Anda di halaman 1dari 2

REVIEW

RANCANGAN UNDANG-UNDANG KEPERAWATAN

Rancangan Undang-Undang Keperawatan atau yang biasa disebut RUU Keperawatan berisi penjelasan tentang dunia keperawatan secara menyeluruh. RUU keperawatan bertujuan untuk melindungi para perawat dari pekerjaannya serta dari konflik kepentingan yang berujung pada kriminalisasi terhadap pada perawat. Dengan adanya UU keperawatan, para perawat diharapkan memiliki payung hukum dalam menjalankan profesinya. Ketua Dewan Pembina PPNI Prof Achir Yani S Hamid. MN, DN.Sc, mengatakan bahwa dengan adanya UU Keperawatan, maka profesi perawat dan sekolah penghasil perawat akan memiliki standar kompetensi baik tingkat nasional maupun global, sehingga Indonesia dapat memenuhi kebutuhan tenaga perawat baik di dalam negeri maupun dunia internasional. Achir Yani menegaskan, adanya UU Keperawatan, disamping untuk meningkatkan kualitas SDM profesi perawat, juga memberikan perlindungan hukum baik bagi tenaga keperawatan dan masyarakat penerima pelayanan kesehatan dari kemungkinan tindakan kesalahan1. Di Hari Perawat Sedunia yang jatuh tanggal 12 Mei lalu, para perawat di Indonesia mendesak agar Randangan Undang-Undang Keperawatan segera disahkan menjadi undangundang. Walaupun sudah dicetuskan sejak tahun 1989, hingga 22 tahun kemudian, RUU itu tidak juga dibahas oleh pemerintah dan DPR. Achir Yani yang juga merupakan Guru Besar Ilmu Keperawatan Indonesia Universitas Indonesia berpendapat bahwa, RUU Keperawatan itu penting bagi perawat untuk melindungi dari pekerjaannya serta dari konflik kepentingan yang berujung pada kriminalisasi terhadap mereka. Achir menilai selama ini para perawat sering bekerja tanpa dasar hukum. Padahal perawat di Indonesia rata-rata merupakan perawat yang kompeten dan berdedikasi tinggi dalam pekerjaannya. Selama ini mereka bekerja di pelosok daerah, ikut mencegah kematian dan mengatasi berbagai penyakit2. Selain itu, Ketua Umum PPNI Dewi Irawaty, MA, PhD juga mengatakan, salah satu kriteria yang belum dimiliki perawat Indonesia adalah kewenangan untuk melakukan pengendalian secara otonom yang ditetapkan melalui UU Keperawatan.

1 2

Antaranews.com Metrotvnews.com

Banyaknya keuntungan yang diperoleh dengan disahkannya RUU Keperawatan tertuang jelas pada isi RUU tersebut. Seperti pengertian dari istilah-istilah dalam dunia keperawatan yang tertuang dalam pasal 1 RUU Keperawatan. Berdasarkan fakta-fakta dan pendapat-pendapat dari para ahli tersebut, dapat kita ketahui bahwa pengesahan RUU Keperawatan untuk menjadi Undang-Undang sangat diharapkan oleh segenap perawat di seluruh Indonesia. Dalam pasal 5 hingga pasal 22 diatur mengenai konsil, yaitu suatu badan keperawatan yang bersifat otonom, mandiri, non struktural, dan juga independen. Selain itu, RUU keperawatan juga mengatur mengenai prosedur pelaksanaan profesi keperawatan lengkap dengan hak klien serta hak perawat, yaitu pada pasal 36 hingga pasal 47. Namun bukan hanya hak perawat yang diatur dalam RUU tersebut, tapi juga pelanggaranpelanggaran dan sanksi/hukuman yang harus ditempuh oleh setiap perawat jika melakukan pelanggaran tersebut. Akhir kata, harapan kita semua agar RUU Keperawatan ini dapat segera disahkan menjadi Undang-Undang sehingga kedepannya nasib para perawat dapat lebih terjamin dalam menjalankan profesinya.