Anda di halaman 1dari 23

MAKALAH KONSEP DAN KLASIFIKASI BIAYA

Disusun Oleh : Nama Nim Mk Dosen : RINO HARPANI : 0910071531210 : Akuntansi Manajemen : Zaharman, SE, M.Si.Ak

SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI RIAU (STIER) 2012

KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis penjatkan kehadirat Allah SWT, yang atas rahmat-Nya maka penulis dapat menyelesaikan penyusunan makalah Ekonomi Manajemen yang berjudul Konsep Dan Klasifikasi Biaya. Dalam Penulisan makalah ini penulis merasa masih banyak kekurangankekurangan baik pada teknis penulisan maupun materi, mengingat akan kemampuan yang dimiliki penulis. Untuk itu kritik dan saran dari semua pihak sangat penulis harapkan demi penyempurnaan pembuatan makalah ini. Dalam penulisan makalah ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang tak terhingga kepada pihak-pihak yang membantu dalam menyelesaikan makalah ini .

Penulis

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah Akuntansi biaya merupakan suatu bidang akuntansi yang diperuntukkan bagi proses pelacakan dan analisa terhadap biaya-biaya yang berhubungan dengan aktivitas suatu organisasi untuk menghasilkan barang dan jasa.Biaya didefinisikan sebagai waktu dan sumber daya yang dibutuhkan dan menurut konvensi diukur dengan satuan uang.Pengguna kata beban adalah pada saat biaya sudah habis terpakai. Definisi akuntansi biaya yang diutarakan oleh Kartadinata (2000:22) adalah patner manajemen yang utama dalam kegiatan perencanaan dan pengawasan dengan memberikan kepada manajemen alat-alat yang diperlukan untuk merencanakan, mengawasi dan melakukan penilaian atas kegiatan-kegiatan perusahaan. Menurut Usry dan Carter (2004:11) yang dialihbahasakan oleh Krista, akuntansi biaya adalah perhitungan biaya yang diperlukan untuk aktivitas-aktivitas perencanaan dan pengendalian, memperbaiki kualitas dan efisiensi, serta membuat keputusan-keputusan yang bersifat rutin maupun strategis. Menurut Schaum pengertian dari Akuntansi biaya adalah suatu prosedur untuk mencatat dan melaporkan hasil pengukuran dari biaya pembuatan barang atau jasa. Fungsi utama akuntansi biaya adalah melakukan akumulasi biaya untuk penilaian persediaan dan penentuan pendapatan. Berdasarkan definisi-definisi di atas dapat dikatakan bahwa akuntansi biaya merupakan suatu proses kegiatan di bidang akuntansi dalam menetapkan biaya suatu produk atau jasa dengan tujuan untuk mendapatkan laba yang maksimal dan manfaat, sedangkan biaya menyediakan salah satu informasi yang diperlukan oleh manajemen dalam mengelola perusahaannya, yaitu untuk perencanaan dan pengendalian laba, penentuan harga pokok produk dan jasa, serta bagi pengambilan keputusan oleh manajemen.

1.2 Rumusan masalah

a. c. d. e. f.

Apakah yang dimaksud dengan biaya? Apakah yang dimaksud dengan klasifikasi biaya dalam perusahaan pabrikasi, Apakah yang dimaksud dengan biaya untuk perencanaan, pengendalian dan Bagaimanakah hubungan biaya dengan obyek biaya? Apakah yang dimaksud dengan unsur-unsur harga pokok produksi?

b. Apakah yang dimaksud dengan klasifikasi biaya? dagang, dan jasa? pengambilan keputusan?

1.3 Tujuan Penulisan a. c. Mengetahui apa yang dimaksud dengan biaya. Mengetahui apa yang dimaksud dengan klasifikasi biaya dalam perusahaan pabrikasi, dagang, dan jasa. d. Mengetahui apa yang dimaksud dengan biaya untuk perencanaan, pengendalian dan pengambilan keputusan. e. f. Mengatahui bagaimana hubungan biaya dengan obyek biaya. Mengetahui apa yang dimaksud dengan unsur-unsur harga pokok produksi. b. Mengatahui apa yang dimaksud dengan klasifikasi biaya.

BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Biaya Definisi biaya sendiri memiliki kemajemukan karena konsepnya berasal dari istilah umum, sehingga tidak mudah untuk memberikan suatu batasan yang pasti tanpa meninggalkan keraguan mengenai pengertiannya. Para ahli ekonomi, akuntan dan pihak-pihak yang dihadapkan pada masalah biaya ini memiliki pengembangan mengenai konsep dan istilah biaya menurut kebutuhan meraka. Objek dari akuntansi biaya adalah biaya itu sendiri, ini dapat dilihat dari definisi biaya yang dikemukakan oleh para ahli. Biaya adalah semua pengorbanan yang perlu dilakukan untuk suatu proses produksi, yang dinyatakan dengan satuan uang menurut harga pasar yang berlaku, baik yang sudah terjadi maupun yang akan terjadi. Biaya terbagi menjadi dua, yaitu biaya eksplisit dan biaya implisit. Biaya eksplisit adalah biaya yang terlihat secara fisik, misalnya berupa kas. Sementara itu, yang dimaksud dengan biaya implisit adalah biaya yang tidak terlihat secara langsung, misalnya biaya kesempatan dan penyusutan barang modal. Menurut Hansen Mowen (2000:38) yang dialihbahasakan oleh Ancella A. Hermawan, mendefinisikan biaya sebagai kas atau nilai ekuivalen kas yang dikorbankan untuk barang atau jasa yang diharapkan membawa keuntungan masa ini dan masa datang untuk organisssi.Di sisi lain, Carter dan Usry (2004:29) biaya didefinisikan sebagai Nilai tukar, pengeluaran, pengorbanan untuk memperoleh manfaat. Menurut Bastian, dkk. (2006:4) biaya adalah pengorbanan sumber ekonomis yang diukur dalam satuan uang yang telah terjadi atau kemungkinan akan terjadi untuk mencapai tujuan tertentu. Dalam akuntansi, yang dimaksud dengan biaya adalah aliran sumber daya yang dihitung dalam satuan moneter yang dikeluarkan untuk membeli atau membayar persediaan, jasa, tenaga kerja, produk, peralatan, dan barang lainnya yang digunakan untuk keperluan bisnis atau kepentingan lainnya.

Berdasarkan definisi-definisi di atas biaya adalah pengorbanan yang dilakukan oleh perusahaan untuk mendapatkan laba yang maksimal dimasa yang akan datang. Sampai saat ini banyak orang yang terjebak dalam kata-kata biaya (cost) dan beban (expense) yang digunakan dalam akuntansi. Dalam akuntansi terdapat perbedaan yang mendasar antara dua kata tersebut. Biaya (cost) merupakan bahan olah dasar akuntansi (pengukuran yang dilekatkan pada suatu objek cost). Dengan pengertian tersebut semua objek yang dapat diukur merupakan objek cost,dan hasil pengukuran tersebutlah yang disebut cost. Biaya merupakan harga yang dibayarkan untuk mendapatkan, menghasilkan, atau memelihara barang atau jasa. Misalnya harga-harga yang dibayarkan untuk bahan, tenaga kerja, dan biaya overhead pabrik. Beban (expense) adalah penurunan manfaat ekonomi selama satu periode dalam bentuk arus keluar atau berkurangnya aktiva atau terjadinya kewajiban yang mengakibatkan penurunan ekuitas yang tidak menyangkut pembagian kepada penanaman modal. Beban merupakan hasil dari penggunaan sebuah aktiiva, misalnya penyusutan, beban juga lebih banyak diterapkan terhadap hal-hal rutin, misalnya beban gaji. Biaya adalah upaya yang dilakukan untuk mendapatkan pendapatan (hasil). Sedangkan kata beban tidak selaras dengan konsep upaya dan hasil, karena beban mempunyai makna akan sesuatu yang harus ditanggung (seakan-akan pendapatan didapat dahulu, dan karena mendapatkan pendapatan tersebut kita harus menanggung beban). Dari beberapa pengertian biaya (cost) dan beban (expense) dapat dilihat perbedaan antara biaya dan beban. 2.2 Klasifikasi Biaya 2.2.1. Klasifikasi Biaya Secara Umum Akuntansi biaya menghasilkan biaya untuk memenuhi pencapaian tujuan antara lain penentuan harga pokok, perencanaan dan pengendalian biaya serta pengambilan keputusan, maka dari itu penyajian biaya diklasifikasikan dengan tepat sangat diperlukan agar data yang dihasilkan akurat sebab informasi tersebut diperlukan untuk tindak lanjut dalam melaksanakan kegitan perusahaan dalam mengevaluasi serta melakukan perbaikan dimasa yang akan datang. 6

Pada akuntansi biaya, umumnya penggolongan biaya ditentukan atas dasar tujuan yang akan dicapai dengan penggolongan tersebut, karena pada akuntansi biaya dikenal konsep different costs for different purposes, yang artinya biaya yang berbeda digunakan untuk kepentingan yang berbeda pula. Pada dasarnya klasifikasi biaya adalah preses pengelompokan biaya atas keseluruhan elemen biaya secara sistematis ke dalam golongan-golongan tertentu yang lebih rinci yang bertujuan memberikan informasi biaya yang lebih lengkap bagi manajemen dalam mengelola perusahaan. 2.2.2. Klasifikasi Biaya dalam Perusahaan Pabrikasi Untuk membantu manajemen menganalisis biaya pabrikasi produknya, biaya pabrikasi pada umumnya di bagi ke dalam tiga komponen, yakni : a. Bahan baku langsung b. Tenaga kerja langsung c. Overhead pabrikasi Dalam Perusahaan Pabrikasi (manufactured products) a. Total Biaya : Biaya Produk + Biaya periode b. Biaya produk : Biaya bahan baku langsung + Biaya tenaga kerja langsung + Biaya overhead pabrikasi. c. Biaya Periode Biaya pemasaran/penjualan + Biaya administratif dan umum

Biaya Produk dan Biaya periode di Organisasi Bisnis Jenis Perusahaan Biaya Produk Biaya Periode 7

Perusahaan Jasa

Biaya penyerahan Jasa. Biaya pembelian brg Dagangan dari pemasok. Semua biaya pabrikasi, termasuk bhn Baku langsung, tena ga kerja langsung, dan overhead pabri kasi.

Beban pemasaran

Perusahaan dagang

Beban pemasaran Beban administratif

Perusahaan pabriKasi.

Beban pemasaran Beban administratif

2.2.3. Klasifikasi Biaya dalam Perusahaan Dagang. Contoh : Laporan Laba Rugi PT. Lintas Media Nusantara Laporan Laba Rugi 31 Desember 2005 Pendapatan penjualan Rp. xxx.xxx Biaya produk : Persediaan barang dagangan, 1/1/2006 .Rp. xxx.xxx Pembelian barang dagangan Rp. xxx.xxx (+) Barang dagangan tersedia utk dijual .. Rp. xxx.xxx Persediaan brg dagangan, 31/12/2006Rp. xxx.xxx (-) Biaya pokok penjualan Rp. xxx.xxx Laba kotor .Rp. xxx.xxx Beban Penjualan dan Administratif Biaya Periode : Gaji . Rp. xxx.xxx Komisi wiraniaga .. Rp. xxx.xxx Sewa .. Rp. xxx.xxx Periklanan . Rp. xxx.xxx Utilitas . Rp. xxx.xxx Asuransi . Rp. xxx.xxx 8

Keperluan kantor .. Rp. xxx.xxx (+) Jml beban penjualan dan administratif . Rp.xxx.xxx Rp.xxx.xxx Laba Operasi . 2.2.4. Klasifikasi Biaya dalam Perusahaan Jasa. Ada dua pertimbangan akuntansi mendasar untuk perusahaan jasa, yakni : a. Biaya tenaga kerja yang relatif tinggi b. Tidak adanya persediaan untuk dijual. Biaya dalam perusahaan jasa dibagi menjadi biaya langsung dan biaya tidak langsung. a. Biaya langsung (direct cost) yang dibayarkan kepada para akuntan, pengacara, dll. b. Biaya Tidak langsung (indirect cost) adalah biaya yang tidak dapat ditelusuri ke produk atau jasa, seperti asuransi atau sewa kantor. Biaya tidak langsung biasanya dikurangkan dari pendapatan dalam periode di mana biaya dipakai. adalah biaya yang dapat ditelusuri secara fisik ke produk atau jasa tertentu, seperti gaji

Contoh: Laporan Laba Rugi Perusahaan Jasa PT Cahaya Abadai Laporan Laba Rugi 31 Desember 2006 Pendapatan Jasa Konsultasi Kompensasi dan Tunjangan Sewa Kantor Rp. 8.500.000 Rp. 1.200.000 Rp. 18.000.000

Pelatihan dan Riset Rekruitmen Karyawan Asuransi Profesional Lain-Lain Jumlah Biaya Laba Operasi

Rp. 900.000 Rp. 500.000 Rp. 350.000 Rp. 750.000 Rp. 12. 100.000 Rp. 7.900.000

2.2.5. Biaya untuk Perencanaan, Pengendalian dan Pengambilan Keputusan. Untuk tujuan perencanaan dan pengendalian, biaya sering kali digolongkan sebagai : biaya langsung dan tidak langsung, ter- kendalikan dan tidak terkendalikan, bergabung dan bersama, dan berbagai golongan lainnya. 2.2.6. Hubungan Biaya dengan Obyek Biaya Biaya sering dikategorikan dari segi hubungannya dengan suatu obyek atau segmen operasi, yang sering disebut obyek biaya. Obyek biaya dapat berupa produk, kawasan penjualan, pelang- gan, divisi, pabrik, departemen atau suatu aktivitas. Terdapat dua jenis obuek biaya : obyek biaya antara dan obyek biaya akhir. Obyek biaya antara (intermediate cost object) adalah penghimpunan biaya yang dilaporkan yang lalu dialokasikan kepada obyek biaya lainnya. Obyek biaya Akhir (final cost object), adalah titik penghimpunan biaya di mana tidak dilakukan lagi alokasi biaya. Obyek biaya akhir yang palim lazim adalah produk. 2.2.7. Biaya Terkendalikan dan Biaya Tgaidak Terkendalikan a. Biaya Terkendaliakan : Suatu biaya dianggap sebagai biaya terkendalikan pada jenjang manajemen tertentu manakala lapisan manajemen tersebut mempunyai kekuasaan untuk mengotorisasi biaya tadi. Contoh biaya iklan surat kabar menjadi biaya terkendalikan

10

oleh manajer pemasaran apabila di mempunyai kekuasaaan untuk mengotori sasi biaya dan jenis iklan surat kabar.

b. Biaya tidak Terkendaliakan : Biaya ini berada di luar kendali manajer karena di tidak dapat mengotorisasinya. Misal biaya penyusutan mesin perlengkapan pabrik bagi manajer pemasaran menjadi biaya tidak terkendalikan, karena manajer tsb tidak mempunyai wewenang untuk mengotorisasi pemakain mesin pabrik. 2.2.8. Biaya Bergabung dan Biaya Bersama Biaya tidak langsung sering pula disebut biaya bersama atau biaya bergabung. Biaya Bersama (Common Cost) dikeluarkan untuk menyediakan manfaat kepada lebih dari satu aktivitas. Biaya ini terjadi ketika dua produk, yang mungkin dihasilkan secara terpisah, diproduksi bersama. Biaya bergabung (joint cost), diterapkan dalam situasi di mana bermacammacam keluaran berasal dari satu sumber. Contoh minyak mentah dapat diolah menjadi bermacam-macam produk (misal solar, oli, premium dll).

2.2.9. Biaya Relevan dan Biaya Tidak Relevan. Dalam rangka untuk pengambilan keputusan, biaya relevan harus memiliki manfaat yang paling tinggi. Agar supaya biaya disebut biaya relevan, maka biaya tersebut : a. Harus berbeda pada waktu dilakukan perbandingan pilihan keputusan. Apabila suatu biaya meningkat, menurun, mun cul ataupun menghilang pada waktu suatu tindakan yang berbeda dievaluasi, maka biaya tadi boleh disebut relevan. b. Harus bernilai kini atau masa yang akan datang.

11

Biaya Tidak relevan (iirelevant cost) adalah biaya yang tidak berubah untuk semua alternatif. 2.3 . Konsep-Konsep Biaya Konsep biaya telah berkembang sesuai kebutuhan akuntan, ekonom, dan insinyur. Akuntan telah mendefinisikan biaya sebagai nilai tukar, pengeluaran, pengorbanan pada saat akuisisi oleh penyusutan saat ini atau di masa yang akan datang dalam bentuk kas atau aktiva lain Sering kali istilah biaya (cost) digunakan sebagai sinonim dari beban (expense). Tetapi, beban dapat didefinisikan sebagai aliran keluar terukur dari barang dan jasa, yang kemudian ditandingkan dengan pendapatan untuk menentukan laba, atau sebagai penurunan dalam aktiva bersih sebagai akibat dari penggunaan jasa ekonomis dalam menciptakan pendapatan atau pengenaan pajak oleh badan pemerintah. Beban diukur dengan nilai penurunan dalam aktiva atau peningkatan dalam utang yang berkaitan dengan produksi atau penyerahan barang dan jasa. Beban dalam arti luas termasuk semua biaya yang sudah habis masa berlakunya yang dapat dikurangkan dari pendapatan. Untuk membedakan antara biaya dan beban, bayangkan pembelian bahan baku secara tunai. Karena aktiva bersih tidak terpengaruh, tidak ada beban yang diakui. Sumber daya perusahaan hanya diubah dari kas menjadi persediaan bahan baku. Bahan baku tersebut dibeli dengan biaya tertentu, tetapi belum menjadi beban. Ketika perusahaan kemudian menjual bahan baku tersebut yang sudah diolah menjadi barang jadi, biaya dari bahan baku dibukukan sebagai beban di laporan laba rugi. Setiap beban adalah biaya, tetapi tidak setiap biaya adalah beban; contohnya saja, aktiva adalah biaya, tetapi bukan (belum menjadi) beban. Istilah biaya menjadi lebih spesifik bila deskripsinya dimodifikasi menjadi biaya langsung, biaya utama (prime cost), biaya konversi, biaya tidak langsung, biaya tetap, biaya variable, biaya terkendali (controllable cost), biaya produk, biaya periode, biaya bersama (joint cost), biaya estimasi, biaya standar, biaya tertanam (sunk cost), atau biaya tunai (out of pocket). Setiap modifikasi mengimplikasikan atribut-atribut tertentu yang penting dalam pengukuran biaya. Setiap biaya tersebut dicatat dan

12

diakumulasikan saat manajemen membebankan biaya ke persediaan, menyiapkan laporan keuangan, merencanakan dan mengendalikan biaya, membuat perencanaan dan keputusan strategis, memilih diantara alternative, memotivasi karyawan, dan mengevaluasi kinerja. Akuntan yang terlibat dalam perencanaan dan pengambilan keputusan harus bekerja dengan biaya masa depan, biaya penggantian (replacement costs), biaya diferensial (differential costs), dan biaya oportunitas (opportunity costs), di mana tidak satupun dari biaya-biaya tersebut dilaporkan dalam laporan keuangan eksternal. 2.4 Pengertian dan Unsur-unsur Harga Pokok Produksi 2.4.1 Pengertian Harga Pokok Produksi Perhitungan harga pokok produksi sangat mempengaruhi penetapan harga jual suatu produk sekaligus penetapan laba yang diinginkan. Dengan demikian ketepatan dalam melakukan perhitungan harga pokok produksi benar-benar diperhatikan karena apabila terjadi kesalahan dalam perhitungan akan menyebabkan kerugian bagi perusahaan. Pada umumnya, sebagian besar dari perusahaan yang menghasilkan barangbarang dan jasa-jasa masih menghadapi persoalan dalam menentukan harga pokok produksi. Penentuan harga pokok produksi memegang peran yang sangat penting dalam perusahaa industri. Salah satu kegunaan dan penentuan harga pokok produksi adalah untuk menentukan harga jual. Permasalahan yang sering dihadapi perusahaan manufaktur adalah permasalahan penentuan harga pokok. Harga pokok ini memegang peranan penting karena kesalahan dalam penentuan harga pokok akan mempengaruhi harga jual produk yang dihasilkan. Harga jual produk akan mempengaruhi laba yang diharapkan perusahaan, juga kemampuan bersaing produk sejenis yang dihasilkan perusahaan lain. Pengertian harga pokok produksi menurut Hansen dan Mowen (2000:48) yaitu;Harga pokok produksi mewakili jumlah biaya barang yang diselesaikan pada periode tersebut. Satu-satunya biaya yang diberikan pada barang yang diselesaikan adalah biaya produksi dari bahan baku langsung, tenaga kerja langsung, dan biaya lainlain.

13

Dipihak lain Bastian, dkk. (2006:60), harga pokok produksi adalah kumpulan biaya produksi yang terdiri dari bahan baku langsung dan biaya overhead pabrik ditambah persediaan produk dalam proses awal dan dikurang persediaan produk dalam proses akhir Berdasarkan pengertian di atas dapat dikatakan bahwa harga pokok produksi adalah semua biaya, baik langsung maupun tidak lansung yang dikeluarkan untuk memproduksi suatu barang selama periode tertentu. 2.4.2 Unsur-unsur Harga Pokok Produksi Unsur-unsur harga pokok produksi menurut Kartadinata (2000:7) ada 3, yaitu bahan baku dan bahan pembantu, upah langsung, biaya produksi tidak langsung. Definisi biaya bahan baku langsung Bastian, dkk (2006:10), adalah biaya bahan baku yang merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari produk selesai dan dapat ditelusuri langsung dari produk selesai. Hansen dan Mowen (2000:45), biaya tenaga kerja langsung adalah biaya tenaga kerja yang dapat ditelusuri pada barang atau pelayanan yang dihasilkan. Pengamatan fisik dapat digunakan untuk mengukur jumlah kerja yang digunakan untuk menghasilkan jasa atau pelayanan. Usry dan Carter (2004:411), biaya overhead pabrik adalah biaya tidak langsung, pekerja tidak langsung dan biaya pabrik lainnya yang tidak secara mudah dapat dibebankan langsung ke pekerja atau produk.

14

2.5 Biaya dalam Hubungannya dengan Produk Proses klasifikasi biaya dan beban dapat dimuali dengan menghubungkan biaya ketahap yang berbeda dalam operasi suatu bisnis. Dalam lingkuingan manufaktur, total biaya operasi terdiri atas dua elemen ; biaya manufaktur dan biaya komersial. Gambar 21 mengilustrasikan pembagian total biaya operasi dan mengindentifikasikan beberapa elemen yang termasuk dalam setiap devisi.

Biaya Manufaktur Biaya produksi atau biaya pabrik biasanya didefinisikan sebagai jumlah dari tiga elemen biaya: bahan baku langsung, tenaga kerja langsung, dan overhead pabrik. Bahan baku langsung Semua bahan baku yang membentuk bagian integral dari produk jadi dan dimaksukkan secara eksplisit dalam perhitungan biaya produk. Tenaga Kerja Langsung Tenaga kerja yang melakukan konversi bahan baku langsung menjadi produk jadi dan dapat dibebankan secara layak ke produk tertentu. Overhead pabrik Di sebut juga overhead Manufaktur, beban manufaktur, atau beban pabrik. Terdiri atas semua biaya manufaktur yang tidak ditelesuri secara langsung ke output tertentu. Bahan baku tidak lansung Bahan baku yang diperlukan untuk penyelesaian suatu produk tetapi tidak diklasifikasikan sebagai bahan baku langsung karena bahan baku tersebut tidak menjadi bagian dari produk.

15

Tenaga kerja tidak langsung Tenaga kerja yang tidak dapat ditelesuri langsung ke konstruksi atau komposisi dari produk jadi. Tenaga kerja tidak langsung termasuk gaji pengawas, pegawai pabrik, pembantu umum, pekerja bagian pemeliharaan, dan biasanya pekerja bagian gudang. Beban Kormesial Terdiri atas dua klasifikasi besar : beban pemasaran dan beban administrasi (juga disebut beban umum dan administratif). Beban Pemasaran mulai dari titik dimana biaya manufaktur berakhir, Beban Administratif termasuk beban yang terjadi dalam mengarahkan dan mengendalikan organisasi. Biaya dalam Hubungannya dengan Volume Produksi Beberapa jenis biaya berubah secara proposional terhadap perubahan dalam volume produksi atau output, sementara yang lainnya tetap relatif konstan dalam jumlah. Kecenderungan biaya untuk berubah terhadap output harus dipertimbangkan oleh manajemen ingin sukses dalam merencanakan dan mengendalikan biaya. Biaya Variabel Jumlah total biaya variable berubah sevara proposional terhadap perubahan aktivitas dalam rentang yang relevan (relevant range). Dengan kata lain, biaya variable menunjukkan jumlah per unit yang relatif konstan dengan berubahnya aktivitas dalam rentang yang relevan. Biaya Tetap Biaya tetap bersifat konstan secara total dalam rentang yang relevan. Denagn kata lain, biaya tetap per unit semakin kecil seiring dengan meningkatnya aktivitas dalam rentang yang relevan.

16

Biaya Semivariabel Beberapa jenis biaya memiliki elemen biaya tetap dan biaya variable; jenis biaya ini disebut biaya semivariabel. Misalnya, biaya listrik biasanya adalah biaya semivariabel. Biaya dalam Hubungan dengan Departemen Produksi atau Segmen Lain

Suatu bisnis dapat dibagi menjadi segmen-segmen yang memiliki berbagai nama, pembagian pabrik menjadi departemen, proses-proses, unit kerja,pusat biaya, atau kelompok biaya juga berfungsi sebagai dasar untuk mengklasifikasikan dan mengakumulasikan biaya dan membebankan tanggung jawab untuk pengendalian biaya. Departemen Produksi dan departemen Jasa - Departemen Produksi, operasi secara manual dan operasi mesin seperti pembentukan dan perakitan dilakukan secara langsung pada produk atau bagian-bagian dari produk. - Departemen Jasa, jasa diberikan untuk keuangan departemen lain. Dalam beberapa kasus, jasa ini juga dinikmati oleh departemen jasa yang lain. Biaya Bersama (Common Cost) dan Biaya Gabungan (Joint Cost) adalah jenis biaya tidak langsung. - Biaya bersama (Common Cost) biasanya ada di organisasi dengan banyak departemen atau segmen. - Biaya Gabungan (Joint Cost) terjadi ketika produksi dari suatu produk menghasilkan satu atau beberapa produk lain tanpa dapat dihindari. Biaya dalam Hubungan dengan Periode akuntansi Biaya dapat diklasifikasikan sebagai pengeluaran modal (capital expenditure) atau sebagai pengeluaran pendapatan (revenue expenditure). Suatu pengeluaran modal ditujukan untuk memberikan manfaat di masa depan dan dilaporkan sebagai aktiva. Pengeluaran pendapatan memberikan manfaat untuk periode sekarang dan dilaporkan

17

sebagai beban. Aktiva akhirnya akan menjadi beban ketika dikonsumsi atau kehilangan kegunaannya. Membedakan antara pengeluaran modal dan pengeluaran pendapatan adalah penting untuk membandingkan biaya dengan pendapatan dan mengukur laba periodik. Tetapi pembedaan yang akurat antara kedua klasifikasi tidak selamanya memungkinkan. Biaya dalam Hubungannya dengan Suatu Keputusan, Tindakan, atau Evaluasi Ketika suatu pilihan harus dibuat di antara tindakan-tindakan atau alternative-alternatif yang mungkin dilakukan, adalah penting untuk mengidentifikasikan biaya (dan pendapatan, pengurangan biaya, dan penghematan) yang relevan terhadap pilihan tersebut. Pertimbangan atas item-item yang tidak relevan merupakan pemborosan waktu dan dapat mengalihkan perhatian dari item-item relevan; yang lebih penting, faktoryang tidak relevan bias saja disalahartikan sebagai faktor yang relevan. Biaya diferensial adalah salah satu nama dari biaya yang relevan untuk suatu pilihan di antara banyak alternatif. Biaya diferensial sering kali disebut biaya marginal atau biaya inkremental. Jika biaya dideferensial hanya terjadi apabila alternatif tertentu diambil, maka biaya tersebut juga dapat disebut sebagai biaya tunai yang berkaitan dengan alternatif itu. Sejumlah pendapatan atau manfaat lain yang mungkin hilang bila alternatif tertentu diambil di sebut biaya oportunitas dari alternative tersebut. 2.6. Siklus Biaya pada Perusahaan Manufaktur Akuntansi biaya tidak menambahkan langkah baru terhadap siklus akuntansi yang sudah dikenal, maupun membuang prinsip-prinsip yang dipelajari dalam akuntansi keuangan. Akuntansi biaya berkaitan dengan pencatatan dan pengukuran elemen biaya saat sumber daya yang berhubungan mengalir melalui proses produksi. Aliran biaya paralel dengan aliran sumber daya dan diilustrasikan di Gambar 4-1. Semua biaya manufaktur, tanpa memperdulikan perilaku biaya tetap maupun variable, mengalir melalui perkiraan barang dalam proses dan persediaan barang jadi. Hal ini merefleksikan asumsi penyerapan biaya penuh (full absorption cost). Proses manufaktur, pengaturan fisik dari pabrik, dan kebutuhan pengambilan keputusan oleh manajer menjadi dasar bagi penentuan bagaimana biaya akan diakumulasikan.

18

Biasanya, akun buku besar umum untuk biaya manufaktur adalah bahan baku, bebena gaji, pengendali overhead, barang dalam proses, barang jadi, dan harga pokok penjualan. Akun-akun tersebut digunakan untuk mengatur dan mengukur aliran biaya, dari perolehan bahan baku, melalui operasi pabrik, sampai ke harga pokok penjualan. Akun-akun biaya adalah perluasan dari akun-akun buku besar dan behubungan dengan akun buku besar, sebagaiman ditunjukkan di Gambar 4-2. Gambar 4-2 menunjukkan seluruh beban gaji dikreditkan kea kun utang yang disebut beban gaji yang masih harus dibayar; ini merupakan pendekatan yang disederhanakan yang akan digunakan di seluruh bab ini. Dalam praktiknya, ada beberapa kewajiban yang terlibat, seperti jumlah pajak pendapatan Negara dan federal yang harus dipotong oleh pemberi kerja dan disetorkan kepada badan pemerintah. Semua kewajiban seperti itu benar-benar dicatat, dan sisanya adalah jumlah yang harus dibayarkan ke karyawan. Akun kewajiban beban gaji yang masih harus dibayar sangat berbeda dengan perkiraan kliring temporer yang disebut beban gaji, yang berfungsi untuk memfasilitasi perhitungan beban gaji dan mendistribusikannya kea kun biaya pada tanggal yang berbeda. Akuntansi biaya menggunakan secara ekstensif akun-akun pengendali dan akun-akun buku besar pembantu saat informasi terinci mengenai akun-akun biku besar dibutuhkan. Ratusan item bahan baku yang berbeda, misalnya, dapat dimasukkan dalam satu akun bahan baku dalam buku besar. Akun buku besar overhead pabrik mungkin terdiri atas tenaga kerja tidak langsung, perlengkapan, sewa, asuransi, pajak, perbaikan, dan banyak lagi biaya lain. Setiap akun buku besar yang demikian disebut akun pengendali, dan ditunjang dengan sejumlah akun buku besar pembantu.

2.7. Metode Pengumpulan Harga Pokok Sistem biaya yang telah disebutkan sebelumnya dapat digunakan dengan perhitungan biaya berdasarkan pesanan (job order costing), dengan perhitungan biaya berdasarkan proses (process costing), atau dengan metode akumulasi biaya lainnya. Perhitungan berdasarkan pesanan dan perhitungan biaya berdasarkan proses akan dijelaskan di bawah ini.

19

Harga Pokok Pesanan (job order cost) Sistem Perhitungan biaya bedasarkan pesanan (job order costing) biaya

Dalam perhitungan

biaya berdasarkan

pesanan

(job order

costing),

diakumulasikan untuk setiap batch, lot, atau pesanan pelanngan. Apabila produk yang diproduksi dalam suatu departemen atau cost center bersifat heterogen. Dalam perhitungan biaya berdasarkan pesanan (job order costing) akan lebih praktis mengidentifikasikan secara fisik setiap pesanan yang diproduksi dan membebankan setiap pesanan dengan paling tidak beberapa elemen biayanya. Catatan terinci yang menunjukkan biaya untuk setiap pesanan merupakan perkiraan buku besar pembantu yang menunjang perkiraan buku besar umum barang dalam proses. Perhitungan biaya berdasarkan pesanan dapat diterapkan untuk pekerjaan berdasarkan pesanan di pabrik, bengkel, dan tempat reparasi; pekerjaan konstruksi dan percetakan, dan pekerjaan di bidang jasa seperti firma medis, hukum, arsitek, akuntansi, dan konsultasi. Ketika suatu pesanan diproduksi sejumlah tertentu untuk persediaan, perhitungan biaya berdasarkan pesanan kemungkinan perhitungan biaya per unit. Ketika pesanan dikerjakan berdasarkan spesifikasi pelanggan, perhitungan biaya berdasarkan pesanan kemungkinan perhitungan laba atau rugi untuk setiap pesanan. Karena biaya diakumulasikan saat pesanan melalui proses produksi, biaya ini dapat dibandingkan dengan estimasi yang dibuat pada ssaat pesanan diterima. Oleh karena itu, perhitungan biaya berdasarkan pesanan memberikan kesempatan untuk mengendalikan biaya dan untuk mengevaluasi profitabilitas dari suatu kontrak, suatu produk, atau suatu lini produk.

Harga Pokok Proses (process cost)

20

Sistem

Perhitungan

Biaya

Berdasarkan

Proses

(process

costing)

Perhitungan biaya berdasarkan proses (process costing) mengakumulasikan biaya berdasarkan proses produksi atau berdasarkan departemen. Departemen bias saja ada dalam perhitungan biaya berdasarkan pesanan atau perhitungan biaya berdasarkan proses, tetapi perbedaan penting bahwa departemen merupakan focus dari penelusuran biaya dalam perhitungan biaya berdasarkan proses, dalam perhitungan biaya berdasarkan pesanan, batch, atau lot merupakan fokusdari penelurusan biaya. Apabila semua unit digunakan yang dikerjakan dalam suatu departemen atau area kerja lain bersifat homogen atau bila tidak ada kebutuhan untuk membedakan antar unit. Perhitungan biaya bedasarkan proses mengakumulasikan semua biaya operasi suatu proses untuk suatu periode waktu dan kemudian membagi biaya tersebut dengan jumlah unit produk yang telah melewati proses selama peride tersebut, hasilnya adalah biaya perunit. Jika produk dari suatu proses menjadi bahan baku dari proses berikutnya, maka biaya per unit dihitung untuk setiap proses. Dalam sistem biaya actual (historis) yang menggunakan perhitungan biaya berdasarkan proses, adanya persediaan yang separuh selesai pada akhir suatu periode akuntansi menyebabkan timbulnya masalah akuntansi kedua: perlakuan biaya dari persediaan tersebut di periode akuntansi berikutnya. Solusinya adalah untuk memilih suatu asumsi aliran biaya seperti yang digunakan dalam akuntansi untuk persediaan nonmanufaktur. Dalam praktiknya, asumsi aliran biaya yang paling umum untuk perhitungan biaya berdasarkan proses adalah metode biaya rata-rata tertimbang (weighted average method), yang merata-ratakan atau mencampur biaya dari persediaan awal yang belum selesai penuh dengan semua biaya yang terjadi selama periode sekarang.

BAB III PENUTUP

21

3.1 Kesimpulan Akuntansi biaya merupakan bagian yang integral dengan financial accounting. Akuntansi biaya adalah salah satu cabang akuntansi yang merupakan alat manajemen dalam memonitor dan merekam transaksi biaya secara sistematis, serta menyajikannya informasi biaya dalam bentuk laporan biaya. Biaya (cost) berbeda biaya beban (expense), cost adalah pengorbanan ekonomis yang dikeluarkan untuk memperoleh barang dan jasa, sedangkan beban (expense) adalah expired cost yaitu pengorbanan yang diperlukan atau dikeluarkan untuk merealisasi hasil, beban ini dikaitkan dengan revenue pada periode yang berjalan. Pengorbanan yang tidak ada hubungannya dengan perolehan aktiva, barang atau jasa dan juga tidak ada hubungannya dengan realisasi hasil penjualan, maka tidak digolongkan sebagai cost ataupun expense tetapi digolongkan sebagai loss. 3.2 Saran Adanya konsep dan klasifikasi biaya akan mempermudah pemimpin perusahaan dalam mengelola perusahaanya secara efisien dan efektif. Untuk itu penulis menyarankan kepada pembaca dan calon pemimpin perusahaan pada khususnya, untuk lebih mendalami semua aspek yang berkaitan dengan akuntansi biaya. Khususnya tentang biaya produksi atau operasional, di sistem industri memainkan peran yang sangat penting, karena ia menciptakan keunggulan kompetitif dalam persaingan antar industri dalam pasar global. Hal ini disebabkan proporsi biaya produksi dapat mencapai sekitar 70% 90% dari biaya total penjualan secara keseluruhan, sehingga reduksi biaya produksi melalui peningkatan efisiensi akan membuat harga jual yang ditetapkan oleh produsen menjadi lebih kompetitif.

22

DAFTAR PUSTAKA
Hamanto, M.Soc.Sc., Akt., Drs., 1992, Akuntansi Biaya untuk Perhitungan Biaya Matz-Usry, 1991, Akuntansi Biaya- Perencanaan dan Pengendalian, Jakarta : Erlangga. Mulyadi, 2007, Akuntansi Biaya. Yogyakarta : BPFE-UGM. Pokok Produksi (Sistem Biaya Historis), Yogyakarta:BPFE-UGM. Tresno Lesmono, MSPA., AKT., Drs., 1998, Akuntansi Biaya, Cetakan Pertama , Yogyakarta : Pusat penerbitan Akaderni YKPN.

23