Anda di halaman 1dari 9

ARTIKEL BETA

Sumber : Kompas 2008

Kelompok : Astrid Mayasari (09/280722/EK/17386) Rensie Parmawaty (09/280773/EK/17400) Zandy Resdana Dimas Abhiyoga (09/280628/EK/17365) Dian Puspita Sari (08/272944/EK/17252)

Minggu, 14 September 2008 IHSG dibawah angka 2000 Apabila sekarang pasar sedang turun dan banyak terjadi penjualan, investor ikut menjual saham dan menunggu sampai tiba waktu yang tepat untuk membeli kembali. Saham yang pertama sekali dijual harus saham yang dianggap berisiko tinggi atau saham yang mempunyai beta di atas satu ($>1). Saham yang memiliki beta di atas 1 adalah harga saham tersebut akan drop lebih besar dari penurunan pasarnya.

Bila suatu saham memiliki beta sekitar 0,82 berarti kenaikan harga saham tersebut 0,18% lebih rendah dari kenaikan pasar. Artinya, investor masih bisa bertahan sebentar atas penurunan pasar dan ketika pasar turun lagi saham ini akan hampir sama dengan penurunan saham yang memiliki beta di atas 1 (satu). Investor harus mendapatkan beta ini melalui broker tempat investor bertransaksi. Investor juga dapat berdiskusi dengan analis saham di perusahaan broker tempat investor bertransaksi.

MEMBELI KEMBALI
Tindakan lain yang dapat dilakukan investor adalah membeli kembali saham yang drop tersebut. Bila investor telah memiliki saham itu, maka harga saham yang dimiliki turun harganya. Tindakan ini dikenal dengan averaging cost down.

Bila investor membeli saham ketika pasar sedang drop tajam, maka perlu memilih saham tersebut agar bisa mengalami keuntungan yang tajam ketika pasar naik.
saham yang pertama harus dibeli adalah saham dengan beta di atas 1. Bila saham ini dapat dibeli, investor bisa masuk ke saham lain yang betanya di bawah satu. Artinya, saham ini akan naik tajam bila pasar kembali naik dan investor menikmati keuntungan.

RESIKO YANG DITOLERIR


Tindakan membeli saham pada saat pasar turun dan menjualnya kemudian pada saat pasar naik dianggap mengikuti strategi kontrarian. Tindakan ini banyak dilakukan pemain saham yang sudah berpengalaman di bursa. Akhirnya, bermain saham kembali pada persoalan risiko yang dapat ditolerir investor karena bermain saham sangat berisiko. Bila investor bisa menolerir saham yang naik-turunnya seperti bermain Tornado di Dunia Fantasi, maka sangat layak melakukan transaksi saham tersebut.

RESIKO YANG DITOLERIR


Jika hanya bisa menolerir risiko yang sangat kecil, investor tidak layak bermain saham. Bila risiko yang ditolerir rata-rata atau menengah, investor harus menggabungkan bermain saham dalam jumlah kecil dan lebih banyak pada instrumen investasi.

Akhirnya, dana yang dipergunakan pada investasi saham bukan dana yang dibutuhkan untuk keperluan esok hari dan biasanya dana tersebut tidak dipergunakan dalam jangka panjang.

REFERENSI
http://nasional.kompas.com/read/2008/09/14/01294169/ber main.saham.saat.pasar.turun

TERIMAKASIH . . .