Anda di halaman 1dari 1

KESIMPULAN Terbukti bahwa sangat sedikit literatur yang membandingkan semua faktor dalam sistem housing yang berbeda.

Namun, generalisasi perlu dilakukan. Kematian umumnya lebih rendah pada kandang berperlengkapan ketika dibandingkan dengan kandang onvensional, dan kematian dapat mencapai level tinggi yang tidak dapat diterima dalam sistem non-kandang. Tingkat kompleksitas lingkungan mempunyai pengaruh. Lingkungan yang komplek memungkinkan parasit dan penyakit untuk menetap, sedangkan lingkungan yang lebih sederhana dapat dibersihkan dengan mudah dan masalah ini dapat diatasi dengan lebih mudah. Walaupun lingkungan yang kompleks, khususnya sistem non-kandang, memberikan keuntungan pada beberapa parasit penghuni-sarang, lingkungan ini juga memungkinkan ayam untuk berperilaku sebagai predator pada beberapa jenis hama seperti lalat dan kumbang. Kandang berperlengkapan, yang mempunyai komplesitas sedang, dapat mengurangi risiko kerusakan tulang dibandingkan kandang konvensional maupun maupun sistem yang lebih terbuka. Ayam pada kandang konvensional dan kandang berperlengkapan mempunyai lebih sedikit dermatitis telapak kaki dan bumblefoot dibandingkan dengan ayam dalam sistem yang lebih terbuka, namun kesehatan cakar lebih buruk pada ayam dalam kandang konvensional dibanding sistem lainnya. Lingkungan yang kompleks memungkinkan ayam untuk memiliki kontrol lebih besar dan membuat keputusan yang lebih luas, seperti mengekspresikan pilihan sosial dan termal, kemampuan hewan untuk membuat keputusan dan memiliki kontrol merupakan pengaruh positif untuk kesejahteraan. Lingkungan dengan ruang yang lebih terbatas dan komplesitas terbatas akan mencegah ayam melakukan perilaku tertentu. Ini bukan hal sepele karena pencegahan performa kebiasaan mempunyai efek negatif terhadap kesejahteraan. Namun, peningkatan kebebasan perilaku dapat juga diikuti oleh masalah kesejahteraan seperti kanibalisme dan predasi. Pengaruh yang berkenaan dengan nutrisi yaitu memperbolehkan ayam untuk mengakses substrat ata mengais masih kurang dimengerti. Ayam dapat mengalami stres di semua tipe housing dan tidak ada satupun sistem housing yang berada di peringkat teratas dalam parameter kesejahteraan. Demikian juga, tidak ada satupun induk ayam petelur yang dapat beradaptasi dengan sempurna terhadap semua tipe sistem housing. Manajemen setiap sistem mempunyai pengaruh yang besar terhadap kesejahteraan unggas pada sistem tersebut; karena itu, walaupun sebuah sistem housing diketahui sebagai sistem peringkat pertama dalam kesejahteraan ayam, sistem tersebut dapat juga mempunyai efek negatis terhadap kesejahteraan jika dimanajemen secara buruk. Kombinasi yang tepat dari rancangan housing, pembiakan, kondisi pembesaran, dan manajemen sangat penting untuk mengoptimalkan kesejahteraan dan produktivitas ayam .