Anda di halaman 1dari 21

ORGANISASI DAN MEKANISME KERJA BIMBINGAN DAN KONSELING DI SEKOLAH

Kelompok 3 Kelas 4C: 1. Helviana Noviarista 2. Febria Wahyu Astuti 3. Annisa Nurul Azizah (10108241085) (10108241091) (10108241098)

4. Gita Enggar Saraswati (10108241112) 5. Retno Septianingtyas (10108241105)

Organisasi Bimbingan dan Konseling di Sekolah Tugas-Tugas Guru dalam Sistem Layanan BK Di Sekolah Mekanisme Kerja Bimbingan dan Konseling Di Sekolah

ORGANISASI BIMBINGAN DAN KONSELING DI SEKOLAH


1.

Organisasi Bimbingan dan Konseling di Sekolah Organisasi merupakan sarana untuk melakukan kerja sama antara orang-orang dalam rangka mencapai tujuan bersama, berkaitan dengan tujuan yang hendak dicapai dalam dunia pendidikan yaitu mengharapkan suatu outcome yang memuaskan, meliputi :
a. b. c. d. e.

Pemerataan Pendidikan Kualitas Pendidikan Relevansi Pendidikan Efisiensi Pendidikan Efektifitas Pendidikan

Prinsip-prinsip Organisasi Bimbingan dan Konseling a. Organisasi harus mempunyai tujuan yang jelas b. Prinsip skala hierarki c. Prinsip kesatuan perintah d. Prinsip pendelegasianwewenang e. Prinsip pertanggungjawaban f. Prinsip pembagian pekerjaan g. Prinsip rentang pengendalian h. Prinsip fungsional i. Prinsip pemisahan j. Prinsip keseimbangan k. Prinsip fleksibilitas l. Prinsip kepemimpinan
2.

3.

Pola-pola organisasi
Pola organisasi ialah kerangkan hubungan struktural antara bagian-bagian di dalam suatu badan sosial yang merupakan unit kerja; setiap bagian itu dapat menunjuk pada suatu bidang atau pada suatu kedudukan tertentu yang terdapat di dalam badan sosial. Pola organisasi dasar dalam suatu lembaga pendidikan yang mengelola subbidang bimbingan dan mempunyai beberapa tugas bimbingan

LANJUTAN...
Organogram Bidang

LANJUTAN...
Organogram Jabatan

4.

Bimbingan dan Konseling di Sekolah Dasar


Tujuan Utama Bimbingan di SD:

Menguasai bahan ajaran tuntutan kurikuler Membuat pilihan dan menetukan bahan ajaran yang cocok Memiliki sikap pandangan belajar yang mendukung Mempunyai pola prilaku belajar yang mendukung Memilih teman bergaul dan membentuk kelompok belajar yang serasi Mengadakan penyesuaian hidup berkelompok yang menunjang belajar Memecahkan masalah-masalah belajar yang dihadapi murid

TUGAS-TUGAS GURU DALAM SISTEM LAYANAN BK DI SEKOLAH


Peran Guru Dalam Bimbingan dan Konseling di Sekolah Dasar antara lain : Guru sebagai penanggung jawab tunggal terhadap suasana belajar bagi kelas sebagai kelompok dan bagi masing-masing murid dalam kelompok Guru dapat membantu siswa memahami dan menerima diri sendiri dan membantu menemukan tujuan hidup Guru dapat membantu anak untuk mandiri dalam menentukan pilihan Guru dapat menjadi pengamat yang jeli dalam mendeteksi bila terjadi penyimpangan perilaku Guru dapat mengenali prilaku murid-muridnya dalam berbagai situasi

1.

2.

3.

4.

5.

1. 2.

3.
4.

Tugas guru bimbingan dan konseling/konselor terkait dengan pengembangan diri peserta didik yang sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat, minat, dan kepribadian peserta didik di sekolah/madrasah adalah : Pengembangan kehidupan pribadi Pengembangan kehidupan sosial Pengembangan kemampuan belajar Pengembangan karir Memberikan jenis layanan sebagai berikut: Layanan orientasi Layanan informasi Layanan penempatan dan penyaluran Layanan penguasaan konten Layanan konseling perorangan Layanan bimbingan kelompok

1. 2. 3. 4. 5. 6.

1. 2.

3.
4. 5.

6.
7. 8. 9.

Sardiman (2001:142) menyatakan bahwa ada sembilan peran guru dalam kegiatan Bimbingan dan Konseling, yaitu: Informator Organisator Motivator Director Inisiator Transmitter Fasilitator Mediator Evaluator

MEKANISME KERJA BIMBINGAN DAN KONSELING DI SEKOLAH


Program Bimbingan dan Konseling Komprehensif Muro dan Kottman (1995) mengemukakan bahwa struktur program bimbingan dan konseling komprehensif diklasifikasikan ke dalam empat jenis layanan, yaitu: (1) layanan dasar bimbingan; (2) layanan responsif; (3) layanan perencanaan individual; dan (4) dukungan sistem.

Layanan Dasar Bimbingan Tujuan layanan ini dapat juga dirumuskan sebgai upaya membantu siswa agar: (1) memiliki kesadaran pemahaman tentang diri dan lingkungannya (pendidikan, pekerjaan, sosial-budaya, dan agama); (2) mampu mengembangkan keterampilan untuk mengidentifikasi tanggung jawab atau seperangkat tingkah laku tepat (memadai) bagi penyesuaian dirinya dengan lingkungannya; (3) mampu menangani atau memenuhi kebutuhan dan masalahnya, serta mengembangkan dirinya dalam rangka mencapai tujuan hidupnya.
a.

b.

c.

Layanan Responsif Layanan ini bertujuan untuk membantu siswa memenuhi kebutuhannya yang dirasakan pada saat ini, atau para siswa yang dipandang mengalami hambatan dalam menyelesaikan tugas-tugas perkembangannya. Indikator dari kegagalan itu berupa ketidakmampuan untuk menyesuaikan diri atau perilaku bermasalah. Layanan Perencanaan Individual Layanan ini bertujuan untuk membimbing seluruh siswa agar (a) memiliki kemampuan untuk merumuskan tujuan, perencanaan, atau pengelolaan terhadap pengembangan dirinya, baik menyangkut aspek pribadi, sosial, belajar maupun karier; (b) dapat belajar memantau dan memahami perkembangan dirinya, dan (c) dapat melakukan kegiatan atau tindakan berdasarkan pemahamannya atau tujuan yang telah dirumuskan secara proaktif.

d.

Dukungan Sistem Dukungan sistem adalah kegiatan-kegiatan manajemen yang bertujuan memantapkan, memelihara, dn meningkatkan program bimbingan secara menyeluruh melalui pengembangkan profesional; hubungan masyarakat dan staf, konsultasi dengan guru, staf ahli/penasehat, masyarakat yang lebih luas, manajemen program, penelitian dan pengembangan (Thomas Ellis, 1990)

1.

2.

3.

4.

Mekanisme kerja administrasi bimbingan dan konseling di sekolah adalah sebagai berikut. Pada permulaan memasuki sekolah dilaksanakan pencatatan data pribadi siswa dengan menyebarkan angket. Apabila data yang telah masuk dari masing-masing siswa sudah dianggap cukup memadai, maka data-data itu kemudian dihimpun dalam satu file, map, buku pribadi (kumulatif record) untuk masing-masing siswa secara teratur dan sistematis. Catatan kejadian siswa (catatan anekdot) tentang tingkah laku siswa dalam kelas selama proses belajar mengajar berlangsung dibuat oleh guru bidang studi / guru kelas dan disampaikan kepada wali kelasnya. Catatan anekdot yang telah diterima dari masing-masing guru kemudian dihimpun dalam bentuk observasi mingguan. Buku pribadi siswa (dari hasil observasi tersebut di atas) kemudian dipelajari oleh konselor (koordinator bimbingan). Materi-materi yang dipelajari oleh konselor disebut studi kasus (case study).

LANJUTAN
5.

6.

7.

8.

Bila dipandang masalah itu cukup serius dan menonjol serta mendesak untuk ditanggulangi, maka siswa yang bersangkutan dipanggil oleh konselor untuk diadakan konseling. Bila proses konseling belum memdai maka diselenggarakan konferensi kasus (case conference), yang mana dalam case conference harus diketahui dan diikuti kepala sekolah. Hasil sosiometri berupa sosiogram yang telah diselenggarakan oleh wali kelas dimasukkan ke dalam buku pribadi siswa sebagai bahan studi kasus. Hasil wawancara, daftar presensi, daftar nilai raport (lengger) yang diselenggarakan oleh wali kelas dimasukkan dalam Kartu Pribadi Siswa.

LANJUTAN...
7.

8.

9.

10.

Hasil kunjungan rumah (home visit) yang diselenggarakan oleh wali kelas disampaikan kepada konselor untuk dipakai sebagai bahan dalam rapat dengan kepala sekolah kemudian oleh koordintor bimbingan konseling dihimpun dalam catatan Ksus Pribadi. Hasil pemeriksaan dari petugas khusus (tenaga ahli) yang kemudian disampaikan kepada Kepala Sekolah untuk diketahui. Konselor sekolah membuat laporan bulanan. Kegitan layanan bimbingan dan konseling, kemudian disampikan kepada Kepala Sekolah untuk diperiksa dan seterusnya dilporkan atasannya. Data-data, informasi yang berasal dari berbagai sumber dan telah dikumpulkan dalam buku pribadi, map pribadi, kumulatif record hendaknya diperiksa oleh Kepala Sekolah, sehingga terwujud suatu bentuk kerjasama antara semua staf dalam mempelajari buku pribadi siswa serta menemukan dan memecahkan berbagai kasus yang dihadapi oleh para siswa.

Sarana Administrasi Layanan Bimbingan di Sekolah Pelaksanaan program layanan bimbingan di sekolah menuntut sarana penunjang yang cukup memadai, yaitu : (1) sarana personil: Konselor Sekolah (School Counselor), Guru Konselor (Teacher Counselor), Petugas NonProfesional Bimbingan dan Konseling. (2) sarana materiil: Ruangan Konselor. Ciri dari ruangan konselor antara lain: a. Ruang Konselor harus menyenangkan dalam arti tidak memberikan kesan sama dengan situasi kelas atau pengadilan.

LANJUTAN
b.

c.

d.

(3)

Ruang ditata sedemikian rupa bersifat artistik, sederhana bersih dan rapi. Ruang hendaknya ditata sedemikian rupa sehingga memungkinkan siswa dan konselor dalam keadaan santai, tenang, damai dalam proses konseling berlangsung. Ruang hendaknya mendapat sinar matahari yang cukup dan ventilasi memadai. anggaran: Disiapkan setiap tahun, serta harus menyiapkan alat-alat Bimbingan dan Konseling.

Terima Kasih...