Anda di halaman 1dari 5

Test 3 dikurangi tes 4 1. Kurangi arus pengisian uji 4 dari uji 3 2.

Kurangi kerugian watt tes 4 dari uji 3 3. Kemudian menghitung PF, yaitu

Nilai dihitung dari CHL dari perhitungan di atas harus sama. Jika tidak sama maka terjadi kesalahan/error dalam hasil tes atau pada perhitungan hasil. Pengaturan koneksi tes untuk setiap dari empat tes yang tercantum dalam tabel 3.1 dijelaskan di bawah ini dalam Gambar 3.7a sampai d.

Pengukuran (a) gulungan tinggi dan tinggi ke rendah isolasi belitan, (b) gulungan tinggi isolasi, (c) berliku rendah dan tinggi ke rendah isolasi belitan, dan (d) rendah berliku isolasi.
Pengujian #1: Mode Tes Pentanahan (GST) 1. 2. 3. Lilitan HV di energized Lilitan HV di ground kan Pengukur membaca CH plus CHL

Pengujian #2: Mode Tes Penjagaan (GST) 1. 2. 3. Lilitan HV di energized Lilitan LV dilindungi Pengukur membaca CH

Pengujian #3: Mode Tes Pentanahan (GST) 1. 2. 3. Lilitan LV di energized Lilitan HV di ground kan Pengukur membaca CL plus CHL

Pengujian #4: (Mode Tes Penjagaan) 1. 2. 3. Lilitan LV di energized Lilitan HV dilindungi Pengukur membaca CL

Rangkaian ekuivalen sistem isolasi trafo tiga lilitan adalah seperti gambar dibawah

is similar to the two-winding transformer except that there is an additional winding in the

transformer. The standard test procedure for a three-winding transformers is given in Table 3.2. This test technique for three-winding transformers is an extension of the two-winding transformers. Mirip seperti transformator dua-belitan kecuali bahwa ada sebuah tambahan belitan dalam transformator. Prosedur pengujian standar untuk transformator tiga belitan seperti dalam

tabel 3.2. Teknik tes untuk tiga belitan transformator merupakan perpanjangan dari dua belitan transformator.

FIGURE 3.9 Insulation circuit of an autotransformer. GAMBAR 3.9 Rangkaian isolasi dari sebuah autotransformator.