Anda di halaman 1dari 3

Case Study I PT XYZ adalah sebuah perusahaan perseroan yang bergerak dalam manufakturing alat-alat pertanian.

Perusahaan ini didirikan pada awal tahun 2005 dengan total investasi sebesar $1.500.000. Sebesar 80% dari investasi tersebut bersumber dari pinjaman bank yang digunakan untuk: Pengadaan lahan pertapakan sebesar $ 150.000, Bangunan sebesar $ 250.000, Alat perlengkapan kantor di pabrik (meubelier / kelengkapan administrasi) sebesar $ 80.000, Unit pembangkit tenaga listrik sebesar $ 300.000 Sisanya untuk mesin-mesin pengolahan. Biaya untuk pembuatan studi kelayakan, design & engineering dan pengurusan ijinijin operasi, trial-run yang besarnya $ 100.000, serta modal kerja sebesar $200.000 bersumber dari setoran para pemegang saham. Dua jenis produk yang dihasilkan ialah alat semprot hama (A) dan alat panen (B) dapat diproduksi masing-masing sebanyak 50.000 unit dan 100.000 per tahun apabila fasilitas manufaktur beroperasi pada kapasitas penuh. Kedua produk tersebut direncanakan dipasarkan secara regional dengan bekerjasama dengan sebuah perusahaan jasa distributor. Perusahaan jasa distributor berhak mendapat komisi sebesar 15 % dari gross sales dengan ketentuan biaya-biaya promosi ditanggung bersama dengan komposisi 60 % tanggungan perseroan dan 40 % tanggungan perusahaan jasa distribusi. Masa konstruksi termasuk trial-run dan rekruitmen / pelatihan karyawan / pegaawai administrasi diperkirakan rampung pada akhir tahun. Dengan demikian, operasi komersial dapat dimulai pada awal tahun 2006. Berdasarkan perkiraan permintaan pasar dan kemampuan produksi, dalam tahun pertama kapasitas produksi yang dapat dimanfaatkan hanya sebesar 60 % dan pada tahun kedua sebesar 75 %. Pada tahuntahun berikutnya sudah dapat dimanfaatkan pada kapasitas 90 %. Biaya-biaya operasi yang meliputi gaji/ upah kepala pabrik, supervisor, administrasi dan lain-lain di pabrik (factory overhead costs) diperkirakan sebesar $ 120.000 per tahun sedangkan manufacturing cost yang meliputi material, labor, dan utilities sebesar $ 25 per unit untuk A dengan komposisi 60 %, 25 %, 15 % dan $ 10 per unit untuk B dengan komposisi 50 %, 30 % dan 20 %. Biaya advertensi diperkirakan sebesar 5 % dari nilai jual. Pajak penghasilan (income tax) rata-rata adalah sebesar 15 %. Bunga kredit sebesar 15 % per tahun harus dilunasi setiap tahun, tetapi pelunasan modal pinjaman (principle repayment) disesuaikan dengan kemampuan perusahaan (melalui cicilan). Teknologi manufakturing yang digunakan oleh perusahaan ini diperkirakan hanya dapat digunakan selama 8 tahun dan kemudian dibongkar dan dijual. Nilai jual bersih skrap diperkirakan sebesar 10 % dari nilai perolehan. Berdasarkan hasil survai pasar, harga jual masing-masing produk ialah sebesar $ 40 dan $ 22. Perusahaan tidak memiliki kebijakan diskoun bagi kustomer. Pembayaran dalam setiap pembelian dilakukan secara cash, demikian juga halnya dengan pembelian setiap faktor input dari supplier. Biaya umum di kantor direksi termasuk penyusut-an

aset fisik diluar paberik ialah sebesar $ 150.000. Tunjangan akhir tahun bagi karyawan dibayar sebesar satu bulan gaji. Buat perkiraan (proyeksi) dan analisis laba-rugi (profit & loss acount), arus kas (cash flow) dan neraca (balance sheet) perusahaan sampai tahun ke 8 dengan asumsi bah-wa fasilitas produksi dan administrasi disusutkan dengan menggunakan metode straight-line dan tidak ada penambahan asset baru sampai tahun ke 8. Juga buat analisis IRR dan payback period.

TUGAS EKONOMI TEKNIK


NAMA NIM PRODI : ADILAH WIRDHANI LUBIS : 117006022 : MAGISTER ILMU KIMIA

DOSEN : Prof. Dr. Ir Sukaria Sinulingga, M.Eng

SEKOLAH PASCASARJANA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2012