Anda di halaman 1dari 2

Sepanjang Tekad Sang Peneliti

Syamsuddin hasan dulunya tidak pernah berangan menjadi dekan.apalagi punya mimpi menjadi dekan, pucuk pimpinan fakultas. Syamsuddin muda adalah mahasiswa dengan semangat membuncah, yang lebih suka membayangkan dirinya akan menjadi kepala dinas peternakan disbanding menjadi seorang pengajar. Tapi roda waktu berlalu dan angin membawanya pada nasib yang lain. Kini di usianyaya (yang di 2008 berumur 56 thun), Syamsuddin hasan telah mengukir namanya daam sejarah unhas. Ia tercatat sebagai nahkoda yang membawa perjalanan fakultas peternakan dalam tiga tahun terakhir ini. Tapi nilai-nilai plusnya, Syamsuddin tak semata menjabat sebagai dekan fakultas peternakan. Ia dikenal sebagai periset handal yang dari buah pemikirannya, telah lahir beberapa penelitian yang mendapat pengakuan dunia. Sejak bergumul dengan dunia pendidikan, Syamsuddin telah kepincut dengan dunia riset meriset. Di hatinya ada tekad besar yang ia upayakan dapat terwujud lewaat penelitian-penelitian di bdiang peternakan. Suami dari H Nurhaerani ini bercerita tentang mimpi-mimpinya akan masa depan petani dan peternak Indonesia yang maju dan sejahtera. Terutama lewat inovasi ilmu pengetahuan dari teknologi yang dotelurkan peneliti di perguruan-perguruan tinggi. Tekad itu menjadi modal Syamsuddin untuk terus berinovasi lewat ilmu pengetahuan. Lahan-lahan kering dan kritis yang yang bertebaran di Sulsel menarik perhatian alumnus Kyushu dan Mizaki University ini. Setelah lima tahun meneliti hal ini, ayah tiga anak ini akhirnya berhasil menyulap lahan kritis yang kering itu menjadi sumber pencaharian baru bagi peternak. Penelitiannya tentang peningkatan produktifitas lahan kering melalui upaya hijauan pakan ternak system bertingkat dengan integrasi sapi bali jantan (1992 19970, mengantarkannya menjadi peneliti terbai di SEAMEO JASPER FELLOWSHIP AWARD. Penghargaan ini diterimanya di Bangkok, Thailand pada 2001 silam untuk kategori Best research dengan judul penelitian Imrpovement of Marginal Land Productivity With Three Strata Forage System Integrated With Male Bali cattle. Fellowship award yang diperolehnya itu membawanya berkunjung ke kanda dan beberapa Negara ASEAN. Di sana Syamsuddin hasan didaulat menjadi dosen tamu, di antaranya di University of lanos Bonos Philiphines, University of Manitoba Canada, University of Forest and Agriculture Vietnam serta di lembaga penelitian dan lembaga pemberdayaan petani untuk mempresentasikan hasil penelitiannya. Pada tahun 2006 Syamsuddin yang ahli di hijauan pakan dan gizi ruminansia ini juga terpilih sebagai penerima IPTEK LIPI AWARD dari lembaga ilmu pengetahuan Indonesia (Lipi) dengan penelitiannya yang berjudul introduksi teknologi penggemukan model feedlot yang terintegrasi dengan budidaya tanaman jagung di kawasan agropolitan kebupaten barru. Nampaknya konsistensi syamsuddin hasan meneliti sapi ternyata tidak sampai di situ. Melalui program SEMI QUES ia juga menghasilkan penelitian program manajemen usaha peternakan sapi potong di Sulawesi Selatan dan di tahun 2006 hingga 2008 ini, ia disibukkan dengan riset peningkatan produktivitas ternak sapi pedaging melalui aplikasi bioteknologi . keseluruha risetnya itu dibiayai dengan

donor yang diperolehnya, meski kadang juga guru besar fakultas peternakan ini harus merogoh kantong sendiri untuk biaya penelitian. Penerima penghargaan habibie award ini tahun 200 ini punya dedikasi sekaligus komitmen yang tinggi khususnya untuk pengabdian dan pengembangan. Buktinya, ia masih meluangkan waktunya untuk member arahan ke masyarakat petani dan peternak local. Ia juga kerap member pencerahan pada dosen dan mahasiswa perguruan-perguruan tinggi di Indonesia, baik negeri ataupun swasta. Kepada mereka, lelaki kelahiran Pinrang, 23 September 1952 ini mengimbau tentang peningkatan produktivitas petani juga peternak. Tentang dengan aplikasi teknologi yang dihasilkan para peneliti di perguruan tinggi. Syamsuddin hasan kini boleh tersenyum melihat prestasinya di jagat penelitian. Dan kampus ini menanti Syamsuddin-Syamsuddin lain, yang bisa menjadi periset handal untuk membuktikan unhas research Univerity tidak sekedar jargon semata.