Anda di halaman 1dari 26

24.

DAERAH TINGKAT I NUSA TENGGARA TIMUR

24. DAERAH TINGKAT I NUSA TENGGARA TIMUR

I. GAMBARAN UMUM 1. Keadaan daerah Luas Daerah Tingkat I Nusa Tenggara Timur seluruhnya kurang lebih 47.389, 2 km2, terdiri dari 3 buah pulau besar yaitu Timor (bagian Barat), Flores, dan Sumba, serta pulau-pulau kecil lainnya. Iklim daerah ini pada umumnya kering dengan penyebaran curah hujan tidak merata. Keadaan ini sangat mempengaruhi pola penyebaran kegiatan pertanian dan penyebaran penduduk. Curah hujan tertinggi terdapat di Flores Barat, Timor bagian Tengah dan Sumba Barat, yaitu antara 1.200 sampai 3.000 mm per tahun, sedang di Flores Timur, Alor, Sumba Timur rata-rata antara 800 sampai 1.000 mm per tahun. Dari seluruh luas Nusa Tenggara Timur, kurang lebih 20,8% terdiri dari hutan lebat dan belukar, 40,9% terdiri dari semak dan alang-alang, 8,9% tegalan dan ladang, 6% perkebunan dan kebun campuran, 1,4% sawah dan sisanya adalah perkampungan dan tanah lainnya. Secara administratif Daerah Tingkat I Nusa Tenggara Timur terdiri dari 12 kabupaten, 98 kecamatan, 48 perwakilan kecamatan dan 1.724 desa. Jumlah penduduk berdasarkan sensus 1980 tercatat daerah sebanyak yang 2.737. 166 jiwa (Lihat Tabel). mendiami Penyebaran dataranpenduduk tidak merata, sekitar 84% dari penduduk mendiami daerahberbukit-bukit, sisanya dataran yang subur dan potensial. Penduduk terpadat terutama

709

terdapat di Kabupaten Sikka (124 jiwa per km2) dan Kabupaten Ende (99 jiwa per km2), sedangkan daerah yang terjarang penduduknya terdapat di Kabupaten Sumba Timur (18 jiwa per km2). Bila dibandingkan dengan jumlah penduduk berdasarkan sensus tahun 1971 yaitu sebanyak 2.295.279 jiwa, maka selama jangka waktu 1971 - 1980 daerah ini mengalami pertumbuhan penduduk rata-rata sebesar 1,97% per tahun. Kupang merupakan kabupaten dengan pertumbuhan penduduk tertinggi yaitu 4,2%. Hal ini terutama disebabkan daya tarik kota Kupang sebagai pusat utama, sedang Kabupaten Manggarai dengan pertumbuhan 3,3% oleh karena merupakan daerah pertanian yang cukup subur. Dari seluruh angkatan kerja yang berjumlah 1.018.197 pada tahun 1980, sebagian terbesar yaitu 76,6% bekerja di bidang pertanian, perindustrian 9,2%, jasa 8,5%, dan sisanya bekerja di bidang konstruksi, perdagangan, perhubungan dan lain sebagainya. Berdasarkan basil perhitungan yang dilakukan terhadap

Produk Domestik Regional Bruto tahun 1980, kurang lebih 57,1% dari seluruh pendapatan daerah berasal dari sektor pertanian, sedangkan perdagangan sektor 10,3%, pemerintahan sektor dan pertahnan 3,2%, 18,7%, sektor sektor industri pengangkutan

3,5% dan sektor-sektor lainnya 7,2%. Laju pertumbuhan perekonomian selama periode 1975 - 1981 rata-rata mencapai 9,18%. Sektor-sektor yang mengalami pertumbuhan yang cukup pesat ialah sektor bank dan lembaga keuangan lainnya sebesar 38,3%, sektor listrik, gas dan air minum 32,5%, sektor pengangkutan dan komunikasi 24,4%, sedang sektor pertanian hanya mencapai pertumbuhan sebesar 5,2%. Keadaan prasarana perhubungan darat terutama jalan yang

menghubungkan kota-kota besar di Timor pada umumnya baik, se-

710

dangkan keadaan jalan di Sumba dan Flores belum sepenuhnya beraspal, demikian pula keadaan jembatan. Panjang jalan negara seluruhnya ialah 1.117 km, jalan propinsi 1.753 km dan jalan kabupaten jalan tanah. Di bidang perhubungan udara, pelabuhan El Tari di Kupang telah dapat didarati pesawat jenis F-28, dan setiap kabupaten di Sumba mempunyai lapangan terbang perintis yang dapat didarati secara reguler oleh Merpati Nusantara. Demikian pula lapangan-lapangan terbang perintis di setiap kabupaten di Flores, Alor dan Timor. Jumlah penumpang yang datang dan transit terbanyak terdapat di Kupang dan Ende. Pelabuhan laut Tenau di Kupang merupakan pelabuhan utama Nusa Tenggara Timur dan berfungsi sebagai pelabuhan samudera. Beberapa pelabuhan lainnya seperti Maumere di Flores, Waingapu di Sumba, demikian pula pelabuhan Atapupu, Reo dan Ende telah berfungsi sebagai pelabuhan-pelabuhan penunjang dan perintis. sekitar 5.000 km yang sebagian besar berupa

Di bidang pertanian, produksi utama bahan pangan ialah padi, jagung, ketela pohon, ketela rambat, kacang-kacangan dan sorghum. Dalam tahun 1981 luas areal panenan jagung meliputi 200.654 ton, sedang produksi ha, dengan ketela pohon sebanyak 397.196 sebanyak Mbay dan ton. Sedangkan luas areal panen padi balk sawah maupun ladang seluruhnya pembangunan 140.682 produksi seluruhnya irigasi 241.817 ton. Produksi padi meningkat oleh karena berhasilnya jaringan irigasi antara lain Lembor, serta makin luas dilaksanakannya panca usaha tani.

Demikian pula keadaan sosial budaya, termasuk pendidikan

711

dan kesehatan telah menunjukkan peningkatan-peningkatan yang cukup berarti selama Repelita III. 2. Masalah-masalah yang dihadapi Kemajuan-kemajuan yang telah dicapai selama Repelita III di berbagai sektor pembangunan di Nusa Tenggara Timur telah membawa masyarakat kearah kesejahteraan yang lebih meningkat lagi bilamana dibandingkan dengan keadaan sebelumnya, namun demikian dalam Repelita IV masih akan dihadapi berbagai masalah yang memerlukan perhatian dan penanganan yang lebih sungguh-sungguh. Keadaan daerah yang berbukit karang, iklim yang tidak menentu, musim hujan yang pendek dengan curah hujan yang tidak teratur, merupakan keterbatasan-keterbatasan utama yang menghambat usaha-usaha perluasan daerah pertanian, terutama pertanian tanaman pangan. Petani umumnya memiliki areal tanah yang terbatas, tingkat teknologi pertanian masih tradisional. Hal ini mengangkibatkan produktivitas yang rendah, dan produksi hanya cukup untuk konsumsi. Di samping itu masih terdapat penduduk yang hidupnya dari berladang secara berpindahpindah dengan cara pembakaran hutan yang mengakibatkan terganggunya keseimbangan ekologis. Demikian pula pola peternakan yang tradisional dengan sistem penggembalaan liar dapat mengganggu kelestarian hutan, serta menyebabkan sulitnya pemeliharaan dan rendahnya mutu ternak. Di samping itu belum tersedia rencana tata guna tanah yang sesuai dengan kemampuan dan daya dukung lahan untuk keperluan berbagai usaha pembangunan terutama peningkatan produksi pertanian serta kelestarian sumber daya alam dan lingkungan hidup. Di bidang perindustrian baik industri sedang maupun in712

dustri ringan pada umumnya belum berkembang sebagaimana yang diharapkan. Hal ini antara lain karena kurangnya modal, peralatan tenaga dan tenaga pimpinan tersedia yang terdidik. dapat Sedangkan dimanfaatkan sumber sepelistrik yang belum

nuhnya untuk keperluan industri. Di bidang perhubungan darat terutama keadaan jalan-jalan dan jembatan yang menghubungkan kota-kota utama di Flores yaitu jalan lintas Flores, baik jalan arteri maupun kolektor, demikian pula jalan dan jembatan di Sumba, keadaannya masih kurang baik sehingga satu mengganggu kota harus ke lancarnya pada arus produksi di dan jasa-jasa perhatian dari kota lainnya. Sedang Timor jalan

terutama

ditujukan

pemeliharaan

arteri dan pembangunan pada jalan kolektor dan lokal. Beberapa faktor penghambat antara lain yaitu faktor alam (erosi), kurangnya disiplin dalam penggunaan jalan dan terbatasnya alat-alat berat untuk pembangunan dan pemeliharaan jalan. Di bidang perhubungan laut, masalah yang dihadapi antara lain adalah masih terbatasnya fasilitas-fasilitas pelabuhan, terutama fasilitas keselamatan pelayaran, telekomunikasi, pergudangan, serta pola pelayaran yang belum sepenuhnya mendukung pola perdagangan dan distribusi. Pelabuhan laut Reo, Maumere, Waingapu dan Atapupu yang arus bongkar muatnya telah meningkat, perlu ditingkatkan statusnya menjadi pelabuhan RLS/ILS. Sedang di bidang perhubungan udara masih dirasa perlu untuk meningkatkan fasilitas pelabuhan udara dan keselamatan penerbangan. Pendidikan dan kesehatan masih merupakan hal yang perlu memperoleh perhatian. Usaha-usaha yang telah dilaksanakan selama Repelita III masih perlu dilanjutkan dan ditingkatkan 713

dalam Repelita IV. Adanya ketidak seimbangan diantara pendidikan umum dan kejuruan, sangat berpengaruh terhadap mutu dan jumlah angkatan kerja yang sebahagian besar lainnya ke sektor pertanian. Dalam pada itu, jumlah dan mutu tenaga guru terutama guru IPA dan matematik masih sangat kurang. Demikian pula keadaan kesehatan dan masyarakat saluran masih perlu ditingkatkan. masalah Penyakit malaria pernafasan merupakan

utama di samping penyakit-penyakit lainnya. Masalah lainnya yang perlu mendapat perhatian ialah mengenai pelestarian sumber alam terutama air dan lingkungan hidup untuk mencegah makin meluasnya lahan-lahan kritis, penyediaan air bersih terutama dikota-kota besar dan pedesaan. II. ARAH DAN KEBIJAKSANAAN PEMBANGUNAN DAERAH 1. Arah pembangunan daerah dalam rangka pembangunan nasional. Dengan memperhatikan keadaan dan potensi daerah serta masalah-masalah yang dihadapi, dalam Repelita IV kegiatan pembangunan di Nusa Tenggara Timur akan diarahkan kepada usaha melanjutkan itu akan dan meningkatkan pembangunan di bidang serta produksi pertanian, terutama tanaman pangan dan ekspor. Sejalan dengan dilanjutkan pembangunan irigasi diusahakan pola pertanian lahan kering. Demikian pula konservasi sumber air tanah. Pembangunan di bidang perhubungan baik darat, laut dan

udara akan dilanjutkan. Jaringan jalan di Flores dan Sumba yang menghubungkan ibukota kabupaten akan ditingkatkan. Demikian pula jaringan jalan di Timor yang berfungsi sebagai jalan kolektor akan ditingkatkan. Fasilitas pelabuhan, kesela-

714

matan pelayaran dan jaringan hubungan antar pulau akan dikembangkan. Demikian pula fasilitas pelabuhan udara dan jaringan penerbangan perintis. Sejalan dengan meningkatnya pembangunan di bidang pertanian dan perhubungan maka akan didorong dan dikembangkan kegiatan kearah aneka industri dasar, dan industri usaha kecil. terhadap Untuk persiapan dan industri maka penelitian

eksplorasi bahan tambang yang ada akan dilanjutkan. Di bidang sosial budaya, usaha-usaha yang selama ini telah dilakukan terus dilanjutkan dan ditingkatkan, terutama yang menyangkut pengembangan pendidikan, kesehatan dan lain sebagainya. Selama Repelita IV daerah Nusa Tenggara Timur diperkirakan akan berkembang dengan laju pertumbuhan sebesar rata-rata 7% setahun. 2. Kebijaksanaan pembangunan daerah. Dalam Repelita IV kebijaksanaan pembangunan akan diarahkan kepada sektor-sektor yang memegang peranan penting di dalam meningkatkan perkembangan daerah. Di samping itu berbagai program pembangunan diarahkan untuk dapat menciptakan lapangan kerja yang semakin luas serta perbaikan syarat-syarat kerja, perlindungan ngunan : Wilayah pembangunan Timor dengan pusatnya Kupang. Kegiatan utamanya sebagai pusat pemerintahan, pendidikan, perindustrian dan perdagangan. Wilayah pembangunan Flores dengan pusatnya Ende. Kegiatan 715 tenaga kerja dan perbaikan sistem pengupahan. Kegiatan pembangunan akan diarahkan menurut 3 wilayah pemba-

utamanya ialah pertanian, perkebunan dan perikanan. Wilayah pembangunan Sumba dengan pusatnya Waingapu. Kegiatan utamanya ialah peternakan, pertanian dan perkebunan. Dalam usaha meningkatkan produksi pertanian, khususnya

dalam rangka memenuhi kebutuhan bahan pangan, akan ditempuh usaha intensifikasi pada daerah-daerah dengan sistem irigasi teknis serta perluasan areal pertanian baru. Demikian pula pola pertanian tanaman kering akan dikembangkan dalam Repelita IV. Usaha-usaha peningkatan produksi pertanian akan ditunjang dengan perbaikan, penyempurnaan dan perluasan jaringan irigasi. Dalam usaha peternakan akan terus ditingkatkan melalui bimbingan dan penyuluhan serta penyediaan bibit unggul dan pengembangan hijauan makanan ternak. Di bidang perkebunan, baru. akan Untuk diusahakan menjamin peremajaan serta sumber penyebaran tanaman kelestarian

alam dan lingkungan, usaha reboisasi dan penghijauan akan dilanjutkan dan ditingkatkan. Demikian pula ditingkatkan pengamanan terhadap pembakaran hutan dan pengrusakan hutan-hutan lindung di daerah aliran sungai. Di bidang perhubungan darat, akan ditingkatkan perbaikan dan peningkatan jalan dan jembatan, terutama yang menghubungkan daerah produksi dengan daerah pemasaran, balk jalan yang berfungsi arteri maupun kolektor di Flores dan Sumba. Jalan arteri juga akan dikembangkan di kawasan industri di Tenau, Kupang. Fasilitas pelabuhan laut dan udara, keselamatan pelayaran, dan penerbangan, akan ditingkatkan. Usaha peningkatan dan pengembangan industri terutama untuk aneka industri dan industri ringan akan dikembangkan di sekitar Kupang, sedang

716

di

Maumere

dikembangkan

industri

yang

mengolah

bahan

per-

tanian. Pembinaan melalui golongan ekonomi lemah terutama dilaksanakan

koperasi/KUD

dengan

meningkatkan

fasilitas-fasilitas

yang diperlukan serta bimbingan dan penyuluhan. Di bidang sosial budaya, perhatian terutama akan diarahkan kepada usaha meningkatkan kesehatan dan gizi masyarakat, termasuk berbagai pengembangan pendidikan antara usaha penyediaan lain air bersih. sarana Demikian pendidikan pula dan pengembangan dilanjutkan dan ditingkatkan melalui

penyediaan

penambahan guru. Usaha lainnya yang akan memperoleh perhatian ialah pembangunan pedesaan secara terpadu melalui sistem UDKP. III. KEGIATAN-KEGIATAN PEMBANGUNAN SELAMA REPELITA IV Pembangunan di bidang pertanian, terutama peningkatan produksi tanaman pangan yang meliputi padi, palawija, dan hortikultura, akan dilanjutkan melalui usaha intensifikasi, rehabilitasi, ekstensifikasi dan diversifikasi. Intensifikasi akan dilanjutkan melalui usaha kegiatan penyuluhan, perbenihan dan perlindungan tanaman akan terhadap dilakukan hama dan penyakit. pencetakan usaha tinggi. Pelaksanaan sawah baru pekasawah ekstensifikasi versifikasi rangan melalui melalui gizi

dan pemanfaatan tanah-tanah kering dan padang alang-alang. Diakan dilanjutkan pemanfaatan Pencetakan untuk tanaman bernilai

sebagai salah satu alternatif perluasan areal pertanian akan dilaksanakan pada lahan irigasi sederhana, di Kabupaten Sumba Timur, Timor Tengah Selatan, Alor, Flores Timur, Sikka, Ngada dan Manggarai dan irigasi sedang kecil, di Kabupaten Sumba Ti717

mur dan Sikka. Pembangunan intensifikasi akan didorong peternakan melalui dilaksanakan kerbau melalui dan babi. usaha pokok ini

peternakan

sapi,

Usaha

pengamanan

ternak,

pembinaan

makanan

ternak, penyediaan bibit unggul (IB) dan penyuluhan. Di samping itu akan diusahakan pengembangan aneka ternak dan unggas di beberapa kabupaten. Dalam hubungan ini akan dikembangkan pula pusat pembibitan ternak sapi, babi dan pengembangan hijauan makanan ternak di Lili. Di bidang perikanan akan dilanjutkan pengembangan usaha perikanan laut, perikanan tambak maupun perikanan air tawar. Penyuluhan, latihan keterampilan dan pembinaan akan ditingkatkan di samping pengadaan prasarana perikanan dan pengembangan teknik produksi. Demikian pula akan dikembangkan pembangunan Balai Benih Ikan di Kabupaten Kupang, penyempurnaan pelabuhan perikanan di Kupang dan pangkalan pendaratan ikan di Maumere dan Ende dan pengadaan kolam-kolam percontohan. Di bidang kehutanan terutama akan dilanjutkan kegiatankegiatan pengawasan pengusahaan hutan, inventarisasi dan pengukuhan hutan, rehabilitasi kawasan hutan dan intensifikasi pengelolaan hutan. Dalam rangka peningkatan produksi perkebunan, akan dilaksanakan melalui usaha-usaha pokok peremajaan/perluasan tanaman kelapa, coklat, cengkeh, kapok, kapas, jambu mete yang akan mencakup areal 24.700 ha, serta intensifikasi dan rehabilitasi tanaman kelapa, kapas, jambu mete seluas 30.300 ha. Selain usaha peningkatan produksi, juga akan diikuti dengan usaha peningkatan mutu serta perbaikan tata niaga dengan pengikutsertaan PNP/PTP, perkebunan besar dan lembaga swasta 718

lainnya dengan

meningkatkan peranserta

koperasi. Pelaksana-

annya akan dilakukan secara parsial dengan pola UPP, dan pola PIR. Di samping itu akan diusahakan pengembangan tanaman yang potensial non tradisional seperti linum, abaca, stevia, kenaf, melinjo, jarak, tanaman obat-obatan dan lain-lain. Untuk menunjang peningkatan produksi pertanian terutama

tanaman pangan akan dilanjutkan pembangunan dan rehabilitasi irigasi antara lain irigasi Lembor, irigasi Sumba dan irigasi kecil dan sedang yang tersebar dan juga pengembangan air tanah di daerah pertanian yang rawan air. Juga akan dilanjutkan perbaikan dan pengamanan sungai dalam rangka mencegah bencana banjir. Di bidang perindustrian akan dilanjutkan pembangunan dan pengembangan industri untuk pemenuhan kebutuhan pokok rakyat, industri yang memanfaatkan sumber alam dan energi serta industri kecil dan kerajinan rakyat. Pembinaan dan pembangunan industri secara keseluruhan akan dilaksanakan dengan memperhatikan prioritas dan ciri-ciri tiap kelompok industri yang secara keseluruhan dapat diwujudkan dalam suatu pola industri yang terpadu dan serasi. Pengembangan industri kimia dasar yang akan memperoleh perhatian antara lain adalah proyek garam industri di Teluk Kupang dan Ubay/Kabupaten Ngada dan industri-industri kertas dan industri semen mini yang kini mulai berproduksi. Pembangunan aneka industri terutama akan diarahkan kepada industri pengolah basil sektor pertanian, meliputi industri pengalengan daging, industri pemintalan dan industri makanan ternak. Demikian pula bimbingan dan penyuluhan akan dilanjutkan dan diarahkan kepada kemampuan berproduksi, pemasaran dan manajemen.

719

Di bidang

pertambangan

secara

bertahap

akan dilanjutkan

usaha pemanfaatan dan pengolahan hasil-hasil tambang sebagai bahan baku untuk industri. Di samping itu akan dilanjutkan bimbingan dan pembinaan pengusahaan bahan-bahan galian industri/golongan C yang produksinya dapat dipasarkan di dalam negeri. Demikian pula penyelidikan umum dan eksplorasi mineral yang telah dilaksanakan akan dilanjutkan. Pembangunan dan perluasan di bidang eksplorasi energi dan akan dilakukan sumber peningkatan utama

produksi

energi

masa kini yaitu minyak bumi, panas bumi dan tenaga air serta melanjutkan usaha konservasi energi secara luas di segala bidang. pusat Di bidang kelistrikan diesel direncanakan (PLTD) yang peningkatan tersebar sarana listrik tenaga lokasinya

antara lain di Ende, Kupang, dan Soe. Demikian pula akan dibangun jaringan distribusi yang dapat menunjang terlaksananya program listrik masuk desa. Pembangunan di bidang jalan arteri dan kolektor akan dilanjutkan dan pelaksanaannya akan diprioritaskan pada peningkatan jalan, penunjangan jalan dan rehabilitasi dan pemeliharaan jalan dan jembatan. Peningkatan jalan akan dilaksanakan sekitar 1.440 km, antara lain antara Ruteng - Bajawa, Waepare Larantuka, Labuhan Bajo - Malwatar, Malwatar - Ruteng, dan Waikabubak Waingapu. Penunjangan jalan akan dilaksanakan sekitar 7.515 km, demikian pula rehabilitasi dan pemeliharaan jalan akan dilanjutkan. Di bidang perhubungan darat terutama akan dilanjutkan pengembangan fasilitas dan pengawasan lalu-lintas jalan dengan menambah jumlah lampu lalu-lintas dan rambu-rambu jalan sebanyak 800 buah. Dalam rangka meningkatkan pelayanan angkutan

720

sungai dan penyeberangan akan dilanjutkan pembangunan dermaga penyeberangan di Rote, Kupang, Larantuka, Sape dan Labuhan Bajo, pengadaan rambu laut sebanyak 12 buah. Agar dapat menampung arus orang dan barang lewat laut, akan dilaksanakan peningkatan fasilitas pelabuhan yang mencakup pembangunan dermaga pelabuhan, gudang pelabuhan dan lapangan Maumere, penumpukan Kalabahi, untuk pelabuhan Bajo Kupang, Waingapu, Demikian Ende, pula Labuhan dan Ainere.

fasilitas keselamatan pelayaran akan terus ditingkatkan. Di bidang perhubungan udara, fasilitas pelabuhan udara

Kupang akan ditingkatkan agar mampu menampung pesawat jenis DC-9, sedang pelabuhan udara Ende, Maumere dan Waingapu akan ditingkatkan agar mampu didarati pesawat jenis F-27. Demikian pula fasilitas keselamatan penerbangan akan ditingkatkan penanganannya. Untuk menampung permintaan masyarakat terhadap fasilitas telekomunikasi akan diperluas berupa penambahan jaringan sambungan telepon sebanyak 7.000 buah sambungan. Di bidang pos dan giro akan dibangun 20 buah gedung kantor pos pembantu dan kantor pos tambahan dan pendirian 65 buah bis surat. Dalam organisasi mer, bidang tata perkoperasian, laksana, koperasi dan unit upaya peningkatan kemampuan Upaya

usaha desa

akan (KUD)

dilanjutkan. yang

peningkatan itu tetap akan diprioritaskan pada koperasi prikhususnya melaksanakan usaha dalam bidang pertanian pangan, peternakan rakyat, perikanan rakyat, perkebunan rakyat, kerajinan rakyat, industri kecil, perkreditan/simpan pinjam, kelistrikan desa, jasa angkutan pedesaan, dan berbagai jenis komoditi ekspor yang diproduksi masyarakat pedesaan Nusa Tenggara Timur. Selain dari 721

pada itu mutu dan intensitas pelayanan koperasi kepada anggotanya juga akan ditingkatkan. Untuk itu akan diusahakan adanya penyempurnaan dalam metoda, materi dan penyelenggaraan pendidikan, penataran dan latihan keterampilan pengurus, badan pemeriksa, manajer, dan karyawan koperasi serta penyempurnaan cara pemberian bantuan tenaga manajemen yang terdidik/terlatih kepada KUD yang dianggap masih memerlukan bantuan yang dimaksud. Untuk menciptakan iklim masyarakat yang mendukung pengembangan kehidupan koperasi yang sehat, penerangan dan penyuluhan perkoperasian akan dilanjutkan dan ditingkatkan. Dalam rangka peningkatan kegiatan perdagangan akan dilaksanakan melalui penyempurnaan sistem dan administrasi peraturannya, termasuk penyederpenyempurnaan perundang-undangan

hanaan sistem perizinan serta usaha-usaha penyempurnaan lembaga perdagangan dan pemasaran untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas penyaluran sarana produksi serta pemasaran

hasil-hasil produksi. Demikian pula akan dilanjutkan usahausaha perluasan pasaran barang-barang produksi dalam negeri melalui pameran dagang dan penyebar luasan informasi pasar, perlindungan konsumen serta peningkatan dan pengembangan peranan pedagang golongan ekonomi lemah melalui penataran dan konsultasi. Usaha-usaha untuk meningkatkan ekspor non migas melalui penggarapan komoditi potensial, peningkatan koordinasi yang lebih terpadu antar instansi dan penyuluhan eksportir terus dilanjutkan dalam rangka pengembangan perdagangan luar negeri. Di bidang tenaga kerja dilanjutkan kegiatan latihan, dan ketrampilan serta kewiraswastaan di lembaga-lembaga latihan yang ada baik milik pemerintah, maupun lembaga latihan swasta

722

dan perusahaan. Kegiatan latihan disesuaikan dengan kebutuhan pasar kerja dan kesempatan kerja daerah setempat. Selain itu lebih ditingkatkan perencanaan tenaga kerja yang menyeluruh, terkoordinasi dan terpadu mencakup semua sektor pembangunan pemerintah dan swasta baik di Daerah Tingkat I, maupun di Daerah Tingkat II. Penyebaran dan pemanfaatan tenaga kerja muda terdidik ke daerah pedesaan sebagai tenaga kerja sukarela pelopor pembaharuan dan pembangunan terus dilanjutkan dan disempurnakan. Proyek Padat Karya Gaya Baru (PKGB) yang ditujukan untuk mengatasi masalah kekurangan lapangan kerja dilaksanakan di kecamatan-kecamatan padat penduduk dan miskin baik di daerah perkotaan maupun pedesaan dengan mengutamakan wilayah-wilayah yang sexing dilanda bencana alam dan kegiatan ekonomi yang menurun. Sejauh mungkin pelaksanaan kegiatan PKGB dipadukan dengan pembangunan wilayah kecamatan UDKP. Dalam rangka peningkatan daya tampung di bidang pendidikan untuk tingkat sekolah dasar akan dibangun tambahan sekitar 5.380 ruang kelas baru, perbaikan sekitar 2.300 gedung sekolah. Pada tingkat SMTP, untuk SMP akan dibangun sekitar 55 unit sekolah baru, penambahan sekitar 479 ruang kelas baru, rehabilitasi 26 sekolah, serta pengembangan sejumlah SMTP kejuruan dan teknologi. Pada tingkat SMTA akan dibangun sekitar 15 unit SMA baru, 2 STM dan 1 STM Pertanian, 1 SMEA, penambahan 170 ruang kelas baru untuk SMA dan pengembangan 4 SPG, serta rehabilitasi 6 gedung SMA, sekolah kejuruan dan teknologi negeri, 1 SGO serta 1 sekolah kejuruan dan teknologi swasta. Untuk pelaksanaan dan pemantapan wajib belajar akan dibangun kantor pengelolaan pembinaan pendidikan dasar pada 25 kecamatan. Untuk meningkatkan mutu pada TK, SLB, SD, SMTP 723

dan SMTA akan diadakan penataran guru, kepala sekolah, dan pembina. Khusus pada tingkat SMTP dan SMA akan dibangun 23 ruang laboratorium ilmu-ilmu alam untuk SMP, dan 6 ruang untuk SMA, 86 ruang ketrampilan untuk SMP, dan 6 ruang untuk SMA. Dalam hal ini, penelusuran bakat dan kemampuan siswa akan terus ditingkatkan. Dalam rangka peningkatan pendidikan tinggi, Universitas

Nusa Cendana akan ditingkatkan terutama bidang pertanian, selain itu akan dikembangkan pula pendidikan politeknik bidang teknologi dan pertanian. Di samping itu akan ditingkatkan pula pembinaan terhadap perguruan tinggi swasta. Di bidang kebudayaan akan terus ditingkatkan antara lain dalam bidang kepurbakalaan, kesejarahan dan permuseuman melalui pemugaran 1 obyek kepurbakalaan yaitu komplek Megalit, serta pemugaran dan pemeliharaan berbagai situs kepurbakalaan; dan pembinaan pengembangan bahasa daerah. Dalam rangka upaya meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat melalui Puskesmas akan dilakukan pembangunan 4 Puskesmas dan 240 Puskesmas Pembantu terutama di daerah pemukiman baru dan daerah terpencil serta mengadakan 4 Puskesmas rawat tinggal. Dalam upaya peningkatan pelayanan kesehatan rujukan, akan diusahakan peningkatan RS Prof. Dr. Johanes dari kelas C menjadi kelas C+, 2 buah RS kelas D menjadi RS kelas C, peningkatan RS yang ada, pembangunan baru sebuah RS Jiwa untuk peningkatan pelayanan kesehatan jiwa dan peningkatan pelayanan laboratorium kesehatan. Untuk menjamin dapat tercapai sistem pengadaan dan distribusi obat akan dibangun 8 buah sarana penyimpanan obat, alat dan perbekalan kesehatan. Pe724 permuseuman; serta pengembangan

ningkatan upaya kesehatan lainnya adalah pencegahan dan pemberantasan peningkatan hatan penyakit perbaikan menular, gizi pengadaan dan pengawasan obat, kealat kesehatan dan bahan berbahaya. Selain itu juga dilakukan melalui usaha perbaikan dan gizi luarga (UPGK). Di samping itu akan ditingkatkan usaha keselingkungan untuk seluruh penduduk dilakukan usaha penambahan sarana air bersih sehingga masyarakat dapat memperoleh kemudahan mendapatkan air bersih. Dalam rangka meningkatkan pembangunan sarana air bersih, terutama untuk penduduk di daerah air pedesaan, dengan mata air maka akan 20 1.500 jenis dibangun buah buah 25 buah penampungan 37 buah air hujan, kekumata perpipaan, air, sumur artesis,

perlindungan lah sarana

penampungan Untuk

9.287 buah sumur pompa tangan dangkal dan dalam serta sejumbersih kesehatan jumlah lainnya. memenuhi akan rangan usaha tenaga khususnya lulusan, paramedik dengan dilakukan gandakan

peningkatan

melipat

jumlah penerimaan siswa melalui kelas paralel dan pendidikan cepat pekarya kesehatan. Selain itu akan ditingkatkan sarana pendidikan yang ada dan akan dibangun berbagai sekolah kesehatan sesuai keperluannya. Di bidang kesejahteraan sosial akan dilakukan kegiatan

antara lain : memberikan bimbingan, latihan dan fasilitas untuk menunjang usaha pemugaran rumah desa dan lingkungan diantaranya Kabupaten Sumba Barat dan Kabupaten Sumba Timur; penyantunan dan pengentasan kepada lanjut usia, anak terlantar, para penderita cacat, fakir miskin, korban bencana alam; meningkatkan sial pembinaan organisasi karang dan yayasan-yayasan akan program yang bergerak di bidang sosial untuk meningkatkan partisipasi somasyarakat; pembinaan akan taruna dengan ditingkatkan pembinaan 725 dimana kegiatannya dipadukan

generasi muda lainnya dan pembentukan karang taruna baru di berbagai desa yang belum ada. Kecuali itu untuk menjangkau sasaran pelayanan dan pembangunan bidang kesejahteraan sosial di daerah pedesaan akan ditumbuhkan dan dibina tenaga-tenaga pekerja sosial masyarakat. Peranan dan fungsi wanita akan ditingkatkan dan digairahkan terutama untuk menangani masalah kesejahteraan sosial. Di bidang perumahan rakyat akan dilakukan pembangunan rumah sederhana dan rumah inti di kota-kota Kupang dan Ende, sedangkan perbaikan lingkungan perumahan kota akan dilakukan antara lain di kota Kupang, Soe, Atambua, Waingapu. Perintisan pemugaran perumahan desa akan ditangani pada kurang lebih 250 desa. Kegiatan program air bersih akan ditekankan pada penyelesaian kegiatan-kegiatan yang telah dimulai dalam Repelita III serta perluasan/peningkatan pelayanan air bersih antara lain di kota-kota Kupang, Soe, Ende serta penanganan beberapa IKK. Pembangunan drainase kota dan penanganan masalah sampah antara lain akan dilakukan di kota Kupang. Untuk mengurangi laju pertumbuhan penduduk dan meningkatkan kesejahteraan keluarga, kegiatan program keluarga berencana dilanjutkan. Diharapkan dapat dicapai sejumlah kurang lebih 257.000 peserta baru dan sekitar 166.000 peserta lestari. Di samping itu dilanjutkan pembinaan untuk menjaga kelangsungan peserta program keluarga berencana yang sudah ada. Dalam rangka pembangunan di bidang agama akan dilanjutkan berbagai kegiatan yang pada dasarnya merupakan kegiatan penunjang bagi usaha-usaha pembinaan kehidupan beragama, antara lain akan disediakan kitab suci berbagai agama, memberikan 726

bantuan dan

kepada

masyarakat

untuk

pembangunan/rehabilitasi pembangunan/perluasan

450 se-

tempat ibadah berbagai agama dan pembangunan 55 balai nikah penasehatan perkawinan, serta jumlah balai sidang pengadilan agama dan kantor-kantor urusan agama tingkat kecamatan, kabupaten/kotamadya dan wilayah. Sebagai usaha peningkatan mutu perguruan agama, akan ditingkatkan dan disempurnakan prasarana dan sarana pendidikan pada ri. suk madrasah ibtidaiyah negeri, madrasah tsanawiyah negeri (termapebuku dan madrasah aliyah negeri serta pendidikan guru agama negeKegiatan-kegiatan madrasah antara lain tersebut alat meliputi buku rehabilitasi ruang pelajaran ibtidaiyah swasta)/penambahan peraga, kelas, dan

nyediaan

perpustakaan serta penataran guru berbagai bidang studi. Sementara itu penerangan dan bimbingan hidup beragama akan terus ditingkatkan. Pembangunan di bidang hukum akan dilanjutkan, antara lain perluasan/rehabilitasi sejumlah pengadilan negeri, pembangunan sebuah gedung lembaga Pemasyarakatan, pembangunan sejumlah tempat sidang di kota-kota kecil, pembangunan 4 rumah tahanan negara, sebuah balai bimbingan kemasyarakatan dan pengentasan anak serta sebuah kantor imigrasi. Sementara itu akan dibangun pula 1 Kantor Cabang Kejaksaan Negeri, serta rehabilitasi/perluasan dalam rangka sejumlah Kantor Kejaksaan Negeri. termasuk Selanjutnya kasus-kasus masyarakepengembangan rangka rangka yurisprodensi

hukum adat akan dilanjutkan kerjasama dengan Universitas Nusa Cendana. lanjutnya Dalam dalam meningkatkan memberikan kesadaran kesempatan hukum kat, kegiatan penyuluhan hukum akan lebih ditingkatkan. Sememperoleh adilan dan perlindungan hukum, penyelenggaraan pemberian ban-

727

tuan dan konsultasi hukum akan lebih dimantapkan. Demikian pula pelaksanaan operasi yustisi dalam rangka penegakan hukum akan terus ditingkatkan. Di bidang sehan dengan penerangan akan dilanjutkan tugas-tugas memanfaatkan Puspenmas sebagai pusat pene-

rangan operasional antara lain melalui berbagai jenis sarapelayanan informasi, pameran, kegiatan sosio drama dan pertunjukan tradisionil yang komunikatif. Untuk meningkatkan penyebaran arus informasi ke pedesaan, kegiatan koran masuk desa akan dilanjutkan dengan mengikut sertakan secara aktif peranan pers daerah setempat. Dalam pada itu akan dilaksanakan rehabilitasi/pembangunan pemancar TV. Di lam bidang pengelolaan sumber alam dan akan lingkungan hidup keserta guna mempertahankan keseimbangan ekologi, terutama darangka pada rehabilitasi daerah-daerah tanah kritis, dilanjutkan pula giatan penghijauan dan reboisasi. Pelaksanaannya akan diutamakan kritis. Demikian pencegahan pencemaran lingkungan, baik di desa maupun di perkotaan, pembinan suaka alam dan hutan-hutan lindung, akan dilanjutkan. Dalam rangka mengkoordinasikan dan menyerasikan pelaksanaan kegiatan pembangunan yang dilakukan secara sektoral dalam berbagai program, baik yang dilakukan oleh pemerintah maupun yang dilakukan masyarakat, penyusunan rencana tata ruang kota dan wilayah akan dilanjutkan. Kualitas rencana kota dan rencana wilayah akan ditingkatkan dan disempurnakan hingga dapat dipergunakan secara efektif baik sebagai landasan pelaksanaan pembangunan kepada kota dan pusat wilayah maupun pembinaan tertib tata yang ruang kota dan tata ruang wilayah. Prioritas akan diberikan kota-kota pembangunan dan wilayah-wilayah berkembang dengan cepat. 728

Untuk mengusahakan keserasian dan pemerataan pembangunan di seluruh daerah, maka pembangunan sektoral ditunjang dengan program-program bantuan kepada daerah. Program-program dimaksud adalah Bantuan Pembangunan Desa, Bantuan Pembangunan Daerah Tingkat II, Bantuan Pembangunan Daerah Tingkat I, Bantuan Pembangunan Sekolah Dasar, Bantuan Pembangunan Sarana Kesehatan, Bantuan Pembangunan Reboisasi dan Penghijauan, Bantuan Penunjangan Jalan Kabupaten dan Bantuan Kredit Pembangunan/ Pemugaran Pasar.

729

TABEL LUAS WILAYAH, SATUAN PEMERINTAHAN DAN KEPADATAN PENDUDUK DAERAH TINGKAT I NUSA TENGGARA TIMUR, TAHUN 1980

No.

Kabupaten/ Kotamadya

Luas Wilayah (km2) 4.051,9 7.000,5 7.338,6 3.

Jumlah *) Jumlah Kecamatan Desa 13 8 17 14 125 99 275 166

Jumlah Penduduk 232.101 123.078 403.167 89.655 2

Kepadatan Penduduk Per km2 (1980) 57 18 55 73

1. Kab. Sumba Barat 2. Kab. Sumba Timur 3. Kab. Kupang

4. Kab. Timor Tengah Selatan 947,0 5. Kab. Timor Tengah Utara 669,7 6. Kab. Belu 7. Kab. Alor 8. Kab. Flores Timur 9. Kab. Sikka 10. Kab. Ende 11. Kab. Ngada 12. Kab. Manggarai 2.445,6 2.864,6 3.079,2 1.771,3 2.046,5 3.037,9 7.136,4

2.

134. 8 11 8 20 10 11 10 16 146 113 73 56 233 90 103 136 255 1.724 092 181.073 124.948 257.687 219.656 201.609 172.575 397.525 2.737.166 50 74 44 84 124 99 57 56 58

DAERAH TINGKAT I: 47.389,2 730 *) Termasuk 48 perwakilan Kecamatan

PROPINSI NUSATENGGARA TIMUR

Laramoka

I
Rep. Solor

T I M O R