Anda di halaman 1dari 6

Ujian Akhir Mata Kuliah Perkembangan Peserta Didik Nama : Mega Tsaqofa NIM : 1211204068 CLASS : PBI-B

1. Teori Perkembangan Kognitif, dikembangkan oleh Jean Piaget, seorang psikolog Swiss yang hidup tahun 1896-1980. Teorinya memberikan banyak konsep utama dalam lapangan psikologi perkembangan dan berpengaruh terhadap perkembangan konsep kecerdasan, yang bagi Piaget, berarti kemampuan untuk secara lebih tepat merepresentasikan dunia dan melakukan operasi logis dalam representasi konsep yang berdasar pada kenyataan. Teori ini membahas munculnya dan diperolehnya schemataskema tentang bagaimana seseorang mempersepsi lingkungannya dalam tahapan-tahapan perkembangan, saat seseorang memperoleh cara baru dalam merepresentasikan informasi secara mental. Teori ini digolongkan ke dalam konstruktivisme, yang berarti, tidak seperti teori nativisme (yang menggambarkan perkembangan kognitif sebagai pemunculan pengetahuan dan kemampuan bawaan), teori ini berpendapat bahwa kita membangun kemampuan kognitif kita melalui tindakan yang termotivasi dengan sendirinya terhadap lingkungan. Untuk pengembangan teori ini, Piaget memperoleh Erasmus Prize. Piaget membagi skema yang digunakan anak untuk memahami dunianya melalui empat periode utama yang berkorelasi dengan dan semakin canggih seiring pertambahan usia:

Periode sensorimotor (usia 02 tahun) Periode praoperasional (usia 27 tahun) Periode operasional konkrit (usia 711 tahun) Periode operasional formal (usia 11 tahun sampai dewasa)

2. Mereka mulai belajar bergaul dan bersosialisasi dengan anak-anak lainnya. Agar dapat diterima dan tidak ditolak oleh kelompok dan permainan, anak perlu mengadakan penyesuaian sosial. Untuk itu anak perlu mempelajari berbagai keterampilan social seperti kemampuan menjalin hubungan dengan orang lain, menolong orang lain. Perkembangan social dapat menumbuhkan jiwa social dan perhatian terhadap lingkungan tanpa ada tekanan karena perkembangan social berkembang dengan baik. Dengan demikian, dapat dimengerti bahwa semakin bertambah usia anak maka semakin kompleks perkembangan sosialnya, dalam arti mereka semakin membutuhkan orang lain.Tidak dipungkiri lagi bahwa manusia adalah makhluk social yang tidak akan mampu hidup sendiri, mereka butuh interaksi dengan manusia lainnya, interaksi social merupakan kebutuhan kodrati yang dimiliki oleh manusia. 3. Pada saat seorang anak memasuki masa pubertas yang ditandaidengan menstruasi pertama pada remaja perempuan dan perubahansuara pada remaja laki-laki. Saat itu, secara biologis remajamengalami perubahan yang sangat besar. Pubertas menjadikanseorang anak tiba-tiba memiliki kemampuan untuk ber-reproduksi.Pada masa pubertas, hormon seseorang menjadi aktif dalammemproduksi dua jenis hormon (gonadotrophins ataugonadotrophichormones) yang saling berhubungan denga pertumbuhan, yaitu : 1)FollicleStimulating Hormone(FSH); danLuteinizing Hormone (LH).Pada anak perempuan, kedua hormon tersebut merangsangpertumbuhan estrogendan progesterone;dua jenis hormonkewanitaan. Pada anak laki-laki,luteinizing hormoneyang jugadinamakan Interstitial-Cell Stimulating Hormone(ICSH) merangsang pertumbuhan testosterone. Pertumbuhan secara cepat dari hormon-hormon tersebut diatas merubah sistem biologis seorang anak.Anak perempuan akan mendpat menstruasi, sebagai pertandabahwa system reproduksinya sudah efektif. Selain itu terjadi jugaperubahan fisik seperti payudara mulai berkembang. Anak laki-lakimulai memperlihatkan perubahan dalam suara, otot dan fisik lainnyayang berhubungan dengan tumbuhnyahormone testosterone. Bentuk fisik mereka akan berubah secara cepat sejak awal pubertas dan akanmembawa mereka pada dunia remaja.

Keluarga merupakan lingkungan pendidikan yang pertama dan utamabagi anak-anak dan remaja. Pendidikan keluarga lebih menekankan padaaspek moral dan pembentukan kepribadian dari pada pendidikan untuk menguasai ilmu pengetahuan. Dasar dan tujuan penyelenggaraanpendidikan keluarga bersifat individual sesuai dengan pandangan hidupkeluarga masing-masing, ada keluarga dalam mendidik anaknyamendasarkan pada kaidah-kaidah agama dan menekankan prosespendidikan agama. Ada pula keluarga yang dasar dan tujuanpenyelenggaraan pendidikannya berorientasi pada kehidupan sosial danekonomi kemasyarakatan dengan tujuan untuk menjadikan anaknyamenjadi orang yang produktif dan bermanfaat dalam kehidupanbermasyakarat.

4. Psikolog memandang anak usia SMA sebagai individu yang berada pada tahap yang tidak jelas dalam rangkaian proses perkembangan individu. Ketidakjelasan ini karena mereka berada pada periode transisi, yaitu dari periode kanak-kanak menuju periode orang dewasa. Pada masa tersebut mereka melalui masa yang disebut masa remaja atau pubertas. Umumnya mereka tidak mau dikatakan sebagai anak-anak tapi jika mereka disebut sebagai orang dewasa, mereka secara riil belum siap menyandang predikat sebagai orang dewasa. Ada perubahan-perubahan yang bersifat universal pada masa remaja, yaitu meningginya emosi yang intensitasnya bergantung pada tingkat perubahan fisik dan psikis, perubahan tubuh, perubahan minat dan peran yang diharapkan oleh kelompok sosial tertentu untuk dimainkannya yang kemudian menimbulkan masalah, berubahnya minat, perilaku, dan nilai-nilai, bersikap mendua (ambivalen) terhadap perubahan. Perubahan-perubahan tersebut akhirnya berdampak pada perkembangan fisik, kognitif, afektif, dan juga psikomotorik mereka. Pada usia anak SMA terjadi pertumbuhan fisik yang sangat pesat. Tidak hanya ppada anggota tubuh tertentu tetapi juga proporsi tubuh yang semakin besar. Pada perkembangan seksualitas anak SMA ditandai dua ciri yaitu seks primer dan seks sekunder.

1. Seks primer Pada siswa laki-laki SMA ditandai dengan semakin besarnya ukuran testis, pembuluh mani dan kelenjar prostat semakin besar sehingga organ seks semakin matang (lebih matang dari anak SMP). Pada siswi SMA tumbuhnya rahim, vagina , dan ovarium yang semakin matang, hormonhormon yang diperlukan dalam prooses kehamilan dan menstruasi semakin banyak.

2. Seks sekunder Pada siswa laki-laki SMA ditandai dengan tumbuhnya kumis, bulu disekitar kemaluan dan ketiak serta perubahan suara, semakin besarnya jakun. Pada siswa perempuan ditandai dengan tumbuhnya rambut pubik atau bulu disekitar kemaluan dan ketiak, bertambah besarnya buah dada,bertambah besarnya pinggul. Faktor-Faktor Penyebab Stres Adanya kejadian-kejadian signifikan. Misalnya : kematian anggota keluarga, kematian orang terdekat, perceraian atau perpisahan, mengalami hukuman, mengalami luka atau sakit serius, memasuki dunia perkawainan, dipecat, gagal melakukan hal penting, anggota keluarga sakit, kehamilan, masalah seksual, pertikaian serius dengan orang terdekat, perubahan status keuangan dan sebagaianya * Kesulitan kehidupan sehari-hari. Misalnya : kekhawatiran tentang bagaimana memperoleh uang cukup, hubungan sosial yang tidak mulus dengan teman-teman atau tetangga, terlalu banyak pekerjaan, ketidakmampuan memberikan waktu bagi keluarga, dsb. * Ciri kepribadian juga dapat berperan. Orang yang sangat menyukai kompetisi, dan menuntut diri maupun orang lain untuk memenuhi standar pencapaian tinggi mungkin akan lebih mudah terkena stres yang terkait dengan penyakit.

* Faktor situasional juga tidak dapat dilupakan. Bila kita diperlakukan diskriminatif atau penuh prasangka karena sesuatu hal yang berbeda dari diri kita (misal : agama, jenis kelamin, kelas sosial, etnis dll), kita dapat merasa tertekan dan mengalami kesulitan untuk dapat beradaptasi atau bekerja secara baik. * Trauma, adalah suatu kejadian yang mengguncang secara psikologis. Biasanya peristiwa tersebut terjadi secara tiba-tiba, dahsyat, bahkan mengguncang jiwa. Untuk itulah orang yang merasakannya mengalami ketakutan yang sangat intens dan tidak berdaya. Stres yang diakibatkannya atau yang menyusul kejadian traumatik disebut stres pasca trauma. Berbeda dengan stres sehari-hari yang umunya dapat lebih mudah ditanggulangi, stres traumatik bila tidak tertangani baik dapat sangat mengganggu fungsi individu. Penanggulangan Stres Mengenaldan menyadari sumber-sumber stres Membina kedewasaan kepribadian melalui pendidikan dan pengalaman hidup Mengembangkan hidup sehat. Antara lain dengan cara merasa cukup dengan apa yang dimilikinya, tidak tergesa-gesa mencapai ingin mencapai keinginannya, menyadari perbedaan antara keinginan dan kebutuhan dan sebagainya. Mengucap syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa untuk segala sesuatu yang terjadi dengan tetap beriman kepadaNya. Minta bimbingan kepada sahabat terdekat, orang-orang yang lebih dewasa, psikolog, orang yang dewasa kerohaniaanya. Hindarkan sikap-sikap negatif antara lain: memberontak terhadap keadaan, sikap apatis, marah-marah. Hal-hal tersebut tidak menyelesaikan masalah tetapi justru membuka masalah yang baru. (berbagai sumber b