Anda di halaman 1dari 29

RENCANA PENYULUHAN

Judul : Asi Ekslusif, Kurang Gizi, Dan Makanan Sehat Balita

A. Mengenal Masalah, Masyarakat dan Wilayah

1. Mengenal Masalah Gizi merupakan salah satu penentu kualitas sumber daya manusia. Kecukupan gizi sangat diperlukan oleh setiap individu, sejak dalam kandungan, bayi, anakanak, masa remaja, hingga usia lanjut. Protein adalah salah satu jenis zat gizi yang sangat penting yang dibutuhkan untuk proses pertumbuhan anak. Dari berbagai kajian ilmiah menunjukkan bahwa kekurangan zat gizi energi dan protein dapat menimbulkan gangguan pertumbuhan, rentan terhadap penyakit infeksi dan rendahnya tingkat kecerdasan. Penyebab langsung dari kurang gizi adalah kekurangan kalori protein melalui asupan makanan yang kurang. Sementara penyebab tidak langsung kurang gizi adalah penyakit atau kelainan yang diderita anak seperti malabsorbsi dll. Selain itu, penyebab dari kurang gizi pada balita yang ada di kelurahan karang parwa adalah masih tidak diberikannya ASI Eksklusif pada bayi mereka dan susunan hidangan makanan sehari-hari yang kurang seimbang dan kurang tepat. Kurang gizi dapat diatasi salah satunya melalui pemberian makanan pada balita dengan menu seimbang serta pemberian ASI Eksklusif pada bayi. Peningkatan pendidikan ibu melalui penyuluhan juga diperlukan untuk dapat memperbaiki pola asuh ibu terhadap balitanya sehingga dapat terhindar dari kurang gizi.

2. Mengenal Masyarakat Pola pengasuhan anak seperti pengetahuan, sikap, praktik ibu dan pengasuhan lain dalam kedekatannya dengan anak, cara memberi makan, merawat, serta memberi kasih sayang kepada anak sangat berpengaruh terhadap terjadinya kurang gizi pada anak. Pola asuh ibu terhadap anaknya berkaitan erat dengan keadaan ibu, terutama kesehatan, pendidikan, pengetahuan, dan keterampilan tentang pengasuhan anak. Di kelurahan karang parwa yang menjadi objek
Satpen Asi Ekslusif, Kurang Gizi, dan Makanan Sehat Balita Page 1

penyuluhan, pola asuh oleh ibu jarang dilakukan. Para ibu umumnya menitipkan anak balitanya kepada tetangga ataupun keluarga lain karena ibu memiliki kesibukan membantu suami untuk bekerja di ladang ataupun di tempat lainnya. Kondisi tersebut bisa menyebabkan perawatan serta pemberian makan tidak sesuai dengan kebutuhan anak balita. Keadaan ini diperburuk dengan budaya makan yang masih memprioritaskan makanan untuk kepala keluarga, sehingga kebutuhan makanan pada anak balita tidak terpenuhi yang berdampak pada kurang gizi. Mencermati kondisi tersebut, perlu dicari upaya pemecahan untuk mengatasi kurang gizi pada anak balita dengan melihat factor penyebab yang terekat, yaitu : pola konsumsi makan balita, pola asuh atau perawatan ibu (ASI eksklusif / tidak) , dan penyakit infeksi. Perilaku ibu balita di kelurahan tersebut masih sangat kurang untuk mancapai perbaikan gizi balita, oleh karena itu perlu diadakannya penyuluhan terlebih dahulu untuk meningkatkan pengetahuan para ibu sehingga mereka bisa mengakses perilaku yang baik dalam upaya perbaikan gizi balita mereka. Perilaku yang dapat mengurangi masalah antara lain: a. Adanya kemauan dan ketersediaan untuk mendengarkan penyuluhan gizi. b. Adanya kepercayaan terhadap petugas. c. Adanya keinginan untuk hidup lebih baik dan sehat Melalui penyuluhan yang akan dilakukan diharapkan bahwa hal-hal yang dapat menghambat perubahan perilaku seperti tingkat pendidikan yang rendah, pengaruh sosial budaya yang masih kuat, serta kebiasaan mengkonsumsi makanan yang kurang memenuhi zat gizi dapat diatasi oleh para petugas penyuluhan.

3. Mengenal Wilayah Selain mengenal masyarakat, seorang penyuluh juga harus memahami dan mengenal wilayah yang akan menjadi objek penyuluhan. Karena hal inilah yang akan membantu penyuluh dalam melaksanakan rencana-rencana penyuluhan. Wilayah kelurahan karang parwa, abiantubuh baru kecamatan cakranegara merupakan daerah pinggiran kota. Di kelurahan ini terdapat banyak indutri rumah tangga kecil seperti pembuatan tahu dan tempe. Daerah kelurahan tersebut termasuk daerah penghasil tahu dan tempe di wilayah kota Mataram dan sekitarnya. Industri-idustri rumah tangga tersebut dapat membantu perekonomian masyarakat sekitar. Namun kurangnya wawasan masyarakat mengenai pentingnya gizi seimbang membuat masyarakat lebih mementingkan hasil industry mereka
Satpen Asi Ekslusif, Kurang Gizi, dan Makanan Sehat Balita Page 2

untuk dijual, bukan untuk mencukupi kebutuhan gizi balita mereka. Mengenai sanitasi dan sumber air sudah cukup memadai, namun masih ada segelintir masyarakat yang tidak menangani limbah indutri mereka secara tepat sehingga menyebabkan aroma yang kurang sedap di sekitar kompleks perumahanperumahan di kelurahan tersebut. Jika kita lihat dari segi wilayahnya, kelurahan karang parwa termasuk kelurahan yang strategis, hanya saja pengetahuan beberapa masyarakat yang masih awam harus kita tingkatkan melalui penyuluhanpenyuluhan kesehatan sehingga dapat menghindarkan mereka dari berbagai macam penyakit khususnya kurang gizi pada anak balita.

B. Menentukan Prioritas Dari beberapa permasalahan kesehatan yang ada di Lingkungan Karang Parwa, Abian Tubuh, yang menjadi prioritas perencanaan penyuluhan yang akan dilakukan yaitu menjelaskan mengenai pentingnya ASI Ekslusif, Balita Gizi Kurang, serta Makanan Sehat pada Balita dan anak-anak.

C. Menentukan Tujuan Penyuluhan 1. Tujuan umum Warga mampu memahami, mengerti, dan mengimplikasikan dalam kehidupan sehari-hari tentang pentingnya pemberian ASI Ekslusif pada bayi, penanganan dini balita gizi kurang, dan pengelolaan makanan sehat pada balita dan anak-anak dalam kaitannya dengan pencapaian status gizi dan kesehatan yang optimal. 2. Tujuan khusus a. Warga dapat memahami tentang Asi Ekslusif, Kekurangan gizi pada balita, dan Pengelolaan makanan sehat pada balita dan anak-anak. b. Warga dapat memahami pentingnya pemberian ASI Ekslusif serta keuntungan dan kerugian dari pemberian ASI Ekslusif. c. Warga dapat mengetahui tanda dan gejala dari gizi kurang dan dampaknya terhadap balita. d. Warga dapat memahami penanganan dini pada balita gizi kurang. e. Warga dapat memahami dan mengimplikasikan cara penyusunan menu seimbang serta pengolahan makanan sehat dengan gizi seimbang untuk balita dan anak-anak.

Satpen Asi Ekslusif, Kurang Gizi, dan Makanan Sehat Balita

Page 3

f. Warga dapat mengetahui penyakit-penyakit yang erat kaitannya dengan pemberian ASI yang tidak ekslusif, kekurangan gizi pada balita, dan dampak dari pengolahan makanan yang salah untuk balita dan anak-anak. g. Warga dapat mengimplikasikan dalam kehidupan sehari-hari pesan-pesan yang telah disampaikan seperti pemberian ASI ekslusif bagi ibu yang mempunyai bayi usia 0-6 bulan, penanganan dini balita gizi kurang, serta penyusunan dan pengolahan menu sehat dan seimbang untuk balita.

D. Menentukan Sasaran Penyuluhan Sasaran penyuluhan adalah ibu-ibu yang mempunyai bayi usia 0-6 bulan dan ibu-ibu yang mempunyai balita usia 1-5 tahun.

E. Menentukan Isi Penyuluhan Isi penyuluhan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan yaitu : 1. Gambaran umum ASI Ekslusif, kekurangan gizi pada balita, dan pengolahan makanan sehat pada balita dan anak-anak. 2. Manfaat, keuntungan,dan kerugian pada pemberian ASI Ekslusif & ASI tidak ekslusif 3. Tanda dan gejala dari gizi kurang pada balita 4. Penanganan dini balita gizi kurang dan dampak kekurangan gizi pada balita 5. Penyakit-penyakit yang erat kaitannya dengan ASI tidak ekslusif, dampak kekurangan gizi pada balita, serta akibat pengolahan makanan yang salah untuk balita dan anak-anak.

F. Menentukan Metode Penyuluhan 1. Ceramah 2. Diskusi / Tanya Jawab 3. Demonstrasi

G. Menentukan Media Penyuluhan 1. Poster 2. Food Model 3. Bahan Makanan Modisco

Satpen Asi Ekslusif, Kurang Gizi, dan Makanan Sehat Balita

Page 4

H. Membuat Rencana Evaluasi Evaluasi yang akan dilakukan pada penyuluhan ini adalah tingkat pengetahuan dan pemahaman sasaran atas pesan dan informasi-informasi yang telah diberikan pada saat penyuluhan dengan melihat dan mengetahui perubahan sikap pada sasaran. Cara evaluasi adalah melihat respon dan partisipasi sasaran pada saat proses penyuluhan berlangsung, melihat antusiasme sasaran dengan adanya pengajuan beberapa pertanyaan oleh sasaran, mengecek kembali pemahaman sasaran dengan memberikan pertanyaan pada akhir penyuluhansecara lisan dan pada saat demonstrasi, serta perubahan-perubahan yang terjadi pada saat kunjungan penyuluhan selanjutnya.

I. Membuat Rencana Jadwal Pelaksanaan Kegiatan penyuluhan akan dilaksanakan pada hari Sabtu, tanggal 2 Juni 2012 di Balai Kelurahan Abian Tubuh dengan alokasi waktu dari pukul 16:30 sampai pukul 18:00. Kegiatan penyuluhan akan di sampaikan oleh Marlina Hidayah, Raudatul Hafizah, dan Quratul Aini dari Mahasiswi Poltekkes Kemenkes Mataram Jurusan Gizi tingkat II yang akan di dampingi oleh dosen pembimbing mata Kuliah Penyuluhan dan Konsultasi Gizi Lanjut Poltekkes Kemenkes Mataram Jurusan Gizi.

Satpen Asi Ekslusif, Kurang Gizi, dan Makanan Sehat Balita

Page 5

SATUAN ACARA PENYULUHAN

A. Topik ASI ekslusif, Kurang gizi, dan Makanan sehat

B. Sub Topik Penyuluhan Pemberian ASI ekslusif, Gizi kurang pada balita, dan Makanan sehat balita.

C. Sasaran Penyuluhan ibu-ibu yang mempunyai bayi usia 0-6 bulan dan ibu-ibu yang mempunyai balita usia 1-5 tahun di kelurahan karang parwa, abian tubuh baru.

D. Hari Tanggal Penyuluhan Penyuluhan dilakukan pada : Hari / tanggal : Sabtu, 2 Juni 2012 Waktu : 16.30-17.35 wita

E. Tempat Penyuluhan Balai Kelurahan Abian Tubuh Baru, Cakranegara.

F. Pelaksana Mahasiswa Poltekkes Kemenkes Mataram jurusan Gizi semester 4 atas nama Marlina Hidayah, Qurratul Aeni, dan Raudatul Hafizah.

G. Tujuan Penyuluhan

1. Tujuan umum Warga mampu memahami, mengerti, dan mengimplikasikan dalam kehidupan sehari-hari tentang pentingnya pemberian ASI Ekslusif pada bayi, penanganan dini balita gizi kurang, dan pengelolaan makanan sehat pada balita dan anakanak dalam kaitannya dengan pencapaian status gizi dan kesehatan yang optimal.

Satpen Asi Ekslusif, Kurang Gizi, dan Makanan Sehat Balita

Page 6

2. Tujuan khusus

a. Warga dapat memahami tentang Asi Ekslusif, Kekurangan gizi pada balita, dan Pengelolaan makanan sehat pada balita dan anak-anak. b. Warga dapat memahami pentingnya pemberian ASI Ekslusif serta keuntungan dan kerugian dari pemberian ASI Ekslusif. c. Warga dapat mengetahui tanda dan gejala dari gizi kurang dan dampaknya terhadap balita. d. Warga dapat memahami penanganan dini pada balita gizi kurang. e. Warga dapat memahami dan mengimplikasikan cara penyusunan menu seimbang serta pengolahan makanan sehat dengan gizi seimbang untuk balita dan anak-anak. f. Warga dapat mengetahui penyakit-penyakit yang erat kaitannya dengan pemberian ASI yang tidak ekslusif, kekurangan gizi pada balita, dan dampak dari pengolahan makanan yang salah untuk balita dan anak-anak. g. Warga dapat mengimplikasikan dalam kehidupan sehari-hari pesan-pesan yang telah disampaikan seperti pemberian ASI ekslusif bagi ibu yang mempunyai bayi usia 0-6 bulan, penanganan dini balita gizi kurang, serta penyusunan dan pengolahan menu sehat dan seimbang untuk balita.

H. Metode Penyuluhan a. Ceramah b. Diskusi Tanya jawab c. Demonstrasi ( membuat modisco )

I. Media Penyuluhan Lembar Balik (berisi foto-foto balita kurang gizi) Poster food model Alat dan bahan pembuatan modisco

Satpen Asi Ekslusif, Kurang Gizi, dan Makanan Sehat Balita

Page 7

J. Kegiatan Penyuluhan No Tahapan Waktu Media Penyuluh 1 Pembukaan 5 menit Memberikan salam Memperkenalkan diri Menyampaikan maksud dan tujuan Menanggapi 2 Pretest 5 menit Persepsi mengenai ASI Ekslusif, Kurang gizi, dan Makanan sehat balita. Peserta menjawab pertanyaan Mendengarkan Kegiatan Sasaran Menanggapi

Penyampaian Materi

30 menit

Poster

Menjelaskan tantang Asi Ekslusif, Balita Kurang Gizi, dan Makanan Sehat Balita.

Mendengarkan dan memperhatikan

Demonstrasi

10 menit

Alat dan bahan pembuatan modisco

Mendemonstrasikan cara pembuatan modisco

Memperhatikan dan mencoba langsung mambuat modisco

Satpen Asi Ekslusif, Kurang Gizi, dan Makanan Sehat Balita

Page 8

Diskusi/ Tanya jawab dan Post test

10 menit

Food model

Menanyakan halhal yang belum jelas

Mendengarkan, bertanya dan menjawab Mendengarkan

Penutup

5 menit

Menyimpulkan materi-materi yang telah disampaikan dan penutup dengan salam

Menjawab salam

K. Isi Penyuluhan

ASI EKSLUSIF

ASI eksklusif adalah bayi hanya diberi ASI saja sampai usia enam bulan, tanpa diberi tambahan cairan lain seperti susu formula, jeruk, madu, air teh, dan air putih serta tanpa makanan tambahan seperti pisang, bubur susu, biskuit, bubur nasi dan nasi tim (Kristiyansari, 2009).

Satpen Asi Ekslusif, Kurang Gizi, dan Makanan Sehat Balita

Page 9

ASI merupakan makanan pertama dan utama bagi bayi. ASI mengandung karbohidrat yang berupa laktosa. Lemak ASI banyak mengandung polyunsaturated fatty acid (asam lemak tak jenuh ganda). Protein utamanya jenis lactalbumin yang mudah dicerna. ASI banyak mengandung vitamin dan mineral. ASI juga mengandung zat anti infeksi (Sidi, 2004). Kolostrum merupakan cairan yang pertama disekresi oleh sskelenjar payudara dari hari ke-1 sampai hari ke-3. Kolostrum berwarna kekuning-kuningan, kental dan agak lengket. Kolustrum mengandung kadar protein yang tinggi terutama globulin dan zat antibodi sehingga dapat mmemberikan perlindungan pada bayi terhadap infeksi sampai usia 6 bulan (Kristiyansari, 2009). Manfaat pemberian ASI eksklusif bagi bayi sangat banyak diantaranya komposisi dan volume ASI cukup untuk pertumbuhan dan perkembangan sampai dengan usia 6 bulan. ASI mudah dicerna karena mengandung zat-zat gizi yang tinggi yang diperlukan oleh bayi usia 0 6 bulan. Pemberian ASI menjadi sarana menjalin hubungan kasih sayang ibu dengan anak. Pemberian ASI eksklusif akan meningkatkan daya tahan tubuh sehingga bayi tidak mudah terserang penyakit (Sidi, 2004). Bayi yang diberi ASI eksklusif akan lebih sehat dan jarang sakit dibandingkan dengan bayi yang tidak mendapatkan ASI eksklusif (Depkes RI, 2001). PENTINGNYA ASI EKSKLUSIF WHO, Uniceff dan juga Department Kesehatan RI melalui SK Menkes tahun 2004. Telah menetapkan rekomendasi pemberian ASI Ekslusif selama 6 bulan. Mengapa ASI Ekslusif Harus 6 Bulan? Penundaan pemberian makanan padat sampai bayi berusia 6 bulan berlaku bagi bayi yang mendapatkan ASI, ASI eksklusif dan juga susu formula. Pentingnya ASI Ekslusif, yaitu : 1. ASI adalah satu-satunya makanan dan minuman yang dibutuhkan oleh bayi hingga ia berusia enam bulan

ASI adalah makan bernutrisi dan berenergi tinggi, yang mudah untuk dicerna. ASI memiliki kandungan yang dapat membantu menyerapan nutrisi. Pada bulan-bulan awal, saat bayi dalam kondisi yang paling rentan, ASI eksklusif membantu melindungi bayi dari diare, sudden infant death syndrome/SIDS sindrom kematian tiba-tiba pada bayi,
Satpen Asi Ekslusif, Kurang Gizi, dan Makanan Sehat Balita Page 10

infeksi telinga dan penyakit infeksi lain yang biasa terjadi. Riset medis mengatakan bahwa ASI eksklusif membuat bayi berkembang dengan baik pada 6 bulan pertama bahkan pada usia lebih dari 6 bulan. Organisasi Kesehatan Dunia WHO mengatakan: ASI adalah suatu cara yang tidak tertandingi oleh apapun dalam menyediakan makanan ideal untuk pertumbuhan dan perkembangan seorang bayi. Evaluasi pada bukti-bukti yang telah ada menunjukkan bahwa pada tingkat populasi dasar, pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan adalah cara yang paling optimal dalam pemberian makan kepada bayi. Setelah 6 bulan, biasanya bayi membutuhkan lebih banyak zat besi dan seng daripada yang tersedia didalam ASI pada titik inilah, nutrisi tambahan bisa diperoleh dari sedikit porsi makanan padat. 2. Menunda pemberian makanan padat memberikan perlindungan yang lebih baik pada bayi terhadap berbagai penyakit Meskipun bayi terus menerima imunitas melalui ASI selama mereka terus disusui, kekebalan paling besar diterima bayi saat dia diberikan ASI eksklusif. ASI memiliki kandungan 50+ faktor imunitas yang sudah dikenal, dan mungkin lebih banyak lagi yang masih tidak diketahui. Satu studi memperlihatkan bayi yang diberikan ASI eksklusif selama 4 bulan+ mengalami infeksi telinga 40% lebih sedikit daripada bayi yang diberi ASI ditambah makanan tambahan lain. Probabilitas terjadinya penyakit pernapasan selama masa kanak-kanak secara signifikan berkurang bila bayi diberikan ASI eksklusif setidaknya selama 15 minggu dan makanan pada tidak diberikan selama periode ini. (Wilson, 1998). Lebih banyak lagi studi yang juga mengaitkan tingkat eksklusivitas ASI dengan meningkatnya kesehatan (lihat faktor imunitas pada susu manusia dan Resiko pemberian makanan instan). 3. Menunda pemberian makanan padat memberikan kesempatan pada sistem penernaan bayi untuk berkembang menjadi lebih matang

Biasanya bayi siap untuk makan makanan padat, baik secara pertumbuhan maupun secara psikologis, pada usia 6 9 bulan. Bila makanan padat sudah mulai diberikan sebelum sistem pencernaan bayi siap untuk menerimanya, maka makanan tersebut tidak dapat dicerna dengan baik dan dapat menyebabkan reaksi yang tidak menyenangkan (gangguan pencernaan, timbulnya gas, konstipasi dll). Tubuh bayi belum memiliki protein pencernaan yang lengkap. Asam lambung dan pepsin dibuang pada saat
Satpen Asi Ekslusif, Kurang Gizi, dan Makanan Sehat Balita Page 11

kelahiran dan baru dalam 3 sampai 4 bulan terakhir jumlahnya meningkat mendekati jumlah untuk orang dewasa. Amilase, enzim yang diproduksi oleh pankreas belum mencapai jumlah yang cukup untuk mencernakan makanan kasar sampai usia sekitar 6 bulan. Dan enzim pencerna karbohidrat seperti maltase, isomaltase dan sukrase belum mencapai level oranga dewasa sebelum 7 bulan. Bayi juga memiliki jumlah lipase dan bile salts dalam jumlah yang sedikit, sehingga pencernaan lemak belum mencapai level orang dewasa sebelum usia 6-9 bulan. 4. Menunda pemberian makanan padat memberikan kesempatan pada bayi agar sistem yang dibutuhkan untuk mencerna makanan padat dapat berkembang dengan baik

Tanda-tanda yang menunjukkan bahwa bayi sudah siap untuk menerima makanan padat termasuk :: Bayi dapat duduk dengan baik tanpa dibantu. Reflek lidah bayi sudah hilang dan tidak secara otomatis mendorong makanan padat keluar dari mulutnya dengan lidah. Bayi sudah siap dan mau mengunyah. Bayi sudah bisa menjumput, dimana dia bisa memegang makanan atau benda lainnya dengan jempol dan telunjuknya. Menggunakan jari dan menggosokkan makanan ke telapak tangan tidak bisa menggantikan gerakan menjumput. Bayi kelihatan bersemangat untuk ikut serta pada saat makan dan mungkin akan mencoba untuk meraih makanan dan memasukkannya ke dalam mulut.

5. Menunda pemberian makanan padat mengurangi resiko alergi makanan

Berbagai catatan menunjukkan bahwa memperpanjang pemberian ASI eksklusif mengakibatkan rendahnya angka insiden terjadinya alergi makanan (lihat Referensi alergi dan Resiko Pemberian Makanan Instan). Sejak lahir sampai usia antara empat sampai enam bulan, bayi memiliki apa yang biasa disebut sebagai usus yang terbuka. Ini berarti bahwa jarak yang ada di antara sel-sel pada usus kecil akan membuat makromolekul yang utuh, termasuk protein dan bakteri patogen, dapat masuk ke dalam aliran darah. Hal ini menguntungkan bagi bayi yang mendapatkan ASI karena zat antibodi yang terdapat di dalam ASI dapat masuk langsung melalui aliran darah bayi, tetapi hal ini juga berarti
Satpen Asi Ekslusif, Kurang Gizi, dan Makanan Sehat Balita Page 12

bahwa protein-protein lain dari makanan selain ASI (yang mungkin dapat menyebabkan bayi menderita alergi) dan bakteri patogen yang bisa menyebabkan berbagai penyakit bisa masuk juga. Dalam 4-6 bulan pertama usia bayi, saat usus masih terbuka, antibodi (slgA) dari ASI melapisi organ pencernaan bayi dan menyediakan kekebalan pasif, mengurangi terjadinya penyakit dan reaksi alergi sebelum penutupan usus terjadi. Bayi mulai memproduksi antibodi sendiri pada usia sekitar 6 bulan, dan penutupan usus biasanya terjadi pada saat yang sama. 6. Menunda pemberian makanan padat membantu melindungi bayi dari anemia karena kekurangan zat besi

Pengenalan suplemen zat besi dan makanan yang mengandung zat besi, terutama pada usia enam bulan pertama, mengurangi efisiensi penyerapan zat besi pada bayi. Bayi yang sehat dan lahir cukup bulan yang diberi ASI eksklusif selama 6-9 bulan menunjukkan kecukupan kandungan hemoglobin dan zat besi yang normal. Dalam suatu studi (Pisacane, 1995), para peneliti menyimpulkan bahwa bayi yang diberikan ASI eksklusif selama 7 bulan (dan tidak diberikan suplemen zat besi atau sereal yang mengandung zat besi) menunjukkan level hemoglobin yang secara signifikan lebih tinggi dalam waktu satu tahun dibandingkan bayi yang mendapat ASI tapi menerima makanan padat pada usia kurang dari tujuh bulan. Para peneliti tidak berhasil menemukan adanya kasus anemia di tahun pertama pada bayi yang diberikan ASI eksklusif selama tujuh bulan dan akhirnya menyimpulkan bahwa memberikan ASI eksklusif selama tujuh bulan mengurangi resiko terjadinya anemia. 7. Menunda pemberian makanan padat membantu melindungi bayi dari resiko terjadinya obesitas di masa datang

Pemberian makanan padat terlalu dini sering dihubungkan dengan meningkatnya kandungan lemak dan berat badan pada anak-anak. (Untuk contoh, lihat Wilson 1998, von Kries 1999, Kalies 2005) 8. Menunda pemberian makanan padat membantu para ibu untuk mejaga kesediaan ASI

Berbagai studi menunjukkan bahwa pada bayi makanan padat akan menggantikan prosi susu dalam menunya makanan tersebut tidak menambah total asupan pada bayi.
Satpen Asi Ekslusif, Kurang Gizi, dan Makanan Sehat Balita Page 13

Makin banyak makanan padat yang dimakan oleh bayi, maka makin sedikit susu yang dia serap dari ibunya, dan makin sedikit susu yang diserap dari ibu berarti produksi ASI juga makin sedikit. Bayi yang makan banyak makanan padat atau makan makanan padat pada umur yang lebih muda cenderung lebih cepat disapih.

9. Menunda makanan padat membantu memberi jarak pada kelahirn bayi Pemberian ASI biasanya sangat efektif dalam mencegah kehamilan terutama bila bayi anda mendapatkan ASI eksklusif dan semua kebutuhan nutrisinya dapat dipenuhi melalui ASI.

10. Menunda pemberian makanan padat membuat pemberiannya menjadi lebih mudah

Bayi yang mulai makan makanan padat pada usia yang lebih besar dapat makan sendiri dan lebih kecil kecendurangan untuk mengalami alergi terhadap makanan.

MANFAAT ASI Air Susu Ibu (ASI) adalah makanan alami pertama dan yang terbaik yang sangat dianjurkan untuk bayi baru lahir sampai usia dua tahun, dengan komposisi dan kandungan nutrisi yang paling tepat untuk pertumbuhan dan daya tahan tubuh bayi. Oleh karenanya sangat dianjurkan untuk menyusui bayi baru lahir selama enam bulan pertama secara eksklusif tanpa tambahan makanan lain karena ASI merupakan satu-satunya cara untuk melindungi bayi. Manfaat menyusui bayi (ASI) eksklusif untuk bayi: a. Kolostrum (susu pertama pada hari pertama) mengandung antibodi yang melindungi bayi terhadap penyakit dan infeksi. Kolostrum ini merupakan air susu ibu yang keluar pada satu minggu pertama, biasanya berwarna kekuningan. Bayi yang diberi ASI akan menjadi lebih jarang sakit. ASI terutama untuk mengurangi risiko: muntah, diare, radang lambung, sembelit kolik, kronis dan gangguan perut lainnya, radang usus buntu akut, rheumatoid arthritis, hernia inguinalis, stenosis pilorus, tipe I diabetes, alergi, asma dan eksim, infeksi telinga, penyakit pernapasan, pneumonia, bronkitis, infeksi ginjal, septicaemia (keracunan darah), SIDS (sindrom kematian bayi
Satpen Asi Ekslusif, Kurang Gizi, dan Makanan Sehat Balita Page 14

mendadak). Dari data Statistik menunjukkan bahwa untuk setiap 87 kematian akibat SIDS, hanya 3 saja yang terjadi pada bayi yang diberi ASI. Penyalit lainnya adalah meningitis, botulisme, limfoma masa kanak-kanak dan penyakit Crohn, Kerusakan gigi (gigi berlubang), penyakit jantung di kemudian hari. b. Dengan pemberian ASI menyebabkan anak memiliki respon antibodi yang lebih baik untuk vaksin.ASI memiliki komposisi dan jumlah yang paling tepat gizi untuk bayi. Komposisi susu bervariasi sesuai dengan pertumbuhan individu dan kebutuhan nutrisi perubahan bayi. c. ASI mudah dicerna dan selalu memiliki suhu yang tepat.

Susu selalu steril, tidak memiliki kuman. Ada unsur-unsur di dalam ASI yang menghancurkan E coli, salmonella, shigella, streptokokus, pneumokokus, dan banyak lainnya. d. Menyusui merangsang perkembangan struktur rahang dan wajah, pertumbuhan tegak gigi dan meningkatkan penglihatan. Menyusui mengembangkan IQ yang lebih tinggi dan meningkatkan perkembangan otak bayi dan sistem saraf. IQ keuntungan sebagai akibat dari menyusui adalah 10-12 poin. Menyusui dikenal sebagai trimester ke-4 di pertumbuhan dan perkembangan otak. Ada protein tertentu dalam susu yang merangsang perkembangan otak bayi. e. Menyusui menciptakan ikatan yang kuat antara ibu dan anak. Memiliki tempat di mana anak merasa aman. f. Menyusui juga memainkan peran penting dalam perkembangan emosional dan spiritual anak.

Selain baik untuk bayi, menyusui (ASI) juga bermanfaat untuk ibu. Proses keperawatan memberikan efek menguntungkan berikut untuk ibu: a. Mengurangi risiko kanker payudara. Wanita yang menyusui mengurangi risiko kanker payudara sebesar 25 persen. Kanker pengurangan risiko terjadi sebanding dengan durasi kumulatif seumur hidup menyusui. Artinya, bulan lagi atau tahun ibu menyusui, semakin rendah risiko kanker payudara. b. Mengurangi risiko rahim dan kanker ovarium. Tingkat estrogen yang lebih rendah selama menyusui menyebabkan kedua risiko kanker mengalami penurunan. Diduga penurunan kadar estrogen menyebabkan stimulasi berkurang pada lapisan rahim dan
Satpen Asi Ekslusif, Kurang Gizi, dan Makanan Sehat Balita Page 15

jaringan payudara juga, sehingga untuk meminimalkan risiko menjadi jaringan kanker. c. Mengurangi osteoporosis. Wanita tidak menyusui memiliki risiko empat kali lebih besar terkena osteoporosis daripada wanita yang sedang menyusui dan lebih mungkin menderita patah tulang pinggul pada tahun-tahun setelah menopause. d. Manfaat dari keluarga berencana alami. Menyusui dapat menyebabkan menunda ovulasi, jadi ibu menyusui tidak subur untuk sementara waktu. Berapa lama seorang wanita subur lagi tergantung pada pola pemberian makan bayi dan kecenderungan tubuhnya sendiri. e. Meningkatkan kesehatan emosional. Menyusui tidak hanya baik untuk tubuh, tetapi juga untuk pikiran. Studi menunjukkan bahwa ibu menyusui menunjukkan kecemasan dan depresi postpartum kurang dari ibu yang makan rumus. f. Mengembalikan berat badan. Ibu menyusui menunjukkan penurunan lebih dalam lingkar pinggang dan massa lemak dalam satu bulan setelah melahirkan dari ibu yang makan rumus. Ibu menyusui cenderung untuk kembali ke berat badan sebelum kehamilan. g. Menyusui tidak perlu biaya.Pemberian makanan / susu formula untuk bayi dapat biaya lebih dari Rp 5 juta setahun. Sang ibu tidak perlu menghabiskan uang untuk mendapatkan ASI. ASI selalu tersedia untuk memberi. h. Menyusui dapat menghemat waktu untuk menyiapkan botol, menuangkan air, campur susu dan mensterilkan botol yang telah digunakan. Setiap wanita dapat menyusui bayinya, dan kita tahu bahwa ada perbedaan dalam setiap wanita menyusui bayinya sementara nominal. i. Menyusui adalah kegiatan yang bisa membuat wanita bahagia, tetapi ada juga dapat membuat wanita lelah dan tidak sabar. Tapi kesabaran masih diperlukan pada bayi menyusui karena ada yang lebih baik bagi seorang wanita selain bayi yang diberi ASI dan kasih ibunya.

Manfaat ASI Bagi Keluarga :

1. ASI tidak merepotkan 2. ASI mengurangi pengeluaran

Satpen Asi Ekslusif, Kurang Gizi, dan Makanan Sehat Balita

Page 16

FAKTOR YANG MENINGKATKAN PENGELUARAN ASI 1. Kemauan ibu untuk menyusui 2. Ibu dalam keadaan tenang 3. Ibu melihat, mendengar tangisan bayi dan memikirkan bayinya FAKTOR YANG MENGHAMBAT PENGELUARAN ASI 1. Ibu merasa sedih, cemas, marah dan bingung 2. Ibu takut ASI nya tidak cukup 3. Ibu merasa kesakitan saat menyusui 4. Ibu malu menyusui 5. Kurangnya dukungan dari suami dan keluarga 6. Ibu mempunyai penyakit 7. Produksi ASI memang tidak ada atau berkurang 8. Keadaan bayi yang tidak mungkin menyusu.

WAKTU PEMBERIAN ASI

1. Berikan ASI segera setelah bayi lahir bila keadaan memungkinkan 2. Menyusukan bayi tidak terjadwal 3. Mengosongkan payudara sekitar 5-7 menit 4. Dalam 2 jam ASI sudah kosong dari lambung bayi 5. Setiap kali menyusui dimulai dari payudara yang terakhir disusu bayi

KERUGIAN SUSU FORMULA

1. Komposisi tidak sesuai, tidak praktis, tidak ekonomis dan menambah polusi 2. Mudah terkena mikroorganisme 3. Mudah terjadi salah pengenceran 4. Menyebabkan alergi 5. Dapat menyebabkan diare 6. Penggunaan susu formula yang salah dapat menyebabkan penyakit 7. Tidak mempunyai manfaat seperti ASI.

Satpen Asi Ekslusif, Kurang Gizi, dan Makanan Sehat Balita

Page 17

KURANG GIZI GIZI merupakan unsur yang sangat penting di dalam tubuh. Dengan gizi yang baik, tubuh akan segar dan kita dapat melakukan aktivitas dengan baik. Gizi harus dipenuhi justru sejak masih anak-anak, karena gizi selain penting untuk pertumbuhan badan, juga penting untuk perkembangan otak. Untuk itu, orang tua harus mengerti dengan baik kebutuhan gizi si anak agar anak tidak mengalami kurang gizi. Selain itu, orang tua juga harus mengetahui apa dan bagaimana kurang gizi itu. 1. Pengertian Kurang Gizi Gizi Kurang adalah gangguan kesehatan akibat kekurangan atau ketidak seimbangan zat gizi yang diperlukan untuk pertumbuhan, aktivitas berfikir dan semua hal yang berhubungan dengan kehidupan. 2. Tanda kurang gizi kurang gizi pada anak terbagi menjadi tiga. Pertama, disebut sebagai Kurang Energi Protein Ringan. Pada tahap ini, belum ada tanda-tanda khusus yang dapat dilihat dengan jelas. Hanya saja, berat badan si anak hanya mencapai 80 persen dari berat badan normal. Kedua, disebut sebagai Kurang Energi Protein Sedang. Pada tahap ini, berat badan si anak hanya mencapai 70 persen dari berat badan normal. Selain itu, ada tanda yang bisa dilihat dengan jelas adalah wajah menjadi pucat, dan warna rambut berubah agak kemerahan. Ketiga, disebut sebagai Kurang Energi Protein Berat. Pada bagian ini terbagi lagi menjadi dua, yaitu kurang sekali, biasa disebut Marasmus. Tanda pada marasmus ini adalah berat badan si anak hanya mencapai 60 persen atau kurang dari berat badan normal. Selain marasmus, ada lagi yang disebut sebagai Kwashiorkor. Pada kwashiorkor, selain berat badan, ada beberapa tanda lainnya yang bisa secara langsung terlihat. Antara lain adalah kaki mengalami pembengkakan, rambut berwarna merah dan mudah dicabut, kemudian karena kekurangan vitamin A, mata menjadi rabun, kornea mengalami kekeringan, dan terkadang terjadi borok pada kornea, sehingga mata bisa pecah. Selain tanda-tanda atau
Satpen Asi Ekslusif, Kurang Gizi, dan Makanan Sehat Balita Page 18

gejala-gejala tersebut, ada juga tanda lainnya, seperti penyakit penyertanya. Penyakitpenyakit penyerta tersebut misalnya adalah anemia atau kurang darah, infeksi, diare yang sering terjadi, kulit mengerak dan pecah sehingga keluar cairan, serta pecah-pecah di sudut mulut. 3. Faktor Penyebab Kurang Gizi

Faktor penyebab Kurang gizi pada anak, bisa terjadi di usia Balita (Bawah Lima Tahun). Pedoman untuk mengetahui anak kurang gizi adalah dengan melihat berat dan tinggi badan yang kurang dari normal, jika tinggi badan si anak tidak terus bertambah atau kurang dari normal, itu menandakan bahwa kurang gizi pada anak tersebut sudah berlangsung lama. Ada beberapa faktor yang menjadi penyebab kurang gizi pada anak. Pertama, jarak antara usia kakak dan adik yang terlalu dekat ikut mempengruhi. Dengan demikian, perhatian si ibu untuk si kakak sudah tersita dengan keberadaan adiknya, sehingga kakak cenderung tidak terurus dan tidak diperhatikan makanannya. Oleh karena itu akhirnya si kakak menjadi kurang gizi. Balita itu konsumen pasif, belum bisa mengurus dirinya sendiri, terutama ntuk makan, tutur Sri. Kedua, anak yang mulai bisa berjalan mudah terkena infeksi atau juga tertular oleh penyakit-penyakit lain. Ketiga adalah karena lingkungan yang kurang bersih, sehingga anak mudah sakitsakitan. Karena sakit-sakitan tersebut, anak menjadi kurang gizi. Keempat, kurangnya pengetahuan orang tua terutama ibu mengenai gizi. Ibu harus dapat memberikan makanan yang kandungan gizinya cukup. Tidak harus mahal, bisa juga diberikan makanan yang murah, asal kualitasnya baik. Oleh karena itulah si Ibu harus pintar-pintar memilihkan makanan untuk anak. Kelima, kondisi sosial ekonomi keluarga yang sulit. Faktor ini cukup banyak mempengaruhi, karena jika anak sudah jarang makan, maka otomatis mereka akan kekurangan gizi. Keenam, selain karena makanan, anak kurang gizi bisa juga karena adanya
Satpen Asi Ekslusif, Kurang Gizi, dan Makanan Sehat Balita Page 19

penyakit bawaan yang memaksa anak harus dirawat. Misalnya penyakit jantung dan paruparu bawaan. 4. Upaya yang harus dilakukan Bila kekuangan gizi, anak akan mudah sekali terkena berbagai macam penyakit, anak yang kurang gizi tersebut, akan sembuh dalam waktu yang lama. Dengan demikian kondisi ini juga akan mempengaruhi perkembangan intelegensi anak. Untuk itu, bagi anak yang mengalami kurang gizi, harus dilakukan upaya untuk memperbaiki gizinya. Upaya-upaya yang dilakukan tersebut antara lain adalah meningkatkan pengetahuan orang tua mengenai gizi, melakukan pengobatan kepada si anak dengan memberikan makanan yang dapat menjadikan status gizi si anak menjadi lebih baik. Dengan demikian, harus dilakukan pemilihan makanan yang baik untuk si anak. Makanan yang baik adalah makanan yang kuantitas dan kualitasnya baik. Makanan dengan kuantitas yang baik adalah makanan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan si anak. Misalnya, memberi makanan si anak berapa piring sehari adalah sesuai kebutuhannya. Dan akan lebih baik jika memberikan vitamin dan protein melalui susu. Bagi keluarga yang tidak mampu, bisa menyiasatinya, misalnya mengganti susu dengan telur. Kemudian, makanan yang kualitasnya baik adalah makanan yang mengandung semua zat gizi, antara lain protein, karbohidrat, zat besi, dan mineral. Upaya yang terakhir adalah dengan mengobati penyakit-penyakit penyerta.

Satpen Asi Ekslusif, Kurang Gizi, dan Makanan Sehat Balita

Page 20

MAKANAN SEHAT

1.

Pengertian Makanan sehat dan seimbang sangat penting namun untuk dapat menyusun makanan yang sehat dan seimbang kita harus tahu zat makanan yang dikandung dalam bahan makanan tersebut sehingga kita dapat memilih bahan makanan yang sesuai. Dimana pengertian makanan sehat dan zat gizi apa saja yang terkandung didalamnya adalah sebagai berikut : Makanan sehat adalah makanan yang mengandung gizi lengkap seperti zat tenaga, zat pembangun dan zat pengatur. Dalam tubuh makanan mempunyai tiga guna atau yang sering disebut triguna makanan yaitu makan sebagai sumber zat tenaga, makanan sumbert tenaga dan sumber pengatur.

2.

Fungsi Makanan Dalam Tubuh Makanan dalam tubuh kita mempunyai 3 fungsi utama yang sering disebut dengan triguna makanan. Makan sebagai zat tenaga Makanan sebagai sumber zat tenaga yang berfungsi untuk menunjang menunjang aktivitas sehari-hari, seperti : bekerja, belajar dan bermain. Sumber zat tenaga antara lain nasi, ubi, jagung, gandum, ubi kayu, ubi jalar, kentang, sagu, mie dan roti. Minyak, margain dan santan yang mengandung lemak juga menghasilkan tenaga. Makanan Sebagai Zat Pembangun Sumber zat pembangun berperan sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan kecerdasan seseorang. Makanan sumber zat pembangun yang berasal dari bahan makanan nabati adalah kacang-kacangan, tempe, tahu. Sumber yang berasal dari hewan adalah telur, ikan, ayam, daging, susu, serta hasil olahannya seperti keju.

Satpen Asi Ekslusif, Kurang Gizi, dan Makanan Sehat Balita

Page 21

Sumber zat pengatur Sumber zat pengatur adalah semua sayur-sayuran dan buah-buahan. Makanan ini mengandung berbagai vitamin dan mineral yang berperan untuk melancarkan bekerjanya fungsi organ-organ tubuh.

3.

Akibat Yang Ditimbulkan Akibat yang ditimbulkan apabila balita dan anak-anak tidak mengkonsumsi makanan yang tidak sehat (tidak seimbang) adalah sebagai berikut : Kekurangan berbagai zat gizi : Kurang Energi Protein (KEP) Kwarsiorkor Marasmus Kwarsiorkor Marasmus

4.

Cara Untuk Menyusun Hidangan Yang Sehat Hal-hal yang harus diperhatikan : Mengkonsumsi makanan yang beranekaragam Tidak ada satupun jenis makanan yang mengandung semua zat gizi yang lengkap yang mampu membuat seseorang untuk hidup sehat dan produktif. Makan makanan yang beraneka ragam akan menjamin terpenuhinya kecukupan sumber zat tenaga, zat pembangun dan zat pengatur. Menyusun hidangan yang lengkap Makanan yang terdiri dari sumber bahan makanan yang mengandung zat tenaga, zat pembangun dan zat pengatur. Makanan yang dikatakan 4 sehat 5 sempurna adalah hidangan pokok, lauk pauk (dari sumber protein hewani : daging, telur, ikan dan susu dan sumber lauk nabati : kacangkacangan, tahu dan tempe), sayuran (berbagai sayuran yang berwarna : kacang panjang, wortel, bayam, kangkung dll), buah (yang berwarna : papaya, jeruk, mangga, apel, jambu biji dan lain-lain) dan susu.

Satpen Asi Ekslusif, Kurang Gizi, dan Makanan Sehat Balita

Page 22

Menggunakan garam beryodium untuk memasak makanan bagi keluarga. Mencoba untuk menghindari makanan yang bebas unsur bahan aditif makanan yang ditambahkan bahan pengawet dan bahan pewarna, karena bahan makan yang alami lebih sehat dibandingkan dengan makanan yang diawetkan ataupun makanan kaleng. Dan sebaiknya apabila membeli makanan yang dikemas sebaiknya agarar memperhatikan masa

kadaluarsanya. Memperhatikan cara pengolahan makanan Sayuran : dicuci dahulu, baru dipotong-potong, dan saat memasak sayuran sebaiknya jangan terlalu lama. Sayuran sumber vitamin A sebaiknya dimasak tumis atau dengan santan. Beras

Satpen Asi Ekslusif, Kurang Gizi, dan Makanan Sehat Balita

Page 23

MATERI DEMONSTRASI MODISCO kepanjangan dari MODIFIED DIETETIC SKIM and COTTON SHEET OIL. Modisco yang banyak di gunakan di Indonesia merupakan modifikasi dari Modisco yang di gunakan di Uganda. Modifikasi dilakukan dengan pertimbangan ketersediaan bahan local, selera, daya cerna, kebutuhan kalori serta tingkat KEP sendiri. Modisco dibagi menjadi 4 macam, yaitu Modisco , I, II, dan III Resepnya sebagai berikut : MODISCO Bahan : Susu Bubuk (Susu Full Cream/ Skim) :10 gr Gula pasir : 5 gr Minyak biji Kapas/kelapa/jagung/margarin : 2,3 gr Kalori : 80 kalori Cara Membuat : Susu Skim, gula dan minyak/margarine diaduk sampai rata, lalu ditambahkan dengan air sedikit demi sedikit sambil terus diaduk hingga cairan larut. Disaring dan dimasukkan dalam gelas kemudian diminum dalam keadaan hangat MODISCO I Bahan : Susu Bubuk (Susu Full Cream/ Skim) :10 gr Gula pasir : 5 gr Minyak biji Kapas/kelapa/jagung/margarin : 4,6 gr Kalori : 100 kalori Cara membuat : sama dengan modisco MODISCO II

Satpen Asi Ekslusif, Kurang Gizi, dan Makanan Sehat Balita

Page 24

Bahan : Susu Bubuk (Susu Full Cream/ Skim) :10 gr Gula pasir : 5 gr Minyak biji Kapas/kelapa/jagung/margarin : 5,6 gr Kalori : 120 kalori Cara membuat : Susu skim, gula, dan bagian air dingin diaduk sampai rata, lalu terus diaduk hingga cairan rata dan ditambahkan minyak/margarine dan bagian air panas dan diaduk lagi sampai larut. Disaring dan dimasukkan dalam gelas, kemudian diminum dalam keadaan hangat. MODISCO III Bahan : Susu Bubuk (Susu Full Cream/ Skim) :12 gr Gula pasir : 7 gr Minyak biji Kapas/kelapa/jagung/margarin : 5,5 gr Kalori : 140 kalori Cara membuat : sama dengan Modisco II KETERANGAN : Minyak , apabila di daerah tidak terdapat minyak kelapa, maka dapat diganti yang ada di daerah tersebut (minyak jagung, biji kapas, kacang dll). Jika tidak suka minyak dapat diganti dengan margarine. Susu, apabila tidak suka susu full cream bisa diganti susu skim, susu segar atau susu lain Apabila pemberian Modisco menyebabkan diare, muntah, penyakit lain yang menyertai, maka hentikan pemberian Modisco tersebut.

Satpen Asi Ekslusif, Kurang Gizi, dan Makanan Sehat Balita

Page 25

KESIMPULAN ASI eksklusif adalah bayi hanya diberi ASI saja sampai usia enam bulan, tanpa diberi tambahan cairan lain seperti susu formula, jeruk, madu, air teh, dan air putih serta tanpa makanan tambahan seperti pisang, bubur susu, biskuit, bubur nasi dan nasi tim (Kristiyansari, 2009). Manfaat menyusui bayi (ASI) eksklusif untuk bayi yaitu bayi memperoleh Kolostrum (susu pertama pada hari pertama) yang mengandung antibodi yang melindungi bayi terhadap penyakit dan infeksi. Pemberian ASI Ekslusif juga dapat mencegah bayi dari kurang gizi. Gizi Kurang adalah gangguan kesehatan akibat kekurangan atau ketidak seimbangan zat gizi yang diperlukan untuk pertumbuhan, aktivitas berfikir dan semua hal yang berhubungan dengan kehidupan. Upaya-upaya yang dilakukan untuk mengatasi kurang gizi antara lain adalah meningkatkan pengetahuan orang tua mengenai gizi, melakukan pengobatan kepada si anak dengan memberikan makanan yang dapat menjadikan status gizi si anak menjadi lebih baik. Dengan demikian, harus dilakukan pemilihan makanan yang baik untuk si anak. Makanan yang baik adalah makanan yang kuantitas dan kualitasnya baik. Makanan sehat adalah makanan yang mengandung gizi lengkap seperti zat tenaga, zat pembangun dan zat pengatur. Dalam tubuh makanan mempunyai tiga guna atau yang sering disebut triguna makanan yaitu makan sebagai sumber zat tenaga, makanan sumber tenaga dan sumber pengatur.

Penutup

Demikianlah materi yang bisa kami sampaikan, apabila ada kata-kata yang salah mohon dimaafkan. Wassalam..

Satpen Asi Ekslusif, Kurang Gizi, dan Makanan Sehat Balita

Page 26

Rencana Jadwal Pelaksanaan

Matriks Penyuluhan No Kegiatan Tgl 16 1 Mengenal masalah,masyarakat ,dan wilayah penyuluhan 2 Menentukan prioritas masalah 3 4 5 Menentukan tujuan Menentukan sasaran Menentukan isi penyuluhan 6 Menentukan metode penyuluhan 7 Menentukan media penyuluhan 8 Membuat rencana evaluasi Tgl 21 Tgl 21 Bulan Mei Tgl 21 Tgl 21 Tgl 21 Tgl 21

Satpen Asi Ekslusif, Kurang Gizi, dan Makanan Sehat Balita

Page 27

Plan Of Action ( POA ) Kegiatan Penyuluhan


Waktu 22-06-2012) (

Kegiatan Membuka penyuluhan

Metode Ceramah

Media Pengeras Suara

Sasaran Ibu hamil dan Ibu Balita

Lokasi Aula Kantor Desa Abiantubuh

Pelaksana Semua Penyuluh

16.30-16.35

16.35-16.40

Pretest

Ceramah

Ibu hamil dan Ibu Balita

Aula Kantor Desa Abiantubuh

Semua Penyuluh

16.40-17.10

Penyampaian Materi

Ceramah

Poster

Ibu hamil dan Ibu Balita

Aula Kantor Desa Abiantubuh

Semua Penyuluh secara bergilir Semua Penyuluh

17.10-17.20

Penyampaian Demonstrasi Materi

Alat dan bahan pembuatan modisco

Ibu hamil dan Ibu Balita

Aula Kantor Desa Abiantubuh

17.20-17.30

Penyampaian Materi

Diskusi/ Tanya jawab dan Post test

Food model

Ibu hamil dan Ibu Balita

Aula Kantor Desa Abiantubuh

Semua Penyuluh secara bergilir

17.30-17.35

Penutup

Ceramah

Ibu hamil dan Ibu Balita

Aula Kantor Desa Abiantubuh

Semua Penyuluh

Satpen Asi Ekslusif, Kurang Gizi, dan Makanan Sehat Balita

Page 28

DAFTAR PUSTAKA Almatsier,S.Prinsip Dasar Ilmu Gizi.Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2001. Departemen Kesehatan RI. Pedoman Tatalaksana Kekurangan Energi Protein pada Anak di Rumah Sakit Kabupaten/Kota. Jakarta, 1998. Novelia Marizza, faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya kurang energi protein (kep) pada balita di urj rsu dr. soetomo surabaya. Di download dari http://ojs.lib.unair.ac.id/index. php/bprsuds/article/view/1439/1438

Satpen Asi Ekslusif, Kurang Gizi, dan Makanan Sehat Balita

Page 29