Anda di halaman 1dari 16

HUBUNGAN ANTAR KELOMPOK

Hubungan antarkelompok terwujud karena adanya interaksi suatu kelompok dengan kelompok lain. Adanya kriteria persamaan jenis, ciri fisik, budaya, dan kepentingan menjadikan suatu kelompok lebih solid dan terikat Keterikatan seseorang terhadap aturan-aturan kelompok yang mereka ikuti menimbulkan suatu pandangan dan sikap terhadap kelompok lain, yang mana aturan itu sendiri ada disebabkan oleh konsep prasangka dan konsep stereotip Adanya kelompok-kelompok yang memiliki aturan tertentu mengenai hubungan anggota sesama kelompok maupun dengan luar kelompok membuat pola hubungan antarkelompok mengarah kepada pola pluralisme dan melenceng dari arah pola integrasi Stereotip suatu kelompok terhadap kelompok lain cenderung bersifat negative

PENGERTIAN HUBUNGAN SOSIAL


Hubungan sosial adalah hubungan antar manusia yang terikat dalam suatu wadah yang disebut masyarakat. Masyarakat selalu mengalami perubahan dan perkembangan hal ini terjadi karena para warganya mengadakan hubungan satu dengan lainya baik dalam bentuk perorangan maupun kelompok sosial. Sebelum hubungan-hubungan tersebut mempunyai bentuk yang kongrit, terlebih dahulu akan dialami suatu proses kearah bentuk kongrit yang sesuai dengan nilai-nilai sosial dan budaya masyarakat . Hubungan sosial dapat dibedakan menjadi 2 , yaitu proses yang asosiatif dan disosiatif . Hubungan sosial asosiatif merupakan hubungan yang bersifat positif artinya hubungan ini dapat mempererat atau memperkuat jalinan atau solidaritas kelompok. Adapun hubungan sosial disosiatif merupakan hubungan yang bersifat negatif , artinya hubungan ini dapat merenggangkan atau

menggoyahkan jalinan atau solidaritas kelompok yang telah terbangun. Menurut Soejono Soekanto, dalam hubungan antara manusia satu dengan manusia lainnya, yang paling penting adalah reaksi uang timbul sebagai akibat hubungan sosial. Reaksi tersebutlah yang menyebabkan tindakan seseorang menjadi bertambah luas. Dalam memberikan reaksi tersebut ada kecenderuang manusia untuk memberikan eserasian dengan tindakantindakan orang lain. Hal ini terjadi karena sejak manusia dilahirkan sudah mempunyai 2 hasrat utama, yaitu: 1.Hasrat untuk menjadi satu dengan manusia lain disekelilingnya 2.Hasrat untuk menjadi satu dengan suasana alam sekitar. Ada 2 jenis hubungan sosial yang terjadi di masyarakat, yaitu 1. Hubungan individu dengan kelompok dalam masyarakat Hubungan individu dengan masyarakat pada hakekatnya merupakan hubungan fungsional, artinya hubungan antar individu dalam suatu kolekyiva merupakan kesatuan yang terbuka dan keterguntungan antara satu dengan lainnya. Alasan utama terjadinya kondisi ini adalah bahwa individu dalam hidupnya senantiasa menghubungkan dan kepuasaannya pada orang lain.

2. Hubungan antar kelompok dalam masyarakat( intergroup relations) yaitu hubungan antar dua kelompok atau lebih yang mempunyai ciri

Contoh asosiatif : Hubungan Cina-Indonesia Semakin Erat

BEIJING - Perdana Menteri Cina, Wen Jiabao, dijadwalkan akan berkunjung ke Indonesia akhir bulan ini. Kunjungan beliau diharapkan dapat semakin mempererat hubungan bilateral antara kedua negara. Sebelumnya, Ketua DPR Indonesia Marzuki Alie dan tokoh politik Cina Wu Bangguo juga melakukan pertemuan di Beijing pada tanggal 20 April 2011. Kedua tokoh tersebut juga sepakat untuk melakukan hubungan yang lebih erat di antara kedua negara. Melihat adanya kemajuan pesat yang terjadi di dalam kerja sama CinaIndonesia, Marzuki pun mengajukan proposal untuk melakukan kerja sama yang lebih erat di bidang infrastruktur, bahan bangunan, dan produk-produk elektronik. Selain itu, Menteri Luar Negeri Indonesia, Marty Natalegawa, juga mengunjungi Cina akhir pekan ini (Jumat, 22/4). Dalam wawancara beliau dengan CCTV News, beliau mengungkapkan niat baik Indonesia untuk mempererat hubungan dengan Cina di segala bidang. Beliau juga menjelaskan, kerja sama Indonesia dan Cina dalam bidang perdagangan telah menguntungkan kedua belah pihak. Hubungan bilateral Cina-Indonesia mencapai puncaknya di tahun 2010. Di bulan Juni 2010, Presiden Cina Hu Jintao dan Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono melakukan pertemuan bilateral di sepanjang pertemuan G20 di Toronto, Kanada. Kedua tokoh tersebut sepakat untuk meningkatkan kerja sama di bidang perdagangan dan ekonomi dan melakukan koordinasi lebih jauh dalam urusan regional dan internasional.

Contoh Disosiatif : Demo FPI Berujung Ricuh MAKASSAR- Aksi unjuk rasa puluhan massa Front Pembela Islam(FPI) di Mapolrestabes Makassar Jumat (19/8/2011) sore diwarnai kericuhan. Aksi saling tarik antara polisi dan massa FPI ini dipicu setelah seorang anggota FPI ditangkap oleh aparat kepolisian saat berunjuk rasa. Aparat kepolisian yang berusaha mengendalikan aksi unjuk rasa menangkap seorang anggota FPI bernama Riswan. Dia ditangkap lantaran menjadi salah satu pelaku pengerusakan di berbagai aksi yang dilakukan FPI di beberapa tempat pekan lalu. Dalam aksinya di Mapolrestabes Makassar, Massa FPI meminta panglima laskar FPI Abdul Rahman yang ditangkap pekan lalu agar dibebaskan karena tidak bersalah melakukan pengerusakan sekertariat Ahmadiyah. Bahkan FPI menuding pihak Ahmadiyah-lah yang menjadi provokator terjadinya keributan di Sekertariat Ahmadiyah di jalan Anuang Makassar, Sabtu lalu Sementara itu, Kasat Reskrim Polrestabes Makassar AKBP Himawan Sugeha mengatakan, penangkapan Riswansaat melakukan aksi lantaran menjadi pelaku pengerusakan saat FPI melakukan aksi di beberapa tempat. Riswan ditangkap karena terlibat pengrusakan di rumah makan Topas, Warung coto Pettarani, serta Sekertariat Ahmadiyah Himawan juga mengungkapkan saat ini pihaknya juga masih mengejar tiga

orang anggota FPI yang melakukan pengerusakan di beberapa tempat tersebut.

POLA HUBUNGAN ANTAR KELOMPOK


Banton mengemukakan bahwa terdapat berbagai kemungkinan pola hubungan antar kelompok ras. Diantaranya adalah proses akulturasi, dominasi, paternalisme, pluralisme, dan integrasi. 1. Akulturasi Terjadi ketika kebudayaan kedua kelompok ras yang bertemu mulai berbaur dan berpadu. Contohnya hilangnya kebudayaan asli daerah akibat interaksi paksa dengan pemerintah colonial Belanda. 2. Dominasi Terjadinya suatu kelompok ras menguasai kelompok lain. Dalam kaitannya dengan dominasi, Kornblum menyatakan bahwa terdapat empat macam kemungkinan proses yang dapat terjadi dalam suatu hubungan antar kelompok, yaitu a. Genosida Adalah pembunuhan secara sengaja dan sistematis terhadap anggota kelompok tertentu. Contohnya: pembunuhan orang Yahudi oleh pemerintah Nazi Jarman b. Pengusiran Contohnya: pengusiran warga Palestina oleh pemerintah Israel dari tepi Barat Sungai Jordan. c. Perbudakan Contoh: system kerja rodi yang dilakukan pada penjajahan Jepang di Indonesia. d. Segregasi Yaitu suatu pemisahan antara kulit putih dan kulit hitam di Afrika Selatan pada masa politik apartheid.

e. Aslimilasi 3. Paternalisme Adalah suatu bentuk dominasi kelompok ras pendatang atas kelompok ras pribumi. Banton membedakan tiga macam masyarakat sebagai berikut: a. Masyarakat metropolitan (di daerah asal pendatang) b. Masyarakat klonial yang teridiri atas para pendatang dan sebagian masyarakat pribumi. c. Masyarakat pribumi yang dijajah. 4. Integrasi. Adalah suatu pola hubungan yang mengakui adanya perbedaan ras dalam masyarakat, tetapi tidak memberikan perhatian khusus pada perbedaan ras tersebut. 5. Pluralisme Adalah suatu pola hubungan yang mengakui adanya persamaan hak politik dan hak perdata masyarakat. Menurut Furnivall, masyarakat majemuk adalah suatu masyarakat yang di dalamnya terdapat berbagai kelompok berbeda. Ahli lain, yakni Lieberson, mengklasifikasikan pola hubungan antar kelompok menjadi dua pola, berikut: a. Pola dominasi kelompok pendatang atas pribumi (migrant superordination). Cintohnya adalah kedatangan bangsa Eropa ke Asia, Afrika, dan Amerikan b. Pola dominasi kelompok pribumi atas kelompok pendatang (indigenous superordination). Contohnya adalah dominasi kelompok kulit putih Prancis atas kelompok pendatang dari Aljazair, Cina, ataupun Turki. Masyarakat Multikultural 1. Kemajemukan masyarakat Indonesia a. Pengertian masyarakat majemuk Berikut ini adalah pengertian mayarakat majemuk dari beberapa ahli antara lain sebagai berikut:

1) Nasikun Menyatakan bahwa masyarakat mejemuk adalah masyarakat yang teridiri atas dua atau lebih tertib social, komunitas atau kelompok-kelompok yang secara cultural, ekonomi, dan politik terpisah-pisah (terisolasi), serta memiliki struktur dan kelembagaan yang berbeda-beda antara satu dengan lainnya. 2) J.S. Furnival Mengatakan bahwa masyarakat majemuk adalah suatu masyarakat dalam system nilai yang dianut oleh beberapa kesatuan social yang menjadi bagiannya sedemikian rupa, sehingga para anggotanya kurang memiliki loyalitas terhadap masyarakat secara keseluruhan. 3) Clifford Geertz Berpendapat bahwa masyarakat majemuk adalah masyarakat yang terbagibagi dalam subsistem-subsistem yang lebih kurang terdiri dari diri sendiri dan terikat ke dalam ikatan-ikatan primordial. 4) Vaderberg Mengatakan bahwa masyarakat majemuk memiliki ciri-ciri, yaitu sebagai berikut: a) Mengalami segmentasi ke dalam kelompok-kelompok yang sering kali memiliki sub kebudayaan yang berbeda-beda satu dengan yang lainnya. b) Memiliki struktur social yang terbagi-bagi ke dalam kelompok-kelompok yang bersifat nonkomplementer c) Kurang mengembangkan consensus mengenai nilai-nilai yang bersifat dasar. d) Secara relative sering mengalami konflik-konflik antara satu kelompok dan kelompok lainnya. e) Secara relative tumbuh integrasi social di atas paksaan dan saling ketergantungan di bidang ekonomi. f) Adanya dominasi politik oleh suatu kelompok atas kelompok-kelompok yang lain.

b. Jenis-jenis masyarakat majemuk Jenis-jenis masyarakat majemuk beraneka ragam. Di bawah ini dijelaskan jenis-jenis masyarakat tersebut: 1) Masyarakat majemuk dengan kompetisi seimbang 2) Masyarakat majemuk dengan mayoritas dominant 3) Masyarakat majemuk dengan minoritas dominant 4) Masyarakat majemuk dengan Fragmentasi c. Factor-faktor kemajemukan masyarakat Indonesia Factor-faktor yang menyebabkan kemajemukan masyarakat Indonesia, antara sebagai berikut: 1) Letak keadaan geografi Indonesia 2) Keanekaragaman cara hidup masyarakat Indonesia Keanekaragaman cara hidup ini terjadi karena adanya perbedaan curah hujan dan perbedaan kesuburan tanah. Berbagai bentuk kelompok social 1. Pengelompokan masyarakat atas daasar ras a. Pengertian ras 1) Paul B. Horton Ras adalah suatu kelompok manusia yang berbeda dengan kelompokkelompok yang lain dalam segi ciri-ciri fisik bawaan. 2) Bruce J. Cohen Ras adalah kategore individu yang secara turun temurun memiliki ciri-ciri fisik dan biologis tertentu yang sama. 3) Alex Thio Ras adalah sekolompok orang yang dianggap oleh masyarakat memiliki ciriciri biologis yang berbeda. 4) Stephen K. Sanderson Ras adalah suatu kelompok orang yang diidentifikasikan oleh orang lain sebagai perbedaan social yang dilandasi oleh ciri-ciri fisik atau biologis.

Dari beberapa pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa ras adalah sekelompok manusia yang berbeda dengan kelompok lainnya dalam ciri fisik bawaan. Perbedaan ras yang menonjol terletak pada warna kulit, rambut dan mata. b. Klasifikasi Ras Dikemukakan klasifikasi ras oleh beberapa ahli, antara sebagai berikut: 1) Ralp Linton Manusia di dunia dibagi menjadi tiga kelompok ras besar, yaitu ras Mongoloid, Kaukasoid, dan Negroid. Di luar ras utama itu terdapat ras khusus seperti Australoid, Veddoid, Polynesia, dan Ainu. a) Ras Mongoloid Ciri Mongoloid, yaitu sebagai berikut: (1) Kulit kuning sampai sawu mateng (2) Rambut lurus (3) Bulu badan sedikit (4) Mata sipit b) Ras Kaukasoid Ciri Kaukasoid yaitu sebagai berikut: (1) Hidung mancung (2) Kulit putih (3) Rambut pirang sampai cokelat kehitam-hitaman (4) Perawakan tinggi (5) Warna mata biru, hijau, dan abu-abu. c) Ras Negroid Ciri Negroid yaitu sebagai berikut; (1) Rambut gimbal (2) Kulit hitam (3) Bibir tebal (4) Kelopak mata lurus

2) A.L. Kroeber Penggolongan ras-ras terpenting di dunia serta hubungan antara satu dengan yang lain sebagai berikuta; a) Ras-ras utama Meliputi ras Kaukasoid, Mongoloid, dan Negroid. (1) Ras Kaukasoid terdiri empat ras, yaitu sebagai berikut: (a) Nordic (b) Alpin (c) Mediteranian (d) Indie (2) Ras Mongoloid, teridiri dari tiga, yaitu sebagai berikut: (a) Asiatic Mongoloid (b) Malayan Mongoloid (c) American Mongoloid (3) Ras Negroid terdiri tiga ras, yaitu sebagai berikut: (a) African Negroid (b) Negrito (c) Melanesia b) Ras-ras khusus Ras khusus teridiri dari lima ras, yaitu sebagai berikut: (1) Veddoid (2) Bushman (3) Polinesia (4) Ainu (5) Australoid c) Sifat penggolongan berdasarkan perbedaan ras Penggolongan warga masyarakat atas dasar perbedaan ras ini sifatnya tertutup, artinya antara ras yang satu dan ras yang lain dapat bertukar posisi.

2. kelompok masyarakat atas dasar agama pengelompokan masyarakat berdasarkan agama yang ada di Indonesia sebagai berikut: (a) Golongan masyarakat Indonesia yang beragama Islam (b) Golongan masyarakat Indonesia yang beragama Kristen Protestan (c) Golongan masyarakat Indonesia yang beragama Kristen Katolik (d) Golongan masyarakat Indonesia yang beragama Hindu (e) Golongan masyarakat Indonesia yang beragama Budha (f) Golongan masyarakat Indonesia yang memeluk kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Penggolongan masyarakat atas dasar agama bersifat terbuka, artinya anggota dari golongan masyarakat pemeluk suatu agama mempunyai peluang untuk berpindah keagama lain dan begitu juga sebaliknya. 3. Kelompok masyarakat atas dasar jenis kelamin Pengelompokan masyarakat atas dasar jenis kelamin merupakan penggolongan warga masyarakat secara alamiah karena pada saat lahir setiap individu menusia telah memiliki jenis kelamin. Penggolongan masyarakat berdasarkan perbedaan jenis kelamin dibagi menjadi dua golongan, yaitu sebagai berikut: a. Golongan masyarakat yang berjenis kelamin laki-laki b. Golongan masyarakat yang berjenis kelamin wanita 4. Kelompok masyarakat atas dasar profesi Perbedaan profesi (pekerjaan) dari setiap individu dapat dijadikan dasar penggolongan masyarakat. 5. Kelompok masyarakat atas dasar klan a. Pengertian klan Klan merupakan kelompok masyarakat yang terdiri dari warga suatu kelompok kekerabatan, sehingga dari klan ini kita mengenal adanya warga dan suku. b. Ciri-ciri klan 1) Ada kesatuan wilayah 2) Ada adapt istiadat

3) Adanya rasa identitas komunikasi 4) Adanya rasa loyalitas terhadap komunitas (masyarakat sendiri) c. Macam-macam klan Koentjaraningrat membedakan klan menjadi dua, yaitu klan kecil dan klan besar. 1) Klan kecil Klan kecil adalah suatu kelompok kekerabatan yang terdiri atas gabungan keluarga luas yang berasal dari satu nenek moyang dan antara satu dengan yang lain terlihat jenis keturunan yang sama, baik laki-laki atau wanita. 2) Klan besar Klan besar adalah suatu kelompok kekerabatan yang terdiri atas satu nenek moyang yang diperhitungkan melalui satu garis keturunan sejenis matrilineal atau patrilineal. 6. Kelompok masyarakat atas dasar etnis (suku bangsa) a. Pengertian 1) Menurut Williem Kornblum Kelompok etnis adalah suatu populasi yang mempunyai identitas kelompok berdasarkan kebudayaan tertentu dan biasanya memiliki leluhur (nenek moyang) yang secara pasti sama. 2) Menurut Francis Kelompok etnis adalah suatu komunitas yang menampilkan persamaan bahasa, adapt, kebiasaan, wilayah, sejarah, sikap, dan system politik 3) Menurut Koentjaraningrat Kelompok etnis adalah suatu golongan manusia yang terikat oleh kesadaran dan identitas terhadap kesatuan kebudayaan, sedangkan kesadaran dan identitas tersebut sering kali diperkuat oleh kesatuan bahasa. b. Penggolongan penduduk Indonesia 1) Suku Bangsa Yaitu semua warga Negara Indonesia yang mempunyai daerah asal di dalam wilayah Republik Indonesia 2) Golongan keturunan Asing

Yaitu warga Negara Indonesia yang tidak mempunyai daerah asal di wilayah Indonesia (pendatang) 3) Masyarakat Terasing Yaitu warga Negara Indonesia yang hidup dalam taraf kebudayaan yang masih sederhana dan tinggal di daerah-daerah yang terisolir. Kelompok masyarakat atas dasar perbedaan suku bangsa di Indonesia dapat kita lihat berdasarkan bukti-bukti berikut ini: a) Adanya perbedaan bahasa daerah yang digunakan b) Adanya perbedaan tata susunan kekerabatan, seperti bilateral, patrilineal, dan matrilineal pada suku bangsa di Indonesia c) Adanya perbedaan kesenian daerah, pakaian adapt, seni tari, seni pahat, seni lukis, dan seni drama. d) Adanya perbedaan adapt istiadat seperti perkawinan, penguburan atau pembakaran mayat, hukum adapt, dan upacara adapt. e) Perbedaan mata pencaharian penduduk, seperti bertani, berladang, mencari ikan, berburu, dan berwiraswasta. f) Perbedaan teknologi, seperti arsitektur bangunan rumah adapt, peralatan kerja, atau pembuatan kapal. Walaupun pada dasarnya berbeda, suku-suku di Indonesia mempunyai persamaan-persamaan sebagai berikut: a) Asas-asas persamaan dalam hukum adapt b) Suku-suku tersebut sama-sama memiliki suatu bentuk perserikatan dan bentuk hubungan yang tidak dapat dibuat tetapi nyatanya terjadi, yaitu lembaga adapt istiadat penduduk asli. c) Dasar kehidupan social dari suku-suku tersebut sama dan berdasarkan asas. d) Dalam hak atas tanah (hak kepilikan tanah), suku-suku tersebut juga mempunyai asas-asas yang sama. Beberarapa pakar berpendapat bahwa suku bangsa di Indonesia termasuk Negara yang multirasial dan multienis, seperti yang dikemukakan oleh beberapa ahli beriku:

a) Hildred Geetz Masyarakat Indonesia terdiri atas 300 suku bangsa yang masing-masing ditandai oleh bahasa dan identitas kultur yang berbeda-beda. b) M.A. Jaspan Masyarakat Indonesia terdiri atas 366 suku bangsa dengan mengambil criteria berdasarkan bahasa daerah, kebudayaan serta susunan masyarakatnya. c) C. Van Vollenhoven Dalam kaitannya dengan adapt istiadat, masing-masing suku bangsa di Indonesia bila ditinjau dari segi hukum adapt dibagi menjadi 19 lingkaran hukum adapt. Masalah perkembangan kelompok sosial 1. Primordialisme Primordialisme adalah paham atau ide dari anggota masyarakat yang mempunyai kecendrungan untuk berkelompok sehingga terbentuklah sukusuku bangsa. Latar belakang timbulnya primordialisme antara lain sebagai berikut: a. Adanya sesuatu yang dianggap istimewa pada ras, suku bangsa, daerah asal dan agama. b. Ingin mempertahankan keutuhan kelompok atau komunitasnya dari ancaman luar. c. Adanya nilai-nilai yang dijunjung tinggi karena berkaitan dengan system keyakinan Dampak negative primordialisme antara lain sebagai berikut: a. Menghambat hubungan antar bangsa b. Menghambat proses asimilasi dan integrasi c. Mengurangi bahkan menghilangkan objektivitas ilmu pengetahuan d. Penyebab terjadinya diskriminasi (perbedaan secara sengaja terhadap golongan tertentu yang didasarkan pada ras, agam, mayoritas, dan minoritas masyarakat).

e. Merupakan kekuatan terpendam (potensi) terjadinya konflik antar kebudayaan suku-suku bangsa. Sedangakn dampak positif primordialisme antara lain sebagai berikut: a. Meneguhkan cinta tanah air b. Mempertinggi kesetiaan terhadap bangsa c. Mempertinggi semangat patriotisme d. Menjaga keutuhan dan kesetabilan budaya 2. Etnusentrisme Etnusentrisme adalah sikap menilai unsure-unsur kebudayaan lain dengan menggunakan kebudayan sendiri. Dampak negative yang lebih luas dari sikap etnusentrisme lainnya, yaitu: a. Mengurangi keobjektifan ilmu pengetahuan b. Menghambat pertukaran budaya c. Menghambat proses asimilasi kelompok yang berbeda d. Memacu timbulnya konflik social

TUGAS System social budaya indonesia

DISUSUN : YUSUF SYIBLY R 07091001010

JURUSAN ILMU ADMINISTRASI NEGARA FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS SRIWIJAYA