Anda di halaman 1dari 3

REAKSI HIDROGEN PEROKSIDA DENGAN ASAM IODIDA

1. Tuliskan reaksi hydrogen peroksida dengan asam iodide Jawab : H2O2 + 2 H+ + 2 II2 + 2 H2O 2. Apa tujuan dari percobaan ini? Jawab : mempelajari kinetika reaksi dari hydrogen peroksida dengan asam iodide. 3. Reaksi antara hydrogen peroksida dengan asam iodide termasuk reaksi reversible atau ireversibel, apa alasannya? Jawab : ireversibel, karena adanya natrium tiosulfat yang merubah iodium bebas menjadi asam iodide kembali yang ditandai dengan perubahan warna menjadi bening 4. Reaksi hydrogen peroksida termasuk reaksi orde berapa, kenapa? Jawab : orde satu karena kecepatan reaksi bergantung pada berkurangnya konsentrasi hydrogen peroksidanya saja. 5. Apa saja yang mempengaruhi kecepatan reaksi dalam percobaan ini? Jawab : berkurangnya konsentrasi H2O2 6. Kapan kecepatan reaksi dikatakan besar? Jawab : jika keasamannya tinggi atau kadar iodidanya tinggi 7. Bagaimana cara kerja percobaan ini? Jawab : . 8. Apa yang membuat terjadinya warna biru dalam percobaan kecepatan reaksi? Jawab : adanya iodium 9. Kenapa ekivalen H2O2 dengan tiosulfat harus dicari? Jawab : untuk menyetarakan sejumlah peroksida dan tiosulfat 10. Bagaimana caranya? Jawab : dengan titrasi pada peroksida dan tiosulfat menggunakan larutan standar KMnO4 11. Indicator apa yang digunakan pada titrasi H2SO4 dan H2O ( untuk mencari ekivalen H2O2 dengan tiosulfat ) dengan KMnO4? Jawab : KMnO4 sebagai own indicator atau zat yang bertindak sebagai dirinya sendiri 12. Kenapa banyaknya tiosulfat yang setara dengan peroksida mula-mula (a) harus diketahui? Jawab : untuk dapat menghitung konsentrasi peroksida setelah t detik (a-b)

ANALISIS KALSIUM DALAM BATU KAPUR 1. Apakah tujuan percobaan ini? Jawab : menentukan kadar CaO dalam batu kapur secara volumetric dan menerapkan prinsip penimbangan, pelarutan, pengendapan, penyaringan, pencucian, dan titrasi oksidimetri. 2. Bagaimana cara menentukan kadar CaO dalam batu kapur secara volumetric? Jawab : dengan menentukan banyaknya suatu zat dalam volume tertentu dengan mengukur banyaknya volume larutan standar yang dapat bereaksi secara kuantitatif dengan zat yang akan ditentukan. 3. Bagaimana prinsip titrasi oksidimetri? Jawab : titrasi larutan zat reduktor dengan larutan standar zat oksidator (menggunakan KMnO4) 4. Bagaimana cara kerja percobaan ini? Jawab : .. 5. Kenapa yang dipakai untuk melarutkan batu kapur adalah HCl, bukan aquades atau larutan lainnya? Jawab : karena zat atau senyawa yang ingin diambil atau dianalisis adalah kalsium saja, sementara dalam batu kapur senyawa penyusunnya ada beberapa macam seperti CaCO3 sebagai penyusun utama, besi, alumunium, magnesium, titanium, silica, dan zat lainnya yang tidak larut sesuai reaksi : CaCO3 + HCl CaCl2 + H2O + CO2 6. Apa fungsi penambahan ammonia? Jawab : ammonia ditambahkan hingga basa dengan ditandai perubahan warna larutan menjadi kuning untuk membentuk endapan Fe(OH)3 dan Al(OH)3 7. Apa fungsi penambahan asam oksalat? Jawab : untuk melarutkan endapan Fe(OH)3 dan Al(OH)3 dan membentuk endapan kalsium oksalat sedikit 8. Apa fungsi penambahan ammonium oksalat jenuh (3%)? Jawab : untuk mengubah semua Ca menjadi endapan kalsium oksalat (penambahan dihentikan saat tidak lagi terbentuk endapan) sesuai reaksi CaCl2 + (NH4)2 C2O4 CaC2O4 + 2 NH4Cl 9. Apa tujuan pencucian dengan menggunakan aquades panas? Jawab : menghilangkan ion oksalat 10. Bagaimana cara mengetahui bahwa endapan kalsium oksalat telah bebas ion oksalat? Jawab : dengan meneteskan beberapa tetes AgNO3 hingga filtrate dari pencucian tidak keruh 11. Apa fungsi penambahan asam sulfat panas? Jawab : untuk melarutkan endapan dan mempercepat reaksi 12. Kenapa setelah titrasi harus ditunggu sekitar 30 detik? Jawab : 30 detik merupakan waktu ideal dan diharapkan pada waktu 30 detik telah terjadi kesetimbangan.

CATATAN : 1. Untuk reaksi hydrogen peroksida dengan asam iodide a. Kalau H2O2 pekat yang digunakan kadarnya 50 %, gunakan 0.75 ml saja seperti percobaan sebelumnya, tapi kalau kadarnya 3% gunakan sesuai yang ada di buku petunjuk praktikum agar perubahan warna saat mencari kecepatan reaksi tidak terlalu lama b. Asam asetat ditambahkan paling akhir supaya iodide dalam Kristal KI tidak menguap c. Penambahan tiosulfat cukup 2 ml saja, dan diambil minimal 13 data d. Untuk perhitungan terserah mau pakai cara yang mana karena pada akhirnya hasilnya sama e. Untuk ekivalen reaksinya tolong diimprov sendiri yahehehe

2. Untuk analisa kalsium dalam batu kapur a. Semua kegiatan pemanasan dilakukan dilemari asam b. Untuk pencucian disesuaikan dengan kebutuhan, namun minimal sebanyak 5 kali c. Percobaan dilakukan minimal 2 kali untuk percobaan inti dan peneraan KMnO4 d. Saat akhir percobaan, kertas saring jangan dicelupkan semua sambil dititrasi Kertas saring cukup dicelupkan dan diaduk sebentar lalu diangkat dan diletakkan di dinding Erlenmeyer, jika ada perubahan warna maka kertas saring dicelupkan dan diaduk sebentar lalu diangkat kembali. Hal ini dilakukan sampai timbul warna merah jambu yang tidak hilang selama 30 detik.