Anda di halaman 1dari 3

Febri Adi Susanto 309342417636 0ff GB

Waluh (Cucurbita moschata) suku Cucurbitaceae (Biji) Biji waluh Cucurbita Pepo dapat mencegah dan mengatasi pembengkakan kelenjar prostat. Kandungan hormone beta sitosterol dalam biji waluh sangat manjur dalam menekan pembentukan prostaglandin. Biji waluh mengandung alamina, glisina dan asam glutamate yang diperlukan kelenjar prostate. Cacingan, tekanan darah tinggi, arterostklerosis /penyempitan pembuluh darah, jantung, koroner, diabetes mellitus/kencing manis, menurunkan panas, memperlancar BAB, dan mencegah berkembangnya sel penyakit kanker. Asam amino langka semacam karboksifenilalanina, pirazoalanina, dan asam aminobutirat juga terdapat dalam biji waluh. Dalam 100 gr labu kuning ada 34 kalori, Lemak 0,8, 45 mg Kalsium, Mineral 0,8, Serat, Vitamin C, Vitamin A.

Kelapa gading (Coccos nudfera var. Ebunea) suku Palmae (Buah) Digunakan dalam ritual tingkepan, kelapa berjumlah 2 buah. Dalam ritual ini Calon nenek dari pihak calon ibu, menggendong kelapa gading dengan ditemani oleh ibu besan. Sebelumnya kelapa gading diteroboskan dari atas ke dalam kain yang dipakai calon ibu lewat perut, terus ke bawah, diterima (ditampani) oleh calon nenek, maknanya agar bayi dapat lahir dengan mudah, tanpa kesulitan. Calon ayah memecah kelapa, dengan memilih salah satu kelapa gading yang sudah digambari Kamajaya dan Kamaratih atau Harjuna dan Wara Sembodro atau Srikandi. Bila membelahnya lurus dan terbagi sama menjadi 2 bagian, maka anak yang lahir kelak adalah laki-laki, dan jika tidak lurus dan terbagi menjadi bagian yang tidak sama besar kelak anaknya akan berjenis kelamin perempuan.

Beras (Oriza sativa) suku Poaceae (Buah) Beras dapat membantu melembabkan dan mampu meningkatkan produksi kolagen kulit yang dapat membantu meningkatkan elastisitas kulit sehingga kulit

terlihat lebih cerah dan tampak lebih muda. Struktur kimia dalam beras mampu membantu meregenerasi sel kulit yang telah rusak atau mati. Beras mengandung zat oryzanol yang mampu membantu memperbarui pigmen melamin dalam kulit dan dapat menangkal sinar ultraviolet. Kandungan asam ferulat dalam beras putih berfungsi sebagai antioksidan dan dapat melindungi kulit dari berbagai jenis polutan, peroksida dan radikal bebas.

Kesambi (Schleichera oleosa) suku Sapindaceae (Batang, Buah, Biji, Daun) Kayu kesambi yang padat, rapat halus dan sangat keras dan lebih keras dari pada kayu besi, digunakan sebagai penggilingan tebu rakyat. Kayu kesambi yang tahan tehadap kelembaban dan kekeringan yang silih berganti, menyebabkan kayu kesambi sering digunakan untuk pembuatan jangkar perahu yang agak kecil. Kayu kesambi juga dibuat alu penumbuk beras, yang akan aus dengan teratur tanpa penyerpihan. Kulit batang kesambi digunakan sebagai bahan penyamakan kulit. Bahan penyamak yang dikandung oleh kulit kesambi bervariasi dari 6.1 % hingga mencapai 14.3%. Rebusan kulit batang yang kemudian digerus hingga menjadi tepung dan dicampur dengan minyak dapat digunakan sebagai obat kudis dan penyakit kulit lainnya. Daun muda kadang-kadang direbus sebagai sayur yang dimakan sebagai teman nasi. Buahnya yang berwarna hijau kadang-kadang dimakan sebagai asinan dan pada buahnya yang masak, di bawah kulitnya yang kekuning-kuningan atau kemerah merahan, terdapat selapis-selapis daging buah yang berair, agak enak asam kemanis-manisan, dan dimakan sebagai penganan. Biji dikelilingi oleh kulit berwarna cokelat yang mudah pecah dan banyak digunakan untuk membuat minyak. Bentuk buahnya bulat memanjangdengan ukuran 15 mm dan 6-10 mm, menggepeng, berat kulitnya adalah 40% dari bijinya dan bijinya kira-kira mengandung 70% minyak. Minyak diekstrak dari biji, disebut minyak kusum, komponen yang berharga minyak Makassar yang

digunakan untuk rambut, minyak kesambi juga digunakan sebagai bahan masakan dan untuk tujuan kesehatan menghilangkan gatal-gatal, jerawat dan penyakit kulit lainnya. Salep dibuat dari bagian minyak yang keras. Di jawa dan Madura, minyak kesambi digunakan dalam industri batik. Minyak yang dihasilkan berwarna kekuning-kuningan, encer dan bening, berbau khas. Bila disimpan lebih

dari satu tahun, akan terjadi endapan putih. Minyaknya digunakan sebagai minyak lampu, akan tetapi lebih banyak digunakan dalam pembuatan berbagai salep yang harum. Selak yang dihasilkan oleh kesambi memiliki banyak manfaat diantaranya untuk pembuatan vernis, perekat, industry listrik, plitur dan kabel. Selak juga dipergunakan sebagai bahan pewarna baik pewarna minuman maupun pewarna makanan, juga digunakan sebagai bahan campuran untuk bagian luar cokelat. Air limbah dari pengolahan selak yang banyak mengandung asam lakaik, berguna untuk proses penyamakan wol, sutera dan kulit, serta dapat digunakan untuk menetralisir air kolam budidaya ikan lele. Kandungan asam lemak pada minyak kesambi; Jenis Asam Lemak Asam miristat Asam palmitat Asam stearat Asam arakidat Asam oleat Asam linoleat Komposisi (%) 1 5-8 2-6 20-30 40-60 2-5

Jambu biji (Psidium guajava) suku Myrtaceae (Buah) Buah ini mengandung sukrosa, glukosa, fruktosa, ramnose, protein, vitamin C, asam maleik, asam sitrat, sitosterol, tanin. Khasiatnya bisa membantu menghentikan diare dan pendarahan.