Anda di halaman 1dari 7

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Daerah Istimewa Yogyakarta (DI Yogyakarta) merupakan salah satu destinasi wisata popoler di Indonesia sebagai daerah tujuan wisata kedua setelah Bali, sehingga banyak dikunjungi wisatawan baik domestik dan manca negara. Berdasarkan data yang diperoleh pada tahun 2000 diketahui bahwa jumlah wisatawan yang mengunjungi kota Yogyakarta terbagi dalam 2 (dua) kategori yaitu wisatawan mancanegara (wisman) sebanyak 64.599 orang dan wisatawan nusantara (wisnu) sebanyak 790.716 orang (Profil Kota Yogyakarta 2003: 11). Sebagai destinasi pariwisata, Kota Yogyakarta menawarkan beragam aktivitas dan atraksi wisata sebagai komponen utuh produk pariwisata. Sesuai dengan konsep yang dikemukakan oleh Middleton (2001 : 125), atraksi wisata dapat diklasifikasikan kedalam beberapa kategori, diantaranya : 1. Natural attractions 2. Built attractions 3. Cultural attractions 4. Social attractions Dengan adanya potensi wisata diatas, perlu adanya pengembangan dari para pelaku bisnis pariwisata di DI Yogyakarta. Hal ini diperkuat oleh pernyataan Condroyono, kepala Baparda DIY yang menyatakan bahwa sense

of tourism masyarakat DIY, termasuk birokrasinya masih sangat rendah. (Kedaulatan Rakyat, 13 juli 2005). Berdasarkan uraian di atas, maka topik penelitian ini adalah IDENTIFIKASI JARINGAN SISTEM BISNIS INTERNAL PADA ODTW DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA.

B. Gambaran Umum Bisnis Pariwisata DI Yogyakarta Kawasan Yogyakarta merupakan kawasan yang sangat menjanjikan untuk bisnis maupun investasi. Buktinya di kawasan ini bermunculan banyak hotel, restoran, rumah makan maupun toko fashion baru. Lokasi dengan pemandangan alam yang indah, juga kawasan yang cepat berkembang menjadi pilihan bagi kalangan pebisnis. Bisnis pariwisata adalah aspek kegiatan keparawisataan yang berorientasi pada penyediaan jasa pariwisata. Bisnis pariwisata meliputi seluruh kegiatan penyediaan jasa (services) yang dibutuhkan wisatawan. Kegiatan ini meliputi jasa perjalanan (travel) dan transportasi (transportation), penginapam (accommodation), jasa boga (restaurant), rekreasi (recreation), dan jasa-jasa lain yang terkait, seperti jasa informasi, telekomunikasi, penyediaan tempat dan fasilitas untuk kegiatan tertentu, penukaran uang (money changer), dan jasa hiburan (entertainment). (Undang-undang Pariwisata No 10. Tahun 2009) Yogyakarta memiliki beragam obyek wisata yang relatif beragam baik dari segi fisik maupun non fisik. Selain itu, DIY memiliki sarana penunjang wisata. Saat ini misalnya terdapat tidak kurang dari 70.000 industri kerajinan tangan, dan sarana lain yang amat kondusif seperti fasilitas akomodasi dan

transportasi yang amat beragam, aneka jasa boga, biro perjalanan umum, serta dukungan pramuwisata yang memadai, tim pengamanan wisata yang disebut sebagai Bhayangkara Wisata. Berkaitan dengan ragam spesifisitas obyek dengan karakter yang unik seperti Kraton, Candi Prambanan, kerajinan perak di Kotagede. Spesifikasi obyek ini masih didukung oleh kombinasi obyek fisik dan obyek non fisik dalam paduan yang serasi. Kesemua faktor tersebut memperkuat daya saing DI Yogyakarta sebagai propinsi tujuan utama (primary destination) tidak saja bagi wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara. Dalam Bisnis Pariwisata aktivitas manajemen sangat penting sebagai bagian internal dalam pengelolaannya. Konsep manajemen dapat dijadikan tinjauan teori bagi Para Pelaku Bisnis Pariwisata ODTW DI Yogyakarta. Ricky W. Griffin mengemukakan bahwa konsep manajemen sebagai berikut: Management is a set activities in cluding planning and decision making, organizing, leading and controlling) directed at an organizations resources (human, financial, physical, and information) with the aim of achieving organizational goals in an efficient and effective manner. 1. Planning is setting an organizations goals and deciding how best to achieve them 2. Organizing is determining how best to group activities and resources 3. Leading is the set of processes used to get members of the organization to work together to further the interest of the organization. 4. Controlling is monitoring and correcting ongoing activities to facilitate goal attainment (Management, Ricky W. Griffin, 9th ed, 2006).

Gambar 2.2 Function Of Management

Inputs from the environment - Human resourses - Financial resources - Physical resources - Information resources

Planning& decision making

Organizing Goals attained Effeciently effectively Leading

Controlling

Proses Manajemen merupakan hubungan antar fungsi manajemen, dalam usaha mencapai tujuan, yang nantinya akan berwujud tindakan pelaksanaan. Menurut Fayol (2006) terdapat tujuh proses utama manajemen, yaitu : 1. Planning dan Decision Making Keberhasilan perencanaan sangat bergantung pada standar dan informasi yang akurat. Kegiatan perencanaan meliputi perencanaan garis besar pelaksanaan, strategi atau program umum dan pemilihan metode yang cocok. Agar perencanaan berdaya guna perencanaan harus sederhana, luwes, berimbang, didasarkan pada standarstandar yang akurat hasil observasi dan pencatatan sistematis. 2. Organizing Langkahlangkah proses pengorganisasian: a. Definisi dan distribusi tanggung jawab dan tugastugas para pimpinan dan para penyelia personalia. b. Pencatatan macammacam hubungan formal yang ada antara

kepentingan individu, pola pertanggung jawaban dan jalur kontak secara teori. c. Memformulasikan prosedur standar, metode kerja yang dipilih, dan instruksiinstruksi pelaksanaan sesuai standar teknik. 3. Leading Motivasi merupakan proses sosial dan fungsi pimpinan dalam membentuk moral pekerja, memberikan inspirasi pada bawahan untuk tetap

setia pada pimpinan, dan membentuk iklim emosi yang tepat dalam pelaksanaan tugastugas yang dibebankan pada pekerja. Motivasi

mempengaruhi semua bidang manajemen yang meliputi berbagai bentuk, bentukbentuk motivasi adalah persaingan, konsultasi, pemberian bonus. 4. Controlling Proses pengendalian adalah kegiatan membandingkan antara keadaan pelaksanaan dengan standarstandar yang telah direncanakan, mengadakan koneksi dan evaluasi untuk penyediaan data bagi perencanaan yang akan datang.

C. Tujuan dan Maksud Penulisan 1. Tujuan Penulisan Secara forma penelitian ini bertujuan untuk memenuhi tugas kurikulum penelitian lapangan (Fieldtrip) semester VI (6) Diploma IV Manajemen Bisnis Pariwisata, Jurusan Kepariwisataan, Sekolah Tinggi Pariwisata. Secara Operasional bertujuan untuk memberikan fakta-fakta berupa gambaran mengenai jaringan sistem bisnis internal ODTW DI Yogyakarta yaitu kegiatan pengelolaaan dalam bidang produk, pemasaran, keuangan dan sumber daya manusia sehingga dapat mengetahui proses pengelolaan yang dilakukan oleh setiap bisnis pariwisata telah berjalan dengan baik atau belum baik. 2. Maksud Penulisa Sasarannya untuk meningkatkan kegiatan pengelolaan dari setiap bisnis pariwisata yang di teliti dengan melihat dari sistem pengelolaan, pemasaran, pengembangan sumber daya manusia dan pengadaan produk.

D. Rumusan dan Pembatasan Masalah E. Identifikasi Masalah F. Kerangka Pemikiran G. Waktu dan Lokasi Penelitian Waktu penelitian dilaksanakan pada tanggal 10-13 Mei 2011 dan berlokasi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dengan ODTW seperti

Sendratari Ramayana yang terletak di Jl. Raya Yogya-Solo km 16 Prambanan, Desa Wisata Candirejo berlokasi kira-kira 4 km sebelah tenggara dari Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Ullen Sentalu Javanese Culture and Museum terletak di daerah Pakem, Kaliurang (bagian utara kota Yogyakarta), Keraton Complex terletak di pusat kota Yogyakarta dan letaknya sangat strategis diantara dua lapangan besar yang sering disebut Alun-Alun Utara (LOR) dan Alun-Alun Selatan (KIDUL), Keraton Yogyakarta yang beralamat di jalan Rotowijayan I Yogyakarta sangat dekat dengan Malioboro, Pabrik Coklat Monggo terletak di jalan dalem KG III/978 RT 043 RW 10 Kel. Purbayan Kotagede Yogyakarta dan kota gede.

H. Sistematika Pembahasan BAB I PENDAHULUAN Merupakan bab pendahuluan yang berisi tentang latar belakang, gambaran umum, tujuan dan maksud penelitian, rumusan dan pembatasan masalah, identifikasi masalah, kerangka pemikiran, waktu dan lokasi penelitian, sistematika pembahasan. BAB II PROFIL BISNIS DI ODTW YANG DIKUNJUNGI Berisikan tentang profil bisnis dari ODTW yang berada di Daerah Istimewa Yogyakarta, seperti Sendratari Ramayana, Desa Wisata Candirejo, Ulen Sentalu Javanese Culture and Museum, Keraton Complex, Pabrik Coklat Monggo dan Kota Gede dengan melihat dari aspek produk, pemasaran, keuangan dan sumber daya manusia (SDM). BAB III JARINGAN DAN SISTEM BISNIS INTERNAL DI ODTW DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

Berisikan tentang deskripsi rinci tentang jaringan dan sistem bisnis internal dari ODTW di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang telah dikunjungi sebagai lokasi penelitian. BAB IV ANALISIS Membahas mengenai jaringan dan sistem bisnis seluruh obyek yang telah di kunjungi serta berisikan tentang perbandingan antara kondisi aktual dengan konsep-konsep yang digunakan mengenai aspek-aspek dari produk wisata, pemasaran sumber daya manusia (SDM) dan financial. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan berisikan tentang kesimpulan-kesimpulan

mengenai jaringan dan sistem bisnis internal dalam konteks regional dilihat dari berbagai aspek. Sedangkan saran berisikan tentang saran-saran yang dimunculkan terhadap permasalahanpermasalahan yang ditemui di lokasi penelitian.