunakan untuk saluran ganda tiga fasa

Kerugiannya

Lebih banyak menggunakan cross-arm (travers)

Beban tiang (tekanan ke bawah) lebih berat.

Lebih banyak menggunakan isolator

Isolator-isolator

◦Merupakan material untuk menompang kawat penghantar
jaringan pada tiang-tiang listrik yang digunakan untuk
memisahkan secara elektris dua buah kawat atau lebih
atau antara konduktor dengan tanah agar tidak terjadi
kebocoran arus (leakage current), loncatan bunga api
(flash over) sehingga mengakibatkan terjadinya
kerusakan/gangguan pada sistem jaringan tenaga listrik

Klasifikasi Jaringan Distribusi

Jaringan
Distribusi
Tenaga
Listrik

Berdasarkan
Tegangannya

Jaringan Tegangan Menengah
(TM) /Jaringan Distribusi Primer

Jaringan tengangan Rendah (TR)/
Jaringan distribusi sekunder

Berdasarkan Sistem
penyalurannya

Distribusi saluran udara

(over head lines)

Distribusi saluran bawah
tanah (saluran kabel)

Berdasarkan
konfigurasi jaringan

Sistem Radial

Sistem Loop

Sistem network/Mesh

Interkoneksi

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->