Anda di halaman 1dari 12

DAFTAR NAMA KELOMPOK 1 AGAMA 1. Bryan Prasetyo 2. Windiarti Rahayu 3. Dwi Astuti 4. Gita Puspitasari 5. Ervina Ayu 6.

Rani indrawati 7. Jummani 8. Indah dwi R 9. Any Setyorin 10. Anna Mukhasonah Ini belum urut absen, urutkan yah bryan ;-) Makalahnya ada di bawahnya silahkan di lihat

BAB 1 PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Di era reformasi seperti saat ini, masih banyak kita temukan masyarakat Indonesia yang kurang dapat meningkatkan kualitas diri, seperti contohnya masih banyak masyarakat yang kurang dapat menerapkan nilai-nilai demokrasi dalam kehidupan, tatanan masyarakat

yang kurang harmonis, masih banyak masyarakat yang masih menerapkan monopoli kekuasaan dan kebenaran. Dalam masyarakat madani hal yang terpenting adalah perilaku sosial, dimana perilaku sosial itu yang menjadi sebuah tolak ukur apakah masyarakat tersebut beradab atau tidak, serta melalui perilaku sosial itu pula menunjukkan kepribadian masyarakat, seperti yang dapat kita ketahui bahwa masyarakat Indonesia sedang mengalami dekandensi moral (penurunan moral ), banyak sekali perilaku-perilaku yang menyimpang baik dari segi agama ataupun segi hukum sebagai contohnya yaitu tindak kriminalitas (pencurian, penipuan), pelanggaran HAM, korupsi dan masih banyak lagi. Selain hal tersebut juga di Indonesia demokratisasi pendidikannya belum lancar, kurangnya pemikiran kritis dan aspirasi, persaingan hidup yang ketat, dan banyak sekali pengangguran di Indonesia yang menjadikan kualitas SDM indonesia rendah, padahal kita tahu bahwa SDM adalah faktor terpenting dalam pengembangan kualitas hidup setiap orang, namun sampai saat ini kondisi Indonesia belum optimal, terutama dari segi pendidikan, sebab tidak semua masyarakat Indonesia dapat mengenyam pendidikan di samping itu tingkat kesejahteraan masyarakat Indonesia masih rendah. B. RUMUSAN MASALAH 1. Bagaimana kondisi kekinian masayarakat Indonesia? 2. Apa saja kendala yang menghambat perwujudan masyarakat madani di Indonesia? 3. Bagaimana cara mengatasi kendala-kendala yang menghambat perwujudan

masyarakat madani di Indonesia? C. MAKSUD DAN TUJUAN 1. Mengutarakan tentang langkah-langkah yang ditempuh untuk mewujudkan

masyarakat Indonesia yang madani 2. Memahami faktor yang menjadi kendala dalam mewujudkan masyarakat Indonesia yang madani 3. Menemukan solusi tepat untuk mengatasi kendala-kendala yang menjadi penghambat terbentuknya masyarakat madani di Indonesia

BAB II PEMBAHASAN A. Kondisi Kekinian Masyarakat Indonesia Kondisi kekinian masyarakat Indonesia sejak merdeka,masyarakat belum merasakan makna kemerdekaan yang sesungguhnya. Pemerintah atau penguasa belum banyak memberi kesempatan bagi semua lapisan masyarakat. Masyarakat Indonesia dewasa ini sudah sangat memperihatinkan. Indonesia seperti sedang mengalami sakit yang tak kunjung sembuh.Indonesia membutuhkan sosok penyegar yang bisa membuat Indonesia bangkit kembali dari keterpurukan panjang. Kebobrokan kondisi Indonesia ini di sebabkan oleh factor manusia Indonesia yang sudah sedikit demi sedikit melenceng dari agama sebagai pegangan hidup,inilah faktor yang sangat berpengaruh bagi perubahan Indonesia menuju terwujudnya masyarakat madani, dari krisis moral panjang yang telah menyerang Indonesia cukup lama, juga merupakan hal yang harus segera di tangani. Perjuangan mewujudkan maasyarakat madani di Indonesia telah mencapai puncaknya pada akhir abad ke-20, situasi pada saat itu di dominasi oleh politik dimana konsentrasi kekuasaan ada di tangan pemerintah bahkan konsentrasi tersebut bukan hanya di sektor politik saja, tetapi juga di sektor ekonomi, sehingga meningkatkan kekecewaan masyarakat di caerah karena kebijakan pemerintah pusat di rasakan sangat tidak responsif, sehinga aspirasi masyarakat tidak mampu berkembang sebagai mana mestinya. Selain itu, dalam menentukan kebijakan semua tergantung pada pemerintah pusat. Sehingga pemerintah kehilangan inisiatif untuk mengatasi permasalahan intern. Padahal pada kenyataannya masyarakat Indonesia banyak yang makmurmakmur dari segi materi dan finansial. Mungkin karena masyarakat Indonesia yang kurang taat pada peraturan seperti tidak membayar pajak ataupun korupsi sehingga negara kita menjadi miskin dan penuh dengan hutang.Tetapi disamping itu semua, masih banyak juga rakyat Indonesia yang menderita akibat kemiskinan yang makin merajalela, hal ini karena masih banyak nya masyarakat Indonesia yang melakukan korupsi dan mencari keuntungan untuk diri sendiri.

Masyarakat Indonesia saat ini sangat buruk pada masa sekarang terutama di Era globalisasi kini telah merambah masuk di semua sektor kehidupan bangsa indonesia, yang pada akhirnya akan berdampak terhadap budaya berfikir masyarakat indonesia. Saat ini pola berfikir masyarakat indonesia yang cenderung (tidak seluruhnya) telah banyak mengarah pada budaya-budaya barat yang notabane cenderung mencontoh pada perilaku yang negatif. Budaya tersebut tercermin dengan menjadikan budaya barat sebagai sebuah patron dari kemajuan peradaban berfikir manusia. Banyak saat ini generani muda yang meniru pola kehidupan barat, dengan berbagai gaya dan perilakunya yang negatif dalam kehidupan sehari- hari,atau saat ini dikenal dengan sebutan anak gaul dimanakan idealisme kita saat globalisasi merambah masuk dalam sistem kehidupan kita, apakah ini bentuik dari memudarnya pola berfikir generasi muda sebagai penerus bangsa. Dan hal ini pulalah yang menghambat terbentuknya masayrakat madani di Indoneisa

Era globalisasi memang tidak bisa di justification selalu membawa dampak yang negatif bagi kita, namun dalam hal ini menurut saya eksistensi dari globalisasi tersebut lebih dominan ke arah negatif, banyak contoh kasus yang dapat kita temukan, yaitu : maraknya seks bebas dikalangan remaja,yang saat ini dianggap bukan hal yang tabu lagi, perkembangan pornografi yang dengan kemajuan teknologi yang canggih banyak dikonsumsi oleh anak dibawah umur dengan bebas dan mudah, tingkat peggunaan obat-obat terlarang yang sangat memperhatikan. Kita sebagai negara dunia ketiga dijadika objek pasar dari penjualan obat terlarang internasional.

Oleh karena itulah kita perlu membangun kembali pondasi pola berfikir kita, sebagai pengemban tugas berat penerus cita-cita bangsa yang beradab sesuai dengan perilaku kita sebagai orang timur. Langkah awal yang harus dilakukan menurut saya adalah coba kita gali terlebih dahulu potensi-potensi yang terdapat pada bangsa kita, masih banyak potensi yang belum kita gali, yang sebenarnya hal tersebut sangat berpengaruh bagi kita untuk tetap menjaga dan melestarikan eksistensi kultur sosial budaya bangsa indonesia, jangan jadikan budaya barat(dalam hal ini masuk melalui era globalisasi) sebagai patron pola berfikir, karena dari pola berfikir inilah nantinya perilaku kita dalam kehidupan sehari-hari secara akan tidak akan terpengaruh dengan pola kehidupan budaya barat yang bebas. Melalui pola pemikiran yang kritis kita

tunjukkan. bahwa kita sebagi bangsa yang besar dengan keanekaragaman kultur sosial budaya mampu bersaing dengan mereka. Berikut adalah perbandingan antara masyarakat madani dengan masyarakat Indonesia: No. Masyarakat Madani 1. Nilai imtaq nya lebih kuat 2. Di bentuk langsung oleh nabi Muhammad 3 Tegak dalam keadilan 4 Hukum berlandaskan pada nilai-nilai keislaman 5 6 Tingginya pendidikan politik dan kewarganegaraan Mengerti akan hak-hak serta kewajibanya terhadap negara , bangsa, dan agama Kesadaran untuk menjunjung tinggi HAM Masyarakat menjunjung tinggi moralitas Motivasi dan inisiatif masyarakatnya tinggi Pemerintahan jujur dan adil Pola berpikir kritis Nasionalisme tinggi Telah lama keberadaannya Masyarakat Indonesia Nilai imtaq masih kurang Merupakan keturunan Lebih bersifat memihak Hukum modern

7 8 9 10 11 12 13

Tingakat pendidikan politik dan kewarganegaraannya masih kurang Kurang mengerti akan hak-hak serta kewajibannya terhadap negara, bangsa, dan agama Masih kurangnya kesadaran untk menjunjung tinggi HAM Kurang menjunjung tinggi moralitas Motivasi dan inisiatifnya masih kurang Pemerintahan yang kurang jujur dan adil Belum mengembangkan pola berfikir kritis Kurangnya nasionalisme Masyarakat baru

B. Kendala yang Menghambat Perwujudan Masyarakat Madani di Indonesia Adapun kendala yang di alami oleh Indonesia antara lain sebagai berikut: a. Kualitas Sumber Daya Manusia yang Belum Memadai karena Pendidikan yang Belum Merata Sumber daya manusia yang berkualitas menjadi hal terpenting dalam perwujudan masyarakat madani Indonesia, namun pada kenyataannya masyarakat di Indonesia tidak dapat mengenyam pendidikan, hingga saat ini kualitas SDM Indonesia belum mampu menunjukkan kualitas yang unggul, karena itu Indonesia belum mampu menunjukkan perannya yang signifikan, begitu dengan wilayah negara Indonesia yang begitu luas, tetapi karena SDM nya masih tergolong rendah sehingga belum mampu memberikan peran yang proposional. b.Masih Rendahnya Tingkat Pendidikan Politik Pendidikan politik itu perlu, sebab dengan pendidikan politik, maka masyarakat akan mengenal negaranya sendirinya, dan akan menumbuhkan rasa nasionalisme, jika sudah tertanam pendidikan politik dan rasa nasionalisme di masyarakat Indonesia maka sangat mudah, dalam perwujudan masyarakat madani, karena masyarakat madani itu adalah masyarakat yang demokratis dan peduli terhadap negaranya. c.Kondisi Ekonomi Nasional yang Belum Stabil Dalam segi ekonomi,memang Indonesia masih dalam keadaan tidak stabil, masih mengalami pasang surut, sehingga mempersulit Indonesia untuk berkembang. Selain itu sistem ekonomi yang di terapkan oleh masyarakat Indonesia tidak seluruhnya di jiwai oleh nila-nilai islam, sebagai contohnya, masih adanya praktik riba, korupsi dan lain sebagainya. d.Tingginya Tenaga Kerja Produktif yang Belum Terserap Masih banyak terjadi pengangguran di Indonesia, banyak tenaga kerja produktif namun belum mampu terserap dengan baik, hal ini di karenakan masih rendahnya ketersediaan lapangan kerja. Ini juga menjadi salah satu kendala yang harus di tangani, sebab dengan tingginya pengangguran bagi tenaga kerja produktif itu akan menjadi beban bagi negara, sehingga negara tidak akan maju dan pencapaian menuju masyarakat madani tidak akan dapat terealisasikan.

e.Terjadi Pemutusan Hubungan Kerja(PHK) Sepihak Dalam Jumlah Besar Di Indonesia Sektor industri manufaktur masih tetap menjadi sektor yang mengalami tekanan pasca krisis ekonomi global. Saat ini kondisi buruh di Indonesia semakin tidak terlindungi. Permasalahan hak-hak normatif buruh yang tidak dipenuhi, PHK sepihak, ancaman kebebasan berserikat masih tetap menjadi isu dalam dinamika perburuhan. Selain itu PHK juga dapat di sebabkan karena faktor internal ataupun eksternal, faktor internal itu berhubungan dengan kualitas SDM, prinsip dan komitmen para pekerja kepada perusahaan, sedangkan faktor eksternal yaitu faktor yang berasal dari perusahaan itu, baik dari segi jaminan untuk meningkatkan kualitas kesejahteraan para pekerja, ataupun perusahaan mengalami pailit, jika PHK terus terjadi di Indonesia maka meningkatkan pengangguran di Indonesia yang akan berdampak pada penurunan kualitas SDM, ini akan memperlambat pula terwujudnya masyarakat madani di Indonesia. f.Kondisi Sosial Politik yang Belum Kondusif Di Indonesia, jumlah umat islam lebih dari 85% tetapi karena kualitas SDM nya yang masih rendah, dan belum mampu pula memberikan peran yang proposional. Sistem sosial politik di Indonesia pun belum sepenuhnya dijiwai oleh nilai-nilai islam karena masih ada penyimpangan sosial politik di Indonesia contoh penyimpangan sosial itu antara lain penyalahgunaan narkoba, kenakalan remaja,penyimpangan seksual, tindak kriminalitas. Selain itu adanya penyimpangan politik seperti masih adanya praktik korupsi, kolusi dan nepotisme di Indonesia, ini lah merupakn penghambat pembentukan masyarakat madani di Indonesia.

C. Upaya Mengatasi Kendala Penghambat Masyarakat Madani di Indonesia

Perwujudan

Terbentuknya

Adapun upaya yang dapat di tempuh antara lain sebagai berikut : a. Melakukan Pemberdayaan dalam Berbagai Aspek kehidupan Pemberdayaan itu perlu, sebab melalui upaya pemberdayaan ini lah segala aspek kehidupan bisa menjadi lebih baik, misalnya pemberdayaan sebagai pengembangan masyarakat melalui upaya peningkatan pendapatan dan pendidikan; pemberdayaan sebagai advokasi bagi masyarakat yang teraniaya, tidak berdaya membela hak-hak dan kepentingan mereka (masyarakat yang terkena

pengangguran, kelompok buruh yang digaji atau di PHK secara sepihak dan lainlain, selain itu ,melalui pemberdayaan aspek-aspek kehidupan ini lah dapat menjadi kontrol terhadap negara yang mungkin dalam negara tersebut terdapat kelompok kepentingan (interest group) atau kelompok penekan (pressure group),karena pada dasarnya masyarakat madani merupakan suatu ruang yang terletak antara negara di satu pihak dan masyarakat di pihak lain. Dalam ruang lingkup tersebut terdapat sosialisasi warga masyarakat yang bersifat sukarela dan terbangun dari sebuah jaringan hubungan atau asosiasi misalnya berupa perjanjian, koperasi, kalangan bisnis, Rukun Warga, Rukun Tetangga, dan bentuk organisasi-organsasi lainnya.

b. Menegakkan Hukum Islam Hukum islam merupakan hukum yang bersumber dan merupakan bagian dari ajaran islam, hukum islam bersifat konstan, tetap atau tetap berlaku di sepanjang zaman, tidak mengenal perubahan dan tidak boleh disesuaikan dengan situasi dan kondisi, sehingga situasi dan kondisilah yang seharusnya menyesuaikan dengan hukum islam, hukum islam akan selalu berhubungan langsung dengan Allah tanpa perantara, dan dengan hukum islam ini di tujukan untuk memelihara akidah dan iman, pensucian jiwa, dan pembentukan pribadi yang luhur. jadi melalui hukum islam ini lah masyarakat akan selalu memiliki pedoman dalam hidupnya, sehingga kualitas masyrakat akan tetap stabil atau meningkat dan tidak semakin terpuruk.

c. Pemberantasan kemiskinan dengan cara pemerintah memberikan modal kepada rakyat-rakyat kecil yang tidak memiliki pekerjaan.Namun sebelumnya mereka harus diberikan pelatihan khusus terlebih dulu.Jika mereka telah mempunyai keahlian tertentu,insya Allah mereka bisa memanfaatkan modal yang telah diberikan.Sehingga mereka bisa membuka usaha dan memperoleh keuntungan yang hasilnya untuk memenuhi kehidupan sehari-hari.Dengan cara seperti itu mereka bisa memperbaiki kehidupannya. membangun suatu yayasan dengan menampung sejumlah anak jalanan yamg terlantar dan memberikan pelatihan bagi mereka supaya mereka bisa bisa hidup mandiri setelah keluar dari yayasan. setiap warga masyarakat yang mampu setiap bulannya harus menyisihkan gajinya minimal 10%. menetapkan dan memberlakukan zakat dan pajak,sehingga hasil zakat dan pajak yang telah terkumpul dapat dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan. d. Meningkatkan kemajuan intelektual Dapat dilakukan dengan memberikan subsidi komputer disekolah-sekolah. Dan bagi mereka yang memiliki kemampuan lebih di bidang teknik harus diberikan modal untuk mengembangkan kemampuannya itu, dengan memberikan pendidikan tambahan, dan memberikan fasilitas utuk membuat salah satu eksperimennya. mendirikan taman baca didaerah supaya masyarakat daerah sediri akan bisa membaca. Membiasakan masyarakat dengan kebiasaan membaca (memberikan penyuluhan agar semua warga di negara kita ini harus mencintai buku karena buku adalah jendela dunia ), masyarakat juga harus mempelajari bahasa inggris, agar dapat menghadapi dunia kerja yang semakin berkembang. pembebasan iuran sekolah bagi semua anak sekolah yang kurang mampu dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat.

e. Meningkatkan keadilan sosial menyamakan semua hak yang diberikan kepada seluruh masyarakat tanpa mengenal tingkat rendah kekayaan, jabatan/pekerjaan, kasta sosial dan golongan. lebih menegakkan Hak Asasi Manusia(HAM), keadilan di bidang hukum. menghilangkan rasa perbedaan antar setiap kelompok, dan budaya yang ada di

Negara ini. Setiap orang harus saling menghargai satu sama lainnya, jangan sampai ada perpecahan.

f. Adanya Demokratisasi Pendidikan mereka perlu dibekali cara-cara berdemokrasi melalui demokratisasi pendidikan. Dengan demikian, demokratisasi pendidikan berguna untuk menyiapkan peserta didik agar terbiasa bebas berbicara dan mengeluarkan pendapat secara bertanggung jawab, turut bertanggung jawab (melu angrungkebi), terbiasa mendengar dengan baik dan menghargai pendapat orang lain, menumbuhkan keberanian moral yang tinggi, terbiasa bergaul dengan rakyat, ikut merasa memiliki (melu handarbeni)

KESIMPULAN Jadi bangsa Indonesia berusaha untuk mencari bentuk masyarakat madani yang pada dasarnya adalah masyarakat sipil yang demokrasi dan agamis/religius. Dalam kaitannya pembentukan masyarakat madani di Indonesia, maka warga negara Indonesia perlu dikembangkan untuk menjadi warga negara yang cerdas, demokratis, dan religius dengan bercirikan imtak, kritis argumentatif, dan kreatif, berfikir dan berperasaan secara jernih sesuai dengan aturan, menerima semangat Bhineka Tunggal Ika, berorganisasi secara sadar dan bertanggung jawab, memilih calon pemimpin secara jujur-adil, menyikapi mass media secara kritis dan objektif, berani tampil dan kemasyarakatan secara profesionalis,berani dan mampu menjadi saksi, memiliki pengertian kesejagatan, mampu dan mau silih asah-asih-asuh antara sejawat, memahami daerah Indonesia saat ini, mengenal cita-cita Indonesia di masa mendatang dan sebagainya. Berbagai upaya perlu dilakukan dalam mewujudkan masyarakat madani, baik yang berjangka pendek maupun yang berjangka panjang. Untuk yang berjangka pendek dilaksanakan dengan memilih dan menempatkan pemimpin-pemimpin yang dapat dipercaya (credible), dapat diterima (acceptable), dan dapat memimpin (capable). Untuk jangka panjang antara lain adalah dengan menyiapkan sumber daya manusia yang berwawasan dan berperilaku madani melalui perspektif pendidikan. Perspektif pendidikan penting untuk dikaji mengingat konsep masyarakat madani sebenarnya merupakan bagian dari tujuan pendidikan nasional. Jadi, pendidikan menjadi soko guru dalam mewujudkan masyarakat madani di Indonesia Guna mewujudkan masyarakat madani di Indonesia dibutuhkan motivasi yang tinggi dan partisipasi nyata dari individu sebagai anggota masyarakat. menyatakan bahwa untuk mewujudkan masyarakat madani diperlukan proses dan waktu serta dituntut komitmen masing-masing warganya untuk mereformasi diri secara total dan selalu konsisten dan penuh kearifan dalam menyikapi konflik yang tak terelakan. Tuntutan terhadap aspek ini sama pentingnya dengan kebutuhan akan toleransi sebagai instrumen dasar lahirnya masyarakat madani.